145 research outputs found
Penentuan Lokasi dan Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro di Kabupaten Malang
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro adalah pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air di bawah kapasitas 1 MW yang dapat berasal dari jaringan irigasi, sungai, dan air terjun, dengan cara memanfaatkan tinggi terjunnya dan jumlah debit air. Kabupaten Malang mempunyai potensi besar bagi pengembangan PLTMH. Hingga saat ini saluran irigasi atau sumber air yang berpotensi sebagai sumber energi baru sangat sedikit yang memanfaatkan. Ketersediaan air dan tinggi jatuh pada saluran irigasi dan pembuangan di daerah studi merupakan faktor utama potensi pembangunan PLTMH. Pembangunan PLTMH di desa Gondanglegi dapat digunakan sebagai penerangan jalan yang saat ini masih kurang atau dapat digunakan sebagai tempat pembelajaran tentang PLTMH bagi warga sekitar dan SMK Mutu ataupun Pondok Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah (PPEM). Dengan adanya potensi sumber daya serupa yang ada maka dapat juga dilakukan identifikasi dan inventarisasi hingga perencanaan pembangunan PLTMH di aliran irigasi sebelah PPEM. Berdasarkan observasi dan pengukuran awal, debit air sesaat di lokasi Gondanglegi sebesar 3,5 m3/dtk dan akan digunakan pada tiap turbin untuk desain debit pembangkit sebesar 1,75 m3/dtk, potensi tinggi jatuh hidrolik total sebesar2,00 m. Sehingga, potensi daya yang dapat dipasang sebesar 49,44 KWh.Kata kunci: Tinggi Jatuh, Debit, PLTMH, Pembangki
“Perlindungan Hukum Terhadap Penyajian Makanan Bagi Siswa Asrama di Perguruan Al-Azhar Medan Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen”
Penelitian yang dilakukan oleh peneliti bertujuan mengkaji dan menjawab permasalahan mengenai upaya kontrol dan upaya penyelesaian serta faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap perlindungan hukum terhadap konsumen produk makanan dan minuman di Perguruan Al Azhar Medan.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah yuridis empiris atau dengan kata lain disebut dengan penelitian hukum sosiologis yaitu sebuah metode penelitian hukum yang berupaya untuk melihat hukum dalam artian yang nyata atau dapat dikatakan melihat, meneliti bagaimana bekerjanya hukum di masyarakat. Penelitian yuridis empiris bisa pula digunakan untuk meneliti efektivitas bekerjanya hukum didalam masyarakat. Sumber data yang dipergunakan ialah terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier, yang menggunakan teknik pengumpulan data studi kepustakaan dan studi wawancara yang mendalam ke lapangan (Perguruan Al Azhar Medan).
Dari penelitian yang dilakukan bahwa : (1) Pengolahan Produk makanan dan minuman di Perguruan Al Azhar Medan cukup sesuai dengan persyaratan pengolahan makanan dan minuman sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1098/MENKES/CK/X/200 tentang “Persyaratan Higiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran”. (2) Pengawasan pengolahan makanan dan minuman di Perguruan Al Azhar Medan dilaksanakan oleh Pemerintah pusat yang dalam hal ini dilakukan secara tidak langsung oleh BPOM melalui peraturan-peraturan tertulisnya dan Pemerintah Daerah yang dalam hal ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Medan yang berpatokan pada Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Pengawasan juga dilakukan dua arah oleh konsumen dan pelaku usaha yang sama-sama mengontrol pengolahan makanan dan minuman agar layak untuk di konsumsi. (3) Perlindungan hukum terhadap konsumen produk makanan dan minuman kaki lima dijelaskan dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang terdapat dalam pasal 7 tentang kewajiban pelaku usaha yang apabila dilanggar maka akan mendapatkan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.103 HalamanSkripsi Sarjan
Optimalisasi Jaringan Internet pada Madrasah Ibitidaiyah Al-Azhar
