9,005 research outputs found

    Pioneers of Library Movement in Pakistan

    No full text
    The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders

    The Complete Muhammad Ali

    No full text
    Including material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Intro -- DEDICATION -- INTRODUCTION -- The Curious History of an Icon -- CHAPTER 1 -- CHAPTER 2 -- CHAPTER 3 -- CHAPTER 4 -- CHAPTER 5 -- CHAPTER 6 -- CHAPTER 7 -- Did the Secret Government Fear a U.S. Muslim/Overseas Muslim Alliance? -- CHAPTER 8 -- CHAPTER 9 -- The Break Between the Prophet and his Disciple -- CHAPTER 10 -- CHAPTER 11 -- CHAPTER 12 -- The GOAT (Greatest Of All Time): Ali or Louis? -- CHAPTER 13 -- The Nation of Islam, the Mob, Showdowns in Canada and Sonny Liston -- CHAPTER 14 -- CHAPTER 15 -- The Taunts: Marketing or Racism? -- CHAPTER 16 -- CHAPTER 17 -- CHAPTER 18 -- CHAPTER 19 -- Boxing and the Brain -- CHAPTER 20 -- Ali's Feet -- CHAPTER 21 -- Mr. Dick -- CHAPTER 22 -- CHAPTER 23 -- The Opening Ceremonies, November 2005 -- CHAPTER 24 -- December 2005, Las Vegas -- CHAPTER 25 -- CHAPTER 26 -- June 16, 2004 -- CHAPTER 27 -- CHAPTER 28 -- CHAPTER 29 -- Aix-en-Provence -- CHAPTER 30 -- Ali as a Black Nationalist -- San Francisco, January 2004 Black Liberation Book Fair -- CHAPTER 31 -- January 31, 2004 -- CHAPTER 32 -- October 2005, Chicago -- CHAPTER 33 -- Why Ali remained with Elijah instead of following Malcolm -- CHAPTER 34 -- CHAPTER 35 -- February 4, 2006, Oakland, California -- CHAPTER 36 -- Like Zeus Descending from Mount Olympus -- CHAPTER 37 -- CHAPTER 38 -- Tuesday, February 28, 2006, New York -- CHAPTER 39 -- Bigger Than Boxing -- CHAPTER 40 -- Tribes Gallery, New York, April 2006 -- CHAPTER 41 -- June 2006, Louisville, Kentucky -- CHAPTER 42 -- CHAPTER 43 -- CHAPTER 45 -- Bad Company -- CHAPTER 46 -- Coxson, A Very Charming Rogue -- CHAPTER 47 -- Ali and the largest embezzlement scheme in Wells Fargo history -- CHAPTER 48 -- CHAPTER 49 -- "Lonnie is a stabilizing force."-Harry Belafonte -- October 29, 2006 -- CHAPTER 50 -- Abdul Rahman -- CHAPTER 51 -- CHAPTER 52 -- CHAPTER 53How Will Ali Be Remembered? New York, January 8, 2005 -- CHAPTER 54 -- CONCLUSION -- AFTERWORD -- Boxers' Rights? -- BIBLIOGRAPHY -- MUHAMMAD ALI -- ISLAM AND NATION OF ISLAM -- BOXING -- RELATED SUBJECTS -- ALSO AVAILABLE FROM BARAKA BOOKSIncluding material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Description based on publisher supplied metadata and other sources.Electronic reproduction. Ann Arbor, Michigan : ProQuest Ebook Central, YYYY. Available via World Wide Web. Access may be limited to ProQuest Ebook Central affiliated libraries

    5° Maison waḳf Az-Zāhid

    No full text
    Riad Muhammad. 5° Maison waḳf Az-Zāhid. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 39, exercice 1941-1945, 1951. p. 130

    Hukum shalat hajat menurut Wahbah Az-Zuhaili dan Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin

