225 research outputs found

    PELAKSANAAN DISIPLIN KERJA DAN PENERAPAN SANKSI KARYAWAN PADA PERUSAHAAN PT. CITRA VAN TITIPAN KILAT (TIKI) CABANG TANJUNG BALAI KARIMUN, KEPULAUAN RIAU

    Full text link
    ABSTRAK “PELAKSANAAN DISIPLIN KERJA DAN PENERAPAN SANKSI KARYAWAN PADA PERUSAHAAN PT. CITRA VAN TITIPAN KILAT (TIKI) CABANG TANJUNG BALAI KARIMUN, KEPULAUAN RIAU. Oleh : RIO ARIANDI O1870213749 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pelaksanaan disiplin kerja dan penerapan sanksi karyawan pada perusahaan PT. Citra van titipan kilat (TIKI) Cabang tanjung balai karimun, Kepulauan Riau. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan skunder yaitu sejarah perusahaan, visi dan misi perusahaan dan struktur organisasi perusahaan, Dengan data menggunakan deskriptif . Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pelaksanaan disiplin kerja dan penerapan sanksi karyawan pada perusahaan PT. Citra van titipan kilat (TIKI) Cabang tanjung balai karimun, Kepulauan Riau. Sudah cukup baik dan sesuai dengan standar operasional perusahaan meskipun ada beberapa karyawan yang masih rajin dalam melanggar peraturan yang sudah di tetapkan oleh perusahaan. Kata Kunci : Disiplin kerja dan penerapan sanks

    Peran Penyuluh Agama Islam Non Pns Dalam Penyuluhan Keluarga Sakinah Di Kecamatan Peranap Menurut Perspektif Hukum Islam

    Full text link
    ABSTRAK Ariandi, (2023): Peran Penyuluh Agama Islam Non Pns Dalam Penyuluhan Keluarga Sakinah Di Kecamatan Peranap Menurut Perspektif Hukum Islam Penelitian ini dilatar belakangi oleh penyuluhan keluarga sakinah yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Peranap belum maksimal serta kurang aktif Penyuluh Agama Islam Non PNS dalam melakukan penyuluhan terhadap kelurga yang belum sakinah, kemudian apakah program penyuluhan tersebut sesuai dengan ajaran Islam atau tidak. Penelitian ini akan fokus pada rumusan masalah yaitu : Bagaimana peran Penyuluh Agama Islam Non PNS dalam Penyuluhan keluarga sakinah di Kecamatan Peranap, Apa faktor pendukung dan penghambat Penyuluh Agama Islam Non PNS dalam penyuluhan keluarga sakinah di Kecamatan Peranap dan Bagaimana tinjaun Hukum Islam terhadap pelaksanaan penyuluhan keluarga sakinah oleh Penyuluh Agama Islam Non PNS di Kecamatan Peranap. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research), dengan langsung turun ke masyarakat Kecamatan Peranap sehingga diperoleh data yang jelas. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara terpimpin dan dokumentasi. Berdasarkan data yang terkumpul kemudian di analisis. Hasil penelitian ini adalah Penyuluhan dilakukan terhadap majlis taklim dengan mengunakan pembinaan rutin dan pembinaan satu kali satu bulan dengan metode ceramah, tanya jawab dan konsultasi individu. Faktor pendukung dalam melakukan penyuluhan keluarga sakinah penyuluhan lewat media, pengalaman pribadi, adanya sarana dan prasarana yang memadai, adanya kerjasama dengan tokoh adat dan tokoh agama. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya referensi materi, rendahnya pemahaman keislaman, dan kurangnya Penyuluh Agama Islam Non PNS dibidang keluarga sakinah. Pelaksanaan program Pembentukan keluarga sakinah ini sudah sesuai dengan prinsip dalam Hukum Islam. Penyuluhan keluarga sakinah termasuk salah satu wasilah mencapai kelurga sakinah. Penyuluhan keluarga sakinah termasuk maslahah hajiyah yang bentuk kemaslahatanya pemenuh kebutuhan pokok yang lima (dhararuri). Maslahat diantaranya ada perkembangan tentang etika didalam rumah tangga keharmonisan didalam rumah tangga serta mengetahui tentang hak dan kewajiban suami istri. Kata kunci :Penyuluh Agama Islam,keluarga sakinah, Maslahah Mursala

    Transformasi Novel Balada Si Roy Karya Gol A Gong ke Bentuk Film Balada Si Roy Sutradara Fajar Nugros

