159 research outputs found

    Integration of Islamic Boarding School and Madrasah Education from the Perspective of Kiyai Muhammad Syamsul Arifin

    Full text link
    This research aims to examine the thoughts of KH. Muhammad Syamsul Arifin regarding the integration of Islamic boarding schools (pesantren) and traditional Islamic schools (madrasah). The study employs a qualitative approach, specifically a literature review. Data collection techniques involve documentation, while content analysis is utilized for data analysis. The research findings reveal KH. Muhammad Syamsul Arifin as an individual with unique ideas concerning the integration of pesantren and madrasah. He firmly believes in the significance of this integration as a means to bridge knowledge gaps and meet the demands of current career prospects. According to KH. Muhammad Syamsul Arifin, if pesantren remain disconnected from the evolving educational systems, there's a potential risk of them becoming obsolete in the face of globalizing developments.Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji pemikiran KH. Muhammad Syamsul Arifin terkait integrasi pesantren dan madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian pustaka. Tehnik pengumpulan datanya adalah dokumentasi. Sementara analisis datanya peneliti menggunakan analaisis konten. Dari hasil penelitian, peneliti mendapati KH. Muhammad Syamsul Arifin sebagai sosok yang memiliki ide yang unik tentang integrasi pesantren dan madrasah. KH. Muhammad Syamsul Arifin percaya bahwa integrasi ini sangat penting dalam menghilangkan kesenjangan pengetahuan dan memenuhi tuntutan prospek karir saat ini. Jika pesantren masih terputus dari sistem baru yang telah berkembang, maka dimungkinkan pesantren akan mati ditelan arus perkembangan globalisasi

    NILAI-NILAI PENDIDIKAN TASAWUF AKHLAQI (STUDI ANALISIS PEMIKIRAN RKH. MUHAMMAD SYAMSUL ARIFIN DALAM BUKU KALAM HIKMAH)

    Full text link
    Tasawuf Akhlaqi is teaching that discusses the perfection and purity of the soul, which is formulated in strict regulation of mental attitudes and behavior discipline, in order to achieve perfect and optimal happiness. So, we need purification efforts in humans through the cultivation of Sufism values. The book Kalam Hikmah is a small book that explains the values of Sufism education but focuses more on the values of Islamic Sufism. RKH writes this book. Muhammad Syamsul Arifin, in which there are Sufism values that are part of Islamic Sufism values. This research is a literature review, which is done by reading, reviewing or examining library materials. The primary data source is the book Kalam Hikmah written by RKH. Muhammad Syamsul Arifin and his secondary sources in the form of books or other documents support and relate to Kalam Hikmah's book. Meanwhile, data analysis techniques use content analysis. Educational values, Islamic Sufism. The results showed that: 1) The values of the Islamic Tasawuf Education contained in the Kalam Hikmah Book by RKH. Muhammad Syamsul Arifin includes Istiqomah, Sabar, Tawadhu ', Wara', Qona'ah and Tawakkal, 2) Typology of Islamic Thought by RKH Muhammad Syamsul Arifin, in the book of Kalam Hikmah is a Typology of Traditional Islamic Thought because it emphasizes Islamic thought, which is still firmly tied to the ulama thinkers 'experts in fiqh, hadith, tasawuf. The lives of scholars' who lived between the 7th century AD Until the 13th century AD, 3

    MODERNISASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PERSPEKTIF AS’AD SYAMSUL ARIFIN

    Full text link
    Abstract This study discusses the modernisation of Islamic Religiuos Education by As'ad Syamsul Arifin in Risalah Tauhid book. The book has introduced the teachings of the ash'ariyah-al-maturidiyah creed and introduced attitudes and behavior as a dynamic servant in filling life with various works that benefit the community. There are three objectives in this study, firstly, to examine the concept of monotheism of As'ad Syamsul Arifin, secondly, to examine the educational values contained in the Risalah Tauhid book and thirdly to correlate the monotheistic thinking of Kiai As'ad Syamsul Arifin to the modernization of Islamic religious education. This research is a literature study using a philosophical historical approach using content analysis methods and concepts in analyzing. The results of the study concluded that the first thought of As'ad Syamsul Arifin's monotheism was influenced by his lineage background, social environment and intellectual journey. The concept of the monotheism trilogy of Kiai As'ad Syamsul Arifin rububiyah, tawhid uluhiyah, and tawhid asma wa siffat, is different from the three concepts of monotheism of Wahhabism. Whereas rububiyah and uluhiyah are an inseparable unit and introduce the Asy'ariyah-Al-Maturidiyah creed into a progressive creed; Second, As'ad Syamsul Arifin uses monotheism as the foundation of all worship, both direct worship to Allah S.W.T and social worship. Education becomes the spirit in building educational values with the nuances of monotheism; The three Asy'ariyah beliefs are the driving force for modernizing religious education. The ability to transform education from conservative to liberal is As'ad's ability to understand the meaning of "freedom" in Asy'ariyah's view. The concept of limited freedom due to God's intervention became the driving force for As'ad to modernize education as a way to do good deeds as the translation of Al-Ikhsan in worship and pious deeds Abstrak Penelitian ini membahas tentang modernisasi pendidikan agama Islam oleh As’ad Syamsul Arifin dalam kitab Risalah Tauhid. Kitab ini memperkenalkan ajaran akidah asy’ariyah-al-maturidiyah dengan memperkenalkan sikap dan perilaku sebagai seorang hamba yang dinamis dalam mengisi kehidupan dengan beragam karya yang memberi manfaat kepada masyarakat. Terdapat tiga tujuan dalam penelitian ini, pertama, mengkaji konsep tauhid As’ad Syamsul Arifin, kedua, mengkaji nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam kitab Risalah Tauhid dan ketiga menghubungkan antara pemikiran tauhid Kiai As’ad Syamsul Arifin terhadap modernisasi pendidikan agama Islam. Penelitian ini bersifat penelitian studi pustaka menggunakan pendekatan historis filosofis dengan menggunakan metode analisis isi dan konsep didalam menganalisis.  Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pertama Pemikiran tauhid As’ad Syamsul Arifin dipengaruhi oleh latar belakang nasab, lingkungan sosial dan perjalanan intelektual. Konsep trilogi tauhid Kiai As’ad Syamsul Arifin rububiyah, tauhid uluhiyah, dan tauhid asma wa siffat, berbeda dengan tiga konsep tauhid wahabi. Bahwasanya rububiyah dan uluhiyah merupakan satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan serta memperkenalkan akidah Asy’ariyah-Al-Maturidiyah menjadi akidah yang progresif; Kedua, As’ad Syamsul Arifin menggunakan tauhid sebagai pondasi segala ibadah baik ibadah langsung kepada Allah S.W.T maupun ibadah sosial. Pendidikan menjadi ruh dalam membangun nilai-nilai pendidikan yang bernuansa tauhid; Ketiga Akidah Asy’ariyah menjadi pendorong untuk melakukan modernisasi pendidikan agama. Kemampuan melakukan transformasi pendidikan dari konservatif menuju liberal merupakan kemampuan As’ad memahami makna “kebebasan” dalam pandangan Asy’ariyah. Konsep kebebasan yang terbatas akibat adanya campur tangan Allah menjadi motor penggerak As’ad untuk melakukan modernisasi pendidikan sebagai jalan untuk melakukan amal sholeh sebagai penterjemahan Al-Ikhsan dalam beribadah dan beramal sholeh

    Metode Ceramah KH. Raden Muhammad Kholil As’ad Syamsul Arifin pada Masyarakat Situbondo

    Full text link
    KH. Raden Muhammad Kholil As’ad Syamsul Arifin adalah seorang tokoh pendakwah dengan menggunakan beberapa metode dakwah. Penelitian ini untuk menjawab rumusan masalah metode ceramah Kyai Kholil meliputi teknik pembukaan, pengaturan suara, dan teknik penutupan ceramah. Tujuan penelitian ini adalah ingin memberikan deskripsi tentang metode ceramah yang digunakan oleh Kyai Kholil pada masyarakat Situbondo. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Peneliti melakukan pengamatan tiga video ceramah dengan fenomena berbeda. Hasil penelitian ini adalah Kyai Kholil berdasarkan teknik membuka ceramah paling dominan dengan penyampaian topik yang akan dibahas secara langsung, menggunakan suara yang bervariasi dan sesuai yang dibutuhkan, Kyai Kholil menutup ceramah sering dengan mengulang-ulang kata penekanan yang bersifat pesan dakwah dan ditutup dengan mengutip dari Al- Qur’an dan Hadits. Peneliti berharap di penelitian selanjutnya dapat meneliti dengan ketepatan metode dakwah lainnya, utamanya kepada masyarakat yang sangat kurang dan jauh ingatannya dari ilmu Agama Islam

