1,721,052 research outputs found
Implementasi Program Kampung Keluarga Berencana Di Dusun Ambeng-Ambeng Desa Ngingas Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo
Penelitian ini didasari oleh pencanangan Kampung Keluarga Berencana di dusun Ambeng-Ambeng, desa Ngingas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Program Kampung Keluarga Berencana di Dusun Ambeng-Ambeng Desa Ngingas Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, dimana sumber data diperoleh dari informan yang dipilih berdasarkan purposive sampling. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara yang kemudian di analisis reduksi data, penyajian data, dan penarikan data dengan fokus penelitian menggunakan teori dari Van Meter dan Van Horn tentang Implementasi Kebijakan Publik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Secara umum, implementasi program Kampung KB di Dusun Ambeng-Ambeng telah berjalan baik. Hanya saja ada salah satu kegiatan yang belum terlaksana, yakni Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK) Remaja. Tujuan umum program ini masih dalam proses pencapaian dikarenakan program kampung KB di Dusun Ambeng-Ambeng dimulai Januari 2016. Sumber daya, kualitas hubungan interorganisasional, dan karakteristik organisasi telah mendukung terimplementasinya program kampung KB di Dusun Ambeng-Ambeng. Lingkungan sosial di Dusun Ambeng-Ambeng pada umumnya mendukung program Kampung KB. Lingkungan ekonomi Dusun Ambeng-Ambeng amat mendukung masyarakat berpartisipasi dalam program ini. Di sisi lain, tidak ada kegiatan politik yang menjadi lingkungan politik dalam implementasi program Kampung KB di Dusun Ambeng-Ambeng. Sikap pelaksana sudah mendukung terimplementasinya program Kampung KB. Kata Kunci : Implementasi, Kampung Keluarga BerencanaDOI https://doi.org/10.33005/jdg.v7i1.119
Ambeng, Hazairin Zubair, Ngakan Putu Oka dan Adi Tonggiroh
Community structure analysis is one way to describe and assess the environmental quality of an ecosystem. One part of environmental biotic that make up mangrove water ecosystems is bivalves. The mangrove area in the Pangkajene river estuary has become one of the bivalve habitats, which has been widely used by the community. Research on the bivalve community structure of the mangrove area in the Pangkajene river estuary was conducted in April - June 2019, which aims to get an overview and assess the environmental conditions of the mangrove area in the Pangkajene river estuary based on the bivalve community structure. The research place was divided into three stations, each station was divided into two sampling areas, and in each sampling area six sampling points were placed. Sampling was carried out using a 50 x 50 cm plot method. Community structure limits calculated include density, diversity index, uniformity, dominance, and dispersion, as well as measurement of water parameters including pH, Organic C, and substrate texture. The results showed that the composition of bivalve community types consisted of 19 species included in 12 families. The dominant type is Saccostrea sp. with a density of 15.11 ind / m2 (Cr 50.77%). The species diversity index value ranges from 0.91 - 1.91 with an average of 1.50, which indicates the level of diversity of bivalves is relatively low. The Bivalvia community uniformity index includes the unstable criteria and the level of dominance index includes the stable community criteria, with a uniform distribution pattern
Peningkatan Jalan Raya Ambeng-Ambeng km Sby 26+685-Km Sby 29+685 Kabupaten Gresik - Propinsi Jawa Timur
Ruas jalan raya Ambeng-ambeng, Kabupaten Gresik adalah sebuah jalan yang menghubungkan antara Kabupaten Gresik dengan Kabupaten Lamongan yang berada di dekat “Jalan Tol Surabaya-Gresik”. Jalan ini mempunyai lebar existing 7 meter dan lebar bahu jalan 1,5 meter dengan tipe jalan 2/2 UD. Dengan kondisi demikian maka perlu dilakukan perencanaan pelebaran, peningkatan jalan (overlay) dan perencanaan drainase pada jalan Ambeng-ambeng Km SBY 26+685-29+685 ini guna mengatasi permasalahan tersebut serta merupakan salah satu program penanganan transportasi daerah. Mengacu dari latar belakang tersebut maka, dalam tugas akhir ini penulis membahas mengenai perencanaan jalan ini. Pembahasan pertama meliputi analisa kapasitas jalan dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Pembahasan kedua perencanaan tebal perkerasan jalan menggunakan Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Dengan Metode Analisa Komponen sesuai petunjuk DPU Bina Marga. Yang ketiga membahas perencanaan tebal lapis tambahan (overlay) dengan Manual Pemeriksaan