1,721,446 research outputs found
Intertekstualitas Dalam Novel Tiga Sandera Terakhir Karya Brahmanto Anindito
Novel Tiga Sandera Terakhir karya Brahmanto Anindito berusaha merekontruksi peristiwa nyata menjadi sebuah karya sastra. Novel ini terinspirasi dari kasus penyanderaan Mapenduma tahun 1996 di Indonesia bagian Timur. Peristiwa penyanderaan tersebut diberitakan oleh berbagai media di Indonesia, dan dikenang sebagai peristwa penyanderaan terlama yang pernah ada sejak Indonesia merdeka. Brahmanto Anindito dalam Novel Tiga Sandera Terakhir mencoba untuk menulis ulang peristiwa tersebut menjadi sebuah karya sastra yang terlihat baru, sehingga novel tersebut akan memiliki hubungan dengan dengan berbagai teks pemberitaan. Hubungan tersebut dapat dilihat melalui struktur intrinsik dari cerita Novel Tiga Sandera Terakhir dengan teks pemberitaan kasus penyanderaan Mapenduma tahun 1996.
Penelitian ini diawali dengan memanfaatkan teori strukturalsme Robert Stanton untuk mengetauhi unsur-unsur pembangun teks, yaitu tema, latar, alur, tokoh, dan sudut pandang. Hasil dari pengolahan data pada tahap pertama akan dimanfaatkan untuk mendukung analisis pada tahap kedua yaitu, analisis intertekstual dengan memanfaatkan teori semiotika yang dikembangkan oleh Michael Riffaterre guna mengetahui hubungan teks transformasi yang berupa novel Tiga Sandera Terakhir karya Brahmanto Anindito dengan teks hipogramnya yang berupa teks pemberitaan kasus penyanderaan Mapenduma tahun 1996.
Berdasarkan analisis secara keseluruhan, novel Tiga Sandera Terakhir karya Brahmanto Anindito bermaksud mengingatkan pembaca mengenai peristiwa penyanderaan Mapenduma tahun 1996. Kemudian pengarang juga memunculkan gambaran diskriminasi terhadap masyarakat Papua yang hal tersebut tidak dipaparkan di teks hipogramnya. Terakhir, pengarang berusaha untuk mengkritik kinerja dari pasukan pembebas sandera yang tidak mementingkan keselamatan para sandera serta kedaulatan NKRI, melainkan lebih mengutamakan kepentingan pribadi
PENGARUH LABA BERSIH DAN ARUS KAS BEBAS TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR PADA BURSA EFEK INDONESIA DALAM MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING
ABSTRACT
Anindito, 2015; Influence of Net Profit and Free Cash Flow to Stock Return
on Companies Listed in Indonesian Stock Exchange in Performing Initial Public
Offering
This study aims to examine the influence of financial measurement such as
Net Profit and Free Cash Flow in the event of Initial Public Offering. Those two
variables are taking the role of independent variable and stock return is used as
dependent variable. The period of observation is three calendar years, from 2008
until 20010. The data used in this research are secondary data obtained from
ICMD. Total number of sample used in this research is 55 companies which
commences Initial Public Offering of stock options during the research period
Therefore, sampling method used by researcher is purposive sampling. Test of
data using SPSS 17 software. This study resulted in the information that the first
independent variable, Net Profit influenced the dependent variable Stock Return
positively and significantly. The other independent variable, Free Cash Flow
affected the dependent variable insignificantly instead. Both independent variable
influenced the dependent variable simultaneously.
Key words: stock return, net profit, free cash flow
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Analisis Tindak Tutur dalam Novel Rahasia Sunyi Karya Brahmanto Anindito Tinjauan Pragmatik
Tulisan ini mengkaji tindak tutur dalam novel Rahasia Sunyi karya Brahmanto Anindito. Dua masalah yang diteliti yakni jenis tindak tutur dan kategori tindak ilokusi yang terdapat pada novel ini. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat. Pada pengkajian data, penelitian ini digunakan metode analisis konten. Dalam penelitian ini teori yang digunakan Searle tentang jenis tindak tutur. Percakapan yang terdapat di dalam novel Rahasia Sunyi karya Brahmanto Anindito dapat dianalisis dengan teori tindak tutur yang disampaikan oleh Searle yang membagi jenis tindak tutur menjadi tiga macam, yaitu tindak lokusi, tindak ilokusi, dan tindak perlokusi. Setelah dilakukan analisis terhadap setiap tuturan yang ada merupakan tindak lokusinya karena tindak tutur ini mengacu pada makna denotasinya sedangkan tindak ilokusi dan perlokusi tidak semua tuturan memiliki kedua tindak tersebut. Percakapan yang terdapat di dalam novel Rahasia Sunyi dapat dianalisis juga dari kategori tindak ilokusi, yaitu: asertif, direktif, komisif, ekspresif dan deklaratif. Kategori tindak ilokusi yang ditemukan dalam novel ini hanya terdapat tiga jenis yaitu: asertif, direktif, dan ekspresif. Kategori tindak ilokusi yang paling banyak muncul adalah tindak ilokusi asertif yang berbentuk memberitahukan sesuatu.Skripsi Sarjan
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
ASPEK SOSIAL BUDAYA KERINCI DALAM NOVEL RAHASIA SUNYI KARYA BRAHMANTO ANINDITO (Pendekatan Sosiologi Sastra)
Tujuan penelitian untuk mengetahui isi teks novel berdasarkan pendekatan
sosiologi sastra dan aspek sosial budaya yang terdapat dalam novel Rahasia Sunyi. Subjek penelitian ini adalah novel Rahasia Sunyi karya Brahmanto Anindito. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan pendekatan sosiologi sastra. Hasil pembahasan adalah bahwa Novel Rahasia Sunyi merupakan novel triller yang menceritakan tentang misteri kematian tokoh Kirey. Menyibak misteri kamatian tokoh Kirey yang tewas saat melakukan perjalanan ke Kerinci merupakan tema utama dalam novel Rahasia Sunyi. Isi teks yang terkandung dalam novel Rahasia Sunyi adalah pesan yang ingin disampaikan tentang kekayaan alam Kerinci dan budaya yang ada di Kerinci melalui latar pada ceita novel Rahasia Sunyi. Adapun aspek sosial budaya Kerinci dalam novel Rahasia Sunyi yang terungkap dalam novel Rahasia Sunyi adalah: (a) adat istiadat masyarakat Kerinci menganut garis keturunan matriliniel, (b) bahasa yang digunakan oleh masyarakat Kerinci adalah Bahasa Melayu Kerinci, (c), sistem peralatan hidup dan teknologi berupa rumah larik yang dijadikan pemukiman tradisional dan aksara incung yang dijadikan sebagai motif batik masyarakat Kerinci, (d), teknologi dan transportasi masyarakat Kerinci sudah berkembang sesuai dengan era modern. Keempat unsur aspek sosial budaya di atas dominan pada novel Rahasia Sunyi karya Brahmanto Anindito. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa isi teks pada novel ini adalah tentang kekayaan alam indonesia, dan aspek sosial budaya yang terungkap dalam novel meliputi empat aspek dari tujuh unsur yang dikemukan oleh Koentjaraningrat yakni adat istiadat, bahasa, sistem peralatan hidup dan teknologi,dan transpotasi. Penguatan pada aspek sosial budaya dilakukan pengarang dengan cara menampilkan kebiasaan tokoh dan cuplikan bahasa yang digunakan oleh para tokoh
- …