Abstrak. Dengan adanya perkembangan teknologi yang pesat, secara perlahan membutuhkan teknologi yang melibatkan jaringan komputer lokal tanpa kabel (wireless). Perkembangan tidak berhenti sampai disitu, berbagai ide dan teknik baru bermunculan untuk mempermudah penggunaan sistem pada internet. Sehingga penggunanya tidak hanya terbatas pada sistem kabel saja, akan tetapi berkembang menjadi sebuah jaringan nirkabel yang dapat diakses oleh seluruh pengguna yang membutuhkan akses internet. Madrasah Ibtidaiyah Al-Azhar Karangren memiliki infrastruktur jaringan nirkabel untuk memenuhi kebutuhan akses internet baik untuk karyawan, staf pengajar, maupun untuk siswa. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk menganalisa jaringan wireless yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Al-Azhar Karangren tersebut. Permasalahan yang terdapat pada sistem jaringan Madrasah Ibtidaiyah Al-Azhar Karangren yaitu kurangnya sistem manajemen jaringan yang meliputi bandwidth management dan pembagian hak akses situs antara client staf pengajar dan client siswa. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengoptimalkan jaringan wireless dengan melakukan penambahan perangkat Router Mikrotik studi kasus Madrasah Ibtidaiyah Al-Azhar Karangren. Dengan menggunakan metode action research. Kesimpulan yang didapat adalah mengoptimalkan sistem jaringan yang ada dengan Router Mikrotik, dengan melakukan pengubahan sistem manajemen jaringan dengan lebih kompleks dan optimal, baik dari segi firewall maupun bandwidth untuk client/host pada jaringan komputer yang ada pada Madrasah Ibtidaiyah Al-Azhar Karangren
KEBIJAKAN BELT AND ROAD INITIATIVE (BRI) TIONGKOK PADA MASA PEMERINTAHAN XI JINPING. AUTHOR: Syaiful Anam, Ristiyani Ristiyani
KEBIJAKAN BELT AND ROAD INITIATIVE (BRI) TIONGKOK PADA MASA PEMERINTAHAN XI JINPING
Syaiful Anam, Ristiyani Ristiyan
Cell and tissue culture: an overview
Introduction
This book, Cell/Tissue Culture Research and Technology from Islamic Perspective, deals and discusses on issues pertaining to the applications of cell and tissue culture in the light of the advancements made in modern technology, particularly in biotechnology and nanotechnology. To dissect the many topics pertaining to this matter, the book is divided into 10 chapters.
In Chapter 1, which is entitled, “Integration of Islamic Principles in Modern Science: Its Philosophy and Method”, Ibrahim A. Shogar, the writer, gives an in depth explanation of the approaches used by scholars, jurists and scientists of this modernized world in order to integrate Islamic principles in science and technology. He explains the many challenges that have, and will, be faced by Muslims in order to achieve Islamic integration in modern science, taking into account the opinions of old and new Muslim scholars. Through the philosophies and methods presented, the aim of showing the steady progression of Islamic integration in the promising field of science and technology is achieved.
In Chapter 2, “Cell and Tissue Culture: An Overview”, Mohammad Syaiful Bahari Abdull Rasad and his co-author, focuses upon the basic requirements and arrangements that are necessary for the purpose of setting up, or working, in a cell/tissue culture laboratory. Brief explanations of protocols, equipment handling and maintenance are also incorporated into this chapter with the aim of exposing readers on the various regulations and equipment needed in a culture laboratory. A concise elucidation on a collection of cell lines is provided as an introductory towards the types of cells/tissues that can be found cultured in a normal cell/tissue culture laboratory. Overall, readers should have a fundamental understanding of the setup and requirements of a cell/tissue culture laboratory.
Rahmatul Wahida Ahmad, in Chapter 3, which is entitled “Risk Assessment and Regulatory Aspects of Cell Culture”, stresses that safety and health of the occupants of the cell/tissue culture laboratory is to be the focal point of any cell/tissue culture research as the risks one is exposed to are aplenty. The level of risks, and the regulations that are established in most cell/tissue culture laboratory in order to counter and reduce the amount of exposure towards those risks, are highlighted in this chapter, with the hopes of putting cautions in readers who are involved with cell/tissue culture research. As Islam prioritizes safety and wellbeing of mankind, this chapter is of great significance before going further with other aspects of integrated science and Islamic principles.
