1,720,979 research outputs found

    Social and Behavioral Determinants of Motorcycle Accident Risk Among University Students in Medan, Indonesia

    Full text link
    In Indonesia, traffic accidents are a frequent occurrence and a serious problem, involving many fatalities and material losses. Motorcycles are the vehicles most often involved in traffic accidents and often result in fatalities and injuries, especially among students. The occurrence of motorcycle traffic accidents among students in Indonesia is a serious issue that ranks first among the causes of death in the productive age group. This study aims to analyze the influence of various factors on the potential for traffic accidents among college students, including knowledge, attitudes, infrastructure, environment, parental roles, and peer influence. A quantitative design with a cross-sectional approach was used, involving 212 student respondents selected through purposive sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using the chi-square test. The results of the study showed a significant influence of gender (p = 0.000, PR = 2.372), knowledge (p = 0.047, PR = 1.696), attitude (p = 0.039, PR = 1.527), infrastructure and environment (p = 0.032, PR = 0.649), and peer influence (p = 0.042, PR = 1.511) on the potential for traffic accidents among students. However, there was no significant influence of parental support (p = 0.543, PR = 0.746) on the potential for traffic accidents in students. The findings of this study indicate that when these factors are improved, the risk of accidents can be minimized. It can be concluded that safe driving behavior among motorcycle riders influences the incidence of accidents among university students. Therefore, increasing driving safety education and improving social and environmental infrastructure are important aspects of reducing the number of traffic accidents among university students

    Pengaruh Beban Kerja Mental dan Motivasi Kerja terhadap Kelelahan Kerja pada Pekerja di PKS PTPN IV Bah Jambi

    No full text
    Pendahuluan: Latar belakang: Beban kerja mental dan motivasi kerja menjadi faktor kritis yang mempengaruhi kelelahan kerja pada pekerja industri kelapa sawit. Kelelahan kerja yang tidak terkendali dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Tujuan: Menganalisis pengaruh beban kerja mental dan motivasi kerja terhadap kelelahan kerja pada pekerja di Pabrik Kelapa Sawit PTPN IV Bah Jambi. Metode: Penelitian analitik cross-sectional pada 68 pekerja menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner NASA-TLX untuk beban kerja mental, kuesioner motivasi kerja tervalidasi, dan Subjective Self Rating Test (SSRT) untuk kelelahan kerja. Analisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebanyak 83,8% pekerja mengalami beban kerja mental sedang, 51,5% memiliki motivasi kerja sedang, dan 61,8% mengalami kelelahan kerja sedang. Terdapat hubungan signifikan antara beban kerja mental dengan kelelahan kerja (p=0,001) dan motivasi kerja dengan kelelahan kerja (p=0,003). Simpulan: Beban kerja mental dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kelelahan kerja. Saran: Diperlukan manajemen beban kerja optimal dan peningkatan motivasi untuk mengurangi kelelahan kerja pekerja.Pendahuluan: Beban kerja tidak terbatas pada tugas fisik pekerja, tetapi tugas kognitif dan mental juga memainkan peran penting dalam menciptakan beban kerja mereka. Penelitian ini Mengeksplorasi beban kerja mental, Motivasi, dan pengaruhnya terhadap Kelelahan pekerja pada pekerja di Pabrik Kelapa Sawit PTPN IV Bah Jambi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kuantitatif menggunakan metode cross sectional, maka yang digunakan adalah kuesioner. Kuesioner yang digunakan berupa skala model Likert. Populasi penelitian ini sebanyak 68 orang pekerja di bagian pengolahan di Pabrik Kelapa Sawit PTPN IV Bah Jambi. Dengan teknik pengambilan sampel menggunkan total sampling maka, jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 68 orang. Analisis data yang di gunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara beban kerja mental dengan kelelahan kerja dengan hasil uji statistik chi square diperoleh p = 0.001 (? ? 0.05). selain itu, hasil peneltian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan kelelahan kerja dengan Hasil uji statistik chi square diperoleh p = 0.003 (? ? 0.05) kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini berdasarkan dari hasil yang diperoleh adalah ada hubungan antara beban merja mental dengan kelelahan kerja, dan ada hubungan antara motivasi kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian pengolahan di Pabrik Kelapa Sawit PTPN IV Bah Jambi

    Relationship between Workload and Work Fatigue in Employees of Company’s Production Department

    Full text link
    The role of human resources is very important to carry out work processes and achieve company goals. So that the role of employees can run optimally, companies need to pay attention to factors that influence worker fatigue, including internal factors (age, gender, nutritional status and psychological state of the workforce) and external factors (workload, length of service and physical work environment). Workload is divided into two, namely mental workload and physical workload. Mental workload is a human evaluation of attention limits while carrying out tasks optimally which is influenced by the workload demands of a task. The population in this study was 127 employees with a sample of 83 respondents. Based on the results of the chi square statistical test, a p value of 0.001<0.005 was obtained. Results from research There is a significant relationship between mental workload and work fatigue in production employees. It is recommended to PT. Milano should pay attention to the conditions of his workers

    SUBSTITUTION OF RED AMARANTH FLOUR (AMARANTHUS TRICOLOR L.) IN MANUFACTURE WET NOODLES AS FOODS HIGH IN IRON (FE)

