11,336 research outputs found
Strategi Dakwah Ustadz Muhammad Arifin Ilham Di Kalangan Masyarakat Perkotaan
Dalam kehidupan manusia yang sangat berkembang pada saat ini, dakwah
Islam memerlukan sebuah strategi dalam penyampaiannya. Seorang da?i berperan
sebagai subjek dakwah diharuskan memiliki strategi, pola pikir yang berkaitan
dengan sistem. Mengingat masyarakat kota yang masing-masing pribadinya
memiliki sifat individualistik dan akibat adanya sikap individualistik itu adalah
masyarakat kota tidak membutuhkan orang lain. Maka sebuah strategi dakwah
diperlukan seorang da?i agar mampu menyampaikan pesan dakwah secara
langsung kepada mad?u dan mampu menerima isi pesan dakwah dengan baik dan
tepat sasaran.
Merujuk dari latar belakang tersebut maka timbul sebuah rumusan
masalah dalam penelitian ini, yaitu: bagaimana strategi dakwah Ustadz
Muhammad Arifin Ilham di kalangan masyarakat perkotaan? Dari sini, peneliti
menggali berbagai upaya strategi dakwah yang dilakukan oleh Ustadz
Muhammad Arifin Ilham di kalangan masyarakat perkotaan.
Meskipun Ustadz Muhammad Arifin Ilham sudah memiliki jam terbang
yang tinggi dalam hal berdakwah, ia tetap memerlukan strategi agar aktivitas
dakwah yang dijalaninya sesuai dengan tujuan. Strategi dakwah yang beliau pakai
sesuai dengan metode dakwah yang berada di ayat suci al-Qur?an tepatnya pada
surah an-Nahl ayat 125. Dalam pengertiannya terdapat tiga metode, yaitu: bil-
Hikmah, mauidzah al-Hasanah, dan al-Mujadalah.
Teori yang digunakan dalam penulisan ini adalah teori Fred R. David
dalam Manajemen Strategi Konsep yang menjelaskan bahwa dalam sebuah proses
strategi ada tahapan-tahapan yang harus ditempuh untuk mencapai sebuah tujuan
termasuk dijelaskannya harus melewati tahapan perumusan strategi, implementasi
strategi dan evaluasi strategi.
Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif
dengan tehnik analisis deskriptif. Kemudian sumber data diperoleh melalui
observasi di lapangan, melalui wawancara dengan Ustadz Muhammad Arifin
Ilham selaku da?i yang menjadi subjek dakwah dalam penelitian ini. Dokumentasi
dari aktivitas dakwah yang dilakukan oleh Ustadz Muhammad Arifin Ilham.
Strategi dakwah merupakan perpaduan dari perencanaan, metode dan
taktik untuk mencapai tujuan dakwah. Dalam mencapai tujuan tersebut
dibutuhkan pemikliran-pemikiran yang matang baik tehnik maupun taktik yang
harus dilakukan seorang da?i dalam mencapai tujuan dakwahnya
METODE DAKWAH MUHAMMAD ARIFIN ILHAM
Dalam berdakwah, Muhammad Arifin Ilham pada awalnya menggunakan metode retorika atau ceramah. Dalam pemahaman M.Arifin Ilham suatu amalan akan terasa hampa dan kosong apabila tidak disertai dengan penguatan zikir kepada Allah. Pasalnya, Islam adalah agama yang tidak hanya dapat dipahami oleh akal, akan tetapi harus betul-betul dapat dihayati, dan sebagai penyejuk hati. Zikir merupakan pintu awal dalam dakwah Muhammad Arifin Ilham. Majelis Zikir Az-Zikra adalah majelis tarbiyah yang menekankan pada pemahaman, penghayatan, pengamalan akidah, ibadah, akhlak dan menghindari penyimpangan-penyimpangan zikir. Majelis zikir Az-Zikra memiliki beberapa konsep atau langkah-langkah untuk mendukung kegiatan zikirnya. Yakni Majelis Ilmu atau Majelis Tarbiyah, Dewan Syariat, Regenerasi, manajemen majelis zikir Az-Zikra, dan silaturahim. Secara garis besarnya, dakwah Muhammad Arifin Ilham dengan metode dzikir meliputi tiga unsur, yaitu, materi (adab dan sistematika zikir), strategi, dan pola dakwah
Efektivitas Manajemen Dakwah Ustadz Muhammad Arifin Ilham Melalui Facebook
Di zaman modern ini, banyak sekali sarana untuk berdakwah dengan
memanfaatkan kemajuan teknologi seperti televisi, radio, dan berbagai media
cetak. Dakwah merupakan suatu rutinitas atau bahkan kewajiban bagi setiap umat
muslim, mengajak kepada kebaikan dan menyeru kepada kemungkaran. Sehingga
terciptanya kehidupan yang harmonis dan di ridhoi oleh Allah SWT.
