AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Not a member yet
443 research outputs found
Sort by
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI PECAHAN DITINJAU DARI TEORI KONSTRUKTIVISME
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa dan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan miskonsepsi siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan ditinjau dari teori konstruktivisme. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah tiga siswa kelas V B SD Negeri 2 Bawang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Miskonsepsi yang dialami oleh siswa, yaitu 1) belum bisa mengerjakan dengan langkah yang tepat, 2) tidak menyamakan penyebut melalui KPK, 3) tidak menyetarakan pembilang, 4) langsung menjumlahkan antar pembilang dan antar penyebut. Sedangkan faktor yang menyebabkan miskonsepsi siswa, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal miskonsepsi siswa, antara lain 1) motivasi belajar rendah, 2) siswa kurang belajar, 3) kurangnya minat pada matematika, 4) siswa tidak menguasai konsep sebelumnya, 5) siswa tidak berkonsultasi dengan guru, 6) pengetahuan awal siswa kurang, 7) siswa tidak percaya diri, dan 8) siswa tidak memperhatikan penjelasan guru. Sedangkan faktor eksternal miskonsepsi siswa, antara lain 1) kurangnya pendampingan orang tua, 2) lingkungan kelas kurang kondusif, dan 3) kurangnya siswa dalam mengerjakan soal latihan. This study aims to describe students' misconceptions and find out the factors that cause students' misconceptions about the addition and subtraction of fractions in terms of constructivism theory. The type of research used is descriptive qualitative. The subjects of this study were three grade V B students of SD Negeri 2 Bawang. Data collection techniques used are tests, observations, interviews, and documentation. Data analysis techniques in this study are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The validity of the data using triangulation techniques. The misconceptions experienced by students are 1) not being able to work with the right steps, 2) not equating the denominators through the KPK, 3) not equating the numerators, 4) directly adding up between numerators and between denominators. While the factors that cause student misconceptions, namely internal factors and external factors. The internal factors of students' misconceptions include 1) low learning motivation, 2) students lack of learning, 3) lack of interest in mathematics, 4) students do not master previous concepts, 5) students do not consult with teachers, 6) students lack prior knowledge, 7 ) students are not confident, and 8) students do not pay attention to the teacher's explanation. Meanwhile, the external factors of students' misconceptions include 1) lack of parental assistance, 2) the class environment is not conducive, and 3) the lack of students in doing practice questions
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA BERDASARKAN TEORI PEMROSESAN INFORMASI DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF
Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan teori pemrosesan informasi ditinjau dari gaya kognitif siswa. Penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif yang bersifat desktiptif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes tertulis dan wawancara.Teknik analisis data yaitu pertama pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan terakhir penarikan kesimpulan atau verifikasi. Instrument dalam penelitian ini adalah tes GEFT sebagai tes penentuan calon subjek penelitian, tes tertulis berupa soal cerita, dan pedoman wawancara. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 2 siswa yang memiliki gaya kognitif field independent (FI) dan 2 siswa yang memilki gaya kognitif field dependent (FD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi berupa soal cerita yang diterima siswa FI dan FD masuk ke sensory register melalui indra penglihatan. Siswa FI dan FD mampu memberi attention (perhatian) terhadap soal sehingga muncul perception (pendapat) tentang konsep/rumus dan mengaplikasikannya di short term memory. Saat retrieval (pemanggilan kembali) konsep yang dibutuhkan darilong term memorysiswa FD banyak mengalami kesulitan, sehingga terdapat siswa FD yang tidak mampu mengaplikasikan konsep yang dibutuhkan di short term memory. Faktor penyebab kesulitan siswa lebih banyak muncul dari dalam diri siswa dan lebih sedikit muncul dari luar diri siswa.The purpose of this study was to describe students' difficulties in solving math story problems based on information processing theory in terms of students' cognitive styles. This research is a descriptive qualitative approach. Data collection techniques using written tests and interviews. The data analysis technique is the first data collection, data reduction, data presentation, and finally drawing conclusions or verification. The instruments in this study were the GEFT test as a test for determining prospective research subjects, a written test in the form of story questions, and interview guidelines. The subjects in this study consisted of 2 students who had a field independent cognitive style (FI) and 2 students who had a field dependent cognitive style (FD). The results showed that information in the form of story questions received by FI and FD students entered the sensory register through the sense of sight. FI and FD students are able to pay attention to the questions so that their perception about the concept/formula appears and apply it in short term memory. When retrieval (recall) the required concepts from long term memory FD students experience many difficulties, so there are FD students who are not able to apply the concepts needed in short term memory. Factors causing student difficulties arise more from within students and less from outside students
