8 research outputs found
Edukasi Kesehatan dengan Poster untuk Kesiapan Menarche dan Pubertas di SDN 02 Labuhan Sumbawa
Adolescence is a critical phase in life, marked by the transition from childhood to adulthood, known as puberty. One of the physiological changes experienced by adolescent girls is Menarche or the first menstruation. Lack of understanding about Menarche can cause anxiety and negative reactions, both psychologically and physically. Health education is essential to equip young girls with the necessary knowledge to face these changes. This community service activity was conducted on January 8, 2025, at SDN 02 Labuhan Sumbawa, aiming to enhance the readiness of 5th and 6th-grade female students in facing Menarche and puberty. The method used was counseling through posters and interactive discussions. Posters were chosen as an educational medium due to their visual nature, making the information more accessible and understandable for children. The results of this activity showed an increase in students' understanding of Menarche and puberty, reducing excessive anxiety among them. Education using posters proved effective in delivering health information and helping young girls prepare for bodily changes with a more positive attitude
Analisis Prosedur Pengelolaan Surat Masuk dan Surat Keluar Guna Kelancaran Proses Penyampaian Informasi pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Metro
Arryan, A. L., Rum, M., & Wahyuni, S. A. (2019). Manajemen Arsip Dinamis di PT Lontar Papyrus Pulp And Paper Industry Kec. Tebing Tinggi Kab. Tanjung Jabung Barat (Doctoral Dissertation, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi).Asyari, M. R. (2021). Sistem Informasi Arsip Surat Menyurat. Jurnal Teknolog dan Sistem Informasi Bisnis-JTEKSIS, 3(1), 175-184Azizah, N. F., & Kuswantoro, A. (2021). Pengelolaan Surat Masuk dan Surat Keluar. Economic Education Analysis Journal, 10(1), 65-81.Barthos, Basir. 2009. Manajemen Kearsipan. Jakarta : Bumi AksaraBenazir, D. M., & Anggraini, Y. (2022). Prosedur Pengelolaan Surat Masuk dan Surat Keluar pada Pusat Riset Pengembangan SDM di Badan Standarisasi Nasional Puspiptek-Tangerang Selatan. Proceding Secretari Universitas Pamulang, 1(2).Daroini, V. D. (2017) Prosedur Surat Masuk dan Surat Keluar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jember.Desi Pratiwi, Tumini Sujoko, Anon Mirmani (2020). Pengurusan Surat, Tata Persuratan dan Formulir. Universitas Terbuka.Desthiani, U., Suminar, R., & Safitri, L. (2022). Pengelolaan Arsip Dengan Sistem Nomor Pada Bagian Sekretariat Kantor Kelurahan Rawabuntu. Proceding Secretari universitas Pamulang, 1(2).Hidayat, S., & Jumiatun, U. (2017). Prosedur Pengelolaan Surat untuk Memperlancar Proses Penyampaian Informasi pada Kantor Kecamatan Pamulang. Jurnal Sekretari Universitas Pamulang, 3 (1), 33.Kuswantoro, A., Ungu, R. B. M., Rahmahwati, W. D., & Rahmawati, F. D. (2022). Manajemen Surat Masuk dan Surat Keluar Di Universitas Negeri Semarang Melalui Siradi (Sistem Informasi Surat Dinas. Jurnal Pustaka Budaya, 9(1), 42-49.Lambang Daerah - Selamat Datang di Kota Metro (metrokota.go.id) (diakses pada 13 februari 2022)Liana, W. (2022). Analisis Pengelolaan Surat Masuk dan Surat Keluar pada PT Brataco Chemical Cabang Palembang. Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Teknologi Dan Seni, 1(1), 43-51. Mellita, D., & Yulinasari, M. (2019). Prosedur Pengelolaan Surat Masuk dan Surat Keluar Pada Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan. Prosiding Semhavok, 1(1), 85-93.Nanulaitta, D. T., Tousalwa, C. C., & Tjokro, C. I. (2021). Pengelolaan Kearsipan Surat Masuk Dan Surat Keluar Pada Kantor Pemerintahan Negeri Amahusu Dan Negeri Nusaniwe Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon. Jurnal Pengabdian Masyarakat Jamak, 3(2), 269-279.Peraturan ANRI No. 5 Tahun 2021 tentang Pedoman Umum Tata Naskah Dinas [JDIH BPK RI] (diakses pada 05 maret 2022)PERWALI Kota Metro No. 2 Tahun 2019 tentang Pedoman Pengawasan Kearsipan Pemerintah Kota Metro [JDIH BPK RI] (diakses pada 25 februari 2022)PERWALI Kota Metro No. 3 Tahun 2019 Tentang Pedoman Pengelolaan Arsip Dinamis Di Lingkungan Pemerintah Kota Metro [JDIH BPK RI] (diakses pada 25 februari 2022)Salsabila, A. N., & Susilo, G. F. A. (2021). Pengendalian Internal Untuk Prosedur Pengelolaan Surat Menyurat di Sub Bagian Umum dan Kepegawaian (Umpeg) Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang. Jurnal Manajemen dan Bisnis Jayakarta, 2(2), 112-120
INTEGRATING HOUSING ENVIRONMENTAL FACTORS INTO THE SEIR MODEL FOR PULMONARY TUBERCULOSIS TRANSMISSION: A CASE STUDY IN BANJAR, INDONESIA
