638 research outputs found

    KAJIAN ESTETIKA SENI LUKIS OBJEK ALAM KARYA ARFIAL ARSAD HAKIM

    Get PDF
    KAJIAN ESTETIKA SENI LUKIS OBJEK ALAM KARYA ARFIAL ARSAD HAKIM (Skripsi Yudo Apri Asmoro, xiv dan 106 halaman). Jurusan Seni Rupa Murni Fakultas Seni Rupa dan Desain Insitut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Skripsi ini membahas tentang rangkaian proses penciptaan karya seni lukis yang dilakukan oleh Arfial Arsad Hakim. Fokus permasalahan yang menjadi pokok bahasan skripsi ini adalah: Estetika Seni lukis Objek Alam Arfial Arsad Hakim. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Kajian estetika seni lukis objek alam karya Arfial Arsad Hakim menggunakan teori dari Weits Mooris. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari berbagai nara sumber, sumber tertulis dan foto guna memperoleh data yang diperlukan. Penulis menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan pendokumentasian. Proses analisis data interpretasi dan interaksi dengan pendekatan teori Weitz Moris dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu: pengumpulan data, reduksi, sajian data, serta kesimpulan. Hasil penelitian dari Kajian Estetika Seni Lukis Objek Alam Karya Arfial Arsad Hakim adalah, pencarian jati diri merupakan sesuatu yang berat bagi Arfial Arsad Hakim, pengaruh seni abstrak yang merubah gaya seni lukis Arfial Arsad Hakim untuk meninggalkan objek alam namun tetap beraliran naturalis, objek alam dbuat dengan mendistorsi bentuk sehingga lebih sederhana namun tetap harmonis dan menyederhanakan warna. Bentuk visual seni lukis karya Arfial Arsad Hakim mengalami penyederhanaan bentuk dan warna, bentuk divisualkan lebih sederhana namun tetap harmonis dengan sapuan kuas yang halus, menggunakan warna yang teduh dan tidak kontras, sapuan yang halus menghasilkan garis yang lembut. Sedangkan menurut Pendapat pengamat seni mengenai lukisan karya Arfial Arsad Hakim melukiskan alam yang berbeda dengan pelukis alam lainya melainkan alam yang telah mengalami perubahan dari segi objek dan komposisi dan memberikan kesan ketenangan dan kelembutan walaupun Arfial Arsad Hakim adalah seorang yang teguh dan keras akan tetapi Arfial Arsad Hakim sennag berdialog dengan ketenangan dan kelembutan

    REINTERPRETASI SENI LUKIS WAYANG KLASIK KAMASAN DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS

    Get PDF
    Abstrak Skrip karya ini mengangkat tema Reinterpretasi Seni Lukis Wayang Klasik Kamasan dalam Penciptaan Seni Lukis. Bersumber dari sebuah ide mengenai kehidupan anak yang tidak lagi tertarik dengan kesenian tradisi khususnya wayang. Dari fenomena tersebut memunculkan dorongan untuk menghadirkan kembali seni tradisi khususnya wayang dalam penciptaan seni lukis. Setelah melakukan pengamatan terhadap Kesenian wayang, akhirnya pencipta tertarik untuk mengembangkan seni lukis klasik wayang Kamasan dalam seni lukis modern dikaitkan dengan fenomena kekinian. Namun bagaimana mewujudkan wayang untuk mewakili ide ide mengenai fenomena kekinian. Adapun tujuan dan manfaatnya untuk memberikan cerminan baru dan mengangkat eksistensi wayang ditengah “arus globalisasi”, dan agar dapat menambah pengetahuan pencipta mengenai karakterkarakter wayang. Metode penciptaan yang digunakan adalah ekplorasi (penjajagan), eksperimen, dan pembentukan. Dengan menyusun elemen seni rupa, dan melalui tahap penjajakan, eksperimen, dan tahap pembentukan, serta dipadukan dengan ide gagasan sehingga tercipta 12 karya yang berjudul: 1) “Berjudi”; 2) “Sidang Pariporno”, 3) “Raja Korawa Didemo”, 4) “Bertengkar”, 5) “Surga Dunia”, 6) “Berebut”, 7) “Berpura-pura”, 8) “Penelanjangan Alam”, 9) “Perang di Bali Kini”, 10) “Berebut Kursi”, 11) “Keadialan yang Tak Adil”, 12 “Kenikmatan yang Terancam”. Pada akhinya dapat disimpulkan bahwa kesenian tradisi banyak memberi inspirasi dalam berkarya dan sangat menarik untuk diangkat serta dikembangkan dengan ide gagasan yang imajinatif akan menjadi karya-karya yang bernilai dan bermakna. Dengan terciptanya karya ini diharapkan mampu menyampaikan pesan atau makna mengenai kehidupan kekinian yang terjadi. Abstract This script brings up the theme Classic Wayang Kamasan Painting Reinterpretation in Painting taking from the idea that kids no longer interested in traditional arts such as wayang or known as traditional shadow puppets internationally. This phenomena cause the artist to bring it up again in a different way of painting it by painting Wayang Kamasan with worrying modern life situations. Its purpose and benefit are to give a new reflection also placing Wayang Kamasan existence in the globalization era. Which so would also give the artist more knowledge of wayang characters. The methods used are exploration, experiment and forming by putting fine art elements in 12 artworks titled: : 1) “Gambling”, 2) “Porno Assembly”, 3) “King Korawa Demonstration”, 4) “quarelling”, 5) “Heaven on Earth”, 6) “Snatching”, 7) “Pretending”, 8) “Nature Nudity”, 9) ”Bali’s War Today”, 10) ”Chair Attack”, 11) “Injustice Justice”, 12) “Threatened Pleasure”. In the end it can be simplified that traditional art can give a lot of inspiration in creating interesting artworks that can be developed with imaginative ideas which became valuable and meaningful artworks. With these artworks it is hoped to be able to give out the message or meaning of today’s worrying life situation. Keywords: Reinterpretation, Wayang Kamasan and modern paintin