    No full text
    Menurut Wahbah Az Zuhaili shalat hajat adalah sunnah dan disyariatkan, sedangkan menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin shalat hajat tidak disyariatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa tiga rumusan masalah yaitu: 1) Pendapat Wahbah Az Zuhaili dan Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin tentang hukum shalat hajat. 2) Dalil dan metode istinbath hukum yang digunakan oleh Wahbah Az Zuhaili dan Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin. 3) Persamaan dan perbedaan pendapat Wahbah Az-Zuhaili dan Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin tentang hukum hukum shalat hajat. Pemikiran ini berangkat dari pemikiran bahwa sebab-sebab terjadinya perbedaan pendapat diantara ulama salah satunya karena pemahaman mereka dalam memahami suatu lafadz nash, dalam penelitian ini terdapat perbedaan antara Wahbah Az Zuhaili dan Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin tentang pandanganya dalam menghukumi shalat hajat yang berbeda cara dalam memahami hukumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis sedangkan pendekatan yang digunakan adalah normatif komparatif, yang sumber primernya adalah bagian-bagian tertentu dari karya Wahbah Az Zuhaili yaitu kitab Fiqhul Islam Wa Adillatuhu dan kitab Majmu fatawa Wa Rasail karya Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin. Data sekundernya adalah Buku, Kitab, Jurnal atau karya ilmiah lainnya yang berkaitan dengan shalat sunnah hajat. Dari berbagai sumber tersebut data dikumpulkan dengan teknik analisis data. Kemudian data yang terkumpul dikomparasikan dan ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan: 1) Wahbah Az Zuhaili berpendapat bahwa hukum melaksanakan shalat hajat adalah sunnah dan disyariatkan, sedangkan Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin berpendapat hukum melaksanakan shalat hajat tidak disyariatkan. 2) Dalil yang digunakan oleh Wahbah Az Zuhaili dan Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin adalah hadits yang sama yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dari Abdullah Bin Abi Aufa, sedangkan metode istinbath hukum yang digunakan oleh Wahbah Az Zuhaili dan Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin adalah pemahaman mereka terhadap hadits. 3) Persamaan antara Wahabah Az Zuhaili dan Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin adalah dalam hal penggunaan dalil dan metode istinbath hukum, sedangkan perbedaannya adalah dalam menilai kualitas hadits sehingga sangat menentukan boleh atau tidaknya dijadikan landasan dalam hal beribadah

    Memberikan Nama Buruk Terhadap Makanan dan Minuman yang Diperjualbelikan Menurut Pandangan Muhammad Wahbah Az-Zuhaili Dan Muhammad Shalih Al Munajjid” (Studi Kasus Kota Medan)

    No full text
    Jual beli menurut istilah yaitu tukar menukar barang yang dilakukan dengan jalan melepaskan hak milik dari yang satu kepada yang lain atas dasar saling merelakan. Salah satu prinsip paling utama yang dimuat dalam jual beli yaitu tidak boleh mengkonsumsi dan menggunakan nama atau simbol-simbol makanan/minuman yang mengarah kepada kekufuran dan kebatilan. Permasalahan dalam penelitian ini muncul karena ada perbedaan pendapat ulama antara pendapat Wahbah Az-Zuhaili dengan pendapat Muhammad Shaleh Al-Munajjid. Untuk menjawab permasalahan dalam penelitian diatas, peneliti menggunakan metode sosiologis normatif empiris yang bersifat komparatif dengan cara 2 (dua) pendekatan yaitu pendekatan konseptual (conceptual approach) dan pendekatan Undang-Undang (statute approach). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan jual beli makanan dan minuman dengan sebutan nama buruk yang berada di Kota Medan terdapat perbedaan pandangan ulama. Wahbah Az-Zuhaili berpendapat bahwa dimakruhkan karena sudah menjadi kebiasaan masyarakat setempat, sementara Muhammad Shaleh Al�Munajjid berpendapat bahwa perbuatan semacam ini termasuk meremehkan aturan Allah dan tidak mengagungkan hukum-hukum-Nya. Penulis menyarankan agar masyarakat yang membeli produk-produk makanan dengan sebutan nama buruk hendaklah harus mengetahui hukum-hukum yang ada pada syariat Islam dan kepada penjual harus memberikan nama-nama yang baik terhadap produk yang dijualnya sehingga menjadi doa dan mendapat keberkahan bagi kita semua

