8,078 research outputs found

    Eksplorasi Dimensi Filosofis Muhammad Iqbal tentang Pendidikan Islam (Telaah pada Puisi Filosofis Muhammad Iqbal dalam Buku Asrar-I Khudi)

    No full text
    Kurangnya kajian komprehensif tentang keterkaitan antara faktor internal eksternal dalam kehidupan Iqbal dengan karya filsafat dan puisinya menciptakan sebuah kekosongan dalam studi tokoh Muhammad iqbal. Selain itu, gagasan Iqbal juga belum banyak dimanfaatkan sebagai basis pengembangan teori pendidikan Islam yang kontekstual dan progresif. Pemikiran Iqbal pun sering dianggap utopis dan filosofis semata, sehingga belum banyak dikaji implementasinya dalam sistem pendidikan nyata. Perumusan masalah dari penelitian ini sebagai berikut (1) Bagaimana faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemikiran Muhammad Iqbal, serta bagaimana hal tersebut berkaitan dengan karya-karya filosofisnya? (2) Bagaimana gagasan ideal Muhammad Iqbal tentang pendidikan Islam dalam puisi filosofisnya ditinjau dari aspek ontologis, epistemologis dan aksiologis dalam buku Asrar-I Khudi ? (3) Bagaimana implementasi dan kontribusi Muhammad Iqbal dalam pendidikan Islam dari abad ke-19 hingga abad modern?. Penelitian ini bertujuan (1) Menjelaskan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemikiran Muhammad Iqbal beserta karya-karya filosofisnya, (2) Menemukan gagasan ideal Muhammad Iqbal tentang pendidikan Islam dalam puisi filosofisnya ditinjau dari aspek ontologies, epistemologis dan aksiologis dalam buku Asrar-I Khudi (3) Menggambarkan implementasi dan kontribusi Muhammad Iqbal dalam pendidikan Islam abad ke-19 hingga abad modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran filosofis Muhammad Iqbal dilatar belakangi oleh didikan religius yang ia terima sejak kecil dari kedua orangtuanya. Pemikirannya juga dipengaruhi oleh situasi penjajahan oleh kolonialisme inggris. Selain itu beberapa tokoh dari timur seperti Ibnu Arabi, Al-Jilli dan Jalaludin Rumi, kemudian tokoh dari barat seperti Nietzsche dan Bergson juga turut mempengaruhi pemikiran filosofisnya. Terdapat 7 puisi dalam buku asrar-i khudi yang berkenaan langsung dan menjadi medan untuk Iqbal menuangkan gagasan filosofisnya tentang Pendidikan Islam. Muhammad Iqbal juga memberikan banyak kontribusi di abad 19-20 awal, hingga abad 21 atau abad modern. Pemikiran beliau juga sudah banyak diimplementasikan dalam berbagai hal khususnya dalam pendidikan Islam. Kata Kunci: Pendidikan Islam, gagasan filosofis, Muhammad Iqbal

    Pioneers of Library Movement in Pakistan

    No full text
    The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders

    The Importance of Muhammad Ibn Qawam Balkhi's Description in Understanding the Contents of Nezami's Makhzan Al-Asrar

    No full text
    There has always been a great deal of discussion and interest surrounding Nezami's Makhzan Al-Asrar poem. Among the earliest descriptions of one thousand and three hundred verses, Muhammad Ibn Qawam Balkhi's description (8th century AH) is one of the earliest. Despite some limitations, Muhammad Ibn Qawam Balkhi's description carefully explores several implications, verses, narrations, and astrological and medical terms. The present study discusses ten verses of Nezami's Makhzan Al-Asrar based on Qawam Balkhi's description, and some semantic aspects or implications are discussed that may be useful in describing the verses. Several other commentators have also criticized the meaning and interpretation of these ten verses

    Heart failure in preserved myocardial contractility: prevalence the Australian perspective, its assessment and intervention

    No full text
    © 2015 Dr. Muhammad Asrar ul HaqIt is now well established that at least one-half of the patients presenting with symptoms and signs of heart failure will have a normal left ventricular ejection fraction. We study the prevalence of asymptomatic myocardial disease in a hospitalized patient population by analysing the baseline echocardiographic properties of 611 patients. We then investigate left ventricular torsion as a novel measure of diastolic function its correlation with exercise capacity. Finally, we examine the effect of aerobic and resistance training on left ventricular remodelling in diabetic patients with diastolic dysfunction in a randomised controlled trial to establish it’s effectiveness as part of the management strategy