    STRATEGI KEBERADAAN PASAR KAGET TERHADAP PENGUATAN EKONOMI MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH” (Studi Kasus Pasar Mingguan Desa Lewenggeude Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka)

    Full text link
    MUHAMMAD SYAMSUL ARIFIN, NIM : 1708202124, “STRATEGI KEBERADAAN PASAR KAGET TERHADAP PENGUATAN EKONOMI MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH” (Studi Kasus Pasar Mingguan Desa Lewenggeude Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka). Pasar kaget adalah pasar sesaat yang terjadi ketika terdapat sebuah keramaian atau perayaan. Pasat sangat berpengaruh terhadap kemajuan ekonomi masyarakat. Masyarakat adalah sekelompok manusia yang terjalin erat karena sistem tertentu, tradisi tertentu, konvensi dan hukum tertentu yang sama, serta mengarah pada kehidupan kolektif. Di mana ekonomi masyarakat sendiri adalah sebagian kegiatan ekonomi atau usaha yang dilakukan masyarakat kebanyakan dengan cara swadaya mengelola sumber daya ekonomi apa saja yang dapat diusahakan, yang selanjutnya disebut sebagai usaha kecil menengah (UKM) terutama meliputi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kerajinan, makanan dan sebagainya. Kemudian dalam sebuah pasar tidak bisa lepas dari pedagang. Pedagang adalah mereka yang melakukan perbuatan perniagaan sebagai pekerjaannya sehari-hari. Perbuatan perniagaan pada umumnya merupakan perbuatan pembelian barang untuk dijual lagi. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dari pertanyaan-pertanyaan yang menjadi rumusan masalah : Bagaimana strategi keberadaan pasar kaget terhadap penguatan ekonomi masyarakat di Desa Lewenggeude Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka dan Bagaimana pasar kaget di Desa Lewenggeude Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka dalam perspektif hukum ekonomi syariah, penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Adapun sumber data yang digunakan adalah data primer dan data skunder dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah keberadaan pasar mingguan terhadap penguatan ekonomi masyarakat sangat bermanfaat dan berdampak terhadap masyarakat sekitar khususnya masyarakat Desa Lewenggeude. Kemudian juga berdampak baik terhadap para pedagang dengan penghasilan yang bertambah. Selanjutnya dalam perspektif hukum ekonomi syariah pasar Mingguan sendiri khususnya dalam hal jual beli (ba’i) sudah sesuai dengan hukum ekonomi syariah. kompilasi hukum ekonomi Syariah, seperti terlihat dalam rukun dan syarat sah jual beli. Selain itu juga pasar Mingguan selaras dengan prinsip-prinsip hukum ekonomi syariah yang ada, seperti prinsip keadilan, prinsip kemaslahatan (Al-Maslahah), prinsip kejujuran dan kebenaran, dan prinsip kebaikan (Al-Insan). Kata Kunci ; Pasar Kaget, Ekonomi Masyarakat, Hukum Ekonomi Syaria

    ALIH MAKNA PUISI: TEKNIK DAN METODE PENERJEMAHAN ANTOLOGI PUISI IMAM SYAFI’I KARYA AS’AD SYAMSUL ARIFIN

    Full text link
    Penerjemahan literatur kesusastraan, puisi misalnya, mempunyai ciri distingtif tersendiri. Puisi Arab klasik mempunyai struktur khas serta klasifikasi khusus atas korpusnya yang mendasarkan pada kesamaaan rima akhir bait. Makna puisi terkandung dalam satu bait atau lebih. Struktur puisinya diikat oleh aturan sintaksis yang ketat, sehingga analisis siktaktik mendasar diperlukan sebagai patronasi pemaknaan puisi. Penelitian ini menerapkan teori terjemah dengan analisis sintaksis terhadap bait puisi. Tujuan penelitian ini: 1). Mendeskripsikan teknik penerjemahan yang digunakan dalam terjemahan puisi Imam Asy Syafi’i oleh As’ad Syamsul Arifin. 2). Mendeskripsikan metode penerjemahan yang digunakan dalam terjemahan puisi Imam Asy Syafi’i oleh As’ad Syamsul Arifin. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif; berlandaskan pendekatan ilmu penerjemahan dengan menerapkan teori teknik penerjemahan Syihabuddin dan teori metode penerjemahan Peter Newmark. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerjemah menggunakan 8 teknik dalam menerjemahkan puisi Imam Asy Syafi’i yaitu: Reduksi mencakup 3 pola. Eksplanasi mencakup 2 pola. Substitusi mencakup 14 pola. Transmutasi mencakup 4 pola. Ekspansi mencakup 10 pola. Transfer mencakup 11 pola Korespondensi mencakup 3 pola. Deskripsi mencakup 4 pola. Penerjemah juga menggunakan dua teknik sekaligus untuk menerjemahkan satu data yaitu: Transmutasi-Ekspansi mencakup 4 pola. Eksplanasi-Substitusi mencakup 1 pola. Metode penerjemahan yang digunakan penerjemah dalam menerjemah antologi puisi Imam Syafi’I mencakup tiga metode yaitu semantis, setia dan harfiyah