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN YANG BERORIENTASI PADA PENINGKATAN MINAT BELAJAR
Pembelajaran matematika pada masa pandemi sangat berdampak bagi siswa. Siswa yang mendapati kesulitan dalam belajar mempengaruhi minat pada dalam diri siswa. Guru memberikan media pembelajaran yang kurang cocok bagi siswa menyebabkan penurunan dalam minat belajar. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripskan minat siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam belajar matematika melalui video pembelajaran. Penelitian ini jenis penelitian pengembangan melalui model ADDIE. Penelitian menggunakan siswa kelas VII SMP Negeri 3 Maospati yang berjumlah 60 orang sebagai subjek serta objek pada penelitian ini adalah minat belajar. Data yang diperoleh terkait video pembelajaran dinyatakan valid oleh dua validator. Pengumpulan data menggunakan teknik berupa angket dan wawancara, untuk analisis data melalui hasil wawancara, hasil observasi, persentase dan rata-rata skor. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini memperlihatkan rata-rata berdasarkan empat indikator sangat baik, yaitu perasaan senang dengan rata-rata 3,03 kategori sangat baik, ketertarikan dengan rata-rata 3,06 kategori sangat baik, perhatian dengan rata-rata 3,11 kategori sangat baik, dan keterlibatan dengan rata-rata 3,15 kategori sangat baik. Rata-rata dari empat indikator tersebut 3,09 kategori sangat baik. Hal ini dapat diartikan bahwa siswa SMP Negeri 3 Maospati menunjukkan minat belajar siswa melalui video pembelajaran berdasarkan empat indikator yang telah ditetapkan adalah sangat baik. Learning mathematics during pandemics is very influential on students. Students who have difficulty in learning. Teachers providing learning media that are less suitable for students lead to a decrease in learning interest. This research aims to describe the interest of students in Junior High School (SMP) in learning mathematics through learning videos. This research is a type of development research through the ADDIE model. The study used 60 grade VII students of SMP Negeri 3 Maospati as subjects and the object in this study was a learning interest.the data obtained related to the learning video was declared valid by two valisators. Data collection uses techniques in the from of questionnaires and interviews, for data analysis through interview results, observation results, percentages and average scores. The results obtained in this study showed an average of four excellent indicators, including feeling happy with an average of 3.03 excellent categories, interest with an average of 3.06 excellent categories, attention with an average of 3.11 excellent categories, and engagement with an average of 3.15 excellent categories. The average of the four indicators is 3.09 with excellent categories. This can be interpreted that students of SMP Negeri 3 Maospati showed interest in learning students through learning videos based on four indicators that have been established is very good
KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI (HOTS) SISWA MADRASAH TSANAWIYAH
Cita-cita utama pemerintah menggunakan kurikulum K-13 adalah menciptakan generasi yang cerdas berpengatahuan, kompeten dan trampil. Studi ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa madrasah tsanawiyah dalam pembelajaran matematika setelah diberlakukannya kurikulum K-13. Studi ini difokuskan pada TIMSS Assessment framework yang terdiri atas empat materi matematik yaitu bilangan, aljabar, geometri, data dan peluang. Dimensi kognitif yang diukur meliputi kemampuan penerapan dan penalaran. Data penelitian ini berasal dari studi literatur tentang penerapan kurikulum K-13 dan survey yang melibatkan sebanyak 1.317 siswa madrasah tsanawiyah dari tujuh kota di pulau Jawa. Sampel tersebut berasal dari 439 Madrasah Tsanawiyah DKI Jakarta, Bandung, Serang, Semarang, Yogyakarta, Malang dan Surabaya. Analisis inferensial untuk menguji perbedaan antar kelompok data menggunakan uji ANAVA satu jalur. Data dari survey dan studi literatur dianalisis melalui tahapan restatemen, deskripsi dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan tingkat keterampilan HOTS matematis siswa madrasah tsanawiyah. Hal ini mengacu pada hasil uji empiris menggunakan ANAVA satu jalur yang menunjukan nilai signifikansi perbedaan kemampuan HOTS matematis sebesar 0,048 < 0,05. Nilai rata-rata tertinggi untuk aspek penerapan diperoleh siswa madrasah Tsanawiyah Yogyakarta. Sedangkan untuk aspek penalaran nilai rata-rata tertinggi siswa dari Surabaya. Dua kemampuan HOTS tersebut masih tergolong rendah. Tulisan ini menyarankan perlunya penelitian lanjutan untuk melihat secara khusus penerapan kurikulum K-13 di madrasah untuk dimungkinkannya suatu analisis komparatif