    1° Maisons waḳf Al-'Arūsi et Az-Zāhid

    No full text
    Riad Muhammad. 1° Maisons waḳf Al-'Arūsi et Az-Zāhid. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 39, exercice 1941-1945, 1951. pp. 163-164

    KONTROVERSI NIKAH MISYAR (STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN WAHBAH AZ-ZUHAILI DAN MUHAMMAD AZ-ZUHAILI)

    No full text
    Misyar marriage is a contemporary form of marriage that has sparked controversy in Islamic legal discourse, particularly because the wife voluntarily waives some of her rights, such as the right to housing and material support from the husband. This practice has spread from the Middle East to other countries, including Indonesia, and has generated differing opinions among scholars. This study is motivated by the contrasting views of two prominent Syrian scholars and brothers, Wahbah Az-Zuhaili and Muhammad Az-Zuhaili, regarding the legality and legitimacy of nikah misyar. Their divergent perspectives highlight the need for a deeper analysis of contemporary Islamic legal thought in addressing evolving marital practices. The research method employed in this study is library research with a descriptive-analytical-comparative approach. A comparative approach is used to analyze the thoughts of the two figures. Primary data sources include Wahbah Az-Zuhaili's Kitab Fatawa Mu‘aṣirah and an interview with Muhammad Az-Zuhaili. These are supported by secondary sources such as Kitab Mustajaddat Fiqhiyyah and other relevant literature. The data analysis method used in this research is content analysis. The theoretical framework utilized is Najmuddin At-Ṭufi's maṣlaḥah theory to review aspects of Islamic law, and Peter L. Berger's sociology of knowledge theory to analyze the social background influencing the differing opinions of the two figures. The findings reveal that Wahbah Az-Zuhaili permits misyar marriage on the grounds that it meets the legal requirements of a valid marriage, though he considers it makruh (discouraged) due to its failure to fulfill the ideal objectives of marriage in Islam. In contrast, Muhammad Az-Zuhaili rejects misyar marriage, viewing it as exploitative toward women, often conducted in secrecy, and potentially harmful to the social fabric of the family. This divergence is rooted in their differing approaches to Maṣlaḥah and their respective sociocultural contexts. Thus, the study not only uncovers legal disagreements but also illustrates how Islamic law engages with complex social realities

    Nilai Pendidikan Karakter Dalam Kitab Washaya Al-Aba’ Li Al-Abna Karya Muhammad Syakir Al-Iskandari

    No full text
    This research aims to identify the character education values ​​contained in the book Washaya al-Aba' li al-Abna Muhammad Syakir and the role of his opinion on the richness of character education values. It is hoped that this research can be used as a source or reference in efforts to develop education and character as a whole, especially character education according to Islam. It can also be used as a reference to facilitate understanding of character education and as a reference for relevant research in the future. This research method is qualitative and uses a narrative biography method. By using a descriptive presentation approach, this autobiography of the character's thoughts combines the ideas of character education from his work. Library research, or library research, is a research method that involves books, articles, notes and electronic media. with primary sources from the book Washaya al Aba Li al-Abna and secondary sources from study books. In this research, data collection was carried out through the documentation method, which includes searching for data through variables such as notes, books, and articles, among others. The author used a content analysis study to analyze the data; they analyzed the data textually based on the contents of the book. The research results show that the book Washaya al Aba Li al-Abna contains 17 educational character values, divided into two categories: 10 character values ​​fall into the moral category and 7 character values ​​fall into the performance category. Faith and piety, love and obedience to the Messenger of Allah, respect for parents, respect for teachers, truth or honesty, nobility or self-respect, patience, sincerity and a simple life are moral characters. Performance characteristics also include trust, discipline, hard work, never giving up, love of the country, interest in reading or literacy knowledge, and concern for the environment