    Kemandirian santri di era global: Meneladani konsep pendidikan Kiai As'ad Syamsul Arifin

    Full text link
    The era of globalization brings complex challenges that require generations of students to develop independence holistically. This research aims to examine the concept of student independence from the educational perspective of Kiai As'ad Syamsul Arifin and its relevance in the midst of contemporary global dynamics. This study uses a qualitative research method of field approach with phenomenological design, this study critically analyzes various primary and secondary sources including interviews with several teachers and students at the Salafiyah Syafi'yah Sukorejo Islamic Boarding School, works by Kiai As'ad, Islamic boarding school documents, scientific articles, and references related to Islamic boarding school education. The findings of the study revealed that Kiai As'ad built the concept of student independence through three main pillars: character building, example of ulama (qudwah hasanah), and mastery of applied science. Values such as spiritual independence, life skills, and adaptability are important foundations in facing the changing times. The analysis shows that although this concept develops in the traditional context of pesantren, its basic principles remain relevant to modern challenges such as digital disruption and multiculturalism. This study concludes that the Kiai As'ad educational model offers an integrative framework that combines moral toughness with global competence, while maintaining Islamic identity. The implications of this study recommend strengthening the pesantren curriculum that combines traditional values with the development of 21st century skills such as digital literacy, entrepreneurship, and critical thinking, without eroding the basic character of Islamic Boarding School education. Abstrak Era globalisasi membawa tantangan kompleks yang menuntut generasi santri untuk mengembangkan kemandirian secara holistik. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep kemandirian santri dalam perspektif pendidikan Kiai As’ad Syamsul Arifin serta relevansinya di tengah dinamika global kontemporer. Menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan lapangan dengan desain fenomenologi, studi ini menganalisis secara kritis berbagai sumber primer dan sekunder meliputi wawancara kepada beberapa guru dan santri di Pesantren Salafiyah Syafi’yah Sukorejo, karya-karya Kiai As’ad, dokumen pesantren, artikel ilmiah, dan referensi terkait pendidikan pesantren. Temuan penelitian mengungkap bahwa Kiai As’ad membangun konsep kemandirian santri melalui tiga pilar utama: pendidikan akhlak (character building), keteladanan ulama (qudwah hasanah), dan penguasaan ilmu terapan. Nilai-nilai seperti kemandirian spiritual, kecakapan hidup (life skills), dan adaptabilitas menjadi fondasi penting dalam menghadapi perubahan zaman. Analisis menunjukkan bahwa meskipun konsep ini berkembang dalam konteks tradisional pesantren, prinsip-prinsip dasarnya tetap relevan dengan tantangan modern seperti disrupsi digital dan multikulturalisme. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pendidikan Kiai As’ad menawarkan kerangka integratif yang memadukan ketangguhan moral dengan kompetensi global, sekaligus menjaga identitas keislaman. Implikasi penelitian ini merekomendasikan penguatan kurikulum pesantren yang memadukan nilai-nilai tradisional dengan pengembangan keterampilan abad 21 seperti literasi digital, kewirausahaan, dan pemikiran kritis, tanpa mengikis karakter dasar pendidikan pesantren.The era of globalization brings complex challenges that require generations of students to develop independence holistically. This research aims to examine the concept of student independence from the educational perspective of Kiai As'ad Syamsul Arifin and its relevance in the midst of contemporary global dynamics. This study uses a qualitative research method of field approach with phenomenological design, this study critically analyzes various primary and secondary sources including interviews with several teachers and students at the Salafiyah Syafi'yah Sukorejo Islamic Boarding School, works by Kiai As'ad, Islamic boarding school documents, scientific articles, and references related to Islamic boarding school education. The findings of the study revealed that Kiai As'ad built the concept of student independence through three main pillars: character building, example of ulama (qudwah hasanah), and mastery of applied science. Values such as spiritual independence, life skills, and adaptability are important foundations in facing the changing times. The analysis shows that although this concept develops in the traditional context of pesantren, its basic principles remain relevant to modern challenges such as digital disruption and multiculturalism. This study concludes that the Kiai As'ad educational model offers an integrative framework that combines moral toughness with global competence, while maintaining Islamic identity. The implications of this study recommend strengthening the pesantren curriculum that combines traditional values with the development of 21st century skills such as digital literacy, entrepreneurship, and critical thinking, without eroding the basic character of Islamic Boarding School education. Abstrak Era globalisasi membawa tantangan kompleks yang menuntut generasi santri untuk mengembangkan kemandirian secara holistik. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep kemandirian santri dalam perspektif pendidikan Kiai As’ad Syamsul Arifin serta relevansinya di tengah dinamika global kontemporer. Menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan lapangan dengan desain fenomenologi, studi ini menganalisis secara kritis berbagai sumber primer dan sekunder meliputi wawancara kepada beberapa guru dan santri di Pesantren Salafiyah Syafi’yah Sukorejo, karya-karya Kiai As’ad, dokumen pesantren, artikel ilmiah, dan referensi terkait pendidikan pesantren. Temuan penelitian mengungkap bahwa Kiai As’ad membangun konsep kemandirian santri melalui tiga pilar utama: pendidikan akhlak (character building), keteladanan ulama (qudwah hasanah), dan penguasaan ilmu terapan. Nilai-nilai seperti kemandirian spiritual, kecakapan hidup (life skills), dan adaptabilitas menjadi fondasi penting dalam menghadapi perubahan zaman. Analisis menunjukkan bahwa meskipun konsep ini berkembang dalam konteks tradisional pesantren, prinsip-prinsip dasarnya tetap relevan dengan tantangan modern seperti disrupsi digital dan multikulturalisme. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pendidikan Kiai As’ad menawarkan kerangka integratif yang memadukan ketangguhan moral dengan kompetensi global, sekaligus menjaga identitas keislaman. Implikasi penelitian ini merekomendasikan penguatan kurikulum pesantren yang memadukan nilai-nilai tradisional dengan pengembangan keterampilan abad 21 seperti literasi digital, kewirausahaan, dan pemikiran kritis, tanpa mengikis karakter dasar pendidikan pesantren

