10 research outputs found
Karya musik ”The Title Of Journey” merupakan karya musik yang diciptakan padabulan Maret tahun 2012. Karya ini terilhami oleh kejadian kecelakaan lalu lintas yangmenimpa komposer pada bulan Agustus 2011. Komposer tertarik untuk menuangkan gagasanatas kejadian yang menimpanya beberapa bulan lalu ke dalam sebuah karya musikdikarenakan menurut komposer saat itu merupakan masa-masa tersulit dalam kehidupan.Masa-masa itu tentu tidak hanya komposer saja yang mengalami namun beberapa orang jugapernah mengalaminya. Komposer memberi judul karyanya dengan “The Title Of Journey”yang berarti judul dari sebuah perjalanan. Maksud dari judul komposisi ini adalah gambarandari jalan hidup yang ditempuh setiap manusia yang tidak selalu mudah dan mulus-mulussaja, namun pasti ada halangan dan rintangan yang menghadang kapan saja, seperti halnyayang dialami komposer. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk musik dan Isi darikarya musik “The Title Of Journey”. Karya musik ini terdiri dari 130 bar dengan 3 bagianpokok yakni bagian A, B dan C dengan menggunakan tangga nada G, A, Ab, dan C. Komposermenggambarkan kegundahan dan kesedihan hatinya menggunakan nada-nada minor, baikminor asli, melodis dan harmonis, serta menggambarkan semangatnya untuk bangkit dariketerpurukan yang menimpanya menggunakan ritmis-ritmis bergejolak dan nada-nadamayor dari alat musik terompet dan saxophone.Kata Kunci: Kecelakaan, bentuk dan makna musik, “The Title Of Journey”
Tari Kreasi Anak Balap Kadhu’ Sebagai Ungkapan Kreativitas di Sanggar Tarara Kabupaten Bangkalan di Masa pandemi Covid-19
Datangnya virus Covid-19 membuat aktivitas bermain dan berkesenian anak diluar rumah dibatasi karena penularan yang cukup masif. Menanggulangi hal tersebut beberapa sanggar tari di Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang dan Kabupaten Pamekasan Pulau Madura yang juga terkena imbas pandemi Covid-19 mencoba untuk terus eksis dalam aktivitas pembelajaran tari anak. Salah satunya adalah sanggar Tarara yang menaungi pembelajaran tari, musik, teater dan properti panggung di Kabupaten Bangkalan. Sanggar ini dikelola oleh Bapak Soedarsono yang merupakan praktisi dibidang seni. Salah satu tari yang digarap pada masa pandemi adalah tari Balap Kadhu’ yang artinya balap karung. Tari ini menggambarkan keceriaan anak-anak dalam mengikuti lomba balap karung dan sebagai relaksasi setelah vakum dari menari dimasa pandemi. Tari Balap Kadhu’ diciptakan oleh Amira dengan ide awal tahun 2018 dengan dilubangi pada bagian wajah. Pembelajaran seni tari bagi anak usia dini sangat penting, dengan pembelajaran seni tari anak memiliki efek positif. Menerapkan kegiatan menari pada anak akan lebih mudah termotivasi untuk konten pembelajaran dan pengenalan yang berbeda. Kegiatan tari ini juga membangun hubungan sosial di antara anak-anak, dan juga membuat anak-anak merasa menyenangkan. Tari Balap Kadhu’ merupakan salah satu representasi tari kreasi yang mampu menggugah kreativitas anak dalam hal penciptaan dan pembelajaran tarinya. Hal ini dikarenakan eksploarasi ragam gerak, ekspresi maupun penggunaan properti yang sangat banyak dan variatif sehingga tidak membosankan
Peningkatkan Kemampuan Motorik Anak Usia Dini Melalui Pembelajaran Tari Kreasi Madura
Masa anak usia dini merupakan saat yang tepat melatih keterampilan motorik salah satunya melakukan tari kreasi. Tari merupakan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak karena dalam kegiatan anak belajar sambil bermain. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah mendapat data yang diperlukan dilanjutkan dengan menganalisis data yaitu dengan menghubungkan antara masalah dan konsep teori yang relevan. Hasil penelitian ini Tari kreasi Madura dalam pembelajaran di sanggar Tarara Bangkalan terdapat 4 tari kreasi namun dalam penelitian mendapatkan hasil dua tari kreasi yang dianggap berperan yaitu tari balap kadhu’ (40%) dan tari bhuk marliyeh (35%), kedua tari kreasi dianggap berperan dalam meningkatkan motorik berdasarkan indikator kemampuan lokomotor dan non-lokomotor. Dari keseluruhan anak usia dini yang berlatih tari kreasi di sanggar Tarara sudah mencapai standar keberhasilan yang ditentukan dan menunjukkan kemampuan motorik berkembang sesuai harapan
