2,353 research outputs found

    AFFECTIVE DOMAIN DEVELOPMENT: REALITY AND EXPECTATION

    No full text
    Pengembangan Ranah Afektif: Kenyataan dan Harapan. Pendidik masa kini mendambakan perhatian yang seimbang terhadap pengembangan ranah kognitif, psikomotorik dan afektif dalam mendidik generasi muda. Namun, di dalam pelaksanaannya sedikit sekali penghargaan yang diberikan kepada anak-anak yang telah menunjukkan perkembangan ranah afektif secara baik. Hal ini terjadi karena tolok ukur keberhasilan pendidikan selalu mengacu kepada prestasi siswa yang terkait dengan ranah kognitif atau psikomotorik. Selain itu, banyak contoh ambivalensi dalam kehidupan nyata di masyarakat yang dapat melemahkan pondasi bagi pengembangan ranah afektif. Apabila generasi muda diharapkan berkembang menjadi manusia seutuhnya, penghargaan yang layak seharusnya diberikan kepada mereka yang berhasil dalam mengembangkan ranah afektifnya, dan harus ada teladan yang dapat mereka acu. Selain itu, pendampingan perlu dilakukan oleh orang tua dan guru. Kata kunci : pengembangan ranah afektif, penghargaan, teladan, pendampinga

    MEMPERKENALKAN CERITA RAMAYANA KEPADA ANAK-ANAK MELALUI DESAIN BUKU POP-UP

    No full text
    Abstrak Cerita klasik adalah cerita yang tak kenal batasan waktu. Cerita klasik merupakan salah satu aset budaya yang tak ternilai harganya yang dimiliki oleh masyarakat Bali dan bangsa Indonesia. Namun di zaman serba modern ini, kecenderungan masyarakat sudah mulai melupakan dan menganggap kuno cerita klasik. Pada dasarnya, cerita klasik Indonesia penuh dengan unsur yang mendidik. Berangkat dari permasalahan tersebut, penulis ingin memunculkan salah satu kisah cerita klasik yaitu kisah Ramayana ke dalam sebuah buku cerita dengan tampilan Pop-up yang ditujukan untuk anak-anak. Pop-up dipilih karena dapat memberikan efek kejutan dan sangat menarik minat anak-anak ketika buku dibuka dan dinikmati. Konsep dasar perancangan yang digunakan yaitu “Education dan Entertainment”. Education mengacu pada kisah yang terkandung dalam perancangan ini hendaknya dapat memberi pengajaran mengenai pendidikan humaniora. Humaniora yaitu ilmu pengetahuan yang dianggap bertujuan membuat manusia lebih manusiawi dengan budaya yang terdapat pada cerita Ramayana. Entertainment mengacu pada tampilan pop-up yang penuh kejutan dan menyenangkan yang dapat memberi imajinasi pada anak-anak. Media yang dibuat untuk memperkenalkan cerita klasik Ramayana dalam perancangan Tugas Akhir ini terdiri dari Buku Pop-Up sebagai media utama, Packaging, Paper bag, Poster, Flyer, Accessories mahkota, X-Banner, T-shirt, Stiker, serta Katalog sebagai media pendukung. Kata Kunci : Ramayana, Pop-up, Manusiawi, Imajinasi. Abstract Classic story is that story does not know limits time. Classic story is the one of assets are priceless owned that have by people in Bali and nation Indonesia. Meanwhile in this modern era, human has been began to forget and to believe classic story is oldest. Generally, Indonesia classic story is full of education elements. From the problem, the author would like to bring up one of the classic story is the story of Ramayana into a story book with Pop-up display aimed to children. Chosen Pop-up because it can give the effect of surprise and very exciting interests’ children when their opened the book and it enjoyed. Basic design consepts that used are “Education” and “Entertainment”. Education means the stories contained in this sceme, it should be able to give instruction on humanities education. Humanities education are considered science aim make people more humane with culture contained in the Ramayana story. Entertainment means the pop up display is full of suprises and fu that can give imagination to children. Media were used to introduces Ramayan classic story in this thesis consists of pop-up book as first media, packaging, paper bag, poster, flyer, crown accessories, x-banner, t-shirt, stickers, and catalogs as a supporting media. Key words : Ramayana, Pop-up, Humanities, Imagination