    ARUDL, QAWAFI DAN AMANAT PADA BAB KHASHAISHUL FATIHAH DALAM KITAB KHAZINATUL ASRAR KARANGAN SYAIKH MUHAMMAD HAQQI AN-NAZILI

    No full text
    Kitab Khazinatul Asrar merupakan kitab karya syaikh Muhammad Haqqi An-nazili. Isimya menjelaskan tentang keutamaan Al-Quran, yang masih jarang bagi para pelajar maupun pengajar yang membahas kitab tersebut disertai mengkaji Syair dari segi Ilmu Arudl dan Qawafi dan masih banyak dari kalangan kita selaku umat muslim yang belum mengetahui tentang keutamaan-keutamaan ayat Al-Quran yang sering kita baca setiap hari terutama surat Al-fatihah. Pada salah satu babnya didalam menjelaskan maksud dan tujuannya, pengarang menggunakan syair, yaitu pada bab Khashaishul Fatihah.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis Zihaf, Ilat, Qafiyah, dan Amanat yang terdapat pada bab Khashaishul Fatihah dalam kitab Khazinatul Asrar.Didalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, yaitu dengan cara menelaah dan mengkaji sumber data yang terdapat pada kitab Khazinatul Asrar karya syaikh Muhammad Haqqi An-nazili, sedangkan kajian yang digunakan pada penelitian ini adalah ilmu ‘Arudl, Qawafi dan Amanat. Dari hasil analisis yang digunakan oleh peneliti terhadap kitab Khazinatul Asrar pada bab Khashaishul Fatihah dari segi ilmu ‘Arudl, Qawafi dan Amanat terdapat 4 syair dengan jumlah seluruhnya 46 bayt, peneliti menemukan data diantaranya : (1) Ilmu ‘Arudl : Zihaf Mufrad Ma’shub, Zihaf Mufrad Ma’qul, Zihaf Mufrad Maqbudh, Zihaf Muzdawaj Manqush, dan ‘Illat Naqsh. (2) Ilmu Qawafi : Jenis Qafiyah : Muthlaqoh, Muqoyyadah. Kata Qafiyah (sebagian kalimat). Huruf Qafiyah : Rawi, Ta’sis, Dakhil, Washal. Harakat Qafiyah : Majra, Taujih, Ras, Isyba’. Nama Qafiyah : Al-Mutawatir. (3) jenis amanat pada kitab Khazinatul Asrar Bab Khashaishul Fatihah  tentang Uluhiyyah (ketuhanan)