Dengan adanya berbagai macam media sosial online seperti Facebook,
Twitter, Blogger, Path, dan semacamnya, tentunya bisa dimanfaatkan sebagai
media untuk berdakwah. Memang telah banyak para pendakwah yang
memanfaatkan media-media tersebut diatas, seperti salah satunya adalah Ustadz
Muhammad Arifin Ilham. Inilah yang menjadi salah satu alasan penulis untuk
mengadakan suatu penelitian dan menjadikannya sebuah skripsi. Dalam hal ini
adalah analisis naratif efektivitas manajemen dakwah Ustadz Muhammad arifin
Ilham melalui facebook.
Berdasarkan di atas, maka penulis memunculkan sebuah pertanyaan
sebagai objek pembahasan skripsi ini, bagaimana efektivitas manajemen dakwah
Ustadz Muhammad Arifin Ilham melalui facebook. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif menurut bogdan dan taylor, yaitu prosedur penelitian yang
menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang
dan perilaku yang diamati.
Dari hasil penelitian didapatkan dalam satu bulan saja, terhitung dari
tanggal 1 oktober 2015 sampai 1 november 2015, keseluruhan yang menyukai
postingan dakwah Ustadz Muhammad Arifin Ilham adalah sebanyak 641.943
pengguna facebook, dan yang telah di bagikan sebanyak 1.030.804 pengguna
facebook, dan yang memberikan komentar sebanyak 40.708 pengguna facebook.
Kemudian dapat dihasilkan penerapan fungsi-fungsi manajemen dakwah
Ustadz Muhammad Arifin Ilham melalui facebook sangat efektif dan mempunyai
implikasi positif bagi perkembangan metode berdakwah melalui media sosia
Telaah retorika dakwah Muhammad Arifin Ilham
Secara khusus dan tegas, pada pola dakwah yang di jalankan oleh Muhammad Arifin Ilham dengan konsistn tidak memiliki keterkaitan dengan agenda media. Artinya, sejak kemunculannya di media massa, dimulai dari sebuah radio kecil di bilangan Cipete, Jakarta Selatan. Pola dakwahnya tetap sama, yakni menggunakan pendekatan dzikir. Historisitas yang mencakup cara menyampaikan pesan, pada awalnya dengan risalah pidato yang tidak jauh berbeda dengan dai lainnya, namun itu ia lakukan sebelum masuk dalam sistem media massa yang membuatnya populer. Sehingga, perubahan cara berdakwah tersebut tidak dapat di kategorikan sebagai kemasan media. Meskipun demikian, media tetap memperhatikan estetika siaran program, estetika yang dimaksud bukan pada pola dakwah itu sendiri, hanya saja semisal make up, kerapian dan hal teknis yang berhubungan dengan visual. Dari sini, peneliti berkesimpulan bahwa Muhammad Arifin Ilham bisa di kategorikan sebagai Man Behind the Gun, bukan Media yang mengatur, akan tetapi media hanya mengikuti karakter sang Ustad itu sndiri
Integration of Islamic Boarding School and Madrasah Education from the Perspective of Kiyai Muhammad Syamsul Arifin
This research aims to examine the thoughts of KH. Muhammad Syamsul Arifin regarding the integration of Islamic boarding schools (pesantren) and traditional Islamic schools (madrasah). The study employs a qualitative approach, specifically a literature review. Data collection techniques involve documentation, while content analysis is utilized for data analysis. The research findings reveal KH. Muhammad Syamsul Arifin as an individual with unique ideas concerning the integration of pesantren and madrasah. He firmly believes in the significance of this integration as a means to bridge knowledge gaps and meet the demands of current career prospects. According to KH. Muhammad Syamsul Arifin, if pesantren remain disconnected from the evolving educational systems, there's a potential risk of them becoming obsolete in the face of globalizing developments.Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji pemikiran KH. Muhammad Syamsul Arifin terkait integrasi pesantren dan madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian pustaka. Tehnik pengumpulan datanya adalah dokumentasi. Sementara analisis datanya peneliti menggunakan analaisis konten. Dari hasil penelitian, peneliti mendapati KH. Muhammad Syamsul Arifin sebagai sosok yang memiliki ide yang unik tentang integrasi pesantren dan madrasah. KH. Muhammad Syamsul Arifin percaya bahwa integrasi ini sangat penting dalam menghilangkan kesenjangan pengetahuan dan memenuhi tuntutan prospek karir saat ini. Jika pesantren masih terputus dari sistem baru yang telah berkembang, maka dimungkinkan pesantren akan mati ditelan arus perkembangan globalisasi
