Universitas Islam Lamongan, Fakultas Agama Islam: OJS
Not a member yet
744 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kompetensi Guru RA Se-Kota Tanjungpinang dalam Mengembangkan Fundamental Motor Skills Anak Usia Dini Melalui Strategi Pembelajaran Rangkaian Permainan
The improvement of Fundamental Motor Skills (FMS) in early childhood can be achieved through the effective implementation of Play-Based Learning Strategies by RA teachers in Tanjungpinang City. This study aims to enhance the Fundamental Motor Skills (FMS) of early childhood students through the application of Play-Based Learning Strategies by RA teachers in Tanjungpinang City. The method applied in this community service program is Participatory Action Research (PAR). RA teachers who participated in the training gained new knowledge and understanding of the fundamental concepts of early childhood Fundamental Motor Skills (FMS), including proper forms and movements that can be appropriately stimulated in their respective schools. In addition, they acquired insights into play-based learning strategies and skills to implement these strategies effectively. The new strategies are designed with a fun play-based approach, which not only helps develop children's FMS but also increases their enthusiasm. The implementation of Play-Based Learning Strategy training for RA teachers in Tanjungpinang City has been deemed effective in supporting the development of Fundamental Motor Skills (FMS) in early childhood. Given the importance of FMS development, these strategies assist teachers in facilitating learning effectively.Pengembangan Fundamental Motor Skills (FMS) merupakan aspek krusial dalam pendidikan anak usia dini karena menjadi fondasi bagi aktivitas fisik dan perkembangan holistik anak. Namun, keterbatasan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran berbasis permainan yang terstruktur masih menjadi tantangan di lembaga Raudhatul Athfal (RA). Penelitian dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru RA dalam mengembangkan FMS anak usia dini melalui pelatihan Strategi Pembelajaran Rangkaian Permainan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 86 guru RA se-Kota Tanjungpinang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada setiap tahapan PAR, meliputi tahap mengetahui kondisi, memahami masalah, perencanaan, aksi, dan refleksi perubahan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap konsep dasar FMS, kemampuan merancang rangkaian permainan yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak, serta peningkatan kesiapan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis permainan di kelas. Implementasi strategi tersebut juga berdampak positif pada antusiasme dan partisipasi aktif anak dalam kegiatan motorik. Dengan demikian, pelatihan Strategi Pembelajaran Rangkaian Permainan terbukti menjadi pendekatan yang relevan dan aplikatif untuk mendukung pengembangan FMS anak usia dini melalui penguatan kapasitas guru RA
I Implementasi Kegiatan Market Day dalam Pembentukan Karakter Percaya Diri Anak Usia Dini Di KB/TK Ar Rohmah Surabaya
Market Day activities, serving as a form of experiential learning strategy, represent an effective, interactive, and engaging educational medium for developing positive character traits in early childhood. Among these traits, self-confidence is a critical aspect of social-emotional development that requires stimulation from an early age, as it directly influences a child's ability to communicate, engage in social interaction, and make decisions. This study aims to describe and analyze the implementation of Market Day activities in fostering self-confidence among students at KB/TK Ar Rohmah Surabaya. A qualitative descriptive approach with a case study design was employed. The research subjects included 30 students aged 5-6 years, 5 teachers, and 5 parents. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis followed the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that Market Day activities significantly enhance children’s confidence in communication, self-expression, simple decision-making, and positive social interaction. Participation in these activities allows children to refine their communication and interaction skills while strengthening social competence and independence. Children who were previously shy and passive exhibited behavioral shifts, becoming more confident in public speaking, promoting their products, and conducting simple transactions independently. These findings confirm that a systematically designed and regularly implemented Market Day program, involving teachers and parents, serves as an effective contextual learning strategy based on real-world experience to build and reinforce self-confidence in young children.Kegiatan Market Day, sebagai salah satu bentuk strategi experiential learning, merupakan sarana edukasi yang efektif, interaktif dan menyenangkan untuk mengembangkan beberapa karakter positif dalam diri anak usia dini. Salah satu karakter positif tersebut yakni kepercayaan diri. Karakter percaya diri merupakan salah satu aspek penting dalam dimensi perkembangan sosial-emosional yang perlu distimulasi sejak dini. Hal ini karena karakter percaya diri dapat berpengaruh langsung terhadap kemampuan anak dalam berkomunikasi, berinteraksi sosial, dan mengambil keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kegiatan Market Day dalam pembentukan karakter percaya diri, pada siswa di KB/TK Ar Rohmah Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan desain studi kasus. Subyek penelitian ini meliputi 30 siswa usia 5-6 tahun, 5 guru, dan 5 orang tua. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan mengikuti tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Market Day mampu meningkatkan kepercayaan diri anak dalam berkomunikasi, mengekspresikan diri, mengambil keputusan sederhana, serta berinteraksi sosial secara positif. Partisipasi dalam kegiatan ini memungkinkan mereka untuk mengasah kemampuan berkomunikasi, berinteraksi, dan memperkuat keterampilan sosial serta kemandirian. Anak-anak yang sebelumnya pemalu dan pasif menunjukkan perubahan perilaku menjadi lebih percaya diri dalam berbicara di depan umum, menawarkan produk mereka, dan melakukan transaksi sederhana secara mandiri. Temuan ini menegaskan bahwa program Market Day yang dirancang secara sistematis dan dilakukan secara rutin, dengan pelibatan guru dan orangtua, dapat menjadi strategi pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman nyata, yang mampu secara efektif dalam pembentukan dan penguatan karakter percaya diri anak