    Full text link
    Khairani Savira Ariandi, 2010721006. Transformasi Novel Balada Si Roy Karya Gol A Gong ke Bentuk Film Balada Si Roy Sutradara Fajar Nugros. Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, 2024. Pembimbing I: Dr. Zurmailis, M. A dan Pembimbing II: Dr. Sn. Noni Sukmawati, M. Hum. Masalah penelitian ini adalah membahas transformasi dan perubahan ideologi dari novel Balada Si Roy karya Gol A Gong ke bentuk film Balada Si Roy sutradara Fajar Nugros. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana perubahan dari adaptasi cerita dalam novel Balada Si Roy karya Gol A Gong ke bentuk film Balada Si Roy sutradara Fajar Nugros dan bagaimana perubahan ideologi dari novel Balada Si Roy ke bentuk film Balada Si Roy. Terdapat dua objek dalam penelitian ini yaitu novel Balada Si Roy karya Gol A Gong dan film Balada Si Roy yang disutradarai oleh Fajar Nugros. Pendekatan yang dilakukan pada dua objek penelitian adalah menggunakan teori adaptasi dari Linda Hutcheon. Teknik yang digunakan adalah membaca dengan cermat novel Balada Si Roy dan menonton dengan cermat film Balada Si Roy, menemukan persamaan dan perbedaan dari novel Balada si Roy dengan film Balada Si Roy, melakukan analisis transformasi dan perubahan ideologi setelah dilakukannya pengadaptasian dari novel ke bentuk film dan membuat kesimpulan serta saran dari hasil analisis. Dari temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan dari kedua media. Selain persamaan dan perbedaan, terdapat ideologi politik pada novel sedangkan pada film terdapat ideologi budaya

    ANALISIS PERBEDAAN PENGARUH ANTARA KOMITMEN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA, NIAT KELUAR DAN PRESTASI KERJA KARYAWAN BAGIAN OPERASIONAL DAN BAGIAN ADMINISTRASI PT. WIRA ARIANDI DI TARAKAN KALIMANTAN TIMUR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA

    Full text link
    Setiap perusahaan selayaknya memperhatikan dan mengelola karyawan yang merupakan asetnya dengan baik karena dengan pengelolaan yang baik akan diperoleh karyawan yang mempunyai komitmen kerja yang kuat, memiliki kepuasan yang tinggi, niat keluar yang rendah, dan prestasi tinggi sesuai harapan perusahaan serta karyawan itu sendiri. Demikian pula yang terjadi pada PT. Wira Ariandi di Tarakan Kalimantan Timur, salah satu sumber daya yang berperan penting dalam pencapaian kelancaran dan kesuksesan perusahaan adalah sumber daya manusia, karena semua aktivitas serta kelangsungan hidup perusahaan dikendalikan oleh para karyawan perusahaan, diantaranya oleh bagian operasional dan administrasi. Untuk itulah perusahaan berusaha mengelola karyawan sebaik-baiknya dengan harapan akan diperoleh karyawan yang mempunyai komitmen kerja kuat, memiliki kepuasan yang tinggi, niat keuar yang rendah, dan prestasi tinggi pada bagian operasional dan administrasi. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat uji Anova dan Manova dengan hasil sebagai berikut : 1. Hipotesis pertama terbukti kebenarannya nilai F hitung sebesar 27,148 yang mempunyai nilai signifikan sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 sehingga dihasilkan perbedaan pengaruh dari komitmen kerja karyawan terhadap kepuasan kerja antara karyawan bagian operasional dan bagian administrasi pada PT. Wira Ariandi di Tarakan Kalimantan Timur dinyatakan signifikan atau berarti. 2. Hipotesis kedua terbukti kebenarannya karena nilai F hitung sebesar 18,877 dan angka signifikan sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 sehingga dihasilkan terdapat perbedaan pengaruh dari komitmen kerja karyawan terhadap niat keluarnya karyawan antara karyawan bagian operasional dan bagian administrasi pada PT. Wira Ariandi di Tarakan Kalimantan Timur secara signifikan. 3. Pembuktian hipotesis ketiga juga terbukti kebenarannya karena nilai F hitung sebesar 63,581 dengan angka signifikan sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat dinyatakan terdapat perbedaan pengaruh dari komitmen kerja karyawan terhadap prestasi kerja antara karyawan bagian operasional dan bagian administrasi pada PT. Wira Ariandi di Tarakan Kalimantan Timur secara berarti atau signifikan. 4. Pembuktian hipotesis keempat, dengan menggunakan uji Manova menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh dari komitmen kerja karyawan terhadap kepuasan kerja, prestasi kerja, dan niat keluarnya karyawan secara bersama-sama antara karyawan bagian operasional dan bagian administrasi pada PT. Wira Ariandi di Tarakan Kalimantan Timur, diterima kebenarannya

    NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DALAM BUKU MUHAMMAD AL-FATIH 1453 KARYA FELIX Y SIAUW

    Full text link
    ABSTRAK Ricci Ariandi (2022): Nilai-nilai Pendidikan Karakter Religius dalam Buku Muhammad Al-Fatih 1453 Karya Felix Y Siauw Pendidikan sebagai salah satu pilar utama dalam mengantisipasi masa depan, karena pendidikan selalu di orientasikan pada penyiapan generasi mendatang yaitu peserta didik untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dalam pengertian yang sederhana dan umum makna pendidikan adalah usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan. Banyak pihak yang mengatakan bahwa proses pendidikan karakter religius di Indonesia belum berhasil membangun manusia yang beragama. Banyak lulusan sekolah atau sarjana yang cerdas dan kreatif, namun memiliki mental dan moral yang lemah. Maka dari itu, diperlukan adanya pembahasan mengenai nilai-nilai pendidikan karakter religius untuk meminimalisir permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui: Nilai-nilai Pendidikan Karakter Religius dalam buku Muhammad Al-Fatih 1453 Karya Felix Y Siauw. Penelitian ini termasuk penelitian Kepustakaan (Library Research). Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan teknik analisis isi yaitu melihat konsistensi makna dalam sebuah teks yang dijabarkan dalam pola-pola terstruktur dan membawa peneliti kepada pemahaman sistem dibalik teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai-nilai Pendidikan Karakter Religius dalam Buku Muhammad Al-Fatih 1453 Karya Felix Y Siauw adalah: (1) Nilai Pendidikan Karakter Religius terhadap Allah yaitu Taat pada perintah Allah dan Keyakinan pada Allah. (2) Nilai Pendidikan Karakter Religius terhadap Diri Sendiri yaitu bekerja keras dan bersikap jujur. (3) Nilai Pendidikan Karakter Religius Terhadap Sesama Manusia yaitu toleransi beragama dan mengingatkan dalam beribadah (4) Nilai Pendidikan Karakter Terhadap Lingkungan yaitu peduli terhadap lingkungan. Kata Kunci: Nilai-nilai Pendidian Karakter Religius, Muhammad Al-Fatih 1453, Felix Y Siau

    Peran Buzzer Politik dalam Dinamika Jelang Pemilu Tahun 2024

    Full text link
    This research focuses on the buzzer\u27s potential contribution to the dynamics of the Indonesian political system ahead of the 2024 General Election. The urgency of this research is that buzzers are often the actors that create political problems. Buzzers often construct provocation narratives to create political branding for certain candidates. It is increasingly disrupted when information technology is disrupted that provides information that is not entirely valid. Then some people decide to choose from the construction of the media. This research uses role theory with vertical and horizontal coordination patterns. This research uses literature study methods from various reference sources such as books, journals, documents, and the Internet. The author uses data analysis techniques to correlate one data with another. The results showed that the role of the political buzzer includes three things, namely, as a political tool that can be used tendentiously, positively, or negatively. Then, political buzzers also act as influencers who influence followers because they are personal branding in a particular activity and buzzers as a community and identity. In this section, buzzers are new job opportunities that provide financial attractiveness—order- and project-based buzzers for a specific campaign. Buzzers act on a vertical basis of coordination with political elites and candidates and coordinate horizontally with their communities to create political constructs. Various rules have regulated the regulation of buzzer campaigns in the political system. But it still happens because there is no legal, political, sociocultural, or economic awareness.Keywords: Political buzzer; Construction; Role; Coordination; polarization AbstrakPenelitian ini berfokus pada potensi kontribusi buzzer dalam dinamika sistem politik Indonesia jelang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024. Urgensi riset ini adalah bahwa buzzer seringkali menjadi aktor yang menciptakan terjadinya keos politik. Para buzzer seringkali mengkonstruksi narasi-narasi provokasi untuk menciptakan branding politik pada kandidat tertentu. Hal ini semakin diperparah para oleh disrupsi teknologi informasi yang menyediakan informasi yang tidak sepenuhnya valid. Kemudian Sebagian orang mengambil keputusan untuk memilih dari adanya konstruksi media tersebut. Penelitian ini menggunakan teori peran dengan pola koordinasi vertikal dan horizontal. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan yang diperoleh dari berbagai sumber referensi seperti buku, jurnal, dokumen, internet. Penulis menggunakan Teknik analisis data proses tracking untuk mengkorelasikan antar data yang satu dengan yang lainya. Adapun hasil yang didapatkan bahwa peran buzzer politik mencakup tiga hal yakni sebagai alat politik yang berpotensi digunakan dengan tendensius positif atau negatif. Kemudian, buzzer politik juga berperan sebagai influencer yang memberikan pengaruh pada follower karena mereka adalah branding personal dalam suatu aktivitas tertentu serta buzzer sebagai komunitas dan identitas. Pada bagian ini buzzer adalah peluang kerja baru yang menyediakan finansial yang menarik. Buzzer berbasis pesanan dan proyek untuk suatu kampanye tertentu. Para buzzer bertindak dengan basis koordinasi vertikal dengan elit politik dan kandidat serta berkoordinasi horizontal dengan komunitas mereka untuk menciptakan konstruksi politik. Pengaturan tentang kampanye buzzer dalam sistem politik telah diatur berbagai aturan. Namun masih saja terjadi karena belum adanya kesadaran hukum, kesadaran politik, kesadaran sosial budaya dan kesadaran ekonomi.Kata Kunci: Buzzer Politik; Konstruksi; Peran; Koordinasi; Polarisas

