1,721,642 research outputs found

    Perjanjian Sewa Menyewa Lahan Sawah Anggy Ayu Saputri

    No full text
    4 HalamanPada hari ini Jumat,Tanggal Dua Belas, Bulan Juni, Tahun Dua Ribu Dua Puluh (12-06-2020), telah dibuat dan ditandatangani perjanjian sewa menyewa di Medan oleh dan antara para pihak sebagai berikut : Nama : ANGGY AYU SAPUTRI No KTP : 1218125509980001 Pekerjaan : PNS Alamat : Serba Jadi, Serdang Bedagai Sebagai pihak yang menyewakan, untuk selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA, Nama : SARTIKA ZAINURI No KTP : 1274031610790001. Pekerjaan : Wiraswasta. Alamat : Jl. Sukses, Mandaiing Natal Sebagai pihak penyewa, untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA. MENGINGAT : Bahwa PIHAK PERTAMA berkeinginan untuk menyewakan Lahan sawah seluas Dua Ribu Meter Persegi (2000 M2) atau sama dengan lima rantai, kepada PIHAK KEDUA, maka berkenaan dengan keterangan-keterangan tersebut di atas, kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan Perjanjian Sewa-Menyewa Lahan sawah (selanjutnya disebut “Perjanjian”) atas dasar syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut

    Implementasi Screenplay dan Audio Foley Effect pada Pembuatan Film Animasi 3D "Si Molek"

    No full text
    Screenplay adalah kisah yang diceritakan dengan gambar, dalam dialog dan deskripsi, dan ditempatkan dalam konteks struktur dramatis, yang menguraikan urut-urutan adegan, tempat, dialog dan keadaan. Foley merupakan jenis suara yang dibuat untuk mengisi noise pemain dalam film pada waktu yang sebenarnya atau nyata. Teknologi animasi sendiri sudah menyebar hingga pada pembuatan cerita daerah/cerita rakyat yang awalnya hanya diceritakan secara lisan/tertulis. Cerita rakyat adalah suatu cerita yang pada dasarnya disampaikan oleh seseorang pada orang lain melalui penuturan lisan. Hampir disetiap daerah di Indonesia memiliki cerita rakyatnya masing-masing. Salah satu cerita rakyat dari provinsi Riau adalah cerita rakyat Si Molek. Pada penelitian ini, akan dibuat sebuah film animasi 3D cerita rakyat Si Molek dengan menggunakan teknik Screenplay dan juga teknik Foley Effect. Teknik Screenplay digunakan sebagai acuan atau pedoman dalam proses pembuatan animasi 3D Si Molek. Sedangkan teknik Foley Effect digunakan karena tanpa adanya Foley Effect sebuah film akan terasa kurang realistis dan natural. Dengan film animasi 3D Si Molek yang menerapkan teknik Screenplay dan Foley Effect ini diharapkan menghasilkan sebuah film animasi 3D yang baik dan juga sebagai sarana memperkenalkan cerita rakyat ini kepada masyarakat. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan teknik Screenplay dan teknik Foley Effect berhasil diimplementasikan dengan benar

    ASPEK KEKUASAAN TOKOH UTAMA KAJIAN HEGEMONI GRAMSCI DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM FILM 3 ALIF LAM MIM SUTRADARA ANGGY UMBARA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Aspek Kekuasaan Antonio Gramsci yang terkandung dalam alur cerita Film 3 Alif Lam Mim sutradara Anggy Umbara dan mendeskripsikan nilai-nilai (2) pendidikan karakter dalam film 3 Alif Lam Mim sutradara Anggy Umbara. Penelitian ini adalah peneltian deskriptif kualitatif. Penelitian ini adalah penelitian analisis isi. Karena subjek dalam penelitian ini berupa film. Teknik Pengumpulan data menggunakan Teknik simak dan catat. Kemudian Teknik analisis data menggunakan analisis konten. Dan Teknik validasi data menggunakan Teknik triangulasi teori. Penelitian ini bertumpu pada kajian Antonio Gramsci dengan menggunakan teori wallek warren mengenai hubungan sastra dan masyarakat yang ke dua yaitu sosiologi karya. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa adanya gambaran mengenai aspek kekuasaan dalam aluar cerita film 3 Alif Lam Mim sutradara Anggy Umbara. Aspek Kekuasaan dalam film 3 Alif Lam Mim sutradara Anggy Umbara terdapat Ideologi dan Negara juga terdapat juga nilai Pendidikan karakter asas kebangsaan, asas kemerdekaan, asas kemanusiaan, asas kebudayaan dan kodrat alam . Hasil dari penelitian ini bertujuan agar pembaca dan penikmat film lebih cerdas dan kritis dalam menonton

