109 research outputs found

    IMPLEMENTASI ETIKA BISNIS ISLAM DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN PADA USAHA MIKRO KECIL MENENGAH DI TULUNGAGUNG (Studi Kasus di Konveksi Cahaya Baru Java & Konveksi Cinta Bunda)

    No full text
    ABSTRAK Tesis dengan judul “Implementasi Etika Bisnis Islam Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan Pada Usaha Mkro Kecil Menengah di Tulungagung (Studi Kasus di Konveksi Cahaya Baru Java dan Konveksi Cinta Bunda)” ini ditulis oleh Lia Pipit Anggraini dengan dibimbing oleh Dr. Nur Aini Latifah, SE., M.M dan Dr. Iffatin Nur, M. Ag. Kata Kunci: Etika Bisnis Islam, Kesejahteraan Karyawan, Usaha Mikro Kecil Menengah Penelitian dalam tesis ini dilatarbelakangi oleh pelanggaran etika bisnis Islam yang sering dilakukan oleh pebisnis yang tidaj bertanggungjawab dan kurangnya perhatian kepada kesejahteraan karyawan. Perilaku etis dalam kegiatan berbisnis adalah sesuatu yang penting demi kelangsungan hidup bisnis. Bisnis yang tidak etis akan merugikan bisnis itu sendiri terutama jika dilihat dari perspektif jangka panjang. Perusahaan dan karyawan pada hakekatnya saling membutuhkan, karyawan merupakan asset perusahaan yang penting untuk berjalannya suatu perusahaan, begitu juga karyawan tidak dapat menunjang kesejahteraan hidupnya tanpa adanya perusahaan sebagai tempat mencari nafkah. Rumusan masalah dalam tesis ini adalah: (1) Bagaimana implementasi etika bisnis Islam dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan di konveksi Cahaya Baru Java dan konveksi Cinta Bunda?; dan (2) Bagaimana kendala atau permasalahan dalam implementasi etika bisnis Islam dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan di konveksi Cahaya Baru Java dan konveksi Cinta Bunda? Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan penelitian kualitatif, pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan difokuskan pada kearah kesatuan dan menghasilkan kesimpulan. Analisa data menggunakan analisis interaktif dengan tujuan mendeskripsikan temuan data-data yang terkumpul, tentang penerapan nilai-nilai etika bisnis Islam dalam konveksi Cahaya Baru Java dan konveksi Cinta Bunda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika bisnis Islam diterapkan di konveksi Cahaya Baru Java dan konveksi Cinta Bunda dalam mengembangkan usaha dengan ditandai terciptanya kesejahteraan karyawan pada kedua usaha konveksi tersebut. Selain itu, kendala yang dihadapi konveksi Cahaya Baru Java dan konveksi Cinta Bunda kurang adanya motivasi kerja untuk meningkatkan semangat kerja karyawan

