1,610 research outputs found

    PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWA MENYEWA TRUK DI CV ASMORO JATI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pelaksanaan perjanjian sewa menyewa truk pada CV ASMORO JATI, untuk mengetahui faktor penyebab wanprestasi dalam pelaksanaan perjanjian sewa menyewa truk dan upaya penyelesaian masalah dalam pelaksanaan perjanjian sewa menyewa truk yang dilakukan oleh CV ASMORO JATI. Metode penelitian ini bersifat yuridis sosiologis dan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dan disajikan secara deskriptif yaitu menjelaskan, menguraikan, dan menggambarkan sesuia dengan permasalahan yang erat kaitanya dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa bentuk perjanjian pada CV ASMORO JATI secara tertulis, sedangkan prosedur pada CV ASMORO JATI adalah dengan mendatangi kantor lalu menyetujui beberapa persyaratan setelah itu penyewa harus memberikan beberapa berkas sebagai jaminan. sedangkan faktorfaktor yang menyebabkan wanprestasi adalah terlambat mengembalikan, lalai dalam mengemudi sehingga menyebabkan truk sewaan rusak dan lain sebagainya dan CV ASMORO JATI menyelesaikan permasalahan dalam dua cara yaitu secara kekeluargaan dan peradilan. Kata kunci : Perjanjian Sewa Menyewa, Wanprestasi, Alat Transportsas

    OPTIMALISASI PENERAPAN MANAJEMEN PERAWATAN ALAT BONGKAR MUAT GUNA MENUNJANG KELANCARAN PEMBONGKARAN DI MT. ONTARI

    Full text link
    Eli Dwi Asmoro, 2017, NIT 49,124,445 N, "Application Maintenance Management Tool of Loading Discharge To Kick Fluency of Discharge in ship MT. Ontari ", minithesis Nautical Departement Studies, Program Diploma IV, Merchant Marine Polytechnic Semarang, Supervisor I : Capt. Suherman, M.Mar Supervisor II: Henny Wahyu, W., M.Pd The tanker is one of the marine transportation that use to transporting liquid cargo or cargo of oil crops. Along with the development of technology, the tanker itself has developed in terms of loading and discharge equipment. This must be balanced with the human resources capable of carrying out the operation and maintenance to maintain the condition of loading and discharge equipment. In the process of discharge, often occur several obstacles in its later discharge being formulated within a few problems, as for problems has finded is include how implementation discharging and why happen not fluency in process of discharging and to know the implementation of maintenance management at MT. Ontari. By using qualitative research methods, obtained the findings that the discharging in MT. Ontari experienced a not fluency due to several factors and implementation maintenance management process that includes planning, actuating, and controlling still experiencing problems. Keywords: Implementation, Maintenance Management, Fluency of Discharge , MT. Ontar