Dzikir sebagai pendidikan akhlak: studi kasus metode dzikir Az-Zikra karya Muhammad Arifin Ilham
Penulis mengambil pemikiran Muhammad Arifin Ilham di dasari oleh keinginan mendalami pemikiran Muhammad Arifin Ilham mengenai metode dzikir sebagai pendidikan akhlak. Muhammad Arifin Ilham adalah tokoh agama muda yang konsisten berdakwah dengan dzikir-dzikirnya yaQg menyentuh hati semua kalangan masyarakat. Pemikirannya selalu berpedoman pada al-Qur'an dan hadits serta senantiasa di kontekskan dengan perkembangan zaman dan realita masyarakat sekitarnya. Melalui dzikimya serta beberapa hasil karya-karyanya Muhammad Arifin Ilham berperan cukup besar dalam perkembangan Islam di Indonesia terutama dalam bidang perbaikan akhlak di tengah-tengah dekandensi moral masyarakat khususnya generasi mudanya seperti zaman sekarang-sekarang ini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa kontribusi metode dzikir az-Zikra karya Muhammad Arifin Ilham dalam pendidikan akhlak. Untuk memperoleh hal penelitian, penulis menggunakan library reseach dengan pendekatan deskriptif terhadap data (primer dan sekunder) yang bersifat kualitatif, serta menggunakan berbagai metode yaitu metide interpretasi, metode kesinambungan historis, metode komparatif. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa metode dzikir dzikra sebagai pendidikan akhlak menurut Muhammad Arifin ilham adalah metode takhalli, metode tahalli dan metode rajalli dari metode-metode tersebut seseorang dituntut untuk menghindari sifat-sifat tercela kemudian mengisi diri dengan akhlak terpuji kemudian merasa akan keagungan Allah. Menurut Muhammad Arifin Ilham, dzikir dibagi menjadi 4 bentuk diantaranya adalah: dzikir qalbiyah, dzikir aqliyah, dzikir lisan dan dzikir amaliyah. Pendidikan akhlak mengendalikan tindakan lahir, akan tetapi tindakan lahir itu tidak dapat terjadi bila tidak diketahui atau dikendalikan dengan tindakan batin. Oleh karena itu setiap insan diwajibkan dapat menguasai batinnya atau mengendalikan hawa nafsunya karena ialah yang merupakan motor dari segala tindakan lahir. Dengan dzikir yang apabila dilaksanakan secara istiqomah dapat mengantarkan anak didik berakhlak baik yang sesuai dengan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat sehingga dapat terwujud tujuan pendidikan Islam secara optimal fakni untuk bertaqwa kepada Allah SWT
Pioneers of Library Movement in Pakistan
The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders
Ajaran Dzikir Taubat Pada Majelis Dzikir Az-Zikra Pimpinan Muhammad Arifin Ilham
Dzikir Taubat pada Majelis Zikir Az-Zikra yang dipimpin Muhammad
Arifin Ilham merupakan ajaran dzikir dan gerakan dakwah yang telah terlembaga
dan dikenal serta diterima oleh masyarakat, bukan sebagai suatu gerakan tariqat
atau gerakan tasauf. Hal inilah yang menjadi keunikan yang ada pada ajaran dzikir
taubat Majelis Zikir Az-Zikra pimpinan Muhammad Arifin Ilham.
Adapun kunikannya terletak pada tidak ada aturan formal yang berlaku
seperti tariqat pada umumnya. Sebagaimana telah diketahui, bahwa kebanyakan
tariqat memiliki aturan formal dan tatacara ibadah tertentu seperti tahapan-tahapan
dzikir yang harus dijalani dan dilalui (dalam bentuk dan jumlah wirid tertentu),
maupun sumpah (bai?aḥ ) dan perjanjian (?aqd) baik pada seorang syeikh
(mursyid), ataupun silsilah yang merupakan runtutan guru-guru tariqat yang
menjadi seorang syeikh tariqat dari yang paling akhir sambung-menyambung
sampai kepada Nabi Muhammad saw. Belum lagi tentang aturan formal dan tata
cara tertentu yang wajib ditaati dan dipatuhi dalam berinteraksi yang menjadi adab
khusus bagi seorang murid kepada syeikhnya.
Hal-hal tersebut tidaklah terdapat dalam dzikir taubat pada Majelis Zikir
Az-Zikra, meskipun secara umum dapat dikatakan sebagai tariqat. Sekalipun ada,
afiliasinya adalah afiliasi tariqat pada sunnah Nabi Muhammad saw. tidak kepada
siapa dan apa ? afiliasinya tidak pada tariqat tertentu. Namun, secara pribadi
Muhammad Arifin Ilham bukan seorang pengikut tariqat baik yang ada di
Indonesia maupun di luar negeri. Sehingga, tidak ada sumpah dan perjanjian bagi
yang masuk dan mengikuti dzikir taubat pada Majelis Zikir Az-Zikra pimpinan
Muhammad Arifin Ilham ini. Karena sumpah dan perjanjian sebenarnya dilakukan
oleh individu itu sendiri yang melakukannya kepada Allah swt.
