443 research outputs found
PERAN GURU AQIDAH AKHLAK DALAM MENDIDIK KARAKTER KEDISIPLINAN SISWA KELAS VII DI MTs. MATHLA’UL ANWAR LANDBAW GISTING
ABSTRAK
Fahmi Maulana Firdaus : Peran Guru Aqidah Akhlak Dalam
Mendidik Karakter Disiplin Peserta
Didik Kelas VII di MTs Mathla’ul
Anwar Landbaw Gisting.
Skripsi : Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan
Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan
Lampung. Pembimbing I : Dr. Baharudin, M.Pd.
Pembimbing II : Agus Susanti, M.Pd.
Pendidikan akhlak sebagaimana dirumuskan oleh Ibnu
Miskawaih merupakan upaya ke arah terwujudnya sikap batin yang
mampu mendorong secara spontan lahirnya perbuatan-perbuatan yang
bernilai baik dari seseorang. Dalam pendidikan akhlak, kriteria benar
dan salah untuk menilai perbuatan yang muncul merujuk kepada
Alquran dan sunnah sebagai sumber tertinggi ajaran Islam. Dengan
demikian maka pendidikan akhlak bisa dikatakan sebagai pendidikan
moral dalam diskursus pendidikan Islam.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui
Bagaimana Peran Guru dalam Membangun Kedisiplinan Siwa Kelas
VII di MTs Mathla’ul Anwar Landbaw. (2) Untuk mengetahui Faktor
Apa Saja yang Menjadi Pendukung dan Penghambat dalam
Membangun Kedisiplinan Siswa.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif,
yang dilaksanakan di MTs Mathla’ul Anwar Landbaw. Subjek
penelitian ini adalah guru Aqidah Akhlak, informan penelitian sendiri
ialah kepala sekolah, guru aqidah akhlak, guru lainnya dan siswa kelas
VII. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah observasi, wawancara, dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam membangun
kedisiplinan siswa, guru aqidah akhlak memiliki peran aktif baik
diluar maupun didalam kelas, cara guru dalam membangun
kedisiplinan siswa dengan cara menanamkan nilai-nilai positif dengan
pembiasaan yang Penanaman Akhlak secara Umum TerOsebut sudah
terpenuhi semua walaupun belum sempurna prosesnya baik dalam
proses KBM di kelas maupun dalam lingkungan sekolah.
Kata Kunci : Peran Guru Aqidah Akhlak, Membangun Kedisiplinan.
ii
ABSTRACT
Fahmi Maulana Firdaus : The Role of Aqidah Akhlak Teachers in
Educating Disciplined Character of Class
VII Students at MTs Mathla’ul Anwar
Landbaw Gisting.
Thesis
: Department of Islamic Religious Education, Faculty of
Tarbiyah and Teacher Training, Raden Intan State Islamic
University (UIN) Lampung. Advisor I: Dr. Baharudin,
M.Pd. Advisor II: Agus Susanti, M.Pd.
Moral education as formulated by Ibnu Miskawaih is an effort
towards the realization of an inner attitude that is able to
spontaneously encourage the birth of good deeds from a person. In
moral education, the criteria of right and wrong to assess the actions
that arise refer to the Qur'an and Sunnah as the highest sources of
Islamic teachings. Thus, moral education can be said to be moral
education in the discourse of Islamic education.
This study aims to: (1) To find out the Role of Teachers in
Building Discipline of Class VII Students at MTs Mathla’ul Anwar
Landbaw. (2) To find out what factors support and hinder building
student discipline.
This study uses a descriptive qualitative research type, which was
conducted at MTs Mathla'ul Anwar Landbaw. The subjects of this
study were Aqidah Akhlak teachers, the research informants
themselves were the principal, aqidah akhlak teachers, other teachers
and grade VII students. The data collection methods used in this study
were observation, interviews, and documentation.
The results of the study showed that in building student
discipline, aqidah akhlak teachers have an active role both outside
and inside the classroom, the teacher's way of building student
discipline by instilling positive values with habits that General Akhlak
Instillation has been fulfilled even though the process is not perfect
either in the teaching and learning process in the classroom or in the
school environment.