    NILAI ESTETIKA DAN ETIKA DALAM GARAP SABET PAKELIRAN PADAT LAKON ABIMANYU RANJAB SAJIAN PURBO ASMORO

    Full text link
    Penelitian yang berjudul “Nilai Estetika dan Etika dalam Garap Sabet Pakeliran Padat Lakon Abimanyu Ranjab Sajian Purbo Asmoro“ bertujuan menjawab permasalahan tentang: (1) Bagaimana garap sabet pakeliran padat dalam lakon Abimanyu Ranjab sajian Purbo Asmoro; (2) Bagaimana garap sabet pakeliran padat dalam lakon Abimanyu Ranjab sajian Purbo Asmoro dipandang dari prespektif estetika dan etika Jawa? Pendekatan seni pertunjukan yang digunakan yaitu konsep nuksma dan mungguh dari Sunardi, teori estetika romantis dari Thomas Aquinas, dan konsep etika Jawa yang dikemukakan oleh Magnis-Suseno. Sumber data penelitian ini adalah rekaman pementasan Purbo Asmoro lakon Abimanyu Ranjab yang dilaksanakan di Auditoriun RRI Semarang dalam rangka gelar seni karya Ki Narto Sabdo dengan tema Kebudayaan Jawa dan Globalisasi berkerja sama dengan STSI dan Yayasan Studi Bahasa Jawa Kanthil Semarang pada tahun 2004. Hasil analisis struktur dramatik lakon Abimanyu Ranjab meliputi pendeskripsian unsur-unsur pembentuk cerita, yaitu: tema, amanat, penokohan (protagonis, antagonis, tritagonis, dan peran pembantu), latar/setting (tempat, waktu, dan suasana. Berdasarkan kajian estetika dan etika diperoleh hasil bahwa garap sabet pakeliran padat lakon Abimanyu Ranjab sajian Purbo Asmoro telah memenuhi kriteria estetika dan etika pedalangan. Garap sabet mampu menggambarkan suasana batin tokoh, karakter tokoh, serta mampu menghidupkan suasana adegan. Selain itu, garap sabet mampu mempresentasikan interaksi manusia dalam etika dan moral masyarakat Jawa. Bila dipandang dari perspektif estetika romantis garap sabet mengandung tiga hal nilai filosofis, yaitu: nilai keindahan yang tampak pada wujud wayang, gerak yang didukung dengan ucapan, dan iringan tampak nuksma dan mungguh. Nilai kebaikan tercermin pada bangunan watak tokoh. Nilai kebenaran tercermin pada penggambaran suasana batin tokoh. Kata kunci: estetika, etika, sabet, Abimanyu Ranjab, pakeliran pada

    Perancangan Film Dokumenter Sanggar Seni Asmoro Bangun Sebagai Media Pengenalan Kesenian Wayang Topeng Malangan

    No full text
    ABSTRAK   Prasetyo, Dwi Heri. 2013. Perancangan Film Dokumenter Sanggar Seni Asmoro Bangun Sebagai Media Pengenalan Kesenian Wayang Topeng Malangan. Malang. Skripsi, Desain  Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moeljadi Pranata, M.Pd. (II) Gunawan Susilo, S.Sn, M.Sn.   Kata Kunci : Perancangan, Film Dokumenter, Wayang Topeng Malangan.   Wayang Topeng Malangan merupakan  kesenian  tradisional  khas Malang dengan  menampilkan  drama  tari  Wayang  Topeng  dimana  seluruh  pemainnya menari menggunakan  sebuah  topeng  dengan  berbagai macam  karakter manusia. Padepokan Seni Asmoro Bangun  adalah  salah  satu  sanggar  yang  terus berusaha melestarikan kesenian  ini. Akulturasi kebudayaan  tradisional dengan kebudayaan modern  merupakan  kunci  agar  kesenian Wayang  Topeng Malangan  tetap  bisa diterima oleh generasi muda. Namun sampai sekarang kesenian  ini masih belum banyak dikenal oleh masyarakat karena  tidak banyak media pengenalan kesenian Wayang  Topeng  Malangan.  Sehingga  dibutuhkan  sebuah  media  pengenalan kesenian  ini  yang  dapat  memberikan  informasi  dengan  menarik  serta  dapat menyebar dengan luas dan cepat. Tujuan  dari  perancangan  ini  adalah membuat media  yang  dapat menarik perhatian  pecinta  budaya  dan  wisatawan  agar  mengetahui  lebih  dalam  tentang Wayang  Topeng  Malangan  serta  mempengaruhi  masyarakat  untuk  turut melestarikan. Model yang digunakan dalam perancangan  ini adalah model perancangan prosedural  yang  bersifat  deskriptif. Model  ini  berisi  langkah-langkah  sistematis untuk  menghasilkan  media  komunikasi  visual  yang  dibutuhkan.  Perancangan dimulai  dengan  pemaparan  latar  belakang,  perumusan  masalah  dan  tujuan perancangan,  identifikasi,  analisis  dan  sintesis  hingga  menghasilkan  sebuah konsep perancangan yang selanjutnya dieksekusi menjadi desain final. Perancangan  ini  menghasilkan  film  dokumenter,  yang  bersifat  sebagai media  pengenalan  kesenian  Wayang  Topeng  Malangan.  Film  dokumenter  ini menyampaikan  informasi  dengan  menyajikan  elemen  visual  yang  estetis  dan audio yang melengkapi media ini.                             ABSTRACT   Prasetyo, Dwi Heri. 2013. Design of Asmoro Bangun Art Studio documentary as an  introductional media  of Wayang  Topeng Malangan. Malang.  Thesis, Visual Communication Design, Department of Art and Design, Faculty of Letters,  State University  of Malang. Advisors:  (I) Dr. Moeljadi  Pranata, M.Pd. (II) Gunawan Susilo, S.Sn, M.Sn.   Keywords : Design, Documentary, Wayang Topeng Malangan.   Wayang Topeng Malangan  is  a  traditional  art  culture  icon of Malang  by showing  a mask  puppet  dramatical  dance  which  all  casts  dance  while  using  a mask with a variety of human character. Padepokan Asmoro Bangun Art Studio is one of the studios that keep trying to preserve this traditional art. Acculturation of traditional culture with modern culture  is  the key  for Wayang Topeng Malangan art  to still be accepted by  the youth generation. But until now  this art  is still not widely known by  the public because  there are not much  introductional media of Wayang  Topeng Malangan.  Therefore  an  introductional  media  of  this  art  that provides information attractively and can spread widely and quickly is needed. The purpose of  this designing  is  to  create media  that can attract  the attention of travelers  and  lovers  of  culture  in  order  to  learn  more  about Wayang  Topeng Malangan and influencing people to preserve it too. The model used  in  this design  is a model of procedural design which are descriptive. This model contains the steps to be followed to produce the required visual communications media. Where the design begins with the description of the background, problem definition and design objectives, identification, analysis and synthesis to produce a design concept that is executed later into final design. This  design  produces  a  documentary,  which  is  an  introductional  media about Wayang  Topeng Malangan.  This  documentary  gives  the  informations  by presenting estetic visual element and audio that complete this media.

