7,924 research outputs found

    Biografi K.H. Muhammad Arwani Amin (1905-1994)

    Get PDF
    Skripsi ini memiliki tiga fokus penelitian, yaitu: Bagaimana sejarah hidup dan kontruksi sosial yang melatar belakangi kehidupan K.H. Muhammad Arwani Amin. Bagaimana sejarah pendidikan K.H. Muhammad Arwani Amin di pesantren. Bagaimana posisi dan peran K.H. Muhammad Arwani Amin dalam masyarakat. K.H. Muhammad Arwani Amin dikenal sebagai ahli ilmu agama, beliau juga di kenal sebagai penghafal al-Qur'an dan pemimpin Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah. Sebagai seorang ulama atau kiai, beliau memiliki posisi dan peran yang penting dalam masyarakat. Walaupun beliau tidak pemah aktif dalam kegiatan organisasi, baik organisasi sosial politik maupun organisasi kemasyarakatan. Secara umum penelitian ini adalah penelitian historis yang mencoba menarasikan sejarah K.H. Muhammad Arwani Amin, dan penelitian ini menggunakan sejarah naratif yaitu penulis mendeskripsikan tentang masa lampau dengan merekonstruksikan apa yang terjadi, serta diuraikan sebagai cerita, dengan perkataan lain kejadian-kejadian penting diseleksi dan diatur menurut poros waktu sedemikian sehingga tersusun sebagai cerita. Adapun metode yang digunakan oleh peneliti dalam penulisan sejarah ini adalah: Heuristik (mencari dan menemukan data), Kritik, Interpretasi (Penafsiran) dan Historiografi. Dari penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa K.H. Muhammad Arwani Amin adalah tokoh yang sangat berpengaruh di Kota Kudus. Beliau sangat dihonnati baik oleh santri, masyarakat ataupun pejabat. Beliau juga telah berkontribusi dalam membangun pola hubungan kemasyarakatan di Desa Kajeksan (Kudus) dan sekitamya menjadi lebih baik

    REKONSTRUKSI SANAD QIRA’AT INDONESIA (Studi Analisis Sanad KH. Muhammad Munawwir dan KH. Muhammad Arwani)

    Get PDF
    Tesis ini dilatarbelakangi oleh diskursus mengenai perbedaan sanad qira‘at di Indonesia milik KH. M. Munawwir dan KH. M. Arwani, yang mana keduanya adalah antara murid dan guru. Meskipun sama-sama berawal dari qira‘at ‗Ashim dari riwayat Hafs dari jalur ‗Ubaid ibn al-Shabbah yang keduanya memiliki sanad yang shahih dan bisa merepresentasikan validitas atas qira‘at al-Qur‘an yang bersumber dari Rasulullah SAW. Persoalan yang muncul kemudian adalah Mengapa bisa berbeda antara sanad kedua tokoh tersebut yakni antara guru dan murid (KH. M. Munawwir dan KH. M. Arwani)? Bagaimana rekonstruksi susunan sanad qira‘at keduanya? Dengan latar belakang tersebut mendorong penulis untuk meneliti, menemukan dan menganalisis Rekonstruksi Sanad Qira‘at Indonesia antara KH. M. Munawwir dan KH. M. Arwani. Kedua tokoh ini dipilih karena beliau berdua adalah ulama qira‘at paling tua dan termasyhur di Indonesia dan mayoritas sanad qiraat yang ada di Indonesia melewati jalur kedua perawi tersebut. penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengungkap bagaimana analisis perbedaan dan kritik sanad qira‘at Indonesia antara KH. Muhammad Munawwir dan KH. Muhammad Arwani. 2) Menjelaskan bagaimana rekonstruksi sanad qira‘at Indonesia antara KH. Muhammad Munawwir dan KH. Muhammad Arwani. Ruang lingkup pembahasan dan penelitian disini bersifat kombinasi yaitu literer (library research) dan lapangan (field research). Data diperoleh dengan mengkaji lembar sanad qira‘at keduanya. Di samping itu juga dari kitab-kitab yang membahas tentang sanad qira‘at dan wawancara dengan tokoh ulama yang melanjutkan transmisi sanad qira‘at keduanya, selanjutnya dikomparasikan dan dianalisis persamaan dan perbedaan keduanya, dengan menggunakan teori analisis-komparatif dan kritik sanad qira‘at. Hasil penelitian, Pertama; dari sisi urutan nomor seperti sanad yang dari PP. al-Munawwir urutan pertama adalah Rasulullah saw. Sehingga sampai KH. M. Munawwir pada urutan ke-28, sedangan dari PP. Yanbu‘ul Qur‘an urutan pertama adalah Allah swt, ke-2 Malaikat Jibrilas., ke-3 Rasulullah saw. dan seterusnya, sehingga urutan KH. M. Munawwir urutan ke-33. Kedua; Dari sisi gurunya KH. M. Munawwir seperti dalam sanad PP. al-Munawwir adalah ‗Abd al-Karim ibn H.‘Umar al-Badriy al-Dimyathiy, dan dari PP. Yanbu‘ul Qur‘an adalah Syaikh Yusuf Hajar al-Dimyathi, maka sebagaimana dalam manaqib, maka sanad PP. al-Munawwir adalah Sanad Qira'ah Imam ‗Ashim Riwayat Hafsh Thariq ‗Ubaid ibn al-Shabbah, dan sanad PP. Yanbu‘ul Qur‘an adalah bagian dari sanad qira‘at sab‘. Ketiga; dari sisi perbedaan rawi seperti dalam sanad PP. Yanbu‘ul Qur‘an ada delapan rawi yang berbeda dengan sanad PP. al-Munawwir, yaitu Abu al-Na‘im Ridhwan al-‗Aqabi, Abu al-Su‘ud bin Abi al-Nur, Ahmad bin ‗Umar al-Isqathi dan ‗Abd al-Rahman al-Syafi‘i, Ahmad ibn ‗Abd al-Rahman al- Absyihiy, Hasan ibn Ahmad al-‗Awadil, Sa‘ad ‗Antar al-Dimyati dan Yusuf Hajar al-Dimyathi

    METODE DAKWAH BERBASIS SANAD: STUDI TRADISI PENGAJARAN DAN KETELADANAN K.H. MUHAMMAD ARWANI AMIN SA’ID KUDUS

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh melemahnya otoritas moral dan spiritual dalam dakwah Islam modern yang cenderung pragmatis dan retoris. Kajian ini bertujuan menganalisis metode dakwah berbasis sanad yang dipraktikkan K.H. Muhammad Arwani Amin Sa’id di Pesantren Yanbu‘ul Qur’an Kudus sebagai model dakwah yang menekankan kesinambungan antara ilmu (‘ilm), adab, dan amal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) melalui telaah terhadap karya, biografi, dan literatur tentang tradisi pengajaran Arwani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanad dalam dakwah Arwani berfungsi sebagai sistem transmisi nilai yang menyatukan dimensi keilmuan, moral, dan spiritual melalui praktik talaqqi, mushafahah, dan keteladanan (uswah hasanah). Pendekatan ini membentuk integrasi antara sanad al-‘ilm, sanad al-adab, dan sanad al-amal yang menghasilkan dakwah bil hal yang otentik dan transformatif. Simpulan penelitian menegaskan bahwa metode dakwah berbasis sanad relevan sebagai paradigma dakwah kontemporer yang berakar pada tradisi dan berorientasi pada pembentukan karakter. Implikasinya, model ini dapat direaktualisasi dalam pendidikan dan dakwah digital untuk memperkuat otoritas keilmuan, etika, serta moderasi keulamaan di era modern. &nbsp

    Pioneers of Library Movement in Pakistan

    Get PDF
    The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders

    Integrasi ilmu agama Islam dan sains dalam pendidikan perspektif Muhammad Fethullah Gulen

    Get PDF
    Skripsi ini memfokuskan pada hakikat dan pengintegrasian ilmu agama Islam dan sains dalam pendidikan perspektif Muhammad Fethullah Gulen. Untuk mengupas integrasi itu, penelitian skripsi ini memunculkan rumusan masalah sebagai berikut: pertama, bagaimana hakikat ilmu agama Islam menurut Muhammad Fethullah Gulen? Kedua, bagaimana pandangan Muhammad Fethullah Gulen terhadap sains? Ketiga, bagaimana integrasi ilmu agama Islam dan sains dalam pandangan Muhammad Fethullah Gulen? Untuk mendapatkan kesimpulan, skripsi ini mengunakan pendekatan historis, metode kepustakaan, dan analisis pemikiran tokoh. Setelah data terkumpul dan tercatat dengan baik, maka langkah selanjutnya adalah menganalisa data. Proses analisa data dimulai dari menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu buku karya Muhammad Fethullah Gulen dan tokoh-tokoh yang membahas tentang pendidikan Islam dan sains dalam pandangan Muhammad Fethullah Gulen. Dari data-data yang dikumpulkan dan dianalisis, ditemukan hasil sebagai berikut: ilmu agama Islam menurut Gulen adalah salah satu bidang pelajaran pokok yang harus dipelajari oleh peserta didik, yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik. Sedangkan sains mengarahkan kecerdasan menuju kebahagian akhirat tanpa mengharapkan keuntungan materi, melakukan pengkajian tak kenal lelah dan terperinci tentang alam semesta untuk menemukan kebenaran mutlak yang mendasarinya. Dalam pengintegrasiannya Gulen mengusulkan sebuah sistem pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai moral. Yakni dengan mendirikan lembaga pendidikan sekolah modern yang berbasis ilmu pengetahuan dan ilmu agama

