23 research outputs found

    PERILAKU KESEHATAN IBU HAMIL DAN BERSALIN DALAM KAITANNYA DENGAN NIAT HAMIL PADA WANITA BERSTATUS KAWIN

    No full text
    Angka kematian ibu (AKI) di negara-negara berkembang masih merupakan masalah kesehatan utama, termasuk di Indonesia. Pada tahun 2012, AKI meningkat menjadi 359 kematian per 100 000 kelahiran hidup, sehingga harus ada upaya-upaya untuk mengurangi angka kematian ibu di Indonesia pada tahun 2015, yang merupakan 102 per 100 000 kelahiran hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan wanita hamil dan bersalin, dalam kaitannya dengan niat hamil. Desain penelitian adalah prospective cohort. Subjek yakni 100 wanita berstatus kawin dan hamil, yang telah menggunakan kontrasepsi pada kehamilan sebelumnya dan mengalami kehamilan tidak diinginkan atau kehamilan diinginkan di Polewali Mandar tahun 2015. Hasil analisis data menunjukkan bahwa model pengukuran dinyatakan fit (baik) dan memenuhi kriteria reliabilitas, validitas konvergen, dan validitas diskriminan. Hasil analisis dengan menggunakan model persamaan struktural menunjukkan bahwa hambatan menggunakan kontrasepsi, keinginan kesuburan, kerentanan untuk hamil mempengaruhi niat hamil, niat hamil mempengaruhi persepsi tentang respon suami, niat hamil berpengaruh secara tidak langsung pada perilaku kesehatan wanita hamil dan bersalin melalui rasa takut atau melalui persepsi tentang peran suami dan rasa takut. Disimpulkan bahwa hambatan menggunakan kontrasepsi adalah penentu utama untuk niat hamil. Rasa takut dan perilaku ANC adalah faktor perantara utama untuk efek tidak langsung dari niat hamil terhadap perilaku persalinan. Hambatan menggunakan kontrasepsi, keinginan kesuburan, kerentanan untuk hamil berpengaruh pada perilaku kesehatan wanita hamil dan bersalinan melalui niat hamil, rasa takut, persepsi tentang peran suam

    Bahasa Inggris: Bahasa Indonesia

    No full text
    Kegiatan “Penyuluhan GAMSTING (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan untuk Mencegah Stunting) di Desa Pappandangan Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar” merupakan salah satu program kerja yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi ikan sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini dilakukan pada pekan keempat KKN Tematik Unhas Gel.106 atau tanggal 11-17 Juli 2021 di Desa Pappandangan, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar. Kegiatan ini melibatkan 15 peserta yang terdiri dari ahli gizi, ibu hamil, ibu menyusui dan ibu dari balita yang termasuk dalam kelompok stunting. Terdapat 2 metode edukasi yang digunakan, yaitu penyuluhan secara langsung kepada masyarakat, khususnya ibu hamil dan menyusui serta ibu dari balita yang tergolong stunting dan melalui poster edukasi yang dibagikan secara daring melalui sosial media juga luring dengan pembagian langsung kepada  masyarakat dan penempelan pada beberapa lokasi. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini, yaitu poster edukasi yang dicetak dengan ukuran A4 sebanyak 30 lembar yang dibagikan langsung kepada masyarakat dan ditempel pada beberapa lokasi. Serta buku saku GAMSTING dalam bentuk soft file yang dibagikan melalui sosial media.Kegiatan “Penyuluhan GAMSTING (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan untuk Mencegah Stunting) di Desa Pappandangan Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar” merupakan salah satu program kerja yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi ikan sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini dilakukan pada pekan keempat KKN Tematik Unhas Gel.106 atau tanggal 11-17 Juli 2021 di Desa Pappandangan, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar. Kegiatan ini melibatkan 15 peserta yang terdiri dari ahli gizi, ibu hamil, ibu menyusui dan ibu dari balita yang termasuk dalam kelompok stunting. Terdapat 2 metode edukasi yang digunakan, yaitu penyuluhan secara langsung kepada masyarakat, khususnya ibu hamil dan menyusui serta ibu dari balita yang tergolong stunting dan melalui poster edukasi yang dibagikan secara daring melalui sosial media juga luring dengan pembagian langsung kepada  masyarakat dan penempelan pada beberapa lokasi. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini, yaitu poster edukasi yang dicetak dengan ukuran A4 sebanyak 30 lembar yang dibagikan langsung kepada masyarakat dan ditempel pada beberapa lokasi. Serta buku saku GAMSTING dalam bentuk soft file yang dibagikan melalui sosial media

    Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Penghentian Alat Kontrasepsi di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Sinjai Tengah