    FADA'IL AL QUR'AN DALAM KITAB KHAZINAH AL ASRAR JALILAH AL AZKAR KARYA SAYYID MUHAMMAD HAQQY AN NAZILLY

    No full text
    Penelitian ini membahas fada’il al-Qur’an dalam kitab Khazinah al-Asrar Jalilah al-Az\kar yang ditulis oleh seorang sufi Mekkah yang bernama Muhammad Haqqy an-Naziliy. Pada umumnya para sufi memandang al-Qur’an dari batin (rahasia) yang tersirat dalam ayat, surat, atau huruf al-Qur’an (kontekstual). Namun Sayyid Muhammad menafsirkan al-Qur’an sebagaimana pada umumnya mufassir sufi dan sebagaimana para mufassir pada umumnya. Kitab Khazinah al-Asrar ini lebih dikenal dengan sebutan kitab hikmah karena penafsirannya lebih memfokuskan terhadap ayat-ayat atau surat-surat dalam al-Qur‟an yang mempunyai fadilah (keistimewaan). Penelitian ini memiliki dua rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana dinamika fada’il al-Qur’an dari masa ke masa?. (2) Bagaimana karakteristik fungsi al-Quran dalam kitab Khazinah al-Asrar karya Sayyid Muhammad Haqqy an-Naziliy?. untuk menjawab rumusan masalah tersebut penulis menggunakan teori informatif performatif yang digagas oleh Sam D. Gil. Penelitian ini merupakan jenis penelitian library research dengan sumber data primer kitab Khazinah al-Asrar sedangkan sumber data sekundernya adalah beberapa kitab tafsir, jurnal dan buku yang berkaitan dengan keistimewaan al-Qur‟an. Analisis data yang digunakan adalah diskriptif analisis. Analisis fada’il al-Qur’an dalam kitan Khazinah al-Asrar dibatasi pada surat-surat yang termasuk dalam katergori surat al-Mufassal (surat-surat pendek). Dalam hal ini, ayat-ayat dari surat al-Mufassal juga dikategorikan dalam pembatasan penelitian ini. Kategori surat ini dipilih karena surat-surat al-mufassal lebih digemari oleh masyarakat dalam melakukan wirid. Dari surat-surat tersebut dipilih satu informasi berupa hadis atau qaul ulama yang mengandung fada’il al-Qur’an dari sisi pembacaan atau penulisan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa telah terjadi dinamika mengenai konsep fada’il al-Qur’an dari masa Nabi hingga masa kontemporer. fada’il al-Qur’an yang awalnya hanya sebatas pembacaan, pemahaman terhadap al-Quran untuk meningkatkan amal ibadah, lambat laun fada’il al-Qur’an ditangan ulama sufi berkembang menjadi sebuah wirid, mantra, dan rajah. Selian itu, penelitian ini juga menghasilkan tipologi fungsi al-Qur‟an yang terdapat dalam kitab Khazinah al-Asrar yaitu tipologi fungsi informatif dan tipologi fungsi performatif. Dari kedua fungsi tersebut kitab Khazinah al-Asrar lebih banyak mengandung fungsi perfotmatif al-Qur’an sehingga kitab ini terkenal dengan sebutan kitab hikmah. Kata kunci: fada’il al-Qur’an, Khazinah al-Asra

    Epistemologi Durr Al-Asrar karya Mahmud Ibn Muhammad al-Hamzawi

    No full text
    Penelitian mengenai metodologi penafsiran merupakan salah satu upaya penting untuk memperkaya khazanah keilmuan tafsir. Selain itu, pertumbuhan dan perkembangan penafsiran semakin beragam bentuk dan coraknya. Salah satunya adalah Durr al-Asrar fi Tafsir Al-Qur’an bi al-Huruf al-Muhmalah karya Mahmud ibn Muhammad al-Hamzawi yang memiliki keunikan menggunakan huruf tanpa titik atau muhmalah. Keunikan tafsir tersebut diuji dengan epistemologi penafsiran yang memiliki rumusan masalah berupa sumber penafsiran, metode penafsiran, serta validitas penafsiran. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran secara mendalam tentang epistemologi Durr al-Asrar baik dari segi metode, sumber, dan validitas penafsiran. Penelitian ini merupakan penelitian library research dengan pendekatan historis-filosofis. Dari sumber-sumber data yang ada dikumpulkan dengan teknik dokumentasi dan dianalisis dengan content analysis. Durr al-Asrar ini memiliki beberapa kelebihan, diantaranya : menonjolkan kekayaan kosakata bahasa Arab, menjelaskan makna al-Quran secara singkat, tidak menggunakan sumber israiliyyat serta hadis-hadis mawdhu’, dan keunikannya yaitu menafsirkan al-Quran tanpa huruf bertitik atau muhmalah. Di sisi lain, kekurangannya adalah orang awam akan kesulitan memahami kosakatanya yang sulit, mufasir tidak mencantumkan sumber dengan jelas serta redaksi yang sama, dan tidak mengutip beragam pendapat serta tidak memberikan argumentasi dalam pilihannya. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, metode penafsiran yang digunakan Mahmud al-Hamzawi, menurut klasifikasi al-Farmawi, adalah metode ijmali atau global dengan corak penafsiran lughawi dan fiqhi. Kedua, sumber-sumber yang menjadi rujukan Mahmud al-Hamzawi dalam membuat karya tafsirnya adalah al-Quran, hadis, pendapat sahabat dan tabiin, qiraat, bahasa, ijtihad, dan pendapat Ulama. Dari sekian sumber penafsiran, dapat disimpulkan tafsir ini merupakan perpaduan antara tafsir bi al-ma’thur dan bi al-ra’y. Namun, bahasa dan ijtihad adalah sumber yang dominan sehingga menjadikannya sebagai tafsir bi al-ra’y. Hal ini terjadi karena gaya penafsiran Mahmud al-Hamzawi yang menggunakan huruf tanpa titik, sehingga sumber-sumber lainnya kurang mendapat porsi dan sulit dilacak. Ketiga, validitas penafsiran Mahmud al-Hamzawi, setelah diuji dengan teori al-Asil wa al-Dakhil dari Abdul Wahab Fayed, termasuk dalam tafsir yang otentik, baik dari segi sumber penafsirannya yang otentik maupun segi objek-objek al-Dakhil yang tidak terdapat dalam penafsirannya

