1,721,002 research outputs found

    Uncle Vanya, by Anton Chekov, June 10-21

    No full text
    Uncle Vanya, by Anton Chekov, June 10-2

    Gaya Bahasa Anton Chekov sebagai Inspirasi Gaya Ungkap Patung

    Full text link
    Karya seni terutama sebagai kritik sosial harus mampu dicerna dengan mudah oleh para penikmatnya tidak boleh ada kesenjangan pemahaman antara karya seni dengan masyarakat. Substansi yang dibawa oleh karya seni akan tereduksi maknanya jika tidak disampaikan dengan bahasa yang baik dan mudah. Anton chekov melalui karya-karya cerita pendeknya diakui secara luas setelah memberikan kritik-kritik sosial bagi keadaan masyarakat di negaranya pada zamannya. Ciri-ciri karya Anton chekov yang sederhana, humoris, ringkas menggunakan metafora yang tepat sedikit vulgar, mengambil latar sembarang orang di sembarang tempat, mengungkapkan permasalahan dari sudut pandang rakyat kecil atau pihak yang lemah, memperhatikan detail bersifat abadi dan universal membuat karyanya menjadi mudah dicerna. Gaya bercerita Anton chekov diterapkan sebagai gaya ungkap patung yang dimaksudkan sebagai kritik sosial bagi masyarakat Indonesia. Dewasa ini gaya ungkapan yang demikian akan mudah diterima oleh masyarakat sehingga kritik sosial akan lebih berhasil

    Gaya bahasa Anton Chekov sebagai inspirasi gaya ungkap patung.

    No full text
    Karya ini menggunakan gaya-gaya dan kekayaan bahasa Anton Chekov, sifat-sifat karyanya yang akan digunakan adalah sifat sederhana, humoris, ringkas, menggunakan metafora yang tepat, sedikit vulgar, mengambil latar sembarang orang di sembarang tempat, bersifat abadi dan universal

    KESANTUNAN DALAM NASKAH DRAMA KOMEDI SADURAN KARYA ANTON CHEKOV

    No full text
    Kesantunan berbahasa adalah bagian dari kaidah-kaidah sosial dan kompetensi strategi berbahasa yang berperan penting dan perlu diperhatikan dalam proses komunikasi. Kesantunan merupakan fenomena kultural, sehingga apa yang dianggap santun oleh suatu kultur mungkin tidak demikian halnya dengan kultur yang lain. Santun tidaknya suatu tuturan sangat tergantung pada ukuran kesantunan masyarakat penutur bahasa yang dipakai. Demikian pula dalam wacana drama komedi saduran karya Anton Chekov. Naskah drama komedi saduran ini kiranya perlu disadur disesuaikan dengan alam budaya kita agar mudah dipahami. Naskah drama komedi saduran seringkali menyimpang dari aturan-aturan berkomunikasi yang digariskan oleh prinsip-prinsip pragmatik, baik yang bersifat tekstual maupun interpersonal. Drama komedi itu mungkin secara jelas tidak mengindahkan kaidah kesantunan, tetapi sebenarnya tidak sopan sebagai salah satu perwujudan dari interferensi resiprokal sebagai salah satu cara yang utama di dalam penciptaan humor atau komedi, di samping repetisi dan permutasi. Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana bentuk pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan yang terdapat dalam drama komedi saduran karya Anton Chekov dan (2) faktor penentu kesantunan apa sajakah yang terdapat dalam drama komedi saduran karya Anton Chekov. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan yang terdapat naskah drama komedi saduran karya Anton Chekov serta mengetahui faktor penentu kesantunan yang terdapat dalam naskah drama komedi saduran karya Anton Chekov. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Pendekatan teoretis yaitu menggunakan teori pragmatik, sedangkan pendekatan penelitian metodologis yaitu menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa penggalan wacana drama komedi saduran yang diduga mengandung bidal kesantunan. Sumber data penelitian ini adalah wacana drama komedi saduran dari empat drama komedi karya Anton Chekov. Adapun metode dan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu metode simak dan teknik catat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode normatif. Langkah selanjutnya adalah pemaparan hasil analisis data dengan menggunakan metode informal. Dengan metode ini penjelasan tentang kaidah menjadi lebih rinci dan terurai. Hasil penelitian ini adalah (1) pematuhan dan pelanggaran bidal prinsip kesantunan yang terdapat dalam wacana drama komedi saduran, yaitu terdapat 43 data yang mematuhi bidal prinsip kesantunan. Adapun bidal-bidal yang dipatuhi dalam wacana drama komedi saduran meliputi 13 pematuhan bidal ketimbangrasaan, 4 pematuhan bidal kemurahhatian, 9 pematuhan bidal keperkenanan, 4 pematuhan bidal kerendahhatian, 10 pematuhan bidal kesetujuan, dan pematuhan 3 bidal kesimpatian, sedangkan pelanggarannya diperoleh 58 data yang melanggar bidal prinsip kesantunan, yaitu 30 pelanggaran bidal ketimbangrasaan, 2 pelanggaran bidal bidal kemurahhatian, 12 pelanggaran bidal keperkenanan, 6 pelanggaran bidal kerendahhatian, 6 pelanggaran bidal kesetujuan, dan 2 pelanggaran bidal kesimpatian dan (2) faktor penentu kesantunan yang ditemukan dalam wacana drama komedi saduran meliputi 1) faktor kebahasaan dan 2) faktor nonkebahasaan. Faktor kebahasaan yang terdapat dalam drama komedi saduran, yakni pemakaian bahasa kias, pemakaian ungkapan gaya bahasa penghalus, pemakaian tuturan yang berbeda dengan maksud penyampaian, dan pemakaian tuturan implisit. Sedangkan faktor nonkebahasaan yang terdapat dalam drama komedi saduran, yakni topik pembicaraan dan situasi konteks pembicaraan. Berdasarkan hasil dari pembahasan penelitian, saran yang peneliti sampaikan adalah (1) penulis naskah drama komedi saduran diharapkan memerhatikan kesantunan bahasa sesuai dengan budaya Indonesia agar maksud penulis drama komedi saduran dapat dipahami oleh pembaca dan (2) peneliti bahasa hendaknya mengadakan penelitian lebih lanjut dalam bidang pragmatik dari aspek lain guna menambah khazanah ilmu bahas