    IMPLEMENTASI AKAD BA’I BITSAMAN AJIL SEBAGAI TAMBAHAN MODAL USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (Studi Kasus di BMT Pahlawan Tulungagung dan BMT Istiqomah Plosokandang)

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Implementasi Akad Ba’i Bitsaman Ajil sebagai Tambahan Modal UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Nasabah (Studi Kasus BMT Pahlawan Tulungagung dan BMT Istiqomah Plosokandang)” ini ditulis oleh Siska Dwi Asmoro NIM 17401163398 dengan pembimbing Bapak Dr. Qomarul Huda, M, Ag. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembiayaan Ba’i Bitsaman Ajil (BBA) di BMT Pahlawan dan BMT Istiqomah yang menggunakan akad wakalah terkadang tidak sesuai dengan tujuan nasabah seperti penyalahgunaan pembiayaan yang seharusnya digunakan sebagai modal serta untuk mengetahui peran Ba’i Bitsaman Ajil (BBA) sebagai modal nasabah untuk melakukan pengembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Fokus masalah dari penelitian ini: (1) Bagaimana implementasi akad Ba’i Bitsaman Ajil (BBA) sebagai tambahan modal UMKM nasabah BMT Pahlawan Tulungagung dan BMT Istiqomah Plosokandang? (2) Apa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan implementasi akad Ba’i Bitsaman Ajil (BBA) sebagai tambahan modal UMKM nasabah BMT Pahlawan Tulungagung dan BMT Istiqomah Plosokandang? (3) Bagaimana upaya mengatasi kendala implementasi analisis akad Ba’i Bitsaman Ajil (BBA) sebagai tambahan modal UMKM nasabah BMT Pahlawan Tulungagung dan BMT Istiqomah Plosokandang? Jenis pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Metode deskriptif adalah prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subjek atau objek dalam penelitian dapat berupa orang, lembaga, masyarakat dan yang lainnya yang pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau apa adanya Hasil penelitian adalah: (1) BMT Pahlawan dan BMT Istiqomah tidak berperan sebagai penjual barang tetapi hanya sebagai peminjam dana. Dalam praktiknya BMT menyerahkan kewenangan kepada nasabah untuk membeli barang tanpa menunjukkan nota pembelian ke BMT(2) Kendala Analisis Pembiayaan Bai' Bitsaman Ajil yaitu, ketidaktahuan BMT akan dana yang telah cair apakah benar- benar digunakan untuk pengembangan usaha dan keluarga nasabah jatuh sakit sehingga harus menunda pembayaran(3) Cara mengatasi kendala yaitu dengan melakukan pendekatan sesuai aturan yang telah ditetapkan oleh Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) Pahlawan Tulungagung dan Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) Istiqomah Plosokandang

