336 research outputs found

    PERANAN HABIB ALI BIN ALWI SYAHAB DALAM PENGEMBANGAN ISLAM DI PALEMBANG

    No full text
    Dalam penyebaran agama Islam para ulama memilki peran untuk menyampaikan ajaran Islam itu sendiri, dengan tersebut para ulama mengalami kemudahan dalam menyampaikan dakwah kepada masyarakat sehingga penulis mengangkat judul skripsi “Peranan Habib Ali bin Alwi Syahab dalam Pengembangan Islam di Palembang”. dengan rumusan masalah sebagai berikut. Kajian difokuskan pada: (1) Bagaimana biografi Habib Ali bin Alwi Syahab, (2) Bagaimana Peranan Habib Ali bin Alwi Syahab dalam pengembangan Islam di Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan Habib Ali bin Alwi Syahab dalam mengembangkan Islam di Palembang melalui dakwahnya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori peranan. Penelitian ini adalah penelitian deskritif kualitatif dengan model penelitiaan lapangan (field researh), dengan menggunakan metode sejarah. Metode sejarah adalah metode yang digunakan untuk mengetahui peristiwa dimasa lampau, untuk mengetahui peristiwa dimasa lampau itu maka dilakukan penelitian berupa prosedur penyelidikan dengan menggunakan teknik pengumpulan data sejarah, baik berupa arsip-arsip dan buku- buku maupun wawancara dengan tokoh-tokoh yang masih hidup sehubungan dengan peristiwa bersejarah. Dalam metode sejarah, untuk melakukan penelitian sejarah melalui beberapa langkah yaitu heuristik, verifikasi (kritik sumber), interpretasi dan historigrafi. Pendekatan sosiologis digunakan untuk memperluas teori-teori peristiwa dimasa lampau. Setelah dilakukan penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa peranan Habib Ali bin Alwi Syahab dalam pengembangan Islam di Palembang dibagi menjadi tiga sub pembahasan, yaitu: Bidang Dakwah, Bidang pendidikan, dan Bidang Pengobatan. Dalam bidang dakwah Habib Ali berdakwah dengan membuka majelis-majelis, diantaranya: majelis maulid, majelis rauhah, dan majelis ilmu/dzikir. Dalam majelis ini, Habib Ali menyampaikan dan mengajarkan kepada murid-muridnya beberapa bidang kajian keislaman, diantaranya kajian Tauhid, Tasawuf, Fiqh, dll. Salah satu kitab yang digunakan Habib Ali saat mengajar yaitu Fadhailul Amal (Amalan- amalan yang utama). Selain membuka majelis, Habib Ali juga mengajarkan murid-muridnya membaca dan juga menghapal Al Qur’an di rumahnya, diantaranya murid Habib Ali yang belajar Al Qur’an dengannya yaitu Kemas H.Umar dan Nungcik Aqil. Kemudian di bidang Pendidikan, Habib Ali mengajar di Pesantren Tahtal Yaman dan juga di Madrasah Al Ihsan, Habib Ali mengajar sama halnya seperti di majelisnya, beliau mengajar tauhid, tasawuf, fiqh, bahasa Arab, dll. Dan yang terakhir dalam bidang pengobatan, Habib Ali merupakan ahli dalam pengobatan, keahliannya ini juga beliau manfaatkan sebagai penunjang dakwahnya. Banyak yang berobat dengan Habib Ali dan kemudian sembuh

    PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KITAB DALILU AT-THALIBIN FI BAYANI AT-TAQWA WA ADABI FI ADDIN KARYA SYAIKH ALWI BIN ALI BIN ALWI BIN ALI BIN MUHAMMAD AL-HABSY