In Chapter 4, “Basic Techniques and Research in Cell Culture: Integration of Islamic Approach”, Mohammad Syaiful Bahari Abdull Rasad provides an explanation on how Islamic laws and regulations (shariah) could be applied in cell culture research with proper usage of alternative resources and materials. Discussions and suggestions in utilizing alternative approaches for cell culture research are stressed upon, with the aim of exposing readers with the possibilities of making modern science and technology more acceptable for Muslims, as well as other, communities. As a result, a perceptive on how to approach and integrate Islam into cell culture research is accomplished.
The focus of Chapter 5 is on the “Diagnostic and Therapeutic Application of Cell and Tissue Culture from Islamic Perspective”. The writer, Mohammad Syaiful Bahari Abdull Rasad and his co-writer, Nur Aizura Mat Alewi, writes at great length on the various dilemmas as well as ethical and social issues posed by the utilization of cell and tissue culture in the field of diagnostic and therapeutic research. The writers emphasize that with the advancement in cell/tissue culture application in an assortment of researches, many issues, of old and new, have also arisen. Thus, it is the duty of Muslim scholars and scientists to search for knowledge and ascertain proper regulations that are in accordance to Islamic shariah as this would assist in safeguarding the interest of the Muslim ummah and at the same time, promote its progression in modern science.
In Chapter 6, “New Era of Regenerative Medicine: An Islamic Perspective”, Ahmad Sukari Halim and his co-authors highlight the headway made by scientists and researches of this century on regenerative medicine. Diverse methods and approaches applied in modern science are stated thoroughly, keeping in mind on how Islam perceives and accepts advancement in life, as long as they are within the bound of Islamic rules and regulations (shariah).
In Chapter 7, Mohd. Arifin Kaderi explains the various aspects of genetic engineering and how cells are utilized in this advancing field of biotechnology, taking into deliberation the issues that may arise based on Islamic perspective. Hence, this chapter entitled, “Applications of Cultured Cells in Genetic Engineering: An Islamic Perspective”, discusses topics such as gene/genome applications in genetic engineering, vaccines and antibodies productions and so forth.
Elaborating further on the matter which have a degree of association, Munirah Sha’ban and her co-author, in Chapter 8, under the title, “Tissue Engineering: An Islamic Perspective”, write on a variety of aspects that need to be understood by Muslims concerning the utilization of tissue engineering from medical and scientific perspectives, with religious (Islamic) perspective playing a focal role in the discussions. It is indicated in the chapter that although the issues surrounding tissue engineering are continuously being reviewed and debated, Muslims should move forward with researches concerning tissue engineering while keeping in adherence to the shariah.
Meanwhile, Muhammad Lokman Md. Isa in Chapter 9, “Stem Cells Research: Value, Ethical and Religious Views”, draws attention to several other religions, including Islam, and their opinions and views on the subject of stem cell research. It is interesting to note that the religions which have strong traditions of legal and religious laws, namely Judaism and Islam, support most forms of stem cell research.
