19 research outputs found
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIK MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA STKIP PGRI SUMBAR
ANALISIS KEMAMPUAN AWAL MATEMATIS MAHASISWA PADA MATERI PERBANDINGAN TRIGONOMETRI
Kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap konsep-konsep yang diberikan serta mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi apa yang diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan awal matematika mahasiswa pada konsep Identittas Trigonometri. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 21 responden Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pada kelompok pandai/upper pandai mampu menyelesaikan soal dengan baik dan benar dengan skor 95. Pada kelompok sedang/midle mampu mnyelesaikan pada skor 60-75. Dan kelompok bawah/upper mampu menyelesaikan soal dengan skor dibwah 2
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI TEMATIK MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA STKIP PGRI SUMBAR
The cause of students’ low achievement in mathematic in teaching learningprocess is because the teaching method is not varied. Thus, this research is aimed tofind out: Are students’ communication mathematic using cooperative learning-STAD better than those who use conventional strategy. The population was studentsof 2009A and 2009E of STKIP PGRI west Sumatera in 2010/2011 academic yearwho was taken simple differential equations and the sample was purposive samplingtechnique. The instrument was post test which was analyzed using U Mann-Whitneytest. The data analysis shows that: Students who use cooperative learning-STADhave better competence on mathematic communication than those who useconventional strategy
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI MINAT BELAJAR SISWA
Kemampuan pemecahan masalah matematika merupakan salah satu kompetensi yang sangat penting untuk dikuasai siswa. Faktor yang mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematis salah satunya adalah minat belajar siswa. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari minat belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian dipilih secara purposive sampling. Subjek penelitian yang dipilih adalah kelas XI AKL-2 SMK Negeri 1 Enam Lingkung tahun pelajaran 2021/2022. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu soal tes kemampuan pemecahan masalah, angket minat belajar, dan pedoman wawancara. Soal tes pemecahan masalah dianalisis berdasarkan pengkategorian kemampuan pemecahan masalah tinggi, sedang, dan rendah. Angket minat belajar dianalisis berdasarkan kriteria pengelompokkan minat belajar tinggi, sedang, dan rendah. Dari hasil penelitian, diperoleh siswa dengan minat belajar tinggi memiliki kemampuan pemecahan tinggi sebanyak 10,53%. Siswa dengan minat belajar sedang memiliki kemampuan pemecahan masalah tinggi sebanyak 21,05%. Siswa dengan minat belajar sedang memiliki kemampuan pemecahan masalah sedang sebanyak 42,10%. Siswa dengan minat belajar sedang memiliki kemampuan pemecahan masalah rendah sebanyak 15,79%. Siswa dengan minat belajar rendah memiliki kemampuan pemecahan masalah rendah sebanyak 10,53%.Math problem-solving skills are one of the competencies that are very important for students to master. Factors that affect mathematical problem-solving ability one of them is the student's learning interest. This research was conducted to analyze problem-solving skills reviewed from students' learning interests in math learning. This research uses descriptive methods with quantitative approaches. The study subjects were selected by purposive sampling. The selected research subjects were class XI AKL-2 SMK Negeri 1 Enam Lingkung school year 2021/2022. The instruments used to collect data are problem-solving skills tests, learning interest questionnaires, and interview guidelines. Problem solving tests are analyzed based on categorizing high, medium, and low problem-solving capabilities. Learning interest questionnaires are analyzed based on the criteria of grouping high, medium, and low learning interests. From the results of the study, students with a high interest in learning have high solving ability as much as 10.53%. Students with a moderate interest in learning have a high problem-solving ability of 21.05%. Students with a moderate interest in learning have a moderate problem-solving ability of 42.10%. Students with a moderate interest in learning have a low problem-solving ability of 15.79%. Students with low interest in learning have a low problem-solving ability of 10.53%
EFEKTIVITAS MODEL JIGSAW DISERTAI PENILAIAN DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MATEMATIS MAHASISWA
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan matematis mahasiswa yang menggunakan model jigsaw disertai penilaian diskusi dengan tanpa penilaian diskusi dan perkuliahan konvensional. Penelitian ini menggunakan metode true eksperiment dengan randomized control-group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Aljabar Linier Elementer. Sampel sebanyak tiga kelas dipilih secara cluster random sampling. Data yang diperoleh dengan teknik tes (awal dan akhir), sedang analisis data dilakukan dengan menggunakan skor gain rata-rata. Sebelum data dianalisis terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan, yaitu berupa uji normalitas, homogenitas, dan kesamaan kompeetnsi awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan matematis mahasiswa yang menggunakan model jigsaw disertai penilaian diskusi dengan tanpa penilaian diskusi dan perkuliahan konvensional. Kata Kunci: penilaian diskusi, model jigsaw, kemampuan matematis THE EFFECTIVENESS OF JIGSAW MODELS WITH ASSESSMENT OF DISCUSSION TO IMPROVE MATHEMATICAL ABILITY OF STUDENT Abstract: This research aims to determine of differences in improvement of student mathematical ability who use the jigsaw model accompanied with discussion assessment to without discussion assessment and conventional learning. The research method used true approach experiment with randomized control-group pretest-posttest design. The study population were students who take courses Elementary Linear Algebra. The data obtained were analyzed by using gain score. The results showed that there are differences in improvement of student mathematical ability who use the jigsaw model with discussion assessment to without discussion assessment and conventional learning. Keywords: discussion assessment, jigsaw model, mathemathical abilit
Hasil Tahap Define Untuk Merancang Lembar Kerja Mahasiswa (Lkm) Berbasis Problem Based Learning Disertai Cd Interaktif Pada Perkuliahan Persamaan Diferensial