Pekerasan Jalan Dengan Alat Benkleman Beam, perencanaan drainase dengan menggunakan Metode SNI -03-3424-1994. Dan yang terakhir rencana anggaran biaya dengan menggunakan Buku Petunjuk Teknis Harga Satuan Pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Jawa Timur. Hasil Peningkatan Jalan Raya Ambeng-ambeng KM.SBY 26+685 - KMSBY 29+685 ini diperoleh hasil pelebaran jalan dari 7m menjadi 15m. Dengan konstruksi pelebaran 4 cm laston MS 744 dan 8 cm laston MS 590. Perencanaan drainase (saluran tepi),berbentuk segi empat dengan pasangan batu kali dengan lebar dasar Saluran 0,7m dan tinggi dasar saluran 0,8 m. Total estimasi biaya Rp 15.646.500.000 (Terbilang Lima Belas Milyar Enam Ratus Empat Puluh Enam Juta Lima Ratus
Ribu Rupiah)
====================================================================================================================================
The Ambeng-ambeng highway section, Gresik Regency is a road that connects Gresik Regency with Lamongan Regency which is near the "Surabaya-Gresik Toll Road". This road has an existing width of 7 meters and a shoulder width of 1.5 meters with a 2/2 UD road type. Under these conditions, it is necessary to plan for widening, overlaying and planning drainage on the Ambeng-ambeng Km SBY 26+685-29+685 road to overcome these problems and is one of the regional transportation management programs. Referring to this background, in this final project the author discusses the planning of this road. The first discussion covers road capacity analysis using the 1997 Indonesian Road Capacity Manual (MKJI). The second discussion covers road pavement thickness planning using the Flexible Pavement Thickness Planning Guideline Using the Component Analysis Method according to DPU Bina Marga guidelines. The third discusses the planning of additional layer thickness (overlay) with the Road Pavement Inspection Manual with the Benkleman Beam Tool, drainage planning using the SNI -03-3424-1994 method. And that finally the budget plan using the Technical Manual for the Unit Price of the Public Works Office of East Java Province. The results of the Improvement of Jalan Ambeng-ambeng KM.SBY 26+685 - KMSBY 29+685 resulted in the widening of the road from 7m to 15m. With the construction of 4 cm widening of laston MS 744 and 8 cm of laston MS 590. Drainage planning (side canal), rectangular in shape with stone masonry with channel width of 0.7 m and channel base height of 0.8 m. The total estimated cost is IDR 15,646,500,000 (Fifteen Billion Six Hundred Forty Six Million Five Hundred thousand Rupia
Determinants of Traditional Food Sustainability: Nasi Ambeng practices in Malaysia
The Javanese and Malays have undergone distinct evolutionary transformations, notably seen in culinary practices like Nasi Ambeng, which has endured across generations. With limited research on the sustainability of traditional foods in Malaysia and the decline of culinary practices, this study aims to explore the perpetuation of Nasi Ambeng among the Javanese-Malay community. Employing ethnographic and netnographic approaches, the study identifies intergenerational knowledge transfer, adoption, adaptations, and demand in the food business as key factors supporting the sustainability of Nasi Ambeng. This study enriches Malaysia's gastronomy studies, benefiting tourism authorities, culinary heritage bodies, and ethnic representatives for preserving traditional foods
PENGEMBANGAN MEDIA THE THINK PUZZLE UNTUK PENGUASAAN KOSA KATA BAHASA INGGRIS PADA MATERI SHAPE (BENTUK) KELAS V MI NASRUL UMAM AMBENG-AMBENG WATANGREJO
Ninda Trias Fatmawati, (16442012) Pengembangan Media The Think Puzzle Untuk Penguasaan Kosa Kata Bahasa Inggris Pada Materi Shape (Bentuk) Kelas V MI Nasrul Ambeng-ambeng Watangrejo. Pembimbing (I) Nanang Khoirul Umam, M.Pd dan pembimbing (II) Ismail Marzuki, M.Pd.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan media pembelajaran The think puzzle materi shape (bentuk) pada mata pelajaran bahasa Inggris kelas V MI Nasrul Umam Ambeng-ambeng Watarangrejo dan mengetahui kevalidan media pembelajaran The think puzzle.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan media 4-D yaitu (Define, Design, Develop, Dessemination) namun peneliti menggunakan tiga tahapan 4-D yang telah dimodifikasi dan tidak menggunakan tahapan Dessemination (penyebaran) karena keterbatasan waktu dan biaya. Subjek pada penelitian ini adalah 16 peserta didik kelas V MI Nasrul Umam Ambeng-ambeng Watangrejo dan 2 validator yang bertugas untuk menilai media pembelajaran, terdiri dari ahli media dan ahli materi yang berkompeten.
Hasil penelitian diperoleh bahwa pengembangan media the think puzzle sesuai dengan kualitas media pembelajaran yakni hasil validasi media The think puzzle yang dilakukan oleh ahli media yang berkompeten pada bidang media serta validator materi dilakukan oleh guru kelas V MI Nasrul Umam yang mengampu mata pelajaran bahasa Inggris. Validasi media pembelajaran memperoleh hasil persentase rata-rata 97,5% dalam kategori sangat valid
Persepsi Mahasiswa Universiti Malaysia Kelantan Terhadap Nasi Ambeng Sebagai Makanan Tradisi Masyarakat Jawa
Kajian ini bertujuan meneroka sejarah dan perkembangan masyarakat Jawa di negeri Johor dan menganalisis persepsi mahasiswa UMK Kampus Bachok terhadap pembudayaan makanan tradisi Nasi Ambeng pada masa kini. Selain itu, kajian ini juga bertujuan mengenalpasti langkah pemeliharaan dan pemuliharaan dalam makanan tradisi Nasi Ambeng di Malaysia. Kaedah kajian yang digunakan ialah kaedah kualitatif iaitu kaedah kepustakaan dan kuantitatif iaitu kaedah soal selidik. Bagi menganalisis persepsi mahasiswa Universiti Malaysia Kelantan terhadap Nasi Ambeng sebagai makanan tradisi masyarakat Jawa, Teori Persepsi melalui pendekatan Gibson (1989) digunakan. Menerusi pendekatan Gibson (1989), pengamatan yang diberikan oleh mahasiswa dipengaruhi oleh pancaindera sebagai sistem perseptual dan pendekatan ekologi untuk persepsi visual. Terdapat dua faktor utama mempengaruhi mahasiswa iaitu faktor dalaman dan faktor luaran. Hasil kajian mendapati bahawa Nasi Ambeng di bawa masuk oleh masyarakat Jawa ke Tanah Melayu pada abad ke 19. Makanan tradisi tersebut menjadi wadah untuk menerapkan konsep kesepakatan dan perpaduan dalam kekeluargaan dan kemasyarakatan masyarakat Jawa. Selain itu, majoriti responden berpendapat bahawa makanan tradisi Nasi Ambeng dalam masyarakat Jawa perlu diketahui oleh generasi muda sebagai makanan warisan. Selain itu, responden juga benninat mempelajari penyediaan Nasi Ambeng walaupun bukan berasal dalam kalangan masyarakat Jawa. Oleh itu, langkah yang berkesan dalam memelihara dan memulihara hidangan Nasi Ambeng harus dipergiatkan supaya makanan tradisi tidak diancam permodenan dan kekal menjadi identiti budaya masyarakat Jawa
Persepsi Mahasiswa Universiti Malaysia Kelantan Terhadap Nasi Ambeng Sebagai Makanan Tradisi Masyarakat Jawa
Kajian ini bertujuan meneroka sejarah dan perkembangan masyarakat Jawa di negeri Johor dan menganalisis persepsi mahasiswa UMK Kampus Bachok terhadap pembudayaan makanan tradisi Nasi Ambeng pada masa kini. Selain itu, kajian ini juga bertujuan mengenalpasti langkah pemeliharaan dan pemuliharaan dalam makanan tradisi Nasi Ambeng di Malaysia. Kaedah kajian yang digunakan ialah kaedah kualitatif iaitu kaedah kepustakaan dan kuantitatif iaitu kaedah soal selidik. Bagi menganalisis persepsi mahasiswa Universiti Malaysia Kelantan terhadap Nasi Ambeng sebagai makanan tradisi masyarakat Jawa, Teori Persepsi melalui pendekatan Gibson (1989) digunakan. Menerusi pendekatan