1,721,667 research outputs found
About the genre of Arbain
In this article talks about the Arbain genre in the science of Hadithology. It covers questions about the emergence of this genre and about collections of Muhaddis relating to the Arbain genr
TRADISI MENULIS HADITS ARBAIN di NUSANTARA : Mengupas Karakteristik Arbain At-Tarmasi dan Lutfi Fathullah
Artikel ini membahas tentang dua kitab arbain karya ulama Indonesia. Arbain
adalah salah satu metode yang digunakan ulama dalam menulis hadits yaitu
dengan memasukkan hadits-hadits pilihan kedalam satu kitab dengan jumlah
empat puluh hadits. pada tulisan kali ini penulis menyatakan dua ulama yang
berbeda pada zamannya, yang mana ulama klasik diwakili oleh At-Tarmasi
dan ulama modern diwakili Lutfi Fathullah.Pada penelitian kali ini penulis
menggunakan metode analisis data berupa studi teks, dengan menghasilkan
temuan diantaranya pada penyusunan kitab dan tema yang dipakai kedua
kitab tersebut. Dari segi penyusunan kitab mencari beberapa poin, seperti
sumber pemilihan hadits masing-masing kitab, Teknik penyajian masingmasing
kitab dan bahasa yang dipakai dalam penyusunan kitab tersebut.
Dalam pemilihan hadits, arbain At-Tarmasi memilih hadits-hadits tsulasiyat
dan hadits awalan dan akhiran kitab Kutubus Sittah, sedangkan Pemilihan
hadits dalam Arbain Lutfi Fathullah dari Shahih Bukhari dan Shahih Muslim
yang memiliki jalur sanad yang sama. Dalam penyajian kitab Arbain AtTarmasi
Menuliskan Letak hadits pada kitab terlebih dahulu, kemudian
menuliskan hadits beserta matan, setelah itu baru menuliskan sanad hadits
tersebut. Sedangkan Arbain lutfi Fathullah menuliskan mukharrijnya terlebih
dahulu, kemudian menuliskan sanad and matan hadits, kemudian beliau
mengartikan sanad dan matan tersebut kedalam bahasa Indonesia, setelah itu
diberikan makna atau pesan yang terkandung dalam hadits tersebut. Dalam
segi kebahasaan, Arbain At-Tarmasi secara keseluruhan mengunakan bahasa
arab dalam penulisan kitabnya, sedangkan dalam Arbain Lutfi Fathullah
Mengunakan dua bahasa yaitu bahasa arab dan bahasa Indonesia. Kemudian
dari segi tema hadits, Arbain At-Tarmasi mengandung empat tema khusus
yaitu, Aqidah, Ubudiyah, Muamalah dan siyasah. Sedangkan dalam Arbain
Lutfi Fathullah mengandung tiga tema khusus yaitu Aqidah, ibadah dan
muamalah.
Kata Kunci: Arbain, At-Tarmasi, Lutfi Fathulla
Sekilas Perjalanan Arbain Rambey Menjadi Jurnalis Foto
Arbain Rambey merupakan salah satu wartawan yang menguasai jurnalistik tulis dan fotografi jurnalistik sekaligus. Ia belajar banyak mengenai ilmu fotografi jurnalistik pada Kartono Ryadi, Redaktur Foto Harian Kompas pada saat itu. Kartono Ryadi , yang memiliki sebutan atau inisial KR, merupakan jurnalis foto kawakan dengan berbagai bidang liputan: olahraga, human interest, lingkungan dan budaya. Melihat semangat kuat dari Arbain, akhirnya KR memberi Arbain kesempatan untuk mempraktekkan ilmu fotografi langsung di lapangan. Ia langsung ditugaskan untuk memotret Sea Games di Manila tahun 199
Perilaku Wanita Sebagai Orang Tua Tunggal Di Perumahan Arbain, Kelurahan Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan
Perilaku wanita sebagai orang tua tunggal di Perumahan Arbain menggambarkan aktivitas atau kegiatan para janda di Perumahan Arbain sebagai orang tua tunggal. Perumahan Arbain sendiri dihuni oleh para janda beserta anakanakmereka. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku para janda di Perumahan Arbain baik perilaku para janda di dalam keluarga maupun di lingkungan Perumahan Arbain. Penelitian ini dilakukan pada warga Perumahan Arbain di Kelurahan Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.
Penelitian menggunakan metode etnografi dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam kepada warga Perumahan Arbain dan juga dengan data dokumentasi berupa foto dan transkrip wawancara.
Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori peran ganda wanita dalamkeluarga dari Lengerman dan Brentley. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Perumahan Arbain selain dihuni oleh para janda dan anak-anak mereka,
Perumahan tersebut juga memiliki peraturan yang harus ditaati oleh seluruh janda yang tinggal di Perumahan Arbain. Peraturan tersebut dibuat demi menjaga keamanaan dan kenyamanan untuk para janda yang ditinggal di Perumahan
Arbain. Pada penelitian ini juga membahas mengenai bagaimana perilaku para janda sebagai orang tua tunggal dalam mengasuh anak-anak mereka dengan berperilaku sebagai ibu dan ayah bagi anak-anak mereka
KALAM INSYA THALABI DALAM HADITS ARBAIN NAWAWI
Dalam penulisan skripsi ini, penulis ingin menjelaskan sejarah singkat imam Nawawi beliau adalah seorang Ahli hadits yang terkenal didesa nawa, mempunyai sifat yang sabar, wara, dan tawadhu. Adapun kandungan dari Hadits Arabain bahwa hadits tersebut menjelaskan tentang syariat, adab, khutbah, jihad. Dalam skripsi ini menjelaskan kalam insya thalabi yang ada dalam Hadits Arbain nawawi, sedangkan yang dimaksud dengan kalm insya adalah kalimat yang pembicaraanya tidak disebut sebagai orang yang benar dan orang yang dusta, dan yang dimaksud dengan kalam insya thalabi adalah kalimat yang menghendaki terjadinya sesuatu yang belum terjadi ketika kalimat tersebut diucapkan. Kalam insya itu terbagi menjadi lima macam yaitu Amar, Nahy, Nida, Istifham, Tamanni. Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini ada dua yaitu apa macam-macam kalam insya thalabi yang ada di Hadits Arbain Nawawi dan apa makna kalam insya thalabi yang ada di Hadits Arbain Nawawi.
Pendekatan yang dipakai dalam penelitian skripsi si peneliti adalah kualitatif. Sedangakan Metode yang digunakan dalam membahas masalah ini, penulis mengguakan dua metode, yaitu metode bayani dn metode tahlili. Metode bayani adalah suatu metode yang menjelaskan pendapat-pendapat ulama yang berubungan dengan masalah ini. Meode tahlili adalah suatu metode yang dilakukan untuk menetapkan pendapatnya berdasarkan pendapat para ulama dan kesimpulan-kesimpulan.
Dari hasil kajian tersebut terungkap bahwa di dalam hadits Arbain Nawawi terdapat 56 kalam yang mengandung kalam insya thalabi dengan empat macamnya, yakni pertama amr (perintah), kedua nahy (larangan), istifham (pertanyaan), dan keempat nida (seruhan). Dalam hadits Arbain Nawawi terdapat 27 kalam berbentuk Amar dengan fariasi jenis makana yang dikandung antara lain irsyad(petunjuk), I tibar (member pelajaran), imtinan (karunia), tahdid (ancaman), haqiqi (makna Asli). Kemudian 13 kalam berbentuk nahy dengan fariasi jenis makna yang dikandung adalah, irsyad (petunjuk), haqiqi. Kemudian 7 kalam berbentuk Nida yang mengandung makna ighro(bujukan-anjuran), istighosah( minta pertolongan), haqiqi. Kemudian 9 kalam berbentuk Istifham yang mengandung makna haqiqi, taqrir (penetapan), tanbih (mengingatkan)
TUTURAN PENGAJIAN GUS BAHA’ KITAB ARBAIN NAWAWI (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)
The purpose of this study was to describe the variety, value and function of Gus Baha's recitation of the Arbain Nawawi book on February 21, 2021 on the Bintang Songo YouTube channel 1926 PP. Izzati Nuril Qur'an Yogyakarta. The data collection technique used is the method of observation and documentation. The observation method is used to determine the form of speech contained in Gus Baha's recitation of the book of Arbain Nawawi. The documentation method is used to record the recitation of Gus Baha' recitation of the Arbain Nawawi book by focusing on variety, value and function. Based on the results of the study, it is known that the variety of speech in Gus Baha's recitation of the Arbain Nawawi book, namely the frozen variety, the official variety, the relaxed variety and the familiar variety. The value of speech in Gus Baha' recitation of the Arbain Nawawi book, the value of religious education, the value of honesty education, the value of tolerance education, the value of discipline education, the value of hard work education, the value of social care education and the value of responsibility education. The speech functions in Gus Baha' Arbain Nawawi recitation, namely congratulatory expressive speech functions, critical speech functions, complaining expressive speech functions, blame expressive speech functions, praise expressive speech functions and satire expressive speech functions
KALAM INSYAI THALABI DALAM KITAB ARBAIN NAWAWI
Tujuan dari penelitian adalah untuk memperoleh deskripsi yang jelas mengenai kalam inyai thalabi dalam kitab Arbain Nawawi. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan teknik analisis isi. Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh isi hadits dalam kitab Arbain Nawawi.
