213 research outputs found
Peranan Orang Tua dalam Pembentukan Etika Sopan Santun Pelkat Anak di GPIB Tamansari Salatiga
Gloria Patry Maria Pellaupessy. 132017040. November 2023. Peranan Orang Tua dalam Pembentukan Etika Sopan Santun di Pelkat Anak GPIB Tamansari Salatiga. Tugas Akhir. Program studi S1 Bimbingan dan Konseling. FKIP-UKSW. Pembimbing I Drs. Tritjahjo Danny Soesilo, M. Si Pembimbing II Sapto Peran yaitu suatu tingkah laku yang diberikan terhadap seseorang untuk dijalankan dalam kehidupan di tengah masyarakat. Era globalisasi menciptakan perubahan etika pada lingkungan social anak yang membuat anak bertingkah tidak sesuai dengan nilai-nilai kesopanan.Sehingga dalam tulisan ini penulis ingin melihat sejauh mana peranan orang tua khususnya dalam Pelkat Anak di GPIB Tamansari Salatiga untuk membentuk etika sopan santun anak khususnya dalam hal bersikap, bertutur kata. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah “Bagaimanakah peranan orang tua dalam hal pembentukan etika sopan santun anak?” Tujuan Penelitian adalah “menjelaskan cara orang tua dalam membentuk etika sopan santun anak”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa orang tua sudah perperan aktif, juga berubah dalam hal mendidik anak dengan nilai-nilai etika sopan santunGloria Patry Maria Pellaupessy. 132017040. November 2023. Peranan Orang Tua dalam Pembentukan Etika Sopan Santun di Pelkat Anak GPIB Tamansari Salatiga. Tugas Akhir. Program studi S1 Bimbingan dan Konseling. FKIP-UKSW. Pembimbing I Drs. Tritjahjo Danny Soesilo, M. Si Pembimbing II Sapto Peran yaitu suatu tingkah laku yang diberikan terhadap seseorang untuk dijalankan dalam kehidupan di tengah masyarakat. Era globalisasi menciptakan perubahan etika pada lingkungan social anak yang membuat anak bertingkah tidak sesuai dengan nilai-nilai kesopanan.Sehingga dalam tulisan ini penulis ingin melihat sejauh mana peranan orang tua khususnya dalam Pelkat Anak di GPIB Tamansari Salatiga untuk membentuk etika sopan santun anak khususnya dalam hal bersikap, bertutur kata. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah “Bagaimanakah peranan orang tua dalam hal pembentukan etika sopan santun anak?” Tujuan Penelitian adalah “menjelaskan cara orang tua dalam membentuk etika sopan santun anak”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa orang tua sudah perperan aktif, juga berubah dalam hal mendidik anak dengan nilai-nilai etika sopan santun.Gloria Patry Maria Pellaupessy. 132017040. November 2023. The Role of Parents in
Forming Polite Ethics at the GPIB Tamansari Salatiga Children's Center. Thesis. Guidance and Counseling Bachelor's study program. FKIP-UKSW. Supervisor I Drs. Tritjahjo Danny Soesilo, M. The Guide II Sapto Role is a behavior given to someone to carry out in life in
society. The era of globalization creates changes in ethics in children's social environment which makes children behave in ways that are not in accordance with the values of politeness. So in this paper the author wants to see to what extent the role of parents, especially in the Children's Training Center at GPIB Tamansari Salatiga, is to shape children's ethics of politeness, especially in terms of behave, speak. The problem formulation of this research is "What is the role of parents in forming children's ethical manners?" The aim of the research is "to explain how parents shape their children's ethical manners". This study used descriptive qualitative method. This research has succeeded in proving that parents have played an active role and have also changed in terms of educating children with the ethical values of good manners
Nasionalisme Lokal Elite Jawa Timur dalam Krisis Pemerintahan Republik Indonesia Tahun 1948 1950
The Second Dutch Military Aggression led to several leaders of the Republic of Indonesia trapped in captivity. This incident created a crisis for the government of the Republic of Indonesia. In East Java, the political constellation before and during the government crisis was characterized by the struggle of few elites. In the struggle it seemed that the local cultural values are influential in the way of looking at problems facing the nation and made reference to the behavior of elites. In East Java, the crisis of governance that took place during the National Revolution shows the resurgence of local cultural values
