650 research outputs found
PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, RATA-RATA LAMASEKOLAH, TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA,KEMISKINAN, DAN PDRB PERKAPITA TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) DI PROVINSI JAWA TIMUR PADA TAHUN 2018-2021
Skripsi dengan judul “Pengaruh Jumlah Penduduk, Rata-rata Lama Sekolah,
Tingkat Pengangguran Terbuka, Kemiskinan, dan PDRB Perkapita terhadap Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Jawa Timur Tahun 2018-2021” ini ditulis
oleh Muhamad Iqbal Ansori, NIM. 12402183225, jurusan Ekonomi Syariah,
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri Sayyid Ali
Rahmatullah Tulungagung dengan Pembimbing Nadia Roosmalita Sari, S.Pd.,
M.Kom.
Pada hakikatnya pembangunan adalah proses perubahan yang berjalan secara
terus menerus untuk mencapai suatu kondisi kehidupan lebih baik, secara material
maupun spiritual. Paradigma pembangunan yang sedang berkembang ini adalah
pertumbuhan ekonomi yang diukur dengan pembangunan manusia yang dilihat
dengan kualitas hidup manusia di tiap-tiap negara. Salah satu tolak ukur yang
digunakan dalam melihat kualitas hidup manusia adalah Indeks Pembangunan
Manusia (IPM) yang diukur melalui tingkat Pendidikan, kesehatan, dan ekonomi
(daya beli). Melalui peningkatan ketiga indikator tersebut diharapkan akan terjadi
peningkatan kualitas hidup manusia.
Skripsi ini bertujuan untuk (1) menguji pengaruh jumlah penduduk terhadap
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Jawa Timur, (2) menguji
pengaruh rata-rata lama sekolah terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di
Provinsi Jawa Timur, (3) menguji pengaruh tingkat pengangguran terbuka terhadap
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Jawa Timur (4) menguji pengaruh
kemiskinan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Jawa Timur,
(5) menguji pengaruh PDRB perkapita terhadap Indeks Pembangunan Manusia
(IPM) di Provinsi Jawa Timur, dan (6) menguji pengaruh variabel bebas secara
simultan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Jawa Timur.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis
penelitian asosiatif . Pengambilan sampel dengan teknik non probability sampling.
Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data yang
digunakan uji analisis regresi data panel menggunakan eviews 9 sebagai alat
pengujian hipotesis
Hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa (1) jumlah
penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap indeks pembangunan
manusia, (2) rata-rata lama sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap
indeks pembangunan manusia, (3) tingkat pengangguran terbuka berpengaruh
positif dan signifikan terhadap indeks pembangunan manusia, (4) kemiskinan
berpengaruh negatif dan signifikan terhadap indeks pembangunan manusia, (5)
PDRB perkapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap indeks pembangunan
manusia, dan (6) jumlah penduduk, rata-rata lama sekolah, tingkat pengangguran
terbuka, kemiskinan, PDRB perkapita secara bersama-sama (simultan)
berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia.
Kata Kunci: Indeks Pembangunan Manusia, Jumlah Penduduk, Rata-rata
Lama Sekolah, Tingkat Pengangguran Terbuka, Kemiskinan, PDRBPerkapit
Artikel ADM Muhamad Rido
Students are a very important element in educational and teaching activities in schools. Educational institutions are established for the benefit of students. Therefore it needs to get enough attention from the implementation of education in order to achieve the objectives of national education as a whole.Therefore, as a prospective educator later, in order to be able to administer for students so that the learning process runs well it is necessary to understand about the administration of students / students. Therefore, the author tries to make a paper that discusses the administration of students
PELATIHAN PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN GURU SMP PLUS AL-QODIRI JEMBER MELALUI PELATIHAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH
Based on the results of interviews conducted with teachers of SMP Plus Al-Qodiri Jember, it was found that the teachers were still having difficulty in promotion. This difficulty is because the teacher does not have the skills in writing scientific papers, as well as the habit of teachers who never do research. For this reason, it is necessary to make efforts to provide skills to teachers to carry out research, write scientific papers and publish them. One form of simple research that can be easily carried out by teachers is to carry out Classroom Action Research (CAR). In practice, the teacher looks very enthusiastic in participating in the entire series of service activities carried out by this service team, this is because it can be a source of knowledge and hone the teacher\u27s ability to make scientific papers. From the results of observations, it is found that the teachers already have the knowledge and ability to make scientific papers that come from the implementation of Classroom Action Research (CAR)
THE ROLE OF THE ENVIRONMENT IN FITRAH EDUCATION
In the world of education, the environment is an important component and has a major influence on students. It is mentioned in the Qur'an and Hadith that the environment can also affect the basic human nature which then develops into an object of education in education. Islamic education has a goal to develop the potential of this nature so that happiness is achieved in this world and the hereafter. Namely the creation of a person who is pious, has noble character and has life skills according to his talents and interests.