Hasil dari penelitian ini adalah bahwa dalam kitab Arbain Nawawi terdiri dari 42 hadits dan terdapat kalam insyai thalabi yang berjumlah 110 redaksi yang terbagi terbagi menjadi lima macam yaitu amr, nahi, istifham, nida dan tamani. Kemudian dari lima bentuk tersebut terbagi lagi kedalam beberapa makna dan tujuan yang berbeda yaitu: amr 53 bentuk yang terdiri dari 11 makna haqiqi, 33 makna irsyad, 3 makna ibahah, 3 makna ta’jiz dan 2 makna takhyir. Dan untuk nahi terdapat 14 bentuk yang terbagi menjadi: 10 makna irsyad dan 4 untuk makna iltimas. Untuk istifham terdapat 7 redaksi yang terdiri dari 2 makna haqiqi, 2 makna ikhbar, 1 makna taqrir dan 2 makna ifham. Untuk bentuk nida terdapat 27 redaksi yang terbagi menjadi 24 makna haqiqi dan 3 makna doa. Dan 8 redaksi untuk bentuk tamani.
The purpose of the study was to obtain a clear description of the kalam inyai thalabi in the book of Arbain Nawawi. This research is a library research. The method used in this research is descriptive analysis with content analysis techniques. The source of data in this study is the entire content of the hadith in the book of Arbain Nawawi.
The results of this study are that the book of Arbain Nawawi consists of 42 hadiths and there are 110 editorials insyai thalabi which are divided into five types, namely amr, nahi, istifham, nida and tamani. Then the five forms are further divided into several different meanings and purposes, namely: amr 53 forms consisting of 11 haqiqi meanings, 33 irsyad meanings, 3 ibahah meanings, 3 ta'jiz meanings and 2 takhyir meanings. And for nahi there are 14 forms which are divided into: 10 meanings of irsyad and 4 for meanings of iltimas. For istifham there are 7 editorials consisting of 2 meanings of haqiqi, 2 meanings of ikhbar, 1 meaning of taqrir and 2 meanings of ifham. For the nida form, there are 27 editorials which are divided into 24 meanings of haqiqi and 3 meanings of dua. And 8 editors for the tamani form
Deiksis Persona Dalam Terjemahan Kitab Arbain Annawawiyah
Maksud pembicara tidak jarang menimbulkan kesalah pahaman, antara lain tidak mengusai deiksis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan deiksis orang pertama, kedua dan ketiga dalam Terjemahan Kitab Arba’in Annawawiyah. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data peneliti sebagai instrumen kunci artinya peneliti sendiri bertindak sebagai pengumpul data kemudian instrumen pendukungnya analisis data. langkah langkah pengumpulan data dalam penelitian yakni membaca data, mengidentifikasi data dari terjemahan Kitab Arbain Annawawi, kodefikasi. Teknik pengolahan data penelitian ini dilakukan dengan empat cara yakni seleksi data, reduksi data, kodefikasi data dan klasifikasi data. Berdasarkan hasil pembahasan, simpulan dalam penelitian ini adalah (1) Deiksis persona orang pertama merujuk pada penutur atau dirinya sendiri. Wujud deiksis meliputi bentuk aku, -ku, kami, (2) Deiksis orang kedua merujuk pada seseorang atau lebih dari pendengar atau siapa saja yang dituju dalam pembicaraan. Wujud deiksis meliputi bentuk engkau, kamu, -mu, kalian. (3) Deiksis orang ketiga merujuk pada orang yang bukan penutur dan bukan pula pendengar. Wujud deiksis meliputi bentuk ia, -nya, dia, beliau, mereka. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti menyarankan beberapa hal sebagai berikut. (1) Bagi Mahasiswa Muslim dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai salah satu referensi belajar memahami terjemahan hadist Arbain Annawawiyah. (2) Bagi Guru Mengaji dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi belajar memahami terjemahan hadist Arbain Annawawiyah hadist
Pembelajaran Kitab Arbain Nawawi untuk Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak di Pondok Pesantren Roudlotul ‘Uluum Banyumas
This article discusses learning the Book of Arbain Nawawi as a means of internalizing the values of moral education at the Roudlotul 'Uluum Balong Islamic Boarding School, Banyumas. Learning the Book of Arbain Nawawi at the Islamic boarding school plays an important role in shaping the character and spirituality of the students. In this article, we will explain how studying this book is successful in internalizing moral values for creatures, both towards fellow humans and towards ourselves. Apart from that, this article will also discuss the positive interactions of students with neighbors and guests as a result of implementing the moral values learned at Islamic boarding schools. It is hoped that this article can provide in-depth insight into the importance of studying the Book of Arbain Nawawi in shaping the character and morality of students at the Roudlotul 'Uluum Balong Islamic Boarding School, Banyumas.
Keywords
Learning, Arbain Nawawi, Internalization of Values, Roudlotul 'Uluu
- …
