1,799 research outputs found
A design methodology for hybrid renewable energy systems - by Ahmad Saleh Al-Rifai
Thesis (M.E.)--Dept. of Electrical and Computer Engineering, AUB, 2004.;"Advisor: Dr. Riad Chedid, Professor, Electrical and Computer Engineering--Member of Committee: Dr. Sami Karaki, Associate Professor, Electrical and Computer Engineering--Member of CoBibliography: leaves 93-97The importance of renewable energy resources is growing due to the ever increasi ng need for energy, the limited reserves of fossil fuels and the global interest in environmental issues. This thesis presents a methodology that determines the optimum plan
صانع الأسطورة: الطيب صالح / The Myth Maker: al-Tayyeb Saleh\u27s The Wedding of Zein
[How can an individual poet be a myth maker when myth is the product of the human community? Al-Tayyeb Saleh can be called a myth maker in that he was able to decipher the mythical elements which are alive in his society and to formulate them in a work of literature. In his novel The Wedding of Zein he reconstructed the path of the Sufi wali, al-Zein, from the moment of his miraculous birth to the moment of his attaining the status of wali in a ceremony which is akin to a mawlid, his wedding ceremony. In the novel, al-Zein follows the various stages of the initiation at the hands of his master, the Sheikh al-Hanin, and it is al-Hanin who is witness to the rites of passage of al-Zein and who introduces him to society. The village people are marked by their relation to Zein: the people he loves, the people he hates. But is he capable of hate? Ahmad Shams al-Haggagi gives a reading of the novel of al-Tayyeb Saleh, The Wedding of Zein, in the light of the Sufi tradition, but he also follows the elements of the mythical folk life in the other works of al-Tayyeb Saleh, namely The Doum Tree of Wad Hamid and Maryud.
Global Resources Enterprise / Ahmad Fadzli Ahmad Saleh…[et al.]
Global Resources Enterprise merupakan sebuah pemiagaan yang menjalankan aktiviti-aktiviti pengumpulan terbuang seperti kotak-kotak, kertas, surat khabar lama, majalah, polisterin dan juga plastik untuk diproses dan dihantar kepada kilang-kilang yang menjalankan aktiviti pemprosesan semula bahan-bahan tersebut. Perniagaan ini merupakan sebuah perniagaan hasil daripada perkongsian lima orang rakan kongsi yang berdedikasi serta berwawasan yang telah bersama-sama menyumbangkan tenaga seta berusaha untuk memajukan perniagaan ini. Perniagaan ini beralamat di Lot A31 Fasa 1, Kawasan Perindustrian MIEL Masjid Tanah, 78300 Masjid Tanah Melaka.
Lokasi ini telah menjadi pilihan bagi perniagaan kami berdasarkan kepada kesesuaian serta kedudukannya yang strategik, dan potensi yang mudah untuk mendapatkan bahan - bahan mentah.
Kawasan Perindustrian MIEL yang bakal menjadi kawasan perindustrian terbesar di Masjid Tanah akan mendatangkan kelebihan kepada pemiagaan kami dari segi kemudahan infrastruktur yang baik serta kedudukannya yang strategik yang berhampiran dengan Pekan Masjid Tanah dan Pekan Kuala Sungai Baru, yang bakal dibangunkan kepada bandar besar.
