57 research outputs found
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA IKAN GURAMI (Studi Kasus Usaha Budidaya Ikan Gurami“Arifin Ikan” Di Dusun Nusawaru Desa Jatijajar Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen)
Usaha budidaya ikan gurami Arifin ikan merupakan usaha yang bergerak dalam bidang perikanan beralamat di dusun Nusawaru, desa Jatijajar, kecamatan Ayah, kabupaten Kebumen, pak Arifin sebagai pemilik budidaya ikan gurami sudah lama terjun di dunia perikanan dibuktikan dengan banyaknya ikan yang dibudidaya disini, dan banyak konsumen yang membeli ikan di tempat budidaya ikan gurami Arifin ikan. menghasilkan ikan gurami yang berkualitas dikarenakan pemeliharaan yang baik, Usaha ini sudah dikenal oleh masyarakat di daerah yang ditargetkan, prinsip kerja yang digunakan sesuai dengan prinsip dalam Islam, harga ikan gurami dijual sesuai harga pasar, murah dan terjangkau, disini terdapat kurang lebih 20.000 ekor ikan gurami. Tujuan dari penelitian ini untuk membahas bagaimana strategi pengembangan usaha budidaya ikan gurami Arifin ikan di dusun Nusawaru desa Jatijajar kecamatan Ayah kabupaten Kebumen.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yaitu dengan cara penulis terjun langsung kelapangan di Tempat Usaha Budidaya Ikan Gurami Arifin Ikan. Penulis menggunakan teknik analisis data yaitu metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif dan menggunakan metode triangulasi. Dalam menganilis data, peneliti melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mendapatkan data yang diperlukan.
Hasil penelitian ini adalah budidaya gurami yang dikelola pak Arifin dalam hal pembudidayaan sudah ahli, karena dari proses budidaya, baik mulai dari modal, pembuatan kolam dan penentuan benih, perawatan, penentuan harga jual, terbukti sangat bagus, sehingga menghasilkan kualitas ikan gurami yang bagus, tetapi proses penjualannya mempunyai kekurangan dari segi pemasaran gurami, guna meningkatkan keuntungan penjualan ikan gurami dan mengatasi masalah tersebut, maka dibutuhkanlah strategi-strategi pengembangan usaha yang tepat
Pengembangan Trainer Jam Waktu Sholat Berbasis Audio Untuk Menstimulasikan Pemahaman Program Aplikasi Mata Pelajaran Pemrograman, Mikroprosesor, dan Mikrokontroler Siswa Kelas XI Program Keahlian Teknik Audio Video SMK Negeri 1 Kediri
ABSTRAKArifin, Muhammad Bagus. 2019. Pengembangan Trainer Jam Waktu Sholat Berbasis Audio Untuk Menstimulasikan Pemahaman Program Aplikasi Mata Pelajaran Pemrograman, Mikroprosesor, dan Mikrokontroler Siswa Kelas XI Program Keahlian Teknik Audio Video SMK Negeri 1 Kediri. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T., M.T., Ph.D. (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.Kata Kunci : pengembangan, trainer, jam waktu sholat.Pendidikan menengah kejuruan mengutamakan pengembangan kemampuan peserta didik untuk melaksanakan pekerjaan tertentu (Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1990). Peserta didik dapat melakukan pekerjaan tertentu harus didasari dengan pencapaian kompetensi yang membutuhkan media atau alat peraga yang sesuai dengan kompetensi keahlian dan industri. Media yang digunakan pada saat pembelajaran dan praktikum disesuaikan dengan kompetensi keahlian dan bersifat kebaruan. Kompetensi keahlian Teknik Audio Video di SMK N 1 Kediri disajikan mata pelajaran Pemrograman, Mikroprosesor dan Mikrokontroler setelah diterapkannya kurikulum 2013 revisi 2017. Namun, belum tersedia media yang digunakan untuk pembelajaran dan masih rendahnya pemahaman siswa terkait kompetensi dasar pada Pemrograman, Mikroprosesor dan Mikrokontroler. Sehingga pada program keahlian tersebut membutuhkan media sebagai stimulus pencapaian kompetensi.Berdasarkan hasil observasi diatas, media yang dikembangkan berupa trainer, jobsheet, dan manual book jam waktu sholat berbasis audio untuk kompetensi dasar memahami pemrograman dengan mikrokontroler dan merencanakan program aplikasi sederhana dengan mikrokontroler. Tujuan dari penelitian pengembangan ini yaitu merancang, mengembangkan, menguji, dan mengimplementasikan