Keywords: The Role of Aqidah Akhlak Teachers, Building Discipline
IMPLEMENTASI MANAJEMEN SUMBER DAYA GURU DALAM MEWUJUDKAN GENERASI QUR’ANI DI PONDOK PESANTREN AL-MUKHLISIN KABUPATEN PADANG LAWAS
ABSTRAK
Fahmi Anwar Nasution: “Implementasi Manajemen Sumber Daya Guru
Dalam Mewujudkan Generasi Qur’ani di Pondok
Pesantren Al-Mukhlisin Kabupaten Padang Lawas”
Generasi Qurani merupakan sebuah impian dan harapan setiap masyarakat
muslim, karena merupakan generasi yang menjadikan al-Qur‟an sebagai
pengamalan. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang bisa membentengi
umat Islam dari paham-paham yang menyesatkan. Dengan perkembangan zaman
saat ini, umat semakin jauh dari al-Qur‟an, lebih cenderung membaca koran,
memegang handphone dari pada al-Qur‟an, disinilah peran penting pondok
pesantren dalam mewujudkan generasi Qur‟ani.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Pondok Pesantren
Al-Mukhlisin Kabupaten Padang Lawas, manajemen sumber daya manusia
Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Kabupaten Padang Lawas, dan generasi Qur‟ani
di Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Kabupaten Padang Lawas. Jenis penelitian ini
adalah field research dengan pendekatan metode penelitian kualitatif dan
menggunakan analisis data deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan
wawancara, observasi, dokumentasi dan teknik keabsahan data.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Implementasi
manajemen sumber daya guru yang dilakukan di Pondok Pesantren Al-Mukhlisin
Kabupaten Padang Lawas sudah berjalan sesuai dengan konsep iimplementasi,
2) Manajemen sumber daya guru Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Kabupaten
Padang Lawas sudah berjalan sesuai dengan fungsi-sungsi manajemen, 3)
Generasi Qur‟ani yang di upayakan oleh Pondok Pesantren Al-Mukhlisin
Kabupaten Padang Lawas sudah terwujud sesuai dengan apa yang menjadi visi
misi dan tujuan Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Kabupaten Padang Lawas.
Kata Kunci: Implementasi, Manajemen Sumber Daya Guru, Generasi
Qur’an
Relasi Partai Politik Dengan Basis Massa (Studi Kasus Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Rembang Dengan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang)
Partai politik sebagai salah satu elemen demokrasi di Indonesia, tentunya membutuhkan basis massa sebagai kekuatan partai. Fenomena relasi politik antara PPP Kabupaten Rembang dengan Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, merupakan salah satu contoh hubungan partai dengan basis massa. Dalam pola relasi antara PPP dan Pondok Pesantren Al Anwar Sarang terdapat berbagai macam bentuk relasi yang terjadi seperti halnya bantuan PPP terhadapa Pondok Pesantren Al Anwar dan pengerahan massa pondok pesantren dalam pemilihan umum 2014 untuk mendukung PPP di daerah maupun pusat. Pola relasi antara PPP dan Pondok Pesantren Al Anwar Sarang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, diantaranya faktor historis, budaya, dan juga ketokohan atau patron client dari pengasuh pondok pesantren. Melalui faktor-faktor tersebut terbangun relasi antara PPP dan Pondok Pesantren Al Anwar yang saling menguntungkan untuk kedua belah pihak. Namun, relasi yang dibangun tidak bersifat struktural melainkan bersifat simbolis dari beberapa faktor sehingga mempengaruhi pilihan politik massa di dalam internal pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif Deskriptif untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang terjadi dalam relasi partai politik PPP dan Pondok Pesantren Al Anwar Sarang agar lebih mendalam dalam membahas kajian tersebut. Sehingga ditemukan kesimpulan bahwa ada kepentingan politik dari PPP yang mendasari relasinya dengan Pondok Pesantren Al Anwar Sarang
Faktor yang Mempengaruhi Kelahiran Bayi Prematur di RSUD Moh. Anwar Sumenep Tahun 2015 dengan Menggunakan Regresi Logistik Biner
Prematur merupakan penyebab kematian kedua pada balita setelah pneumonia dan merupakan penyebab utama kematian neonatal. Angka kelahiran prematur di Kabupaten Khususnya RSUD Moh. Anwar mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian bayi prematur di RSUD Moh. Anwar Sumenep tahun 2015. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis. Unit analisis penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan. Metode regresi logistik biner digunakan untuk mengetahui kecenderungan seorang ibu yang mengalami kejadian kelahiran prematur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 428 ibu terdapat 13,3% ibu mengalami kejadian kelahiran prematur. Karakteristik ibu yang melahirkan prematur mayoritas usia 25-35 tahun, berpendidikan sekolah dasar (SD), tidak bekerja, melahirkan anak pertama, mengalami ketuban pecah dini (KPD) dan tidak mengalami Preeklamsia mengalami kejadian prematur. Dua faktor memberikan pengaruh terbesar pada kejadian kelahiran prematur adalah faktor usia dan ketuban pecah dini. Disarankan agar menambahkan faktor lain yang mempengaruhi kelahiran prematur.