    Revitalisasi Taman Bacaan Anak-Anak Dan Remaja (Akar) Arjowinangun Malang

    No full text
    Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Tim PkM UT Malang di wilayah Rukun Warga (RW) 05 Kelurahan Arjowinangun, Kota Malang, dalam rangka revitalisasi taman bacaan anak-anak dan remaja.Tujuan kegiatan PkM ini adalah untuk meluaskan diseminasi pengetahuan-pengetahuan baru yang mendidik, berdayaguna untuk ketahanan mental dan tumbuhkembang anak-anak dan remaja dengan interaksi yang sehat dan positif, sehingga mengurangi ketergantungan pada gagdet seperti yang saat ini dirasakan para orangtua di lingkungan RW 05 Kelurahan Arjowinangun. Metode kegiatan yang dilakukan mengacu pada langkah-langkah pemberdayaan masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip community organization-community development (CO-CD), yakni sosialisasi, pengorganisasian, analisis kebutuhan, pelaksanaan, pemeliharaan, dan peluncuran program. Hasil kegiatan berupa revitalisasi taman bacaan sekaligus pengembangan kapabilitas pengelolaan taman bacaan, berujud bantuan sarana dan prasarana taman bacaan serta pelatihan pengelolaan taman bacaan. Untuk menjaga keberlanjutan dan kemanfaatan program maka ada beberapa program lanjutan dengan berkolaborasi dengan pengurus lingkungan, Posyandu, PAUD dan Karang Taruna setempat

    Ekspresi Murni Dunia Anak-Anak Sebagai Sumber Inspirasi Dalam Seni Lukis

    No full text
    Abstract children are an inspiration in which kids have a lot of character and expression that they did in their environment is different-different. With respect to such matters as consenting adults should not impose our world towards children who are full of cheerfulness world full of games and events that are full of silliness in the neighborhood child the child. With regard to the explanation above, the author reveals to the pure world of children as works of painting. Formulation problems viewing and mempaparkan how the process reveals the world of expression of children in creating a work of art? How to cultivate resources gleaned from the works of previous similar so that the painter was able to build personal character? How to compose and organize elements element and element elements into works of art in order to reflect and have meaning of expression children character children? the purpose of the expected in the creation of works of art of this final task, can know the process undertaken to reveal a pure expression of the world's children. to manifest the works of art that are sourced from the behaviour of the children become works of art that are capable of presenting a specific atmosphere in accordance with the desired idea. to add the ability in creating works of art that are sourced from the expression children who were able to it both preserves the art as well as art lovers perpetrator. Capable of processing resources gleaned from the works of painter senior and able to build personal character. the process of the creation of the art of painting on the theme of children includes several stages: assessments (exploration), experiment (experiments), formation (forming), completions (finishing). The process of creation in the stages require different time vulnerable according to your mood and physical condition. results achieved from the theme of children was the creation of a unique and interesting work. Thus, it was concluded that in the works of art of painting which I produce have something of life and phenomena that occur in the world of children. Keyword; expression, the world of children