media. Model pengembangan yang digunakan adalah model penelitian dan pengembangan Sugiyono, dengan tahap-tahap: (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain; (6) pembuatan produk; (7) uji coba produk; (8) revisi produk; (9) uji coba pemakaian; (10) revisi produk; dan (11) produk akhir. Hasil dari pengembangan trainer, jobsheet, dan manual book divalidasi oleh ahli 1 memperoleh skor 93,1% (sangat valid) dan ahli 2 memperoleh skor 97,84% (sangat valid). Hasil angket uji coba oleh siswa mendapat skor 93,87% (sangat valid) dan untuk melihat kelayakan oleh guru dilakukan validasi dengan memperoleh skor 93,79% (sangat valid). Berdasarkan skor tersebut, trainer, jobsheet, dan manual book jam waktu sholat berbasis audio dinyatakan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran. hasil uji coba pemakaian trainer, jobsheet, dan manual book diketahui dari rata-rata hasil belajar siswa, yaitu 87,64 ranah keterampilan dan 81,88 ranah pengetahuan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa trainer, jobsheet, dan manual book jam waktu sholat berbasis audio dapat menstimulasikan pemahaman siswa mengenai pemrograman dan aplikasi mikrokontroler
Pembelajaran PAI di Kalangan Anak Jalanan pada SMP Kelas Khusus Pasar Lima Banjarmasin
Muhammad Arifin. 2016. Pembelajaran PAI dikalangan Anak Jalanan pada SMP Kelas Khusus Pasar Lima Banjarmasin. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing : Dr. Muhammad Daud Yahya M.Ag.
Kata Kunci: Pembelajaran PAI, Anak Jalanan, dan Kelas Khusus
Penelitian ini bertolak dari pemikiran bahwa seluruh anak-anak mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan termasuk anak-anak jalanan dan mereka juga perlu kita tanamkan pendidikan agama yang bagus agar saat dewasa menjadi manusia yang berguna.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran PAI dikalangan anak jalanan pada SMP Kelas Khusus Pasar Lima Banjarmasin dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran PAI dan faktor apa saja yang mempengaruhi pembelajaran PAI dikalangan Anak Jalanan pada SMP Kelas Khusus Pasar Lima Banjarmasin.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam peneliti ini adalah anak-anak jalanan yang belajar di SMP Kelas Khusus Pasar Lima Banjarmasin dan yang menjadi objek penelitian ini ialah pembelajaran PAI dan faktor yang mempengaruhi Pembelajaran PAI dikalangan Anak Jalanan pada SMP Kelas Khusus Pasar Lima Banjarmasin dalam mencapai pengetahuan tentang keagamaan yang lebih baik yaitu tentang pada Fikih Ibadah khususnya tentang shalat. Pada pengumpulan data penulis menggunakan beberapa teknik sebagai berikut: observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian semua data yang terkumpul diproses melalui reduksi data, display data, dan verifikasi serta simpulan.
Hasil dari penelitian ini bahwasanya Pembelajaran PAI dikalangan Anak Jalanan pada SMP Kelas Khusus Pasar Lima Banjarmasin sudah terlaksana cukup baik namun belum mencapai taraf yang diharapkan seperti halnya: (1) tidak ada rancangan dalam perencanaannya seperti Program Tahunan, Program semester, Silabus, dan RPP akan tetapi di sini memakai perencanaan khusus dalam bentuk buku jurnal perencanaan pembelajaran pada kelas khusus tersebut, (2) untuk kurikulum sendiri memakai KTSP dala administratifnya, (3) Kurangnya media untuk menunjang pembelajaran, (4) Alokasi waktu Cuma 2 jam, dan (5) evaluasi dilaksanakan tidak secara khusus. Untuk faktor yang mempengaruhi Pembelajaran PAI dikalangan Anak Jalanan pada SMP Kelas Khusus Pasar Lima Banjarmasin ada 4 yaitu: (1) faktor guru, (2) faktor siswa, (3) faktor sarana prasarana, dan (4) faktor lingkungan
Relasi Keluarga Poligami Dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah ( Studi Kasus Keluarga Poligami Di Kabupaten Madiun)
ABSTRAK
ARIFIN, MUHAMMAD, 2024.Relasi keluarga Poligami dalam mewujudkan keluarga Sakinah (Studi Kasus Keluarga Poligami Di Kabupaten Madiun). Tesis, Program Studi Hukum Keluarga Islam. Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Prof. Dr. H. Agus Purnomo, M.Ag. dan Dr. Hj. Rohmah Maulidia, M.Ag.
