285 research outputs found

    Persepsi Guru Terhadap Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 dan 2 Kota Batu

    No full text
    ABSTRAK Aziz, Muhammad Rizky. 2019. Persepsi Guru Terhadap Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 dan 2 Kota Batu. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Ari Sapto, M.Hum Kata Kunci: Implementasi, Project Based Learning, Mata Pelajaran Sejarah, SMA Negeri 1 dan 2 Kota Batu Project Based Learning adalah model pembelajaran yang berpusat pada siswa yang mendorong inisiatif yang memfokuskan siswa pada dunia nyata, dan dapat meningkatkan motivasi mereka. Pelaksanaan pembelajaran model Project Based Learning dipengaruhi oleh persepsi guru terhadap pelaksanaan model pembelajaran Project Based Learning itus endiri. Dalam penelitian ini peneliti akan mendeskripsikan bagaimana persepsi guru sejarah tentang pelaksanaan Project Based Learning. Dengan melihat persepsi guru tentang pelaksanaan model pembelajaran tersebut,maka akan didapatkan bagaimana pelaksanaan Project Based Learning di kelas. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana implementasi model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada mata pelajaran sejarah di SMA Negeri 1 dan 2 Batu. (2) Bagaimana persepsi guru terhadap implementasi model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada mata pelajaran sejarah di SMA Negeri 1 dan 2 Batu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deksriptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara dengan informan, dan sumber data pendukung berupa dokumentasi. Pengolahan data menggunakan analisis reduksi data, sajian data dan verifikasi data. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Implementasi model Project Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Sejarah dimodifikasi dengan berbagai metode, teknik, dan sumber belajar yang tersedia di sekolah. Pelaksanaannya harus memperhatikan beberapa factor diantaranya karakteristik dan kemampuan pesertadidik, kompetensi dasar yang sesuai, ketersediaan waktu serta ketersediaan sumber belajar (2) Persepsi guru Sejarah di SMA Negeri 1 dan 2 Batu terhadap model pembelajaran Project Based Learning berpengaruh pada penggunaan model pembelajaran ini di dalam kelas. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada guru sebaiknya mampu mengatur waktu untuk mengalokasikan waktu pembelajaran dengan baik. Pengelolaan waktu yang baik dapat membantu pesertadidik dalam menyelesaikan setiap tahap-tahap proses pembelajaran, terutama dalam proses menyelesaikan tugas dengan model pembelajaran Project Based Learning. Selain itu, disarankan juga kepada pesertadidik agar dapat member dukungan penuh terhadap guru untuk mengembangkan berbagai variasi model pembelajaran yang diterapkan guru di dalam kelas. ABSTRACT Aziz, Muhammad Rizky. 2019. History’s Teacher Perception Toward Implementation of Project Based Learning Model on History Subject in Senior High School 1 and 2 of Batu City. Thesis, Department of History, Faculty of Social Sciences,State University of Malang. Advisor: Dr. Ari Sapto, M. Hum Keywords: Implementation, Project Based Learning, Historical Subjects, Batu City Public High School Project Based Learning is a student-centered learning model that encourages initiatives that focus students on the real world, and can increase their motivation. The implementation of the Project Based Learning model is influenced by teacher perceptions of the implementation of the Project Based Learning model itself. In this study the researcher will describe how the history teacher’s perception of the implementation of Project Based Learning. By looking at the teacher's perceptions of the implementation of the learning model, it will be obtained how to implement Project Based Learning in the classroom. The formulation of the problem in this study is (1) How is the implementation of the Project Based Learning model on historical subjects in Batu 1 and 2 SMA. (2) What is the teacher's perception of the implementation of the Project Based Learning model on history subjects in Batu City Senior High School. This study uses a qualitative approach with descriptive research design. The method of data collection in this study was carried out by techniques (1) observation, (2) interviews, and (3) documentation. Sources of data in this study were obtained from the results of interviews with informants, and supporting data sources in the form of documentation. Data processing uses analysis of data reduction, data presentation and data verification. The results of this study indicate that (1) Implementation of the Project Based Learning (PBL) model in History learning is modified by various methods, techniques, and learning resources available at school. The implementation must pay attention to several factors including the characteristics and abilities of students, appropriate basic competencies, time availability and availability of learning resources (2) Teachers' perceptions History in Batu City Senior High School on the Project Based Learning model influences the use of this learning model in class. Based on the results of this study, it is recommended that teachers should be able to set the time to allocate learning time well. Good time management can help students to complete each stage of the learning process, especially in the process of completing tasks with the Project Based Learning model. In addition, it is also recommended that students be able to give full support to the teacher to develop various variations of the learning model applied by the teacher in the classroom