    A STUDY ON THE CHARACTERZATION OF THE MAIN CHARACTERS OF A CRISTMAS CAROL BY CHARLES DICKENS

    No full text
    ABSTRACT IN ENGLISH LIA PIPIT ANGGRAINI: registered number: 3213113093, 2015. “A Study on The Characterization of The main Characters of A Christmas Carol by Charles Dickens”. Thesis. English Educational Department. State Islamic Institute (IAIN) of Tulungagung. Advisor: Dr. Erna Iftanti, SS, M.Pd Key words: Characterization and Character Characters are people in narratives and characterization is explains about things done by a character. Moreover, there are several fundamental reasons why the writer studied characterization of the main character in “A Christmas Carol”. There are several reasons that the writer chooses a literary work, especially a novel. First, the writer is interested in studying literature about novel by Charles Dickens. His novel always has remarkable characters. Second, this novel has a value to all people. We all have religious who we must respect with our religion. The last, the study of literature is rare in demand, especially by students of State Islamic Institute (IAIN) of Tulungagung as there is only teacher training department. The statements of research problem are: 1) How is the main characters’ physical appearance? 2) How is the main characters’ personality? 3) How is the main characters’ social status? 4) How is the main characters’ social relationship? This study is intended to explain: 1) main characters’ physical appearance, 2) the main characters’ personality, 3) the main characters’ social status, 4) the main characters’ social relationship. Design of this study is qualitative by using library research. The instrument is the writer’s herself. Data and data source from books. The data are inform of statements, dialog and actions which are collected by using documentation and analyzed descriptively. The findings of this research reveal that: The physical appearance is one of the human beings who explains the physical state of the main characters. In the physical appearance, Ebenezer Scrooge had a physical appearances. He is an old man, he has pointed nose, shriveled his cheek, thin lips and his wiry chin. His personality shows that he does not respect the other people around him. Meanwhile, his social status is not as an educated person although he knows about administration. Moreover, he has no good social relationship with people in his surroundings. Another main character is Tiny Tim. His physical appearance is a small boy who his walks with crutch. His personality is a good boy, he always happy although his live in poverty. Meanwhile, his social status is low educated person although he can make other to be good person. Moreover, he has good relationship with people in his surroundings. In as social creature, people daily live, there are many deference or characteristics or among individuals. So, the person must be aware that these characteristics may affect social relationships. The person may not look or judge the people around us by physical appearance but person have to consider about their personality first. It is true the person cannot live without social relationships. The person must realize that our fate on our God. The people may not have one on other, because the people love her that we hated at another time. ABSTRACT IN INDONESIAN LIA PIPIT ANGGRAINI: NIM: 3213113093, 2015. “Sebuah Pembelajaran Karakterisasi pada Tokoh Utama dalam ‘A Christmas Carol karangan Charles Dickens”. Skripsi. Tadris Bahasa Inggris. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung. Pembimbing: Dr. Erna Iftanti, SS, M.Pd Kata Kunci : Karakterisasi and Karakter Karakter adalah orang yang di ceritakan dan karakterisasi adalah hal-hal yang menjelaskan karakter seseorang. Selain itu, ada beberapa alasan mendasar mengapa penulis mempelajari karakterisasi tokoh utama dalam "A Christmas Carol". Ada beberapa alasan penulis memilih karya sastra, khususnya novel. Pertama, penulis tertarik untuk mempelajari literatur tentang novel karya Charles Dickens. Novelnya selalu memiliki karakter yang luar biasa. Kedua, novel ini memiliki nilai moral untuk semua orang. Kita semua memiliki agama yang mana kita harus menghormati agama kita sendiri. Terakhir, pembelajaran pada literatur jarang diminati, terutama oleh mahasiswa dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung karena hanya jurusan keguruan. Masalah penelitian adalah: 1) Bagaimana penampilan fisik karakter utama? 2) Bagaimana kepribadian karakter utama? 3) Bagaimana status sosial karakter utama? 4) Bagaimana hubungan sosial karakter utama? Jadi, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: 1) penampilan fisik karakter utama , 2) kepribadian karakter utama, 3) status sosial karakter utama, 4) hubungan sosial karakter utama. Desain penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan studi pustaka. Instrumen ini adalah penulisnya sendiri. Data dan sumber data dari buku-buku. Data menginformasikan laporan, dialog dan tindakan yang dikumpulkan dengan menggunakan dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa: Penampilan fisik merupakan salah satu tampilan manusia yang menjelaskan keadaan fisik dari karakter utama. Dalam penampilan fisik, Ebenezer Scrooge memiliki penampilan fisik. Dia adalah lelaki tua. Dia memiliki hidung mancung, pipi yang keriput, bibir tipis dan dagu yang kurus. Kepribadiannya menunjukkan bahwa ia tidak menghormati orang lain di sekitarnya. Sementara itu, dia bukan seorang yang berpendidikan meskipun ia tahu tentang administrasi. Selain itu, ia tidak memiliki hubungan sosial yang baik dengan orang-orang di sekelilingnya. Karakter utama lain adalah Tiny Tim. Penampilan fisik nya adalah seorang anak kecil yang berjalan dengan tongkat. Dia memiliki kepribadian yang baik, dia selalu senang meskipun dia hidup dalam kemiskinan. Sementara itu, status sosialnya yang berpendidikan rendah ia dapat membuat orang lain menjadi orang yang baik. Selain itu, ia memiliki hubungan yang baik dengan orang-orang di sekelilingnya. Dalam makhluk sosial, setiap orang hidup bersosialisasi , ada banyak perbedaan atau karakteristik atau antar individu. Jadi, seseorang harus menyadari bahwa karakteristik ini dapat mempengaruhi hubungan sosial. Semuaorang mungkin tidak melihat atau menghakimi orang lain di sekitar kita dengan penampilan fisik tapi seseorang harus mempertimbangkan tentang kepribadian mereka pribadi. Memang benar semua orang tidak bisa hidup tanpa hubungan sosial. Semua orang harus menyadari bahwa nasib kita di tentukan oleh Allah SWT. Semua orang memiliki berbedaan , karena orang yang mencintai sesuatu akan ada rasa benci di lain waktu