    Analisis Pemasaran Cabai Merah (Capsicum Annum L) (Studi Kasus: Kecamatan Siborongborong Tapanuli Utara)

    No full text
    Cabai merah merupakan salah satu komoditas hortikultura penting dalam menu pangan masyarakat Indonesia. Cabai merah umumnya digunakan sebagai bumbu masakan, obat obatan, kosmetik, zat pewarna dan juga bahan industri. Masyarakat Indonesia khususnya Pulau Sumatera memiliki kebiasaan dan kesukaan mengonsumsi makanan yang pedas dan olahan berbahan baku cabai merah. Menurut BPS (2017) Sumatera Utara merupakan sentra produksi cabai terbesar di Pulau Sumatera yaitu sebesar 152.629 Ton. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kabupaten Tapanuli Utara Dalam Angka Tahun 2017, diketahui bahwa Kabupaten Tapanuli Utara, Kecamatan Siborongborong merupakan salah satu sentra produksi tanaman cabai terbesar di Sumatera Utara dengan rata-rata produksi cabai besar terbesar terdapat pada Kecamatan Siborong-borong yaitu sebesar 56,88 persen dengan luas lahan sebesar 311 Ha dan produksi sekitar 7.181,14 Ton. Tujuan penelitian ini, antara lain : 1. Untuk mengetahui proses pelaksanaan pemasaran pada pasar lelang cabai merah di Kecamatan Siborong-borong Kabupaten Tapanuli Utara. 2. Untuk mengetahui tingkat efesiensi pasar lelang dan luar pasar lelang dalam pemasaran cabai merah di Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara. Proses pengumpulan data dilakukan pada bulan September 2017. Lokasi penelitian dipilih karena menjadi salah satu sentra produksi terbesar di kabupaten tapanuli utara. Responden dalam penelitian ini diperoleh dengan metode simple random sampling. Responden yang digunakan berjumlah 38 orang , 26 sampel petani, 6 orang pedagang pasar lelang dengan menggunakan sensus dan 6 orang pedagang luar pasar lelang cabai merah dengan metode accidental sampling. Untuk menjawab tujuan penelitian yaitu (3) Tingkat efesiensi pemasaran pasar lelang dan luar pasar lelang. Tingkat efesiensi pemasaran pasar lelang dan luar pasar lelang cabai merah dilakukan dengan beberapa metode yaitu : (M=Hp Hb) Diketahui bahwa semakin kecil margin pemasaran maka semakin efesien pemasarannya, dan jika nilai efeiensi pemasaran <50% maka dikatakan efesien dan jika mendekati angka 0% maka lebih efesien. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa saluran pemasaran I memiliki nilai EP sebesar 0% dan saluran pemasaran II 5,37% maka kedua saluran efesien, tetapi saluran pemasaran I lebih efesien dibandingkan saluran pemasaran II. Saran yang dapat diajukan antara lain petani sebaiknya bias lebih memanfaatkan pemasaran dengan cara pasar lelang terutama dalam aspek manajemen. Pemerintah perlu lebih mengembangkan pelaksanaan pasar lelang untuk melindungi petani cabai merah dari fluktuasi harga yang ekstrem agar petani tidak mengalami keluhan akibat fluktuasi harga

