60 research outputs found

    Exploring Cohesive Devices on the Abstracts of Undergraduate Thesis Written by English Language Teaching Department Students of IAIN Syekh Nurjati Cirebon in October 2016 (Qualitative Research)

    Full text link
    MOH. CHAERUL ANWAR: Language is the main factor of communication between people with others. Communication between people with others through language can be delivered in two ways, spoken language and written language. One form of written language that is useful to convey knowledge to the people is discourse. Written discourse can be formed like a thesis. Thesis is a scientific writing based on the student’s research. One of the important parts of thesis is abstract. Abstract is the summary of the thesis. In a discourse, there are many sentences which have to be united and hang together. The discourse is able to have good unity in connecting between sentences with the help of cohesive devices. Cohesive devices represent cohesive relation. This study aims (1) to find out the types of cohesive devices are commonly used on the abstracts, (2) to describe the usage of cohesive devices are used on the abstract. The study is designed as qualitative research. The data is taken from ten selected randomly undergraduate thesis abstracts written by English Language Teaching Department students of IAIN Syekh Nurjati Cirebon published in October 2016. The technique of collecting data is documentation. The writer is as the instrument of research. Then, the technique of analysis is content analysis based on the theory of Halliday and Hasan (1976) of cohesive devices. The findings show that several cohesive devices found on undergraduate thesis abstracts including grammatical and lexical cohesion. The type of conjunction is commonly used on the abstracts. The number of conjunction is 112 or 45% from all cohesive devices found. The use of cohesive devices that are found on the thesis abstracts connects one sentence with the other sentence. Keywords: thesis, abstract, discourse analysis, cohesive devices

    PENERAPAN METODE PLAYWAY MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DENGAN MATERI BILANGAN CACAH DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS 1 MI ZAINUL ANWAR

    Full text link
    This study examines the use of the playway method with picture media to improve learning outcomes of integer number material in grade 1 students of MI Zainul Anwar. Mathematics, which is important for the development of rational, critical, creative, and innovative thinking, is often considered difficult because it is abstract, while students tend to think concretely. The playway method and image media are considered effective for making learning more fun and easy to understand, especially the concept of small numbers, by connecting numbers and real objects and facilitating learning through play and exploration. Using a descriptive qualitative approach in MI Zainul Anwar (class 1A), this study found that the playway method with picture media increased active participation, motivation, and learning outcomes, as well as making learning more meaningful, fun, and supporting cognitive, social, and motor development

    EVALUASI PROGRAM KARTU JAKARTA PINTAR (KJP) DI SMAN 22 JAKARTA TIMUR DENGAN PENDEKATAN CIPP

    Full text link
    To increase student learning opportunities up to high school level, the DKI Jakarta government provides the Jakarta Smart Card (KJP) program for people who are classified as poor. Evaluation on the implementation of this program needs to be done to see the extent of program success. This study aims to look at the evaluation of the KJP program at SMA Negeri 22 Jakarta using the CIPP (Context, Input, Process, Output) method. The results showed that SMAN 22 had run the KJP program very well. The results of the evaluation on context aspect shows a  very good  result with 85% of implementation. The input aspects have been carried out 80% with good categories. The process aspect is running well with a percentage of 80% of the plan, and the product evaluation (output) aspect also reaches 80% of the specified criteria. The study also recommends that there should be an officer from provincial government officials to conduct home visit program to maintain the quality of KJP implementation.   &nbsp

    Strategi Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Sumber daya Manusia : studi komparasi atas pemikiran ki hajar dewantara dengan hasan langgulung

    No full text
    Kulitas sumber daya manusia merupakan modal dasar atau titik sentral yang menjadi subjek pembagunan, karena keberhasilan pembangunan terutama ditentukan oleh kualitas sumber dasya manusianya bukan oleh melimpah ruahnya kekayaan alam. Terlebih lagi di era globalisasi ini sebagai era yang penuh dengan persaingan. Upaya pengembangan kualitas sumber daya manusia dapat dilakukan melalui berbagai jalur diantaranya pendidikan. Pendidikan ini merupakan jalur peningkatan kualitas sumber daya manusia yang lebih menekankan pada pembentukan kualitas dasar seperti keimanan, kepribadian, kecerdasan, kreatifitas dan sebagainya. Dahulu pendidikan lebih merupakan model pembentukan maupun pewarisan nilai-nilai tradisi masyarakat artinya misi pendidikan dianggap berhasil ketika anak didik sudah mempunyai sifat positif dalam memelihara tradisi masyarakatnya. Kini paradigm demikian harus direkontruksi agar setiap individu tidak acuh terhadap persoalan yang terkait dengan kepentingan pembangunan baik dalam hal ekonomi, ketenaga kerjaan dan persoalan lainnya. Berbagai konsep pendidikan telah ditawarkan oleh pakar pendidikan sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia seperti Ki Hajar Dewantoro dan Hasan Langgulung. Kedua konsep yang telah ditawarkan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan oleh kedua tokoh dianggap sebagai acuan terbaik dalam sistem pendidikan yang ada di Indonesia karena dari dua sistem pendidikan yang ada baik Diknas maupun Depag mengacu pada konsep pemikiran pendidikan yang telah di gagas oleh kedua tokoh tersebut, dimana Diknas mengacu pada konsep yang telah ditawarkan oleh Ki Hajar Dewantoro sedangkan Depag mengacu pada konsep yang telah ditawarkan oleh Hasan Langgulung

    PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN COUNTER ATTACK PADA CABANG OLAHRAGA SEPAKBOLA

    Full text link
    *ABSTRAK* Penelitian ini bertujuan untuk mengambangkan model latihan counter attack pada cabang olahraga sepakbola. Subyek penelitian ini adalah atlet East Jakarta Soccer School (EJSS), di Jakarta Timur sebanyak 12 atlet. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dan model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE. Pengumpulan data dalam analisis kebutuhan dilakukan dengan observasi, subjektif secara visual. Pada penelitian ini peneliti bekerja sama dengan 3 ahli dalam bidang olahraga sepakbola sebagai expert judgement dan mendapat hasil layak pada 20 model latihan counter attack pada cabang olahraga sepakbola sehingga dapat ditarik kesimpulan semua model latihan counter attack pada cabang olahraga sepakbola dapat diterapkan dilapangan. Dan berdasarkan tabel kriteria kelayakan maka presentase skor perolehan ini termasuk dalam kriteria layak. Jadi, pada uji kelayakan yang dilakukan, dosen ahli, praktisi dan atlet menyatakan bahwa ada 20 model latihan yang layak untuk diujicobakan. Hasil dari penelitian ini adalah berupa buku saku model latihan counter attack pada cabang olahraga sepakbola. *ABSTRACT* This study aims to develop a counter attack training model in football. The subjects of this study were East Jakarta Soccer School (EJSS) athletes, in East Jakarta there were 12 athletes. This type of research is Research and Development (R&D) and the development model used is ADDIE. Collecting data in needs analysis is done by observation, visually subjective. In this study, the researchers collaborated with 3 experts in the field of football as expert judgment and got proper results on 20 models of counter attack training in football so that it can be concluded that all models of counter attack training in football can be applied in the field. And based on the eligibility criteria table, the percentage of this acquisition score is included in the "decent" criteria. So, in the due diligence conducted, expert lecturers, practitioners and athletes stated that there were 20 models of training that were feasible to try out. The results of this study are in the form of a pocket book for the counter attack training model in the sport of football

    PENGARUH JENIS PENGEMAS TERHADAP KWALITAS TEPUNG TAPE SELAMA PENYIMPANAN

    No full text
    Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jenis pengemas berpengaruh terhadap kadar air, gula reduksi, total asam dan warna tepung tape selama penyimpanan. Selama penyimpanan terjadi peningkatan kadar air, kadar gula reduksi dan total asam, sedangkan nilai warna tepung tape mengalami penurunan selama penyimpanan. Nilai rasa tepung tape tertinggi pada pengemas aluminium foil, diikuti pengemas polietilen dan terendah pada pengemas polipropilen. Selama penyimpanan juga tidak ditemukan adanya serangan serangga pada tepung tape yang dikemas. Jenis pengemas yang paling cocok untuk pengemasan tepung tape adalah pengemas aluminium foil. Namun sampai dengan minggu ke-10 ketiga jenis pengemas masih dapat mempertahankan kualitas tepung tape dengan kadar air dibawah 12 %

    Tradisi ziarah kubur masyarakat betawi pada makam Muallim KH.M.Syafi'i hadzami kampung dukuh jakarta Selatan

    No full text
    Tradisi mempunyai banyak makna dipandang dari berbagai macam ilmu kemasyarakatan. Salah satu makna tradisi adalah suatu kebiasaan yang turunmenurun dalam sebuall masyarakat, dengan sifatnya yang luas. Tradisi bisa meliputi segala kompleks kehidupan, sehingga tidak mudah disisihkan dengan perincian yang tepat dan pasti, terutama sulit diperlakukan serupa atau semirip, karena tradisi bukan objek mati, melainkan alat yang hidup untuk manusia yang hidup juga. Begitupula maknan ziarah mempunyai banyak makna, salah satunya bahwa ziarah kubur adala1l mendatangi makam dengan tujuan untuk mendoakan ahli kubur dan sebagai ibroh (pelajaran) bagi peziarah bahwa tidak lama lagi juga akan menyusul. Hukum ziarah pada mulanya haram, kemudian Rasulullah Saw membolehkannya. Tradisi ziarah kubur yang penulis fokuskan adalah tradisi ziarah kubur yang ada di masyarakat Betawi. Masyarakat Betawi itu sendiri adalah sebutan orang pribumi terhadap Batavia. Objek ziarah kubur penulis fokuskan pada makam Muallim KH. M. Syafi'i Hadzami, makam beliau terletak di Kampung Dukuh Jakarta Selatan. Masyarakat Betawi adalah masyarakat yang cenderung senang berziarah kubur. Mereka mengunjungi makam-makam para alim ulama, para wali, para habaib, yang dianggap mempunyai karamah. Mereka berziarah kubur pada bulanbulan tertentu, seperti bulan Muharram, Rajab, Sya'ban, dan Syawal. Juga pada hari-hari tertentu seperti hari Jum'at. Cara berziarah kubur dilakukan secara individu, atau rombongan, dan hal.-hal yang dibaca adalah surah Yasiin dan tahlil, rattib, shalawat, dan berdoa sebagai tawasulan kepada si ahli kubur
    corecore