    Menu Populer Hindia Belanda (1901-1942): Kajian Pengaruh Budaya Eropa terhadap Kuliner Indonesia

    No full text
    Abstrak: Kekayaan kuliner Indonesia tidak lepas dari pengaruh bangsa asing seperti Eropa. Keadaan sosial-budaya masyarakat Indonesia dalam kurun waktu 1901-1942 merupakan gambaran nyata yang dapat menunjukkan adanya proses akulturasi tersebut. Proses hegemoni budaya Eropa dapat dilihat melalui pengenalan berbagai bahan pangan, peralatan memasak, dan juga instansi-instansi pemerintah seperti sekolah rumah tangga yang banyak menawarkan standar Eropa. Perkedel (frikedelen), semur (smoor), dan aneka minuman dingin (es) merupakan beberapa contoh makanan yang mendapat sentuhan dari budaya Eropa.Kata-kata kunci: kuliner, budaya, IndonesiaAbstract: the rich of Indonesian culinary is related with the influence of foreigners like European society. The socio-cultural condition of Indonesian society in the period of 1901-1942 showed that there was an acculturation. The process of European cultural hegemony could be seen by the introduction of  foodstuffs and cooking utensils, and the governmental institutions such as the school of household which was offering European standard. Perkedel, semur, and many kinds of ice are some examples that were affected by the touch of European culture.Keywords: culinary, culture, Indonesi

    PENYELESAIAN KASUS KELALAIAN OLEH TENAGA MEDIS SECARA RESTORATIVE JUSTICE DALAM TINJAUAN HUKUM PIDANA ISLAM (STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG)

    No full text
    ABSTRAK Pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor penentu derajat kesehatan masyarakat selain perilaku, keturunan, dan lingkungan. Pada kenyataannya bahwa praktik tenaga medis ini sering kali tidak sesuai dengan standar operasional prosedur yang ditetapkan sehingga berujung kelalaian oleh tenaga medis. Kelalaian tenaga medis ini sering dikaitkan pada faktor wewenang atau tanpa kompetensi, dapat diterima dari sudut hukum administrasi tenaga medis. Dari inilah, penulis memandang perlu diadakan penelitian dengan tema “Penyelesaian Kasus Kelalaian Oleh Tenaga Medis Secara Restorative Justice Dalam Tinjauan Hukum Pidana Islam (Studi Kasus Di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang)”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah pertama, bagaimana faktor yang melatar belakangi penyeselesaian kasus kelalaian oleh tenaga medis secara restorative justice. Kedua, Bagaimana tinjauan hukum pidana Islam terhadap penyeselesaian kasus kelalaian tenaga medis dalam pemeriksaan pasien usia 8 bulan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah field research (lapangan), yang dimana bersumber dari informan di lapangan dan diolah dalam bentuk wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pertama, kasus seorang perawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang, yang lalai akan tugasnya dan mengakibatkan kecerobohan dalam menjalankan tugasnya yakni dengan tidak sengaja memotong jari korban pasien berusia 8 bulan. Pihak tersangka, sempat dilaporkan oleh pihak keluarga ke Polrestabes Palembang dan tersangka melanggar Pasal 360 KUHP. Namun, pada akhirnya terjadi kesepakatan antara pihak tersangka dan pihak keluarga dengan melakukan upaya damai atau restorative justice. Kedua, tinjauan hukum pidana Islam terhadap kasus kelalaian medis di Rumah Sakit Muhammadiyah palembang ialah Al-Islah (perdamaian). Kata Kunci: Kelalaian, Medis, Restorative Justic

    Analisis sistem pengeluaran kas pihak ketiga dan implementasi ketentuan umum verifikasi di Divisi Akuntansi & Keuangan PT Industri Kereta Api (Persero)

    No full text
    Sistem pengeluaran kas adalah salah satu sistem akuntansi yang penting untuk perusahaan karena berkaitan dengan pengelolaan dana perusahaan. sistem pengeluaran kas harus dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku secara umum dan ketentuan-ketentuan yang yang ditetapkan oleh perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sistem pengeluaran kas di Divisi Keuangan dan Akuntansi, Departemen Perencanaan dan Pengendalian Keuangan dalam bidang Verifikasi termasuk langkah-langkah dan aliran dokumen yang terkait serta menggambarkan praktik yang telah diterapkan dalam ketentuan umum Verifikasi khususnya untuk pengeluaran kas pihak ketiga. Analisis menggunakan metode kualitatif deskriptif. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Data primer didapatkan secara langsung dengan melakukan wawancara dan observasi. Data sekunder didapat dari dokumen maupun web INKA resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengeluaran kas pada PT INKA sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan baik secara teori maupun ketentuan yang ada pada PT INKA. Proses pengeluaran kas PT INKA (Persero) dilakukan secara manual maupun menggunakan teknologi informasi

    HUBUNGAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 6-24 BULAN Di Desa Prajegan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo

    No full text
    Perilaku ibu dalam pemberian makanan pendamping air susu ibu, baik dari segi ketepatan waktu, jenis makanan, maupun jumlah makanan ditentukan oleh pengetahuan ibu terhadap makanan pendamping air susu ibu. Makanan pendamping air susu ibu yang salah akan mengakibatkan masalah gizi terutama gangguan kesehatan tumbuh kembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku ibu dalam pemberian makanan pendamping air susu ibu dengan status gizi anak usia 6-24 bulan. Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel 58 responden. Sampling penelitian menggunakan Purpossive sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan perhitungan menggunakan uji korelasi Chi-square dengan menggunakan SPSS 17.0 kesalahan α 0,05. Hasil penelitian variabel perilaku ibu diinterpretasikan sebagian besar 34 responden (100,0%) berperilaku positif, dan hampir setengahnya 24 responden (100,0%) berperilaku negatif. Pada status gizi anak usia 6-24 bulan diinterpretasikan sebagian besar 39 responden (100,0%) status gizi kategori normal, dan hampir setengahnya 19 responden (100,0%) status gizi kategori tidak normal. Berdasarkan perhitungan uji statistik Chi-square SPSS menunjukkan p value (0,000< 0,05) artinya Ho ditolak dan Ha diterima, jadi dapat disimpulkan ada hubungan perilaku ibu dalam pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi anak usia 6-24 bulan Di Desa Prajegan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Hasil penelitian disimpulkan hampir setengahnya perilaku ibu negatif, dan status gizi anak tidak normal maka peneliti menyarankan pada peneliti selanjutnya meneliti tentang pengaruh pendidikan kesehatan leaflet dengan pengetahuan tentang prinsip pemberian makanan pendamping air susu ibu. Kata kunci: perilaku, ibu, makanan pendamping air susu ibu, status giziegan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorog

    PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN IBU TERHADAP KETEPATAN PEMILIHAN OBAT DEMAM BALITA DI KECAMATAN JUWIRING KABUPATEN KLATEN

    No full text
    Demam adalah keluhan pada anak yang paling sering dijumpai, sekitar 10-30% dari semua keluhan yang ditemukan pada instalasi gawat darurat di rumah sakit atau dalam praktek dokter sehari-hari. Pengobatan sendiri pada anak demam perlu diperhatikan karena anak terutama usia balita adalah usia yang paling rawan dalam pertumbuhan. Demam biasanya diobati sendiri sebelum dibawa ke dokter. Pengobatan sendiri dapat dipengaruhi beberapa faktor salah satunya pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan ibu terhadap ketepatan pemilihan obat demam balita di wilayah Kecamatan Juwiring kabupaten Klaten. Penelitian dilakukan secara observasional dengan pendekatan cross sectional. Respondennya adalah ibu-ibu yang mempunyai anak balita, bertempat tinggal di wilayah Juwiring, Klaten dan berpendidikan serta bekerja di bidang non-kesehatan. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan yaitu tehnik purposive sampling. Setiap tingkat pendidikan diambil dalam jumlah yang sama atau proporsional sehingga setiap tingkat pendidikan diwakili dengan jumlah yang sebanding. Tingkat pendidikan Ibu dan ketepatan pemilihan obatnya dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan ibu tidak berpengaruh terhadap ketepatan pemilihan obat demam balita di wilayah Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten (p = 0,244)

    Pemenuhan Kebutuhan Psikologi Remaja pada Tokoh Hayasaka Yukari dalam Film Paradise Kiss Karya Sutradara Takehiko Shinjo

