1,720,961 research outputs found

    SISTEM INFORMASI TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 5 DENGAN ISO 38500

    Full text link
    Penggunaan sistem informasi dan teknologi informasi pada suatu organisasi sangat dibutuhkan karena sistem informasi sangat berpengaruh dalam menunjang kinerja suatu organisasi. Tata kelola sistem informasi sangat dibutuhkan untuk mencapai penyelenggaraan institusi yang lebih efisien dan efektif. Unit Pelaksanaan Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPT TIK) memiliki beberapa bagian divisi yaitu divisi data, sistem informasi dan layanan, dan infrastruktur. Penelitian ini menggunakan COBIT 5 dengan ISO 38500 untuk audit sistem informasi tata kelola TI pada UPT TIK. Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat kapabilitas tata kelola TI sehingga dapat dijadikan acuan dalam memperbaiki sistem tata kelola TI. Data penelitian diperoleh dari UPT TIK berupa visi misi institusi dengan dokumen pendukung antara lain dokumen rencana kerja dan kuesioner. Dari hasil penelitian audit menggunakan COBIT 5 dengan ISO 38500 diperoleh 17 Domain COBIT 5 dengan tingkat kapabilitas 2. Hal ini berarti pada tingkat proses terkelola, institusi telah melakukan perencanaan, pengendalian dan penyesuaian terhadap proses TI yang sedang berlangsung. Penelitian ini menghasilkan nilai GAP sebesar 1 yang diperoleh dari selisih antara target yaitu 3 dengan tingkat kapabilitas sebesar 2. Dengan ini dapat dikatakan bahwa kombinasi COBIT 5 dan ISO 38500 dapat dijadikan acuan dalam memperbaiki sistem tata kelola TI. Kata Kunci :Tata Kelola, COBIT 5, UPT TIK The usage of information systems and information technology in an organization is essential since information system is very important in supporting the performance of an organization. Information system governance is required to attain more efficient and effective performance of institutions. The technical implementation unit of information technology and communication (UPT TIK) having several divisions that is the data division, information systems and services, and the infrastructure. This study applied COBIT 5 with ISO 38500 to audit information system of IT governance of UPT TIK. The purpose of this research is to measure the capabilities of IT governance so it can be used as reference in improving the information system management. The research data is obtained from UPT TIK in form of the vision and mission of institution with the supporting documents such as the document of work plan and questionnaires. The audit research using COBIT 5 with ISO 38500 obtained 17domains COBIT 5 with a capability level of 2. This means on the managed process level, institution have done planning, control and adjustments to the Information Technology on-going process. This research gained a GAP value of 1 from the margin between the targets of 3 with a capability level of 2. Therefore, it can be described that the combination of COBIT 5 and ISO 38500 can be used as a reference in improving IT governance systems. Keywords :Governance, COBIT 5, UPT TI

    Upaya Peningkatan Kemampuan Siswa SMK Negeri 3 Kendal Melalui Pelatihan Artificial Intelligence

    Full text link
    The students of SMK Negeri 3 Kendal, especially the Software and Game Development (PPLG) competency, has not received knowledge related to artificial intelligence which is starting to be widely used in the world of work. The school wanted the student to have knowledge in artificial intelligence. The reason is that artificial intelligence has begun to be widely used in the world of work. To satisfiy the need, this community service proposed to increase the ability of students at SMK Negeri 3. In this community service, the discussed artificial intelligence would be centered on the Large Language Model (LLM). The community service was carried out using the method of raising awareness/increasing understanding of artificial intelligence issues. The training/increasing understanding activity itself is carried out in 4 stages, namely pre-test, presentation, practice and post-test. From the results of the presentation of presentation and practice, several weaknesses emerged. This is related to understanding how artificial intelligence works, the application of artificial intelligence and how to recognize artificial intelligence results. This community service activity conveys correct information regarding these matters. By comparing pre-test and post-test results, which has 8 questions, there is an increase of their knowledge with an average of 25%. The greatest increase in understanding occurred in the question ‘Does AI really understand what it is doing?’ which relates to understanding how artificial intelligence works. The increase in understanding on this question occurred by 50%.   Abstrak Dalam kegiatannya, SMK Negeri 3 Kendal, utamanya kompetensi Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG), belum mendapat pengetahuan terkait kecerdasan buatan yang mulai banyak digunakan dalam dunia kerja. Pihak sekolah memiliki keinginan agar par siswa dapat memiliki pengentahuan terkait kecerdasan buatan. Hal ini karena kecerdasan buatan sudah mulai banyak dimanfaatkan dalam dunia kerja. Pengabdian masyarakat ini mengusulkan peningkatan kemampuan para siswa SMK Negeri 3 Kendal untuk menjawab masalah yang telah dipaparkan. Secara khusus, pada pengabdian masyarakat ini, pengenalan kecerdasan buatan yang dimaksud akan berpusat pada bentuk Large Language Model (LLM). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini dilakukan dengan metode penyadaran/peningkatan pemahaman terhadap masalah kecerdasan buatan. Kegiatan pelatihan/peningkatan pemahaman sendiri dilakukan dalam 4 tahap, yaitu pre-test, pemaparan/penyuluhan, praktek dan post-test. Dari hasil pemaparan materi dan praktek didapatkan bahwa terdapat beberapa kelemahan yang mengemuka. Hal ini terkait pemahaman cara kerja kecerdasan buatan, terapan kecerdasan buatan dan cara mengenali hasil kecerdasan buatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menyampaikan informasi yang benar terkait hal-hal tersebut. Hasil dari pre-test dan post-test yang mencakup 8 poin, menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman dari peserta dengan rata-rata sebesar 25%. Peningkatan pemahaman terbesar terjadi pada pertanyaan tentang kebenaran bahwa AI memahami apa yang dilakukannya yang terkait pemahaman cara kerja kecerdasan buatan. Peningkatan pemahaman pada pertanyaan ini terjadi sebesar 50%