Kata Kunci: Poligami dan keluarga sakinah
Poligami merupakan sebuah fenomena yang sering didengar namun masih menjadi kontroversi dikalangan masyarakat. Fenomena poligami semakin marak terjadi terutama karena banyak tokoh panutan yang melaksanakan dan mempublikasikan ke khalayak ramai. Kata poligami terdiri dati kata poli artinya banyak dan gami isteri. Poligami berasal dari bahasa Yunani, polos, polus atau polys yang berarti banyak dan gamein atau gamos, yang berarti kawin Sebelum Islam, poligami sudah dikenal oleh orang-orang Hindu, Bangsa Israil, Persia, Arab, Romawi, Babilonia, Tunisia, dan lain-lain. Bangsa Yahudi membolehkan poligami. Kedatangan Islam hanya sekedar membatasi jumlah wanita yang dapat dimiliki pria dan berpoligami. Islam juga memberikan aturan-aturan agar tidak terjadinya sewenang-wenang laki-laki terhadap wanita. Jadi pada dasarnya syari’ah Islam adalah dalam upaya mengangkat derajat wanita, seperti apa yang diharapan dalam hakikat perkawinan itu sendiri. Penelitian ini dilatar belakangi adanya poligami cenderung dimaknai sebagai pernikahan negarif padahal adanya poligami yang cederung sakinah maka penulis tertarik dalam penelitian itu.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan relasi keluarga poligami di Kabupaten Madiun serta mendeskripsikan implikasi relasi keluarga poligami di Kabupaten Madiun dalam mewujudkan keluarga sakinah. Sehingga dalam keluarga poligami terdapat keluarga yang sakinah sampai akhir hayat nanti.
Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Sumber data penelitian ini terdiri dari sumber data primer yang meliputi narasumber, serta sumber data sekunder yang berupa transkrip wawancara. Sedangkan, wawancara dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kemudian untuk mengetahui keabsahan data peneliti menggunakan pendekatan triangulasi teknik dan sumber.
Hasil penelitian adalah (1) Bahwa poligami yang menentramkan rumah tangganya adalah berdasarkan karena sipelaku melakukannya dengan alasan melestarikan ajaran sunah Rosul sehingga semua permasalahannya dapat diselesaikan dengan cara yang makruf dan terciptalah situasi dan kondisi selalu ada jalan keluar dari kesulitan hidupnya. Kedua, pelaku melakukan poligami berdasarkan saling keterbukaan satu sama lain, saling menolong isti dan yang lainnya mulanya nikah lebih bagus melakukan pernikahan dari pada berselingkuh kepanjangan yang akhirnya laknat allah turun. Dengan adanya keterbukan dan saling legowo dalam segala hal serta berazaskan musyawarah jika ada kesulitan maka bila menghadapi kesulitan akan selalu ada pertolongan dari Alllah SWT
EPISTEMOLOGI BAYANI, IRFANI DAN, BURHANI MUHAMMAD ABED AL-JABIRI DAN IMPLEMENTASINYA DALAM MEREKONSTRUKSI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
In recent times, the learning of Islamic Religious Education (PAI) has been perceived to be closer to a radical religious perspective and intolerant behavior. This perspective is very likely to develop because PAI is indeed constructed ideologically. This ideological style is because the PAI curriculum comes from products of Islamic thought in the dogmatic era of codification. PAI dogmatism is caused by the partiality of epistemology in the construction of the PAI curriculum. In order to be able to get out of the ideological-dogmatic style, this partiality must be stopped. PAI can utilize the epistemological division carried out by Muhammad Abed Al-Jabiri. Al-Jabiri developed three epistemologies in comprehensive Arabic reasoning. The epistemology consists of bayani, irfani, and burhani reasoning. These three epistemologies can break the epistemological partiality of PAI and replace it to become more comprehensive and integrative. This article aims to find the formula for the three epistemological relations of al-Jabiri in order to reconstruct the PAI curriculum. The author uses a literature study of the work of Muhammad Abed Al-Jabiri to find a theoretical framework for the epistemology of bayani, irfani, and burhani. This framework was then formulated in the PAI curriculum and looked for the form of relations between the three epistemologies. The author developed an integrative circular relationship pattern using a thematic learning approach on PAI. Through thematic learning, the construction of knowledge built into PAI learning is the result of the integration of three epistemologies that are circularly interconnected. Through this approach also, students will be accustomed to constructing knowledge using three epistemologies in an integrative and circular manner
Otak Sosial dalam Pendidikan Islam: Kajian Pemikiran Daniel Goleman
