11 research outputs found

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS SAINTIFIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA MATA PELAJARAN TEKNIK PEMESINAN BUBUT DI KELAS XI SMK PEMUDA 3 KESAMBEN

    No full text
    ABSTRAK Alam, Akhsan. 2019. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dengan Metode  Pembelajaran Berbasis Saintifik Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning  Pada Mata Pelajaran Teknik Pemesinan Bubut Di Kelas XI SMK Pemuda 3 Kesamben. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Yoto,ST.,M.M., M.Pd, (2) Marsono,S.Pd.T., M.Pd.,Ph.D. Kata Kunci: model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), model pembelajaran langsung (MPL), hasil belajar teknik pemesinan bubut Metode pembelajaran merupakan sebuah pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh guru atau instruktur. Didalam sebuah metode pembelajaran terdapat banyak tipe pembelajaran yang dapat meningkatkan keefektifan proses belajar. Pemilihan model pembelajaran yang efektif harus di sesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan model pembelajaran langsung (MPL) dalam mata pelajaran teknik pemesinan bubut. Apabila dalam sebuah proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat maka dapat diindikasikan hasil belajar tercapai maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan model pembelajaran langsung (MPL) pada mata pelajaran teknik pemesinan bubut dan untuk menghasilkan produk berupa rencana pelaksanaan pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu (quasy experimental design). Subyek pada penelitian ini yaitu kelas XI TPm 1 sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran langsung (MPL) dan kelas TPm 3 sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL). Pemilihan subyek penelitian ini menggunakan cara assignment random sampling atau sistem acak. Penelitian ini terdapat empat data kuantitatif yaitu pre-test kelas eksperimen, pre-test kelas kontrol, post-test kelas eksperimen, dan post-test kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan soal pre-test dan post-test pilihan ganda dan teknik analisis menggunakan bantuan SPSS 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang di ajar menggunakan model pembelajaran problem based learning dan model pembelajaran langsung pada mata pelajaran teknik pemesinan bubut. Perbedaan signifikan terdapat pada penerapan model pembelajaran problem based learning, dimana kemampuan awal siswa dengan rata-rata 57,92 meningkat menjadi 74,17 dengan persentase peningkatan 16,25%. Perbedaan lain terdapat pada keaktifan siswa di dalam kelas, bagaimana siswa mencari informasi secara individu dan saling berinteraksi dengan teman lain.  

    Integrasi Islam, Sains dan Budaya: Tinjauan Teoritis

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara teoritik mengenai integrasi Islam Sains dan Budaya secara teoritik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Library Research. Hasil penelitian ini yaitu Integrasi yang terjadi antara Islam Sains dan Budaya terbagi kedalam dua model, pertama yaitu konfirmasi di mana agama menjadi dasar keimanan dalam menjalankan sains dan budaya. Iman juga ada pada sains yang meyakini bahwa alam semesta memiliki hukum yang teratur dan rasional, dan budaya yang berlangsung dengan dasar kepercayaan akan entitas yang memiliki kekuatan yang maha dahsyar di belakang pelaksanaan merupakan iman. kedua adalah model integrasi. Pada model integrasi, Islam sebagai agama diposisikan sebagai dasar kajian sains dan juga terbentuknya budaya. Pada tataran sains dan budaya ayat kauliyyah merupakan objek kajian sains berupa alam semesta ini dan aktivitas masyarakat yang membentuk budaya juga ada dalam lingkup kajian ayat kauliyyah

    Perbandingan Keanekaragaman Jenis Herpetofauna antara Areal Bekas Terbakar dan Tidak Terbakar di PT National Sago Prima, Riau.

    No full text
    Kebakaran di PT NSP lima tahun lalu dituding sebagai penyebab menurunnya keanekaragam jenis satwaliar termasuk herpetofauna. Menggunakan Visual Encounter Survey (VES) dengan jalur transek dilakukan pada lima pasangan jalur pada areal bekas dan tidak terbakar pada bulan Februari 2019. Ditemukan 44 individu dari 9 jenis herpetofauna pada areal bekas terbakar dan 56 individu dari 11 jenis herpetofauna pada areal tidak terbakar. Kemiripan komposisi jenis vegetasi antara kedua tutupan lahan menunjukkan proses suksesi alam telah terjadi. Kekayaan jenis herpetofauna pada areal tidak terbakar (dmg=2.48) memiliki jumlah dan nilai yang lebih tinggi jika dibandingkan areal bekas terbakar (dmg=2.11) namun dengan kemerataan jenis yang lebih rendah (E.TT=0.58 dan E.BT=0.72). Ditemukannya 8 jenis herpetofauna yang sama dari total 12 jenis herpetofauna pada kedua tutupan lahan mengindikasikan bahwa kesamaan komunitas (IS=0.8) antara areal bekas dan tidak terbakar hampir sama

