Rumah Jurnal Kampus Melayu
Not a member yet
    593 research outputs found

    Eksplorasi Pengembangan Media Pembelajaran Ramah Anak Dalam Ranah Pendidikan Informal SD

    No full text
    This study aims to explore the development of child-friendly learning media in the context of informal education at the elementary school level. The background of this study is based on the need for learning media that not only supports cognitive aspects but also considers the emotional and social comfort of children in a flexible and non-formal learning process. This study uses a Systematic Literature Review design by tracing various reputable international journal articles published in the last ten years. The analysis procedure was carried out through the stages of identification, selection, and synthesis of data to find patterns and trends in the development of child-friendly learning media in informal education environments. The results of the study show that effective learning media in this context generally have interactive characteristics, are adaptive to children's needs, and support game-based and experiential learning. This study emphasizes the importance of a humanistic and creative approach in designing learning media that is appropriate for the world of children outside the formal classroom. These findings are expected to form the basis for the development of more inclusive and sustainable learning media innovation

    Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning Terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Vektor di Jenjang SMA

    No full text
    This classroom action research used a mixed-methods approach to analyze the influence of the Problem Based Learning (PBL) model on the vector concept understanding of class XI students. The quantitative analysis showed that the implementation of PBL resulted in an increase in the average student understanding score from the pre-test to the post-test in each research cycle. A significant increase in learning outcomes was observed in Cycle 2, where the average score increased from 63.70 to 81.50. However, the effectiveness of PBL decreased in Cycle 3, reflected in the Normalized Gain (N-Gain) value returning to a low level (0.27) and a smaller increase in the learning success rate compared to the previous cycle (an increase from 30% to 55%). Overall, the PBL model proved effective in improving students' conceptual understanding of vectors, the ability to apply concepts in problem-solving, and students' mathematical communication skills. However, the research findings also identified that the PBL model was less effective in improving students' understanding and skills in drawing vectors, indicating the need for adjustments in learning strategies for this specific aspect.Penelitian tindakan kelas ini menggunakan pendekatan campuran untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap pemahaman konsep vektor siswa kelas XI. Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa penerapan PBL menghasilkan peningkatan rata-rata skor pemahaman siswa dari pre-test ke post-test di setiap siklus penelitian. Peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar terlihat pada Siklus 2, di mana rata-rata skor meningkat dari 63.70 menjadi 81.50. Meskipun demikian, efektivitas PBL mengalami penurunan pada Siklus 3, yang tercermin dari nilai Normalized Gain (N-Gain) yang kembali rendah (0.27) dan peningkatan tingkat keberhasilan belajar yang lebih kecil dibandingkan siklus sebelumnya (peningkatan dari 30% menjadi 55%). Secara keseluruhan, model PBL terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual siswa mengenai vektor, kemampuan aplikasi konsep dalam pemecahan masalah, serta keterampilan komunikasi matematis siswa. Namun, temuan penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa model PBL kurang efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menggambar vektor, yang mengindikasikan perlunya penyesuaian dalam strategi pembelajaran untuk aspek spesifik ini

    Efektivitas Penggunaan Media Video Benime untuk Meningkatkan Pemahaman Mufradat Siswa Kelas VII MTsN 2 Padang