Dampak Fenomena Konten Anomali Brainrot terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini: Studi Kasus di RA Al Ahmad Sidoarjo, Indonesia
The rapid proliferation of short-video platforms on various social media networks has recently increased early childhood exposure to anomalous digital content, popularly referred to as 'brainrot anomalies.' This term does not constitute a medical diagnosis but serves as a social label for ultra-short, repetitive content featuring visual absurdities with limited educational value. This study aims to explore children's responses to anomalous content and its implications for attention span and cognitive development in early childhood. Employing a qualitative approach with a descriptive case study design, the research was conducted at RA Al-Ahmad, Indonesia, involving ten children aged 5–6 years. Data were collected through structured observations, semi-structured interviews with parents, and documentation, followed by an analysis consisting of (a) data reduction, (b) data display, and (c) conclusion drawing. Data validity was ensured through method and source triangulation techniques. The findings indicate that 52% of the subjects exhibited a high level of interest, characterized by intense focus and repetitive imitative behavior toward anomalous video content, which potentially influences the child's perception of concrete reality. Furthermore, 30% of the subjects showed moderate interest and were easily diverted to other activities, while 18% displayed low interest. Although no direct evidence of cognitive decline was found, dominant exposure to rapid and repetitive content tends to reduce opportunities for deeper cognitive stimulation. In conclusion, while anomalous short-video content does not directly cause cognitive impairment, it is associated with shifts in attention patterns among young children. Practically, this study recommends active mediation by parents and educators, the selection of developmentally appropriate content, and the regulation of screen time duration.Perkembangan pesat platform video singkat (short video) pada beberapa media sosial baru-baru ini, meningkatkan paparan anak usia dini terhadap konten digital anomali yang dalam wacana populer sering disebut sebagai anomali brainrot. Istilah ini bukan diagnosis medis, melainkan label sosial untuk konten berdurasi sangat singkat, repetitif, dan menampilkan ketidakwajaran visual dengan nilai edukatif terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi respons anak terhadap konten anomali serta implikasinya terhadap perhatian dan perkembangan kognitif anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif yang dilaksanakan di RA Al-Ahmad, Indonesia, dengan melibatkan sepuluh anak usia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, wawancara semi-terstruktur dengan orang tua, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan melalui langkah-langkah a) reduksi data, 2) penyajian data, 3) penarikan kesimpulan. Validasi keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52% subjek memiliki tingkat ketertarikan tinggi yang ditandai oleh fokus perhatian kuat dan perilaku imitasi berulang terhadap konten video anomali, yang berpotensi memengaruhi pemahaman realitas konkret anak. Sebanyak 30% subjek menunjukkan ketertarikan sedang dan mudah dialihkan ke aktivitas lain, sedangkan 18% menunjukkan ketertarikan rendah. Meskipun tidak ditemukan bukti langsung penurunan fungsi kognitif, paparan dominan terhadap konten cepat dan repetitif cenderung mengurangi kesempatan anak memperoleh stimulasi kognitif yang lebih mendalam. Sebagai simpulan, konten video singkat anomali tidak secara langsung menyebabkan gangguan kognitif, namun berasosiasi dengan perubahan pola perhatian pada anak usia dini. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan pendampingan aktif orang tua dan pendidik, pemilihan konten yang sesuai perkembangan, serta pengaturan durasi penggunaan gawai
Analisis Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Mewujudkan Manajemen Sekolah Yang Efektif (Studi Multi Situs di UPT SD Negeri 94 GRESIK dan UPT SD Negeri 126 GRESIK)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam mewujudkan manajemen sekolah yang efektif pada dua lokasi studi di SD Negeri 94 Gresik dan SD Negeri 126 Gresik. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain multi-situs case study, melibatkan kepala sekolah, guru, dan staf sebagai informan. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah yang menerapkan gaya kepemimpinan yang adaptif (kombinasi demokratis, partisipatif, dan transformasional) mampu menciptakan kondisi manajemen sekolah yang efektif melalui keterlibatan warga sekolah dalam perencanaan, pengambilan keputusan, dan pengembangan budaya sekolah. Temuan ini sejalan dengan studi terdahulu yang menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh dalam keberhasilan implementasi manajemen sekolah yang efektif