=================================================================
Prematuritas is the second leading cause of death in babies after pneumonia and is the leading cause of neonatal mortality. The preterm birth rate in Sumenep especially in RSUD. Moh Anwar has increased every years. The purpose of this research is to know the characteristics of factors affect the incidence of child premature birth in RSUD. Moh. Anwar Sumenep. The research using data secondary form medic record. The unit of analysis in this research is woman who give birth. Binarylogistic regression methods were used to figure out the tendencies of a woman experiencing premature birth events. The results showed that out of the 13,3 % of females there 428 mother who experienced premature birth. Characteristic Women with childbirth premature is 25-35 age, primary school-educated, do not work, gave birth to their first child, rupture of membranes and do not do preeclamsia to be greater risk experienced premature birth. Two factors give the greatest influenceon the incidence of preterm birth, mothers aged and rupture of membranes. It is recommended that appropriate recommendations to find others factors affecting the incidence of premature
Egyptian Foreign Minister Meets with Nixon
Washington: Egyptian Foreign Minister Ismail Fahmi calls on President Nixon at the White House 10/31. Fahmi, who has been acting foreign minister, was promoted earlier in the day by President Anwar Sadat.https://digitalcommons.chapman.edu/upi_nixon/1143/thumbnail.jp
Studi Kritis Terhadap Pemahaman Fahmi Basya Terkait Dengan Ayat-Ayat Negeri Saba
Criticism is something that must be built in the scientific world. Because, in science there is no such thing as a definite truth. Criticism here to bring it in the right direction. Especially about the story of the past contained in the Qur\u27an. A story that is explained in it contains truth, lessons and teachings evidently undeniable for all creatures of Allah, for the happiness of the world and the hereafter. This study uses qualitative research in the form of library research, the author uses the approach of the theory of the Qur\u27an and Interpretation and the theory of Diltheiy thinking and interpretive writing ideas in Indonesia. Meanwhile, the collection of data by means of documentation, namely the book Indonesia Negeri Saba\u27by Fahmi Basya and also taken from various related sources. Furthermore, the analysis is done by reading and examining Fahmi Basya\u27s understanding writing, which is written in his book. In summary, Fahmi Basya confirmed 14 comparative accounts of Indonesia and Yemen based on the Qur\u27an and 53 scientific facts which he discovered that Indonesia was the State of Saba\u27. Fahmi Basya\u27s understanding is very contrary to the commentators at least caused by two problems. Finally, Fahmi Basya wants to prove that the State of Saba \u27in the Qur\u27an in Indonesia. Based on the study of Fahmi Basya\u27s understanding it was found that Fahmi Basya was not an expert in the field of the Qur\u27an and Tafsir. So, when he understands the Qur\u27an and reveals the results of his research in the community it needs to be reviewed. Seeing with the scientific viewpoints of the Qur\u27an, Fahmi Basya\u27s interpretation seems to match his discoveries with the Qur\u27anic Verses. And forcing all that can be matched look for verses of the Qur\u27an
Peningkatan Spiritual Masyarakat Melalui Manajemen Majelis Taklim Mathla’ul Anwar Batujaya Karawang