    No full text
    Salah satu upaya menurunkan jumlah kelahiran dengan program keluarga berencana, diantaranya dengan menggunakan alat kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penghentian (drop out) alat kontrasepsi di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah Wanita Usia Subur (WUS) yang melakukan pemeriksaan kehamilan dan KB. Jumlah sampel adalah 135 WUS. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 48,9% yang berhenti menggunakan KB dan yang tidak berhenti menggunakan KB sebanyak 51,1%. Terdapat hubungan antara umur (p=0,004) dan efek samping (p=0,000) dengan kejadian penghentian KB, tetapi faktor paritas (p=0,116), pendidikan (p=0,073), pendapatan (p=0,464), kualitas pelayanan (p=0,960), asuransi kesehatan (p=0,764), dukungan suami (p=0,982) dan sosial budaya (p=0,457) tidak memiliki hubungan dengan kejadian penghentian KB. Peneliti menyarankan PLKB untuk mengendalikan faktor risiko yang menjadi penyebab penghentian alat kontrasepsi sehingga responden tidak mengalami kejadian penghentian KB

    The Effect of Married Age on the Health of Mother and Baby in Campalagian District

    No full text
    The determinants of child marriage are triggered by complex social, economic, cultural, political and legal disparities. This research method used a cross sectional study. The research sample was 192 women who were married in 2018-2019 in the Campalagian District. This study aims to determine the effect of the age of marriage on the health of ibn and infants in the District of Campalagian. Chi-square test was used to analyze data. The results of the bivariate analysis showed that the age of marriage had an effect on the health of the newborn (p value = 0.003). However, the age of marriage on maternal health during pregnancy, maternal health at delivery, use of contraceptive methods, service standards for birth weight, and support from husbands do not have a significant effect. After conducting bivariate analysis using moderator variables, the results showed that. There is an effect of the age of marriage based on the age of the husband (p value = 0.017) and the husband's education (p value = 0.024) on maternal health at delivery. There is an effect of the age at marriage based on the husband's age (p value = 0.023), the wife's education (p = 0.008), and the husband's education (p = 0.009), on the health of the newborn. It can be concluded that the age of marriage has an effect on the health of the mother and baby and/or if it includes the age and education factors of both the respondent and the partner

    The Utilization of Postnatal Care in South Sulawesi (Data Analysis of the Indonesia Demographic and Health Survey 2017)

    No full text
    The main problem that is still faced with maternal health in Indonesia isthe high Maternal Mortality Rate (MMR). It is estimated that 60% ofmaternal deaths in Indonesia occur after postpartum, and nearly 50% ofdeaths during childbirth occur within the first 24 hours after delivery.Some causes of maternal death, such as postpartum complications andpostpartum bleeding, can be prevented through the puerperal careprogram. The study aims to determine the factors associated with apostpartum examination in South Sulawesi Province. This study usescross-sectional study design in 393 couple’s age 15-49 years by usingdata from IDHS 2017. The hypothesis was tested with a chi-square test(p<0.05). The results obtained by variables related to the utilization ofchildbirth services in South Sulawesi are education (p=0.000), birth order(p=0.026), place of childbirth (p=0.000), wealth quintiles (p=0.000),distance to health facilities (p=0.020), and complication during delivery(p=0.000). Variables not related to postpartum service use are age(p=0.507), occupation (p=0.232), and ANC visit (p=0.077). A compre-hensive effort is needed by involving various media and elements ofsociety to encourage mothers to use health care, especially after post-partum

    DETERMINAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA PRIA DI PROVINSI KALIMANTAN BERDASARKAN ANALISIS DATA SDKI 2017

    No full text
    Premarital sexual behavior is a problem that needs attention, especially in adolescents because it is very risky to cause various kinds of health problems, such as Sexually Transmitted Infections, HIV / AIDs and even death. This study aims to determine the factors that influence sexual behavior before marriage in adolescent men aged 15-24 years in Kalimantan based on SDKI 2017 data. This study uses data from Indonesian Demographic Health Survey (SDKI) in 2017 with number of male respondents who are not married aged 15-24 years as many as 1,053 people in Kalimantan. Based on the results of the analysis using the application, it was found that out of 1,053 adolescent men, there were 81 people (7.7%) who had had sexual intercourse. There is a relationship between premarital sexual behavior in adolescent boys and knowledge of how to avoid pregnancy (p=0.000)

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEJADIAN TANDA BAHAYA NIFAS DENGAN KUNJUNGAN PEMERIKSAAN NIFAS

    No full text
    Latar Belakang: Kesehatan ibu merupakan indikator yang menggambarkan keberhasilan pembangunan dalam sektor kesehatan, dimana kesehatan ibu mengacu pada kesehatan selama kehamilan, persalinan dan masa nifas. Kesehatan ibu pada fase tersebut harus diperhatikan untuk mencegah terjadinya tanda-tanda bahaya selama kehamilan, persalinan dan nifas. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan kejadian tanda bahaya nifas dengan kunjungan pemeriksaan nifas di wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional yang berlangsung selama bulan April – Juli 2023 di Puskesmas Tamalanrea. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 110 ibu pasca nifas. Teknik pengambilan sampel secara non random dengan metode  Accidental sampling. Adapun uji statistik menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tanda bahaya nifas dengan kunjungan pemeriksaan nifas dengan nilai p = 0,009 < 0,05. Ditemukan juga hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kunjungan pemeriksaan nifas berdasarkan umur (risiko rendah p=0,042), paritas (multipara p=0,048), tempat persalinan (rumah sakit p=0,037). Adapun variabel kejadian tanda bahaya nifas dengan kunjungan pemeriksaan nifas menunjukkan tidak ada hubungan secara statistik baik berdasarkan umur, pendidikan, paritas, tempat persalinan, keterpaparan informasi dan penggunaan KB pasca salin.  Kesimpulan: Kunjungan pemeriksaan nifas berhubungan secara statistik dengan pengetahuan tentang tanda bahaya nifas dan tidak berhubungan secara statistik dengan kejadian tanda bahaya nifas. Pemeriksaan di masa nifas sangat dianjurkan untuk mencegah dan mendeteksi timbulnya tanda bahaya nifas