Kepemimpinan Profetik Pada Masa Khulafaurrasyidin
Kepemimpinan profetik terwujud dalam beberapa kebijakan yang dilakukan oleh khulafaur rasyidin. Komunikasi yang baik antara bawahan dan pemimpin dalam pemerintahan khulafaur rasyidin. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka metode penelitian kualitatif. Data diperoleh dari buku, jurnal. Hasil penelitian Penerapan yang baik dalam beberapa bidang seperti pertahanan, eksekutif dan sosial ekonomi berdampak positif terhadap rakyat. Perjuangan diteruskan oleh Umar dengan perluasan wilayah yang massif. Kepemimpinan yang bercorak pada setiap diri khalifah dari Abu Bakar sampai Ali memberikan kesan tersendiri serta fokus dan tujuan yang berbedaKhulafaurrasyidin's leadership reflects prophetic leadership so that it can be accepted among the public. This study aims to describe Khulafaurrasyidin's prophetic leadership design. This research uses qualitative research methods in the nature of literature review, data obtained from sharing documents both journals, books and scientific papers. The results of the research Prophetic leadership manifested in several policies carried out by khulafaur rashidin. Good communication between subordinates and leaders in the government of Khulafaur Rashidin. Good application in several fields such as defense, executive and socio-economic has a positive impact on the people. The struggle was continued by Umar with a massive expansion of territory. The leadership that patterned on each caliph from Abu Bakr to Ali gave its own impression and different focus and goals. On the other hand, the value of prophetic leadership is also based on the aspect of Exemplary and Justice so felt in the leadership of the Prophet and Khulafaur Rashidin
Penerapan Model Reciprocal Teaching Dalam Mengembangkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fikih Kelas 7 Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Banyuwangi
Keaktifan belajar siswa harus selalu dikembangkan, beberapa siswa masih kurang aktif dalam proses pembelajaran fikih di kelas. Namun, ditemukan juga potensi keaktifan siswa di kelas 7i, sehingga mendorong diterapkannya model Reciprocal Teaching guna mengembangkan keaktifan belajar siswa dalam bertanya, berdiskusi, dan mencari informasi. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis perkembangan keaktifan belajar siswa melalui penerapan model Reciprocal Teaching. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di MTsN 3 Banyuwangi dengan subyek guru mata pelajaran fikih dan siswa kelas 7i. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi-terstruktur, observasi partisipasi pasif, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana meliputi kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini melaporkan bahwa: 1) Dari pertemuan pertama dan kedua, terdapat 2 kelompok menunjukkan perkembangan frekuensi pertanyaan dari satu menjadi dua pertanyaan. 2) Pada pertemuan pertama, 6 kelompok terlibat aktif dalam diskusi, lalu keterlibatan aktifnya berkembang menjadi 8 kelompok pada pertemuan kedua setelah adanya scaffolding dari guru. 3) Pada pertemuan pertama siswa menggunakan buku UKBM sebagai sumber informasi. Pada pertemuan kedua, keaktifan siswa mencari informasi berkembang, terlihat dari inisiatif siswa membawa laptop untuk mencari informasi yang lebih luas. Disimpulkan bahwa model Reciprocal Teaching terbukti efektif dapat mengembangkan keaktifan belajar siswa. Sebaiknya guru mata pelajaran fikih lebih sering menerapkan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa selama proses belajar di kelas, salah satunya dapat melalui penerapan model Reciprocal Teaching.Keaktifan belajar siswa harus selalu dikembangkan, beberapa siswa masih kurang aktif dalam proses pembelajaran fikih di kelas. Namun, ditemukan juga potensi keaktifan siswa di kelas 7i, sehingga mendorong diterapkannya model Reciprocal Teaching guna mengembangkan keaktifan belajar siswa dalam bertanya, berdiskusi, dan mencari informasi. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis perkembangan keaktifan belajar siswa melalui penerapan model Reciprocal Teaching. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di MTsN 3 Banyuwangi dengan subyek guru mata pelajaran fikih dan siswa kelas 7i. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi-terstruktur, observasi partisipasi pasif, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana meliputi kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini melaporkan bahwa: 1) Dari pertemuan pertama dan kedua, terdapat 2 kelompok menunjukkan perkembangan frekuensi pertanyaan dari satu menjadi dua pertanyaan. 2) Pada pertemuan pertama, 6 kelompok terlibat aktif dalam diskusi, lalu keterlibatan aktifnya berkembang menjadi 8 kelompok pada pertemuan kedua setelah adanya scaffolding dari guru. 3) Pada pertemuan pertama siswa menggunakan buku UKBM sebagai sumber informasi. Pada pertemuan kedua, keaktifan siswa mencari informasi berkembang, terlihat dari inisiatif siswa membawa laptop untuk mencari informasi yang lebih luas. Disimpulkan bahwa model Reciprocal Teaching terbukti efektif dapat mengembangkan keaktifan belajar siswa. Sebaiknya guru mata pelajaran fikih lebih sering menerapkan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa selama proses belajar di kelas, salah satunya dapat melalui penerapan model Reciprocal Teachin
Digitalisasi Lagu Anak sebagai Media Ekspresi Emosi Anak Usia Dini