Pelestarian Kekuasaan Pada Masa Mataram Islam: Sebha Jaminan Loyalitas Daerah Terhadap Pusat 1
Abstrak. Masa lalu mengandung perubahan dan keberlanjutan. Seringkali kesinambungan realitas masa lalu mengalami perbedaan tampilan, namun subtansinya tetap. Penguasa Mataram Islam memiliki mekanisme untuk menjamin loyalitas penguasa-penguasa di daerah yang menjadi yuridiksinya.Jaminan loyalitas ini penting mengingat konsep kekuasaan yang dianut dan luas wilayah kerajaan. Setelah berhasil menyatukan hampir seluruh dan beberapa wilayah di luar Jawa, Mataram mulai menata pemerintahan dan kewilayahannya. Penataan itu menghasilkan struktur pemerintahan dan kewilayahan yang pengaruhnya dapat dilihat hingga masa sekarang. Kata-kata kunci: sebha, jaminan loyalitas, kekuasaanAbstract. Learning from the past would be depicted the change and the continuity. The continuity of the past reality has the different form, however the substance continues till today. The Sultans of Mataram have a mechanism to guarantee the loyalty of remote areas. The guarantee of loyalty is important concept which is used in the remote areas. After succeeding to unite almost all Java Island and some areas outside of Java Island, Mataram started to organize the government\ and the areas. This arrangement produced the governmental structure and the structure of areas. Today, the influence could be seen clearly. Keywords: sebha, guarantee of loyalty, powe
Ilmu pengetahuan sosial SMP/MTs Kelas VIII
Pembelajaran IPS ditujukan untuk memberikan wawasan yang utuh bagi siswa SMP/MTs tentang berbagai gejala sosial, melalui pemahaman tentang konektivitas ruang dan waktu beserta aktivitas dan interaksi sosial di dalamnya. Buku IPS khususnya Kelas VIII SMP/MTs ini disusun berbasiskan pemikiran seperti di atas, dengan menempatkan bidang ilmu Geografi sebagai landasan (platform) pembahasan mengenai berbagai aspek dari bidang sejarah, ekonomi, dan sosiologi. Melalui IPS, siswa dikenalkan keragaman potensi wilayah secara utuh. Secara berjenjang penekanan wilayah kajian IPS di SMP dari kelas VII, VIII, dan IX terus meluas. Kelas VII menekankan interaksi keruangan dalam lingkup Indonesia, kelas VIII lingkup ASEAN, dan Kelas IX lingkup global. Kajian tetap menjadikan Indonesia sebagai pusat pandangan sehingga pengenalan negara-negara asing tidak menekankan kajian negaranegara asing, tetapi menekankan bagaimana hubungan Indonesia dengan negara-negara dunia dan pengaruhnya bagi pembangunan nasional. Dengan demikian, diharapkan siswa memiliki kesadaran keunggulan, lokal dan nasional, serta berwawasan global. Keragaman kondisi yang dimiliki negara Indonesia merupakan potensi sumber daya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan penduduknya dalam dimensi ruang dan waktu serta ikatan konektivitas multidimensi, sehingga masing-masing kondisi gejala beserta keunggulannya akan dapat berfungsi sebagai sumber daya pembangunan. Dalam kaitan dengan keragaman ini, sumber daya yang kita miliki mencakup sumber daya lokasi, sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber daya budaya. Dengan keragaman serta keunggulan yang ada, keempat sumber daya ini diharapkan dapat menghasilkan kesatuan yang kokoh dalam mendukung berhasilnya pembangunan nasional
KOTA PROBOLINGGO PADA MASA MENJELANG DAN AWAL REVOLUSI
The revolution era was inseparable from the earlier period. Despite the radical changes during the revolution, the previous elements remained in existene and had significant influences. Probolinggo was a small town, a sea port having agricultural and plantation bases and from the 19th century had an important significance for the Dutch colonial rule, not only in physical but sociocultural es well. Its geographical location near to Madura made it easily accessible for Madurese migration. The Madurese people grew to become the majority and in cultural terms, there was a mix of Madurese and Javanese elements. In the economic sector, the Javanese mostly engaged in wet field agriculture, while the Madurese accuppied a more heterogenous employment. Keywords: population, Probolinggo, revolution, socioeconomy