    Abstract 1122‐000190: Persistent DWI Signal for 18 Months in Ischemic Stroke Patient with Carotid Web

    No full text
    Introduction: Diagnostic tools for acute ischemic infarcts include the use of DWI sequence on MRI to identify acute infarcts is especially useful since lesions can become hyperintense on this sequence very rapidly (Albers 1998). Over the next 15 days, DWI hyperintensity slowly decreases back to isointense. In some patients, however, there is persistent DWI hyperintensity past 1 month. There are theories that these persistent areas exhibit delayed onset infarct, prolonged ischemia, or perhaps different repair processes (Rivers, et al 2006). To this day, all DWI signals have been known to resolve within a few months even for persistent hyperintensities (Rivers, et al 2006). Carotid webs are a rare form of fibromuscular dysplasia that protrudes from the intimal tissues of carotid arteries. They are shelf‐like projections that grow into the lumen and disrupt normal blood flow (Zhang, et al 2018). These outgrowths are theorized to lead to ischemic strokes due to flow stasis and subsequent embolization of clots that form (Zhang, et al 2018). There is no consensus on the best management of carotid webs, and secondary prevention of recurrent strokes range from medical management to carotid stenting. Methods: This is a case report, and information for the patient was gathered through review of medical records on the EMR. Results: We present a case of ischemic stroke in the right basal ganglia/corona radiata, who presented with left sided weakness. The patient was found to have prediabetes, HTN, and HLD. However, she had recurrence of her symptoms over the next 18 months (figure 1). Repeat MRIs showed persistent DWI hyperintensity that slowly decreased in size and signal intensity over this period but in the same area as the initial infarct. The rest of the work up was only significant for a carotid web in the right internal carotid artery identified on conventional angiography. Ultimately she was managed with medical therapy including aspirin, statin, and antihypertensives. Conclusions: It is unclear whether the carotid web is associated with persistent DWI for such an extended time frame. There is very little research that explores the pathophysiology of ischemic strokes from carotid webs. In addition, there is even less information about the physiology of an evolving infarct that shows persistent DWI signals for such an extended time frame. Further studies that look into carotid webs may help us understand the best long term management in such patients. Future studies that explore the physiology of ischemic strokes that show such persistent DWI signals may elucidate and perhaps expand upon current management options and possibly identify new areas for intervention

    STUDI EKSTRAK SERE (Andropogon nardus L.) YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIFEEDANT PADA LARVA ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.)

    No full text
    Pengujian antifeedant dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi, sedangkan pembuatan ekstrak sere dilaksanakan di Laboratorium Botani. Prosedur penelitian yang dilakukan, yang pertama adalah koleksi tanaman dan pembuatan ekstrak sere, dilanjutkan dengan pemeliharaan larva S. Litura F. Tahap selanjutnya adalah pengujian antifeedant dengan menggunakan metode choice test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daya antifeedant ekstrak sere pada konsentrasi 0,05%, 0,10%, 0,50%, 1,00%, 1,50% dan 2,00% berturut-turut adalah 71,48%, 85,17%, 88,15%, 93,81%, 96,81% dan 99,78%. Berdasarkan kecenderungan larva dalam memilih daun uji dapat diketahui bahwa seiring dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak sere, jumlah larva S. Litura F. yang memilih daun kontrol semakin meningkat, sedangkan larva yang memilih daun perlakuan dan kontrol jumlahnya semakin menurun, dan tidak ada satupun larva yang memilih daun perlakuan saja