    Moderat dalam Islam

    No full text
    Pada umumnya istilah moderat lebih banyak difahami atau digunakan untuk memakai sikap aliran (isme), aktifitas sosial atau politik. Sehingga kata moderat begitu laris dikosumsi kalangan atau lembaga tertentu yang ingin aman dari prilaku ekstrim dua pihak yang bertentangan. Muhammad Az-Zuhaili dengan gagasan cerdasnya berupaya menarik atau meluruskan makna moderat dalam salah satu bagian prinsip-prinsip aqidah. Sebab kata moderat bisa menjadi salah satu makna larangan bersikap berlebih-lebihan yang digariskan oleh islam dalam beribadah. Artinya salah satu aspek kelemahan atau kerusakan umat ketika mereka menjalankan tugas utamanya beribadah diluar ketentuan Al-Quran dan As-Sunnah

    Ajaran Dzikir Taubat Pada Majelis Dzikir Az-Zikra Pimpinan Muhammad Arifin Ilham

    No full text
    Dzikir Taubat pada Majelis Zikir Az-Zikra yang dipimpin Muhammad Arifin Ilham merupakan ajaran dzikir dan gerakan dakwah yang telah terlembaga dan dikenal serta diterima oleh masyarakat, bukan sebagai suatu gerakan tariqat atau gerakan tasauf. Hal inilah yang menjadi keunikan yang ada pada ajaran dzikir taubat Majelis Zikir Az-Zikra pimpinan Muhammad Arifin Ilham. Adapun kunikannya terletak pada tidak ada aturan formal yang berlaku seperti tariqat pada umumnya. Sebagaimana telah diketahui, bahwa kebanyakan tariqat memiliki aturan formal dan tatacara ibadah tertentu seperti tahapan-tahapan dzikir yang harus dijalani dan dilalui (dalam bentuk dan jumlah wirid tertentu), maupun sumpah (bai?aḥ ) dan perjanjian (?aqd) baik pada seorang syeikh (mursyid), ataupun silsilah yang merupakan runtutan guru-guru tariqat yang menjadi seorang syeikh tariqat dari yang paling akhir sambung-menyambung sampai kepada Nabi Muhammad saw. Belum lagi tentang aturan formal dan tata cara tertentu yang wajib ditaati dan dipatuhi dalam berinteraksi yang menjadi adab khusus bagi seorang murid kepada syeikhnya. Hal-hal tersebut tidaklah terdapat dalam dzikir taubat pada Majelis Zikir Az-Zikra, meskipun secara umum dapat dikatakan sebagai tariqat. Sekalipun ada, afiliasinya adalah afiliasi tariqat pada sunnah Nabi Muhammad saw. tidak kepada siapa dan apa ? afiliasinya tidak pada tariqat tertentu. Namun, secara pribadi Muhammad Arifin Ilham bukan seorang pengikut tariqat baik yang ada di Indonesia maupun di luar negeri. Sehingga, tidak ada sumpah dan perjanjian bagi yang masuk dan mengikuti dzikir taubat pada Majelis Zikir Az-Zikra pimpinan Muhammad Arifin Ilham ini. Karena sumpah dan perjanjian sebenarnya dilakukan oleh individu itu sendiri yang melakukannya kepada Allah swt. Sehingga penelitian ini ingin mengetahui ajaran dzikir taubat dengan bagaimana aplikasi nilai-nilai dan ajaran tasauf pada Majelis Zikir Az-Zikra yang dipimpin Muhammad Arifin Ilham sebagai seorang yang berhasil membangkitkan semangat berdzikir dengan formula dan metode dzikir yang dikembangkannya tersebut, menjadi yang diminati dan sekaligus mengajak jama?ahnya aktif dalam perjalanan batin (spiritual) yang tetap bersumber pada ajaran al-Qur'an dan Hadits Nabi Muhammad saw. Adapun subyek yang diteliti dan telah menjadi konsentrasi penulis di dalam penelitian ini adalah berdasarkan pada penelitian tentang ajaran dzikir taubat pada Majelis Zikir Az-Zikra yang dipimpin oleh Muhammad Arifin Ilham secara terpusat dan serius
    corecore