    Alam sbagai imajinasi dalam seni lukis.

    No full text
    Konsep penciptaan adalah pengutaraan pengalaman pribadi penulis terhadap alam semeta beserta unsur-unsurnya kedalam seni lukis, berdasarkan konsep ini visualisasi alam beserta unsur-unsurnya kedalam lukisan tidak lagi berpijak pada visual yang realistik, melainkan telah mengalami proses perenungan dan pengembangan imajinatif

    Kerusakan Alam Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Lukis

    Get PDF
    Dewasa ini kondisi lingkungan (alam) mulai mengalami perubahan yang diakibatkan pertumbuhan manusia yang semakin pesat, sehingga eksploitasi sumber daya alam secara massal tidak dapat dihindarkan. Ekploitasi tanpa adanya upaya pelestarian akan berdampak buruk bagi manusia itu sendiri dan juga lingkungan sekitar. Manusia pun kurang menyadari akan perubahan lingkungan sekitar dan membuat kerusakan alam terjadi dimana-mana. Fenomena inilah yang melatar belakangi penulis menciptakan karya lukis. Seniman yang menjadi rujukan dalam karya lukis ini adalah Erica Hestu Wahyuni dan Pablo Picasso. Metode penciptaan dalam karya ini yaitu eksplorasi, improvisasi dan pembentukan. Eksplorasi merupakan tahap penggalian ide, sedangkan improvisasi adalah tahap pembuatan skestsa dan ornamen di atas kertas. Penulis menggunakan gaya naif pada tiap lukisan. Naif adalah gaya lukis yang kenak-kanakan. Pembentukan merupakan tahap pengaplikasian sketsa di atas kanvas.Penulis menciptakan 7 karya, pada karya pertama berjudul “Kerusakan Hutan”, karya kedua berjudul “Kebakaran Hutan”, karya ketiga dengan judul “Human Error”, karya keempat berjudul “Hedonisme”, karya kelima berjudul “Kepercayaan”, karya keenam berjudul “Pencemaran Udara”, dan karya terkahir berjudul “Kerusakan Alam Bawah Laut” Kesimpulan dari penciptaan karya lukis ini adalah seni dapat menyalurkan inspirasi, pemikiran serta gagasan tentang apa saja yang terjadi di lingkungan sekitar. Diharapakan dengan adanya karya lukis ini para penikmat seni bisa menerima dan menimbulkan kesadaran dalam diri untuk lebih peduli dengan perubahan lingkungan