Finally, in the last chapter (Chapter 10) which was written by Shaharum Shamsuddin, entitled, “Nanobiotechnology and Nanomedicine: The Impact, Implication and The Unknown”, the writer puts forward a lengthy elaboration on a topic that has piqued the attention of many researchers and scientists of this era, which is the topic of nanotechnology. With in-depth input on different applications of nanotechnology, readers are able to further immerse themselves in the many prospects of nanotechnology, both known and unknown, that could benefit mankind in the future
Hubungan antara kecerdasan emosional dan kepercayaan diri dengan kemandirian belajar siswa di smp negeri 9 tebing tinggi
Kemandirian belajar merupakan salah satu cambuk untuk menghadapi berbagai tantangan dan tugas-tugas belajar yang dihadapi. Siswa yang mandiri dapat menyelesaikan pekerjaan atau tugas-tugasnya dengan baik meskipun tanpa bantuan orang lain. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan kepercayaan diri dengan kemandirian belajar siswa di SMP Negeri 9 Tebing Tinggi. Populasi penelitian ini adalah siswa-siswi SMP Negeri 9 Tebing Tinggi sebanyak 600 siswa dengan teknik random sampling diperoleh sampel sebesar 120 responden. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan secara umum kecerdasan emosional dan kemandirian belajar siswa SMP Negeri 9 Tebing Tinggi berada pada kategori normal, sedangkan kepercayaan diri siswa SMP Negeri 9 Tebing Tinggi tergolong tinggi. Dari hasil uji hipotesis pertama menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan kemandirian belajar dengan korelasi sebesar 0,606 dan p-value 0,000. Hipotesis kedua menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara kepercayaan diri dengan kemandirian belajar dengan korelasi sebesar 0,565 dan p-value 0,000. Selanjutnya Hipotesis ketiga menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dan kepercayaan diri dengan kemandirian belajar dengan korelasi sebesar 0,706 dan p-value 0,000. Total sumbangan efektif variabel kecerdasan emosional dan kepercayaan diri dengan kemandirian belajar pada siswa di SMP Negeri 9 Tebing Tinggi adalah sebesar 70,6%
Sakaratul Maut dalam Al Quran: menurut penafsiran Hamka dalam Tafsir Al Azhar
Skripsi ini adalah hasil penelitian kepustakaan berjudul Sakaratul Maut Dalam Al-Qur'an (menurut penafsiran Hamka dalam Tafsir Al-Azhar) dengan menggunakan metode maudhu,iy yaitu menghimpun ayat-ayat Al-Qur'an yang mempunyai maksud yang sama dalam arti sama-sama membicarakan satu topik masalah dan menyusunnya berdasar kronologi serta sebab turunnya ayat-ayat tersebut. Pengertian sakaratul maut adalah penjelasan sakitnya saat menjelang kematian (ketika nyawa sampai kerongkongan). Menurut Isham El Saha dan Syaiful Hadi dalam buk.unya dalam bukunya yang berjudul sketsa Al-Qur' an. Adapun menurut Hamka dalam tafsir Al-Azhar sakaratul maut adalah sama dengan naza' yaitu rasa sakit dan kepayahan yang luar biasa menjelang saat-saat alcan meninggal dunia. Sakaratul maut yang selalu mendatangkan kesengsaraan, kesedihan, bahkan kenikmatan itu dapat disebabkan oleh adanya perbuatan-perbuatan manusia sendiri karena sudah tertulis di lauh mahfudz dan karena seizin Allah. Pengertian tentang sakaratul maut sangatlah penting, mengingat semua pasti akan mengalami sakaratul maut. Apalagi pada era modern seperti ini, banyak manusia yang lalai karena kenikmatan duniawi dan menuruti nafsu saja. Untuk menyikapi sakaratul maut tersebut tidak ada sikap lain kecuali instopeksi diri, beristighfar sebanyak dan sesering mungkin. Segera bertaubat dan bersabar dalam menghadapinya. Sabar dalam artian yang benar menurut Al-Qur'an adalah ketabahan jiwa dalam menghadapi segala yang menimpa dan yang tidak disukainya. Oleh karena itu dalam Skripsi ini, penulis membahas tentang pengertian sakaratul maut dalam Al-Qur'an (menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar) dan hik.mah dengan adanya sakaratul maut
PENERAPAN METODE TAKRIR DAN MURAJA’AH DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DI SD YAYASAN PENDIDIKAN SHAFIYYATUL AMALIYYAH MEDAN