Sehingga penelitian ini ingin mengetahui ajaran dzikir taubat dengan bagaimana aplikasi nilai-nilai dan ajaran tasauf pada Majelis Zikir Az-Zikra yang
dipimpin Muhammad Arifin Ilham sebagai seorang yang berhasil membangkitkan
semangat berdzikir dengan formula dan metode dzikir yang dikembangkannya
tersebut, menjadi yang diminati dan sekaligus mengajak jama?ahnya aktif dalam
perjalanan batin (spiritual) yang tetap bersumber pada ajaran al-Qur'an dan Hadits
Nabi Muhammad saw.
Adapun subyek yang diteliti dan telah menjadi konsentrasi penulis di
dalam penelitian ini adalah berdasarkan pada penelitian tentang ajaran dzikir
taubat pada Majelis Zikir Az-Zikra yang dipimpin oleh Muhammad Arifin Ilham
secara terpusat dan serius
Zikir Prespektif K.H Muhammad Arifin Ilham dalam Buku The Miracle of Dzikir.
ABSTRAK
Nur Haji Siti Rahmah, (2021): Zikir Prespektif K.H Muhammad Arifin Ilham dalam Buku The Miracle of Dzikir.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Zikir Prespektik K.H Muhammad Arifin Ilham dalam buku The Miracle of Dzikir. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) yang berhubungan dengan (isi). Metode analisis isi dilakukan dengan cara membaca buku secara komprehensif, mengidentifikasi dan mengklasifikasi paparan data, lalu melakukan analisis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Zikir Prespektif K.H Muhammad Arifin Ilham dalam Buku The Miracle of Dzikir terdapat empat Zikir yakni: (1). Zikir hati: menghadirkan kebesaran dan keagungan Allah di dalam diri dan jiwa. (2). Zikir akal: memikirkan semua ciptaan Allah dan memikirkan nikmat Allah. (3) Zikir lisan: mengucapkan dan melafazkan asma Allah dan (4) Zikir amal: senang sujud kepada Allah dan menjauhi larangan Allah. Zikir hati akan mendorong muhasabah akal, lalu mendorong Zikir lisan, kemudian Zikir amal membentuk akhlakul karimah. Keutamaan berzikir menurut K.H Muhammad Arifin Ilham ialah menyucikan diri (hati), terwujudnya kemuliaan akhlak (akhlakul karimah), mendapatkan kesuksesan dunia dan akhirat. Lafaz zikir sebagai berikut: Subnallah Walhamdulillah Wa Laa Ilaha Illallah Waallahu Akbar.
Kata Kunci: Zikir, Prespektif, The Miracle of Dzikir
NILAI-NILAI PENDIDIKAN TASAWUF AKHLAQI (STUDI ANALISIS PEMIKIRAN RKH. MUHAMMAD SYAMSUL ARIFIN DALAM BUKU KALAM HIKMAH)
Tasawuf Akhlaqi is teaching that discusses the perfection and purity of the soul, which is formulated in strict regulation of mental attitudes and behavior discipline, in order to achieve perfect and optimal happiness. So, we need purification efforts in humans through the cultivation of Sufism values. The book Kalam Hikmah is a small book that explains the values of Sufism education but focuses more on the values of Islamic Sufism. RKH writes this book. Muhammad Syamsul Arifin, in which there are Sufism values that are part of Islamic Sufism values.
This research is a literature review, which is done by reading, reviewing or examining library materials. The primary data source is the book Kalam Hikmah written by RKH. Muhammad Syamsul Arifin and his secondary sources in the form of books or other documents support and relate to Kalam Hikmah's book. Meanwhile, data analysis techniques use content analysis. Educational values, Islamic Sufism.
The results showed that: 1) The values of the Islamic Tasawuf Education contained in the Kalam Hikmah Book by RKH. Muhammad Syamsul Arifin includes Istiqomah, Sabar, Tawadhu ', Wara', Qona'ah and Tawakkal, 2) Typology of Islamic Thought by RKH Muhammad Syamsul Arifin, in the book of Kalam Hikmah is a Typology of Traditional Islamic Thought because it emphasizes Islamic thought, which is still firmly tied to the ulama thinkers 'experts in fiqh, hadith, tasawuf. The lives of scholars' who lived between the 7th century AD Until the 13th century AD, 3
- …
