1,721,151 research outputs found

    Optimalisasi Program Nol Jamban di Bantaran Sungai Arut Kecamatan Arut Selatan

    Full text link
    The Arut River is a river that flows in South Arut District, West Kotawaringin Regency, Central Kalimantan. Communities along the Arut River use the river for transportation and fishing; the community also uses the Arut River as latrines. The habitual behaviour of the open defecation community on the banks of the Arut River is of concern to the local government. Based on the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 03 of 2014 concerning STBM on the first pillar, namely STOP BABS, the West Kotawaringin Regency Government is promoting the Zero Latrine Movement Program. This program aims to stop the spread of diseases from open defecation and provide essential services to the community. This study aimed to formulate a strategy for optimizing the Zero Latrine Movement Program with a Community Participatory Approach in the Arut Riverbanks, South Arut District. The method used in this research is descriptive qualitative research,supported  by primary data and secondary data. Primary data were collected through observation and interviews, and secondary data  were in the form of an inventory of PUPR Office data for Kotawaringin Barat Regency. The study results found that the factors hindering the Optimization of the Zero Latrine Movement Program were the Budget/Funds, Infrastructure and Human Resources factors. The strategy that the government can implement to optimize  the zero-latrine program is to continue to approach and socialize, involve the private sector and local companies, and participate in the community.Sungai Arut adalah sungai yang mengalir di Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Masyarakat bantaran Sungai Arut menggunakan sungai sebagai sarana tranportasi dan mencari ikan, namun sungai tersebut juga digunakan masyarakat sebagai jamban. Perilaku kebiasaan masyarakat BABS di bantaran Sungai Arut menjadi perhatian pemerintah setempat. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2014 tentang STBM pada pilar pertama yaitu STOP BABS maka Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menggalakan Program Gerakan Nol Jamban. Program ini bertujuan untuk memutus penyebaran penyakit yang diakibatkan dari perilaku BABS dan untuk memenuhi layanan dasar kepada masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi Optimalisasi Program Gerakan Nol Jamban di Bantaran Sungai Arut Kecamatan Arut Selatan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskritif kualitatif yang didukung berupa data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara, data sekunder berupa Inventarisasi data Dinas PUPR Kabupaten Kotawaringin Barat. Hasil penelitian di dapati faktor-faktor yang menghambat Optimalisasi Program Gerakan Nol Jamban yaitu faktor anggaran/ dana, sarana prasarana dan sumber daya manusia. Strategi yang dapat dilakukan pemerintah dalam optimalisai program nol jamban yaitu terus melakukan pendekatan dan sosialisasi, melibatkan pihak swasta dan perusahaan setempat serta adanya partisipasi masyarakat

    Perancangan Kampung Wisata Apung di Sungai Arut dengan Pendekatan Ecoturism

    Full text link
    ABSTRACT Sungai Arut used to play an important role in the development of culture and the economy of the Pangkalan Bun community, but because of the shift in people's lifestyles, now the Arut river has become less of a concern so that the Sungai Arut is dead and abandoned. Because of that, now the Pangkalan Bun government is starting to plan to revitalize the Arut River again. Therefore, with the design of a floating tourism village, it is a supporting facility that is presented in a structure of community life, in which in the floating tourism village tourists can live or be close to a traditional environment. The goal is to be able to learn about community life in the area around the Arut river. The design of floating tourism villages uses an ecotourism approach, so that the design process will pay more attention to issues related to social, environmental and community culture. So that the analysis stage considers maximizing the use of natural resources, cultural exploration, and interaction between visitors and communities around the river. The results of the design of a floating tourism village on the Arut river with an ecotourism approach, namely the design of a cultural tourism village that is friendly to the environment and the community. ABSTRAK Sungai Arut dulunya berperan penting terhadap perkembangan kebudayaan serta perekonomian masyarakat Pangkalan Bun, akan tetapi karena pergeseran gaya hidup masyarakat, kini sungai arut menjadi kurang diperhatikan, sehingga Sungai Arut menjadi mati, dan terbengkalai. Karena hal itu, kini pemerintah Pangkalan Bun mulai merencakan untuk merevitalisasi sungai arut kembali. Dengan adanya perancangan kampung wisata apung, merupakan suatu fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu sturuktur kehidupan masyarakat, yang mana pada kampung wisata apung tersebut para wisatawan dapat tinggal atau berdekatan dengan lingkungan tradisional. Tujuannya ialah untuk dapat belajar mengenai kehidupan masyarakat pada wilayah seitar sungai arut. Pada perancangan Kampung wisata apung menggunakan pendekatan ecotourism, sehingga dalam proses perancangannya akan lebih memperhatikan isu terkait sosial, lingkungan dan budaya masyarakat. Sehingga pada tahapan analisis lebih mempertimbangkan terkait pemaksimalan penggunaan SDA, ekplorasi budaya, serta interaksi antar pengunjung dan masyarakat sekitar sungai. Adapun hasil dari perancangan kampung wisata apung di sungai arut dengan pendekatan ecotourism yaitu rancangan kampung wisata budaya yang ramah terhadap lingkungan, dan masyarakat