    Enforcement of Self-registration Law as a Taxable Entrepreneur: Penegakan Hukum Pendaftaran Diri Sebagai Pengusaha Kena Pajak

    No full text
    In law enforcement in the field of taxation, it is felt that it is not optimal and it can still be found some entrepreneurs who have not registered themselves as entrepreneurs, why do taxes come from a lack of understanding of taxation on the part of the entrepreneur or abuse or disobedience by the entrepreneur? here the author conducts research at a kpp madya Sidoarjo to collect data and examine data from entrepreneurs who are registered but do not have the status of a taxable entrepreneur to the imposition of sanctions on business actors who violate. from the results of research conducted by the author found several kinds of cases in the registration of taxable entrepreneurs. The author's findings are still considered less than optimal in law enforcement to entrepreneurs who violate so that there are still many entrepreneurs who commit violations

    ANALISIS MENURUNNYA KERJA RELIQUEFACTION PLANT DALAM MERUBAH MUATAN GAS MENJADI CAIR DI MT GAS KOMODO DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS

    No full text
    Moch. Tarom, 2017, NIT : 49124578.T. “Analysis of declining employment in the Reliquefaction plant working change the gas into a liquid cargo in MT Gas Komodo”, thesis Technic Studies Program , Program Diploma IV, Semarang Merchant Marine Polytechnic, Supervisor I : Achmad Wahyudiono, M.M., Supervisor II : H. Suharso, S.H., S.P.d., S.E., M.M. LPG cargo is cargo that has special characteristics, one of them highly flamable nature. To cope with danger posed by LPG cargo evaporates, it needs Reliquefaction plant operation. Operation of this system as the efforts has made to overcome obstacles in order to maintain a fixed charge on the LPG liquid state. Thus the authors formulate the problem formulation 1) what are the factors causing the decline of Reliquefaction plant working in change the gas into a liquid cargo, 2) What efforts are made to maximize Reliquefaction plan. Fault tree analysis is a technique used to identify risks that contribute to the occurrence of a failure. This method is carried out with an approach that is top down, starting with the assumption of failure or loss of peak incidence then detailing causes a peak incidence reached a basic failure. Based on the results of research by the author to the decline in employment Reliquefaction plant in turning gas into a liquid cargo is dirty condensers, cooling of the intercooler not optimal cooling, valve positioners are not working properly.Meanwhile, efforts to maximize employment Reliquefaction plant is checking routine cleaning of the condenser appropriate working hours, checking the intercooler, valve positioner checks on a regular basis. Key word: Reliquefaction plant, fault tree analysis method, condenser, intercooler, valve positione

    Perancangan Mobile Learning berbasis Android tentang Informasi HIV AIDS bagi Remaja.