Mata kuliah Persamaan Diferensial Biasa (PDB) merupakan kelompok mata kuliah keahlian berkarya (MKB) pada Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat dengan bobot3 SKS. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan, diperlukan suatu bahan ajar yang dapat mengkover permasalahan-permasalahan yang muncul terkait dengan keterbatasan sumber belajaryang tersedia. Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) merupakan salah satu bentuk bahan ajar yang dapat digunakan dalam perkuliahan PDB. Pengembangan LKM berbasis Problem Based Learning (PBL) memberi peluang kepada mahasiswa untuk terampil dalam memahami konsep melalui masalah-masalah yang disediakan. Oleh karena itu, CD interaktif dapat digunakan untuk membuat konsep abstrak menjadikongkrit melalui visualisasi statis maupun animasi. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. LKMdan CD interaktif dikembangkan dengan menggunakan model 4D (define, design, develop, dan desseminate). Pada tahap ini dilakukan langkah-langkah seperti analisis silabus, analisis buku teks, analisis literatur, analisis karakteristik mahasiswa dan wawancara dengan teman sejawat. Hasil pada tahap define menjadi acuan dalam merancang produk berupa LKM berbasis Problem Based Learning (PBL) dan CD interakti
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournaments) Terhadaphasil Belajar dan Motivasi Belajar Siswa
This research was motivated by the low learning outcomes and learning motivation of grade VIII students of SMPN 1 IV Jurai, Pesisir Selatan Regency. The purpose of this study was to determine the influence of the application of the Teams Games Tournaments learning model on mathematics learning outcomes and motivation of grade VIII students of SMPN 1 IV Jurai, Pesisir Selatan Regency. The type of research used in this study is experimental research with research design is post-test only control group design. The population of this study was all grade VIII students of SMPN 1 IV Jurai, South Coast District. The sampling technique used in this study was random sampling so that class VIII4 was selected as an experiment class with twenty-one students and class VIII1 as a control class with twenty-two students. The instruments used are learning outcomes tests and student learning motivation questionnaires
PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE PRACTICE REHEARSAL PAIRS TERHADAP HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA KELAS VIII SMPN 9 PADANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan strategi pembelajaran aktif tipe Practice Rehearsal Pairs lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan pembelajaran konvensional dan bagaimanakah perkembangan aktivitas belajar siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe Practice Rehearsal Pairs di kelas VIII SMPN 9 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan random terhadap subjek. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII dengan kelas eksperimen yaitu VIII.3 dan kelas kontrol yaitu VIII.5. Tes hasil belajar matematika dengan reliabilitas tes adalah r11=0,07. Hasil analisis aktivitas siswa mengalami peningkatan yaitu 57% sampai 84%. Hasil dari uji hipotesis diperoleh t hitung=0,83 dan t tabel=1,67 maka hipotesis ditolak. Jadi hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan strategi pembelajaran aktif tipe Practice Rehearsal Pairs sama dengan hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan pembelajaran konvensional di kelas VIII SMPN 9 Padang dan perkembangan aktivitas siswa mengalami peningkatan
The Mediating Role of Science Knowledge in Linking Digital Well-Being and Media Literacy to Critical Thinking Skills: A PLS-SEM Analysis
This study aims to analyze the influence of digital well-being, knowledge of learning media, and teaching material satisfaction on students’ science knowledge and critical thinking skills through an integrative approach using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data were collected through an online questionnaire administered to 366 respondents, followed by construct validity and reliability testing. The results show that digital well-being has a significant positive effect on science knowledge, but is nonsignificant and even tends to be negative in its relationship with critical thinking skills. In contrast, knowledge of learning media and satisfaction with teaching materials were found to have positive, significant effects on both science knowledge and critical thinking skills. In addition, scientific knowledge is an important predictor of critical thinking skills. Effect size analysis indicates that digital well-being, learning media knowledge, and teaching material satisfaction explain 32.7% of the variance in science knowledge (R² = 0.327). In comparison, satisfaction with science knowledge and teaching materials explains 25.6% of the variance in critical thinking skills (R² = 0.256), indicating a model with moderate predictive strength. These findings confirm that media literacy, satisfaction with teaching materials, and digital well-being work simultaneously to strengthen the foundation of science knowledge while promoting higher-order thinking skills. However, the influence of digital well-being on critical thinking is indirect. This study can serve as a reference for educators and policymakers in designing science learning strategies that balance technology use, strengthen media literacy, and provide relevant teaching materials. Keywords: digital well-being, knowledge of learning media, teaching materials satisfaction, science knowledge, critical thinking skills
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DENGAN PENDEKATAN DIFERENSIASI TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dengan pendekatan diferensiasi terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas IX SMPN 1 Simpati. Penelitian menggunakan metode true experimental design dengan model Control Group Posttest-Only, dengan kelas IX.2 sebagai kelas eksperimen dan IX.4 sebagai kelas kontrol yang dipilih secara random. Instrumen penelitian berupa tes essay yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar kelas eksperimen adalah 73,25, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol 56,64. Uji-t menghasilkan thitung = 2,764 > ttabel = 1,674 pada taraf signifikansi 0,05, sehingga terdapat pengaruh signifikan penerapan STAD berbasis diferensiasi terhadap peningkatan hasil belajar matematika. Dengan demikian, model STAD lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional. 