    Analisis Yuridis Putusan Mahkamah Konstitusi No.29Php.Bup.Xv2017 Terhadap Pemilihan Ulang Bupati Dan Wakil Bupati Kabupaten Gayo Lues Tahun 2017

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi berdasarkan pengamatan penulis tentang Pemilihan Kepala Daerah merupakan suatu proses untuk memperjuangkan kepentingan politik dalam bentuk seleksi terhadap lahirnya wakil rakyat dan pemimpin dalam rangka mewujudkan demokrasi, karena pemilihan umum merupakan suatu rangkaian kegiatan politik untuk menampung kepentingan rakyat, kemudian dirumuskan dalam berbagai bentuk kebijakan pemilihan umum adalah sarana demokrasi untuk membentuk sistem kekuasaan negara yang berkedaulatan rakyat dan permusyawaratan perwakilan yang digariskan oleh UUD 1945. Tujuan dari penelian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis tentang, Pertimbangan Hukum dalam Pemilihan ulang Kepala Daerah berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 29/php.bup.xv/2017, Mengetahui dan menganalisis tentang hasil pemilihan ulang dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Bupati dan Wakil Bupati sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 29/php.bup.xv/2017 dan Untuk mengetahui akibat hukum dalam pelaksanaan pemilihan ulang Bupati dan Wakil Bupati kabupaten gayo lues. Berdasarkan hasil penelitian dipahami bahwa pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gayo Lues, Ketelitiaan dan pengawasan dari Panwaslu masih kurang jauh dari yang diharapkan atau yang diinginkan masyarakat, sehingga timbul pelanggaran dalam pemilihan kepala daearah Bupati dan Wakil Bupati, Seharusnya dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah diharapkan kepada Panwaslu untuk lebih teliti dalam pengawasan pelaksanaan pemilu dan dalam penghitungan suara (Rekapitulasi), sehinga tidak timbul pelangaran dalam pemilihan kepala daerah Bupati dan Wakil Kabupaten Gayo Lues

    UJI AKTIVITAS ENZIM DIASTASE, HIDROKSIMETILFURFURAL (HMF), KADAR GULA PEREDUKSI, DAN KADAR AIR PADA MADU HUTAN BATTANG

    Full text link
    Honey is a natural liquid that generally has a sweet taste produced by honey bee (Apis sp.) from plant flowerextract (flora nectar) or other parts of the plant (extra floral) (SNI 01-3545-2013). Bees sucked a variety of flowers andfruit juice, collected in the body, then taken to the nest and formed into honey. Honey can be used to a drug because itcontains antioxidants and antimicrobials. Sweet and bitter honey were mostly produced by Apis dorsata forest beespecies in the forest of Battang which now can not be cultivated properly. Characteristics of physical and chemicalquality of honey vary depending on internal and external factors. Internal factors include the type of interest. Externalfactors are like seasons, soil conditions and geographical location as well as processing and storage. Diastase enzymes,hydroxymethylfurfural (HMF), reducing sugars and moisture content, have important parameters for the quality ofhoney. This study aims to determine the quality of honey based on diastase enzyme activity test, HMF test, reducingsugar content and moisture content in two samples of Battang forest honey. The results showed that diastase enzymeactivity 5,06 DN and hydroxymethylfurfural were not detected in honey sweet sample of Battang forest and havefulfilled honey quality requirement based on SNI 01-3545-2013. The result of moisture content analysis 22,96% andreducing sugar level 64, 91% almost reach the standard quality requirement of honey. The bitter honey sample ofBattang forest, only hydroxymethylfurfural (not detected) analysis has fulfilled the quality requirement of honey basedon SNI 01-3545-2013, but diastase enzyme activity &lt;1 DN, moisture content 31,11% , and the reducing sugar content of54,75% don’t qualified based on SNI 01-3545-2013 standard

    Produksi Manooligosakarida Dari Bungkil Kopra Menggunakan Mananase Streptomyces Sp. Bf 3.1