    Acidi p-cumaroilchinici nella produzione di caffè: sistemi di riconoscimento e profili

    No full text
    Questa ricerca fa parte di un dottorato industriale appartenente alla rete IPCOS (Imprinted Polymers as Coffee Sensors), che nasce dall'interesse di cercare nuove metodologie per il riconoscimento di alcuni composti bioattivi presenti nel caffè attraverso la progettazione di sensori basati su polimeri con impronta molecolare. In questo progetto tutti e quattro gli isomeri dell'acido p-cumaroilchinico (pCoQA) sono stati sintetizzati mediante reazioni di condensazione tra intermedi dell’acido chinico protetto e il cloruro acilico ottenuto dall'acido p-cumarico. Tutti gli isomeri sono stati completamente caratterizzati mediante spettroscopia NMR e dicroismo circolare al fine di stabilire una serie di dati di riferimento. Questi isomeri non commercialmente disponibili di pCoQA sono stati utilizzati per lo sviluppo di un metodo UHPLC-DAD in Aromalab - illycaffè, che ha permesso di identificarli e quantificarli in estratti acquosi di foglie di noce (Juglans regia L.), assieme ad altre classi di acidi clorogenici (CGAs) e a diversi acidi idrossicinnamici. In particolare, oltre agli acidi caffeico, ferulico, p-cumarico e sinapico, sono stati identificati e quantificati mediante UHPLC anche gli isomeri cis e trans degli acidi mono-caffeoilchinici e mono-p-cumaroilchinici, e gli isomeri trans degli acidi mono-feruloilchinico e di-caffeoilchinico. Sono state studiate inoltre le variazioni stagionali di questi metaboliti secondari al fine di individuarne il periodo di massima produzione. Inoltre, considerando che la determinazione dei CGA nelle specie di caffè selvatico potrebbe fornire dati utili per stabilire una classificazione tassonomica basata sulla composizione chimica, nella seconda parte di questo lavoro, il metodo UHPLC sviluppato è stato usato per l'identificazione e la quantificazione dei principali CGA presenti nelle due specie di caffè più importanti dal punto di vista economico (C. arabica e C. canephora ) di differenti origini geografiche oltre che in sette specie selvatiche della sezione Eucoffea. Nell’ultima parte di questo progetto, nanoparticelle polimeriche ad imprinting molecolare (MIPs) sono state preparate come possibili elementi di riconoscimento dell'acido 5-O-caffeoilchinico (5-CQA). I polimeri sono stati preparati con l'approccio non covalente, valutando le interazioni, per lo più legame idrogeno, tra i monomeri e la molecola templante (5-CQA). A tale scopo, le sintesi di tutti i MIP sono state effettuate mediante polimerizzazione radicalica ad elevata diluizione utilizzando diversi monomeri funzionali. Tutti i polimeri sono stati caratterizzati mediante spettroscopia 1H-NMR, UV-Vis e Dynamic Laser Light Scattering. La capacità di legame dei polimeri e la loro selettività per l’analita specifico sono state studiate mediante test di rebinding utilizzando il metodo UHPLC precedentemente sviluppato. E’ stato inoltre condotto uno studio preliminare per lo sviluppo di un possibile sensore ottico basato su proprietà fluorescenti, utilizzando due diversi approcci: nel primo, polimeri fluorescenti ad imprinting molecolare (fMIP) sono stati preparati utilizzando un noto derivato naftalimmidico come monomero funzionale fluorescente e 4-vinilpiridina, mentre nel secondo, l’acido 5-CQA è stato derivatizzato con un composto fluorescente e un MIP è stato preparato usando un derivato dell’istidina come