    URGENSI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS DAN PENDIDIKAN KRISTEN BAGI ANAK-ANAK DI DESA BATU TUKAN

    No full text
    English education must be taught in every school at every level because English is currently a unifying language between countries or an international language. Not much different from English education, Christian religious education is also a mandatory lesson that must be held at every level of education because it is the basis and principles of the Christian faith, focusing on biblical principles, character, etc. Including English language education and Christian religious education as mandatory subjects at the primary school level has a terrible impact on children, resulting in village children falling behind cognitively and being unable to compete with students who receive education in cities. Therefore, the author took the initiative to dedicate himself to improving village children by holding English lessons that were open to the public and holding a Sunday School for Christian children. The approach method that the author used was quite effective, as evidenced by the increasing enthusiasm of the children in participating in the existing program. Even though there are many pros and cons from various parties, the author is grateful that the program that the author has implemented has produced satisfactory results, as proven by the children's starting to understand the basics of learning that the author shares.Pendidikan bahasa Inggris merupakan pembelajaran yang wajib diselenggarakan di setiap sekolah pada setiap jenjang pendidikan karena bahasa Inggris saat ini menjadi bahasa pemersatu antar negara atau bahasa internasional. Tidak jauh berbeda dengan pendidikan bahasa Inggris, pendidikan agama Kristen juga merupakan pelajaran wajib yang harus diselenggarakan pada setiap jenjang pendidikan karena merupakan dasar dan asas iman Kristen yang menitikberatkan pada prinsip alkitabiah, budi pekerti, dll. Termasuk pendidikan bahasa Inggris dan Pendidikan agama Kristen sebagai mata pelajaran wajib pada tingkat sekolah dasar membawa dampak yang sangat buruk bagi anak, sehingga mengakibatkan anak desa tertinggal secara kognitif dan kalah bersaing dengan siswa yang mengenyam pendidikan di kota.  Di desa BATU TUKAN masih kurang atau terbengkalai mengenai Pendidikan agama Kristen dan Pelajaran Bahasa Inggris, oleh karena itu, penulis berinisiatif mengabdikan dirinya untuk memajukan anak-anak desa dengan mengadakan pelajaran bahasa Inggris yang terbuka untuk umum dan mengadakan Sekolah Minggu untuk anak-anak Kristiani. Metode pendekatan yang penulis gunakan ternyata cukup efektif, terbukti dengan semakin antusiasnya anak-anak mengikuti program yang ada. Meski banyak menuai pro dan kontra dari berbagai pihak, namun penulis bersyukur program yang penulis laksanakan membuahkan hasil yang memuaskan terbukti dengan anak-anak mulai memahami dasar-dasar pembelajaran yang penulis bagikan

    Implementasi Teologia Anak Untuk Mewujudkan Gereja Ramah Anak

    No full text
    Artikel ini membahas tentang implementasi teologia anak dalam upaya mewujudkan gereja yang ramah anak. Dalam penulisan artikel ini, penulis melakukan studi pustaka yang terkait dengan teologi pendidikan anak. Pendidikan anak tidak lepas dari rencana Allah yang telah menciptakan manusia termasuk anak. Secara teologis, Allah sendiri memelihara, memperdulikan, melindungi dan membela anak. Kemudian gereja sebagai representasi kehadiran Allah di dunia seharusnya memberi teladan pelaksanaan kehendak Allah terhadap anak, sehingga gereja seharusnya menjadi gereja yang ramah anak. Gereja yang ramah kepada anak adalah gereja yang memberi pemenuhan kebutuhan anak. Implementasi teologia anak adalah melalui menjadi gereja yang ramah anak, yang dilaksanakan untuk memenuhi aspek rohani, fisik, psikis, dan sosial.This article discusses the implementation of children's theology in an effort to realize a child-friendly church. In writing this article, the author conducted a literature study related to children's educational theology. Children's education cannot be separated from God's plan that has created humans including children. Theologically, God himself cares for, cares for, protects and defends children. Then the church as a representation of God's presence in the world should provide an example of implementing God's will for children, so the church should be a child-friendly church. A church that is child-friendly is a church that provides fulfillment of children's needs. The implementation of children's theology is through becoming a child-friendly church, which is carried out to fulfill the spiritual, physical, psychological, and social aspects