    TRI LOKA SEBAGAI SUMBER IMAJINASI LUKIS

    Get PDF
    Tri Loka merupakan salah satu ajaran dalam agama hindu yang menjelaskan tentang tiga lapisan dunia yaitu alam Bhur, Bwah dan Swah loka, dimana alam Bhur yang dihuni oleh roh - roh halus yang bersifat negatif, alam Bwah yang dihuni oleh manusia (alam nyata) dan alam swah yang dihuni oleh para dewa. Hal inilah yang mendasari pencipta seni untuk mengangkat tema Tri Loka Sebagai Sumber Imajinasi Lukis, sehingga memunculkan ide dalam penciptaan karya seni lukis. Dari fenomena di atas dapat dirumuskan masalah bagaimana mewujudkan karya seni lukis berdasarkan ajaran Tri Loka sesuai tekhnik – tekhnik sehingga terkandung makna pada karya seni lukis yang telah diciptakan, melalui proses penjajagan, percobaan, persiapan, pembentukan dan penyelesaian akhir. Dalam penciptaan karya seni lukis, mengorganisir elemen-elemen serta unsur-unsur seni rupa yang dipadukan dengan teknik sesuai kemampuan yang ditekuni selama proses belajar, dengan penerapan warna untuk mencapai karakter serta suasana pada karya yang diwujudkan. Teknik yang diterapkan menggunakan tekhnik plakat dengan media cat minyak. Dari konsep di atas terciptalah 12 karya lukis dengan judul: 1) kawah neraka, 2) tapa neraka, 3) sang suratma, 4) gejolak dunia, 5) titi ugal – agil, 6) paid atma, 7) jogor manik, 8) kuali neraka, 9) siksa neraka, 10) dewa siwa, 11) menjelang ajal, 12) alam surga. Melalui hal tersebut dapat tercipta makna yang komunikatif dan estetis. Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan ajaran Tri Loka bisa diciptakan karya seni lukis sesuai dengan tekhnik – tekhnik sehingga nantinya masyarakat mengetahui makna – makna tentang ajaran Tri Loka dalam media lukisan. Kata Kunci : Tri Loka, Imajinasi, Lukis. Tri Loka is one of the teachings in the Hindu religion that explains the three layers, namely the natural world Bhur, Bwah and Swah workshops, where nature Bhur inhabited by spirits - spirits that are negative, Bwah realm inhabited by humans (the real world) and natural swah inhabited by the gods. This is why the creators of art to the theme Tri Loka as a Source of Imagination Painting, which raises the idea of the creation of works of art. From the phenomena can be formulated problem of how to bring about the work of art based on the teachings of Tri Loka appropriate techniques - techniques that contained the meaning of the works of art that have been created, through the assessment process, trial, preparation, formation and final settlement. In the creation of works of art, organizing elements and elements of art are combined with appropriate technical capabilities occupied during the learning process, with the application of color to achieve the character and atmosphere at work are realized. The technique is applied using the plaque technique with oil paint medium. From concept over 12 paintings created with the title: 1) Kawah Neraka, 2) Tapa Neraka, 3) Sang Suratma, 4) Gejolak Dunia, 5) Titi Ugal - Agil, 6) Paid Atma, 7) Jogor Manik, 8) Kuali Neraka, 9) Siksa Neraka, 10) Dewa Siwa, 11) Menjelang Ajal, 12Alam Surga. Through it can create communicative and aesthetic meaning. It can be concluded that based on the teachings of the Tri Loka can be created works of art in accordance with the techniques - techniques so that the people know the meaning - the meaning of the doctrine of Tri Loka in the medium of painting. Keywords : Tri Loka, Imagination Painting

    Kerusakan Alam sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis

    Get PDF
    Tuhan telah menciptakan seluruh alam ini beserta unsur-unsur kehidupan di dalamnya, seperti flora ( tumbuhan ), fauna ( hewan ) dan manusia serta unsurunsur pendukung kehidupan lainnya seperti air, api, udara, batu, tanah dan lain sebagainya. Semua memiliki peranan masing-masing dan saling melengkapi dalam kelangsungan hidup dan keseimbangan di alam ini. Seiring berjalannya waktu telah perubahan-perubahan dalam keseimbangan alam, sehingga terjadi fenomena kerusakan alam. Fenomena kerusakan alam ini terjadi dapat diakibatkan oleh alam ini sendiri maupun oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup makhluk hidup lain. Perkembangan zaman ke arah modern dan bertambahnya jumlah manusia, turut pula diiringi dengan pertambahan kebutuhan manusia itu sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut manusia tidak peduli dengan dampak yang ditimbulkan. Dampak yang sangat merugikan dan mengganggu ekosistem alam ini.Berdirinya pabrik-pabrik, pembangunan perkotaaan, kendaraan yang semakin banyak membuat ekosistem alam ditiadakan. Masalah lain seperti sampah, limbah, serta pembantaian hewan-hewan secara besar-besaran menjadikan alam ini semakin rusak dan tidak seimbang. Makhluk hidup lain seperti flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) yang turut pula menghuni alam ini menjadi kehilangan habitatnya. Selain kehilangan habitat, kelangsunga hidup flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) menjadi terganggu, sehingga banyak dari spesies mereka yang punah. Manusia tidak pernah bisa lepas dari alam, termasuk pula seniman. Dari peristiwa-peristiwa fenomena kerusakan alam, maka lahirlah judul penulisan ini yaitu Kerusakan Alam Sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis. Fenomena kerusakan alam yang terjadi divisualisasikan ke dalam bentuk karya seni lukis dua dimensional. Melalui Tugas Akhir ini diharapkan kita semua dapat tersadar bahwa alam ini harus dapat dijaga dengan baik, sehingga kelangsungan hidup dan keseimbangan yang ada di alam ini dan makhluk hidup lain serta unsur-unsur alam di dalamnya dapat berjalan dengan baik