    RELEVANSI PRODUKSI AIR MINUM KH-Q DENGAN WASIAT KH. MUHAMMAD ARWANI BERDASARKAN AYAT WA LĀ TAṠTARŪ BI ᾹYĀTĪ ṠAMANĀN QALĪLĀN

    Get PDF
    This paper contains the search for the meaning of buying and selling verses contained in Qs. al-Baqarah verse 41 and the context of its use in the Qur’an according to the mufassir's perspective, as well as the perspective of KH. Muhammad Arwani, in an effort to find answers to the assumptions of some people regarding the production of Kh-Q drinking water by PT. Buya Barokah is under the auspices of the Arwaniyyah Foundation Business Entity which is temporarily viewed by some as an act of trading verses. The author uses the maudhui thematic method as a whole verse and the interview method with zurriyyah (Family) and related people as well as observations to collect data and analyze it in order to find answers that can be accounted for. in this case the author uses analytica l descriptive method. The results of the study show that there is no element of searching for something worldly from selling Kh-Q and not like what is contained in Qs. al-Baqarah verse 41, so the author does not find any relevance between Kh-Q products and KH. Muhammad Arwani’s testament regarding the prohibition of trading verses based on Qs. al-Baqarah verse 41

    Kriteria hadis sahih menurut Ahmad Ibn Muhammad Ibn al-Siddiq al-Ghumari

    Get PDF
    Al-Qur’an dan Hadis merupakan sumber utama umat Islam, al-Qur’an turun secara mutawatir, sehingga tidak perlu dilakukan penelitian, berbeda dengan hadis yang kebanyakan adalah ahad, maka perlu dilakukan penelitian terhadap hukum hadis tersebut. Usaha melakukan kritik hadis untuk menilai kesahihan atau kedaifan sebuah hadis terus berlanjut sampai pada masa kontemporer sekarang ini, di antara ulama kontemporer yang meneliti hadis adalah Ahmad ibn Muhammad ibn al-Siddiq al-Ghumari, ia meneliti beberapa hadis dalam karya-karyanya, Dalam penelitian ini, penulis membahas “Kriteria Hadis Sahih menurut Ahmad ibn Muhammad ibn al-Siddiq al-Ghumari”. Karena dalam penelitiannya terkadang berlawanan dengan mayoritas ulama hadis, sehingga memunculkan rumusan masalah sebagai berikut: Pertama, apa yang melatarbelakangi Ahmad ibn Muhammad al-Siddiq al-Ghumari dalam tashih dan meneleliti beberapa hadis? Kedua, apa kriteria hadis sahih menurut Ahmad ibn Muhammad al-Siddiq al-Ghumari? Ketiga, apa implikasi yang ditimbulkan dari kriteria hadis sahih menurut Ahmad ibn Muhammad ibn al-Siddiq al-Ghumari? Penelitian ini bersifat kualitatif, dan model penelitiannya termasuk katagori penelitian literer atau studi pustaka dengan objek berupa naskah-naskah, baik dari buku-buku maupun naskah lainnya yag berhubungan dengan persoalan yang akan dibahas. Penulis berusaha mengungkap pemikiran yang diinginkan oleh peneliti hadis sehingga dapat diambil sebuah kesimpulan dari tata cara penilaian tersebut dan kriteria-kriteria hadis sahih yang dimaksudkan oleh peneliti hadis. Hasil penelitian ini adalah Ahmad al-Ghumari dalam tashih beberapa hadis mempunyai latar belakang beraneka ragam di antaranya adalah: memerangi taqlid untuk menuju pintu ijtihad, membenarkan kesalahan yang dilakukan oleh para ulama, menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya, menjelaskan kepada masyarakat dan taassub (fanatik) terhadap ahl al-bayt atau mazhab. Dan kriteria hadis sahih menurutnya adalah: rawi thiqah (adil wa dabit}, tidak shadh, tidak terdapat ‘illah serta adanya mutaba‘ah atau shawahid ketika dibutuhkan. Implikasi yang ditimbulkan dari kriteria tersebut adalah terdapat hadis yang telah dinilai oleh mayoritas ulama hadis dengan daif, menjadi sahih dalam penilaiannya dikarenakan ia mempunyai kriteria sendiri terkait hadis sahih