    Metode Dakwah Ustadz Syamsul Arifin Nababan dalam membina Aqidah Santri Muallaf di Pondok Pesantren Pembinaan Muallaf Annaba Center Tangerang Selatan Banten

    No full text
    Muallaf merupakan hamba Allah yang baru memeluk Islam. Membina muallaf membutuhkan suatu metode dan pendekatan. Di satu sisi, metode kadang tak sejalan dengan pengaplikasiannya di lapangan. Di sisi lain dengan metode memudahkan da�i dalam mendidik dan membina muallaf untuk lebih mudah mengarahkan ke jalan Allah Swt. Berdasarkan kontek di atas, maka penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan bagaimana konsep metode dakwah ustadz Syamsul Arifin Nababan? Dan bagaimana aplikasi metode dakwah tersebut Metode dakwah adalah cara atau jalan dalam menyampaikan risalah Islam. metode dalam membina muallaf berpengaruh besar terhadap peningkatan aqidah. Pendekatan interpersonal dan psikologis mampu mengarahkan santri muallaf pada peningkatan keimanan melalui kajian teori dan praktek. Teori yang digunakan dalam membina muallaf berdasarkan pendekatan pribadi, dikusi,dialog dan konsultasi. (Muhammad Syarif Siangan Ketua Umum di Dewan Perwakilan Wilayah Pembinaan Iman Tauhid Islam D/H Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (DPW- PITI) DKI Jakarta). Konsep dakwah beliau berdasarkan pada pendekatan interpersonal dan psikologis dengan melakukan dua hal yang paling mendasar, menguggurkan sisa keyakinan agama sebelumnya dan memberikan dasar ajaran agama Islam melalui kajiankajian keislaman yang telah terjadwalkan di pondok pesantren. Semua dilakukan untuk menjadikan santri muallaf sebagai agen of change dalam dakwah Islam dimasa yang akan datang. Pengaplikasian metode dakwah ustadz Syamsul Arifin Nababan dalam membina aqidah santri muallaf dengan cara hikmah (ceramah, Tanya jawab dan dialog), kemudian bil hal. Dan konsep metode dakwah dalam pembinaan santri di sana sesuai dengan pelaksanaanya. Meski santri berbeda latarbelakang pengetahuan keislaman, semua santri mendapat pengajaran yang sama dan tidak ada jenjang pendidika

