Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
609 research outputs found
Sort by
Studi Penggunaan Glukokortikoid Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik Di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo: study on the Use of Glucocorticoids in Patients with Chronic Obstructive Pulmonary Disease At R.T. notopuro, Sidoarjo Hospital
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) ialah penyakit saluran napas kronis yang ditandai dengan terbatasnya aliran udara secara progresif serta adanya peradangan jangka panjang di saluran napas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola penggunaan glukokortikoid pada pasien PPOK di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, meliputi jenis obat, dosis, rute pemberian, frekuensi, lama terapi, serta mengidentifikasi adanya Drug Related Problems (DRP) berupa interaksi obat dan analisa terapi tambahan terhadap efek samping penggunan glukokortikoid. Penelitian ini bersifat non-eksperimental dan dilaksanakan secara observasional dengan metode retrospektif terhadap data rekam medis pasien PPOK rawat inap periode Januari 2023–Desember 2024. Dari 90 sampel pasien yang diteliti, didapatkan 75% menerima terapi glukokortikoid tunggal, dan 25% menerima terapi kombinasi. Dengan rute pemberian metilprednisolon sistemik (98,9%), baik secara injeksi (125 mg) maupun oral (4–8 mg). Inhalasi budesonid (20,8%) pasien dan flutikason (4,2%) pasien. Frekuensi pemberian terbanyak adalah tiga kali sehari dan durasi terapi kurang dari lima hari. DRP yang ditemukan meliputi interaksi mayor (metilprednisolon + levofloxacin), moderate (metilprednisolon + vitamin D), dan minor (metilprednisolon + salbutamol)
The Relationship Between Physical Activity and Stress Levels With The Menstrual Cycle in Female Students of The Faculty of Medicine, Mulawarman University
Menstrual cycle is often regarded as an important indicator of women\u27s reproductive health, and changes in this cycle can affect their quality of life. This study aimed to explore the relationship between physical activity, stress levels, and menstrual cycles among female students at the Faculty of Medicine, Mulawarman University. This study used an observational analytical design and a cross-sectional approach. Statistical analysis was conducted using the chi-squared test. The results showed that 66% of the female students experienced normal menstrual cycles, while 34% had abnormal menstrual cycles. Light physical activity was found in 5.7% of the students, moderate physical activity in 68.7%, and intense physical activity in 25.7%. Mild, moderate, and severe stress levels were experienced by 6.4 %, 83.4%, and 10.2% of students, respectively. The relationship between physical activity and menstrual cycle showed a p-value of 0.215, while the relationship between stress level and menstrual cycle showed a p-value of 0.000. Based on these results, it can be concluded that physical activity is not associated with the menstrual cycle, but stress levels are related to it among female students at the Faculty of Medicine, Mulawarman University
Pemanfaatan Ekstrak Air Daun Halaban (Vitex pinnata L.) sebagai Agen Tonikum: Analisis Respons Fisiologis Mencit Jantan: Use of Halaban Leaf Water Extract (Vitex pinnata L.) as a Tonic Agent: Analysis of Physiological Responses in Male Mice (Mus musculus)
Masyarakat mengatasi kelelahan salah satunya dengan mengkonsumsi berbagai suplemen. Pengembangan sediaan farmasi berbasis bahan alam menjadi cukup diminati, sehingga perlu dilakukan upaya pengembangan dengan bahan baku yang aman berupa tanaman halaban yang diduga memiliki efek tonik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek tonikum ekstrak daun halaban (Vitex pinnata L.) pada mencit. Metode penelitian ini menggunakan natatory exhaustion. Kelompok I diberi kafein 100 mg/KgBB, kelompok II diberi Na-CMC 0,5% dan kelompok III, IV, V diberi ekstrak dengan dosis (250, 500, 750 mg/KgBB). Analisis data dilakukan dengan menghitung selisih waktu sebelum dan sesudah berenang kemudian dilakukan uji One Way ANOVA dan Post hoc Tukey test. Rendemen yang diperoleh sebesar 11,2% dan mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, dan saponin. Perbedaan waktu ketahanan renang tersebut menunjukkan bahwa ekstrak air daun halaban memiliki efek tonikum, adapun berdasarkan hasil statistik didapatkan perbedaan yang signifikan (p<0,05) yang mana dosis I (250 mg/KgBB) merupakan dosis efektif