PENGEMBANGAN LKPD MATERI OPERASI BENTUK ALJABAR BERBASIS FILSAFAT UNTUK MENGETAHUI KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKPD berbasis filsafat yang valid, praktis, dan memiliki efek potensial pada kemampuan pemahaman konsep siswa pada materi operasi bentuk aljabar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII.1 SMP Negeri 1 Tanjung Lubuk. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan dua tahapan yaitu preliminary (tahap persiapan, analisis dan desain) dan formative evaluation (self evaluation, expert review, one to one, small group, dan field tes). Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu walkthrough, angket, tes, dan wawancara. Hasil lembar validasi diperoleh persentase rata-rata sebesar 84% dengan kriteria cukup valid atau dapat digunakan dengan revisi berdasarkan saran, koemntar, dan kesulitan yang siswa alami pada tahap expert review dan one to one. Dan hasil penilaian angket yang dilakukan diperoleh persentase dengan rata-rata sebesar 82,92% dengan kriteria praktis dan telah direvisi berdasarkan saran dan komentar pada tahap small group. LKPD juga memiliki efek potensial terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa dilihat dari hasil tes siswa terdapat 18 siswa telah mencapai nilai ketuntasan minimal dengan persentase 56,25%, serta kemampuan pemahaman konsep siswa pada materi operasi bentuk aljabar termasuk kategori cukup dengan rata-rata 66,6. Hal ini menunjukkan bahwa LKPD berbasis filsafat dapat membantu siswa dalam memahami konsep pada materi operasi bentuk aljabar.This study aims to produce a philosophy based worksheet that is valid, practical, and has a potential effect on students' conceptual understanding abilities of algebraic form operations. The subjects of this study were students of class VII.1 SMP Negeri 1 Tanjung Lubuk. This type of research is development research which two stages, namely preliminary (preparation, analysis and design) and formative evaluation (self evaluation, expert review, one to one, small group, and field test). Data collection techniques were walkthrough, questionnaire, test, and interview. The validation results obtained an average percentage of 84% with valid criteria or can be used with revisions based on suggestions, comments, and difficulties the student experienced at expert review and one to one. And the results of the assessment carried out obtained an average of 82.92% with practical criteria and have been revised based on suggestions and at the small group stage. LKPD also has the potential for students' conceptual understanding abilities, seen from the results of student tests, there are 18 students had achieved a minimum completeness score with a proportion of 56.25%, as well as students' conceptual understanding skills on algebraic form operations including the category enough with an average of 66.6. This shows that philosophy based worksheets can assist students understanding the concept of algebraic forms operations
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) proses dan hasil produk pengembangan media pembelajaran matematika berbasis discovery learning, (2) kualitas multimedia pembelajaran matematika yang meliputi kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang digunakan untuk menghasilkan untuk menghasilkan produk tertentu yaitu multimedia pembelajaran matematika berbasis discovery learning. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Multimedia pembelajaran digunakan oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Muaro Jambi. Subjek Penelitian yaitu 36 orang siswa kelas VIII A. Dalam penelitian ini tim validator menyatakan bahwa multimedia ini telah valid dan layak untuk di ujicobakan. Guru dan siswa memberikan respon positif dan menyatakan bahwa multimedia pembelajaran ini praktis dan mudah digunakan. Hasil penelitian menyatakan bahwa diperoleh peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam kategori sedang berdasarkan analisis Uji N-Gain yaitu skor yang didapatkan adalah 0,491 pada kriteria sedang. Dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran yang dikembangkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Oleh karena itu multimedia yang dikembangkan dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran pada materi bangun ruang sisi datar untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis.Kata kunci: Berpikir kreatif; Discovery learning; Media pembelajaran. Abstract This study aims to describe (1) the process and product development of discovery learning-based mathematics learning media, (2) the quality of mathematics learning multimedia cover valid, practice and effective. This study uses the Research and Development (R&D) method which is used to