    TELAAH KITAB FAIDH AL-BARAKÂT FÎ SAB’I QIRÂAT KARYA K.H. MUHAMMAD ARWANI AMIN

    No full text
    Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan dengan bahasa Arab. Hal inilah yang membuat Al-Quran memiliki semua hal yang terkandung dalam bahasa Arab termasuk didalamnya berbagai macam dialek(lajnah)dari suku-suku Arab yang berbeda-beda. Berbagai dialek tersebut membuat bacaan Al-Quran untuk suatu kata tertentu memiliki berbagai macam versi. Berbagai macamversi bacaan tersebut yang kemudian dikenal dengan qiraat. Untuk merespon hal tersebut maka Nabi sebagai pemegang otoritas utama wahyu alQuran memperbolehkan pembacaan al-Quran dengan berbagai versi bacaan dengan syarat bacaan tersebut harus atas persetujuaan Nabi Muhammad. Jadi macam-macam bacaan al-Quran telah mantap pada masa Rasulullah SAW dan beliau ajarkan kepada para sahabatnya dan bukanlah hasil kreasi ataupun hasil ijtihad para imam qiraat sendiri. Pada perkembangannya ada banyak sekali qiraat yang beredar di masyarakat, maka dari itu para ulama menetapkan syarat-syarat sebuah qiraat bisa di terima. Syarat-syarat tersebut adalah sanadnya sampai kepada Nabi Muhammad, sesuai dengan rasm al-Utsmani, dan sesuai dengan dengan kaidah bahasa Arab. dari banyak qiraat yang ada akhirnya para ulama mampu menyeleksi tujuh qiraat yang dikenal dengan Qiraat Sab’ah. Ada banyak sekali ulama yang mengupas perihal tentang Qiraat Sab’ah dan salah satunya adalah K.H. Arwani Amin dengan karyanya yang berjudul” Faidh al-Barakât fî Sab’i Qirâat”. Inilah adalah karya dibidang qiraat pertama yang dihasilkan oleh orang Indonesia sehingga karya ini menjadi menarik untuk dikaji lebih dalam. Kata kunci: qiraat, Qiraat Sab’ah, Faidh al-Barakât fî Sab’i Qirâa