This study examines how the digitalization of children’s songs in early childhood education functions as a medium for children’s emotional expression. The study is grounded in the importance of emotional development from an early age and the increasing integration of digital media in early childhood learning contexts. A qualitative approach with a case study design was employed. The units of analysis included young children, teachers, and parents at RA Al Ma’arif Bandungharjo, Donorojo District, Jepara Regency. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed through data reduction, data display, and thematic conclusion drawing. The findings indicate that digitally formatted children’s songs facilitate emotional expression both verbally and nonverbally. Songs with cheerful rhythms encourage the expression of positive emotions such as joy and enthusiasm, while songs with slower tempos help children calm themselves and alleviate negative emotions. The integration of digital media also provides multisensory stimulation that enhances children’s emotional responses. The study concludes that the digitalization of children’s songs serves not only as entertainment but also as a supportive tool for emotional expression and the early development of emotional regulation in young children. These findings contribute to the literature on digital media and early childhood emotional development and offer practical recommendations for teachers and parents to use digital songs purposefully as learning strategies that are responsive to children’s emotional needs.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana digitalisasi lagu anak usia dini dapat berperan sebagai media dalam mengekspresikan emosi anak. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya pengelolaan emosi sejak dini, serta meningkatnya penggunaan media digital dalam proses pembelajaran di lembaga PAUD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Unit analisis dalam penelitian mencakup anak usia dini, guru, dan orang tua di Ra Al Ma’arif Bandungharjo Kec. Donorojo Kab. Jepara. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan berdasarkan tema-tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu anak dalam format digital mampu menjadi sarana ekspresi emosi anak secara verbal maupun nonverbal. Lagu-lagu dengan irama ceria mendorong anak mengekspresikan kegembiraan, sementara lagu dengan tempo lambat membantu anak meredakan emosi negatif. Selain itu, integrasi media digital dalam pembelajaran memberikan stimulasi multisensori yang memperkuat respons emosional anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi lagu bukan hanya sebagai hiburan, tetapi berfungsi sebagai alat bantu regulasi dan pengembangan emosi anak usia dini. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya kajian mengenai media digital dalam perkembangan emosional anak usia dini, memberikan rekomendasi pemanfaatan lagu digital secara terarah oleh guru dan orang tua sebagai strategi pembelajaran, serta menjadi dasar pengembangan kurikulum berbasis digital yang responsif terhadap kebutuhan emosional anak
Ekonomi Islam di Mata Ekonom Non-Muslim: Telaah Pemikiran John R. Presley
This paper aims to examine Islamic economic thought from non-Muslim economist, John R. Presley. This research is a library research, which is a research process that reviews literature and analyzes relevant topics. In collecting data, the author utilizes journals, books, dictionaries, magazines, and other library sources. The analytical method used in this study is the hermeneutic method, which is interpreting, explaining, interpreting, and translating these data sources. The results of the study indicate that Islamic economics, according to Presley, can be a useful field of dialogue between the Islamic world and the West. A broader appreciation of Islamic economics will not only increase the Western world's understanding of how the Muslim economy operates, but also offer an interesting perspective on many Western economic principles. In addition, according to Presley, Islamic financial institutions, especially Islamic banks, as interest-free finance have developed surprisingly far. Interest-free banks have proven to be durable and enjoy substantial deposit growth. The impact of non-interest operationalization on the determination of foreign exchange rates and international capital flows, and the proper accounting definition of `profit' to be shared with suppliers of capital are some of the serious issues that, according to Presley, practitioners and theorists of Islamic financial institutions must face.Abstract
This paper aims to examine Islamic economic thought from non-Muslim economist, John R. Presley. This research is a library research, which is a research process that reviews literature and analyzes relevant topics. In collecting data, the author utilizes journals, books, dictionaries, magazines, and other library sources. The analytical method used in this study is the hermeneutic method, which is interpreting, explaining, interpreting, and translating these data sources. The results of the study indicate that Islamic economics, according to Presley, can be a useful field of dialogue between the Islamic world and the West. A broader appreciation of Islamic economics will not only increase the Western world's understanding of how the Muslim economy operates, but also offer an interesting perspective on many Western economic principles. In addition, according to Presley, Islamic financial institutions, especially Islamic banks, as interest-free finance have developed surprisingly far. Interest-free banks have proven to be durable and enjoy substantial deposit growth. The impact of non-interest operationalization on the determination of foreign exchange rates and international capital flows, and the proper accounting definition of `profit' to be shared with suppliers of capital are some of the serious issues that, according to Presley, practitioners and theorists of Islamic financial institutions must face.