    Aktivasi Otak pada Pembelajaran Anak Usia Dini

    No full text
    Children's learning is an important topic in the world of education. One interesting aspect of children's learning is brain activation. Brain activation in children's learning is an important process that influences how children learn, process information, and develop cognitive skills. Studies on brain activation in children's learning have shown that an adequate learning environment and appropriate stimulation can help optimize brain activation in children. In addition, developments in neuroimaging technology have allowed researchers to see children's brain activity as they learn, providing valuable insight into how the brain reacts to learning stimuli. The author aims to analyze and write a journal with the title "Brain Activity in Early Childhood Learning Dini” using qualitative methods, namely data collection. According to the author, to optimize children's intellectual, physical and mental development, an educator must provide education and stimulation to children by creating a good learning environmentPembelajaran anak merupakan topik penting dalam dunia pendidikan. Salah satu aspek yang menarik dalam pembelajaran anak adalah aktivasi otak. Aktivasi otak pada pembelajaran anak merupakan proses penting yang memengaruhi cara anak-anak belajar, memproses informasi, dan mengembangkan keterampilan kognitif. Studi tentang aktivasi otak pada pembelajaran anak telah menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang memadai dan stimulasi yang tepat dapat membantu mengoptimalkan aktivasi otak pada anak-anak. Selain itu, perkembangan teknologi neuroimaging telah memungkinkan para peneliti untuk melihat aktivitas otak anak-anak saat mereka belajar, memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana otak bereaksi terhadap rangsangan pembelajaran.Penulis bertujuan menulis untuk menganalisis dan menulis jurnal dengan judul “Aktivitasi Otak dalam Pembelajaran Anak Usia Dini” dengan menggunakan metode kualitatif yaitu pengumpulan data. Menurut penulis, untuk mengoptimalkan perkembangan kecerdasan, fisik dan mental anak, seorang pendidik harus memberikan edukasi dan stimulasi kepada anak dengan menciptakan lingkungan belajar yang baik. &nbsp

    Aktivasi Otak pada Pembelajaran Anak Usia Dini

    No full text
    Children's learning is an important topic in the world of education. One interesting aspect of children's learning is brain activation. Brain activation in children's learning is an important process that influences how children learn, process information, and develop cognitive skills. Studies on brain activation in children's learning have shown that an adequate learning environment and appropriate stimulation can help optimize brain activation in children. In addition, developments in neuroimaging technology have allowed researchers to see children's brain activity as they learn, providing valuable insight into how the brain reacts to learning stimuli. The author aims to analyze and write a journal with the title "Brain Activity in Early Childhood Learning Dini” using qualitative methods, namely data collection. According to the author, to optimize children's intellectual, physical and mental development, an educator must provide education and stimulation to children by creating a good learning environmentPembelajaran anak merupakan topik penting dalam dunia pendidikan. Salah satu aspek yang menarik dalam pembelajaran anak adalah aktivasi otak. Aktivasi otak pada pembelajaran anak merupakan proses penting yang memengaruhi cara anak-anak belajar, memproses informasi, dan mengembangkan keterampilan kognitif. Studi tentang aktivasi otak pada pembelajaran anak telah menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang memadai dan stimulasi yang tepat dapat membantu mengoptimalkan aktivasi otak pada anak-anak. Selain itu, perkembangan teknologi neuroimaging telah memungkinkan para peneliti untuk melihat aktivitas otak anak-anak saat mereka belajar, memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana otak bereaksi terhadap rangsangan pembelajaran.Penulis bertujuan menulis untuk menganalisis dan menulis jurnal dengan judul “Aktivitasi Otak dalam Pembelajaran Anak Usia Dini” dengan menggunakan metode kualitatif yaitu pengumpulan data. Menurut penulis, untuk mengoptimalkan perkembangan kecerdasan, fisik dan mental anak, seorang pendidik harus memberikan edukasi dan stimulasi kepada anak dengan menciptakan lingkungan belajar yang baik. &nbsp

    PERAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DALAM INTERAKSI AYAH DAN ANAK STUDI KASUS: INTERAKSI AYAH DAN ANAK MELALUI SMARTPHONE