    No full text
    Indonesia merupakan produsen kopra terbesar kedua di dunia. Prediksi produksi bungkil kopra Indonesia akan meningkat 520.000 ton (3.2%) dari 1.56 menjadi 1.58 juta ton pada tahun 2013. Bungkil kopra (copra meal) merupakan produk samping dari proses ekstraksi minyak kelapa yang tersedia dalam jumlah yang sangat banyak dan harganya cukup kompetitif. Bungkil kopra mengandung 60-70% karbohidrat yang terdiri atas beta-manan. Hidrolisis bungkil kopra oleh enzim mananase lebih mudah dan ekonomis untuk produksi manooligosakarida. Prebiotik manooligosakarida merupakan bahan makanan non-cerna (nondigestible food) yang sangat menguntungkan dalam mempengaruhi mikrobiota usus dengan stimulasi selektif terhadap pertumbuhan dan aktivasi satu atau sejumlah bakteri dalam usus. Beberapa peneliti telah memproduksi enzim mananase dari berbagai jenis aktinomisetes dari kelompok Streptomyces dan Actinobacteria. Aktinomisetes memiliki keragaman genetik dan biokimia, sehingga perlu diidentifikasi potensi isolat dalam menghasilkan enzim mananase yang dapat digunakan untuk menghasilkan prebiotik manooligosakarida dari bungkil kopra. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum enzim mananase Streptomyces sp. BF 3.1 dalam menghidrolisis bungkil kopra dan menganalisis produk manooligosakarida yang dihasilkan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi cair kinerja tinggi. Secara garis besar penelitian ini diawali dengan melakukan skrining delapan isolat aktinomisetes menggunakan media manan yang mengandung 0.5% bungkil kopra. Satu isolat potensial dengan aktivitas enzim mananase tertinggi dipilih untuk dikarakterisasi lebih lanjut. Karakterisasi yang dilakukan meliputi profil pH, suhu dan stabilitas enzim. Hasil karakterisasi enzim menjadi informasi penting bagi kondisi optimum enzim dalam menghidrolisis bungkil kopra menjadi produk manooligosakarida. Hasil produk hidrolisis dianalisis kadar gula reduksi, gula total dan derajat polimerisasinya, kemudian untuk menentukan jenis produk manooligosakarida dilakukan analisis kromatografi lapis tipis dan kromatografi cair kinerja tinggi. Isolat aktinomisetes yang terpilih sebagai bakteri potensial penghasil mananase adalah Streptomyces sp. BF 3.1 yang dikulturkan pada media bungkil kopra menghasilkan aktivitas tertinggi sebesar 0.98 U/mL dengan waktu inkubasi 120 jam. Enzim mananase Streptomyces sp. BF 3.1 dapat bekerja optimum pada pH 6, suhu 70 oC dan tetap stabil selama 24 jam pada suhu 4 oC dan 30 oC. Hidrolisis enzimatik bungkil kopra dilakukan dengan tiga variasi konsentrasi substrat yaitu 1%, 5% dan 10%. Konsentrasi gula reduksi mengalami peningkatan pada jam ke-1 hingga jam ke-5 dan menurun drastis pada jam ke-24 pada semua konsentrasi substrat dan konsentrasi gula total cenderung konstan. Nilai DP yang didapatkan berkisar 2-7. Hasil kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa enzim mananase mampu menghidrolisis bungkil kopra pada semua konsentrasi (1%, 5%, 10%) dengan waktu inkubasi selama 5 jam dapat menghasilkan beragam produk v manooligosakarida berupa manobiosa, manotriosa, manotetrosa, manopentosa, dan manoheksosa, kecuali pada jam ke-24 hanya menghasilkan manopentosa dan manoheksosa. Kondisi optimum hidrolisis adalah konsentrasi bungkil kopra 10% dengan waktu inkubasi 5 jam mampu menghasilkan produk manooligosakarida yang beragam dan gula reduksi tertinggi sebesar 3.83 mg/mL. Hasil analisis kromatografi cair kinerja tinggi menunjukkan hasil yang sama dengan kromatografi lapis tipis. Uji prebiotik manooligosakarida dari bungkil kopra yang dilakukan pada bakteri Pediococcus pentosaceus E.2211 menggunakan media MRS substitusi prebiotik menunjukkan koloni bakteri dapat tumbuh dengan baik. Pediococcus pentosaceus E.2211 mampu memanfaatkan prebiotik manooligosakarida dari bungkil kopra sebagai sumber karbon. Pengujian manooligosakarida pada bakteri patogen menunjukkan menurunnya jumlah koloni Salmonella sp. pada generasi kedua. Hal ini mengindikasikan Salmonella sp. tidak dapat memanfaatkan prebiotik manooligosakarida sebagai sumber karbon tetapi tetap dapat tumbuh pada media LB prebiotik disebabkan masih terdapat gula monomer (glukosa) yang berasal dari hasil hidrolisis bungkil kopra
    corecore