KETERLIBATAN BANDIT, PELACUR DAN SENIMAN DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN DI JAWA TIMUR (1945-1950)
Bandit, pelacur dan seniman adalah kelompok sosial yang sering luput dari perhatian sejarawan. Mungkin karena posisi sosial mereka yang bukan elite. Dalam perkembangan Ilmu Sejarah yang mengarah pada demokratisasi, maka semua kelompok sosial dipandang memiliki peluang yang sama untuk ditulis sejarahnya. Dalam periode Revolusi Nasional Indonesia (1945-1950) untuk menghadapi keunggulan militer pihak Belanda, tentara Indonesia dipaksa untuk melakukan mobilisasi sumberdaya. Dalam konteks itu, bandit, pelacur dan seniman terlibat dalam perjuangan kemerdekaan. Kontribusi mereka tidak kecil, tetapi dalam suasana kajian sejarah yang berpihak pada elite, perannya seakan-akan terlupakan. Dalam perjuangan kemerdekaan di Jawa Timur bandit, pelacur dan seniman dimobilisasi dan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Melalui berbagai peran yang sesuai dengan ”ketrampilan”nya memberi dukungan terhadap perjuangan. Resikonya tidak kecil, nyawa taruhannya, tetapi mereka rela melakukan. Ironisnya, perjuanggannya hanya tercatat dalam dokumen dan setelah kemerdekaan tercapai jasa-jasanya dilupakan. Bandits, prostitutes, and artists are social groups that frequently ignored by the historians. Potentially their social position as non-elite class causes its marginalization. Hence, in the development of history as science that headed to democratization, all social groups are seen as having equal opportunities to write their history. Facing the superiority of Dutch military in the Indonesian National Revolution period (1945-1950), the Indonesian army was forced to mobilize all resources. In that context, bandits, prostitutes, and artists were involved in the struggle for independence. Their contribution is very important, but in an atmosphere of historical studies that highlight the elite, their role seems to be marginalized. The independence war in East Java records band of bandits, prostitutes and artists who were mobilized and utilized for various purposes. Through various roles in accordance with their "skills", it provides support for the independence. The duty were very risk to their lives, but they doing it voluntarily. Ironically, their heroism only recorded in the old archives and forgotten after independence. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v12i22017p12
Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Model Quantum Teaching Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Simo Boyolali Tahun 2011/2012
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui model Quantum Teaching pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Simo Boyolali. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak dua siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu : perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.
Metode pengumpulan data digunakan metode observasi, tes dan dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV SD Negeri 2 Simo Boyolali yang berjumlah 21 siswa. Teknik analisis data digunakan dengan analisis yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA melalui model Quantum Teaching dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 2 Simo Boyolali Tahun Pelajaran 2011/2012. Hal ini terbukti pada kondisi awal sebelum dilaksanakan tindakan nilai rata-rata kelas 65, 52 dengan persensentase ketuntasan sebesar 52, 38 %, siklus 1 nilai rata-rata kelas 67, 14 dengan persentase sebesar 57, 14 %, siklus 2 nilai rata-rata kelas 72, 4 dengan persentase ketuntasan sebesar 76, 20 %. Selain itu, kegiatan guru dan siswa yang diamati pada lembar observasi juga mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilaksanakan dinyatakan penelitian ini telah berhasil dengan baik
- …