    No full text
    يهدف هذا البحث إلى تحليل فعالية استخدام وسائط الفيديو "Benime" في تحسين فهم المفردات لدى طلاب الصف السابع في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية الثانية في بادانغ (MTsN 2 Padang). وتستند خلفية هذا البحث إلى ضعف إتقان الطلاب لمفردات اللغة العربية، والذي يُعزى إلى استخدام طرق التدريس التقليدية غير الجاذبة. يعتمد هذا البحث على المنهج الكمي باستخدام التصميم التجريبي الشبه الكامل (quasi-experimental design)، حيث شمل مجموعتين: مجموعة تجريبية استخدمت وسائط الفيديو "Benime"، ومجموعة ضابطة استخدمت الطريقة التقليدية. تم جمع البيانات من خلال الملاحظة، والاختبار القبلي، والاختبار البعدي، وتم تحليلها باستخدام اختبار (t). أظهرت نتائج البحث أن طلاب المجموعة التجريبية أبدوا اهتمامًا ومشاركة وفهمًا أعلى للمفردات مقارنة بالمجموعة الضابطة. وقد بيّن اختبار (t) وجود فرق دال إحصائيًا بين نتائج الاختبار البعدي للمجموعتين، حيث كانت قيمة الدلالة 0.00 < 0.05، وقيمة (t) المحسوبة أكبر من قيمة (t) الجدولية. وتُثبت هذه النتائج أن وسائط الفيديو "Benime" فعالة في تحسين فهم مفردات اللغة العربية. لذلك، يُوصى باستخدام الوسائط السمعية البصرية التفاعلية مثل "Benime" كخيار ابتكاري بديل في تعليم اللغة العربية في مستوى المعاهد الإسلامية. كما يُسهم هذا البحث في إثراء الدراسات التطبيقية المتعلقة بتطوير الوسائط التعليمية المعتمدة على التكنولوجيا في البيئة التعليمية.  This study aims to analyze the effectiveness of using Benime video media in improving the understanding of mufradat of seventh grade students at MTsN 2 Padang. The background of this study is based on the low mastery of students' Arabic vocabulary caused by the use of conventional learning methods that are less interesting. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental design, involving two groups: an experimental class using Benime video media and a control class using conventional methods. Data were collected through observation, pre-test, and post-test, and analyzed using t-test. The results showed that students in the experimental class had higher attention, participation, and understanding of mufradat than the control class. The t-test showed a significant difference between the post-test scores of the two groups, with a significance value of 0.00 < 0.05 and t count greater than t table. This finding proves that Benime video media is effective in improving Arabic vocabulary comprehension. Therefore, the use of interactive audiovisual media such as Benime is recommended as an innovative alternative in Arabic language learning at the madrasah level. This research also provides an empirical contribution to the development of technology-based learning media in the educational environment.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media video Benime dalam meningkatkan pemahaman mufradat siswa kelas VII di MTsN 2 Padang. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya penguasaan kosakata bahasa Arab siswa yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental design), yang melibatkan dua kelompok: kelas eksperimen yang menggunakan media video Benime dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui observasi, pre-test, dan post-test, serta dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa pada kelas eksperimen memiliki perhatian, partisipasi, dan pemahaman mufradat yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Uji t menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai post-test kedua kelompok, dengan nilai signifikansi 0,00 < 0,05 dan t hitung lebih besar dari t tabel. Temuan ini membuktikan bahwa media video Benime efektif dalam meningkatkan pemahaman kosakata bahasa Arab. Oleh karena itu, penggunaan media audiovisual interaktif seperti Benime direkomendasikan sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran bahasa Arab di tingkat madrasah. Penelitian ini juga memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan pendidikan

    INTEGRASI FILSAFAT HUMANISTIK DALAM MANAJEMEN BISNIS DAN KEUANGAN BERKELANJUTAN: STUDI KEPUSTAKAAN

    No full text
    This study aims to analyze the integration of humanistic philosophy in sustainable business management and finance through a literature review. Although ESG is increasingly becoming a strategic paradigm in modern corporate practice, the study results show that its implementation is often instrumental and not yet rooted in moral values, potentially resulting in superficial sustainability. Through an analysis of academic literature, it was found that humanistic values ​​such as human dignity, justice, empathy, and moral responsibility have a significant contribution to strengthening organizational performance, governance quality, and consistency of ESG implementation. A key finding of this study is the theoretical and empirical gap in the lack of explicit integration of humanistic values ​​within the framework of ESG, CSR, GHRM, and sustainable finance, especially in developing countries. This study concludes that authentic sustainability requires an ethical foundation derived from humanistic philosophy and recommends the development of a more humane and long-term theoretical framework and governance practices.Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi filsafat humanistik dalam manajemen bisnis dan keuangan berkelanjutan melalui studi kepustakaan. Meskipun ESG semakin menjadi paradigma strategis dalam praktik korporasi modern, hasil kajian menunjukkan bahwa implementasinya sering bersifat instrumental dan belum berakar pada nilai moral, sehingga berpotensi menghasilkan keberlanjutan yang superficial. Melalui analisis literatur akademik, ditemukan bahwa nilai-nilai humanistic seperti martabat manusia, keadilan, empati, dan tanggung jawab moral memiliki kontribusi signifikan dalam memperkuat kinerja organisasi, kualitas tata kelola, serta konsistensi implementasi ESG. Temuan penting penelitian ini adalah adanya gap teoritis dan empiris berupa minimnya integrasi eksplisit nilai humanistik dalam kerangka ESG, CSR, GHRM, dan keuangan berkelanjutan, khususnya di negara berkembang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan yang autentik membutuhkan fondasi etis yang bersumber dari filsafat humanistik dan merekomendasikan pengembangan kerangka teoritik serta praktik tata kelola yang lebih manusiawi dan berjangka panjang