    No full text
    “Dalilu Atthalibin” merupakan sebuah kitab adab karya Syaikh Alwi, mengajak kepada setiap muslim untuk menjadi m¬¬akhluk yang baik dalam pandangan Allah dan manusia, yang di ajarkan melalui sentuhan akhlak. Yang menjadi fokus penelitian ini yaitu padapendidikan akhlak yang terkandung dalam kitab “Dalilu Atthalibin” karya Syaikh Alwi Al-Habsy. Dilatar belakangi dengan merosotnya posisi pendidikan akhlak di lingkungan masyarakat. Berbagai permasalahan yang bersangkutan dengan akhlak mulai mencuat hingga menyebabkan degradasi moral. Karenanya, perlu kajian mengenai pendidikan akhlak yang diharapkan mampu memberikan pencerahan. Selain itu, dalam penelitian ini juga akan di kaji hubungan atau relevansinya dengan pendidikan dalam keluarga. Tujuannya untuk mengetahui: (1) konsep pendidikan akhlak menurut pandangan Syaikh Alwi bin Ali bin Alwi bin Ali bin Muhammad al-Habsyi dalam Kitab Dalilu Atthalibin Fi Bayani Attaqwa Wa Adabi Fi Addin, dan (2)relevansi konsep pendidikan akhlak yang terkandung dalam Kitab Dalilu Atthalibin Fi Bayani Attaqwa Wa Adabi Fi Addin dengan pendidikan akhlak dalam keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka (library research). Penulis berusaha mengkaji konsep pendidikan akhlak yang terdapat dalam kitab “Dalilu At-Thalibin” karya Syaikh Alwi Al-Habsy. Teknik pengumpulan data dengan cara menggali bahan-bahan pustaka yang koheren dan relevan dengan objek pembahasan yang dikaji serta teknik wawancara. Sedangkan analisisnya menggunakan analisis isi (content analysis) yaitu suatu metode yang menggunakan teknik sistematik untuk menganalisis isi data dan mengkaji data. Hasil dari penelitian yang dilakukan, membuahkan hasil sebagai berikut: (1) konsep pendidikan akhlak dalam kitab Dalilu At-Thalibin adalah bertaqwa kepada Allah,menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah, etika seorang pendidik, akhlak peserta didik menjaga kesopanan terhadap pendidik, menjaga etika terhadap orang tua, menjaga hubungan baik dengan orang awam, teman dekat, dan orang yang baru dikenal. Kesemuanya berorientasi pada pembinaan akhlak yang holistik yakni akhlak yang menyeluruh, meliputi akhlak kepada Allah Swt (habl min Allah), diri sendiri dan orang lain (habl min al-nas). (2)terdapat relevansi konsep pendidikan akhlak dalam kitab “Dalilu At-Thalibin” dengan pendidikan akhlak dalam keluarga adalah dikarenakan di dalamnya mengandung penanaman konsep pendidikan akhlak terhadap keluaraga yang meliputi etika terhadap orang tua, etika terhadap kerabat, etika terhadap istri dan keluarga

    Alwi, Faridah

    No full text

    Islamic Philanthropy: The Idea of Economis Empowerment of the Ummah of K.H. Ma’ruf Amin

    No full text
    This article describes the portrait of the Islamic Philanthropy idea of KH. Ma'ruf Amin in the context of the economic empowerment of the Ummah. This paper rests on the basic premise that religion cannot be separated from the social dynamics of society. Methodologically, this article is library research using analytical descriptive method and normative, historical, and sociological approaches as a reading instrument for various literatures. In the context of Islamic philanthropy, the idea of economic empowerment of K.H. Ma'ruf Amin pivots on strengthening regional economic infrastructure and equitable development. Inequality of the economy of Indonesia is the result of past economic policies that adopted the conglomeration model of the trickle-down effect theory. To respond to this model, K.H. Ma'ruf Amin offers a pattern of economic development that adopts the ketupat model, which describes an increase in the economy in the weak economic sector so that there is a gradual increase in the middle economic secto