monomero. In quest'ultimo caso è stato possibile effettuare un test di competizione per i siti di legame nel polimero che consente lo spostamento dell'analita all’interno della matrice polimerica da parte del derivato fluorescente. Le interazioni di fMIP con l'analita hanno mostrato un quenching dell'intensità della fluorescenza in un intervallo di concentrazione dell'analita tra 78 μM e 80 mM in acqua:DMSO.This research is part of a PhD industrial program that belongs to the IPCOS (Imprinted Polymers as Coffee Sensors)network, which arises from the interest in searching new methodologies for the recognition of some bioactive compounds present in coffee by designing sensing systems based on molecularly imprinted polymers. In this project, all four isomers of p-coumaroylquinic acid were synthesized by a condensation reaction between a suitable protected quinic acid and the acyl chloride obtained from p-coumaric acid. All isomers have been fully characterized by means of NMR spectroscopy and circular dichroism in order to set up a record of reference data. The non-commercially available isomers of pCoQAs were used to qualitative identify them in aqueous extracts of walnut leaves, where both hydroxycinnamic and other classes of chlorogenic acids present in (Juglans regia L.) were fully identified and quantified. In particular, in addition to caffeic, ferulic, p-coumaric and sinapic acids, cis and trans mono-caffeoylquinic, di-caffeoylquinic, mono-feruloylquinic and cis and trans mono-p-coumaroylquinic acid isomers were detected and quantified by UHPLC and the seasonal variations of these secondary metabolites were investigated. Moreover, considering that the determination of CGAs in wild coffee species might provide useful data to establish a taxonomic classification based on the chemical patterns, we report the identification and quantification of main CGAs by UHPLC present in C. arabica and C. canephora from different geographic origins and seven wild species of the Eucoffea section. Molecular imprinted polymers (MIPs) were prepared as possible recognition elements for 5-O-caffeoylquinic acid. Polymers were prepared by the non- covalent approach, evaluating the interactions, mostly hydrogen bonding, between the monomers and the target molecule (5-CQA). Syntheses of all MIPs were carried out by high dilution radical polymerization using different functional monomers. All polymers have been characterized by 1H-NMR, UV-Vis spectroscopy and Dynamic Laser Light Scattering. The polymers binding capabilities and selectivity were investigated by rebinding tests using an UHPLC method for the quantification of the captured analyte. In order to set up the bases for the development of an optical sensor based on fluorescent properties two different approaches were followed: in the first one, fluorescent molecularly imprinted polymers (fMIP) were prepared using a well-known naphtalimides derivative as the fluorescent functional monomer and 4-vinylpiridine, while in the second one, the analyte was derivatized with a fluorescent group and a MIP was prepared using a histidine derivative as the monomer. In the latter case a competition for the binding sites in the polymer that allows the displacement of the analyte in the matrix polymer have been observed. While, Interactions of fMIPs with the analyte showed a quenching of the fluorescence intensity in water:DMSO medium in a range of concentration of the analyte between 78 μM and 80mM