This research is a descriptive qualitative study. Meanwhile, the approach taken by the researcher in this study is a case study approach. For data collection techniques, the researcher gathered data through observation, interviews, and documentation. The findings from the observations indicate that there has been no application of management functions at the Mathla’ul Anwar Batujaya Karawang Study Group, thus the researcher needs to address the issues present in that Study Group. Therefore, the study group, which is still managed traditionally, needs to improve its management for better effectiveness. The purpose of this research is to understand how to enhance the spiritual life of the community through the implementation of management functions at the Mathla’ul Anwar Study Group. The results of this study show that the role of the Mathla’ul Anwar Study Group in enhancing the spiritual life of the community is to instill an awareness of the importance of knowledge about religion. However, there are inhibiting factors that still need to be improved, namely the absence of a schedule and curriculum for the lessons that will be delivered by the preacher at each event. In addition, there is still a low level of awareness among the congregation in attending the study sessions. Therefore, the solution to overcome these obstacles is to implement management functions such as creating a plan regarding the schedule of study materials according to the applied learning curriculum
Penggunaan Hidrogen Peroksida (H2O2) dan Sinar Ultra Violet untuk Menurunkan Kadar Warna Limbah Industri Pulp dan Kertas
Intention of tins research is to perceive degradation of color rate in liquid waste of pulp and paper by using hydrogen peroxide (H202) and ultra violet ray, COD use contamination parameter and also to know optimum condition of usage of hydrogen peroxide (I-h02) and ultra violet ray in obtaining result of maximum. Variable perceived in this research [is] degradation of color rate irrigate waste use hydrogen peroxide alliance and ultra violet ray (in this research [is] used [by] brand lamp of Phillips 250 watt). Hydrogen peroxide volume 25 mL, 50 mL, and 100 mL as well as and pH used to vary from acid until basa that is pH 6,0; 7,0; 8,0 and 9,0. From result of treatment of hydrogen peroxide volume and pH expected to yield well absorb thereby hence color of waste water will go down and COD also go down. Light/Ray absorb correlate linearly with concentration, spectrophotometer consist of lamp with light ray, to the number of proportional absorbent (light/ray) with concentration of color and also of waste water pulp and paper. At this treatment of influence of [gift/giving] hydrogen peroxide with volume 100 ml where condition of best absorption that is [at] neutral environment or pH 7,0. Data measurement of COD [done/conducted] by partial, and compared to between treatment which [is] value of COD most low. From this result of this research obtained [by] COD which [is] most low, while highest [at] pH 7. The best of hydrogen peroxide volume variation [of] degrade rate of COD [is] hydrogen peroxide volume 25 ml. Ever greater [of] used [by] hydrogen peroxide volume [is] content of COD ever greater. Reduction of COD by using alliance hydrogen peroxide and ultra violet ray [is] with rate which [is] low with rate 243,64 mg/L, Reduction of rate of COD this is very quickly that is during one [hour/clock] for this treatment more than one conducive [hour/clock] for rate of lower COD again. To determine that is industrial liquid waste [of] pulp and paper can be thrown to body irrigate hence this result can be compared to standard [of] its contamination tolerance pursuant to Decree State's Minister of Kependudukan dan Lingkungan Hidup Number: Kep/Menlh/l0/1995. Hence best condition [is] pH 6 and hydrogen peroxide volume 25 ml.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati penurunan kadar warna dalam limbah cair pulp dan kertas dengan menggunakan hidrogen peroksida (H2O2) dan ultra violet, menggunakan COD sebagai parameter pencemaran serta untuk mengetahui kondisi optimum dari penggunaan hidrogen peroksida (H2O2) dan ultra violet dalam memperoleh hasil yang maksimum. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah penurunan kadar warna air limbah menggunakan gabungan hidrogen peroksida dan sinar ultra violet (dalam penelitian ini digunakan lampu merek Phillips 250 watt). Volume hidrogen peroksida 25 mL, 50 mL dan 100 mL dan juga pH yang digunakan bervariasi dari asam sampai dengan basa yaitu pH 6,0; 7,0; 8,0; dan 9,0. Dari hasil perlakuan pH dan volume hidrogen peroksida diharapkan menghasilkan absorbansi yang baik dengan demikian maka warna dari air limbah akan turun serta COD juga akan turun, Absorbsi sinar berhubungan secara linier dengan konsentrasi, spektrofotometer terdiri dari lampu dengan sinar cahaya, banyakuya sinar yang terserap sebanding deugan konsentrasi dari zat wama maupun COD dari larutan limbahpulp dan kertas. Pada perlakuan pengaruh pemberian hidrogen peroksida dengan volume 100 ml. dimana kondisi penyerapan terbaik yaitu pada lingkungan netral atau pH 7. Data pengukuran COD dilakukan secara parsial, dan dibandingkan antar perlakuan untuk memperlihatkan perlakuan mana yang nilai COD-nya paling rendah. Dari hasil penehtian diperoleh COD yang terendah yaitu pada pH 6, sedangkan yang tertinggi pada pH 7. Dati variasi volume hidrogen peroksida yang terbaik meuurunkan kadar COD adalah volume peroksida 25 mL. Semakin besar volume hidrogen peroksida yang digunakankandunganCOD semakin besar, Pengurangan COD dengan menggnnakan gabungan hidrogen peroksida sinar ultra violet yang terbaik adalah dengan kadar yang terendah sampai pada kadar 243,64 mg/L. Pengurangan kadar COD ini sangat cepat yaitu selama satu jam untuk perlakuan lebih dati satu jam memungkinkan untuk kadar COD yang lebih rendah lagi. Untuk menentukan bahwa limbah cair industri pulp dapat dibuang ke badan air maka hasil ini dapat dibandingkan dengan standar baku ambang toleransipencemarannya berdasarkan Sural Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup Nomor : Kep/MENLH/10/1995. Maka kondisi yang terbaik adalah pH 6 dan volume hidrogen peroksida 25 mL.80 HalamanTesis Magiste
Penggunaan Hidrogen Peroksida (H2O2) dan Sinar Ultra Violet untuk Menurunkan Kadar Warna Limbah Industri Pulp dan Kertas
Intention of tins research is to perceive degradation of color rate in liquid waste of pulp and paper by using hydrogen peroxide (H202) and ultra violet ray, COD use contamination parameter and also to know optimum condition of usage of hydrogen peroxide (I-h02) and ultra violet ray in obtaining result of maximum. Variable perceived in this research [is] degradation of color rate irrigate waste use hydrogen peroxide alliance and ultra violet ray (in this research [is] used [by] brand lamp of Phillips 250 watt). Hydrogen peroxide volume 25 mL, 50 mL, and 100 mL as well as and pH used to vary from acid until basa that is pH 6,0; 7,0; 8,0 and 9,0. From result of treatment of hydrogen peroxide volume and pH expected to yield well absorb thereby hence color of waste water will go down and COD also go down. Light/Ray absorb correlate linearly with concentration, spectrophotometer consist of lamp with light ray, to the number of proportional absorbent (light/ray) with concentration of color and also of waste water pulp and paper. At this treatment of influence of [gift/giving] hydrogen peroxide with volume 100 ml where condition of best absorption that is [at] neutral environment or pH 7,0. Data measurement of COD [done/conducted] by partial, and compared to between treatment which [is] value of COD most low. From this result of this research obtained [by] COD which [is] most low, while highest [at] pH 7. The best of hydrogen peroxide volume variation [of] degrade rate of COD [is] hydrogen peroxide volume 25 ml. Ever greater [of] used [by] hydrogen peroxide volume [is] content of COD ever greater. Reduction of COD by using alliance hydrogen peroxide and ultra violet ray [is] with rate which [is] low with rate 243,64 mg/L, Reduction of rate of COD this is very quickly that is during one [hour/clock] for this treatment more than one conducive [hour/clock] for rate of lower COD again. To determine that is industrial liquid waste [of] pulp and paper can be thrown to body irrigate hence this result can be compared to standard [of] its contamination tolerance pursuant to Decree State's Minister of Kependudukan dan Lingkungan Hidup Number: Kep/Menlh/l0/1995. Hence best condition [is] pH 6 and hydrogen peroxide volume 25 ml.