    PERAN HABIB ABDULLAH BIN ALWI AL HADDAD (1634-1712 M) TERHADAP TRANFORMASI TAREKAT ‘ALAWIYAH

    No full text
    Tarekat ‘Alawiyah merupakan salah satu dari sekian banyaknya tarekat muktabarah yang ada di dunia. Namun tarekat ini bisa dikatakan sebagai tarekat yang moderat karena memiliki beberapa perbedaan diantara tarekat lainnnya. Di antara perbedaan itu terlihat bagaimana tidak diwajibkan bagi orang yang mengikuti ajaran ini untuk mengikuti bai’ah namun tetap diakui sebagai pengikut tarekat ini. Tidak hanya itu, tarekat ini juga telah melalui proses transformasi yang dilakukan oleh Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad yaitu seorang yang memiliki nasab sampai kepada Rasulullah SAW. Beliau memperkenalkan tarekat ini sebagai salah satu tarekat dengan segala kemudahannya. Beliau hidup sekitar tahun 1634-1712 M serta dimakamkan di kota Tarim. Di antara karya beliau adalah Nashaih ad-Diniyah, Risalah adab suluk al-Murid, Wird al-Kabir dll. Jasa beliau terhadap tarekat ini sangatlah besar sehingga beliau dijuluki sebagai mujaddid tarekat ‘Alawiyah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan bagaimana esensi yang terdapat di dalam ajaran tarekat ‘Alawiyah dan alasan mengapa Habib Abdullah Bin Ali Al Haddad melakukan transformasi terhadap tarekat ini. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif atau penelitian pustaka dengan mempelajari dan menganalisa literatur-literatur yang berkaitan dengan tarekat ‘Alawiyah. Di antara sumber yang menjadi rujukan terhadap penelitian ini adalah kitab karya Habib Zain bin Smith dan beberapa kitab karya Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad, serta karya Habib novel Bin Muhammad Alaydrus. Dari hasil yang ditemukan dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa tarekat Alawiyah . Yang di gagas oleh Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad memiliki beberapa perubahan diantaranya adalah Tarekat ini merupakan tarekat yang mudah ataupun ringan jadi siapapun boleh mengikuti nya tidak hanya dari kalangan para saadah saja, kemudian di dalam tarekat ini juga tidak mengharuskan adanya bai'ah, setelah itu Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad menghindari pemikiran-pemikiran tasawuf falsafi agar tarekat ini tidak disalahpahami oleh orang awam dalam menjalankan nya

    The educational values of the book of “Salahuddin Al-Ayyubi and Perang Salib III” by Alwi Alatas

    No full text
    One branch of Islamic education is history lesson. Through these lesson the students are expected to take the lessons of past stories especially related to Islam. However, today the students who like history lesson are very few because of boring, monotonous, and uninteresting. Besides that, today the Islamic world is experiencing a similar event with the time of Salahuddin Al-Ayyubi. The book of “Shalahuddin Al-Ayyubi dan Perang Salib III” by Alwi Alatas is a historical book. The book content is about the educational values which could be emulated today. The book of “Salahuddin Al-Ayubi dan Perang Salib III” by Alwi Alatas as representatives story of the past to be used as research under the title The Educational Values of the Book of “Shalahuddin Al-Ayyubi dan Perang Salib III” by Alwi Alatas. The goal of this research is to know (1) the educational values contained in the book of “Shalahuddin Al-Ayyubi dan Perang Salib III”, (2) the writing method which is used by Alwi Alatas in the book of “Shalahuddin Al-Ayyubi dan Perang Salib III”, (3) The way of author to convey the truth of the story in the book of “Shalahuddin Al-Ayyubi dan Perang Salib III” to the reader. This research is a document research. The data analysis in this research is content analysis with historical approach. The data validity used (1) the perseverance of observer, (2) marking, (3) noting, (4) triangulation. The research results show that educational values contained in the book of “Shalahuddin Al-Ayyubi dan Perang Salib III” by Alwi Alatas are moral value, awareness value, and religion value. Religion value can also be called with Divine (Ilahiah) value which is divided into: pious (imaniah) value, ubudiah value, muamalah value. In muamalah value there is multicultural value which are divided into: ummah value, rahmah (mercy) value, and musawah value. In composing the book of “Shalahuddin Al-Ayyubi dan Perang Salib III”, Alwi Alatas using content analysis with historical approach. To convey the truth of the story in the book the author has fulfilled the general terms of the exposure of historical story (1) the author has the ability to express with good language, (2) the historical story unity, (3) presenting the evidence and make general lines which will be followed clearly by the reader thinking, (4) the whole exposure of history, should be argumentative