Analisis Materi Berbasis Potensi Lokal di Kabupaten Jombang Pada Kompetensi Dasar Mata Pelajaran IPA SD Kelas IV Kurikulum 2013
Pembelajaran IPA yang diajarkan oleh guru di dalam kelas mengakibatkan siswa bosan dan mengantuk, terlebih ketika pembelajaran IPA yang dipelajari dengan metode yang kurang pas. IPA adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan atau berkaitan dengan fenomena-fenomena alam dan gejala-gejala alam yang sistematis dan tersusun secara teratur dan berlaku secara umum berupa kumpulan hasil observasi dan eksperimen. Untuk itu pengintegrasian pembelajaran dengan lingkungan sekitar dapat membantu mempermudah peserta didik untuk lebih kritis dalam pembelajaran dan penerapannya dilakukan secara langsung. Mengimplementasikan pembelajaran IPA dengan potensi lokal sekitar siswa sangat sesuai, sebab pembelajaran IPA juga memanfaatkan lingkungan baik makhluk hidup maupun benda di sekitar dalam pembelajarannya. Tujuan dari penelitian ini agar dapat mengetahui apa saja potensi lokal Kabupaten Jombang yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran IPA SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa teknik analisis dokumen. Hasil dari penelitian ini yakni terdapat beberapa potensi lokal Jombang yang dapat diintegrasikan pada muatan IPA SD yakni Jaranan Dor, Air Terjun Tretes, Taman Kohati, Kentrung Jatimenok, dan Tari Remo
PEMBELAJARAN VOKAL UNTUK ANAK USIA DINI DENGAN TEKNIK “CONFUSY”.
Pembelajaran vocal merupakan pembelajaran yang sangat penting untuk diterapkan atau diajarkan kepada anak usia dini. Karena pada anak usia dini memiliki ketertarikan dengan nyanyian – nyayian. Selain melatih kemampuan vocal , anak juga dilatih untuk berani dan bertanggung jawab melalui pembelajaran vocal. Untuk mempermudah dan menarik dalam proses pembelajarannya peneliti membuat Teknik pembelajaran “ Confusy” singkatan dari Confortable, Fun, and Easy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu suatu proses penelitian dan pemahaman berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pendekatan secara kualitatif di sini merujuk pada pembelajaran vocal di dalam kelas dengan menggunakan siklus pembelajaran yang di dalamnya menggunakan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Keefektifan pembelajaran pembelajaran vocal dengan menggunakan Teknik confusy sudah sangat berhasil. Respon peserta didik terhadap pembelajaran vocal dengan menggunakan Teknik confusy berdasarkan hasil tes skala kecil dan skala besar dengan tingkat keberhasilan 94,5% dan juga kemajuan peserta didik dalam pembelajaran vocal sangat baik, ketertarikan peserta didik menjadi meningkat dan lebih semangat lagi dalam mengikuti pembelajaran vocal
Studi Analisis Kebutuhan Stimulasi Kemampuan Motorik Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan stimulasi kemampuan motorik anak usia dini yang diperlukan bagi anak pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Bangkalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik pengumpulan data awal, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan utama mengungkapkan bahwa penelitian tentang analisis kebutuhan kemampuan stimulasi motorik anak usia dini di kabupaten Bangkalan menunjukkan adanya tingkat variasi kebutuhan antar anak. Hasil kemampuan tersebut menunjukan hasil yang baik, selain itu faktor pendukung diantaranya fasilitas, kondisi fisik, program motorik dan pembelajaran yang diberikan oleh pendidik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pentingnya memberikan pemenuhan kebutuhan yang sesuai untuk menstimulasi kemampuan motorik anak melalui pemberian stimulasi dan ketersediaan fasilitas yang memadai serta memberikan layanan pembelajaran yang tepat untuk mendukung ketercapaian perkembangan motorik anak usia dini.
