20 research outputs found
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Anak Penderita Bronkopneumonia Di Rumah Sakit Provinsi Sulawesi Tengah Periode 2017
Bronkopneumonia adalah radang paru yang berasal dari cabang-cabang tenggorakan yang mengalami infeksi dan tersumbat oleh getah radang, sehingga menimbulkan pemadatan-pemadatan bergerombol dalam lobolus paru yang berdekatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan antibiotik pada pasien anak penderita penyakit Broncopneumonia di Rumah Sakit Periode Januari-juni 2017. Penelitian ini bersifat observasional menggunakan rancangan cross-sectional, subyek penelitian adalah pasien anak yang menderita Bronkopnemonia, metode pengambilan sampel adalah purposive sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini dihitung menggunakan rumus slovin, hasil prhitungan didapatkan jumlah sampel sebanyak 35 sampel. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mencatat hasil diagnosis. Hasil penelitian menunjukan bahwa evaluasi penggunaan antibiotik berdasarkan tepat indikasi nilainya 100%, tepat obat nilainya 100%, tepat pasien 100% dan tepat dosis nilainya 100%. Pemberian antibiotik lebih mengutamakan antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga yaitu Cefadroxil (14,29%), cefotaxime (45,24%), cefixime (21,43%) dan ceftriaxone (19,04%).Bronkopneumonia adalah radang paru yang berasal dari cabang-cabang tenggorakan yang mengalami infeksi dan tersumbat oleh getah radang, sehingga menimbulkan pemadatan-pemadatan bergerombol dalam lobolus paru yang berdekatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan antibiotik pada pasien anak penderita penyakit Broncopneumonia di Rumah Sakit Periode Januari-juni 2017. Penelitian ini bersifat observasional menggunakan rancangan cross-sectional, subyek penelitian adalah pasien anak yang menderita Bronkopnemonia, metode pengambilan sampel adalah purposive sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini dihitung menggunakan rumus slovin, hasil prhitungan didapatkan jumlah sampel sebanyak 35 sampel. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mencatat hasil diagnosis. Hasil penelitian menunjukan bahwa evaluasi penggunaan antibiotik berdasarkan tepat indikasi nilainya 100%, tepat obat nilainya 100%, tepat pasien 100% dan tepat dosis nilainya 100%. Pemberian antibiotik lebih mengutamakan antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga yaitu Cefadroxil (14,29%), cefotaxime (45,24%), cefixime (21,43%) dan ceftriaxone (19,04%)
Profil Penggunaan Obat pada pasien Hipertensi di Puskesmas Marawola Periode Januari - Maret 2017
Kesehatan adalah hak asasi yang patut didapatkan oleh semua warga Negara Indonesia. Hal ini tentunya sangat berhubungan erat dengan sistem pelayanan kesehatan khususnya dibidang farmasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pola peenggunaan obat pada penyakit hipertensi di puskesmas Marawola. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk mengangkat fakta, keadaan dan variabel yang terjadi selama penelitian berlangsung dan menyajikan apa adanya. Hasil peneitian ini menunjukan bahwa penderita penyakit Hipertensi berdasarkan jenis kelamin Laki – laki (45,74%) dan perempuan (54,26%). Berdasarkan usia <40 tahun 7,45%, usia 40 – 49 tahun 25,53%, usia 50 – 59 tahun 30,85%, usia 60 – 69 tahun 19,15%, usia 70 – 79 tahun 13,83% dan usia >80 tahun 3,19%. Berdasarkan penggunaan obat Paracetamol 13,32%, Asam mefinamat 2,35%, Ibuprofen 0,26%, Isosorbid dinitrat 17,23%, Nifedipin 1,83%, Dopamin 0,26%, Diltiazen 0,52%, Captopril 19,06%, Propanolol 18,54%, Bisoprolol 1,57%, Amlodipine 13,84%, Nimodipine 5,48%, Amdixal 0,26%, Ceremax 0,26%, HCT 1,05%, Bunazosin 0,26%, Dobutamine 0,78%, Digoksin 2,87%, Pentoksifilin 0,26%. Berdasarkan tepat dan ketidak tepatan penggunaan obat diperoleh tepat 100% tidak tepat 0%. Standar yang digunakan yaitu Depkes RI. Direktorat Jendral Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Direktorat Bina Farmasi dan Klinik, pharmaceutical care untuk penyakit hipertensi.2005
TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PEMBUATAN DAN PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI DESA SUNJU RT II KECAMATAN MARAWOLA KABUPATEN SIGI PROVINSI SULAWESI TENGAH
