180 research outputs found

    Asemantic nalysis on kim addonizio's poems based on c.s peirce's theory

    No full text
    ABSTRACT Andri Hermawan, A Semiotic Analysis on Kim Addonizio�s Poems Based on C. S. Peirce�s Theory. Thesis: English Letters Department, Letters and Humanities Faculty, State Islamic University (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2010. The objectives of this study are to find out the use of symbol in the Kim Addonizio�s poem. This study applied library research and the compiled data were analyzed through descriptive analysis method. This method tried to describe, explain, and analyze the using of symbol using semiotic theory by Charles Sanders Pierce. The unit of analysis of this research was the three of Kim Addonizio�s poems. They were chosen because they were containing of symbols. For the semiotic analysis, the writer marked the data by choosing literary works that were containing of symbols; all literary work were the three of Kim Addonizio�s poem; reading the literary work intensely, and classifying the data that were containing symbol; categorizing that symbol, so that could be understood each other; in categorizing all data, the writer put them in the table by synchronizing each symbol with each poem; interpreting the meaning of that symbol. After analyzing the symbol, it could be concluded that each poem contain of different symbol with different meaning and function. And these differences had given the different ideas. From the semiotic analysis of the three poems, Verities, First Poem For You, and What Do Women Want, mostly, Kim Addonizio would like to convey the ideas about sadness, love, sexuality, freedom, and equal right

    PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN CITRA KOPERASI TERHADAP LOYALITAS ANGGOTA DI KOPERASI PEGAWAI KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA

    Full text link
    Andri Hermawan, Influence of service quality and image of cooperative to member loyalty in employee cooperative Ministry of State Secretariat of Republic Indonesia. This study aims to determine how much influence the quality of service and image of the cooperative on the loyalty of members and how much influence direct and indirect service quality and image of cooperatives to loyalty members. The sample in this study is a member of the cooperative employees of the Ministry of State Secretariat of the Republic of Indonesia amounting 96 people using Slovin techniques. Technically variable data collection using questionnaire method with Lingkert scale. Prior to the use of questionnaires tested by taking samples of 30 members of the cooperative. Quantitative analysis includes validity and reliability test, path analysis, hypothesis testing through t test and F test and coefficient of determination (R2) data processing done by using SPSS for Windows 2.0. Based on the results of the research data obtained using t test showed that both independent variables (service quality and cooperative image) studied proved to significantly influence partially to dependent variable of member loyalty. Simultaneously variable quality of service and image of cooperative have significant influence to member loyalty, this matter proved by value of F that is equal to 48,961 with significance level 0,000 < 0,05. While Adjusted R Square (R2) of 0,513 means the percentage of contribution of independent variable (service quality and cooperative image) to the dependent variable (member loyalty) of 51.3%. While the remaining 48.7% influenced or explained by other variables that are not included in this research model. Keywords: Service Quality, Cooperative Image, Member Loyalt

    Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Web Mata Pelajaran Komunikasi Data Kelas XI Program Keahlian Teknisi Komputer dan Jaringan SMK Negeri 1 Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK   Andri Hermawan. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Web Mata Pelajaran Komunikasi Data Kelas XI Program Keahlian Teknisi Komputer dan Jaringan  SMK Negeri 1 Pasuruan. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.   Kata kunci : pengembangan, media pembelajaran, komunikasi data Proses Pembelajaran merupakan kegiatan pokok sekolah yang di dalamnya terjadi interaksi antara guru dan siswa di dalam kelas. Dalam proses pembejaran guru memiliki tugas untuk mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran dan guru dituntut dapat menyampaikan materi pelajaran dengan baik. Namun penerapan kurikulum 2013 dalam kegiatan belajar mengajar masih tergolong baru. Selain itu media pembelajaran untuk kurikulum 2013 belum tersedia, sehingga perlu adanya media pembelajaran agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik. Dari hasil observasi dan wawancara dengan guru SMK Negeri 1 Pasuruan, media pembelajaran untuk mata pelajaran Komunikasi Data untuk kelas XI belum tersedia. Sehingga tujuan dari pengembangan ini adalah mengembangkan media pembelajaran Komunikasi Data untuk mendukung kegiatan pembelajaran Komunikasi Data. Model pengembangan bahan ajar yang digunakan adalah model pengembangan Arief Sadiman dengan langkah-langkah sebagai berikut : (1) menganalisis kebutuhan, (2) merumuskan tujuan, (3) merumuskan materi, (4) mengembangkan alat pengukur keberhasilan, (5) penulisan naskah media, (6) mengadakan tes dan revisi. Dari hasil validasi yang dilakukan, produk Media Pembelajaran Berbasis Web Mata Pelajaran Komunikasi Data Kelas XI telah memenuhi kriteria valid setelah dilakukan uji coba pada ahli materi dengan persentase 96,0526 %, ahli media dengan persentase 82,1429 %, siswa pada kelompok kecil dengan persentase 81,125 %, dan siswa pada kelompok besar dengan persentase 85,25 %. Hasil ujicoba dari ahli materi, ahli media dan responden, produk media pembelajaran berbasis web ini memperoleh persentasi rata rata 86.1426% dan dinyatakan sangat layak untuk digunakan

    Hubungan Perilaku Keanggotaan Organisasi dengan Komitmen Organisasional pada Karyawan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

    No full text
    Komitmen Organisasional adalah suatu keadaan dimana seseorang karyawan memihak organisasi tertentu serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan status keanggotaan dalam organisasi tersebut. Perilaku Keanggotaan Organisasi merupakan perilaku individu yang ekstra, yang secara tidak langsung dapat dikenali dalam suatu sistem kerja yang formal, dan yang secara agregat mampu meningkatkan efektivitas fungsi organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dari setiap variabel yang penulis teliti dan yang menjadi manfaat dalam penelitian ini adalah untuk memperluas pengetahuan penulis tentang sumber daya manusia, khususnya tentang perilaku keanggotaan organisasi dan komitmen organisasional pada karyawan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan dan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah asumsi klasik, regresi linier sederhana, uji t. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara bersama - sama Perilaku Keanggotaan Organisasi (X) memiliki hubungan yang signifikan dengan Komitmen Organisasional (Y)

    CULTURAL VALUES STRUGGLE IN “PERJUMPAAN MALAM” SHORT STORY BY H. USMAN HERMAWAN, M. PD.

    Full text link
    Cultural transition is a necessity. The form of the transition can be seen as social practice, one of it through narrative discourse. Narrative discourse is the result of active interaction between objective social classes with linguistic habitus by social agent. In the context of social practice, narrative discourse and “interest” is inseparable. When an author describe a concept, the author do not simply choose the word but, consciously or not, the author select the dictions with assumptions, values, and ideology that was attached in the word. The purpose of these study are to get an objective description of doxa, the arena of cultural values struggle, and habitual practice in “Perjumpaan Malam” short story. The method used in these study is the qualitative method through critical discourse analysis approach. The data resource is the text of “Perjumpaan Malam” short story by H. Usman Hermawan, M.Pd. published in Horison Online on February 4th2014. The data collection done by intensive reading method, while data analysis done by social function paradigm. The result of the study are as follows. The doxa in “Perjumpaan Malam” short story is the necessity of globalization. However, the society need to preserve the local values because globalization does not always correspond with Indonesian culture. The arena of cultural values struggle are the global, local, religion, and gender equality arena. The habitual practice was done by punishing people who violate local values, punishing people who violate religious values, as well as lifting the values of gender equality.Keywords: Culture Values, Struggle, Short Stor

    PERANAN GURU PPKn DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA DI SMP N 3 BANTUL