    Factivity Dalam Dua Cerita Pendek The Bet Dan Rothschildren's Fiddle Karya Anton Chekov: Kajian Semantika

    No full text
    Penelitian berjudul ��Factivity Dalam Dua Cerita Pendek The Bet dan Rothschild's Fiddle Karangan Anton Chekov: Kajian Semantik�� membahas masalah yang terjadi pada Factivity, yakni bagaimana sebuah predikat dalam kalimat memiliki jenis Factivity serta argumen apa saja yang mengikutinya. Tujuan dari Skripsi ini adalah untuk menganalisis dan menjelaskan jenis Factivity apa yang terdapat pada data dan argumen-argumen yang mengikuti Factivity tersebut dalam dua cerita pendek The Bet dan Rothschild's Fiddle karangan Anton Chekhov. Teori Factivity yang digunakan untuk menganalisis data adalah dari Charles W. Kreidler (1998), dan Petra Schulz (2003). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menganalisis dan memaparkan data yang diambil dari kedua cerita pendek karangan Anton Chekov. Berdasarkan analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan terdapat tiga bentuk Factivity: Factive Predicate yang diikuti argumen Full Clause, Gerund Clause, dan Abstract Noun Phrase, Nonfactive Predicates yang diikuti argumen Full Clause, dan Counterfactive Predicate diikuti kalimat pengandaian bentuk ketiga

    Language functions in four short stories of edgar Allan Poe and Anton Chekov

    Full text link
    Language functions has become an important aspect of language analysis. The function of language refers to the purpose of the way people use language to communicate. In this research, the researcher focused on analyzing the language function in the short stories of Anton Chekov and Edgar Allan Poe. This research discusses three things, they are what is the type of language functions used in Anton, what is the type of language functions in Edgar and how is the comparison the type of language functions between both of them.This study aims to determine the function of the language contained in the short stories of Anton Chekov and Edgar Allan Poe. The researcher used descriptive research design to analyze the language functions in the short story of Edgar and Anton. The theory used to answer the question is Language Functions based on Roman Jakobson. The data was collected by choosing the utterance from the short stories both of the author.The researcher analyzes by identifying the type of language functions and the comparison the type of language function between two authors. In this study, the researcher found both of Anton Chekov and Edgar Allan Poe used six language functions, including referential, phatic, emotive, metalingual, conative, and poetic functions. The researcher used 4 short stories from Anton, they are An Actor's End, A Dead Body, A Happy Man, and The Lottery Ticket. While from Edgar Allan Poe's short stories are The Black Cat, The Tell-Tale Heart, Silence, A Fable, and The Oval Portrait. The researcher found that phatic function is the most dominant in Anton’s short stories with 64 utterances. Next in Edgar Allan Poe's short stories, the type of language functions which mostly appeared is poetic functions with 56 utterances. Furthermore, the researcher found that the comparison between both of them is caused by they have different theme, background of the story and how they choose every word. So, the type of language functions in their stories is different

    Kegelisahan Batin Nyonya Martopo Dalam Naskah Drama Orang-Orang Kasar Penagih Hutang Karya Anton Chekov: Analisis Psikologi Sastra