produce certain products, namely discovery learning-based mathematics learning multimedia. The development model used in this research is the ADDIE model. Multimedia learning is used by class VIII SMP Negeri 1 Muaro Jambi. The research subjects were 36 students of class VIII A. In this study, the validator team stated that this multimedia was valid and deserved to be tested. Teachers and students gave positive responses and stated that this learning multimedia was practical and easy to use. The results of the study stated that an increase in students' mathematical creative thinking skills was obtained in the medium category based on the analysis of the N-Gain Test, namely the score obtained was 0.491 on the moderate criteria. It can be concluded that the developed learning multimedia can improve students' mathematical creative thinking skills. Therefore, the multimedia developed can be used by teachers in the learning process on the flat-sided space building material to improve mathematical creative thinking skills.Keywords: Creative thinking; Discovery learning; Learning medi
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBANTU PROGRAM VISUAL BASIC PADA MATERI BARISAN ARITMATIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan manghasilkan suatu media pembelajaran berbantuan pemrograman Microsoft Visual Basic pada materi barisan aritmatika yang valid, praktis dan efektif. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE dengan teknik pengumpulan data berupa angket, tes dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini ialah peserta didik kelas VIII SMPN 34 Palembang. Dari penelitian ini diperoleh hasil analisis uji validasi sebesar 83,8% dengan kategori valid. Selanjutnya hasil analisis uji kepraktisan diperoleh presentase sebesar 93,3% dengan kategori baik yang artinya media yang dikembangkan dikatakan praktis. Hasil analisis uji keefektifan diperoleh presentase sebesar 86,6%, sehingga media yang dikembangkan dikatakan efektif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbantuan pemrograman Microsoft Visual Basic yang telah dikembangkan valid, praktis dan efektif.This study aims to develop and produce a learning media aided by Microsoft Visual Basic programming on arithmetic sequence material that is valid, practical and effective. The development model used is the ADDIE model with data collection techniques in the form of questionnaires, tests and documentation. The subjects in this study were students of class VIII SMPN 34 Palembang. From this study, the results of the analysis of the validation test were 83.8% with a valid category. Furthermore, the results of the analysis of the practicality test obtained a percentage of 93.3% with a good category, which means that the developed media is said to be practical. The results of the analysis of the effectiveness test obtained a percentage of 86.6%, so the media developed was said to be effective. Thus it can be concluded that the learning media assisted by Microsoft Visual Basic programming that has been developed is valid, practical and effective
PENGEMBANGAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) BERBASIS MOODLE DI MASA PANDEMI COVID-19
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan Learning Management System (LMS) berbasis Moodle dilihat dari segi kevalidan, kemenarikan dan kepraktisan sehingga dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran daring dimasa pandemi Covid-19 di SMA N 2 Lhokseumawe. Jenis penelitian yang digunakan research and development (R&D), dengan model pengembangan ADDIE yaitu: Analysis, Design, Develop, Implement, Evaluate. Subjek penelitian terdiri dari 25 orang guru dan 25 orang siswa di SMA Negeri 2 Lhokseumawe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kevalidan LMS menunjukkan sangat valid dengan hasil persentase oleh ahli media sebesar 90,63% dengan kategori “Sangat Valid”, ahli materi sebesar 83,33% dengan kategori “Sangat Valid”, dan oleh ahli bahasa sebesar 86,66% dengan kategori “Sangat Valid”. Selanjutnya hasil kepraktisan LMS diperoleh persentase sebesar 84,42% dengan kategori “Sangat Praktis” dan dari segi kemenarikan LMS diperoleh sebesar 80,03% dengan kategori “sangat menarik”. Dengan demikian hasil penilaian produk oleh semua validator yang menyatakan sangat valid, penilaian guru yang menyatakan sangat praktis, dan penilaian siswa sangat menarik maka LMS berbasis Moodle yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria sangat layak menjadi salah satu alternatif untuk pembelajaran daring di SMA N 2 Lhokseumawe. Abstract The purpose of this study to find out how developing Learning Management System (LMS) using Moodle approach based on validity, attractiveness and practicality, which can be an alternative to online learning during the Covid-19 pandemic) at SMA N 2 Lhokseumawe. The research method used is research and development (R&D), with the ADDIE development model which is: Analysis, Design, Develop, Implement, Evaluate. The research subjects consisted of 25 teachers and 25 students at SMA Negeri 2 Lhokseumawe. The results showed the percentage validity results of the LMS using moodle approach product by media experts were 90,63% in the "very valid" category, material experts were 83,33% in the "very valid" category, and by linguists of 86,66% with the category "very valid". Furthermore, the results of practicality is 84,42% in the "very practical" category and attractiveness by 80,03% in the "very interesting" category. The results of the product assessment by all validators who stated that they were very valid, the teacher's assessment which stated that it was very practically, and the student assessment was very interesting, so the LMS using moodle developed already very suitable for online learning during the Covid-19 pandemic at SMA N 2 Lhokseumawe