Social Intelligence, Daniel Goleman in his work, social intelligence, reveals that social knowledge is separated into two classes, namely special social concerns and social positions. Current Islamic education is rarely linked to the brain framework or neuroscience. Meanwhile, from one side, according to Pasiak, the school itself follows neuroscience related to efforts to improve students' brains. Call it the accelerated learning hypothesis, quantum learning, the brain being put together advances thus. Despite these problems, Islamic teaching today is considered more as an exchange of information, underscoring the achievement of mental domination. The aim of this research is to examine in more depth the role and function of the brain in humans. More specifically, how the brain is used as the basis for character education carried out by educators so that the education carried out is successful as expected. This research attempts to examine this problem from an Islamic perspective. This exploration is a subjective examination in the context of writing a survey. This research uses literature research that discusses the importance of the topic and compares the results with findings in other research on similar topics and ultimately produces an idea. To obtain data the author used sources found in libraries such as books, journals and the internet. Based on this study, the social brain can be optimized by training students' attitudes and manners and developing social sensitivity with an Islamic material approach
Pemikiran Ki Bagus Hadikusumo tentang Moderasi Beragama Materi Komitmen Kebangsaan dan Implementasinya dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
The relationship between Islam and the Indonesian state is evidenced by the establishment of Islamic governments, even Islamic kingdoms, which are a manifestation of their sincere efforts to implement the basic teachings of the Koran and Sunnah. In this study, the author uses a qualitative method by using library research (library research). Researchers in data analysis using analytical methods where this method is carried out by identifying information objectively. The result of this discussion is the implementation of Ki Bagus Hadikusumo's thoughts on religious moderation of national commitment material in learning Islamic Religious Education includes the following five aspects: first, tawhid or aqidah. First, tawhid or aqidah. Learners must hold fast to their beliefs and always call for worshiping Allah and always being grateful to enjoy the sustenance that has been given by Allah Ta'ala. Second, learners must have the character of a leader in accordance with the character of the Prophets. Third, students must have a clear vision in life based on the Qur'an and Sunnah. Fourth, the contribution of thought. The importance of students in maximizing knowledge which is manifested in the contribution of ideas for the welfare of the country and its people. Fifth, good and clean politics, so that students must have good and clean political thinking that can carry out laws in accordance with Islam based on the Qur'an and Sunnah so as to create justice, brotherhood, equality, deliberation, plurality, peace, and accountability. So that the implementation of Ki Bagus Hadikusumo's thoughts on religious moderation of national commitment material in learning Islamic Religious Education five points or the core that has been mentioned above so that students always encourage to carry out religious teachings as a whole and peacefully, and have an active role in maintaining unity, justice, and peace within the framework of the Unitary State of the Republic of Indonesia
Perbandingan Metode SCS UH dan Clark UH dalam Pemodelan Hujan Aliran pada DAS
Sungai Deluwang sumber airnya banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan irigasi, perkebunan, serta pemenuhan
kehidupan rumah tangga. Mengingat pentingnya peranan air pada DAS Deluwang, maka perlu dilakukannya
pengelolaan DAS. Pengelolaan DAS yang tepat membutuhkan pemodelan hidrologi yang akurat. Pemodelan
hujan aliran menggunakan aplikasi HEC-HMS. Penelitian ini bertujuan membandingkan 2 metode yang terdapat
pada direct runoff. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan dua metode, yaitu metode SCS Unit Hydrograph
dan metode Clark Unit Hydrograph. Pada proses kalibrasi menggunakan data curah hujan harian dan debit
harian tahun 2006, sedangkan pada proses validasi menggunakan data curah hujan harian dan debit harian tahun
2007 sampai 2012. Hasil kalibrasi menggunakan metode Clark Unit Hydrograph lebih bagus dibandingkan
menggunakan metode SCS Unit Hydrograph dengan nilai Nash 0,700 berbanding 0,539. Sedangkan hasil
validasi pemodelan menggunakan metode Clark Unit Hydrograph lebih bagus dibandingkan menggunakan
metode SCS Unit Hydrograph dengan nilai Nash 0,541 berbanding 0,36
Implementasi Kegiatan Pidato Untuk Pemahaman Pendidikan Agama Islam Di Mts Asy – Syarifah Brumbung Mranggen Demak
Muhammad Safiul Amin. 31501900088. IMPLEMENTASI KEGIATAN PIDATO UNTUK PEMAHAMAN AGAMA ISLAM DI MTS ASY-SYARIFAH BRUMBUNG MRANGGEN DEMAK. Skripsi, Semarang: Fakultas Agama Islam universitas Islam Sultan Agung, Juli 2023.