    ISLAMIC FINANCIAL ETHICS IN MANAGERIAL DECISION-MAKING : A CONCEPTUAL REVIEW OF THE PRUDENTIAL PRINCIPLE IN ISLAMIC FINANCIAL MANAGEMENT

    No full text
    The rapid development of the Islamic financial industry demands managerial decision-making quality that is not only oriented toward financial performance but also toward compliance with Sharia principles and Islamic ethical values. This article aims to conceptually examine the role of Islamic financial ethics in managerial decision-making by emphasizing the prudential principle in Islamic financial management. The research method employed is a literature review of relevant scientific publications from the last five years concerning Islamic financial ethics, risk management, governance, and managerial decision-making in Islamic financial institutions. The findings indicate that the prudential principle functions not only as a technical risk management instrument but also as a manifestation of the values of trust, justice, moral responsibility, and the protection of wealth (hifz al-mal). However, the implementation of the prudential principle still faces various challenges, such as pressure to achieve performance targets, limitations in human resources, and weak internalization of ethics and Sharia supervision. This article asserts that strengthening Islamic financial ethics and integrating the prudential principle into good governance are fundamental needs to improve the quality of managerial decisions, maintain institutional stability, and realize the sustainability of Islamic financial institutions in line with the objectives of maqasid al-sharia

    OPTIMIZING HALAL MSME FINANCING THROUGH ARTIFICIAL INTELLIGENCE-BASED SHARIA FINTECH TO INCREASE ECONOMIC INDEPENDENCE

    No full text
    This study aims to explore the optimization of halal MSME financing through Sharia-based fintech utilizing Artificial Intelligence (AI) to enhance economic independence. The research employs a qualitative library research method, analyzing literature from academic journals, government reports, and fintech publications related to Sharia-compliant financial technologies. The results indicate that Sharia fintech provides inclusive, ethical, and flexible financing for halal MSMEs through profit-sharing contracts like mudharabah and musyarakah. The integration of AI enhances operational efficiency, risk assessment, and compliance with Sharia principles. Challenges include regulatory gaps, low digital literacy among MSMEs, and ethical concerns regarding AI algorithms. Strategies such as regulatory adaptation, education programs, ethical governance frameworks, and multi-sector collaboration are essential to maximize the benefits of Sharia fintech for MSMEs, strengthening the halal economy and promoting sustainable economic independence

    This The Use of Canva Media in Learning Maharatul Istima' Class XI Ma'had Daar Asy-Syifa Cianjur Students