STUDENTS' LEARNING OBSTACLES IN SOCIAL ARITHMETIC
Social arithmetic is one of the essential subjects for 7th-grade students because it is related to everyday life. However, the facts show that many students still have learning problems about the application of social arithmetic. The obstacle experienced by students is due to the students' obstacle in learning social arithmetic. This study aimed to obtain previous research on junior high school students' learning obstacles on social arithmetic. This study method is a systematic literature review (SLR), a descriptive-based survey in the form of an analysis of 23 articles from the Google Scholar database, with the keywords learning obstacle, analysis error, and difficulties in social arithmetic. The results showed that three types of learning obstacles, namely didactical obstacles, ontogenic obstacles, and epistemological obstacles. In addition, obstacles occur in concepts (profit, loss, discount), procedures (modeling and concluding), operational techniques (multiplication of percentage and division), and textbooks used because of the language that is difficult to understand and does not fit the context recognized by students. The research implies providing information on the obstacles experienced by students and research gaps from the results of this review for future research, namely research on analyzing textbooks
PENELUSURAN POLA ASOSIASI PENALARAN ADAPTIF DENGAN ALGORITMA APRIORI
Penalaran adaptif adalah salah satu komponen kunci dari kemahiran matematika. Dalam perkembangannya diketahui penalaran adaptif didukung oleh aspek non-kognitif individu yakni affective dan behavioral. Sejumlah teori mengungkapkan peluang optimalisasi aspek non-kognitif untuk pengembangan kemampuan penalaran adaptif. Tujuan penelitian ini adalah menelusuri faktor non-kognitif yang berpeluang memberi dampak pada optimalisasi kemampuan penalaran adaptif melalui pola asosiasi yang muncul pada basis data. Pendekatan penelitian data mining dengan teknik penemuan pola asosiasi (Association Rule Mining) atau Algoritma Apriori digunakan sebagai metode penelusuran faktor. Langkah penelitian yang dilakukan yakni persiapan data (fiksasi instrumen dan penentuan sampel penelitian), pengolahan data (preprocess dan transformation), dan mining dan analisa (menentukan nilai support dan nilai confidence serta interpretasi hasil). Subjek penelitian yakni siswa Sekolah Menengah Atas di lingkungan Kota Serang yang memiliki rentang usia 16-17 tahun. Adapun untuk sampel penelitian diambil sebanyak 100 orang siswa yang mengisi tes kognitif dan non-kognitif. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis data diketahui bahwa seorang siswa memiliki kemungkinan 100% berada di level tinggi kemampuan penalaran adaptif jika memiliki dominasi penggunaan otak kiri, self-efficacy di level yang minimal sedang, kecenderungan kepribadian Melankolis dan self-directed learning berada di level tinggi. Adaptive reasoning is one of the key components of mathematical proficiency. In its development, it is known that adaptive reasoning is supported by individual non-cognitive aspects, namely affective and behavioral. A number of theories reveal opportunities for optimizing non-cognitive aspects for the development of adaptive reasoning skills. The purpose of this study is to explore non-cognitive factors that have the possibility to impact on optimizing adaptive reasoning skills through association rule appeared in the database. Data mining research approach with association rule mining technique or Apriori Algorithm is used as a factor tracing method. The research steps carried out were data preparation (fixation of instruments and determination of research samples), data processing (preprocess and transformation), and mining and analysis (determining support values and confidence values and interpretation of results). The research subjects were high school students in Kota Serang who have an age range of 16-17 years. As for the research sample, 100 students were taken who filled out cognitive and non-cognitive tests. Based on the results of testing and data analysis, it is identified that a student has a 100% probability of being at a high level of adaptive reasoning skills if he has left brain dominance, self-efficacy is at a minimum level of moderate, Melancholic personality tendencies and self-directed learning are at a high level