    Indicators of Husband's Role in Pregnancy and Maternity Care

    No full text
    The maternal mortality rate (MMR) in developing countries is still a major health problem, including in Indonesia. Antenatal Care (ANC), delivery with skilled birth attendance (SBA) at the time of delivery and delivery in institutional are universally considered important for reducing maternal mortality. Husbands can play a crucial role in pregnancy and childbirth. Therefore, the aim of this study was analyze the indicators of husband's role in pregnancy and maternity care which were suspected as one of the determinants of   ANC and SBA use in Polewali Mandar Regency. The population of this prospective cohort study was all married and pregnant woman, before using contraceptives and contraceptive failure or not using contraception and pregnancy is planned, unplanned pregnancy or mistimed pregnancy in Polewali Mandar 2015 (Size of sample = 100). Samples were randomly selected from participants of screening in 12 sub-districts in Polewali Mandar. Data about husband's role in pregnancy and maternity care was obtained through interviews using a structured questionnaire data processing by using SMART-PLS.  The result of data analysis suggested that the coefficient value that has been standardized from each indicator were as follows: accessibility = 0.944 and engagement = 0.954, dan responsibility = 0.968. Indicators of organizational support in implementing Maternal and Child Health Information System at Polewali Mandar Regency, respectively from the most important are: responsibility, engagement, and accessibility

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEJADIAN TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KUNJUNGAN ANC IBU HAMIL

    No full text
    Latar Belakang: Kematian ibu merupakan akibat dari proses komplikasi dari tiga determinan utama yakni determinan dekat (gangguan obstetri), determinan antara (pelayanan kesehatan) dan determinan jauh (faktor sosial-demografi). Akumulasi dari ketiga determinan ini menghasilkan determinan utama yakni yang menjadi akar dari permasalahan kematian ibu adalah pelayanan Antenatal care (ANC). ANC merupakan salah satu pilar utama dalam mencapai tujuan SDGs dalam hal penurunan rasio kematian ibu. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan kejadian tanda bahaya kehamilan dengan kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Kaluku Bodoa. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study yang berlangsung selama bulan Mei – Juni 2023 di Puskesmas Kaluku Bodoa. Populasi pada penelitian ini sebanyak 260 ibu hamil trimester 3 dengan sampel minimal sebanyak 130 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel menggunakan systematic random sampling, adapun uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil: hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan terkait tanda bahaya kehamilan dengan kunjungan ANC dengan nilai p=0,010 < 0,05. Selanjutnya terdapat hubungan pengetahuan dengan kunjungan ANC signifikan berdasarkan umur (tidak berisiko p=0,020), pendidikan (rendah p=0,014), paritas (multigravida p=0,033), jarak kehamilan (tidak berisiko p=0,008) dan keterpaparan media (kurang p=0,004). Adapun variabel kejadian tanda bahaya kehamilan dengan kunjungan ANC tidak berhubungan secara statistik baik berdasarkan umur, pendidikan, paritas, jarak kehamilan dan keterpaparan media. Kesimpulan: kunjungan ANC ibu hamil berhubungan secara statistik dengan pengetahuan terkait tanda bahaya kehamilan dan tidak berhubungan dengan kejadian tanda bahaya kehamilan.  Ibu hamil sebaiknya menambah wawasan terkait tanda bahaya kehamilan dan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan

    Determinant Factors Affecting Intention of Child Marriage to Adolescents in Banggai Laut

    No full text
    This study aims to look at the determinant factors that affect the intense / intention to do child marriage to adolescents in Banggai Laut. This research method using a cross sectional study. The research sample consisted of 192 teenage students in SMA Negeri 1 Banggai and SMA Negeri 2 Banggai. Chi-square test and multiple logistic regression were used to analyze the data. The results of the bivariate analysis showed that there was an effect of attitude, family drive and behavior control on the intention to do child marriage (p <0.05). The results of the multivariate analysis showed that there was only one variable that had a p value <0.05, namely the family drive variable with p = 0.029. From exp (B) = 4,871> 1 is a risk factor and the Cl value is 95% more than 1 (1,178-20,142) so that OR is significant. This means that respondents who are influenced by family encouragement have a risk of 4,871 times having the intention of engaging in child marriage. It can be concluded that there are many factors that can influence adolescents in engaging in child marriage. All levels of society should protect children together and stop the practice of child marriage in society. The smallest and closest family unit for the child should be able to protect it, not be the main factor that encourages underage marriage
    corecore