    No full text
    تهدف هذه الدراسة إلى وصف استخدام وسائط الكانفا في تعلم مهارات الاستماع (مهارة الاستماع) لدى طلاب الصف الحادي عشر مقرر دار العلوم في سيفا سيانجور. وتتمثل خلفية هذه الدراسة في تدني اهتمام الطلاب ونتائج تعلمهم في تعلم مهارات الاستماع التي لا تزال تتم بشكل تقليدي وبالحد الأدنى من الوسائط التفاعلية. يستخدم هذا البحث منهجًا نوعيًا باستخدام أسلوب دراسة الحالة. تم جمع البيانات من خلال الملاحظة والمقابلات المتعمقة والتوثيق والاستبيانات. أظهرت النتائج أن استخدام وسائط كانفا ساعد في تحسين فهم الطلاب للمواد الصوتية، وتسهيل تذكر المفردات، وخلق جو تعليمي أكثر تشويقًا. ويستخدم المعلمون ميزات كانفا مثل الرسوم البيانية والتسجيلات الصوتية والتصاميم المرئية التفاعلية لدعم توصيل المواد. واستنادًا إلى تحليل درجات ما قبل الاختبار وما بعد الاختبار، كانت هناك زيادة كبيرة قدرها 17.7 نقطة في متوسط درجات الطلاب. وبالتالي، أثبتت وسائط كانفا فعاليتها في تحسين مهارات الاستماع باللغة العربية ويمكن أن تكون حلاً مبتكرًا في تعلم اللغة في بيئة بيزانترين.This study aims to describe the use of Canva media in learning listening skills (maharatul istima') in class XI Ma'had Daar Asy-Syifa Cianjur students. The background of this study is the low interest and learning outcomes of students in learning istima' which is still done conventionally and minimal interactive media. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, documentation, and questionnaires. The results showed that the use of Canva media helped improve students' understanding of audio material, facilitate vocabulary recall, and create a more interesting learning atmosphere. Teachers use Canva features such as infographics, audio recordings, and interactive visual designs to support the delivery of material. Based on the analysis of pre-test and post-test scores, there was a significant increase of 17.7 points in the average student score. Thus, Canva media is proven effective in improving Arabic listening skills and can be an innovative solution in language learning in a pesantren environment.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media Canva dalam pembelajaran keterampilan menyimak (maharatul istima’) pada siswa kelas XI Ma’had Daar Asy-Syifa Cianjur. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran istima’ yang masih dilakukan secara konvensional dan minim media interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Canva membantu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi audio, mempermudah pengingatan kosakata, dan menciptakan suasana belajar yang lebih menarik. Guru menggunakan fitur-fitur Canva seperti infografis, audio rekaman, dan desain visual interaktif untuk mendukung penyampaian materi. Berdasarkan analisis nilai pre-test dan post-test, terdapat peningkatan signifikan sebesar 17,7 poin dalam rata-rata nilai siswa. Dengan demikian, media Canva terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak bahasa Arab dan dapat menjadi solusi inovatif dalam pembelajaran bahasa di lingkungan pesantren

    Dinamika Keagamaan Anak di Era Society 5.0: Strategi Penguatan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Transformatif

    No full text
    The dynamics of children's religiosity in the era of Society 5.0 and the challenges faced by the Islamic Religious Education (IRE) curriculum in responding to global changes and technological developments. Globalization and digitalization have influenced the understanding and practice of religion among the younger generation, marked by a shift in values and the emergence of hybrid spiritual identities. The IRE curriculum faces significant obstacles, such as low digital literacy among educators, infrastructure gaps, and a lack of contextual material. This study uses a library research method with a descriptive-critical approach to identify these challenges and offer strategic solutions. The results of the study show the importance of curriculum transformation through the integration of digital technology, strengthening teacher competencies, developing transformative learning models based on Islamic values, and instilling digital ethics and spirituality. Thus, the IRE curriculum is expected to produce a generation of Muslims who are adaptive, moderate, and moral in the midst of globalization and the digital era.Dinamika keagamaan anak di era Society 5.0 serta tantangan yang menghadapi iklim Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanggapi perubahan global dan perkembangan teknologi. Globalisasi dan digitalisasi telah mempengaruhi pemahaman serta praktik keagamaan generasi muda, yang ditandai dengan pergeseran nilai dan munculnya hibriditas identitas spiritual. Kurikulum PAI menghadapi hambatan signifikan, seperti rendahnya literasi digital pendidik, kesenjangan infrastruktur, dan kurangnya materi kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode penelitian perpustakaan dengan pendekatan deskriptif-kritis untuk mengidentifikasi tantangan tersebut dan menawarkan solusi strategi. Hasil kajian menunjukkan pentingnya transformasi kurikulum melalui integrasi teknologi digital, penguatan kompetensi guru, pengembangan model pembelajaran transformatif berbasis nilai Islam, serta penanaman etika digital dan spiritualitas. Dengan demikian, kurikulum PAI diharapkan mampu mencetak generasi Muslim yang adaptif, moderat, dan bermoral di tengah arus globalisasi dan era digital