    Dakwah Pendidikan KH Muhammad Muhajirin Amsar ad-Dari

    Full text link
    Dakwah dalam pengertian sederhana berarti menyampaikan pesan dan seruan kepada khalayak ramai untuk menjalankan perintah agama dan menjauhi apa-apa yang dilarang melalui berbagai media.1 Dalam konteks ke Indonesiaan khususnya Betawi, penyebaran Islam yang terjadi di Indonesia tidaklah terlepas dari peran para mubaligh yang tak kenal lelah menyampaikan dakwah Islam ke berbagai penjuru Nusantara. KH Muhammad Muhajirin Amsar ad-Dari salah satu ulama dari betawi. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui dakwah pendidikan KH Muhammad Muhajirin Amsar ad-Dari, Tujuan dalam penelitian ini adalah bagaimana dakwah pendidikan KH Muhammad Muhajirin Amsar ad-Dari dengan  memaparkan  informasi  mengenai biografi,  karya,  pemikiran  dan  gerakan  dakwah  KH Muhammad Muhajirin Amsar ad-Dari. Menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penulisan ini yaitu KH Muhammad Muhajirin Amsar ad-Dari dilahirkan di Kampung Baru, Cakung, Jakarta Timur pada 10 November 1924 dengan nama Muhammad Muhajirin Amsar ad-Dari.  Beliau mengajar di lembaga Dar al-'Ulum al-Diniyyah dan berhasil menyelesaikan pembelajaran kitab-kitab seperti Muwatta Imam Malik, Sunan Abi Dawud, Sunan al- Tirmidzi, Sunan al-Nasa’i, Sunan Ibn Majah, Sahih Bukhari, dan Sahih Muslim. Selama tinggal di Jeddah, KH Muhammad Muhajirin Amsar ad-Dari meluangkan waktu untuk berziarah ke makam Siti Hawa, kemudian pada malam Zulhijjah, dengan niat umrah, dia berangkat menuju Mekah, yang terjadi sekitar bulan September 1947 M. Selain itu beliau mendalami metode tahqiq (peneguhan) dan tatbiq (penyesuaian) dalam memahami bagaimana metodologi istidlal (berdalil) dan istinbat (penetapan hukum) dari pendapat-pendapat para ulama mazhab; baik Mazhab Maliki, Hanafi, Syafi'i, maupun Hanbali, dengan memperhatikan prinsip prinsip ushul hadits dan ushul fiqh

    MUHAMMAD IQBAL’S ISLAMIC EDUCATION PHILOSOPHY

    Full text link
    : Education and curriculum are a unity to support human life for the better, where the formulation of the curriculum must be based on physiological, sociological, and anthropological foundations to create good and perfect educational goals. Adjusting the curriculum to the times is a response so that education remains relevant and useful for human life. The Merdeka Learning Campus Merdeka (MBKM) curriculum is one of the answers to efforts to adapt to the times, where, in its implementation, the MBKM curriculum provides flexibility to educational institutions and students in the learning process to achieve the desired academic goals. In this study, the author will analyze the MBKM curriculum from the point of view of Islamic philosophy initiated by Muhammad Iqbal, namely Islamic educational reconstructionism and theistic existentialism. Although Muhammad Iqbal never wrote a specific work on education, his philosophical values can be used as a foundation in education because they contain a lot of meaning on how to make a complete human being in life. This research uses the library research method by collecting data from scientific journal articles related to the discussion of research and analyzing the data collected and interpreting it in a discussion. The result of this study is that the MBKM curriculum upholds the principles of independence and self-reliance, but in the view of Muhammad Iqbal’s reconstructionism and existentialism philosophy, there are shortcomings, namely the cultivation of intense spiritual values, individual and community relationships, and a sense of responsibility after freedom of choice. So that from Muhammad Iqbal’s point of view, which is based on creativity, freedom, and spirituality, the MBKM curriculum requires a review to create a holistic education to realize an insān kāmil person who is not only proficient in the field of worldly knowledge but also balanced with religious knowledge
    corecore