    Prediksi Kepuasan Mahasiswa Terhadap Pelayanan Akademik Menggunakan Model Decision Tree

    Full text link
    Perguruan Tinggi merupakan sebuah lembaga pendidikan dimana didalamnya mempunyai tugas dalam pelayanan akademik. Kepuasan mahasiswa dalam memperoleh pelayanan akademik  merupakan hal yang sangat penting dalam menilai sebuah Perguruan Tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah agar dapat mengetahui bagaimana tingkat kepuasan mahasiswa program studi Teknik Informatika dalam hal memperoleh pengajaran oleh dosen, mengenai sarana dan prasarananya. Metode klasifikasi dan prediksi yang digunakan pada penelitian ini diambil dari salah satu model Decision Tree yaitu algoritma C4.5. Algoritma C4.5 berfungsi untuk mengekspolari data, menemukan hubungan tersembunyi antara sejumlah calon variabel input dengan sebuah variabel target. Hasil pengukuran yang didapat adalah nilai akurasi sebesar 94,23%. Nilai recall dari setiap kelas sebesar 94,12% untuk kelas Ya dan 100% untuk kelas Tidak. Sedangkan nilai presisi setiap kelas adalah sebesar 100% untuk kelas Ya dan 25% untuk kelas Tidak

    Pengukuran Tingkat Kapabilitas Sistem Tata Kelola TI Menggunakan Cobit 5 dengan ISO 38500

    Full text link
    Abstrak Penggunaan sistem informasi dan teknologi informasi pada suatu organisasi sangat dibutuhkan karena sistem informasi sangat berpengaruh dalam menunjang kinerja suatu organisasi. Tata kelola sistem informasi sangat dibutuhkan untuk mencapai penyelenggaraan institusi yang lebih efisien dan efektif. Unit Pelaksanaan Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPT TIK) Universitas Negeri Semarang (Unnes) memiliki beberapa bagian divisi yaitu divisi data, sistem informasi dan layanan, dan infrastruktur. Penelitian ini menggunakan COBIT 5 dengan ISO 38500 untuk audit sistem informasi tata kelola TI pada UPT TIK. Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat kapabilitas tata kelola TI sehingga dapat dijadikan acuan dalam memperbaiki sistem tata kelola TI. Data penelitian diperoleh dari UPT TIK berupa visi misi institusi dengan dokumen pendukung antara lain dokumen rencana kerja dan kuisioner. Dari hasil penelitian audit menggunakan COBIT 5 dengan ISO 38500 diperoleh 17 Domain COBIT 5 dengan tingkat kapabilitas 2. Hal ini berarti pada tingkat managed proses, institusi telah melakukan perencanaan, pengontrolan dan penyesuaian terhadap proses TI yang sedang berlangsung. Penelitian ini menghasilkan nilai GAP sebesar 1 yang diperoleh dari selisih antara target yaitu 3 dengan tingkat kapabilitas sebesar 2. Dengan ini dapat dikatakan bahwa kombinasi COBIT 5 dan ISO 38500 dapat dijadikan acuan dalam memperbaiki sistem tata kelola TI. Abstract The usage of information systems and information technology in an organization is essential since information system is very important in supporting the performance of an organization. Information system governance is required to attain more efficient and effective performance of institutions. The technical implementation unit of information technology and communication (UPT TIK) State University of Semarang (Unnes) having several divisions that is the data division, information systems and services, and the infrastructure. This study applied COBIT 5 with ISO 38500 to audit information system of IT governance of UPT TIK. The purpose of this research is to measure the capabilities of IT governance so it can be used as reference in improving the information system management. The research data is obtained from UPT TIK in form of the vision and mission of institution with the supporting documents such as the document of work plan and questionnaires. The audit research using COBIT 5 with ISO 38500 obtained 17domains COBIT 5 with a capability level of 2. This means on the managed process level, institution have done planning, control and adjustments to the Information Technology on-going process. This research gained a GAP value of 1 from the margin between the targets of 3 with a capability level of 2. Therefore, it can be described that the combination of COBIT 5 and ISO 38500 can be used as a reference in improving IT governance systems