Keywords: Islamic Economic Thought, John R. Presley, Non-Muslim Ecconomis
Strategi Pembentukan Karakter Santri Berbasis Profil Pelajar Pancasila di Ponpes At-Taujieh Al-Islamy 2 Leler Banyumas
This study aims to describe the strategies of At-Taujieh Al-Islamy Islamic Boarding School 2 in Leler, Banyumas, in developing students’ character based on the Pancasila Student Profile. Using a qualitative approach, data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed descriptively with triangulation techniques. The findings reveal four main character-building strategies: (1) role modeling, (2) habituation, (3) guidance, and (4) the use of rewards and punishments. These strategies effectively foster students’ faith, piety, noble character, global outlook, independence, creativity, and critical thinking—reflected through disciplined worship, international engagement, self-reliance, artistic expression, and regular bahtsul masail discussions.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Leler, Banyumas dalam membentuk karakter santri sesuai Profil Pelajar Pancasila. Menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan empat strategi utama pembentukan karakter, yaitu: (1) keteladanan, (2) pembiasaan, (3) bimbingan atau nasihat, dan (4) pemberian penghargaan serta hukuman. Strategi tersebut efektif menumbuhkan karakter santri yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berwawasan global, mandiri, kreatif, dan berpikir kritis. Nilai-nilai tersebut tampak melalui disiplin beribadah, interaksi dengan tokoh internasional, kemandirian hidup, karya seni, serta kegiatan rutin bahtsul masail
Penerapan Strategi Pembelajaran Efektif oleh Guru PAI dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa
The purpose of this study is to analyze and describe motivation theories, learning motivation from an Islamic perspective, and teachers’ strategies in creating effective learning. This study employs a qualitative method with a literature review approach. The findings show that various motivation theories have been developed, including Maslow’s hierarchy of needs, Herzberg’s two-factor theory, McClelland’s need for achievement theory, McGregor’s Theory X and Theory Y, and Vroom’s expectancy theory. Learning is an obligation for every Muslim, as emphasized in the Qur’an and Hadith. Learning activities are not only of academic value but also serve as acts of worship and means of drawing closer to Allah. Teachers’ strategies to enhance learning motivation include instilling awareness of the obligation to seek knowledge, encouraging students to develop enthusiasm for learning, considering spiritual and internal factors that influence motivation, and integrating Islamic values into the learning process. Thus, learning becomes more meaningful, effective, and capable of shaping students’ religious character.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan teori motivasi, motivasi belajar dalam perspektif Islam, serta strategi guru dalam menciptakan pembelajaran yang efektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai teori motivasi yang telah berkembang, di antaranya teori kebutuhan Maslow, dua faktor Herzberg, kebutuhan berprestasi McClelland, teori X dan Y McGregor, serta teori harapan Vroom. Belajar merupakan kewajiban setiap muslim, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an dan hadis. Aktivitas belajar tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga ibadah dan sarana mendekatkan diri kepada Allah. Strategi guru untuk meningkatkan motivasi belajar mencakup penanaman kesadaran akan kewajiban menuntut ilmu, memotivasi siswa agar memiliki semangat belajar, memperhatikan faktor spiritual dan internal yang memengaruhi motivasi, serta mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran akan lebih bermakna, efektif, dan mampu membentuk karakter religius siswa