Tujuan utama kami memilih Perniagaan Global Resources Enterprise ini adalah sebagai salah satu daripada usaha kami dalam membantu mengekalkan kebersihan alam sekitar dan menggalakkan aktivi-aktiviti kitar semula bahan-bahan terbuang
Analisis Kodikologi dalam Manuskrip Al-Falaqiyah Karangan K. H. M. Burkan Saleh Kerinci
Artikel ini membahas tentang naskah kitab Al-Falaqiyah karya K.H.M Burkan Saleh ditinjau dari masalah fisik naskah, kolofon: analisis kodikologi. Penelitian ini diawali dengan analisis kodikologi naskah yang menjelaskan tentang gambaran umum naskah kitab Al-Falaqiyah baik dari segi sejarah naskah, tempat penyimpanan naskah, tempat penulisan naskah atau penyalinan naskah, mempelajari seluk beluk fisik naskah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, yaitu penulis terjun langsung ke lokasi tempat penyimpanan naskah K.H.M Burkan Saleh, dengan menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu menggambarkan objek yang diteliti dengan apa adanya sesuai dengan data-data yang diperoleh, mengumpulkan data melalui teknik wawancara, dokumentasi. Selain itu, penulis juga menggunakan studi kepustakaan dengan mencari jurnal, artikel, buku-buku yang berkaitan dengan tema penelitian. Berdasarkan penelitian ini, penulis menemukan bahwa ilmu falakiah berhasil menyentuh wilayah Kerinci yang dikembangkan oleh K.H. M Burkan Saleh di desa Tanjung Pauh pada tahun 1937 yang ditulisnya di Pondok Pesantren Madrasah Jauhar al-Islami, Tanjung Juhur, Jambi, kini manuskripnya diwariskan kepada anak dan menantunya Darti dan Rasidin di Tanjung Pauh Mudik, yang merupakan dosen IAIN Kerinci.
Abstract
This article discusses the manuscript of kitab Al-Falaqiyah by K. H. M. Burkan Saleh in terms of the physical problems of the manuscript, colophon and its relevance as a historical source: codicology analysis, this research begins with a codicoly analysis of a manuscript that explains the general description of the manuscript of kitab Al-Falaqiyah both in terms of the history of the manuscript, the place where the manuscript is stored, the place of writing the manuscript or copying the manuscript, studying the physical ins and outs of the manuscript. The research method used in this research is qualitative, namely, the author goes directly to the location where the manuscript of K.H.M Burkan Saleh is stored, using the descriptive analysis method, namely describing the object under study as it is in accordance with the data obtained, collecting data through interview techniques, documentation. In addition, the author also uses literature studies by looking for journals, articles, books related to the research theme. Based on this research, the author found that the science of falakiah successfully touched the Kerinci region developed by K.H. M Burkan Saleh in Tanjung Pauh village in 1937 which he wrote at the Islamic Boarding School Madrasah Jauhar al-Islami, Tanjung Juhur, Jambi, now his manuscript was inherited to his son and son-in-law Darti and Rasidin in Tanjung Pauh Mudik, who is a lecturer at IAIN KerinciArtikel ini membahas tentang naskah kitab Al-Falaqiyah karya K.H.M Burkan Saleh ditinjau dari masalah fisik naskah, kolofon: analisis kodikologi. Penelitian ini diawali dengan analisis kodikologi naskah yang menjelaskan tentang gambaran umum naskah kitab Al-Falaqiyah baik dari segi sejarah naskah, tempat penyimpanan naskah, tempat penulisan naskah atau penyalinan naskah, mempelajari seluk beluk fisik naskah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, yaitu penulis terjun langsung ke lokasi tempat penyimpanan naskah K.H.M Burkan Saleh, dengan menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu menggambarkan objek yang diteliti dengan apa adanya sesuai dengan data-data yang diperoleh, mengumpulkan data melalui teknik wawancara, dokumentasi. Selain itu, penulis juga menggunakan studi kepustakaan dengan mencari jurnal, artikel, buku-buku yang berkaitan dengan tema penelitian. Berdasarkan penelitian ini, penulis menemukan bahwa ilmu falakiah berhasil menyentuh wilayah Kerinci yang dikembangkan oleh K.H. M Burkan Saleh di desa Tanjung Pauh pada tahun 1937 yang ditulisnya di Pondok Pesantren Madrasah Jauhar al-Islami, Tanjung Juhur, Jambi, kini manuskripnya diwariskan kepada anak dan menantunya Darti dan Rasidin di Tanjung Pauh Mudik, yang merupakan dosen IAIN Kerinci.