Children born in a good environment such as boarding schools are certainly different from children born in prostitution and so on. So that educators in such an unfavorable environment must be more active in educating their aqidah and morals. in contrast to educators in the pesantren environment, of course they have another focus. Therefore, it is necessary to conduct more in-depth research on how important the role of the environment in nature education is
PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMP HASANUDDIN 10 SEMBUNGHARJO SEMARANG
Nilai-nilai dakwah tentang ikhlas dalam film “Assalamualaikum Calon Imam”
Tugas utama manusia hidup di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah, dalam setiap aktivitas perbuatan semata ditujukan untuk Allah bukan karena orang lain, dengan demikian ikhlas berarti sebagai syarat diterimanya setiap amal dan ibadah. Film termasuk memberikan pengaruh yang besar dalam setiap insan, penonton bukan hanya memahami dan merasakan dengan apa yang ia tonton dalam film mereka juga seolah-olah mengalami sendiri adegan-adegan yang disajikan dalam film. Nilai-nilai ikhlas banyak yang terkandung dalam setiap adegannya, seperti yang diperankan oleh tokoh Fisya, Alif, Abi Husein, Umi Riri, dan pemeran lainya, nilai ikhlas dalam penerapanya juga dikemas secara apik dan tidak terduga.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai dakwah tentang ikhlas yang terdapat dalam film “Assalamualaikum Calon Imam”. Penulis menggunakan penelitian kualitiatif dengan metode analisis isi (Content Analysis) oleh Krippendorf.
Hasil penelitian menunjukan terdapat 5 nilai-nilai ikhlas. Nilai-nilai ikhlas dan penerapanya yang dilakukan adalah (berserah diri kepada allah, berdo’a meminta kapada allah, melaksanakan shalat, membaca al qur’an dan bersyukur menerima apa yang dikehendaki oleh Allah). Sedangkan kesimpulan untuk teknik penerapannya sebagai berikut: Adegan, menunjukakan alur dalam cerita, dialog adalah kata-kata pemeran dalam percakapan, tata suara digunakan sebagai bunyi-bunyi yang digunakan melatar belakangi adegan dan digunakan sebagai penunjang sebuah gambar, setting sebagai lokasi atau tempat kejadian, pengambilan gambar sesuai kebutuhan dala m film, dan dialog adalah kata-kata pemeran dalam percakapan
Model pendidikan akhlak dalam menguatkan karakter Religius: Studi multikasus di SD Plus Al-Qodiri dan SD Al-Baitul Amien Jember
ABSTRAK
Model pendidikan akhlak dalam menguatkan karakter religius di sekolah dalam penelitian ini adalah proses penerapan strategi, metode dan teknk-teknik pendidikan akhlak dalam proses internalisasi nilai-nilai religius dengan berbagai pendekatan pada peserta didik di sekolah guna mencapai tujuan terbentuknya karakter religius. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan menemukan konsep, internalisasi dan implikasi pendidikan afektif dalam menguatkan karakter religus peserta didik di SD Plus Al-Qodiri dan SD Al Baitul Amien Jember.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis studi kasus dengan rancangan multikasus. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi, analisis data menggunakan model analisis interaktif dan analisis kasus tunggal ke lintas kasus yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimplan. Pegecekan keabsahan data dengan teknik kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas.