    Full text link
    Wet noodles with the addition of Amaranthus tricolor L can be used well as an alternative food source of iron. Amaranthus tricolor L has a high iron content and has the potential to prevent anemia. The aim of this research was to determine the acceptability of wet noodles made from high iron Amaranthus tricolor L flour with the addition of high protein wheat flour and mocaf flour. This research method is experimental research using a Completely Randomized Design (CRD) using 3 treatments. Treatment consisted of adding 0%, 25% and 50% Amaranthus tricolor L. Statistical analysis of data was carried out with SPSS using one-way ANOVA and Duncan's test. The research was carried out in three ways, namely the product development stage, acceptability test and iron content test. Hedonic test data from research on the substitution of Amaranthus tricolor L flour in making wet noodles with 25 untrained panelists, namely students from the Faculty of Public Health, UIN North Sumatra. The test results for the acceptability of processed wet noodles based on the assessment of color, aroma and taste were preferred more by the panelists, namely F1 (Control) without the addition of Amaranthus tricolor L with average results of color of (4.36), aroma of (3.92), taste of (4.48) and texture (4.08). The results of research on Fe levels in wet noodles with the addition of Amaranthus tricolor L which has the highest Fe levels is the addition of 50% red spinach, namely 227 mg/kg (F3) rather than (F2) which is 18.4 mg/kg

    Pengaruh Beban Kerja Mental dan Motivasi Kerja terhadap Kelelahan Kerja pada Pekerja di PKS PTPN IV Bah Jambi

    Full text link
    Pendahuluan: Latar belakang: Beban kerja mental dan motivasi kerja menjadi faktor kritis yang mempengaruhi kelelahan kerja pada pekerja industri kelapa sawit. Kelelahan kerja yang tidak terkendali dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Tujuan: Menganalisis pengaruh beban kerja mental dan motivasi kerja terhadap kelelahan kerja pada pekerja di Pabrik Kelapa Sawit PTPN IV Bah Jambi. Metode: Penelitian analitik cross-sectional pada 68 pekerja menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner NASA-TLX untuk beban kerja mental, kuesioner motivasi kerja tervalidasi, dan Subjective Self Rating Test (SSRT) untuk kelelahan kerja. Analisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebanyak 83,8% pekerja mengalami beban kerja mental sedang, 51,5% memiliki motivasi kerja sedang, dan 61,8% mengalami kelelahan kerja sedang. Terdapat hubungan signifikan antara beban kerja mental dengan kelelahan kerja (p=0,001) dan motivasi kerja dengan kelelahan kerja (p=0,003). Simpulan: Beban kerja mental dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kelelahan kerja. Saran: Diperlukan manajemen beban kerja optimal dan peningkatan motivasi untuk mengurangi kelelahan kerja pekerja.Pendahuluan: Beban kerja tidak terbatas pada tugas fisik pekerja, tetapi tugas kognitif dan mental juga memainkan peran penting dalam menciptakan beban kerja mereka. Penelitian ini Mengeksplorasi beban kerja mental, Motivasi, dan pengaruhnya terhadap Kelelahan pekerja pada pekerja di Pabrik Kelapa Sawit PTPN IV Bah Jambi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kuantitatif menggunakan metode cross sectional, maka yang digunakan adalah kuesioner. Kuesioner yang digunakan berupa skala model Likert. Populasi penelitian ini sebanyak 68 orang pekerja di bagian pengolahan di Pabrik Kelapa Sawit PTPN IV Bah Jambi. Dengan teknik pengambilan sampel menggunkan total sampling maka, jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 68 orang. Analisis data yang di gunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara beban kerja mental dengan kelelahan kerja dengan hasil uji statistik chi square diperoleh p = 0.001 (? ? 0.05). selain itu, hasil peneltian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan kelelahan kerja dengan Hasil uji statistik chi square diperoleh p = 0.003 (? ? 0.05) kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini berdasarkan dari hasil yang diperoleh adalah ada hubungan antara beban merja mental dengan kelelahan kerja, dan ada hubungan antara motivasi kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian pengolahan di Pabrik Kelapa Sawit PTPN IV Bah Jambi

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Analisi Higiene Dan Sanitasi Pengolahan Makanan Pada Pedagang Makanan Di Pasar Tradisional Kota Medan

    Full text link
    Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia. Higiene dan sanitasi makanan mendukung untuk mencegah terjadinya keracunan akibat makanan. Pasar menjadi salah satu tempat yang ramai dikunjungi untuk memnuhi kebutuhan makanan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran higiene dan sanitasi pengolahan makanan pada pedagang makanan di Pasar Tradisional Kota Medan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan kuantitatif berupa wawancara. Sampel diambil dengan metodepurposive sampling, sebanyak 150 pedagang di 5 Pasar Tradisional Kota Medan. Aspek penilaian higiene dan sanitasi pedagang berupa higiene penjamah makanan, bahan dan penyajian makanan, peralatan, dan sanitasi lingkungan pedagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjamah makanan masih banyak ditemukan tidak menggunakan alat pendukung kebersihan seperti sarung tangan 68.0%, celemek 68.0% dan penutup rambut 58.0% dari 150 pedagang. Namun demikian pedagang telah di dukung dengan adanya peralatan serta sarana sanitasi yang baik. Peralatan masak/makan sesuai food grade 79.3%, peralatan sesuai peruntukannya 96.0%, peralatan tidak cacat 89.3%, rutin dicuci dengan air bersih dan sabun 92.0%, tempat penyimpanan bersih dan bebas hama 78.0%. Juga dalam penggunaan air bersih 93.3%, memiliki tempat cuci tangan dilengkapi air mengalir dan sabun 67.3%. Penelitian ini menyarankan kepada penjamah makanan agar lebih memperhatikan kebersihan diri dan menggunakan alat pendukung kebersihan
    corecore