Abstrak: The research method used is qualitative research. This study uses a qualitative approach. Thestudy was conducted at the Medan Shafiyyatul Education Foundation Elementary School. The researchdata was collected through observation, interviews, and document analysis. The results of the studyrevealed that: 1) Planning of takrir and muraja’ah methods in learning the Qur’an in YPSA ElementarySchool Medan began with teacher selection and training carried out for 2 months, determining the timeof learning, compiling memorization targets, preparing lesson plans according to the target memorization.2) The process of applying takrir methods in Al-Qur’an learning begins with students listening tothe teacher’s reading several times, then following the reading. After memorizing, proceed to the nextverse. That is how the process is carried out until the memorization target or verse is about to bememorized. While the process of applying for the Muraja’ah method starts in the morning, after completingthe midnight prayer in congregation and before the students go home guided by their homeroomteacher. 3) The success of the application of the takrir and muraja’ah methods can be seen from theresults of the evaluations carried out every day after finishing memorization, mid semester and semesterassessments. Overall results show good results. 4) Obstacles to the application of the takrir and muraja’ahmethods in learning the Qur’an in YPSA Elementary School Medan are because there are still studentswho have not been able to read the Qur’an properly and fluently, there are many of the same verses, lessversatile ‘ ah and also lack of time management.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif. Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Medan. Data penelitiandikumpulkan melalui pengamatan, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian mengungkapkanbahwa: 1) Perencanaan metode takrir dan muraja’ah dalam pembelajaran Al-Qur’an di SD YPSA Medandimulai dengan seleksi dan pelatihan guru yang dilaksanakan selama 2 bulan, menentukan waktu pembelajaran,menyusun target hafalan, menyusun RPP sesuai dengan target hafalan. 2) Proses penerapan metodetakrir dalam pembelajaran Al-Qur’an diawali dengan siswa mendengarkan bacaan guru beberapa kali,kemudian mengikuti bacaan. Setelah hafal dilanjutkan ke ayat berikutnya. Begitulah seterusnya prosesyang dilakukan sampai kepada target hafalan atau ayat yang hendak dihafal. Sedangkan proses penerapanuntuk metode muraja’ah dimulai pagi hari, setelah selesai shalat zuhur berjama’ah dan sebelum siswapulang dengan dibimbing oeh wali kelasnya. 3) Keberhasilan penerapan metode takrir dan muraja’ahdalam dapat dilihat dari hasil dari evaluasi yang dilakukan setiap hari setelah selesai hafalan, penilaianmid semester dan semester. Hasil secara menyeluruh menunjukkan hasil yang baik. 4 ) Hambatanpenerapan metode takrir dan muraja’ah dalam pembelajaran Al-Qur’an di SD YPSA Medan adalah karena masih terdapat siswa yang belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan lancar, banyaknyaayat-ayat yang sama, kurang muraja’ah dan juga kurang manajemen waktu.Kata kunci : pembelajaran Al-Qur’an, Metode Takrir dan Metode Muraja’ah
SISTEM PENILAIAN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS INTEGRATED PROJECT DI SMP ISLAM AL AZHAR CAIRO YOGYAKARTA
Latar belakang penelitian ini untuk mengetahui penilaian pembelajaran bahasa Arab berbasis integrated project . Bahasa Arab merupakan salah satu pelajaran yang diajarkan berdampingan dengan mata pelajaran yang lain di sekolah. Oleh karena itu maka perlu melihat prespektif baru dalam penilaian pembelajaran dengan penilaian berbasis integrated project yang memadukan beberapa pelajaran sekaligus dalam satu konsep penilaian.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penilaian pembelajaran bahasa Arab berbasis integrated project mulai dari perencanaan penilaian, pelaksanaan penilaian hingga pelaporan hasil penilaian pembelajaran berbasis integrated project di SMP Islam Al Azhar Cairo Yogyakarta sehingga dapat dijadikan gambaran bagi para pendidik dalam menerapkan dan membuat inovasi yang baru dalam penilaian pembelajaran bahasa Arab.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode pengumpulan data wawancara, observasi, dokumentasi dan triangulasi. Teknik analisis data dalam penelitian in mencangkup empat komponen yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan dalam pengecakan keabsahan datanya menggunakan metode triangulasi.