    Full text link
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) peranan guru Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa; 2) apa saja hambatan yang dihadapi guru Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa; dan 3) upaya yang dilakukan guru Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan dalam mengatasi hambatan meningkatkan keterampilan sosial siswa.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMP N 3 Bantul. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Analisis data dengan analisis deskriptif kualitatif yang mencakup reduksi data, display data, dan pengambilan kesimpulan.Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) peranan guru PPKn dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa di SMP N 3 Bantul, meliputi: pertama, guru membuat RPP dengan memasukkan materi-materi yang berkaitan dengan keterampilan sosial, kedua, guru  melaksanakan pembelajaran yang mendukung peningkatan keterampilan sosial siswa seperti penggunaan metode pembelajaran agar siswa aktif , ketiga, guru melakukan penilaian dari segi kognitif maupun keterampilan sosial siswa; 2), kendala-kendala yang dihadapi guru PPKn dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa meliputi; pertama, kurikulum 2013 tidak mengatur spesifik tentang keterampilan sosial, kedua, strategi dan media pembelajaran yang dikuasai guru masih terbatas, ketiga, adanya siswa-siswa nakal yang bergerombol didalam kelas yang membuat pembelajaran menjadi tidak kondusif; 3) upaya untuk mengatasi hambatan antara lain; pertama guru sering sharing dengan guru PPKn lain mengenai kurikulum 2013, kedua, mengembangkan strategi dan media pembelajaran yang menyenangkan dapat berupa simulasi dan permainan, ketiga, berkomunikasi dengan guru BK lebih intens untuk mengatasi siswa yang nakal.Kata kunci : Peranan Guru PPKn, Keterampilan sosial, sisw

    “MANAJEMEN KELAS PADA PEMBELAJARAN AL-QUR’AN HADITS DI MA SABILUL ULUM MAYONG LOR MAYONG JEPARA”.

    No full text
    Tujuan penelitian ini yaitu (1) mengetahui proses pelaksanaan manajemen kelas pada pembelajaran Al-Qur’an Hadits di MA Sabilul Ulum Mayong Jepara (2) Untuk mengetahui faktor yang mendukung dan menghambat dalam proses pelaksanaan manajemen kelas pada pembelajaran Al-Qur’an Hadits di MA Sabilul Ulum Mayong Jepara. Penelitian ini menggunakan jenis field research dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh dengan cara observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis datanya dengan cara reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer, meliputi wawancara dengan kepala madrasah, waka kurikulum, guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadits, siswa kelas XI IPA dan observasi lokasi penelitian dan kegiatan belajar mengajar di kelas XI IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan manajemen kelas pada pembelajaran Al-Qur’an Hadits di MA Sabilul Ulum Mayong Jepara sudah dikatakan baik, mengingat kelas yang menjadi fokus termasuk kelas favorit. Manajemen kelas yang dilaksanakan mampu membuat proses pembelajaran terara dan terkonsep dengan rapi, di samping itu manajemen kelas juga menjadikan pembelajaran lebih berkualitas serta mampu meningkatkan keprofesionalan seorang guru, karena dituntut supaya mampu mengefektifkan suatu pembelajaran. Faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan manajemen kelas pada pembelajaran Al-Qur’an Hadits di MA Sabilul Ulum Mayong Jepara, faktor yang mendukung diantaranya ruangan tempat belajar, pengaturan suhu, vetilasi dan penerangan, pengaturan penyimpanan barang-barang, siswa dan guru. Sedangkan faktor yang menghambat diantaranya pengaturan tempat duduk dan kondisi organisasional (faktor internal siswa dan faktor eksternal siswa)

    Dokumen Identitas Pelaut Sebagai Wujud Perlindungan Hukum Tenaga Kerja Abk (Anak Buah Kapal) Indonesia Di Kapal Perikanan Berbendera Asing