Kata kunci: Analisis kebutuhan, Stimulasi, Motorik, Anak Usia Din
Children Song Of Madura sebagai Media Promosi Pariwisata Madura
Madurese language songs have to be one of the promotional media tourism that needs to be developed with a purpose cultivate and advance Indonesian tourism with love of Indonesian folk songs . This era is a folk song especially regional song speak Madura is less popular to listen to or less common _ heard by the public . Introduction language and values - mark typical area can be channeled or depicted in lyrics , music or background from song. Introduction Language area And values wisdom need introduced since early , that is songs are played to children during school activities. Introduction in children especially child level _ early recognized _ through method sing . Sing is Wrong One method learning Which can used for support education character for older children early . Through the concept of making books and albums for children's songs in Madurese circles especially old children early can access songs anytime and anywhere course without limitation . Therefore this research seeks to do innovation which can be preserved culture wisdom local , preserve existence of children's songs, promote sector tourist Madura through study development model ADDIE. In the process of development and field trials carried out at RA Attahariyah Modung and TKM NU by getting mean values of 35, 36 and 38 indicate that this product managed to improve knowledge around tourism in Bangkalan , capabilities sing as well as ability Madurese language
MEMBANGUN KARAKTER DISIPLIN ANAK MELALUI KEGIATAN DRUMBAND DI TK KARTIKA BANGKALAN: BUILDING CHILDREN’S DISCIPLINE CHARACTER THROUGH DRUM BAND ACTIVITIES AT KARTIKA KINDERGARTEN, BANGKALAN
Building character must begin at an early age. For the future of a nation that respects moral principles. This character develops called discipline. Learning disciplined character can be implemented by playing music, especially in a drum band. Children can learn many kinds of discipline habits through drum band. Kids arrive on time. Waiting for moment to play the music. Follow the guidelines and reorganise the drum band's instruments. And play musical instruments while you march. This research uses descriptive qualitative research. Using data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. Data analysis takes the form of data reduction, data presentation, and data verification. Based on the research results, drum band activities have helped kids build their disciplined character. When kids participate in drumband activities for the first time, this is unmistakable. Children develop their discipline via consistent practice and guidance from the coach or teacher. Time discipline and action discipline are two indications that demonstrate this. The goal of TK Kartika Bangkalan is aligned with the discipline of the kids participating in drum band activities. As a result, the TK Kartika Bangkalan drumband won the PDBI Bangkalan Drumband Championship, the East Java Students Marching Competition, and the STAIDHI Open Tournament.
Penerapan Lagu Pantai Siring Kemuning untuk Meningkatkan Kosakata Bahasa Madura Pada Kelompok A Tk Ykk 1 Bangkalan
Bahasa merupakan alat terpenting yang diandalkan seseorang dalam kehidupan sehari-hari, serta ketika berhadapan dan berinteraksi satu sama lain. Faktor yang diperlukan untuk menerima rangsangan bagi anak usia dini agar dapat berkembang secara optimal adalah perkembangan kosakata. Kondisi di lapangan, kosakata bahasa cenderung menurun. Tidak terkecuali dengan Bahasa lokal yaitu bahasa Madura. Lagu ataupun nyanyian merupakan suatu hal yang berkaitan dengan dunia anak dan hampir semua orang mampu bernyanyi sehingga hal ini dapat menjadi salah satu cara untuk memperkaya penguasaan kosakata anak usia dini. Dalam penelitian ini lagu untuk diterapkan kepada anak adalah lagu Pantai Siring Kemuning yang memiliki dua bahasa dalam liriknya, yaitu bahasa Indonesia dan Madura. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kosakata bahasa Madura pada kelompok A di TK YKK 1 Bangkalan melalui penerapan lagu Pantai Siring Kemuning. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data ini adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penerapan dan pengenalan lagu Pantai Siring Kemuning pada kelompok A di TK YKK 1 Bangkalan, diperoleh kosakata bahasa anak baik bahasa Indonesia dan bahasa Madura bertambah, perbendahraan kata anak pula meningkat setelah diterapkan lagu Pantai Siring Kemuning dengan baik, selain itu dapat memperkenalkan kearifan lokal wisata kepada anak-anak. Kosakata bahasa pada anak sangatlah penting dan tidak boleh dihilangkan, baik bahasa Indonesia dan bahasa daerah menjadi kearifan lokal negara dan daerah kita
Physicochemical and sensory properties of cookies with cricket powder as an alternative snack to prevents iron deficiency anemia and chronic energy deficiency
Cricket contains high protein content, making them a valuable resource for enhancing nutritional properties of cookies for prevents Iron Deficiency Anemia (IDA) and Chronic Energy Deficiency (CED) in female adolescents. This study evaluates the physicochemical properties and acceptability of cookies enriched with cricket powder. An experimental study with five treatments was conducted: F0 (0 %), F1 (5 %), F2 (10 %), F3 (15 %), and F4 (20 %). Texture was determined using a texture analyzer and color was assessed using a chromameter. Chemical attributes, including macronutrients, were determined using thermogravimetric, drying ash, Kjeldahl, Soxhlet, by difference, and gravimetric methods. Micronutrients (Fe, Ca, Zn) were measured using ICP-OES, amino acid profiles were analyzed using the HPLC, and in vitro protein digestibility was assessed using the enzymatic method. One-way ANOVA with Tukey's post hoc test, Kruskal-Wallis, and Mann-Whitney were used for statistical analysis. Adding cricket powder to cookies increased their nutritional content. While it reduced the lightness of the cookies' color, the texture quality remained comparable to commercial products. The F3 formulation was the most liked by panelists, and the best formulation was obtained in F4. In conclusion, adding cricket powder affects the physicochemical properties and consumer acceptance of the cookies, enhancing their nutrient content and protein digestibility