    The Complete Muhammad Ali

    No full text
    Including material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Intro -- DEDICATION -- INTRODUCTION -- The Curious History of an Icon -- CHAPTER 1 -- CHAPTER 2 -- CHAPTER 3 -- CHAPTER 4 -- CHAPTER 5 -- CHAPTER 6 -- CHAPTER 7 -- Did the Secret Government Fear a U.S. Muslim/Overseas Muslim Alliance? -- CHAPTER 8 -- CHAPTER 9 -- The Break Between the Prophet and his Disciple -- CHAPTER 10 -- CHAPTER 11 -- CHAPTER 12 -- The GOAT (Greatest Of All Time): Ali or Louis? -- CHAPTER 13 -- The Nation of Islam, the Mob, Showdowns in Canada and Sonny Liston -- CHAPTER 14 -- CHAPTER 15 -- The Taunts: Marketing or Racism? -- CHAPTER 16 -- CHAPTER 17 -- CHAPTER 18 -- CHAPTER 19 -- Boxing and the Brain -- CHAPTER 20 -- Ali's Feet -- CHAPTER 21 -- Mr. Dick -- CHAPTER 22 -- CHAPTER 23 -- The Opening Ceremonies, November 2005 -- CHAPTER 24 -- December 2005, Las Vegas -- CHAPTER 25 -- CHAPTER 26 -- June 16, 2004 -- CHAPTER 27 -- CHAPTER 28 -- CHAPTER 29 -- Aix-en-Provence -- CHAPTER 30 -- Ali as a Black Nationalist -- San Francisco, January 2004 Black Liberation Book Fair -- CHAPTER 31 -- January 31, 2004 -- CHAPTER 32 -- October 2005, Chicago -- CHAPTER 33 -- Why Ali remained with Elijah instead of following Malcolm -- CHAPTER 34 -- CHAPTER 35 -- February 4, 2006, Oakland, California -- CHAPTER 36 -- Like Zeus Descending from Mount Olympus -- CHAPTER 37 -- CHAPTER 38 -- Tuesday, February 28, 2006, New York -- CHAPTER 39 -- Bigger Than Boxing -- CHAPTER 40 -- Tribes Gallery, New York, April 2006 -- CHAPTER 41 -- June 2006, Louisville, Kentucky -- CHAPTER 42 -- CHAPTER 43 -- CHAPTER 45 -- Bad Company -- CHAPTER 46 -- Coxson, A Very Charming Rogue -- CHAPTER 47 -- Ali and the largest embezzlement scheme in Wells Fargo history -- CHAPTER 48 -- CHAPTER 49 -- "Lonnie is a stabilizing force."-Harry Belafonte -- October 29, 2006 -- CHAPTER 50 -- Abdul Rahman -- CHAPTER 51 -- CHAPTER 52 -- CHAPTER 53How Will Ali Be Remembered? New York, January 8, 2005 -- CHAPTER 54 -- CONCLUSION -- AFTERWORD -- Boxers' Rights? -- BIBLIOGRAPHY -- MUHAMMAD ALI -- ISLAM AND NATION OF ISLAM -- BOXING -- RELATED SUBJECTS -- ALSO AVAILABLE FROM BARAKA BOOKSIncluding material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Description based on publisher supplied metadata and other sources.Electronic reproduction. Ann Arbor, Michigan : ProQuest Ebook Central, YYYY. Available via World Wide Web. Access may be limited to ProQuest Ebook Central affiliated libraries

    Studi pemikiran Asrar I Khudi Muhammad Iqbal tentang Harmonisasi Tasawuf dan Politik