Kesimpulan penelitian adalah 1) perencanaan penilaian dilakukan secara matang oleh guru mata pelajaran dengan penyusunan konsep kompetensi dasar yang terhubung dengan mata pelajaran yang lain, 2) pelaksanaan penilaian berbasis integrated project dilaksanakan dengan bimngan dan kontrol penuh dari guru mata pelajaran serta presentasi hasil project dilakukan penggalian pemahaman lebih dalam oleh guru mata pelajaran, 3) pengolahan hasil integrated project dilakukan secara objektif oleh guru mata pelajaran masing-masing dan pelaporan menggunakan rapor kuantitatif dan rapor deskriptif
STUDI KOMPETENSI PEDAGOGIK DALAM MEMBINA KARAKTER ISLAMI DI SDIT AL AZHAR SYIFA BUDI PARAHYANGAN BANDUNG BARAT
Kompetensi pedagogic pendidik di SDIT Al Azhar menjadi perhatian peneliti dalam mengembangkan suatu studi tentang teknik membina peserta didik sehingga sekolah tersebut menjadi pusat perhatian dan kepercayaan masyarakat di lingkungan sekolah maupun luar daerah kabupaten Bandung barat. Pendidik dalam membuat sebuah perencanaan pelaksanaan dan system pengevaluasian yang bersumber pada karakter yang dicontohkan nabiullah Muhammad SAW.
Menurut Syaiful (2010), menyebutkan ada empat strategi pembelajaran. 1) mengidentifikasi 2) memilih sistem pendekatan belajar mengajar 3) memilih dan menetapkan prosedur, dan 4)menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan. Bunghart dan Trull dalam (Sagala : 2003) menyatakan bahwa Perencanaan adalah awal dari semua proses yang rasional. Metode penelitian yang diambil peneliti adalah purposive sampling.
Menurut Sugiyono (2021:95), purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Data yang disajikan sekolah dari sumber dapodik menggambarkan bahwa sekolah tersebut termasuk sekolah yang memang banyak digemari dan mempunyai nilai jual yang tinggi di masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di SDIT ASBP. Populasi sekolah ini diambil karena sekolah tersebut diyakini bisa mewakili hasil penelitian yang akan dilaksanakan.
Pendidik di SDIT ASBP lebih menitik beratkan pada keragaman peserta didik. Dengan prinsip ini pendidik harus dapat menyediakan berbagai pengalaman berbeda bagi seluruh siswa sehingga mereka memiliki karakter percaya diri untuk memilih pengalaman belajar sesuai karakteristik dan kemampuan mereka masing-masing. Pelaksanaan pembelajaran di SDIT ASBP menggunakan berbagai model pembelajaran. Beberapa yang sering digunakan adalah model pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran kontekstual, dan pembelajaran kooperatif. Sistem evaluasi di SDIT Al Azhar Syifa Budi Parahyangan mengandung ketiga unsur tujuan penilaian. Kendala tersebut adalah kemampuan menerjemahkan arahan kepala sekolah, mengenali peserta didik dan kepemilikan passion menjadi guru.
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah 1. Guru SDIT ASBP dalam membuat perencanaan pembelajaran yang ditopang dengan kompetensi pedagogic dalam membina karakter peserta didik. 2. Guru SDIT ASBP menjadi model favorit dikarenakan dapat memfasilitasi perbedaan siswa dalam hal kognisi, social, dan emosionalnya. 3. Evaluasi pembelajaran di SDIT ASBP mengacu pada 3 tujuan penilaian. 4.Warga SDIT ASBP berperan dalam setiap penanaman dan pengembangan karakter. 5.Kompetensi pedagogic pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut sepenuhnya mempertimbangkan nilai-nilai pembiasaan karakter yang islami.
Kata Kunci: Kompetensi Pedagogik, Karakter Islami, SDIT Al Azhar Syifa Budi Parahyangan
- …