    The Complete Muhammad Ali

    No full text
    Including material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Intro -- DEDICATION -- INTRODUCTION -- The Curious History of an Icon -- CHAPTER 1 -- CHAPTER 2 -- CHAPTER 3 -- CHAPTER 4 -- CHAPTER 5 -- CHAPTER 6 -- CHAPTER 7 -- Did the Secret Government Fear a U.S. Muslim/Overseas Muslim Alliance? -- CHAPTER 8 -- CHAPTER 9 -- The Break Between the Prophet and his Disciple -- CHAPTER 10 -- CHAPTER 11 -- CHAPTER 12 -- The GOAT (Greatest Of All Time): Ali or Louis? -- CHAPTER 13 -- The Nation of Islam, the Mob, Showdowns in Canada and Sonny Liston -- CHAPTER 14 -- CHAPTER 15 -- The Taunts: Marketing or Racism? -- CHAPTER 16 -- CHAPTER 17 -- CHAPTER 18 -- CHAPTER 19 -- Boxing and the Brain -- CHAPTER 20 -- Ali's Feet -- CHAPTER 21 -- Mr. Dick -- CHAPTER 22 -- CHAPTER 23 -- The Opening Ceremonies, November 2005 -- CHAPTER 24 -- December 2005, Las Vegas -- CHAPTER 25 -- CHAPTER 26 -- June 16, 2004 -- CHAPTER 27 -- CHAPTER 28 -- CHAPTER 29 -- Aix-en-Provence -- CHAPTER 30 -- Ali as a Black Nationalist -- San Francisco, January 2004 Black Liberation Book Fair -- CHAPTER 31 -- January 31, 2004 -- CHAPTER 32 -- October 2005, Chicago -- CHAPTER 33 -- Why Ali remained with Elijah instead of following Malcolm -- CHAPTER 34 -- CHAPTER 35 -- February 4, 2006, Oakland, California -- CHAPTER 36 -- Like Zeus Descending from Mount Olympus -- CHAPTER 37 -- CHAPTER 38 -- Tuesday, February 28, 2006, New York -- CHAPTER 39 -- Bigger Than Boxing -- CHAPTER 40 -- Tribes Gallery, New York, April 2006 -- CHAPTER 41 -- June 2006, Louisville, Kentucky -- CHAPTER 42 -- CHAPTER 43 -- CHAPTER 45 -- Bad Company -- CHAPTER 46 -- Coxson, A Very Charming Rogue -- CHAPTER 47 -- Ali and the largest embezzlement scheme in Wells Fargo history -- CHAPTER 48 -- CHAPTER 49 -- "Lonnie is a stabilizing force."-Harry Belafonte -- October 29, 2006 -- CHAPTER 50 -- Abdul Rahman -- CHAPTER 51 -- CHAPTER 52 -- CHAPTER 53How Will Ali Be Remembered? New York, January 8, 2005 -- CHAPTER 54 -- CONCLUSION -- AFTERWORD -- Boxers' Rights? -- BIBLIOGRAPHY -- MUHAMMAD ALI -- ISLAM AND NATION OF ISLAM -- BOXING -- RELATED SUBJECTS -- ALSO AVAILABLE FROM BARAKA BOOKSIncluding material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Description based on publisher supplied metadata and other sources.Electronic reproduction. Ann Arbor, Michigan : ProQuest Ebook Central, YYYY. Available via World Wide Web. Access may be limited to ProQuest Ebook Central affiliated libraries

    PERAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA DAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT (Studi Kasus BUMDes Sejahtera Desa Kemirigede Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar)

    Get PDF
    Skripsi dengan judul “Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa Dan Perekonomian Masyarakat (Studi Kasus BUMDes Sejahtera Desa Kemirigede Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar).” Penelitian ini diteliti oleh Muhammad Arwani Arif NIM. 12402193190 dengan dosen pembimbing Bapak Muhamad Aqim Adlan M.E.I. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya arahan pemerintah untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di tiap desa di Indonesia. BUMDes dibentuk untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, banyak desa yang mendirikan BUMDes guna mengelola potensi desa tersebut. Keberadaan BUMDes yang terbentuk menjadi fakta sosial bagi peneliti untuk mengkaji dampak perannya terhadap perekonomian dan Pendapatan Asli Desa (PADesa). Fokus penelitian ini adalah: (1) Bagaimana peran BUMDes Sejahtera dalam menigkatkan Pendapatan Asli Desa dan perekonomian masyarakat di Kemirigede? (2) Bagaimana kendala internal dan eksternal BUMDes Sejahtera dalam menigkatkan Pendapatan Asli Desa dan perekonomian masyarakat di Kemirigede? (3) Bagaimana solusi terhadap kendala yang dilakukan BUMDes Sejahtera dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa dan perekonomian masyarakat di Kemirigede? Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder, diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk memastikan keabsahan temuan, peneliti menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) BUMDes Sejahtera memainkan peran penting dalam meningkatkan perekonomian dan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui program-program seperti pembukaan unit usaha dan fungsi sebagai fasilitator pengembangan unit usaha masyarakat. BUMDes Sejahtera juga berperan sebagai mediator dalam mengelola badan usaha serta sebagai motivator untuk mendorong keberadaan unit usaha. (2) BUMDes menghadapi kendala internal, seperti kurangnya kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kekurangan modal, serta kendala eksternal, seperti tunggakan pembayaran angsuran dan persaingan pasar. (3) Solusi untuk kendala internal melibatkan pelatihan berkala, studi banding, dan pencarian bantuan modal. Sementara itu, untuk mengatasi kendala eksternal, BUMDes Sejahtera menerapkan pendekatan persuasif untuk menangani tunggakan angsuran anggota, menambah segmen pasar dengan menjalin mitra, dan meningkatkan SDM untuk menghasilkan inovasi produk. Kata Kunci: PADes, Peran BUMDes, Perekonomian Masyarakat
    corecore