    No full text
    Pada skripsi ini mengkaji tentang pemikiran Asrar I khudi Muhammad Iqbal tentang harmonisasi tasawuf dan politik. Pembahasan pada kajian ini tentang bagaimana pergerakan kalangan sufisme dalam upaya menyeimbangkan antara urusan akhirat dengan dunianya. Dalam skripsi ini mengambil salah tokoh yaitu Muhammad Iqbal, ia merupakan seorang filosof, sufi, dan politikus. Rumusan masalah pada pembahasan ini yaitu Pertama, bagaimana harmonisasi antara tasawuf dan politik pemikiran Muhammad Iqbal? Kedua, Bagaimana implementasi tasawuf dan politik Muhammad Iqbal dalam politik kenegaraan? Tujuan dari kajian ini adalah menjelaskan bagaiamana mengharmonisasikan antara tasawuf dan politik. penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yaitu kajian pustaka (Library Research). Teknik yang digunakan penulis yakni dengan metode historis, memaparkan tentang biografi tokoh serta mencari garis fikirnya dan menggunakan teknik deskriptif menguraikan kenyataan dengan akurat, faktual serta sistematis dengan relevansi pada fenomena yang diselidiki. Iqbal yang merupakan tokoh Pan-Islamisme abad kedua puluh juga turut mengkritik tentang sufi yang tidak aktif pada urusan dunia, ia berdalih bahwa manusia diturunkan ke muka bumi untuk menjadi wakil Tuhan untuk menjaga dan merawat keberlangsungan hidup yang ada. Muhammad Iqbal dikenal dengan teori Khudi nya, suatu arah penemuan manusia untuk mengerti ke-Aku-an. Masyarakat muslim harus bangun dan mampu mengejar ketertinggalannya dari bangsa barat, sebelum mengejar kepada aspek politik dan lainnya, Iqbal berfokus kepada umat Islam untuk mampu menemukan ego nya, ketika seluruh muslim pondasinya sudah kuat maka akan timbul suatu arah perubahan yang nyata. Muhammad Iqbal pada aspek politik membuktikan segala teori dan pemikirannya dengan upaya memerdekakan masyarakat muslim India dengan membentuk negara sendiri dengan nama Pakistan, hingga akhirnya ia dijuluki sebagai Bapak Pakistan

    Konsep pribadi manusia dan kesempurnaannya dalam Asrar-I Khudi Muhammad Iqbal

    No full text
    Kajian manusia sempurna telah banyak didengar dan dibahas dalam ruang lingkup filsafat. Baik itu dalam filsafat Barat maupun filsafat Islam. Di antaranya seperti konsep manusia sempurna atau superman Nietzsche, seorang filsuf Jerman yang juga menjadi salah satu tokoh yang mempengruhi pemikiran Muhammad Iqbal. Kemudian Ibnu Arabi, Imam Al-Ghazāli dan ?Abdul Karīm al-Jilli, juga membahas mengenai konsep manusia sempurna atau istilah yang digunakan adalah insān kāmīl. Begitu pula dengan Muhammad Iqbal yang juga menyajikan pemikiran filosofisnya mengenai pribadi manusia sempurna. Bagi Iqbal, untuk bisa menjadi manusia sempurna, maka hendaknya menyempurnakan pribadinya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemaujudan pribadi dan untuk menjadikan manusia mengenal pribadinya, untuk mengetahui tingkatan pribadi manusia dari perspektif Muhammad Iqbal, juga bagaimana manusia bisa mencapai ke tahap sempurna dalam pribadinya agar senantiasa berada di dekat Tuhannya. Dengan menggunakan metode penelitian analitis deskriptif, model penelitian yang digunakan adalah historis faktual mengenai naskah atau buku. Menggunakan teknik penelitian library research dan menjadikan salah satu buku karya Muhammad Iqbal, yaitu Asrar-i Khudi, sebagai fokus dalam penelitian ini. Maka hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa bagi Iqbal tujuan terakhir dari kehidupan manusia adalah mencapai Tuhan. Jika pribadi dari manusia tersebut tidak dapat mencapai Tuhan itu artinya ia gagal mencapai pada taraf kesempurnaan. Dimana untuk mencapai taraf kesempurnaan tersebut sang pribadi mesti menjalani kehidupan yang produktif dan mampu menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif. Pribadi sempurna bagi Iqbal adalah pribadi yang dapat berpikir dan bertindak secara positif dan pribadi yang mampu meningkatkan dan mengetahui potensi-potensi dan kemaujudan dari kediriannya. Selain dari itu, pribadi yang sempurna adalah pribadi yang mampu menciptakan sebuah perdamaian dunia, dengan menjadikan dirinya sebagai khalifah Tuhan
    corecore