    TINJAUAN FIKIH SYAFI’I TERHADAP JUAL BELI ONLINE DENGAN SISTEM TRANSFER ANTAR BANK DAN CASH ON DELIVERY (Study Kasus Pada Thyma Olshop)

    No full text
    ABSTRAK Anggy, 2022.”Tinjauan Fikih Syafi’i Terhadap Jual Beli Online dengan Sistem Transfer Antar Bank dan Cash On”. Skripsi Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh Mujahidin. Skripsi ini membahas tentang Tinjauan Fikih Syafi’i terhadap Jual Beli Online dengan Sistem Transfer Antar Bank dan Cash On Delivery pada Thyma Olshop. Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui sistem transaksi transfer antar bank dan cash on delivery dalam jual beli online pada Thyma Olshop dan tinjauan fikih Syafi’i terhadap sistem transfer antar bank dan cash on delivery dalam jual beli pada Thyma Olshop. Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah penelitiah field research. Yaitu penelitian yang menggunakan hasil wawancara sebagai sumber data primer serta sumber kepustakaan sebagai data sekunder. Dikarenakan objek dari penelitian penulis adalah jual beli online, maka waktu dan lokasi peneliti pun juga tidak terikat. Subjek/informan penelitian adalah penjual dan pembeli Thyma Olsop. Data diperoleh dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya data penelitian ini dianalisis dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jual beli online dengan sistem transfer antar bank adalah jual beli yang dimana antara penjual dan pembeli tidak bertemu secara langsung serta melakukan pembayaran melalui rekening bank, kemudian barang akan dikirim melalui jasa pengiriman, sedangkan sistem transaksi cash on delivery adalah jual beli dimana antara penjual dan pembeli bertemu secara langsung untuk melakukan transaksi serta memastikan keadaan barang yang dipesan. Jika ditinjau dari segi fikih Syafi’i, jual beli online dengan sistem transfer antar bank sudah sesuai dengan fikih syafi’i, meskipun antara penjual dan pembeli tidak bertemu secara langsung, akan tetapi sebelum transaksi dilakukan pembeli dan penjual melakukan video call untuk melihat kualitas barang serta menghindari adanya penipuan. Sedangkan untuk sistem transaksi cash on delivery juga sudah sesuai dengan fikih Syafi’i, karena sudah memenuhi rukun dan syarat yang ada. Kata Kunci: Fikih Syafi’i, Jual Beli Online, Transfer Antar Bank, Cash On Deliver

    KONSTRUKSI IDEALISME WARTAWAN DALAM FILM “3 (ALIF LAM MIM)” KARYA ANGGY UMBARA

    No full text
    NELIS RESTINE FAJRIN: 13210075. Konstruksi Idealisme Wartawan dalam Film “3 (Alif Lam Mim)” Karya Anggy Umbara. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, 2017. Wartawan sebagai penyambung lidah yang menyampaikan informasi berdasarkan realita yang terjadi di masyarakat. Akan tetapi saat ini sulit menemukan wartawan atau jurnalis yang memegang teguh prinsip kerja kejurnalistikan. Permasalahan yang kerap terjadi saat ini, wartawan yang bekerja pada suatu media ikut turut pada ideologi pemilik modal dari perusahaan tersebut. Sehingga yang terjadi, berita yang disampaikan kepada masyarakat merupakan berita ”pesanan” dari pemilik media. Film menjadi salah satu media alternatif komunikasi karena merupakan media komunikasi yang berpengaruh besar pada penontonnya, selain itu film juga merupakan media komunikasi efektif untuk menyampaikan suatu pesan pada penonton. Seperti yang digambarkan pada film 3 (Alif Lam Mim) karya Anggy Umbara, film ini menceritakan tentang realitas kehidupan wartawan. Peneliti tertarik melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi idealisme wartawan dalam film “3 (Alif Lam Mim)” karya Anggy Umbara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, menggunakan analisis semiotik model Roland Barthes. Teori yang digunakan merupakan teori konstruksi sosial media massa Peter Berger dan Thomas Luckmann. Peneliti menggunakan sembilan elemen jurnalisme dari Bill Kovach dan Tom Rosentiel untuk mengetahui apakah wartawan yang dikonstruksikan pada film 3 (Alif Lam Mim) adalah wartawan yang idealis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti menyimpulkan bahwa terdapat tanda-tanda idealisme wartawan pada film 3 (Alif Lam Mim). Wartawan yang dikonstruksikan pada film tersebut sesuai dengan sembilan elemen jurnalis Bill Kovach dan Tom Rosentiel, yaitu: Pertama, mencari kebenaran. Kedua, menempatkan loyalitas pada warga negara. Ketiga, disiplin melakukan verifikasi. Keempat, Independen dari sumber liputan. Kelima, wartawan mengemban tugas sebagai pemantau kekuasaan. Keenam, jurnalisme sebagai forum publik. Ketujuh, jurnalisme harus memikat dan relevan. Kedelapan, berita yang proporsional dan komprehensif. Kesembilan, mendengarkan hati nurani

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    No full text
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    No full text
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore