473 research outputs found
PENGARUH KEDISIPLINAN, KOMPENSASI DAN MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN PT. SEMESTA MITRA SEJAHTERA MADIUN
ABSTRAK
Oleh : Ghaza Adi Nugroho Ananto
NIM : 17414631
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pengaruh kedisiplinan kerja, kompensasi dan motivasi terhadap produktifitas kerja karyawan PT. Semesta Mitra Sejahtera. Metode dalam penelitian ini merupakan metode penelitian kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji regresi variabel a) variabel disiplin kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produktifitas kerja karyawan di PT. Semesta Mitra Sejahtera Madiun. b). variabel kompensasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produktifitas kerja karyawan di PT. Semesta Mitra Sejahtera Madiun. c). Variabel motivasi kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produktifitas kerja karyawan di PT. Semesta Mitra Sejahtera Madiun, d). simultan variabel disiplin kerja, kompensasi dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap produktifitas kerja karyawan PT. Semesta Mitra Sejahtera Madiun.
Kata Kunci : Kedisiplinan kerja, kompensasi, motivasi,produktifitas kerj
PROSES KREATIF SIDIK NUGROHO DALAM PENULISAN NOVEL TEWASNYA GAGAK HITAM
AbstractThis study aims to describe the implementation is how Sidik Nugroho obtained the source of the idea, through the incubation process, pouring the idea of the novel Tewasnya Gagak Hitam, implementation in the form of text in Indonesian language learning related to Sidik Nugroho's creative process in writing the novel Tewasnya Gagak Hitam. The approach in this research is expressivism with the data collection technique is a documentary study technique. The data collection tool is the researcher as the key instrument assisted by writing instruments and research instruments. The data source of this research is Sidik Nugroho as the author of the novel Tewasnya Gagak Hitam with data in the form of video recordings of the results of the interview with Sidik Nugroho. The technique of testing the validity of the data used triangulation persistence and referential adequacy.The results showed that the creative process data of Sidik Nugroho in the writing of the novel Tewasnya Gagak Hitam were found to be 17 forms consisting of 6 forms of idea sources, 5 forms of incubation processes, and 6 forms of pouring ideas. The implementation plan for learning the results of this research is combined with Indonesian language learning in class X SMA/equivalent level in the 2013 curriculum with KD 3.14 Assessing things that can be imitated from biographical texts KD 4.14 Revealing things that can be imitated from the characters contained in the biographical texts read in writing.Keywords: Learning, Text Reviews, and Writin
TANGUNG JAWAB DOKTER TERHADAP PASIEN GAWAT DARURAT ATAS TINDAKAN MEDIS BERDASARKANIMPLIED CONSENT (STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT PANTI NUGROHO YOGYAKARTA)
Implied consent is consent given by patients to doctors perform medical acts against patient.
Sometimes, this medical treatment could be a malpractice act, if found the acts of negligence
and fault by a doctor to the patient. Look at this situation, doctor should have the responsibility to avoid a possibility would be happened with the medical treatment of implied
consent was given by a doctor.
Based on description above, author was interested to conduct study with title“Responsibilities
of Doctor for Emergency PatientAbove Medical Treatment Based on Implied Consent (Case
Study in Panti Nugroho Hospital)”.Meanwhile, the purpose will be studied in this research to
find out the responsibilitiesof doctor for emergency patient above medical treatment based on
implied consent.The type of this research is empirical legal research. Theapproachusedwithinthisresearchwas data collection and interview. Respondents in this research are doctors from Emergency Room in Panti Nugroho Hospital who given medical
treatment based on implied consent and family or carers from patient in Panti Nugroho Hospital who given consent of medical treatment based on implied consent.Sources in this
research are Head Emergency of Panti Nugroho Hospital and General Doctor of Panti
Nugroho Hospital.
The responsibilities of doctor for emergency patient above medical treatment based on implied consent in Panti Nugroho have been given. Those responsibilities are etic responsibility, profession responsibility, and law responsibilty.Panti Nugroho hospital is also
giving a medical audit, every once a month to evaluated medical service who given doctors to
their patients. Medical audit for instances of negligence and fault by doctor, associated with
medical treatment based on implied consent, the committee medis will be perform data collection from medical records and direct observations about the procedures that have been
performed by a doctor or medical personnel to patients ranging from infusion, blood sampling, up to to other measures that are at high risk. Medical audit can be done at that time, if there are cases that require immediate action
INCREASING REGIONAL COMPETITIVENESS THROUGH ENTREPRENEURSHIP DEVELOPMENT IN ECOTOURISM ACTIVITIES.
Regional competitivesness is originated from an internal forces that produce an
added value. The internal forces is based on technological innovation and
entrepreneurial abilities (Drabenstott, 2006). The innovation is illustrated as a fuel, while
entrepreneurship is the engine. Both are a source of employment, income and welfare.
An entrepreneurial ability of local people on ecotourism activities in the Bromo Tengger
Semeru National Park (BTS NP) has developed naturally (Nugroho, 2006; 2007;
Nugroho and Negara, 2008). The people are often involved in ecotourism development
programs held by the BTS NP. The author’s study (Nugroho, Negara and Purnomowati,
2010) proved that the ecotourism activities were economically viable than the
horticultural farm.
However, these experiences have not fully produced significant benefits in the
development of ecotourism. Characteristic of the ecotourism activities is a cluster (Fodor
and Sitanyi, 2008a, 2008b), which always put the local people in a less advantageous
position. The ecotourism cluster is an ecotourism organization (Prieto, Gilmore and Osiri,
2009) that involve the local people, non-governmental organizations, private actors, the
national parks and government to produce ecotourism entrepreneurship. The result of
research the author (Nugroho, Negara and Nugroho, 2009) shows that the phenomenon
of social entrepreneurship is an important component of conceptual framework of
ecotourism entrepreneurship. This requires all parties to act to be a social entrepreneur
in a framework of ecotourism organization.Iwan Nugroho, Purnawan D. Negara, and Wiwin Purnomowati. 2011. INCREASING REGIONAL COMPETITIVENESS THROUGH ENTREPRENEURSHIP DEVELOPMENT IN ECOTOURISM ACTIVITIES. The 3rd IRSA International Institute. 2011 19-21 July 2011, Padang – West Sumatra Indonesia</div
PRAKTIK LAPANGAN TERBIMBING (PLT)
Pelaksanaan Praktik Lapangan Terbimbing (PLT) merupakan salah satu mata
kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta sebagai
salah satu syarat dalam menyelesaikan gelar sarjana pendidikan, selain tugas akhir
skripsi. Visi dari Praktik Lapangan Terbimbing adalah wadah pembentukan calon
guru atau tenaga kependidikan yang profesional.
Praktik Lapangan Terbimbing (PLT) dilaksanakan di SMP N 3 Magelang,
dengan alamat di Jalan Kalimas, Kedungsari, Magelang Utara .Kegiatan ini dimulai
secara efektif pada tanggal 15 September – 15 November 2017. Praktik Lapangan
Terbimbing adalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan disekolah. Dalam praktik
PLT ini perlu dilakukan persiapan kegiatan pembelajaraan seperti pembuatan RPP,
administrasi pendidik, serta media pembelajaran.Dalam praktik mengajar untuk
mahasiswa program studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, diberi
kesempatan oleh guru pembimbing untuk mengajar kelas VII E, VIII E, VIII F, VIII
G, dan VIII H dengan harapan mahasiswa memiliki pengalaman mengajar masingmasing
kelas yang memiliki karakter yang berbeda, sehingga pengalaman dan
wawasan semakin luas. Pelaksanaan praktik mengajar diambil dari jadwal guru
pembimbing, dengan jadwal dan alokasi waktu jam pelajaran guru mata pelajaran
Penjaskes.Adapun alokasi waktu mengajar mata pelajaran Penjaskes adalah 3 x 40
menit.
Hasil yang diperoleh dari kegiatan PLT ini adalah pengalaman nyata dalam
mengajar, pengalaman dalam menghadapi peserta didik yang mempunyai karakter
yang berbeda-beda, belajar untuk membuat persiapan bahan ajar yang akan
diajarkan, belajar untuk mengatasi hambatan-hambatan yang muncul, saat kegiatan
pembelajaran berlangsung dan menjalin komunikasi yang baik antara semua pihak
yang berkaitan, misalnya dengan Bapak/Ibu guru dan karyawan yang berada di SMP
N 3 Magelang. PLT di SMP N 3 Magelang berjalan dengan baik dan lancar, dan
sebaiknya keberhasilan pelaksanaan PLT dapat ditingkatkan melalui jalinan
komunikasi dan kerjasama antara Universitas Negeri Yogyakarta dan SMP N 3
Magelang
Surealism in Wewe Gombel Drama Script by M.S. Nugroho
Surrealism was initiated in France by Andre Bretton. In Indonesia, this genre then grows and develops rapidly in most of the drama script. The problem that arises over this phenomenon is whether there is a continuity of this genre when it is reduced to the region of Indonesia, because a work is always born on the influence of socio-cultural conditions that encompass it. And the socio-cultural conditions of Indonesia are of course different from the socio-cultural conditions of France. Issues to be examined is in Wewe Gombel play by MS. Nugroho. A manuscript of Wewe Gombel by MS Nugroho is a surrealism. The form of surrealism in this text lies in the following points. First, it uses myth as the source of the story. Second, in its text, there are also events beyond reason which utilize the human subconscious. Third, the storyline in this drama contains events that can still be traced. The storyline was built on the tangle of events that connect between one and another event which forms an integrated plot. Fourth, the forms of surrealism are used by the author as a means to convey satire of the sickening human condition, especially the bad parenting pattern of parents to their children. There are many satires in almost every dialogue of the drama.</jats:p
Penataan ruang pameran Museum BIologi UGM Fakultas BIologi, UGM Yogyakarta
Rumusan masalah yang terdapat dalam penulisan ini adalah sebagi berikut : Apakah penataan unsur-unsur ruang pameran ditinjau dari spasial gerak pengunjung& pereservasi benda-benda koleksi museum serta tata pengkondisian dalam ruang tersebut, memebuhi persyaratan. Yang dimaksud dengan spasial gerak pengunjung adalah keluasaan ruang minimum untuk melakukan suatu aktifitas (pengamatan). Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan spasial gerak pada ruang pameran
Perencanaan dan Perancangan Interior Lobby & Cafe Restaurant Hyatt Aryaduta Hotel & Resort Jakarta
Proyek perancangan interior Hyatt Hotel Jakarta merupakan proyek perancangan dengan bangunan yang sudah ada/berdiri. Hotel ini termasuk hotel berbintang 5 & merupakan salah satu anggota dari The Hyatt International Hotel Chain. Hyatt Aryaduta dapat dimasukkan dalam jenis City Hotel, yaitu akomodasi pusat kota yang bertujuan menampung tamu bertujuan bisnis/dinas.Dengan melihat jenis & lokasi hotel dari hyatt Aryaduta ini, maka perlu kiranya dirancang interior yang dapat menciptakan suasana ruang yang terjalin baik dengan lingkungan sekitarnya, disamping itu juga harus dapat mendukung kegiatan-kegiatan yang berlangsung didalamnya
Rancang Bangun Model Kelembagaan Integrasi Perencanaan Pembangunan Peternakan (Studi Kasus Swasembada Daging Sapi)
Swasembada daging sapi merupakan bagian dari prioritas ketahanan pangan nasional yang dinyatakan pada Peraturan Presiden No.5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014, sedangkan untuk periode pembangunan jangka panjang telah ditetapkan pula Peraturan Presiden No. 32 Tahun 2011, tentang Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025.
Kementerian Pertanian telah menerbitkan Pedoman Umum Swasembada Daging Sapi Tahun 2010 yang menetapkan sasaran swasembada dengan pemenuhan 90% kebutuhan nasional berasal dari sumber sapi lokal Indonesia.
Secara teknis permasalahan yang dihadapi dalam pencapaian swasembada adalah kesenjangan produksi daging domestik dengan konsumsi, pasar sapi lokal rentan pengaruh pasar global, dan produktivitas sapi lokal yang masih rendah. Kesenjangan ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah impor daging sapi sebesar 11,8 ribu ton pada tahun 2004 bertahap naik menjadi 64,1 ribu ton pada tahun 2009. Selain hal tersebut tantangan lainnya adalah pelaksanaan swasembada yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dengan peran dan fungsi, terkait dalam sistem yang saling berinteraksi sebagai komponen sebuah proses, interrelasi dalam menjalankan proses, dan interkoneksi dalam kerangka sistem yang berjalan dinamis sesuai perubahan waktu dan kondisi lingkungannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kebijakan kelembagaan integratif dan dapat memfasilitasi hubungan lintas pelaku pembangunan dalam pencapaian tujuan swasembada. Sintesis dalam pengembangan model kebijakan ini diperlukan keahlian multi disiplin, sehingga digunakan pendekatan system thinking dengan basis pengetahuan dari para pakar sebagai thinking respondents. Pengolahan hasil menggunakan metoda analysis network process (ANP), strategic assumption surfacing and testing (SAST), dan interpretative structural modeling (ISM) yang merupakan perangkat soft system methodology (SSM).
Dengan menggunakan teknik ANP disimpulkan bahwa keberhasilan swasembada daging sapi nasional memerlukan prasyarat utama, yaitu integrasi perencanaan pembangunan sektor pertanian dalam swasembada daging sapi, penataan peran kelembagaan dan koordinasi pelaksanaan program, serta pengembangan kapasitas dan peningkatan sarana prasarana yang menjadi fokus utama pemerintah. Melalui teknik SAST, ditemukenali asumsi pencapaian swasembada daging sapi nasional memerlukan kebijakan tataniaga yang kondusif, keseimbangan supply-demand, dan koordinasi tingkat kebijakan juga merupakan hal yang penting dan besar pengaruhnya.
Penggunaan teknik ISM untuk sembilan elemen sistem, disimpulkan pada tahap perencanaan program swasembada daging sapi nasional, Kementerian PPN/Bappenas bersama Kementerian Keuangan memiliki daya dorong paling tinggi, sedangkan pelaku usaha dan masyarakat peternak adalah pemangku kepentingan yang paling terpengaruh. Kondisi yang menjadi prasyarat dicapainya perencanaan swasembada daging sapi secara terintegrasi, yaitu tataniaga yang kondusif bagi penciptaan nilai tambah industri peternakan, kejelasan kebijakan program sektoral peternakan rakyat, dan ketersediaan anggaran bagi penyelenggaraan pembibitan, pemulia-biakan serta pengembangan wilayah peternakan rakyat. Sedangkan pada tahap pelaksanaan, lembaga yang paling besar peran dan pengaruhnya adalah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, bersama Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan.
Penelitian menghasilkan model dengan pendekatan viable system, menekankan pentingnya peran relational capital dalam hubungan kelembagaan, serta monitoring dan evaluasi. Selain hal tersebut juga menyarankan agar kebijakan dan pelaksanaan program swasembada dilaksanakan dengan memperhatikan keberpihakan pada peternakan skala kecil dan menengah, khususnya kegiatan yang diusahakan oleh peternak perorangan maupun koperasi produksi pada tingkat desa difokuskan pada Koridor Bali dan Nusatenggara sebagaimana ditetapkan dalam Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia Tahun 2011 - 2025
Pengaruh Penggunaan Abu Sekam Padi terhadap Sifat Mekanik Beton Busa Ringan
Nowadays, global warming is a big issue for activist of environment. On construction, especially in building material, utilization of Portland cement on concrete material is one of contribution of global warming. Therefore, recently, many researchers of building material try to search material alternative to substitution cement Portland. Rice husk is one of agriculture product which was produced by rice, it can be found in tropic country such as Indonesia. Utilization of rice husk ash has been used a long time ago to substitute cement Portland on concrete. The aim of this research is to use rice husk ash on the lightweight foam concrete. Percentage of rice husk which used in this research are 0%, 10%, 15% and 20% of cement Portland (by weight). The test of characteristic of lightweight foam concrete in this research are the density test, compressive strength test and flexural strength test. The density is less than 700 kg/m3. The highest of compressive strength is 1.45 MPa on 15% and 20% rice husk ash. Then the highest of flexural strength is 0.76 MPa on 0% rice husk ash
- …