Pulmonary Tuberculosis (TB) remains one of the serious public health issues in Indonesia, including in Banjar Regency. The transmission of TB is not only influenced by biological and behavioral factors but also highly depends on the characteristics of the living environment. This study aims to analyze the influence of physical environmental factors of housing on the incidence of pulmonary TB, and to integrate the analysis results into a modified SEIR model. The research was conducted using a cross-sectional observational approach involving 73 respondents from the working areas of Puskesmas Martapura 1 and Martapura 2. Data were collected through direct observation and interviews, and analyzed using binary logistic regression to identify significant variables. The significant variables were subsequently integrated into the transmission rate parameters in the SEIR model. The results show that ventilation area and room temperature have a significant impact on the incidence of pulmonary TB. Empirical findings show that the probability of pulmonary TB incidence is highest (86.68%) when both ventilation and temperature are below standard, and lowest (26.23%) when both meet the standards. Partial compliance still results in a high probability of incidence (around 60%). The SEIR model simulation with environmental scenarios shows that living conditions that do not meet ventilation area and temperature standards result in more aggressive TB transmission. Conversely, living conditions that meet both standards significantly reduce the number of infected individuals and increase the recovery rate. This research emphasizes the importance of environment-based interventions in a comprehensive TB control strategy
STRATEGI PEMASARAN DAN POTRET PASAR UMKM BATIK DI KABUPATEN BLITAR SEBAGAI WISATA EDUKASI
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi pemasaran yang efektif guna meningkatkan daya saing dan pangsa pasar UMKM batik di Kabupaten Blitar, dengan fokus pada integrasi wisata edukasi. Metode kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam dengan pemilik UMKM batik, pengrajin, dan pakar pemasaran lokal, serta analisis dokumen dari berbagai sumber terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batik Balitar memiliki kekuatan pada keunikan motif khas Blitar dan kombinasi produksi batik cap dan tulis, namun menghadapi kendala dalam akses pasar, penggunaan teknologi digital, dan modal. Strategi pemasaran yang diusulkan meliputi pengembangan brand dan positioning, pemasaran digital dan media sosial, e-commerce dan marketplace, serta pengembangan wisata edukasi batik. Wisata edukasi batik diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk dan menarik lebih banyak wisatawan melalui paket wisata yang mencakup lokakarya batik dan galeri. Selain itu, kolaborasi dengan agen perjalanan, institusi pendidikan, dan influencer fashion diusulkan untuk meningkatkan visibilitas dan daya tarik produk. Melalui implementasi strategi ini, Batik Balitar dapat meningkatkan kesadaran merek, memperluas penetrasi pasar, dan meningkatkan pendapatan, sambil melestarikan warisan budaya batik Indonesia. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya inovasi produk dan peningkatan kualitas melalui pelatihan berkelanjutan bagi pengrajin
PEMBERDAYAAN WANITA TANI MELALUI OLAHAN KOPI BUBUK DI DESA MEKAR JAYA KECAMATAN GEDUNG SURIAN KABUPATEN LAMPUNG BARAT
ABSTRAK
Suatu wilayah dengan sumber daya alam yang melimpah akan
berpengaruh pada tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Sumber daya
alam yang baik akan mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan
masyarakat. Namun saat ini, sumber daya alam yang sebenarnya
melimpah , sebaliknya kurang memberi manfaat bagi masyarakat, hal
ini terjadi bukan karena buruknya kualitas alam, tetapi karena
rendahnya kemampuan masyarakat untuk mengelola dan
memanfaatkan sumber daya alam secara optimal, sehingga sumber
daya alam yang potensial dibiarkan begitu saja. Maka dengan ini
dilakukanlan suatu pemberdayaan kepada wanita tani melalui
Kelompok Wanita Tani. Tujuan dibentuknya kelompok-kelompok ini
adalah untuk untuk mempermudah memberikan informasi mengenai
teknologi-teknologi baru maupun sebagai wadah masyarakat untuk
kegiatan pengembangan dan pemberdayaan kelompok masyarakat tani
tersebut, dengan memanfaatkan potensi potensi atau sumber daya
yang tersedia di lingkungan sekitarnya
Adapun penelitian ini adalah untuk mengetahui secara lebih detail
mengenai proses pemberdayaan yang dilakukan kepada para
perempuan tani di Desa Mekar Jaya dengan melalui Kelompok
Wanita Tani (KWT) dalam memanfaatkan hasil potensi lokal yang di
sekitar mereka yaitu Kopi. Dalam penelitian ini, peneliti
menggunakan metode kualitatif deangan jenis penelitian yaitu field
Reaserch dan melalui pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif.
Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu melalui
observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, penulis
menggunakan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel
berdasarkan dengan pertimbangan subjektif peneliti.dasar
pertimbangan ditentukan peneliti dengan berdasarkan kriteria yang
harus dipenuhi sebagai sampel.
Hasil penelitian menunjukan dengan adanya proses pemberdayaan
yang di lakukan kepada para wanita tani di Desa Mekar Jaya dalam
pengolahan hasil potensi lokal yaitu kopi dengan melalaui proses
iii
pelatihan dan pendampingan dapat meningkatkan kapasitas para
wanita tani yang merupakan anggota kelompok wanita tani (KWT)
Mawar sehingga mereka dapat mengolah dan memanfaatkan potensi
lokal yang ada disekitar mereka secara optimal.
Kata Kunci :Pemberdayaan Wanita, potensi Lokal
iv
ABSTRACT
A region with abundant natural resources will influence the level
of welfare of its people. Good natural resources will bring benefits to
the welfare of society. However, currently, natural resources which
are actually abundant, on the contrary provide less benefit to society,
this happens not because of the poor quality of nature, but because of
the low ability of society to manage and utilize natural resources
optimally, so that potential natural resources are left to waste. just. So
with this, empowerment is carried out for women farmers through the
Women Farmers Group. The purpose of forming these groups is to
make it easier to provide information about new technologies and as a
community forum for development and empowerment activities for
farming community groups, by utilizing the potential or resources
available in the surrounding environment.
This research is to find out in more detail about the empowerment
process carried out for women farmers in Mekar Jaya Village through
the Women Farmers Group (KWT) in utilizing the local potential
around them, namely Coffee. In this research, the researcher used a
qualitative method with a type of research, namely field research and
through a qualitative and descriptive approach. The data collection
techniques in this research are through observation, interviews and
documentation. In this research, the author used a purposive sampling
technique, namely sampling based on the researcher's subjective
considerations. The basis for consideration was determined by the
researcher based on the criteria that must be met as a sample.
The results of the research show that the empowerment process
carried out for women farmers in Mekar Jaya Village in processing
local potential products, namely coffee, through a training and
mentoring process, can increase the capacity of women farmers who
are members of the Mawar Women Farmers Group (KWT) so that
they can optimally process and utilize the local potential around them.
Keywords: Women's Empowerment, Local potentia
Edukasi tentang anemia pada ibu hamil dengan media leaflet dan poster
Background: Anemia in pregnant women remains a serious public health problem in Indonesia and contributes to the increased risk of pregnancy complications and maternal and infant mortality. Poor knowledge of anemia among pregnant women is a major contributing factor to this condition. Health education using simple media such as leaflets and posters is considered to have the potential to improve understanding and prevent anemia.
Purpose: To increase knowledge, attitudes, and behavior of pregnant women about anemia using leaflets and posters as a means of preventing pregnancy complications.
Method: A community service activity was conducted in December 2025 in the Labuhan Badas Community Health Center (Puskesmas) working area, targeting 26 pregnant women. The intervention consisted of providing health education through direct counseling using leaflets and posters, accompanied by discussion and question-and-answer sessions. Evaluation was conducted using a questionnaire to compare knowledge levels before (pre-test) and after education (post-test), as well as assessing pregnant women's attitudes and behaviors in response to anemia prevention measures.
Results: A significant increase in the level of knowledge of pregnant women after education, with the level of knowledge in the good category increasing from 19.2% to 69.2%. The majority of pregnant women, 20 (76.9%), demonstrated good attitudes and behaviors regarding anemia prevention after the education activity.
Conclusion: Anemia education activities for pregnant women using leaflets and posters have proven effective in increasing knowledge and fostering positive attitudes and behaviors related to anemia prevention. Increased understanding of the causes, effects, and prevention of anemia among pregnant women contributed to increased awareness of taking iron supplements, adopting a balanced nutritional diet, and utilizing antenatal care services regularly.