    No full text
    ABSTRAK   Aziz, Ahmad Fathul. 2015. Perancangan Mobile Learning berbasis Android tentang Informasi HIV AIDS bagi Remaja. Skripsi. Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Moch. Abdul Rohman, S.Sn, M.Sn., (II) Rudi Irawanto, S.Pd, M.Sn.   Kata kunci : mobile learning berbasis android, informasi HIV AIDS, remaja   Epidemi HIV AIDS di dunia termasuk di Indonesia semakin meningkat dari waktu ke waktu. Program penanggulangan HIV AIDS  yang  ada masih belum komprehensif dan belum merata di seluruh wilayah kota dan kabupaten di Indonesia. Sedikitnya media informasi yang interaktif tentang HIV AIDS di Indonesia serta kurangnya sosialisasi yang diberikan seputar pengetahuan tentang HIV AIDS menyebabkan sebagian besar masyarakat Indonesia masih belum paham betul cara pencegahan, cara penularan dan penanganan HIV/AIDS. Akibatnya, stigma negatif dan diskriminasi terhadap pengidap HIV/AIDS masih cukup kuat. Untuk menjawab kebutuhan akan informasi yang benar tentang seputar HIV AIDS, maka dikembangkan Mobile Learning berbasis Android sebagai media informasi interaktif. Model perancangan yang digunakan dalam perancangan Mobile Learning berbasis Android ini adalah model perancangan prosedural, menggunakan metode penelitian yang diadopsi dari kerangka perancangan Sadjiman Ebdi Sanyoto yang dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan.  Model perancangan prosedural yaitu menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Model yang bersifat deskriptif menjelaskan suatu keadaan mengenai apa dan bagaimana, berapa banyak, sejauh mana dan sebagainya. Hasil perancangan ini berbentuk Mobile Learning dengan konsep gaya desain flat UI yang memberikan informasi kombinasi antara tekstual dan audiovisual dapat dipakai sebagai salah satu media yang komunikatif dan informatif. Materi disampaikan dengan bahasa yang singkat dan menarik agar mudah dipahami. Produk dari proses perancangan ini berupa mobile learning berbasis Android, multimedia interaktif PC, ebook dan buku saku ini diharapkan bisa menjadi media informasi yang menarik tentang HIV AIDS beserta akses layanan yang mudah diakses kapanpun, dimanapun dan oleh siapapun terutama remaja yang juga merupakan kelompok beresiko terinfeksi HIV AIDS. Sehingga harapannya, angka infeksi baru HIV AIDS dikalangan remaja usia 12-25 tahun khususnya di Malang akan berkurang

    PELAKSANAAN PASAL 4 HURUF A UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP KONSUMEN VULKANISIR BAN PADA PENGUSAHA SERVICE BAN DI KOTA MALANG

    No full text
    Moch. Naby Aksani Akbar, Yenni Eta Widyanti, S.H., M.Hum., Ranitya Ganindha, S.H., M.H. Fakultas Hukum Universtas Brawijaya [email protected] ABSTRAK Pelaksanaan Pasal 4 Huruf A Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen masih belum terlaksana dengan baik, hal tersebut dilatarbelakangi oleh banyaknya konsumen service ban vulkanisir di Kota Malang yang masih belum mendapatkan hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam menggunakan barang tersebut. Dalam mendapatkan hak tersebut harusnya pelaku usaha memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur terhadap konsumen. Namun ada beberapa hambatan yaitu hambatan hukum dan hambatan non hukum. Salah satu hambatan yang dialami konsumen adalah kurangnya tanggung jawab dari pengusaha, kurangnya informasi yang jelas saat melakukan service ban vulkanisir, dan sebagainya. Untuk hal tersebut maka dilakukan upaya prefentif yaitu upaya konsumen untuk menghindari kerugian dikarenakan pemasangan tapak ban tidak benar, dan upaya represif yaitu berupa permintaan tanggung jawab kepada pelaku usaha apabila ban yang diterima tidak sesuai yang diperjanjikan. ABSTRACT In this bachelor theses author lift up on the implementation of the Clause 4 Letter A Of Law Number 8 Year 1999 About Consumer Protection to retreaded tire consumer tire enterpreneurs service in the city of Malang yet to be implemented with good. the selection of the theme based on by many consumers of retreaded tire service in Malang city which has yet to get the right to comfort, security and safety in using the goods. To get the right business players should give the correct information, clear and honest to consumers. But there are some obstacles in the legal barriers and non-legal barriers. One of the obstacles experienced by consumers is the lack of responsibility of entrepreneurs, lack of clear information when you perform retreaded tire servicing, etc. For that matter, the prefentive efforts by the consumer efforts to avoid loss due tread of the tire installation not correctly, and repressive efforts are in the form of the request the responsibility to business players when the ban which is not accepted as being corporately