Abstract
This article discusses the manuscript of kitab Al-Falaqiyah by K. H. M. Burkan Saleh in terms of the physical problems of the manuscript, colophon and its relevance as a historical source: codicology analysis, this research begins with a codicoly analysis of a manuscript that explains the general description of the manuscript of kitab Al-Falaqiyah both in terms of the history of the manuscript, the place where the manuscript is stored, the place of writing the manuscript or copying the manuscript, studying the physical ins and outs of the manuscript. The research method used in this research is qualitative, namely, the author goes directly to the location where the manuscript of K.H.M Burkan Saleh is stored, using the descriptive analysis method, namely describing the object under study as it is in accordance with the data obtained, collecting data through interview techniques, documentation. In addition, the author also uses literature studies by looking for journals, articles, books related to the research theme. Based on this research, the author found that the science of falakiah successfully touched the Kerinci region developed by K.H. M Burkan Saleh in Tanjung Pauh village in 1937 which he wrote at the Islamic Boarding School Madrasah Jauhar al-Islami, Tanjung Juhur, Jambi, now his manuscript was inherited to his son and son-in-law Darti and Rasidin in Tanjung Pauh Mudik, who is a lecturer at IAIN Kerinc
Haji Ahmad Faqir al-Kerinci : sumbangan pemikirannya terhadap perkembangan Islam di Kerinci, Jambi, Indonesia / Darmadi Saleh
Kajian ini adalah merupakan usaha eksploratif penulis untuk mengkaji sejarah hidup Haji Ahmad Faqir b. Haji Bagindo Sutan dan sumbangan pemikirannya terhadap perkembangan Islam di daerah Kerinci, Sumatera, Indonesia. Dalam menjalankan penyelidikan ini, kaedah kepustakaan dan lapangan digunakan. Perbincangan dalam kajian ini dibahagikan kepada enam bab. Bab pertama ialah bab pendahuluan, diikuti bab yang kedua yang mengulas tentang biografi beliau, latar belakang keluarga, pendidikan dan kematian beliau. Bab seterusnya memaparkan perbahasan tentang daerah kajian, keadaan dan potensi daerah berkenaan. Kemudian bab yang berikutnya memaparkan tentang sumbangan beliau dalam bidang pendidikan dan dakwah Islam serta pengajaran-pengajaran beliau bagi masyarakat Kerinci khususnya dan Islam amnya. Kemuncak kepada bab ini ialah analisis sumbangan pemikiran beliau dalam bidang akidah yang meliputi aspek ketuhanan, aspek kenabian dan aspek al-sam‟iyyat serta pandangan pemikiran beliau terhadap hal-hal berkenaan. Kajian ini diakhiri dengan kesimpulan dan saranan. Sumbangan Haji Ahmad Faqir terutamanya dalam bidang pendidikan agama seperti menubuhkan madrasah, menjalankan kerja-kerja dakwah dan penglibatan beliau dalam membina keteraturan hidup bermasyarakat di daerah Kerinci telah dihargai oleh berbagai pihak. Kajian dari biografi beliau mendapati bahawa beliau mempunyai keperibadian yang wajar diteladani oleh semua muslim dalam mencapai kecemerlangan hidup, di mana beliau didapati menguasai pelbagai ilmu pengetahuan dan mempunyai perwatakan yang terpuji. Pemikiran beliau dalam aspek pendidikan Islam terfokus kepada kepentingan pendidikan Islam bagi setiap individu dalam proses pembangunan bangsa dan negara. Menurut beliau, guru yang mengajar bukan hanya memindahkan ilmu, tetapi juga membentuk watak, karakter dan keperibadian murid. Pemikiran beliau dalam bidang akidah Islam telah menanamkan kesedaran umat akan pentingnya mengenal dan mengimani Allah S.W.T sebagai pencipta dan mentadbir alam sejagat ini. Pemikiran akidah beliau sangat dipengaruhi oleh aliran pemikiran tradisional dan di sisi lain beliau menerima kemodenan yang berpedomankan agama Islam itu sendiri dengan cara hikmah. Idea-idea dan saranan beliau ini menyumbangkan kepada bidang pendidikan tidak sahaja di Kerinci bahkan di Indonesia amnya