Gibson (1989), pengamatan yang diberikan oleh mahasiswa dipengaruhi oleh pancaindera sebagai sistem perseptual dan pendekatan ekologi untuk persepsi visual. Terdapat dua faktor utama mempengaruhi mahasiswa iaitu faktor dalaman dan faktor luaran. Hasil kajian mendapati bahawa Nasi Ambeng di bawa masuk oleh masyarakat Jawa ke Tanah Melayu pada abad ke 19. Makanan tradisi tersebut menjadi wadah untuk menerapkan konsep kesepakatan dan perpaduan dalam kekeluargaan dan kemasyarakatan masyarakat Jawa. Selain itu, majoriti responden berpendapat bahawa makanan tradisi Nasi Ambeng dalam masyarakat Jawa perlu diketahui oleh generasi muda sebagai makanan warisan. Selain itu, responden juga benninat mempelajari penyediaan Nasi Ambeng walaupun bukan berasal dalam kalangan masyarakat Jawa. Oleh itu, langkah yang berkesan dalam memelihara dan memulihara hidangan Nasi Ambeng harus dipergiatkan supaya makanan tradisi tidak diancam permodenan dan kekal menjadi identiti budaya masyarakat Jawa
Tradisi Nanjak Ambeng pada Akhir Bulan Suci Ramadhan di Paciran
Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang sangat di nanti oleh umat muslim. Bulan ini menjadi ajang umat muslim untuk berlomba-lomba mencari pahala berkali-lipat. Umat muslim memiliki cara yang berbeda-beda dan unik dalam menjalankan puasa Ramadhan. Tradisi buka bersama pada bulan ramadhan di Paciran mejadi daya tarik bagi warga Paciran atau wong Ciran. Tradisi ini disebut dengan Nanjak Ambeng yang memiliki arti makan bersama di talam yang besar dengan cara memblokir jalan di sepanjang Desa Paciran dan Dusun Padeg, Desa Sumurgayam. Dalam penelitian lapangan ini, peneliti menggunakan wawancara sebagai sumber data. Selain itu, penulis juga melakukan penelitian kepustakaan yang nantinya dapat menjadi data pendukung dalam penelitian ini. Ternyata rangkaian utama dalam tradisi Nanjak Ambeng ini ialah pengajian rutinan pada akhir bulan suci Ramadhan di kompleks Pondok Pesantren Karangasem. Kebiasaan yang di gelar oleh wong Ciran ini adalah kearifan lokal dalam membentuk kebersamaan agar bisa saling mengeratkan hubungan antar warga dan antara pemimpin (tokoh masyarakat dan kepala daerah) dengan masyarakatnya
Studi tentang eksistensi manajemen dalam proses Pendidikan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Nasrul Umam Ambeng- Ambeng Duduk Sampeyan Gresik
Dunia pendidikan merupakan aset nasional dan sosial yang paling strategis dan realistis dalam rangka usaha meningkatkan harkat dan martabat manusia. Melalui pendidikan, manusia dapat menguak tabir kehidupan sekaligus dapat menempatkan dirinya sebagai subyek dalam setiap perubahan dan pergeseran, baik dari aspek kultural maupun aspek struktural. Menginggat pentingnya pendidikan bangsa serta luasnya ruang lingkup permasalahan perlu ditingkatkan terus upaya perbaikan strategi pendidikan yang bersifat komprehensip dengan stasiun stasiun pengamatan yang jelas untuk memonitor keberhasilan strategi pendidikan yang diterapkan.