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMA

    No full text
    Kemampuan komunikasi matematis merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran. Hal tersebut dikarenakan melalui komunikasi matematis siswa dapat mengungkapkan gagasan-gagasan atau ide-ide matematis yang dapat memperjelas suatu keadaan. Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan di salah satu sekolah di Bandung, menunjukan bahwa masih rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa. Untuk itu diperlukan sebuah model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis adalah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, dan mendeskripsikan apakah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan model pembelajaran langsung. Metode dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen, karena peneliti menerima keadaan subjek seadanya. Prosedur pada penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap akhir. Berdasarkan hasil analisis penelitian, terlihat bahwa terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan model pembelajaran langsung

    PENANGANAN CLEANING TANKI MUATAN UNTUK MEMPERLANCAR BONGKAR MUAT PREMIUM KE SOLAR DI KAPAL MT. DEWI SRI

    No full text
    ABSTRAKSI Moch Rendi Darmawan, 2019, NIT : 51145290.N “Penanganan cleaning tanki muatan untuk memperlancar bongkar muat solar ke premium di kapal MT. Dewi Sri”, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Pembimbing : (I) Capt. Eko Murdiyanto, M.Pd, M.Mar (II) Sri Murdiwati, S.Sos, M.si, Negara indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan luas perairan yang luas berpotensi dalam mengembangkan industri maritimnya. Hal ini selaras dengan tingkat kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan akan BBM (Bahan Bakar Minyak) yang terus meningkat dan upaya untuk memenuhi kebutuhan terus diperbaharui dan ditingkatkan. Sehingga penulis membatasi penelitian skripsi ini dengan rumusan masalah yaitu bagaimana pengaruh kerusakan peralatan butterworth untuk cleaning tanki dan bagaimana dampak tidak bersihnya cleaning tanki muatan. Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan metode deskriptif dan kualitatif. Dimana penulisn menggambarkan setiap masalah dan menjelaskan secara masalah tersebut secara rinci. Dan untuk teknik pendekatan dalam penelitian penulis menggunkan metode fault tree analysis dan fishbone analysis serta penulis mengamati kegiatan yang ada dengan interview secara langsung dengan crew kapal MT. Dewi Sri dan mencari faktor penyebabnya. Pembahasan mengenai pengaruh kerusakan perlatan butterworth untuk cleaning tanki yaitu berkurangnya daya semprot butterworth. Dampak tidak bersihnya cleaning tanki yaitu terjadi kontaminasi muatan yang diakibatkan sisa muatan yang bercampur. Kesimpulan dari pembahasan pengaruh kerusakan peralatan butterworth dan dampak tidak berishnya cleaning tanki yaitu pelaksanaan cleaning tanki terhambat dan terjadi kontaminasi. Saran yang harus dilakukan untuk mengatasinya dengan melakukan perawatan peralatan butterworth dan pelaksanaan cleaning tanki harus sesuai prosedur. ABSTRACT Moch Rendi Darmawan, 2019, NIT : 51145290.N “Handling of cleaning tank for planning the premium to solar on board vessel of MT. Dewi Sri”, Merchant marine polytechnic of Semarang. Advisor : (I) Capt. Eko Murdiyanto, M.Pd, M.Mar (II) Sri Murdiwati, S.Sos., M.si, The country of Indonesia is the largest archipelago country in the world and vast waters have the potential to develop its maritime industry. This is consistent with the level of community needs, especially the need for fuel (fuel oil) which continues to increase and efforts to meet the needs continue to be updated and improved. So the authors limit the research of this thesis with the formulation of the problem, namely how the influence of damage to butterworth equipment for tank cleaning and how the impact of cleaning tanks is not clean. In writing this thesis the author uses descriptive and qualitative methods. Where the authors describe each problem and explain the problem in detail. And for the approach techniques in the study the authors use the method of fault tree analysis and fishbone analysis and the authors observe the activities that exist with direct interviews with MT ship crews. Dewi Sri and look for factors that cause it. Discussion on the effect of damage to butterworth equipment for tank cleaning is the reduced power of butterworth spray. The impact of unclean cleaning of the tank is that there is load contamination caused by the remaining mixed charge. The conclusion from the discussion of the effect of damage to butterworth equipment and the unsuccessful effects of cleaning the tank is that the cleaning tank is hampered and contamination occurs. Suggestions that must be made to overcome them by maintaining butterworth equipment and carrying out tank cleaning must be according to the procedure