    Full text link
    Perlindungan hukum bagi tenaga kerja Indonesia selama ini diatur di dalam Undang-Undang No.39 Tahun 2004 Tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri. Wujud perlindungan hukum bagi TKI di luar negeri dalam bentuk identitas diri adalah Kartu Tanda Kerja Luar Negeri. Tenaga Kerja Indonesia wajib memiliki KTKLN, walaupun beberapa kasus seperti perbudakan, perdagangan manusia padahal TKI sudah memiliki KTKLN, tapi tidak dapat merasakan manfaatnya karena KTKLN tidak diakui di luar negeri dimana TKI tersebut bekerja. Khusus bagi TKI yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK), Pemerintah Indonesia sudah meratifikasi Konvensi ILO No.185 Tahun 2005 Tentang Konvensi Perubahan Dokumen Identitas Pelaut 1958 didalam Undang-Undang No.1 Tahun 2008 tentang Konvensi Perubahan Dokumen Identitas Pelaut 1958 dalam hal ini TKI ABK mempunyai identitas Perlindungan khusus yaitu Dokumen Identitas Pelaut. Selain diakui oleh dunia internasional, dokumen identitas pelaut memberikan cuti, transfer kapal, dan transit bagi TKI ABK yang bekerja di kapal perikanan berbendera asing. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis merumuskan 2 (dua) rumusan masalah, yaitu : (1) Bagaimana Bentuk Perlindungan Hukum bagi Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal di kapal berbendera asing yang selama ini di berlakukan ? (2) Apakah Dokumen Identitas Pelaut dapat dijadikan sebagai altenatif perlindungan hukum Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja sebagai anak buah kapal di kapal perikanan berbendera asing ? Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Lalu Dalam penelitian ini, Penulis menggunakan teknik analisis berupa interpretasi sistematis dengan melihat hubungan peraturan perundang-undangan yang satu dengan yang lain saling berkaitan Pada bab pembahasan penulis membahas bentuk perlindungan hukum bagi TKI sebagai ABK di kapal perikanan berbendera asing, nyatanya bentuk perlindungan hukum bagi TKI sebagai ABK di kapal berbendera asing masih lemah dalam sisi perlindungan hukum. Peraturan Nasional yang selama ini diberlakukan karena peraturan yang saat ini berlaku masih secara umum memberikan perlindungan bagi TKI, tapi tidak secara khusus bagi TKI yang bekerja sebagai ABK di kapal perikanan berbendera asing. Maka melalui skripsi ini penulis mengusulkan agar dokumen indentitas pelaut sebagai wujud perlindungan hukum bagi TKI yang bekerja sebagai ABK di kapal perikanan berbendera asing karena Dokumen karena diakui oleh dunia Internasioan

    PERSENTASE CEDERA OLAHRAGA PADA ATLET SEPAK BOLA USIA DI BAWAH USIA 12 TAHUN DALAM KOMPETISI SEPAK BOLA ANTAR SSB TINGKAT NASIONAL

    Full text link
    Permainan sepak bola tidak terlepas dari cedera yang dapat terjadi pada saat latihan maupun pertandingan. Cedera olahraga sepak bola dapat disebabkan oleh faktor dari dalam (internal violence) dan faktor dari luar (eksternal violence). Penelitian ini bertujuan mengetahui persentase cedera olahraga pada atlet sepak bola usia di bawah 12 tahun dalam kompetisi sepak bola antar SSB tingkat nasional. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet yang bertanding dalam kompetisi sepak bola antar SSB tingkat nasional. Pengambilan sampel secara non probabilitas dengan teknik purposive sampling (sesuai kriteria) dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang atau pemain dari 4 tim yang masuk ke babak semifinal dan final kejuaraan sepak bola antar SSB tingkat Nasional. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan cedera olahraga pada atlet sepak bola usia di bawah 12 tahun paling banyak adalah cedera pergelangan kaki yaitu 19,4%. Cedera olahraga atlet sepak bola dilihat dari umur diketahui paling banyak adalah cedera pergelangan kaki yang terjadi pada atlet usia 11 tahun yaitu sebanyak 9,3%. Faktor penyebab cedera dari faktor internal violence sebagian besar dalam kategori rendah sebesar 71,7% dan dari faktor eksternal violence sebagian besar dalam kategori rendah sebesar 85%
    corecore