Telah dilakukan penelitian tentang Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Pembuatan Dan Penggunaan Obat Tradisional Di Desa Sunju RT II Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah Periode Juni 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa baik tingkat pengetahuan masyarakat terhadap pembuatan dan penggunaan obat tradisional di RT II Desa Sunju Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah Periode Juni 2017. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dan metode pengambilan sampel menggunakan metode random sampling. Pengukuran tingkat pengetahuan masyarakat menggunakan kuesioner dengan jenis kuesioner tertutup dan menggunakan skala likert. Analisis data menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, hasil yang diperoleh dari penelitian dimana tingkat pengetahuan masyarakat Desa Sunju RT II terhadap pembuatan obat tradisional didapatkan persentase 50,9% masyarakat memiliki pengetahuan baik dan penggunaan didapatkan persentase 61,8% masyarakat memiliki pengetahuan baik, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Desa Sunju RT II masih kurang baik dan sangat memerlukan sosialisasi tentang pembuatan dan penggunaan obat tradisional yang baik dan benar
Pola Penggunaan Obat Hipertensi Pada Pasien Geriatri Di Rumah Sakit Anutapura Palu Periode 08 Juli-08 Agustus 2019
Hipertensi merupakan faktor resiko utama penyakit-penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Sementara itu, peningkatan jumlah usia lanjut akan berpengaruh pada berbagai aspek kehidupan salah satunya pada perubahan fisik dalam sistem kardiovaskular. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola dan kesesuaian terapi penggunaan obat hipertensi pada pasien geriatri di RSU Anutapura Palu. Kesesuaian terapi dalam penelitian ini dilakukan dengan mengevaluasi kerasionalan terapi yang meliputi tepat pasien, tepat obat dan tepat dosis. Jenis dan rancangan penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pengambilan data secara prospektif dan analisis data secara deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode total sampling dan sebanyak 30 data yang diambil sebagai sampel dianalisis berdasarkan standar terapi yang digunakan yaitu the Eight Joint National Committee (JNC 8). Berdasarkan hasil penelitian dari analisis rasionalitas terapi penggunaan obat hipertensi pada pasien geriatri, diperolah hasil kesesuaian terapi yaitu 96,67% tepat pasien, 86,67% tepat obat dan 83,33% tepat dosis. Hasil penggunaan obat antihipertensi tunggal yang paling banyak digunakan yaitu golongan CCB sebesar 56,67% dan obat kombinasi yang paling banyak digunakan yaitu golongan CCB+ARB sebesar 10%.
 
Analisis Biaya Pengobatan Penyakit Paru Obstruktif Kronik Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sukoharjo
Penyakit paru obstruksi kronik menduduki peringkat ke empat setelah penyakit jantung, kanker, dan penyakit serebro vaskuler sebagai penyebab kematian, biaya yang dikeluarkan untuk penyakit ini mencapai $24 milyar pertahunnya. INA-CBG merupakan paket pembiayaan kesehatan berbaris kasus dengan mengelompokkan berbagai jenis pelayanan menjadi satu kesatuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola pengobatan PPOK, biaya rata-rata pengobatan, kesesuaian biaya riil dengan biaya paket INA-CBG, serta factor-faktor yang berpengaruh terhadap biaya total pengobatan PPOK di RSUD Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan penelitian cross sectional menurut perspektif rumah sakit. Metode pengambilan data secara retrospektif. Subyek penelitian adalah pasien rawat inap yang menderita PPOK dengan faktor risiko dan komplikasi. Variable penelitian meliputi karakteristik pasien meliputi umur dan jenis kelamin, faktor resiko dan komplikasi, dan biaya yang digunakan (medical cost dan non medical cost). Analisis data diuji menggunakan uji one sample T-Tes, Anova, Kruskal-wallis tes dan korelasi bivariat. Hasil penelitian menunjukkan usia > 60 tahun dengan jenis kelamin laki-laki paling banyak menderita PPOK (76,2%). Faktor resiko dan komplikasi terbanyak adalah cor pulmonale (42,8%) dan lama rawat inap paling banyak adalah < 4 hari (58,8%). Pola pengobatan kurang sesuai dengan alogaritma terapi menurut GOLD. Factor yang berhubungan dengan total biaya adalah lama rawat inap dan tingkat keparahan. Rata-rata biaya PPOK untuk tingkat keparahan berat sebesar Rp. 1.349.671 untuk ketiga jenis pembiayaan, untuk tingkat keparahan sangat berat dengan jenis pembiayaan umum, jamkesmas dan jamkesda berturut-turut adalah Rp. 1.051.955,5, Rp. 1.815.859 dan Rp. 1.589.706,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya pengobatan riil PPOK lebih rendah dan berbeda bermakna dengan biaya paket INA-CBG dengan nilai P 0,000
Analisis Karakteristik Kimia dan Sifat Organoleptik Tepung Ikan Gabus Sebagai Bahan Dasar Olahan Pangan