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati penurunan kadar warna dalam limbah cair pulp dan kertas dengan menggunakan hidrogen peroksida (H2O2) dan ultra violet, menggunakan COD sebagai parameter pencemaran serta untuk mengetahui kondisi optimum dari penggunaan hidrogen peroksida (H2O2) dan ultra violet dalam memperoleh hasil yang maksimum. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah penurunan kadar warna air limbah menggunakan gabungan hidrogen peroksida dan sinar ultra violet (dalam penelitian ini digunakan lampu merek Phillips 250 watt). Volume hidrogen peroksida 25 mL, 50 mL dan 100 mL dan juga pH yang digunakan bervariasi dari asam sampai dengan basa yaitu pH 6,0; 7,0; 8,0; dan 9,0. Dari hasil perlakuan pH dan volume hidrogen peroksida diharapkan menghasilkan absorbansi yang baik dengan demikian maka warna dari air limbah akan turun serta COD juga akan turun, Absorbsi sinar berhubungan secara linier dengan konsentrasi, spektrofotometer terdiri dari lampu dengan sinar cahaya, banyakuya sinar yang terserap sebanding deugan konsentrasi dari zat wama maupun COD dari larutan limbahpulp dan kertas. Pada perlakuan pengaruh pemberian hidrogen peroksida dengan volume 100 ml. dimana kondisi penyerapan terbaik yaitu pada lingkungan netral atau pH 7. Data pengukuran COD dilakukan secara parsial, dan dibandingkan antar perlakuan untuk memperlihatkan perlakuan mana yang nilai COD-nya paling rendah. Dari hasil penehtian diperoleh COD yang terendah yaitu pada pH 6, sedangkan yang tertinggi pada pH 7. Dati variasi volume hidrogen peroksida yang terbaik meuurunkan kadar COD adalah volume peroksida 25 mL. Semakin besar volume hidrogen peroksida yang digunakankandunganCOD semakin besar, Pengurangan COD dengan menggnnakan gabungan hidrogen peroksida sinar ultra violet yang terbaik adalah dengan kadar yang terendah sampai pada kadar 243,64 mg/L. Pengurangan kadar COD ini sangat cepat yaitu selama satu jam untuk perlakuan lebih dati satu jam memungkinkan untuk kadar COD yang lebih rendah lagi. Untuk menentukan bahwa limbah cair industri pulp dapat dibuang ke badan air maka hasil ini dapat dibandingkan dengan standar baku ambang toleransipencemarannya berdasarkan Sural Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup Nomor : Kep/MENLH/10/1995. Maka kondisi yang terbaik adalah pH 6 dan volume hidrogen peroksida 25 mL.80 HalamanTesis Magiste
Analysis of the digital campaign strategies of Prabowo Subianto and Anwar Ibrahim on the Tiktok platform in the 2024 Indonesian Elections and the 2022 Malaysian Elections
This article discusses digital campaign trends in the general elections of Indonesia and Malaysia, focusing on the use of the TikTok platform by Prabowo Subianto and Anwar Ibrahim. Employing a qualitative research method and the public communication campaign theory by Charles K. Atkin and Ronald E. Rice (2012), this study analyzes the strategies, messages, and implementation of the digital campaigns of both candidates through the campaign content released on TikTok videos. The findings from the desk study approach and content analysis indicate that Prabowo Subianto uses a dynamic visual approach and "cute" imagery to attract young voters, while Anwar Ibrahim emphasizes authenticity and emotional engagement to build trust. Both candidates exhibit similarities in the use of visual, educational, and interactive content. The differences lie in the use of AI technology, which is only utilized by Prabowo Subianto. This research finds that social media, particularly TikTok, has become an essential tool in shaping public perception and garnering voter support, with significant implications for the presidential elections in both countries
- …