Skrining Metabolit Sekunder Dan Uji Efektivitas Buah Kedabu (Sonneratia Ovata) Asal Kalimantan Timur Terhadap Mikroorganisme
Buah kedabu (Sonneratia ovata) merupakan salah satu tanaman dari famili Lythraceae yang banyak ditemukan di Bontang, Kalimantan Timur yang dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional dan bahan baku olahan pangan seperti sirup, bahan baku tepung, dan cemilan lainnya karena rasa dan aroma yang khas. Buah ini masih memiliki informasi ilmiah yang sedikit mengenai aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metabolit sekunder yang dimiliki buah kedabu dan potensinya dalam menghambat aktivitas bakteri Escherichia coli. Kontrol positif yang digunakan adalah Ciprofloxacin 1µg/20µL, sedangkan kontrol negatifnya adalah DMSO 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah kedabu mengandung golongan senyawa metabolit sekunder flavonoid, alkaloid, dan tanin. Pengujian antibakteri terhadap Escherichia coli pada ekstrak dan fraksi buah kedabu juga menunjukkan bahwa buah kedabu berpotensi dengan kategori lemah hingga kuat pada konsentrasi 10%; 15%; 20%; 30%; 40%; dan 50%. Hasil analisis One Way ANOVA pada uji antibakteri dengan nilai signifikasi 0,000 menunjukkan adanya perbedaan dari masing-masing konsentrasi terhadap pengaruh daya hambat bakteri Escherichia coli
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak N-Heksan Akar Rambusa (Passiflora foetida L) Pada Bakteri Staphylococcus Aureus: Antibacterial Activity Test of N-Hexan Extract of Rambusa Root (Passiflora foetida L) on Bacteria Staphylococcus Aureus
Aktivitas penambangan batubara di Kalimantan Timur menyebabkan degradasi lingkungan, sehingga diperlukan upaya reklamasi menggunakan tanaman yang memiliki nilai tambah, salah satunya adalah rambusa (Passiflora foetida L.). Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak n-heksan akar rambusa terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi dengan pelarut n-heksan, kemudian dilakukan skrining fitokimia dan uji antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan variasi konsentrasi 10%, 15%, dan 20%. Hasil skrining menunjukkan kandungan senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, dan steroid. Uji antibakteri menunjukkan bahwa konsentrasi 15% dan 20% memberikan zona hambat dalam kategori kuat, sedangkan konsentrasi 10% tidak menunjukkan aktivitas hambat. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak, semakin besar zona hambat yang terbentuk. Meskipun daya hambatnya belum sebanding dengan antibiotik ciprofloxacin sebagai kontrol positif, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akar rambusa memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai agen antibakteri alami, khususnya dalam mendukung reklamasi lahan bekas tambang
Manajemen Rantai Pasok dan Intervensi Gizi dalam Upaya Pengurangan Food Waste di Berbagai Konteks Layanan Pangan
Food waste merupakan tantangan global yang berdampak pada ketahanan pangan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan. Indonesia menghadapi masalah serius dengan estimasi Food Loss and Waste sebesar 23–48 juta ton per tahun. Kajian ini bertujuan meninjau strategi Supply Chain Manajemen (SCM) dan intervensi gizi serta integrasinya dalam mengurangi food waste di berbagai konteks layanan pangan, termasuk rumah tangga, sekolah, universitas, rumah sakit, dan food service umum. Literatur diperoleh melalui pencarian sistematis pada basis data internasional dan nasional dengan kata kunci “food waste,” “supply chain management,” dan “nutrition intervention,” yang menghasilkan sejumlah artikel relevan.
Hasil tinjauan menunjukkan bahwa SCM melalui demand forecasting, manajemen stok, prinsip first-expired-first-out (FEFO), dan kemitraan pemasok lokal mampu menekan kehilangan pangan di hulu. Sementara itu, intervensi gizi seperti penyesuaian porsi, pelabelan gizi, menu engineering, edukasi konsumen, dan strategi nudge terbukti efektif menurunkan plate waste di tingkat konsumen. Integrasi kedua pendekatan ini menghasilkan dampak lebih signifikan dibandingkan penerapan tunggal. Tantangan implementasi meliputi keterbatasan infrastruktur, preferensi konsumen, serta lemahnya kebijakan institusi.