    Strike Three Yer Out!? : Examining the Constitutional Limits on the Use of Prior Uncounseled DWI Convictions to Impose Mandatory Prison Sentences on Repeat DWI Offenders

    Full text link
    This Comment examines the constitutional implications of using prior uncounseled DWI convictions to incarcerate repeat DWI offenders. The Comment reviews the Supreme Court decisions that established the right to court-appointed counsel for the indigent accused and examines the federal constitutional limitations on the collateral use of prior uncounseled DWI convictions. It also critically evaluates state court decisions involving the collateral use of prior uncounseled DWI convictions. The author concludes that, because an uncounseled conviction is inherently unreliable, it should not be used to mandatorily incarcerate a DWI repeat offender

    PERENCANAAN JARINGAN TRAYEK RANTING ANGKUTAN UMUM PERKOTAAN JEMBER

    Full text link
    Menurunnya kinerja angkutan umum perkotaan jember tidak lepas dari beberapa faktor antara lain kondisi kurang nyaman dalam segi pelayanan, overlapping trayek, belum dilakukan perbaikan jaringan trayek oleh pihak berwenang, dan kredit motor yang murah sehingga masyarakat banyak yang menggunakan kendaraan bermotor. Dampak terburuk bila hal ini terus berlanjut, populasi kendaraan bermotor akan meningkat tiap tahunnya. Kemacetan lalu lintas, pemborosan BBM serta polusi udara juga akan meningkat. Disaat yang sama saat ini mulai tumbuh pola tata guna lahan baru di wilayah perkotaan yang berpotensi demand besar namun belum terlayani angktan umum. Melihat masalah tersebut perlu dilakukan sebuah perencanaan jaringan trayek angkutan umum ranting dan kebutuhan armadanya yang sesuai dengan konsep perundang-undangan. Diharapakan dari perencanaan tersebut dapat mengurangi overlapping dan mengakomodasi seluruh wilayah perkotaan agar terlayani oleh angkutan umum. Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk perencanaan jaringan trayek ranting adalah menggunakan pendekatan analisa empat tahap (four method),. untuk mengetahui potensi demand penumpang dimasa sekarang dan mendatang menggunakan metode furness, sedangkan untuk mendapatkan jumlah kebutuhan angkutan umum trayek ranting menggunakan pedoman teknis penyelenggaraan angkutan umum dalam trayek tetap dan teratur. Dari Penelitian dan pengolahan data yang dilakukan, didapatkan perencanaan jaringan 8 rute trayek ranting dan 182 armada angkutan umum yang dibutuhkan untuk dialihkan ke trayek ranting

    Suwuk Gropak Dalam Karawitan Pakeliran Wayang Kulit Gaya Yogyakarta

    No full text
    Suwuk gropak adalah suwuk yang terjadi pada irama I dengan laya seseg, sehingga mengakibatkan perubahan teknik tabuhan pada instrumen bonang barung, bonang penerus, peking dan kendang. Penerapan suwuk gropak dalam karawitan pakeliran berfungsi untuk mendukung suasana adegan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskripsi-analisis tentang beberapa pengertian suwuk, tentang karawitan pakeliran dan penyajian suwuk gropak. Penulis mengalisis perubahan tabuhan berdasarkan perbandingan tabuhan suwuk antal dengan suwuk gropak. Tulisan ini juga menganalisis fungsi suwuk gropak berdasarkan pemahaman alur cerita yang disampaikan dalang melalui kandha, janturan, antawacana, dan sulukan. Perubahan teknik tabuhan suwuk gropak terjadi pada beberapa gatra sebelum gong dengan menyederhanakan pola tabuhan. Fungsi suwuk gropak dalam karawitan pakeliran untuk mendukung suasana yang sifatnya individual (satu tokoh), secara kelompok (melibatkan banyak tokoh
    corecore