Hasil penelitian menunjukkan (1) Konsep pendidikan akhlak dalam menguatkan karakter religius siswa di dua sekolah adalah berdasarkan pada visi dan misi sekolah yang menekankan kepada keterpaduan antara religius awareness (kecerdasan spiritual) dan membangun academic excellent character melalui nilai-nilai keteladan, keikhlasan, amanah, dan tanggung jawab yang berlandaskan pada ajaran agama dengan model pendidikan akhlak organism/ sistematik.(2) Internalisasi pendidikan akhlak dalam menguatkan karakter religius siswa dilakukan di dua sekolah dilakukan dengan a) Pembelajaran, berupa pemberian materi pembelajaran dengan mengintegrasikan nilai-nilai akhlak ke dalam setiap mata pelajaran, b) Pembiasaan, berupa penyambutan peserta didik disertai senyum sapa, salam, sholat dhuha sholat dhuhur berjama’ah, sholat ashar himbauan sholat maghrib, program shubuh call dan dzikir manaqib. c) Keteladanan, berupa guru tidak mengaktifkan handphone saat mengajar, berpakaian rapi, tidak berbicara kotor, d) Pengalaman, berupa tergabungnya dalam keorganisasian TIM Afeksi (3) Implikasi pendidikan akhlak dalam menguatkan karakter religius siswa di kedua sekolah, antara lain: a) Terciptanya budaya religius (religious culture) dan iklim yang kondusif, berupa sholat wajib dan dhuha berjama’ah, b) Pengembangan pendidikan agama dengan tercapainya nilai-nilai akhlak pada setiap mata pelajaran c) Terciptanya keharmonisan antara orang tua, guru dan masyarakat dalam kerjasama dalam terselenggaranya pendidikan akhlak anak.
Temuan formal dalam penelitian ini adalah model pendidikan akhlak sistematik-integratif berbasis religius.
ABSTRACT
The model of moral education in strengthening religious character in schools in this study is the process of applying the strategies, methods and techniques of moral education in the process of internalizing religious values with various approaches to students at schools in order to achieve the objectives of forming religious characters. This study aims to analyze and find the concept, internalization and implications of moral education in strengthening the religious character of students at SD Plus Al-Qodiri and SD Al Baitul Amien Jember.
This study uses a qualitative approach using the type of case study with a multi-site design. The data collection techniques are in-depth interviews, participant observation, and documentation. The data analysis is conducted through interactive analysis models and single-case to cross-case analysis comprises data reduction, data presentation, and verification/conclusions drawing. Checking the validity of the data with credibility, transferability, dependability, and confirmability techniques.
The results show (1) the concept of moral education is the development of moral education by building integration between religious awareness (spiritual intelligence), emotional and social based on religious teachings, responding to the challenges of global society, orienting towards the realization of a pious, intelligent (in terms of religion) and happy generation in the hereafter. (2) Internalization of moral education in strengthening students’ religious character is carried out through a) moral knowing, which is given by providing knowledge through teaching; the example is learning materials delivered through integrating the values of monotheism into every learning activity, b) moral feeling/loving, which is given through habituation at school, c) moral doing/action, which is carried out by providing experience, (3) the implications of moral education in strengthening students’ religious character, which include: a) the creation of a religious culture; b) a conducive educational environment for the development of the potential of students c) students have religious character and the school gains the trust and satisfaction of the community.
The formal finding in this study is a religious-based systematic-integrative moral education model.
مستخلص البحث
نموذج تربية الأخلاق في تعزيز الشخصية الدينية في المدارس في هذا البحث هو عملية تطبيق استراتيجية تربية الأخلاق وأساليبها وتقنياتها في عملية استيعاب القيم الدينية بمناهج مختلفة لدى الطلبة في المدارس لتحقيق هدف تكوين شخصية دينية. الهدف منه هو تحليل وإيجاد مفهوم واستيعاب وآثار التربية العاطفية في تعزيز الشخصية الدينية لدى الطلبة في مدرسة القادري الإبتدائية العامة ومدرسة البيت الأمين الإبتدائية العامة جمبر.
استخدم هذا البحث منهجا كيفيا، وهو نوع من دراسة الحالة مع تصميم متعدد المواقع. طريقة جمع البيانات من خلال المقابلة المتعمقة، والملاحظة على المشاركين، والوثائق. وتحليل البيانات باستخدام نماذج التحليل التفاعلي وتحليل الحالة الواحدة إلى الحالات المتقاطعة التي تشمل تحديد البيانات، وعرضها، والتحقق أو الاستنتاج منها. التحقق من صحة البيانات باستخدام طريقة المصداقية والتنقلية والاعتمادية والتأكدية.
أظهرت النتائج أن (١) مفهوم تربية الأخلاق هو تطوير تربية الأخلاق من خلال بناء تكامل بين الوعي الديني (الروحي) والذكاء العاطفي والاجتماعي، القائم على التعاليم الدينية، والاستجابة لتحديات المجتمع العالمي، وتوجيهه نحو تحقيق جيل من الحياة الآخرة الذكية الدينية والسعيدة. (٢) استيعاب تربية الأخلاق في تعزيز الشخصية الدينية لدى الطلبة من خلال أ) المعرفة الأخلاقية (moral knowing) من خلال توفير المعرفة من خلال التعليم، مثل المواد التعليمية التي تم ادخال قيم التوحيد لكل نشاط تعليمي، ب) الشعور الأخلاقي أو المحبة (moral feeling/ loving) عن طريق التعويد في المدارس، ج) القيام أو العمل الأخلاقي (moral doing/ action) من خلال توفير الخبرة. (٣) شملت الآثار المترتبة من تربية الأخلاق على تعزيز الشخصية الدينية لدى الطلبة ما يلي: (أ) إنشاء ثقافة دينية (religius culture)، و(ب) بيئة تعليمية تفضي إلى تنمية إمكانات الطلبة، ج) يتمتع الطلبة بشخصية دينية وتكتسب المدرسة ثقة المجتمع ورضاه.