Kajian ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam mengembangkan strategi pengelolaan pangan berkelanjutan yang mendukung pencapaian SDG 12.3 dan SDG 3
Efek Asam Lemak Omega-3 pada Pemulihan dari Prosedur Kardiovaskular: The Effects of Omega-3 Fatty Acids on Recovery from Cardiovascular Procedures
Asam lemak omega-3, khususnya asam eikosapentaenoat (EPA) dan asam dokosaheksaenoat (DHA), telah dipelajari secara ekstensif untuk potensi manfaatnya bagi kesehatan kardiovaskular dan pemulihan pascaprosedur kardiovaskular. Tinjauan pustaka ini mengeksplorasi efek asam lemak omega-3 pada berbagai aspek pemulihan, termasuk pengurangan peradangan, manajemen nyeri, penyembuhan luka, pencegahan aritmia, pengaturan tekanan darah, dan perbaikan profil lemak. Asam lemak ini juga menunjukkan potensi dalam manajemen nyeri, terutama pada kasus nyeri neuropatik dan kondisi inflamasi. Dalam hal manfaat kardiovaskular, asam lemak omega-3 telah menunjukkan potensi untuk pencegahan aritmia, pengaturan tekanan darah, dan perbaikan profil lemak, terutama dalam menurunkan kadar trigliserida. Terlepas dari temuan yang menjanjikan ini, dosis, formulasi, dan efek jangka panjang yang optimal terhadap mortalitas dan kejadian jantung pascaprosedur masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Tinjauan ini juga mengusulkan desain studi potensial untuk mengatasi kesenjangan penelitian ini, termasuk uji coba terkontrol acak, studi kohort, studi crossover, dan studi mekanistik. Kesimpulannya, sementara asam lemak omega-3 menunjukkan potensi signifikan dalam berbagai aspek kesehatan dan pemulihan kardiovaskular, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk sepenuhnya memahami penggunaan optimalnya dalam praktik klinis dan menyempurnakan strategi pengobatan untuk meningkatkan hasil pasien
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Akar Rambusa (Passiflora foetida L.) Terhadap Bakteri Penyebab Disentri Shigella dysenteriae: Antibacterial Activity Test of Ethanol Extract of Rambusa Root (Passiflora foetida L.) Against Bacteria Causing Dysentry Shigella dysenteriae
Disentri merupakan infeksi usus yang disebabkan oleh Shigella dysenteriae dan dapat diobati dengan antibiotik, akan tetapi penggunaan antibiotik yang tidak rasional mengakibatkan bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri alami adalah rambusa (Passiflora foetida L.). Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol akar rambusa terhadap Shigella dysenteriae. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 99%. Skrining fitokimia ekstrak etanol menunjukkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, fenolik dan steroid. Pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran pada konsentrasi 1%, 5%, dan 10%. Hasil menunjukkan rata-rata diameter zona hambat masing-masing sebesar 8.16 mm, 8.20 mm, dan 8,93 mm. Uji ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05). Disimpulkan bahwa konsentrasi 10% merupakan yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Rumput Laut Cokelat (Sargassum polycystum) Asal Pantai Timur Pangandaran Terhadap Propionibacterium acnes
Propionibacterium acnes merupakan bakteri Gram positif yang berperan sebagai agen penyebab utama jerawat. Salah satu alternatif bahan alami yang potensial sebagai antibakteri adalah rumput laut coklat (Sargassum polycystum) yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% Sargassum polycystum terhadap P. acnes. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan metode difusi sumuran menggunakan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 10%, 20%, 40%, 80%, dan 100%. Etanol 96% digunakan sebagai kontrol negatif dan gel clindamycin phosphate sebagai kontrol positif. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak berkorelasi dengan peningkatan daya hambat terhadap P. acnes. Zona hambat yang dihasilkan berturut-turut pada konsentrasi 10% hingga 100% adalah 4,68 mm (lemah) hingga 14,23 mm (kuat), sedangkan kontrol positif menghasilkan zona hambat sebesar 23,89 mm (sangat kuat). Hasil ini mengindikasikan bahwa ekstrak etanol Sargassum polycystum memiliki aktivitas antibakteri yang menjanjikan terhadap Propionibacterium acnes
Analisis Efektivitas Biaya (AEB) Pada Pasien Skizofrenia Di RSJD Atma Husada Mahakam Periode 2022
Skizofrenia merupakan salah satu gangguan jiwa berat yang prevalensinya cukup tinggi di Indonesia dengan total biaya pengobatan yang relatif mahal dan memerlukan pengobatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui terapi antipsikotik yang paling efektif dari segi farmakoekonomi (Analisis Efektivitas Biaya) pada pasien skizofrenia di rawat inap RSJD Atma Husada Mahakam Periode 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian observasional non eksperimental yang dianalisis secara deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif, yaitu dari data rekam medis dan data biaya medis langsung pasien. Parameter efektivitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah lama rawat inap pasien. Hasil penelitian didapatkan antipsikotik yang paling banyak digunakan, adalah risperidon tunggal, selanjutnya kombinasi risperidon+olanzapin, kemudian haloperidol tunggal. Berdasarkan analisis efektivitas biaya yang dilakukan, penggunaan terapi risperidon tunggal lebih efektif dalam segi biaya dibandingkan terapi pembanding lainnya