Pada pembahasan ini masalah yang akan di bahas 1). Bagaimana hubungan manajemen dengan proses pendidikan islam? 2). Bagaimana kondisi riil pelaksanaan manajemen pendidikan di madrasah ibtida'iyah nasrul uman ambeng ambeng duduk sampeyan gresik? 3). Adakah hubungan manajemen dengan proses pendidikan islam di madrasah ibtida'iyah nasrul uman tersebut?
Pada pembahasan ini digunakan metode penelitian diskriptif kualitatif yakni penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena yang berhubungan dengan keadaan sesuatu.
Keberadaan manajemen sebagai ilmu pengetahuan yang sistematis memberikan kaidah kaidah, teori teori dan prinsip prinsip yang cenderung benar dalam segala situasi, lebih lebih dalam situasi pendidikan yang metodenya sebagai tempat berpadunya berbagai ragam permasalahan pendidikan bauk yang berkenaan dengan sumber daya manusia, metode pengajaran, materi alokasi waktu dan sarana sarana yang lain. Hal ini sangat dibutuhkan adanya suatu manajemen khususnya manajemen pendidikan agar proses pendidikan islam di madrasah ibtida'iyah nasrul umam berjalan sebagaimana yang diharapkan yakni terancana dengan rapi, terorganisir dengan bagus dan terlaksana dengan tepat sesuai dengan tujuan pendidikan islam yakni terbentuknya kepribadian yang utama
Tinjauan Fiqih Muamalah terhadap Status Kepemilikan Ikan yang ditangkap Pada saat Banjir di areal Tambak di Desa Ambeng-Ambeng Kecamatan Duduk Sampeyan Kabupaten Gresik
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali terjadi ketidak sesuaian antara teori yang ada dengan pelaksanaan di lapangan. Status kepemilikan ikan yang ditangkap pada saat banjir. Salah satu contoh ketidakseuaian itu adalah warga memasang jaring yang ada di dekat tambak pada hal saat banjir waktu itu tidak terlihat lagi antara tanbak dan kali karena pembatas antara tambak dengan kali tertutup oleh banjir .. Penelitian ini membahas mengenai status kepemilikan dalam fiqih muamalah yang ada di Desa Ambeng-Ambeng Kecamatan Duduk Sampeyan Kabupaten Gresik Selain itu juga membahas tentang analisis terhadap proses penangkapan ikan pada saat banjir serta cara mentasarrutkan hasil tangkapan tersebut. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian lapangan (field research), sedangkan data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan metode deskriptif analitik dengan pola pikir deduktif. Teknik deskriptif yaitu memaparkan dan mendeskripsikan data-data yang berkaitan dengan judul. Kemudian dianalisis dengan pola pikir deduktif yaitu dimulai dari dalil yang berkaitan dengan kepemilikan dalam hukum Islam kemudian dikemukakan kenyataan-kenyataan yang bersifat khusus yaitu penyelesaian tentang status kepemilikan dalam Fiqih Muamalah. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa para warga yang melakukan pengambilan ikan di kali saat banjir adalah tidak benar sebab dalam Islam kepemilikan atas suatu benda yang seperti itu tidak ada (bencana alam), selain itu berakhirnya kepemilikan yang seperti itu tidak ada sebab para warga mengambilnya langsung di kali dekat tambak padahal waktu banjir batas antara tambak dengan kali tidak terlihat lagi, selain itu alat yang mereka yang berupa jaring sangatlah menganggu, karena jaring dapat menghambat jalannya air selain itu jaring itu juga otomatis menjadi batas antara tambak dan kali. Padahal memiliki suatu harta tidak boleh merugikan orang lain dan harus sesuai dengan syara'. Jadi status kepemilikan ikan yang lepas pada saat banjir dan yang ada di kali adalah masih menjadi milik dari para pemilik tambak dan para penangkap ikan tidak diperbolehkan mengambil ikan tersebut. Berdasarkan fakta tersebut, semoga warga Desa Ambeng-ambeng lebih memahami lagi tentang arti bermuamalah yang sesuai dengan hukum Islam. Selain itu para warga juga harus lebih memahami arti dari kepemilikan itu sendiri agar tidak ada lagi kerugian yang diderita oleh para warga yang terkena musibah tidak bertambah dengan perbuatan tersebut
- …