Tujuan penelitian ini adalah pertama Untuk mengetahui praktek kegiatan pidato di MTs Asy – Syarifah Brumbung Mranggen Demak. Kedua untuk mengetahui implementasi kegiatan pidato terhadap pemahaman Pendidikan Agama Islam di MTs Asy – Syarifah Brumbung Mranggen Demak. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Sebelum program pidato dilaksanakan, pengurus OSIS melakukan sosialisasi kepada kelas VII dan VIII sesuai perintah dan arahan waka kesiswaan. Sosialisasi tersebut dilakukan pada saat Masa Orientasi Siswa (MOS) untuk menginformasikan program pidato dengan baik. Dalam sosialisasi tersebut OSIS menjelaskan bahwa program pidato dilaksanakan setiap hari Sabtu pada jam ke VII dan VIII setelah kegiatan KBM selesai. Selain itu OSIS juga menjelaskan tugas siswa kelas VII dan VIII dalam pelaksanaan pidato tersebut. tugas siswa dalam pelaksanaan pidato meliputi pembawa acara (MC), pembaca ayat suci Al-Qur’an (tilawah), pembaca arti Al-Qur’an (sari tilawah), dan yang berpidato (pemateri). (2) Pada pelaksanaan pidato yang pertama kali siswa kelas VII dan VIII tidak langsung praktek, melainkan digunakan untuk pembentukan kelompok dan pembuatan tata tertib atau peraturan serta sanksi, dengan didampingi oleh Dewan Guru yang bertugas. Pembuatan kelompok dilakukan secara acak. Setiap kelompok terdiri dari 4 sampai 5 anak yang nantinya akan bertugas secara bergantian setiap minggunya.(3) Dewan guru bimbingan konseling juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan untuk mengatur kegiatan. Dalam program pidato dibagi menjadi dua bagian yaitu sebagai penanggung jawab kelas, bertugas mengawasi pelaksanaan pidato dari awal sampai dengan selesai, memberikan evaluasi, motivasi atau arahan, dan saran untuk para petugas pidato agar lebih bersemangat dan kedepannya dapat tampil lebih bagus lagi.
Kata Kunci: Implementasi, Pidato, Pemahaman, Pendidikan Agama Isla
Kesaksian Perempuan dalam Tindak Pidana Asusila di Aceh
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konsep Hukum Pidana Islam terhadap implementasinya dalam kehidupan sosial di Aceh dari ruang teoritis menuju realitas objektif di lapangan sehingga pembaca diharapkan dapat memahami secara luas nuansa dan kiprah Qanun Jinayat Aceh dalam implementasi Hukum Pidana Islam sesuai dengan kebutuhan masyarakat Aceh. Penelitian ini menyatakan bahwa Qanun Jinayat Aceh menerima kesaksian perempuan dalam tindak pidana asusila, hal tersebut terbukti pada substansi Qanun No.6 Tahun 2014 dan Qanun No.7 Tahun 2013 yang tidak satupun memuat ketentuan pelarangan kesaksian perempuan dalam tindak pidana asusila. Tesis ini mempertegas pendapat Andi Hamzah (2001), Muhadar (2009) dan Suryono Sutarto (1982) yang menyatakan bahwa setiap orang memiliki hak untuk menjadi saksi, karena kedudukan saksi penting dalam pembuktian yang menentukan dan membantu hakim dalam memutuskan perkara tindak pidana. Selain itu penelitian ini senada dengan Ahyar Ari Gayo (2017) dan Ali Geno (2015) yang menilai bahwa qanun memiliki tujuan demi kemaslahatan masyarakat Aceh. Muhammad Patri Arifin (2017) yang menyatakan bahwa saksi perempuan di era modern dapat diterima dalam sebuah peradilan karena kedudukan perempuan sekarang berbeda dengan masa dulu. Nyak Fadhlullah (2017) yang menyatakan bahwa perumusan Qanun Jinayat Aceh berpedoman kepada kaidah us}u>liyah. Syahrizal Abbas (2015) dan Abdullah Sulaiman (1995) yang menyatakan bahwa Qanun Jinayat Aceh berpedoman pada setiap kemaslahatan masyarakat. dan Afridal Darmi (2011) yang menyatakan bahwa konsep CEDAW dapat digunakan sebagai alat untu menganalisa Qanun Jinayat Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif yang bersifat kualitatif berupa studi pustaka (library research), dengan pendekatan normatif dan pendekatan perbandingan hukum. Sumber primer tesis ini adalah Qanun No.6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat dan Qanun No.7 Tahun 2013 tentang hukum acara jinayat. Sumber sekunder penelitian ini berupa jurnal, buku, dan lain-lain. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode wawancara mendalam (in depth interview) dan metode analisa data menurut isi (content analysis), sebagai alat untuk menganalisa segala sumber yang kemudian disimpulkan sebagai hasil penelitian
- …