    The importance of CSR initiatives in building customer support and loyalty: evidence from Saudi Arabia

    No full text
    Purpose: the purpose of this paper is to examine how the perception of CSR influences different aspects of consumer behaviour, specifically focussing on the antecedents of perceived value, customer support and loyalty.Design/methodology/approach: a total of 418 completed responses were obtained and provided the data to analyse and test the hypothesised research model. To test the hypotheses, structural equation modelling using PLS was employed. Findings: findings reveal that customer awareness of the current CSR initiatives to different stakeholder groups significantly influences their perceptions of what social initiatives are actually undertaken by firms for their economic, legal, ethical and philanthropic responsibility. In addition, customer views of what firms actually do in respect to social initiatives are significantly related to their level of CSR expectations. This indicates that the customers will always expect more from banks compared to what they actually do. Surprisingly, CSR perception is not directly related to customers’ loyalty, which contradicts the majority of previous studies indicating that CSR perception influences consumer behaviour. Originality/value: this study provides an original contribution to the CSR body of knowledge, especially for developing countries where the awareness level is low. It also provides a deep understanding of the influence of CSR into consumer behaviour, as it investigates the influence of the full construct of CSR into customer loyalty. Finally, the study investigated the relationship between the perception and the expectation of CSR; this relationship has been neglected in previous studies, where either CSR perceptions or CSR expectations have been examined separately.</p

    KONSEP HAJI DALAM HUKUM ISLAM STUDI PEMIKIRAN ALI SYARIATI

    No full text
    Abstrak Di tengah gemerlap abad modern yang berupaya memberikan respon dengan mengakui keharusan syariat islam yang juga berdiri di tengah ekspansi dan akulturasi budaya menjadi bagian dari kehidupan modern tanpa harus mengadopsi solusi dari budaya Barat. Ali Syari’ati adalah sebuah fenomena dalam wacana pemikiran Islam kontemporer. Letak fenomenal Ali Syari’ati dapat dilihat pada lanskap pemikirannya ketika berbenturan dengan pengalaman-pengalaman kehidupan modern seperti industrialisasi, kolonialisme, komunisme, konsumerisme, kebebasan seksual, kebebasan ber-ekspresi, dan sebagainya. Atas dasar benturan-benturan itu, melaui Teologi makna Haji dari Ali Syari’ati hadir menawarkan jawaban jitu terhadap problematika ummat dimana Ummat Islam dapat hidup secara autentik (murni) di tengah-tengah pengalaman modern, sehingga melalui pemikiran Ali Syari’ati yang memperlihatkan kepeduliannya secara tegas terhadap dilema kehidupan modern terkait diskursus Haji,dapat merefleksikan makna syariat tentang ritual dari ibadah haji.Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (liberary research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan menulusuri beberapa literatur-literatur tentang masalah Haji terkhusus literatur Ali Syariati mengenai Makna Haji dalam tradisi Syariat&nbsp; Islam.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Kata Kunci: Haji, Syariat, Modern, Ali Syariat

    Kepemimpinan Ali bin Abi Thalib dalam surat surat yang terkumpul di Nahjul Balaghah : Kajian Hegemoni Antonio Gramsci