    Kunjungan hormat ke Pusat Khidmat Keluarga, Sosial dan Komuniti (KSKCARE)

    No full text
    Pada 8 Mei 2025, Bahagian Hal Ehwal Islam BHEI, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam telah mengadakan kunjungan hormat ke Pusat Khidmat Keluarga, Sosial dan Komuniti (KSKCARE), Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) bertempat di Bilik Kaunseling KSKCARE, Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin, Putrajaya. Delegasi UiTM telah diketuai oleh Timbalan Pengarah 1, Ustaz Shahrulnizam Akhsan, yang mewakili Yang Berusaha Pengarah Bahagian Hal Ehwal Islam, dan turut disertai oleh Timbalan Pengarah 2, Ustaz Abdul Mutalib Jamil, selaku Ketua Pusat Pengurusan Imarah dan Masjid, serta pegawai-pegawai dari Unit Ilaj Syar‘ie, Bahagian Hal Ehwal Islam UiTM Shah Alam. Pihak Bahagian Hal Ehwal Islam merakamkan setinggi-tinggi penghargaan dan terima kasih kepada Ustaz Abd Halim bin Zakaria, Ketua Fasilitator (Mu‘alij) KSKCARE, atas sambutan yang mesra serta perkongsian ilmu yang amat berharga sepanjang sesi

    PENERAPAN MODEL PBL (PROBLEM BASED LEARNING) DAN HOTS (HIGHER ORDER THINKING SKILL) DALAM MEMAHAMI POTENSI SUMBER DAYA ALAM

    No full text
    Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik kelas 7.1 di SMP Negeri 8 Probolinggo dengan menerapkan PBL (Problem Based Learning) dikolaborasikan dengan HOTS (Higher Order Thinking Skill) atau Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi.” Kondisi peserta didik selama ini belum menunjukkan kemampuan dalam berpikir tingkat tinggi sehingga melalui PBL dan HOTS diharapkan dapat terwujud. Setelah dilakukan tindakan dengan menerapkan PBL dan HOTS maka diperoleh aktivitas belajar yang meningkat sebesar 13,24% dari siklus I ke II. Untuk hasil belajar, peserta didik mengalami peningkatan sebesar 25,00% (penugasan) dan 9,37% (tes akhir). Sesuai dengan tujuan penelitian dan indikator keberhasilan penelitian maka penelitian ini dapat dinyatakan telah berhasil.This Classroom Action Research (CAR) aims to improve the activities and learning outcomes of grade 7.1 students at SMP Negeri 8 Probolinggo by implementing PBL (Problem Based Learning) in collaboration with HOTS (Higher Order Thinking Skill) or Higher-Level Thinking Skills. The condition of students so far has not shown the ability to think at a higher level so that through PBL and HOTS it is hoped that this can be realized. After taking action by applying PBL and HOTS, learning activities were obtained which increased by 13.24% from cycle I to II. For learning outcomes, students experienced an increase of 25.00% (assignment) and 9.37% (final test). In accordance with the research objectives and indicators of research success, this research can be declared successful

    Identifikasi Jamur Entomopatogen dan Uji Patogenisitas Jamur Metarhizium sp. pada Spodoptera litura

    No full text
    Pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dengan memanfaatkan musuh alaminya di alam sangat baik dilakukan, karena pengendalian secara biologis ini terjadi pengaturan populasi oleh pengendalian secara alaminya dan mengakibatkan terjadinya keseimbangan ekosistem baru. Jamur entomopatogen merupakan salah satu pengendalian alami dan dapat dimanfaatkan sebagai bioinsektisida. Penelitian ini bertujuan identifikasi jamur entomopatogen serta uji patogenisitas Metarhizium sp. hasil isolat sampel tanah pada lahan tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan pada hama ulat grayak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2021 hingga bulan juni 2022 Lokasi pengambilan sampel tanah pada lahan pangan, hortikultura dan perkebunan di Samarinda, Kalimantan Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei di lapangan, isolasi, identifikasi dan uji patogenisitas jamur entomopatogen terhadap larva T.molitor, disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan 5 ulangan dan uji lanjut patogenisitas jamur Metarhizium sp. terhadap S.litura menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 5 ulangan. Diperoleh sebanyak 7 isolat jamur entomopatogen yang berhasil diisolasi dan teridentifikasi yaitu Aspergillus sp dan Metarhizium sp. dari lahan pangan (P), Fusarium sp. dan Metarhizium sp. dari lahan tanaman hortikultura (H), Fusarium sp. , Metarhizium sp. dan Ashersonia dari lahan tanaman perkebunan (K) di Samarinda Kalimantan Timur. Jamur Metarhizium dapat menyebabkan kematian pada serangga uji Spodoptera litura dengan persentase mortalitas tertinggi pada perlakuan isolat Metarhizium (P) dengan kerapatan konidia 2,3x106 konidia mL -1 , isolat Metarhizium sp. (H) dengan kerapatan spora 1,1x106 konidia mL -1 dan isolat Metarhizium sp. (K) kerapatan spora 8,2x10⁵ konida mL -1 dengan persentase mortalitas 92-100% pada 6 dan 9 hari setelah aplikasi

