47 research outputs found

    Pemikiran Pendidikan Pesantren Tuan Guru Haji Muhammad Shaleh Hambali Bengkel

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh berbagai persoalan yang terjadi di pesantren, diantaranya: Pertama, dari segi kepemimpinan pesantren secara kukuh masih terpola dengan kepemimpinan yang sentraslistik dan hirarkis yang berpusat pada satu orang kyai. Pola seperti ini akan berdampak kurang prospektif bagi kesinambungan pesantren bagi masa depan. Banyak pesantren yang sebelumnya populer, tiba-tiba hilang begitu saja karena sang kyai meninggal dunia. Kedua, kelemahan di bidang metodologi. Telah umum diketahui bahwa pesantren mempunyai tradisi yang kuat di bidang transmisi keilmuan klasik. Namun, karena kurang adanya improvisasi metodologi, proses transmisi itu hanya melahirkan penumpukan keilmuan. Ketiga, terjadinya disorientasi, yakni pesantren kehilangan kemampuan mendefinisikan dan memposisikan dirinya di tengah realitas sosial yang sekarang ini terjadi perubahan yang demikian cepat. Dari sinilah penulis tertarik mengkaji tentang gagasan-gagasan atau pemikiran Tuan Guru Haji Muhammad Shaleh Hambali Bengkel al-Ampenani mengenai pendidikan pesantren.This research is motivated by various problems that occur in pesantren, including: First, in terms of leadership, the pesantren is still firmly patterned with a centralistic and hierarchical leadership centered on one kyai. This pattern will have a less prospective impact on the sustainability of the pesantren in the future. Many pesantren that were previously popular, suddenly disappeared because the kyai died. Second, weaknesses in the field of methodology. It is well known that Islamic boarding schools have a strong tradition in the field of classical scientific transmission. However, due to the lack of methodological improvisation, the transmission process only resulted in the accumulation of knowledge. Third, the occurrence of disorientation, namely boarding schools lose the ability to define and position themselves in the midst of social realities that are currently changing so rapidly. From here, the author is interested in studying the ideas or thoughts of Tuan Guru Haji Muhammad Shaleh Hambali Bengkel al-Ampenani regarding pesantren education

    Persepsi Guru tentang Social Distancing pada Pendidikan AUD Era New Normal

    Get PDF
    Social Distancing dan pembelajaran jarak jauh menjadi hal familiar sejak pandemi covid-19. Begitupun, sistem pembelajaran era new normal mulai dikondisikan dengan mengikut kebijakan pada tiap-tiap daerah, terutama bagi anak usia dini. Tulisan ini bertujuan menganalisa persepsi guru tentang social distancing dan pola pembelajaran yang diterapkan pada PAUD era new normal di RA/TK Kab. Aceh Tenggara. Penelitian kualitatif dengan metode field research dipilih dalam tulisan ini untuk mengungkap data dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumen. Berdasarkan penelitian ini, ditemukan bahwa (1) guru memandang bahwa social distancing adalah pembatasan jarak sosial sementara karena pandemi, untuk itu pendidikan pada AUD di RA/TK Kab. Aceh Tenggara mengalami 3 kali transisi pola, mulai dari via WhatsApp Group (WAG), belajar kunjungan dan sistem bergilir; dan (2) platform social distancing pada PAUD di era new normal meliputi aspek pembelajaran, penugasan dan penilaian.

    Edupreneurship dalam Pendidikan Dasar Islam

    Get PDF
    Terma pengangguran terdidik merupakan istilah negatif yang disandingkan bagi lulusan perguruan tinggi (PT). Hal ini tentu sungguh ironi bagi setiap lulusan PT, sebab terbatasnya lapangan pekerjaan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji Edupreneurship yang dikembangkan oleh Program Studi (Prodi) PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sebagai alternatif pemecahan masalah pengangguran. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana implementasi mata kuliah edupreneurship pada Prodi PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga dan dampak mata kuliah tersebut bagi lulusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan latar kegiatan yaitu pembelajaran Edupreneurship MI. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Implementasi edupreneurship dalam pembelajaran di PGMI dilaksanakan dengan baik, di mana mahasiswa dibekali informasi terkait edupreneurship mulai dari perencanaan melalui RPS dan buku sebagai bahan referensi, dan dievaluasi dalam bentuk laporan hasil usaha dan observasi yang dilaksanakan selama 1 (satu) semester dengan bobot 3 SKS. (2) Dampak edupreneurship bagi lulusan PGMI terbagi kepada dua kategori, direct impact (dampak langsung) dengan menjadi seorang edupreneur sebagai pelaku usaha, membuka lapangan pekerjaan, menciptakan lapangan pengabdian, dan indirect impact (dampak tidak langsung) dengan tetap menjadi seorang guru/pendidik yang menanamkan 10 karakter edupreneur kepada anak didiknya jenjang MI/SD.</jats:p

    Upaya Mewujudkan Program Kampus Merdeka Pada Kurikulum PGMI STIT Al Ittihadiyah Labuhanbatu Utara