    KARAKTER RUANG JAMBAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN BANTARAN SUNGAI ARUT (Studi Kasus : Kawasan Bantaran Sungai Arut di Kelurahan Mendawai)

    Full text link
    Ruang merupakan sesuatu yang dapat dilihat dan diraba, menjadi teraba karena memiliki karakter yang jelas berbeda dengan semua unsur lainnya. Urban space merupakan terbentuknya dari dinding fasade bangunan dan lantai yang pada dasarnya dibedakan oleh karakter yang menonjol seperti kualtitas yang melingkupi dan aktivitas yang berlangsung (Paul D. Spreign, 1969). Permukiman bantaran sungai arut di kelurahan mendawai masyarakat sebagian besar masyarakat tinggal di bantaran sungai arut masih menggunakan jamban di atas sungai arut. Jamban di atas sungai arut yang masih digunakan sampai saat ini bagi masyarakat yang belum mempunyai jamban di dalam rumah. jamban mempunyai ruang halaman jamban yang digunakan masyarakat sebagai tempat beraktivitas seperti mandi, mencuci, anak-anak bermain, memancing, penyeberangan perahu dan tambatan perahu. Metode pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan rasionalistik. Alat analisis yang digunakan yaitu diskriptif untuk mendapatkan informasi tentang ruang jamban yang berada pada kawasan permukiman bantaran sungai arut dan mengetahui karakter ruang jamban pada kawasan permukiman bantaran sungai arut di Kelurahan Mendawai. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tentang sistem perilaku masyarakat yang memanfaatkan ruang jamban sebagai tempat aktvitas dan sistem sitem ruang yang memiliki karakter ruang jamban tidak hanya di manfaatkan menjadi ruang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti MCK (mandi, cuci, kakus), namun juga untuk memenuhi kebutuhan seperti tempat anak-anak bermain, memancing, tambatan perahu, dan penyeberangan perahu. Kata Kunci: permukiman, bantaran, jamban, dan sunga

    Tanggapan Masyarakat Terhadap Rencana Pengembangan Kawasan Waterfront City Di Sungai Arut Pangkalan Bun

    No full text
    Sungai Arut merupakan anak Sungai Lamandau, sungai ini memiliki panjang kurang lebih 250 Km, dengan kedalaman rata-rata 4 – 6 meter dan lebar rata-rata 36-100 meter. Panjang Sungai Arut yang dapat digunakan untuk alur pelayaran sepanjang 190 Km. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat tanggapan masyarakat pinggiran Sungai Arut mengenai rencana pengembangan Waterfront City pada pinggiran Sungai Arut Pangkalan Bun. Metode yang digunakan untuk acuan dalam analisis data pada penelitian ini memakai Metode Statistik Deskriptif, Metode statistic Nilai Rata-rata (Mean) dan Metode statistic, Nilai Presentase dengan menggunakan bantuan program SPSSversi 22. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor pengembangan kawasan dengan mean 3,82 menjadi faktor dengan nilai mean tertinggi yang mempengaruhi tingkat tanggapan masyarakat pinggiran Sungai Arut terhadap rencana pengembangan Waterfront City di sungai Arut Pangkalan Bun

    Pemanfaatan Alokasi Dana Desa di Kecamatan Arut Selatan (Studi Kasus Desa Pasir Panjang, Desa Natai Raya, dan Desa Kenambui Kecamatan Arut Selatan)

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran pemanfaatan Alokasi Dana Desa di Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat , serta faktor-faktor penunjang dan penghambat yang mempengaruhi pemanfaatan dan strategi yang harus dilakukan dalam rangka keberhasilan implementasi kebijakan selain itu juga akan memberikan rekomendasi bagi Pemerintah Daerah dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dimana instrumen utama dalam penelitian adalah peneliti sendiri. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan data sekunder yang berkaitan dengan situasi dan kondisi empiris implementasi Kebijakan . Dalam penelitian ini,penulis juga menggunakan penelitian survey guna memperoleh data primer mengenai kebijakan Alokasi dana desa di Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat. Dengan berdasarkan data yang ada, penulis berupaya mendiskripsikan/menggambarkan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AlokasiDana Desa (ADD) di Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat berjalan cukup lancar. Namun demikian apabila dikaitkan dengan pencapaian tujuan, pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat belum optimal. Meskipun tujuan peningkatan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, telah terlaksana secara optimal, namun tujuan adanya peningkatan kemampuan lembaga kemasyarakatan di desa dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian pembangunan belum beijalan secara optimal. Demikian juga tujuan peningkatan partisipasi swadaya gotong royong masyarakat belum optimal. Beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat adalah komunikasi, kemampuan sumber daya, sikap pelaksana, struktur birokrasi, lingkungan serta ukuran dan tujuan kebijakan