Tepung ikan gabus yang diteliti saat ini hanya dilakukan beberapa pengujian karakteristik kimia. Masalah dalam penelitian ini apakah pembuatan tepung dari ikan gabus sebagai bahan dasar dalam pembuatan berbagai olahan dapat dilakukan, dengan tujuan untuk menghasilkan tepung ikan gabus sebagai bahan dasar olahan yang tinggi akan protein. Penelitian menggunakan rancangan analisis laboratorium, data yang dikumpul berupa data pengamatan serta pendapat panelis terhadap pendapat organoleptik. Penyajian data dalam bentuk tabel yang nantinya dianalisis sehingga diperoleh hasil apakah tepung ikan gabus sangat baik digunakan sebagai bahan olahan. Kemudian dibandingkan dengan standar yang digunakan. Hasil menunjukan bahwa pengujian karakteristik kimia tepung ikan gabus untuk kadar air yang diperoleh 10%, kadar abu 2,94%, kadar lemak 13,81%, kadar serat 21,83% dan kadar protein 65,3%. Hasil ini sesuai dengan yang ditetapkan Food and Agriculture Organization (FAO) yang artinya tepung olahan dari ikan gabus dapat digunakan sebagai bahan olahan
Prostate Anticancer Activity Testing α Mangostin Invitro Study on Sel DU 145 Using WST 8 Method
Prostate cancer is a cancer that has a high risk of death. Prostate cancer, specifically prostate adenocarcinoma, arises from the cells in the prostate gland or its peripheral zone. Chemotherapy, radiation therapy, and surgery are the main treatments for prostate cancer today. Empirical evidence shows that α-mangostin is used as a cancer therapy. At every stage of carcinogenesis, including cell division, proliferation, apoptosis, inflammation, and metastasis, α-mangostin can inhibit it. This study aims to evaluate the activity of α-mangostin against the DU145 prostate cancer cell line, and compare the %survival rate between cisplatin and α-mangostin. The method used is cytotoxicity testing in vitro with the WST-8 method. The research results showed that α-mangostin had an IC50 value of 16.89 ppm, in the active category, IC50 of cisplatin was 4.69 in the active category. Then statistical analysis was carried out using GraphPad Prism versi9.0.0 The results obtained were no significant differences between %survival rate cisplatin and α-mangostin at a concentration of 12.5 ppm. The conclusion of this study is The IC50 values of α-Mangostin and cisplatin against DU 145 cells were 16.89 ppm and 4.65 ppm, respectively. At a concentration of 12.5 ppm, there was no significant difference in their effects
Pola Pengobatan Penyakit Diare pada Pasien Pediatrik di RSU Anutapura Palu Tahun 2019
Diare merupakan penyebab utama kedua kematian pada anak-anak dibawah lima tahun dengan jumlah 760.000 kematian setiap tahunnya. Walaupun penyakit diare pada anak tidak menyebabkan kematian secara langsung, tetapi dapat berakibat fatal bila penanganannya tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan golongan obat yang paling banyak digunakan dan menentukan ketepatan penggunaan antidiare pada pasien pediatrik di Ruang Rawat Inap di RSU Anutapura Palu Tahun 2019 dengan parameter tepat obat, tepat idikasi, tepat pasien, tepat dosis dan tepat frekuensi. Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data secara prospektif dari bulan September-November Tahun 2019 terhadap pasien diare pada pediatrik di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampe secara accidental sampling. Hasil penelitian terhadap 55 pasien menunjukan penggunaan obat berdasarkan golongan obat yang paling banyak digunakan yaitu Antidiare (45,70%) dan penggunaan obat berdasarkan jenis obat yaitu Zink (20,60%). Berdasarkan ketepatan penggunaan obat Antidiare pada pasien diare pediatrik dengan parameter tepat indikasi (100%), tepat obat (100%), tepat dosis (100%), tepat frekuensi (100%), dan tepat pasien (100%)
Subchronic Toxicity Test of Purple Leaves Ethanol Extract (PLEE) on the Histopathological Picture of the Pancreas of Wistar Rats
Medicinal plants are considered a rich source of bioactive metabolites and have the potential for the discovery and development of new drugs, one of which is the purple leaf plant which is known to treat various diseases. The aim of this research was to determine the effect of administering purple leaf ethanol extract over a certain period of time at doses of 500 mg/kgBB, 2.000 mg/kgBB and 5.000 mg/kgBB on the histopathology of the Wistar rat pancreas. In this study, an experimental method was used with a randomized block design, using 20 male Wistar rats which were divided into 4 research groups, 1 control group which was given Na-CMC. and 3 treatment groups were given purple leaf ethanol extract at a dose of 500 mg/kgBB (P1), dose of 2.000 mg/kgBB (P2) and dose of 5.000 mg/kgBB (P3). The test preparation was administered orally, for 28 days. The results of subchronic toxicity testing of purple leaf ethanol extract on Wistar rats carried out for 28 days, up to a dose of 5.000 mg/kg BB, showed that at a dose of 2.000 mg/kg BB – 5.000 mg/kg BB it was toxic to the histopathology of the Wistar rats pancreas, which was characterized by the presence of cell degeneration, increased organ index and the presence of symptoms of toxicityTanaman obat dianggap sebagai sumber metabolit bioaktif yang kaya dan berpotensi untuk penemuan dan pengembangan obat baru, salah satunya yaitu tanaman daun ungu yang dikenal dapat mengobati berbagai penyakit. Di Indonesia, daun ungu telah lama digunakan dalam pengobatan tonsilitis, abses, rematik, pembengkakan payudara, abses payudara, haemorrhoid, dan antidiabetes. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun ungu pada selama 28 hari dengan dosis 500 mg/kgBB, 2.000 mg/kgBB dan 5.000 mg/kgBB terhadap histopatologi pankreas tikus wistar. penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak kelompok, menggunakan 20 ekor tikus wistar jantan. dibagi menjadi 4 kelompok penelitian, 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan. pada kelompok kontrol hanya diberikan Na-CMC, pada kelompok perlakuan 1 (P1) diberikan ekstrak etanol daun ungu dosis 500mg/kgBB. kemudian pada kelompok perlakuan 2 (P2) diberikan ekstrak etanol daun ungu dosis 2.000 mg/kgBB dan pada kelompok perlakuan 3 (P3) diberikan ekstrak etanol daun ungu dosis 5.000 mg/kgBB. pemberian sediaan uji dilakukan secara oral, selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok kontrol dan kelompok uji tidak terdapat gejala toksisitas yang berarti. Terjadi peningkatan dan penurunan berat badan yang tidak berbeda signifikan, pada pengamatan makroskopis organ pankreas tidak terdapat perbedaan antara kelompok uji dengan kelompok kontrol. pada pengamatan indeks organ, kelompok uji mengalami peningkatan indeks organ yang menandakan adanya gejala toksisitas. dan pemberian dosis 500 mg/kgBB menyebabkan kerusakan ringan pada pankreas, dosis 2.000 dan 5.000 mg/kgBB menyebabkan kerusakan sedang, terjadi degenerasi pada sel pankreas. Ekstrak etanol daun ungu pada dosis 2.000 mg/kgBB dan 5.000 mg/kgBB dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada pankreas tikus wistar
Determination of specific and non-specific standardization parameters for ethanol extract of purple leaves (Graptophyllum pictum (L) Griff )
this study aims to determine the standardization of specific parameters (organoleptic and chemical content) and non-specific parameters (ash content, water content, drying loss, heavy metal contamination, Yeast Mold Number (AKK), microbial contamination / Total Plate Count (ALT)). The results showed that the specific parameters of the organoleptic properties of 96% ethanol extract of purple leaves (Grapthophyllum pictum (L) Griff) were black, shaped like a paste, a distinctive purple leaf odor and a bitter taste. The results of phytochemical screening of 96% purple leaf ethanol extract contained alkaloids, flavonoids, and tannins. However, the saponin test was negative for saponins. Non-specific parameters of 96% ethanol extract of cherry leaves were water content of 5.96%, total ash content of 16.86%, drying loss of 17.26%, heavy metals As and Cd were not detected, the presence of metals in Pb was 0.12 mg / kg, microbial contamination (Alt) and yeast mold numbers (Akk) were not found colonies. Based on these results, it can be concluded that the standardization test of specific and non-specific parameters, the ethanol extract of purple leaves has met the quality standards of simple drugs.Purple leaves are a traditional medicine that is widely used by people in West Java, Maluku and Papua. Empirically, purple leaves are usually used to treat wounds, liver swelling, and treat gallstones. The aim of this research is to establish standardization of specific parameters (organoleptic and chemical content) and non-specific parameters (ash content, water content, drying loss, heavy metal contamination, yeast mold number (AKK), microbial contamination/Total Plate Number (ALT)) as well as antioxidant on purple leaf plants (Graptophyllum pictum (L) Griff). The results showed that the specific parameters of the organoleptic properties of the 96% ethanol extract of purple leaves ( Graptophyllum pictum (L) Griff ) namely black in color , shaped like paste, has a distinctive purple leaf odor and a bitter taste. The results of the phytochemical screening of 96% ethanol extract of cherry leaves contain alkaloids, flavonoids and tannins . However, the saponin test was negative for containing saponin. The non-specific parameters of 96% ethanol extract of cherry leaves are water content of 5.96 % , total ash content of 16.8570 %, drying loss of 17.26 %, heavy metals As and Cd were not detected in Pb of 0, 1236 mg/kg, microbial contamination (Alt) and yeast mold numbers (Akk) were not found in colonies.
Based on standardization testing of non-specific parameters, purple leaf simplicia meets the simplicia quality standard