النتائج الرسمية في هذا البحث هي نموذج تربية الأخلاق المنهجية التكاملية القائمة على الدين
The reading comprehension of narrative text of the eleventh grade taught by using small group
Pemahaman membaca merupakan sebuah aktifitas dimana pembaca tidak hanya membaca tapi juga memahami isi dari teks tersebut. Di MA Miftahul Ulum Trimulyo Pati, siswa masih mendapat kesulitan untuk menganalisis dan memahami isi dari teks narative. Ini disebabkan bahwa guru bahasa inggris hanya menjelaskan materi dengan menggunakan power poit kemudian memberikan soal latihan kepada siswa. Ini adalah cara yang monoton dan itulah sebabnya, murid masih rendah dalam membaca bahasa inggris. Oleh karena itu penulis menggunakan kelompok diskusi kecil untuk mengajar pemahaman membaca. Kelompok diskusi kecil merupakan sebuah interaksi antara tiga atau lebih seseorang yang berdikusi dan menemukan informasi penting dari teks naratif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang bermakna antara Pemahaman Membaca Teks Naratif kelas sebelas MA Miftahul Ulum Trimulyo Pati tahun ajaran 2018/2019 mengajar dengan menggunakan kelompok diskusi kecil.
Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan penelitian quantitative eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas sebelas MA Miftahul Ulum Trimulyo Pati tahun ajaran 2018/2019. Sample dalam penelitian ini berjumplah 34 siswa. Untuk mendapatkan data,penulis menggunakan tes pilihan ganda dengan jumplah 25 soal.
Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-ratapre-test60,58 dengan standard deviasi 10,99 dan nilai rata-rata pre-test ini dapat dikategorikan rendah. Sementara nilai rata-rata post-test 76,73 dengan standard deviasi 9,59 dan nilai ini dapat dikategorigan baik. Dari uji tes hipotesis diperoleh (t-hitung =13,2 >t-tabel 2,042) dan tingkat kebebasan 33 dengan tingkat signifikan 0,05.Penulis menyipulkan bahwa null hipotesis (H0) ditolak dan alternative hipotesis diterima. Jadi ada perbedaan yang signifikan dari pemahaman membaca teks narrative siswa kelas sebelas MA Miftahul Ulum Trimulyo Pati sebelum dan sesudah mengajar menggunakan kelompok diskusi kecil. Saran dari penelitian ini para guru bisa menggunakan kelompok diskusi kecil sebagai teknik untuk mengajar pemahaman membaca
Implementasi pembiasaan shalat awal waktu sebagai metode pembentuk sikap kedisiplinan santri Pondok Pesantren Putra Al-Ishlah Mangkang Kulon Tugu Kota Semarang
Skripsi ini membahas implementasi pembiasaan shalat awal waktu sebagai metode pembentuk sikap kedisiplinan santri. Latar belakang dari penelitian ini adalah kurangnya perhatian umat Islam dalam menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap ini yang menjadikan generasi muslim dipandang sebelah mata dalam kehidupan sosial, maka santri sebagai generasi penerus Islam harus memiliki sikap disiplin dalam segala hal. Nabi Muhammad SAW telah mencontohkan bermacam-macam bentuk kedisiplinan yang bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti zakat, puasa dan yang sering kita lakukan yang akan menjadi pembahasan dalam penelitian ini yaitu shalat.
Kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari memerlukan pembiasaan. Seorang ingin disiplin waktu ia harus membiasakan diri tepat waktu dalam aktivitasnya. Shalat merupakan ibadah yang mendidik berbagai hal mulai dari kedisiplinan hingga komitmen terhadap ucapan, sikap dan perbuatan. Dengan membiasakan shalat awal waktu, maka seseorang juga akan terbiasa berdisiplin dalam melaksanakan aktifitasnya. Hal ini dikarenakan sikap kedisiplinan sudah menjadi akhlaq, sehingga apa yang dilakukan tidak perlu difikirkan dan dipertimbangkan. Oleh karena itu, apabila ditelaah dengan sebaik-baiknya maka akan terlihat jelas bahwa hubungan pembiasaan shalat dengan kedisiplinan sangat relevan.
Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren putra Al-Ishlah Mangkang Kulon Tugu Kota Semarang, karena disana terdapat peraturan yang mengharuskan santri-santrinya untuk shalat awal waktu dengan harapan kegiatan lainya diluar shalat juga dapat dilaksanakan sesuai waktunya.
Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan: (1) Bagaiman implementasi pembiasaan shalat awal waktu sebagai metode pembentuk sikap kedisiplinan santri pondok pesantren putra Al-Ishlah Mangkang Kulon Tugu Kota Semarang? (2) Apa saja problematika dalam pembiasaan shalat awal waktu di pondok pesantren putra Al-Ishlah Mangkang Kulon Tugu Kota Semarang. Permasalahan tersebut dibahas melaluli penelitian kualitatif lapangan (Field Research) yang dilakukan langsung di medan terjadinya gejala-gejala yang diteliti yaitu pondok pesantren putra Al-Ishlah Mangkang Kulon Tugu Kota Semarang. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dimana hasil penelitianya berbentuk deskripsi kata-kata. Penelitian ini dilakukan secara intensif, dimana peneliti ikut berpartisipasi selama di lapangan.
Pengumpulan data penelitian ini menggunakan dokumentasi, observasi dan wawancara. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dan dinyatakan dalam keadaan sewajarnya atau sebagaimana adanya (natural setting) tanpa mengubahnya menjadi angka atau simbol.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut pembiasaan shalat awal waktu di pondok pesantren putra Al-Ishlah sudah berjalan dengan lancar. Proses pembentukan sikap disiplin yang diterapkan dalam pembiasaan shalat awal waktu masih menerapkan disiplin yang berangkat dari keterpaksaan.
Oleh karena itu dalam implementasi pembiasaan shalat awal waktu di pondok pesantren putra Al-Ishlah Mangkang Kulon Tugu Kota Semarang masih dirasa kurang maksimal. Kiranya masih perlu adanya upaya-upaya yang harus dilakukan oleh pihak pengasuh dan secara khusus bagi pengurus pondok pesantren untuk senantiasa memberikan arahan, bimbingan serta motivasi kepada santrinya sehingga dapat terwujud sikap kedisiplinan dalam diri para santri
IMPLEMENTASI KURIKULUM UNTUK MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMP LABORATORIUM PERCONTOHAN UPI TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dekadensi karakter peserta didik di SMP Laboratorium Percontohan UPI. Yang bertujuan mengetahui dan menemukan implementasi kurikulum untuk membangun karakter disiplin dan tanggung jawab peserta didik di SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subyek penelitian terdiri atas: Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru PAI dan Guru PPKN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Desain kurikulum yang diterapkan di SMP Laboratorium Percontohan UPI sesuai dengan pedoman yang telah dikeluarkan oleh BSNP yaitu desain kurikulum KTSP Tahun 2006. Model desain kurikulum termasuk ke dalam model desain kurikulum campuran dari bermacam model desain kurikulum sesuai karakteristik kurikulum SMP, 2) Implementasi kurikulum untuk membangun karakter peserta didik melalui tahapan pelaksanaan kurikulum, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, 3) Evaluasi implementasi kurikulum dilakukan secara subtantif sudah tepat karena langkah evaluasi dibangun dengan pertimbangan dan komponen penilaian yang komprehensif maka SMP Laboratorium Percontohan UPI mampu mewujudkan target pelaksanaan kurikulum cukup optimal. Rekomendasi hasil penelitian ini ditujukan kepada: 1) Peningkatan Sumber Daya Manusia merupakan faktor yang esensial untuk diperhatikan dalam rangka mensukseskan keberhasilan implementasi kurikulum di lapangan, 2) Bahan masukan bagi Kepala Sekolah dalam mengevaluasi implementasi kurikulum untuk membangun karakter peserta didik dan akan diadopsi oleh sekolah di daerah peneliti, 3) Bagi penelitian berikutnya, penelitian implementasi kurikulum untuk membangun karakter peserta didik ini dilaksanakan dalam satu sekolah, peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan implementasi kurikulum pada sekolah lain, baik di sekolah laboratorium maupun di sekolah boarding school,dan lain-lain.
Kata kunci: Kurikulum, Implementasi, Karakter, Disiplin, Tanggung jawab
- …