Teaching the clarinet in Kuwait: creating a curriculum for the Public Authority for Applied Education and Training
Kuwait, post-oil (1932), invested heavily in educational development at all levels. A curriculum was developed which included music, both Eastern and Western. Initially the piano was adopted, but the curriculum was broadened to include other Western instruments, more recently the clarinet. A need for a programme of training to produce versatile clarinet teachers in Kuwait was therefore identified.In order to ensure that the curriculum to be designed met the specific needs of Kuwaiti clarinet students, an analysis was made of the social, historical and geographical situation of the country, Kuwaiti Folk Music, Music in Islam, and curriculum and instrumental music teaching in Kuwaiti schools.From these initial findings the specific needs of Kuwaiti clarinet students were identified. These include adult beginners, no aural model of the clarinet, little familiarity with the clarinet repertoire, and no transferable instrumental technical skills. In order to support these students in their learning, theories of motivation were analysed, and situation-specific teaching strategies have been identified and developed. Simultaneously an analysis was made of clarinet teaching, past and present in Kuwait. From these recommendations best practice was identified. These informed curriculum development.As a consequence the Ahmad Alderaiwaish Clarinet Curriculum (AACC) for the Public Authority for Applied Education and Training, Kuwait, was developed. Peer review and critical response followed. The AACC, which is in the form of five parts, delivers the clarinet teacher education element of the Bachelor of Arts programme. These parts are designed primarily for the student and include scales,arpeggios, exercises, pieces and recommended sources, both Eastern folk and classical, and Western music. The former have the additional benefit of preserving and promoting Kuwait’s cultural heritage. Complementary teaching equipment has been invented to introduce students to specific playing techniques with which they were not familiar, for example, breath control
IMAN DAN AMAL SALEH DALAM AL-QUR’AN STUDI PENAFSIRAN AHMAD MUSTOFA ALMARAGHI (L. 1300 H/ 1883 M, W. 1371 H/ 1952 M)
Secara fitrah manusia manusia memiliki kepercayaan kepada zat yang Maha Kuasa,
yang dalam istilah agama disebut dengan Tuhan. Fitrah manusia tersebut adalah fitrah
beragama tauhid yang dijadikan oleh Allah SWT pada saat manusia itu diciptakan.
Persoalan iman ini sangat penting, Iman ini menyangkut kepercayaan, keyakinan,
ketetapan hati atau keteguhan hati. Iman merupakan unsur utama dan pokok dalam
keberagamaan seorang muslim. Iman menjadi landasan dan akar bagi unsur-unsur
keberagamaannya yang lain. Disamping iman, ada juga hal yang tak kalah pentingnya
yaitu amal saleh. Amal saleh adalah representasi dari keimanan seseorang, kedua hal
ini tak dapat di pisahkan. Iman tidak berarti apa-apa tanpa adanya amal saleh, dan
amal saleh akan sia-sia tanpa adanya iman. Di dalam Al-Qur’an iman dan amal saleh
selalu bergandengan, Allah SWT menggandengkan iman dan amal saleh sebanyak 60
kali yang tersebar dalam 36 surat. Tentunya ini bukan terjadi begitu saja, pasti ada
hikmah dibalik itu semua. Imam Ahmad Mustofa Al-Maraghi didalam tafsirnya yaitu
“Tafsir Al-Maraghi” mencoba menyingkap hikmah dibalik iman dan amal saleh ini
melalui metode sosio kultural atau satra budaya dan kemasyarakatan. Menurut AlMaraghi Iman adalah keyakinan kepada Allah dan Rosul-Nya yang dijelaskan oleh
dalil Naqli (nash), dan diperkuat oleh dalil Aqly (akal). Sedangkan amal saleh adalah
memiliki kriteria khusus yaitu: 1. Segala perbuatan baik yang tidak bertentangan
dengan fitrah manusia, 2. Perbuatan itu sesuai dengan syari’at islam, 3. Perbuatan
baik itu di dasari oleh iman yang benar. Ganjaran bagi orang yang beriman dan
beramal saleh banyak diberikan oleh Allah SWT, diantaranya: ganjaran surga dan
segala kenikmatan didalamnya, mendapat pahala, ampunan dan rezeki dari Allah,
dihapuskan kesalahan diganti dengan balasan yang lebih baik, tidak merugi
(beruntung), dan do’a dikabulkan Allah dan dimasukkan kedalam golongan orang
sale
إسهامات اللغة والأدب في البناء الحضاري للأمة الإسلامية (Ishamat al-lughah wa-al-adab fi al-bina' al-hadari lil-ummah al-Islamiyah)
PENDIDIKAN AKHLAK KH. AHMAD UMAR MANGKUYUDAN SURAKARTA DALAM KITAB AD-DURR AL-MUKHTAR KARYA KH. BAIDHOWI SYAMSURI
KH. Ahmad Umar merupakan seorang ulama yang memberikan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan kyai merupakan prinsip utama yang ditanamkan kepada para santri, merupakan suatu metode yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Kitab Ad-Durr Al-Mukhtar merupakan sebuah kitab dengan tulisan pegon berbahasa Jawa yang menceritakan tentang pendidikan akhlak KH. Ahmad Umar Mangkuyudan Surakarta yang ditulis oleh KH. Baidlowi Syamsuri. Metode kisah atau cerita merupakan salah satu cara mendidik anak di masa lampau dan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biografi KH. Ahmad Umar, mengetahui kandungan kitab Ad-Durr Al-Mukhtar, dan mengetahui pendidikan akhlak KH. Ahmad Umar dalam kitab Ad-Durr Al-Mukhtar. Penetian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). KH. Ahmad Umar merupakan seorang ulama yang lahir di Surakarta, 5 Agustus 1916. Beliau putra dari pasangan Kyai Abdul Mannan bin Chasan Adi dengan Nyai Zainab. KIai Umar wafat pada 11 Ramadhan 1400 H/ 24 Juni 1980. Kyai Umar merupakan pendiri pondok pesantren Al-Muayyad Surakarta. Kandungan kitab Ad-Durr Al-Mukhtar mencakup pendidikan akhlak KH. Ahmad Umar di semua bidang kehidupan, baik hubungan dengan Allah, Rasulullah, sesama manusia, dan lingkungan. Kesalehan seseorang hendaknya mencakup saleh spiritual, maupun saleh sosial. Kesalehan seseorang berarti seseorang tersebut memiliki akhlakul karimah.
Kata Kunci: pendidikan akhlak, KH. Ahmad Umar, KH. Baidlowi Syamsuri, pendidikan pondok pesantre
Pemikiran Tasawuf KH. Saleh Darat Al-Samarani: Maha Guru Para Ulama Nusantara
KH Saleh Darat merupakan salah satu Ulama yang memiliki kontribusi luar biasa dalam mendakwahkan Islam di Nusantara. Beliau biasa berdakwah dengan menuangkan ide pikiran dalam berbagai karya. Pilihan bahasa lokal dalam penulisan karya, bahasa Jawa dengan tulisan Arab "pegon" menjadikan sosok beliau sebagai Ulama yang menarik. Penggunaan bahasa Jawa ini untuk memudahkan masyarakat dalam membaca dan memahami ajaran. Penulisan menggunakan Arab "pegon" adalah strategi Kyai Saleh Darat untuk mengelabuhi penjajah agar tidak dicurigai dan aman untuk dibaca. KH. Saleh Darat cukup dikenal di era abad 19 berkat kontribusi dalam bidang dakwah. Meski memang tidak memiliki nama setenar para muridnya, seperti Saikh Mahfudz Termas Pacitan, KH. Hasyim Asy'ari, KH. Ahmad Dahlan, Kiai Idris, dan RA. Kartini, yang telah beliau bimbing di pesantren. Sebagian besar karya beliau berkenaan tentang sufi. Sufistik diyakini memiliki kontribusi besar bagi perkembangan Islam Nusantara. Beberapa karya KH. Saleh Darat dalam bidang tasawuf adalah Minhaj al Atqiya' fi Sharh Ma'rifat al Adzkiya' ila Thariq al Awliya', Kitab Munjiyat Metik Saking Ihya' Ulum al Din al Ghazali, dan Matan al Hikam
- …