    No full text
    Abstract: The development of science and technology, the challenges of the quality of institutions, and skills in the 21st century are the main reasons for the need for an independent learning campus curriculum. This is an opportunity as well as a challenge for higher education institutions in producing quality human resources. This article aims to analyze efforts to realize an independent-campus learning curriculum in the PGMI STIT Al Ittihadiyah study program, North Labuhanbatu. The focus of this article's discussion is on the campus's efforts in realizing an independent campus curriculum. This study uses a qualitative approach to field research methods. Data collection was carried out by using online interview techniques using WhatsApp and document review. Through this research, it was found that the efforts made by the campus in realizing an independent campus (independent learning) were (1) Aligning the profile of graduates with the needs of society, (2) Determining approaches, strategies, and methods of learning by community demands, (3) Determining types and assessment techniques and (4) maps of curriculum alignment including Learning Outcomes (CPL), materials, methods, and assessment

    Lisik: Lima Pilar Kebijakan Internal Kepala RA Al Hijrah Badrul Ulum dalam Menciptakan Iklim Belajar Kondusif

    Get PDF
    Lisik adalah singkatan dari lima pilar kebijakan internal RA Al Hijrah Badrul Ulum, yakni Leadership, Ikhlas, Solid, Integritas dan Komunikatif. Penamaan lisik, didasarkan pada ungkapan bahasa Gayo yang berarti “rajin”. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisa program lisik dan aspek harmonisasi sivitas lembaga dalam menciptakan iklim belajar kondusif di RA Al Hijrah Badrul Ulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh menggunakan teknik wawancara secara langsung dan melalui WhatsApp, serta observasi dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, display data dan menarik simpulan. Keabsahan data diperoleh dari teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan internal Kepala RA Al Hijrah Badrul Ulum dengan konsep lisik mampu menciptakan iklim belajar kondusif, hal ini ditandai melalui keselarasan temuan dan teori belajar efektif (kondusif) Gilbert H. Hunt, (1) harmonisasi antar warga RA, (2) kesadaran dalam mendidik anak sebagai amanah Allah swt.; dan (3) pengelolaan pendidikan yang efekti

    QUO VADIS MATERI PESAWAT SEDERHANA DALAM PEMBELAJARAN IPA SEKOLAH DASAR DI ERA DISRUPSI

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dan mempertanyakan peran materi pesawat sederhana dalam pembelajaran IPA jenjang MI/SD di era disrupsi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus dengan observasi, dokumentasi dan semi-structured interview terhadap guru IPA SMP/MTs di Kalimantan Tengah kemudian data dianalisis secara deskriptif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa materi pesawat sederhana urgen dan bermanfaat diedukasi pada peserta didik MI/SD di era disrupsi saat ini. Ditinjau dari perkembangan, kegunaan, dan perannya di era disrupsi, materi pesawat sederhana (tuas, bidang miring, katrol, dan roda berporos) memberikan edukasi kepada peserta didik berupa prinsip kemudahan dan tidak instan. Selanjutnya, kajian pesawat sederhana relevan dengan tantangan yang dapat dijadikan peluang di era disrupsi, meliputi upaya meng-upgrade kualitas kurikulum, penanaman pendidikan nilai, kesadaran perubahan zaman, dan menemukan jati diri

    LIVING QUR’AN DAN HADIS DI MI NURUL UMMAH KOTAGEDE YOGYAKARTA (Studi Pendidikan Nilai dalam Pembelajaran Al- Qur’an Hadis Kelas 1-3)

    Get PDF
    Living Qur’an and Hadith are familiar with the area of social research, both within the scope of particular communities and the wider community. This study, in essence, is important to be developed in educational institutions, as an effort to restore the “spirit” of Islamic education by making the Qur’an and Hadith as “living texts” in schools/madrasas. This study aims to analyze the learning of Al-Qur’an hadiths in grades 1-3 and analyze the efforts of living Qur’an and hadith in MI Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta through value education in learning al-Qur’an hadith classes 1-3 MI. This study used a qualitative approach with combining a descriptive-analytic approach with settings of activities (field research) and library research. Research subjects consisted of data and data sources, data obtained through observation, interviews and document studies. Whereas, the source of data is obtained through (1) the subject of primary data, namely: teacher of al-Qur’an hadith classes 1-3, class teacher, tahfiz and tahsin teacher, and students of MI Nurul Ummah. and (2) secondary data subjects, namely: headmaster, administrative staff and parents/guardians of students. Next, the data are analyzed through data reduction, data presentation, and concluding. The results of the data analysis were then tested for validity through triangulation techniques concerning to the Lincoln and Gulba standards, namely: credibility, dispute, dependency and certainly (confirmation). The results showed that (1) Learning al-Qur’an hadith at MI Nurul Ummah was carried out in the class with three methods, namely verbally and forming groups, listening to students’ reading and memorization, and by reinforcement. Whereas outside the classroom, learning is practiced through madrasa programmed activities of 14 activities which are summarized into 3 aspects, namely: (a) madrasa routine, (b) ritual worship and (c) character building; (2) The efforts of living Qur’an and hadith in MI Nurul Ummah are demonstrated through the education of values in learning the Qur’anic traditions. So students understand, appreciate and do something based on moral awareness. Its implementation begins with the method of habituation programmed by the madrasa. Then, marked by the behavior displayed by students in the form of a clean attitude, active learning of the Qur’an, actively praying in congregation and loving peers. So, fulfilled 4 aspects of something called an effort to live the Qur’an and hadith, namely: oral, aural, writing and attitude
    corecore