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) memaparkan struktur naskah drama Orang-Orang Kasar Penagih Hutang karya Anton Chekov, (2) memaparkan kegelisahan batin Nyonya Martopo dalam naskah drama Orang-Orang Kasar Penagih Hutang karya Anton Chekov. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah kegelisahan batin Nyonya Martopo dalam naskah drama Orang-Orang Kasar Penagih Hutang karya Anton Chekov, melalui kajian psikologi sastra. Data dalam penelitian ini berupa kutipan wacana dalam dialog naskah drama Orang-Orang Kasar Penagih Hutang. Sumber data dalam penelitian ini berupa sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka dan catat. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik trianggulasi teori. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode pembacaan model semiotik yang meliputi pembacaan heuristik dan hermeneutik. Berdasarkan analisis struktur dapat disimpulkan bahwa tema dalam naskah drama Orang-Orang Kasar Penagih Hutang adalah ujian kesetiaan. Alur dalam naskah drama ini menggunakan alur progresif atau maju, peristiwa yang yang diceritakan berjalan runtut dari awal hingga akhir. Tokoh dalam naskah drama ini terdiri dari tokoh utama (Mrs. Popov/Ny. Martopo), tokoh tambahan (Mr. Smirvov/Baitul Bilal dan Babalu/Darmo). Latar tempat dalam naskah drama ini di daerah Jawa Timur dan di dalam rumah Ny. Martopo. Latar waktu adalah jam 12.00 siang hari pada bulan juni tahun 1861, dan latar sosial adalah kehidupan pemilik perkebun kopi di daerah Jawa Timur yang kaya. Analisis kegelisahan batin tokoh utama dalam naskah drama Orang-Orang Kasar Penagih Hutang dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra, yaitu tokoh utama mengalami kegelisahan objektif (berwujud gelisah keluar rumah dan gelisah bertemu tamu), kegelisahan neurotis (berwujud perasaan trauma dan penyiksaan diri), dan kegelisahan moral (ketakutan melanggar norma moral yang berlaku dalam masyarakat)

    THE MAIN CHARACTER INNER CONFLICT ELEMENT IN DRAMA MANUSCRIPT NYANYIAN ANGSA CREATION BY ANTON CHEKOV AND THE IMPLICATIONS TOWARD LITERATURE TEACHING

    Full text link
    Abstract: The inner conflict element which happen to main character in the drama script nyanyian angsa creation by Anton Chekov. The research method which using for analysis the script is qualitative method that description analysis. Research focus internal conflict element in drama script nyanyian angsa creation by Anton Chekov with subject focus element Id >< Thanatos. The research instruments analyze scene that have an element of inner conflict in the script nyanyian angsa creation by Anton Chekov. To get the results the writer using presentation table from the element of inner conflict that accumulated. The impact of implications for students, the students must be directly involved actively in literary learning activities that is drama script in the school. The student also required to understand the contents of the drama script very well. To improve literature learning that is drama script, students must improve own learning method outside of school hours, for example be part of theatre extracurricular activities. This is intended so that the ability of students can be channel properly.     Key words: inner conflict, drama script, literature teaching

    Psychological Analysis On Freud’s Personality Theory On Popov And Smirnov’s Dynamic Characters As Seen In The Bear By Anton Chekov

    No full text
    The Bear is a literary work written by anton chekov in 1880 which tells of the story of a widow who dissolves in sorrow after being dying by a beloved husband who then personality or his formerly gentle, polite nature turned into a rough and grumpy as being carried away with a collector Harsh debt but turned into a romantic and gentle. Changes in attitudes that occur to the store antagonist and protagonist caused by loneliness and needs that harbor the sense of mutual need that in the end both are equally in love. &nbsp; &nbsp

    MODALITY ANALYSIS OF THE STORY “THE BEAR” BY ANTON CHEKOV

    Full text link
    Modality is the opinion or judgment, as required, at the state of affirmation by the speaker. The present study is conducted to note the elements of modality in the short story The Bear by Anton Chekov. The objectives of the study are to find out the type of modality in shape of expressions, intentions and semantics being loaded by the text utterances by the speaker. The study is qualitative in its nature and form which has adopted the model of Khomutova (2014) and Palmer (2003) to find the types of modalities and their expressions in the selected short story. The results of the study show that there is existence of modalities in the short story. In perspective of Khomutova (2014), “the reality” and “unreality” had been tried to find in the story. The character had followed the “reality” at the beginning of the story yet their modalities were “unreal” at the ending. Under the typed of modalities of Palmer (2003), the negativity modality had been found because the characters are intended to have “desired action” while at the ending scenario, it has found that the “positive modalities” are there by the protagonist (Popova) and negative modality remained still at end as the “desired actions” are counted to be done, intended by Smirnov
    corecore