    No full text
    Abstract Function of a father is to support the finance of his family, while the mother functions as a nurturer for the child. A father that works full time will have his interaction with his child diminished. On the other side, communication technology has been developed to facilitate the interaction of individuals. This research aims to uncover if smartphones can increase the intensity and closeness of interaction between father and his children. Also, this research aims to know if fathers can socialize on his children through smartphones by controlling daily activities of the children. This article uses functionalism perspective. The author used qualitative approach by interviewing three fathers and three children aged 20 and up that currently use smartphones and residing in the city of Depok. The author finds that smartphones can alter the interaction between father and his children, and the father can provide social control to the children in interaction through smartphones. In interaction between father and children, smartphones can also be used father to socialize norms and values to his children in his interaction. Abstrak Fungsi ayah dalam keluarga adalah sebagai pencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara ibu berfungsi dalam mendidik anak. Ayah yang bekerja penuh waktu akan berkurang interaksinya dengan anak. Disisi lain, teknologi komunikasi diciptakan untuk mempermudah interaksi antar individu. Penelitian ini ingin mengetahui apakah smartphone dapat meningkatkan intensitas kedekatan interaksi antara ayah dan anak. Selain itu, penelitian ini juga ingin mengetahui apakah ayah dapat memberikan sosialisasi kepada anak melalui smartphone dan mengontrol keseharian anak. Artikel ini menggunakan perspektif fungsionalis. Pendekatan kualitatif digunakan oleh penulis dengan mewawancarai tiga ayah dan tiga anak berusia 20 tahun ke atas yang sama-sama menggunakan smartphone di kota Depok. Temuan yang diperoleh penulis yaitu smartphone dapat merubah interaksi ayah dengan anak, dan ayah dapat memberikan kontrol sosial kepada anak dalam interaksi melalui smartphone. Dalam interaksi ayah dan anak, smartphone juga dapat digunakan ayah untuk mensosialisasikan nilai-nilai kepada anak

    Pola Perlindungan Anak di Negara Muslim

    No full text
    Abstract.Maintenance of child welfare cannot be carried out by the child itself, because in essence children cannot protect themselves from various types of actions that cause mental, physical, social harm in various fields of life and livelihood.So that opportunities, maintenance and efforts to eliminate these obstacles will only can be done and obtained if the child welfare effort is guaranteed. Therefore, children must be helped by others in protecting themselves. Thus, the author would like to discuss more about the concept of child protection in Indonesia, Malaysia, Egypt and Qatar, and the position of the Convention on the Rights of the Child for the legislation of the State. The research method that the author is doing is qualitative research with a normative approach and comparative methods of law. The data collection techniques were carried out with a literature review sourced from the Convention on the Rights of the Child and the Child Protection Act in Indonesia, Malaysia, Egypt and Qatar.Keywords: Convention on the Rights of the Child, Protection of the Rights of the Child, Muslim Countries Abstrak.Pemeliharaan kesejahteraan anak belum dapat dilaksanakan oleh anak itu sendiri, karena pada hakikatnya anak tidak dapat melindungi diri sendiri dari berbagai macam tindak yang menimbulkan kerugian mental, fisik, sosial dalam berbagai bidang kehidupan dan penghidupan, sehingga kesempatan, pemeliharaan dan usaha menghilangkan rintangan tersebut hanya akan dapat dilakukan dan diperoleh bilamana usaha kesejahteraan anak terjamin. Oleh karena itu, anak harus dibantu oleh orang lain dalam melindungi dirinya. Dengan demikian, penulis ingin membahas lebih lanjut tentang konsep perlindungan anak di Negara Indonesia, Malaysia, Mesir dan Qatar,serta kedudukan Konvensi Hak Anak bagi perundang-undangan Negara tersebut. Metode penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif serta metode perbandingan hukum. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan kajian kepustakaan yang bersumber dari Konvensi Hak Anak dan Undang-Undang Perlindungan Anak di Negara Indonesia Malaysia, Mesir dan Qatar.Kata Kunci: Konvensi Hak Anak, Perlindungan Hak Anak, Negara Muslim</jats:p
    corecore