Suggestion: Similar education needs to be conducted continuously and integrated into antenatal care services.
Keywords: Anemia; Health education; Leaflets and posters; Pregnant women
Pendahuluan: Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia dan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko komplikasi kehamilan serta kematian ibu dan bayi. Rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai anemia menjadi salah satu faktor utama terjadinya kondisi tersebut. Edukasi kesehatan menggunakan media sederhana seperti leaflet dan poster dinilai berpotensi meningkatkan pemahaman dan perilaku pencegahan anemia.
Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan tentang anemia, sikap, dan perilaku ibu hamil dengan menggunakan media leaflet dan poster sebagai upaya pencegahan komplikasi kehamilan.
Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada bulan Desember 2025 di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Badas dengan sasaran 26 ibu hamil. Intervensi yang dilakukan adalah berupa memberikan pendidikan kesehatan melalui penyuluhan langsung menggunakan media leaflet dan poster, disertai sesi diskusi dan tanya-jawab. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk membandingkan tingkat pengetahuan sebelum (pre-test) dan sesudah edukasi (post-test), serta penilaian sikap dan perilaku ibu hamil dalam merespon tindakan pencegahan anemia.
Hasil: Menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan ibu hamil setelah edukasi, dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 19.2% menjadi 69.2%. Sebagian besar ibu hamil yaitu sebanyak 20 orang (76.9%) menunjukkan sikap dan perilaku dalam kategori baik dalam pencegahan anemia setelah kegiatan edukasi.
Simpulan: Kegiatan edukasi anemia pada ibu hamil menggunakan media leaflet dan poster terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta membentuk sikap dan perilaku positif terkait pencegahan anemia. Peningkatan pemahaman ibu hamil mengenai penyebab, dampak, dan cara pencegahan anemia berkontribusi terhadap meningkatnya kesadaran untuk mengonsumsi tablet tambah darah, menerapkan pola makan bergizi seimbang, serta memanfaatkan pelayanan antenatal secara rutin.
Saran: Edukasi serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam pelayanan antenatal care
Peningkatan Latihan Kekuatan Otot Untuk Pencegahan Osteoporosis Pada Masyarakat di Dusun Kauman Labuhan Badas Sumbawa Besar
Osteoporosis merupakan penyakit “silent disease” yang ditandai dengan penurunan kepadatan dan kekuatan tulang, sehingga meningkatkan risiko patah tulang, terutama pada lansia. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terkait pola hidup sehat serta latihan kekuatan otot sebagai pencegahan osteoporosis. Kegiatan dilaksanakan pada 09 Desember 2025 di Dusun Kauman, Labuhan Badas, dengan jumlah partisipan 20 orang berusia 50–65 tahun. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan menggunakan presentasi, leaflet, dan praktik latihan kekuatan otot, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan partisipan setelah penyuluhan, dengan kategori “cukup” dan “baik” meningkat dari 20% menjadi 50%. Perilaku positif dalam menerapkan pola hidup sehat juga meningkat, ditunjukkan dengan penurunan partisipan yang “tidak pernah” menerapkan dari 65% menjadi 30%. Hambatan yang ditemui antara lain perbedaan tingkat pendidikan, usia, dan penggunaan bahasa daerah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dan latihan kekuatan otot efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat terkait pencegahan osteoporosis, dengan rekomendasi adanya pendampingan berkelanjutan dan peran aktif kader kesehatan
Dari Konsepsi hingga Neonatus: Ilmu dan Etika Asuhan
Buku ajar berjudul Dari Konsepsi hingga Neonatus: Ilmu dan Etika Asuhan menyajikan pemahaman menyeluruh tentang tahapan awal kehidupan manusia sejak pembuahan, kehamilan, kelahiran, hingga perawatan bayi baru lahir. Di dalamnya dibahas proses biologis yang alami, serta bagaimana sikap, nilai, dan tanggung jawab moral turut membentuk kualitas layanan dan perhatian terhadap ibu dan bayi.
Disusun dengan bahasa yang mudah dipahami dan disertai penjelasan aplikatif, buku ini ditujukan untuk masyarakat umum, tidak terbatas bagi kalangan medis. Tujuannya adalah memperluas pemahaman masyarakat terhadap pentingnya dukungan emosional, fisik, dan sosial sejak dini.
Dengan menggabungkan pengetahuan dasar dan refleksi etika, buku ini menjadi sarana belajar yang mengajak pembaca untuk peduli terhadap fase kehidupan yang sangat menentukan masa depan manusia: dari konsepsi hingga menjadi seorang neonatus