    Proses kreatif cat lukis alam (natural pigment) antara kenyataan alam dan seniman (creator)

    No full text
    Pengaruh Seni Lukis Modern Barat secara tidak langsung turut mempengaruhi perkembangan seni lukis modern Indonesia. Salah satu karakter yang mencolok dari seni lukis modern Barat yakni penggunaan medium seperti oil canvas dan acrylic. (Disalin daripada artikel)

    Alam visuil sebagai titik tolak penciptaan seni lukis Indonesia modern

    No full text
    Perkembangan seni rupa modern di Indonesia dari tahun ke tahun telah banyak menunjukkan bahwa karya-karya seni rupa terutama seni lukis dan seni patung banyak mengambil tema-tema dari alam visual. Bagi pelukis-pelukis Indonesia yang kreatif, alam visual mempunyai pengaruh yang besar dalam proses penciptaan sehingga timbul bermacam-macam sikap pelukis terhadap alam visuil : (1) alam visuil sebagai sumber inspirasi; (2) alam visuil sebagai motif; (3) alam visuil sebagai simbol; (4) alam visuil perlu diabadikan keindahannya

    Seni lukis pemandangan alam pada tebeng becak di Yogyakarta: Tinjauan proses reproduksi, seniman, dan pendukung struktural

    No full text
    Keberadaan seni lukis pemandangan alam tidak bisa dilepaskan dari proses sosial yang terjadi dimasyarakat. Sebagai seni lukis yang populer di masyarakat, jenis lukisan ini banyak diadopsi dan diserap ke dalam berbagai produk visual, lukisan pemandangan alam pada tebeng becak lahir dari jaringan kerja kolektif yang melibatkan banyak aktor, dari proses produksi, distribusi hingga respon apresiasi audiens. Sebagai produk kultural, keberadaan seni lukis pemandangan tebeng becak, juga mendapat dukungan struktural dari agen-agen pendukungnya. Pengkajian ini dimaksudkan untuk mengetahui reproduksi seni lukis pemandangan alam pada tebeng becak, seniman dan pendukung strukturalnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan analitis

    Abstraksi Alam dan Fenomenanya dalam Seni Lukis

    No full text
    Pengalaman tentang alam merupakan faktor pemicu munculnya ide dalam penciptaan karya seni lukis. Pengalaman estetik yang terakumulasi dari berbagai peristiwa diberbagai tempat dalam kurun waktu tertentu, melalui pancaindra yang menangkap rangsangan dari luar dan mengolahnya menjadi kesan, kemudian dilanjutkan lebih jauh ke tempat tertentu dimana perasaan bisa menikmatinya. Penangkapan kesan dari luar yang menimbulkan nikmat-indah melalui mata yang disebut kesan visual. Alam merupakan wahana yang luas untuk memperoleh inspirasi. Berbagai fenomena alam adalah hal indah dalam pengalaman kehidupan. Keindahan alam juga membangkitkan suatu perasaan takjub karena sifat-sifatnya yang impressive, majestic, glorious bahkan dasyat. Alam adalah tentang benda yang mengalami pergerakan dan perubahan baik benda-benda tak bernyawa dan bernyawa. selalu bergerak dan mengakibatkan perubahan, baik perubahan bentuk, warna, volume, dan lainnya. Fenomena sendiri merupakan berbagai hal yang dapat disaksikan dengan pancaindra, dapat diterangkan dan dinilai secara ilmiah dengan disiplin ilmu tertentu, yang bukan diciptakan manusia namun dapat mempengaruhi manusia. Alam dan fenomenanya yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, secara langsung menstimulasi munculnya ide untuk menciptakan karya karena rasa takjub. Fenomena alam yang secara langsung dilalui, maupun fenomena yang disaksikan melalui media. Maka konsep penciptaan dalam berkarya adalah sebuah karya tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari, mula-mula adalah menangkap kesan dari alam yang menjadi sumber inspirasi kemudian pada eksekusinya komposisi visual dilakukan dengan memvisualkan ide dengan berbagai teknik dan media. Hasil akhir karya lukis yang diciptakan merupakan impresi bentuk maupun perubahan dari bentuk asli sesuai dengan improvisasi dengan mengabstraksikan bentuk-bentuk alam diekspresikan dengan daya kreatifitas serta kemampuan eksplorasi teknik yang merupakan visualisasi dari pengalaman terhadap lingkungan -alam- dengan berbagai fenomenanya. baik yang dilalui secara langsung maupun dari media
    corecore