    Gerakan Dakwah Wahabi Dalam Bingkai Moderasi Beragama: Antara Purifikasi Akidah Dan Tantangan Pluralitas

    No full text
    Gerakan dakwah Wahabi berlandaskan pada semangat pemurnian akidah, yakni usahamengembalikan ajaran Islam kepada kemurnian tauhid sebagaimana dicontohkan oleh RasulullahSAW dan generasi salafus shalih. Gagasan ini dipelopori oleh Muhammad bin Abdul Wahhab padaabad ke-18 sebagai gerakan reformasi terhadap praktik keagamaan yang dianggap telahmenyimpang dari prinsip tauhid, seperti bid’ah dan khurafat. Tujuan utamanya adalah menegakkankembali kemurnian ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, tanpa campuran tradisi ataupraktik yang tidak memiliki dasar syar‘i. Di Indonesia, pemikiran Wahabi berkembang melalui jalurdakwah, pendidikan, serta lembaga sosial-keagamaan. Namun, kehadirannya sering kalimenimbulkan dinamika dan perdebatan karena adanya perbedaan pendekatan antara Islam kulturalNusantara yang akomodatif terhadap tradisi lokal dengan ajaran Wahabi yang lebih tekstual danpuritan. Ketegangan ini menjadi semakin kompleks ketika dihadapkan pada paradigma moderasiberagama yang digagas oleh pemerintah Indonesia untuk menjaga keseimbangan, toleransi, dankeharmonisan sosial di tengah kemajemukan masyarakat. Penelitian ini berupaya menelaah posisigerakan Wahabi dalam konteks moderasi beragama di Indonesia dengan menyoroti dialektika antarasemangat purifikasi akidah dan nilai-nilai moderasi. Melalui pendekatan kualitatif dan studikepustakaan (library research), kajian ini menafsirkan relasi antara prinsip teologis Wahabi danrealitas sosial masyarakat Indonesia yang plural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipunberbeda dalam orientasi dan metode dakwah, Wahabi dan moderasi beragama dapat menemukantitik temu dalam penegakan tauhid, amar ma’ruf nahi munkar, serta dakwah yang bijaksana dankontekstual

    KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN MENURUT HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF

    No full text
    Artikel ini membahas tentang kekerasan seksual terhadap perempuan menurut hukum Islam dan hukum positif, Kekerasan ialah suatu bentuk perilaku kejahatan yang dilakukan kepada orang lain. Kekerasan dapat terjadi pada berbagai kalangan dan tidak memandang usia maupun jenis kelamin. Fenomena yang hingga saat ini kerap terjadi ialah kekerasan seksual yang terjadi kepada wanita. Kekerasan dalam rumah tangga hingga saat ini tampak kurang mendapat perhatian dikalangan masayarakat. Beberapa alasan diantaranya kekerasan didalam rumah tangga cenderung tak kentara dan ditutupi karena rumah tangga adalah area privat, kekerasan dalam rumah tangga sering dianggap wajar karean memperlakukan istri sekehendak suami masih saja dianggap bahkan diyakini sebagai hak suami sebagai pemimpin dan kekerasan rumah tangga itu terjadi dalam sebuah lembaga yang sah atau legal, yaitu perkawinan, Islam membawa ajaran untuk tidak mebeda-bedakan umat manusia baik perempuan maupun laki-laki, perbedaan yang ada hanyalah nilai pengabdian dan ketaqwaanya pada Allah SWT, sehingga Islam memandang kekerasan terhadap perempuan ialah tindakan yang tercela, melanggar hukum dan syariat Islam. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan studi kepustakaan karena mengumpulkan data yang berasal dari buku, jurnal, internet, atau literatur tertulis lainnya sebagai landasan penulisan. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa Menurut hukum Islam dan hukum positif memandang bahwa kekerasan dalam rumah tangga atau kekerasan terhadap istri adalah perilaku tercela dan terlalang. Hukum Islam dan hukum positif sama-sama berpandangan bahwa kedudukan seorangistri sama tingginya dengan seorang suami. Empat bentuk kekerasan yang juga dijelaskan dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 yaitu kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual dan kekerasan ekonomi

    471

    full texts

    593

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rumah Jurnal Kampus Melayu
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