    No full text
    Skripsi ini adalah hasil penelitian yang menganalisa kepemimpinan Ali Bin Abi Thalib ketika menjabat menjadi Khalifah dalam Khulafa Ar Rasyidin yang menjabat dari tahun 656-661M, penelitian ini berdasarkan surat surat yang terkumpul dalam sebuah kitab yang bernama Nahjul Balaghah yang berisi kumpulan khutbah,surat dan kata Mutiara dari Ali bin Abi Thalib yang dikumpulkan oleh sorang ulama sekaligus penyair yang dikenal dengan nama Syarif Radhi. Penelitan ini di kaji menggunakan teori hegemoni Antonio Gramsci, alasan peneliti menggunakan teori ini adalah karena toeri ini merupakan teori sastra yang memilki fokus dalam kepemimpinan, kekuasaan, pemerintahan dan hubungan antara masyarakat dan penguasa. Penelitian ini juga menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif, metode ini dipilih karena metode kualitatif adalah metode muliti dimensi yang berfokus pada nilai nilai sosial yang dalam penelitian sosiologi sastra di teliti bukan dari kejadian sosial melainkan dari kata, frasa dan kalimat. Setelah melakuakn penelitian, peneliti menemukan bahwa berdasarkan surat surat yang terkumpul dalam nahjul balaghah bisa disimpulkan bahwa Ali bin Abi Thalib dalam menjalankan hegemoninya sangat berpegang teguh pada ideologi islam yang juga sangat mementingkan nilai consent atau persetujuan masyarkat dan Ali juga beberapa kali terlibat dalam War of Position atau perang untuk pertahanan dan tidak pernah memulai War of Maneuver atau peperangan ofensif. Selain itu setelah menyelesaikan penelitian ini, peneliti juga mengajukan beberapa saran diantaranya adalah bagi para peneliti lain untuk mengkaji Nahjul Balaghah mengingat kitab ini berotasi pada salah satu tokoh paling penting dalam sejarah islam

    KONSEP IDEOLOGI PROFETIK DALAM PANDANGAN ALI SYARIATI SKRIPSI

    No full text
    Dalam konteks hidup bernegara dan bermasyarakat dibutuhkan sebuah arah dan tujuan. Arah dan tujuan dimaksudkan guna mendapatkan pemaknaan dalam hidup. Makna di dalam hidup berkaitan dengan cara pandang yang di gunakan untuk melihat realitas. modernitas tak terbendung arusnya, jarak yang dulu menjadi halangan utama manusia menjelajahi dunia kini bukan lagi menjadi persoalan karena percepatan perkembangan teknologi. Konsekuensi dari hal tersebut membuat ruang hidup bernegara dan masyarakat tidak lagi privat. Akibatnya arus deras ideologis pun ikut berseliweran dan perlahan mempengaruhi suatu bangsa dan masyarakat. selayaknya raushanfikr, Ali Syari’ati merespon masalah ini dengan jeli dan segeramemabngun ideologi sebagai counter terhadap serangan ideologi luar yang masuk. Terdapat dua rumusan utama dalam penelitian ini, yaitu bagaimana gagasan ideologi Ali Syari’ati dan konsepsi ideologi Profetik dalam pandangan Ali Syari’ati. Untuk melacak jawaban dari rumusan masalah tersebut, penulis menggunakan metode deskriptif-analitis dengan penekanan kuat pada jenis penelitian kepustakaan, penelitian ini bertujuan untuk menangkap bentukan ideologi yang digagas Syariati sebagai ideologi alternatif dalam dunia Islam. Penelitian ini mengungkap bahwa gagasan ideologi Syariati dibangun atas dasar nilai Islam. Khususnya berada pada konsepsi Tauhid. Tauhid mengemban semangat kesatuan antara hubungan manusia, alam dan Tuhan. Relasi kesatuan antara manusia, alam, dan Tuhan membentuk hubungan yang harmonis dan saling terkait tanpa adanya pertentangan. kesatuan berupaya melihat bahwa segala-sesuatu yang terkait dengan entitas material maupun spiritual terhubung dengan “yang tersembunyi” (Dzat). Cara pandang ini memuat nilai-nilai ideologi profetik. Ideologi profetik membawa tiga unsur penting di dalamnya. Pertama, Humanisasi, yaitu upaya memanusiakan manusia, yang mana dalam pemikiran Syari’ati humanisasi terangkum pada semangat pencarian sifat-sifat natural manusia. seperti kesadaran diri, kehendak bebas dan kreatifitas. Kedua, Unsur Liberasi, memuat pembebasan dalam sistem dan struktur masyarakat, berupa kritik terhadap ilmu pengetahuan barat, objektivasi agama dan pertentangan ideologis yang menguasai masyarakat. Ketiga, Transendensi sebagai upaya menghadirkan tuhan dalam segala aspek kehidupan, pandangan ini terangkum dalam konsep tauhid; kesatuan antara manusia, alam dan tuhan. Transendensi juga menjadi muara dari unsur humanisasi dan liberasi
    corecore