    No full text
    Kata Kunci : Paradise Kiss, Pemenuhan Kebutuhan Psikologi Remaja, RemajaPenelitian ini menggunakan film Paradise Kiss yang menceritakan kisah seorang remaja putri SMA yang mengalami kegelisahan untuk menemukan jalan dan tujuan hidupnya sehingga menimbulkan perasaan tidak aman dalam dirinya. Untuk mencari rasa aman, Yukari terlebih dahulu harus memenuhi kebutuhan psikologi remajanya. Kebutuhan psikologi adalah segala sesuatu yang dapat memberikan perasaan bahagia dan sejahtera dalam hidup. Rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana pemenuhan kebutuhan psikologi remaja yang dilakukan oleh tokoh Hayasaka Yukari dalam film Paradise Kiss karya sutradara Takehiko Shinjo.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Teori yang digunakan adalah teori psikologi sastra yang diungkapkan oleh Ratna (2004). Psikologi sastra adalah suatu pendekatan yang berkaitan dengan unsur-unsur kejiwaan tokoh-tokoh fiksional yang terkandung dalam karya sastra. Penulis juga menggunakan teori mise en scene sebagai teori pendukung dalam penelitian ini guna menganalisis film lebih dalam.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Yukari telah memenuhi semua kebutuhan psikologi remaja, yaitu kebutuhan akan kasih sayang, kebutuhan akan keikutsertaan dan diterima dalam kelompok, kebutuhan untuk mandiri, kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan akan pengakuan dari orang lain, kebutuhan untuk dihargai, dan kebutuhan memperoleh falsafah hidup yang utuh. Ada 2 faktor yang mempengaruhi Yukari dalam memenuhi kebutuhan psikologinya yaitu faktor internal dan lingkungan

    Pre-Election Campaign of 1955: Between PNI, Masyumi, Nahdatul Ulama, and PKI and the Post-Election Impact of 1955

    No full text
    Demokrasi dipandang sebagai sistem politik dan tata cara pengaturan kehidupan dalam masyarakat khususnya di negara Indonesia. Dengan adanya demokrasi, hal tersebut erat kaitannya dengan proses pemilihan umum atau pemilu. Sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia, terhitung sebanyak delapan kali diadakannya pemilu. Pemilu pertama kali berlangsung sejak tahun 1955 yang menghasilkan badan konstituante dan DPR. Pemilu tahun 1955 diikuti oleh banyak partai dan menjadi salah satu dari peristiwa besar setelah kemerdekaan Indonesia. Dalam tulisan ini, penulis ingin membahas mengenai kampanye pra pemilu 1955 yang terjadi di Indonesia. Permasalahan utama yang diangkat dalam penulis ini adalah Bagaimana kampanye dan pertarungan politik menjelang pemilu 1955 sekaligus dampak pasca pemilu 1955. Dalam konteks ini, penulis menggunakan metode penulisan sejarah antara lain pengumpulan sumber, verifikasi sumber, interpretasi, dan penulisan sejarah. Hasil dari penulisan menunjukkan bahwa kampanye dan pertarungan politik yang dilakukan oleh partai PNI, Masyumi, Nahdatul Ulama, dan PKI memiliki ideologi, cara maupun metodenya masing-masing dalam memperoleh suara sebanyak-banyaknya. Sayangnya, pasca pemilu 1955 banyak terjadi gejolak sosial-politik, termasuk pertentangan antar berbagai komponen dan kaum elit, yang kemudian mencapai titik puncak pada Dekrit Presiden 5 Juli 1959, dimana Presiden Soekarno menggantikan masa demokrasi liberal menjadi demokrasi terpimpin.Democracy is seen as a political system and procedures for organizing life in society, especially in Indonesia. With democracy, this is closely related to the general election or election process. Since the proclamation of Indonesian independence, elections have been held eight times. The first elections took place in 1955 which resulted in a constituent body and the DPR. The 1955 election was participated by many parties and became one of the major events after Indonesian independence. In this article, the author wants to discuss the 1955 pre-election campaign that took place in Indonesia. The main problem raised by this author is the campaign and political battles leading up to the 1955 election as well as the impact after the 1955 election. In this context, the author uses historical writing methods, including collecting sources, verifying sources, interpreting and writing history. The results of the writing show that the campaigns and political battles carried out by the PNI, Masyumi, Nahdatul Ulama and PKI parties have their own ideologies, methods and methods for obtaining as many votes as possible. Unfortunately, after the 1955 election there was a lot of socio-political turmoil, including conflict between various components and elites, which then reached its peak in the Presidential Decree of July 5 1959, where President Soekarno replaced the era of liberal democracy with guided democracy

    Hellmayr's pipit in Córdoba, Argentina Province

    No full text
    The presence of <i>Anthus hellmayri</i> is confirmed for the Sierras of Cordoba province, based on specimens, sightings and sound recordings by the author and others. Sonograms of this species and <i>A.jurcatus</i> are given for comparison, as both speeies are sympatric in the area of observations and can be confused
    corecore