    Kajian Pendahuluan E-modul Berbasis Etnosains Danau Ranau Untuk Meningkatkan Keterampilan Literasi Siswa Pada Topik Energi Terbarukan

    No full text
    This study aims to identify the needs in the physics learning process from the perspectives of students and teachers. A survey method was used by distributing questionnaires to 184 students and 40 physics teachers in South Sumatra, selected through purposive sampling. The results show that students better understand physics when it is related to natural phenomena and everyday life, such as renewable energy. However, they face challenges with formulas, scientific terms, and connecting concepts to real-life contexts. Both students and teachers agree that integrating ethnoscience into physics learning can effectively enhance scientific literacy. All participants stated the need for learning resources that incorporate ethnoscience from Lake Ranau in Ogan Komering Ulu, South Sumatra. Based on these findings, an e-module was developed featuring concise explanations, visual elements, videos, interactive quizzes, and practical experiment activities. The results indicate the importance of developing an ethnoscience-based e-module to improve students' literacy in the topic of renewable energy.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan dalam proses pembelajaran fisika dari sudut pandang siswa dan guru. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan menyusun daftar pertanyaan dalam bentuk kuesioner. Penelitian ini melibatkan 184 siswa dan 40 guru fisika di Sumatera Selatan. dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Siswa lebih menyukai dan memahami fisika jika dikaitkan dengan fenomena alam dan kehidupan sehari-hari, seperti energi terbarukan (2) Siswa menghadapi kesulitan karena rumus, istilah ilmiah, dan tantangan dalam menghubungkan konsep dengan kehidupan nyata. (3) Seluruh siswa dan guru sepakat bahwa mengintegrasikan etnosains ke dalam proses pembelajaran fisika merupakan solusi yang sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi. (4) 100% guru dan siswa setuju bahwa diperlukan sumber belajar yang mengintegrasikan etnosains “Danau Ranau” di kabupaten Ogan Komering Ulu provinsi Sumatera Selatan dalam pembelajaran fisika. (5) E-modul yang dikembangkan berisi kombinasi teks ringkas, gambar, video, dan kuis interaktif serta kegiatan eksperimen langsung. Hasil tersebut menunjukkan perlunya pengembangan e-modul berbasis etnosains Danau Ranau untuk meningkatkan literasi siswa pada topik energi terbarukan

    Modeling of Dynamics Object with Non-Holonomic Constraints Based on Maple in Cylinder Coordinate R×S^1×SO(3)

    No full text
    Reliable real-time planning for dynamic systems is crucial in today's rapidly growing automated ecosystem, such as the environment and methods of planning a robotic system. This paper describes the rigid dynamics system with non-holonomic constraints on the R×S^1×SO(3) configuration space. The method used is the motion planning network and numeric treatment using physics computation which can be used for non-holonomic object systems that move in real-time with Jellets Invarian (JI) approach. The JI approach can result in a motion system equation and evaluate the model of an object with non-holonomic constraints and also display experimental results for navigation in the R×S^1×SO(3)  configuration space. The motion system with non-holonomic constraints used is Tippe top (TT). TT is a toy like a top which when rotated will flip itself with its stem. The author have finished in simulating the dynamics of TT motions in real time with the initial states that have been described with various coordinate in the   configuration space. Based on the results of previous studies on similar objects, TT was solved by the Eular-Lagrange Equation, Routhian Reduction Equation and Poincare. The author succeeded in describing the dynamics of TT motion in real time with predetermined initial conditions with various coordinates in the  R^2×SO(3) configuration space
    corecore