    Kualitas Layanan Jasa, Harga dan Lokasi dalam Mempengaruhi Loyalitas Pelanggan di Bintang Arut Motor Lamongan

    Full text link
    The purpose of this study was to determine and analyze the quality of service, price and location affect customer loyalty in the Bintang Arut Motor Lamongan business. Tests on the accuracy of respondents' reactions were carried out by distributing questionnaires at Bintang Arut Motor Lamongan and were consumers and customers with a total of 97 respondents. The test method uses Multiple Linear Regression Analysis with SPSS for Windows Version 24 Program. The conclusions obtained are that: (1) Service Quality has a significant positive effect on Customer Loyalty (Y) at Bintang Arut Motor Lamongan; (2) Price has a significant positive effect on Customer Loyalty (Y) at Bintang Arut Motor Lamongan; (3) Location has a positive and insignificant effect on Customer Loyalty (Y) at Bintang Arut Motor Lamongan; (4) Service Quality, Price and Location have a simultaneous effect on Customer Loyalty (Y) at Bintang Arut Motor Lamongan. This shows that Customer Loyalty (Y) at Bintang Arut Motor Lamongan can be explained by 62% by the independent variable, namely Quality Services (X1), Price (X2) and Location (X3). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kualitas layanan jasa, harga dan lokasi berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan di usaha Bintang Arut Motor Lamongan. Pengujian terhadap ketepatan reaksi responden dilakukan dengan membagikan kuesioner di Bintang Arut Motor Lamongan dan merupakan konsumen dan pelanggan dengan jumlah 97 responden.Metode pengujian menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda dengan Program SPSS for Windows Versi 24. Kesimpulan yang diperoleh bahwasannya: (1) Kualitas Layanan Jasa berpengaruh positif signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) di Bintang Arut Motor Lamongan; (2) Harga berpengaruh positif signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) di Bintang Arut Motor Lamongan; (3) Lokasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) di Bintang Arut Motor Lamongan; (4) Kualitas Layanan Jasa, Harga dan Lokasi berpengaruh secara simultan terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) di Bintang Arut Motor Lamongan.. Hal ini menunjukkan bahwa Loyalitas Pelanggan (Y) di Bintang Arut Motor Lamongan dapat dijelaskan sebesar 62% oleh variabel independen yaitu Kualitas Layanan Jasa (X1), Harga (X2) Dan Lokasi (X3).Keywords: Service Quality; Price; Location and Loyalt

    Skripsi : Pemanfaatan Program Jaminan Persalinan Berdasarkan Karakteristik Ibu Di Wilayah Kerja Puskesmas Arut Selatan Kecamatan Arut Selatan kabupaten Kota Waringin Barat Tahun 2012

    No full text
    Program Jaminan Kesehatan ( Jampersal ) adalah upaya dari pemerintah untuk menurunkan Angka Kematian Ibu ( AKI ) dan Angka Kematian Bayi ( AKB ). Tujuan penelitian ini mengetahui pemanfaatan Program Jampersal berdasarkan karakteristik ibu di wilayah kerja di puskesmas Arut Selatan kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kota Warigin tahun2012.82 hal : 29,7 X 21 c

    Analisis Kualitas Air Sungai Arut Akibat Pola Penggunaan Lahan diKota Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah

    Full text link
    Sumber daya air haruslah dijaga dan dilestarikan agar tetap dapat dimanfaatkan dengan baik oleh manusia dan juga mahkluk hidup lainnya. Sejak lama Sungai Arut telah menjadi tumpuan utama dalam pemenuhan kebutuhan air sehari-hari masyarakat asli dan sekitar sungai semenjak Kota Pangkalan Bun didirikan pada tahun 1530 hingga sekarang. Namun pencemaran sudah mulai terjadi di Sungai Arut yang disebabkan rusaknya area hulu dan juga aktivitas manusia yang ada di sepanjang Sungai Arut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nilai kualitas air/status mutu air Sungai Arut serta mengetahui tingkat pencemaran air di beberapa pola pemanfaatan lahan di Sungai Arut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel air diambil di lima lokasi pada beberapa tipe penggunaan lahan, kemudian dilakukan pengujian laboratorium meliputi TSS, Suhu, DO, BOD, COD, Amonia, Fosfat, pH, dan total Coliform. Kemudian hasil tersebut dibandingkan dengan baku mutu Air sungai berdasar PP No.82 tahun 2001 untuk mengetahui tingkat pencemarannya. Untuk mengevaluasi nilai kualitas air sungai digunakan metode Indeks Pencemaran berdasar Kepmen LH No.115 tahun 2003, sehingga dapat ditentukan status mutu air dan juga dapat atau tidak nya Sungai Arut dipergunakan untuk peruntukkan tertentu berdasarkan parameter tertentu. Hasil penelitian ini yang pertama menunjukkan bahwa dari lima lokasi pengambilan sampel, baku mutu air Sungai Arut sudah tidak memenuhi syarat sebagai air kelas II untuk parameter suhu, TSS, BOD, COD, DO, Amonia, dan juga fosfat. Kedua didapatkan hasil bahwa parameter amonia sebagai parameter yang paling signifikan nilai indeks pencemarannya di tiga dari lima lokasi titik sampling. Kesimpulan dari penelitian ini yang pertama adalah debit terbesar tercatat di area hilir senilai 113,616 m3/s, kedua adanya tiga sumber pencemar utama di Sungai Arut yaitu air limpasan perkebunan sawit, limbah dari area perdagangan, dan juga limbah dari area permukiman penduduk. Terakhir, bahwa Sungai Arut tidak dapat dipergunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar sebagaimana peruntukannya sebagai air kelas II, sebab kadar amonium yang terkandung di seluruh lokasi titik sampling telah melewati baku mutu dan kadar yang mampu ditoleransi oleh ikan air tawar senilai 0,05 mg/L. Saran yang dapat diberikan adalah agar pemerintah dan juga warga dapat lebih sadar akan tiga sumber pencemar utama yang ada di Sungai Arut, dan juga melakukan langkah-langkah untuk mengurangi tingginya kadar amonia dalam air di Sungai Aru

    Peranan Perpustakaan Keliling Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Sd Se Kecamatan Arut Selatan Kotawaringin Barat

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan perpustakaan keliling dalam meningkatkan minat baca siswa SD sekecamatan Arut Selatan Kotawaringin Barat. Penyusunan kerangka berpikir didasarkan pada teori tentang peranan, perpustakaan minat baca dan siswa SD Berdasarkan kerangka berpikir tersebut diambil sebuah hipotesis yaitu ada peranan perpustakaan keliling dalam meningkatkan minat baca siswa SD sekecamatan Arut Selatan Kotawaringin Barat. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa SD sekecamatan Arut Selatan yang mengunjungi perpustakaan keliling, terdiri dari kelas I sampai dengan kelas VI yang berjumlah 578 siswa dari 4 (empat) SD yang di kunjungi perpustakaan keliling. Dari jumlah tersebut diambil sampel kelas IV sampai dengan kelas VI, dengan menggunakan teknik purposive sampling yang berjumlah 276 siswa, dari jumlah tersebut diambil 25% dari sample yaitu sebanyak 80 siswa. Dari hasil penelitian terdapat peranan perpustakaan keliling dalam meningkatkan minat baca siswa SD sekecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat dan tinggi atau rendahnya minat baca siswa SD sekecamatan Arut Selatan cukup dipengaruhi oleh kunjungan perpustakaan keliling semakin baik atau tinggi peranan perpustakaan keliling, maka akan semakin baik atau semakin tinggi pula minat baca siswa SD sekecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat sangat ditentukan oleh peranan perpustakaan keliling

    Kepatuhan Wajib Pajak Membayar PBB: Studi Empiris Kecamatan Arut Selatan

    Full text link
    This purpose of this study to determine and analyze the effect of tax socialization, income levels, service quality, and tax enforcement on the level of taxpayer compliance in paying land and building tax in South Arut District. The samples used in this study were 100 land and building taxpayers who were in South Arut District. The independent variables used in this study were Tax Socialization, Income Level, Service Quality, and Tax Knowledge. While the dependent variable is Taxpayer Compliance. This study uses a quantitative analysis method that describes the state of the variables under study using statistical data. All indicators of this study must first pass the validity and reliability of the data, then test the classical assumptions and finally test the hypothesis. The results showed that: Tax Socialization, Income Level, Service Quality, and Tax Knowledge partially and simultaneously had a significant positive effect on taxpayer compliance in Arut Selatan District with a significance level of 0.002 <0.05. The value of Adjusted R2 showed that 86% of land and building taxpayer compliance is influenced by independent variables, while the remaining 14% is influenced by other variables outside of this study.Kepatuhan Wajib Pajak Membayar PBB: Studi Empiris Kecamatan Arut Selata
    corecore