    Analysis of Income Distribution among Goat Farmer Households in Banjarnegara District, Central Java Province Indonesia

    No full text
    The objective of this study was to describe the structure of household’s income of goat farmer and analyze the distribution of goat farmer household’s income in Banjarnegara. For this analysis, Banjarnegara district was divided into three agro ecological zones on the basis of altitude, i.e. low, medium and high land. 180 goat farmers were selected using multistage sampling and data were measured using descriptive statistic and Gini Coefficient. The study concluded that goat farming as a side job contributed 29% of total household income. The income from non-goat farming remain dominating a structure of household income by 71%. There was a high inequality household income among goat farmers with Gini Coefficient of 0.562. The high level of total income inequality was due to a greater relative inequality in non-goat farming income. Since there was a relationship between farm size and income, increasing the number of goats must be actualized to the goat farmers with no other livelihood. This would be able to reduce inequality of total income of goat farmers

    IMPLEMENTASI REHABILITASI PECANDU NARKOTIKA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA (STUDI KASUS DI KEPOLISIAN RESORT KOTA TANGERANG)

    No full text
    Penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika terus dilakukan oleh aparat penegak hukum berpedoman pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Namun dalam kenyataan justru semakin intensif dilakukan penegakan hukum, semakin meningkat peredaran dan penyalahgunaan narkotika terutama pelaku yang berstatus sebagai pengguna. Faktor penjatuhan sanksi pidana tidak memberikan efek jera terhadap para pelakunya. Sehingga dicari alternatif lain yang bersifat non penal yaitu melalui rehabilitasi bagi para penyalahguna narkotika. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan rehabilitasi penyalah guna narkotika di Kepolisian Resort Kota Tangerang telah sesuai dengan  ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika beserta aturan pelaksanaannya dan menganalisis upaya-upaya yang dilakukan penyidik Kepolisian Resort Kota Tangerang dalam penetapan rehabilitasi bagi penyalah guna Narkotika. Penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif-empiris dengan menggunakan pendekatan undang-undang (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Lokasi penelitian adalah Kantor Kepolisian Resort Metro Kota Tangerang. Sumber data meliputi data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan pihak-pihak terkait penelitian yaitu penyidik dan data skunder diperoleh dari studi kepustakaan, buku-buku teori hukum, undang-undang serta peraturan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan rehabilitasi penyalahguna narkotika di Kepolisian Resort Kota Tangerang dilaksanakan berdasarkan pasal 4 huruf d, pasal 54, pasal 56, pasal 103 dan pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang menganut double track system dengan prinsip bahwa penyalah guna narkotika adalah korban yang harus disembuhkan dan tidak harus dipidana penjara. Instrument yang dibutuhkan dalam penegakan hukum melalui upaya rehabilitasi melibatkan komponen struktur hukum, substansi hukum, dan budaya hukum.Pelaksanaan penegakan hukum melalui upaya rehabilitasi memenuhi tujuan hukum yaitu memberi manfaat, memenuhi keadilan, dan kepastian hukum.  Upaya-Upaya yang dilakukan penyidik Polres Kota Tangerang dalam penetapan rehabilitasi bagi penyalah guna Narkotika dilakukan melalui tindakan preemtif, tindakan preventif dan tindakan represif
    corecore