    Meningkatkan kinerja SVM: Dampak berbagai teknik seleksi fitur pada akurasi prediksi

    Full text link
    Pada akreditasi Perguruan Tinggi, kelulusan mahasiswa memainkan peran penting sebagai salah satu kriteria penilaian. Prediksi kelulusan merupakan fokus utama untuk membantu institusi dalam menilai seorang mahasiswa lulus tepat waktu. Penelitian ini mengambil data historis dari mahasiswa yang telah lulus, yang diambil melalui kuesioner dari mahasiswa Program Studi Sistem Informasi dan Teknik Informatika Universitas Semarang. Metode seleksi fitur digunakan untuk menyeleksi atribut yang paling relevan pada prediksi kelulusan. Hasil seleksi ini diujikan menggunakan Algoritma Support Vector Machine (SVM). Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak seleksi fitur terhadap prediksi kelulusan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa SVM dengan seleksi fitur menggunakan weight by relief mencapai akurasi sebesar 82%, presisi 83,42%, dan recall 80,83%. Sebaliknya, SVM tanpa menggunakan weight by relief menunjukkan akurasi 69,23%, presisi 70,83%, dan recall 67,86%. Penggunaan seleksi fitur berhasil mengurangi fitur dari 27 menjadi empat fitur yang paling berpengaruh.In Higher Education accreditation, student graduation plays an important role as one of the assessment criteria. Graduation prediction is the main focus of helping institutions assess a student to graduate on time. This study takes historical data from students who have graduated, which is taken through a questionnaire from the Department of Information Systems and Informatics Engineering at Semarang University students. The feature selection selects the most relevant attributes in graduation prediction. The results of this selection are tested using the Support Vector Machine (SVM) Algorithm. The main objective of this study is to evaluate the impact of feature selection on graduation prediction. The results show that SVM with feature selection using weight by relief achieves an accuracy of 82%, a precision of 83.42%, and a recall of 80.83%. In contrast, SVM without weight by relief shows an accuracy of 69.23%, a precision of 70.83%, and a recall of 67.86%. The use of feature selection successfully reduces features from 27 to four of the most influential features.

    PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMROGRAMAN MICROPYTHON UNTUK PERANGKAT INTERNET OF THINGS BAGI GURU SMK WALISONGO SEMARANG

    Full text link
    Internet of Things sudah menjadi bagian daripada kehidupan manusia di masa kini. Teknologi ini terimplementasi di manapun dan dalam bentuk apapun mulai dari jam pintar hingga smart grid di industri. Dalam penggunakan teknologi Internet of Things ini sangat memerlukan pemrograman yang tepat agar perangkat dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan industri. Tanpa adanya pemrograman perangkat yang tepat, perangkat tidak akan berfungsi secara optimal mengefisiensikan kebutuhan industri. Oleh karena itu untuk dapat meningkatkan jumlah lulusan serta dapat memenuhi kebutuhan industri akan tenaga ahli di bidang Internet of Things ini, SMK Walisongo Semarang membutuhkan pelatihan yang mengajarkan bagaimana melakukan pemrograman perangkat Internet of Things dengan menggunakan MicroPython. Sehingga dapat meningkat mutu kualitas kurikulum serta minat para siswa di bidang ini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyrakat ini memiliki tujuan untuk memberikan pelatihan peningkatan pemahaman para guru dalam hal pemrograman perangkat dengan MicroPython yang dapat diimplementasikan di dunia industry

    PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMBUATAN KONTEN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM BAGI SISWA SMA KESATRIAN 1 SEMARANG

    Full text link
    SMA Kesatrian 1 Semarang adalah salah satu sekolah favorit yang menjadi dambaan warga masyarakat Semarang dan Jawa Tengah khususnya serta Indonesia pada umumnya. SMA Kesatrian 1 Semarang memiliki keunggulan lokasi strategis tapi membatasi pada hal tersebut tidak cukup. SMA Kesatrian 1 Semarang juga berharap mampu menjaring pasar dengan mengenalkan kegiatan siswa di sekolah. Membuat konten promosi melalui media sosial Instagram dapat menjadi salah satu cara yang ditempuh. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat kali ini berusaha memperkenalkan cara agar kegiatan promosi melalui media Instagram ini dapat lebih optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu pengumpulan data, analisa masalah, perumusan metode pelaksanaan, evaluasi pra kegiatan, pelaksanaan pelatihan dan evaluasi pasca kegiatan. Pelaksanaan pelatihan sendiri terdiri dari ceramah, peragaan dan praktek. Dari perbandingan hasil evaluasi pra kegiatan dan pasca kegiatan, didapatkan bahwa peserta kegiatan, siswa anggota organisasi sekolah, mendapatkan pemahaman tentang media promosi sebesar 73%, meningkat 34% dibandingkan sebelum mendapatkan pelatihan. Peningkatan pemahaman terutama terkait faktor untuk komunikasi dua arah dari pembuat konten dengan follower di media sosial dan struktur membuat konten yang benar

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore