16,250 research outputs found
On using Directional Information for Parameter Space Decomposition in Ellipse Detection
In this paper we use the parametric polar representation to extend the application of edge directional information from circle to ellipse extraction. As a result we obtain a mapping which decomposes the parameter space required for ellipse extraction into two independent sub-spaces and one final histogram accumulator. The mapping includes the tangent of the angle of the first and second directional derivatives. These tangents are computed by considering edge direction at two border points. We show that the use of gradient information for parameter space decomposition avoids the intensive point labelling imposed by geometric constraints used by other approaches
al-Nash wa al-Ijtihad
Kitab ini menegaskan keutamaan dan keistimewaan Imam 'Ali a.s, dan menjelaskan sekitar seratus poin ijtihad khalifah dan sahabat yang menyimpang dari al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah Saw yang bersumber dari literatur yang diakui oleh Ahlusunnah sendiri. Kitab ini terdiri dari 8 bab yang memuat sekitar seratus ijtihad yang berhadapan dengan nash yaitu pendapat pribadi yang diperhadapkan dengan sabda Rasulullah Saw yang dikeluarkan oleh khulafa, para hakim, sejumlah sahabat Nabi sejak zaman Rasulullah Saw masih hidup dan pasca wafatnya. Rujukan kitab ini adalah literatur yang muktabar di sisi Ahlusunnah, bukan dalam rangka hendak menghukumi atau menyalahkan namun hendak menunjukkan fakta-fakta historis yang ditelitinya secara ilmiah, detail dan kritis
Pendekatan Pembangunan Nabi Sulayman A.S. Dalam Al-Qur’an: Kajian Tafsir Al-Mawdu‘iy
Kajian ini cuba mengkaji pendekatan pembangunan Nabi Sulayman a.s. Kajian kualitatif ini dilakukan berdasarkan al-Qur’an secara tafsir al-mawdu’iy untuk mencapai tiga objektif kajian. Pertama, mengenal pasti ayat-ayat pendekatan pembangunan Nabi Sulayman a.s. dalam al-Qur’an. Kedua, menganalisis pendekatan pembangunan Nabi Sulayman a.s. berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an yang dikenal pasti secara tafsir al-mawdu’iy. Ketiga, membina pendekatan pembangunan berdasarkan ayat-ayat pendekatan pembangunan Nabi Sulayman a.s
Retorik Al-Mujadalah Nabi Ibrahim A.S. Di dalam Al-Quran
Al-Mujadalah menurut al-Quran dan as-Sunnah ialah jadal, iaitu menggunakan alasan dan dalil yang serba lengkap dan benar hingga dapat diterima oleh hati manusia. Matlamat al-mujadalah ialah untuk menyatakan serta meyakinkan sasaran dakwah tentang kebenaran Islam. Uslub ini juga merupakan panduan untuk memberikan jalan kepada orang kafir dan orang yang menyimpang dari landasan untuk berfikir tentang kebenarannya. Lantaran itu kertas ini bertujuan untuk mengesan kaedah al-mujadalah yang digunakan oleh Nabi Ibrahim a.s. ketika berhujah dengan kaumnya dalam al-Quran. Metode kajian yang dilakukan menggunakan metode analisis kandungan terhadap beberapa surah yang berkaitan dengan kisah Nabi Ibrahim a.s. di dalam al-Quran. Terdapat dua aspek al-mujadalah yang akan diketengahkan iaitu pendalilan secara rasional (logik) dan pendalilan secara emotif. Pendalilan rasional juga disebut penghujahan atau argumentative iaitu rayuan yang dilakukan oleh penulis secara intelek dan berusaha membuat pembuktian dengan menggunakan logik (dalil aqli) dan bukti-bukti (dalil naqli). Pembujukan melalui pendalilan emotif atau tidak rasional pula merayu pada perasaan dan emosi khalayak. Namun kajian mendapati, Nabi Ibrahim a.s. hanya menggunakan pendalilan rasional sahaja dalam mujadalahnya. Nabi Ibrahim a.s. dalam surah-surah tertentu dalam al-Quran menggunakan kaedah-kaedah al-mujadalah dengan berkesan yang boleh menimbulkan keraguan terhadap penyembahan berhala dan keyakinan terhadap kewujudan Allah, Tuhan semesta alam
Green synthesis of Magnetite Iron Oxide Nanoparticles by Using Al-Abbas's (A.S.) Hund Fruit (Citrus medica) var. Sarcodactylis Swingle Extract and Used in Al-'alqami River Water Treatment
In this study, magnetite iron oxide nanoparticles were synthesized from aqueous ferrous chloride, ferric chlorideand sodium hydroxide through a simple and eco-friendly route using Al- Abbas's (A.S.) Hund Fruit extracts,which acted as a reductant and stabilizer simultaneously. Characterizations of nanoparticles were done by usingUV-visible, FT-IR, XRD, and SEM methods. The ultraviolet-visible spectrum of the aqueous solution containingmagnetite iron oxide nanoparticle showed an absorption peak at round 340 nm. FT-IR graph showed peaks at519 cm -1 confirm the presence of Magnetite iron oxide nanoparticles in the synthesized samples. It is clear thatthe bioactive molecules present in the Abbas's (A.S.) Hund Fruit extract interacted with the synthesizedMagnetite iron oxide nanoparticles. The diffractogram exhibits six distinct diffraction peaks at 2θ values, as the(220), (311), (400), (422), (511) and (440) crystallographic planes of the inverse spherical magnetite crystal. Theaverage crystallite size was evaluated by diffraction line broadening (d 311) using the Debye-Scherrer equation.The average size of Fe3O4 crystallites obtained from nanocomposite was about 45nm. The magnetite iron oxidenanoparticles synthesized by the help of Abbas's (A.S.) Hund Fruit extracts were scanned using SEM. It revealsthat an iron oxide nanoparticle seems to be spherical in morphology.The Al-'alqami River water treatment by magnetic iron oxide nanoparticles synthesize by Abbas's (A.S.) HundFruit extracts led to the reduction of the number of bacteria to 80% after twelve hours of treatment whereas watertreatment by magnetic iron oxide nanoparticles for 24 hours led to kill all the bacteria in water.Keywords: Green synthesis, Magnetite Iron Oxide Nanoparticles, Al- Abbas's (A.S.) Hund Fruit, Watertreatment, Al-'alqami River
KELAHIRAN ISA A.S DALAM TINJAUAN AL-QUR’AN
Kelahiran Isa A.S dalam Tinjauan Al-Qur’an.
Skripsi ini mencoba memaparkan kembali tentang tapak tilas kelahiran
Nabi Isa a.s di dalam al-Qur’an. Urgensi pembahasan ini terletak pada
beragamnya pendapat dan data yang berbicara seputar kelahiran beliau. Hal itu
semakin diperparah dengan tidak adanya sumber yang otoritatif yang bisa
dijadikan landasan hal tersebut. Maka oleh sebab itu penting rasanya untuk
menjelaskan kembali berdasarkan data-data yang akurat sejarah kelahiran beliau.
Terkait jenis penelitian yang digunakan, skripsi ini masuk kategori jenis penelitian
pustaka (library research) berupa analisis beberapa data sekaligus
mengkomparasikannya. Selain itu, penelitian ini juga didasarkan pada tafsir-tafsir
yang mu’tamad khususnya terhadap ayat-ayat yang berbicara tentang kelahiran
Nabi Isa a.s, sehingga bisa saling melengkapi.
Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa Isa ibn Maryam adalah seorang
rasul yang disebutkan dalam al-Qur’an sebagai rasul yang diutus kepada Bani
Israil. al-Qur’an menerangkan tentang kelahirannya yang unik -yaitu tanpa bapak
serta kelebihan-kelebihan dan mu’jizatnya. Di antaranya, ayat yang menyebutnya
sebagai al-Masih tercantum dalam Surat Ali Imran ayat 45-53, Surat Maryam ayat
16-33, dan Surat al-Maidah ayat 110-120. Kemudian sebutannya sebagai Ruh al
Quddus pada Surat al-Baqarah ayat 87 dan 253. Ia diselamatkan dari usaha
penyaliban pada Surat al-Nisa ayat 157-158, kisah beliau dengan para
pengikutnya yang dijuluki juga dengan al-Hawariyyun pada Surat Ali Imran ayat
52, Surat al-Maidah ayat 111-112, dan Surat al-Shaf ayat 14. Skripsi ini juga
menyajikan perbandingan data dengan sumber-sumber lain seperti Injil Barnabas
dan lain sebagainya
PROSES PENCIPTAAN NABI ADAM A.S. DAN NABI ISA A.S. DALAM AL-QUR’AN ( SUATU ANALISIS LINGUISTIK SEMIOTIKA )
This research discusses the Creation Process of Prophet Adam a.s. and Prophet Isa a.s. in the Qur'an, examining two main issues: the creation process of Prophet Adam a.s. and Prophet Isa a.s. as described in the Qur'an, and the semiotic meaning of the creation of Prophet Adam a.s. and Prophet Isa a.s. as described in the Qur'an. This research is a descriptive study that describes the creation process of Prophet Adam a.s. and Prophet Isa a.s. in the Qur'an using a semiotic-linguistic approach from Ferdinand de Saussure's perspective, employing the method of signifier and signified. Data collection techniques include literature review, relevant literature, and various references. The results of this study show that the creation of Prophet Adam a.s. and Prophet Isa a.s. is unique. Prophet Adam a.s. was created without the intermediary of a father and mother; he was created from clay shaped perfectly, then a soul was breathed into him by Allah SWT, making him a living human. As for Prophet Isa a.s., he was created by Allah SWT without a father, through the intermediary of the angel Gabriel, who blew a soul into Mary's womb, and she conceived and then gave birth to Isa a.s. In semiotic analysis, the signifier and signified related to the creation process of these two Prophets in the Qur'an, such as turābin meaning clay, al-insana meaning human, gulāman zakiyyan meaning a pure boy, kun fayakun meaning be, and it is
Kisah Nabi Zakaria A.s dalam Al-Qur'an : Kajian tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka
Tulisan ini berisi penelitian tentang kisah Nabi Zakaria, a.s pada kajian tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, yang merupakan salah satu mufassir yang berorientasi pada kajian penggalian nilai-nilai humanis dan sosial dalam kehidupan kemasyarakatan, dengan menggunakan metode penafsiran tahlili dan muqaran. Salah satu mukjizat Alquran ialah tentang berita gaib yang di dalamnya melibatkan dakwah mengenai hal-hal kejadian waktu dahulu dan yang akan datang (kisah). Allah dalam Alquran mengambarkan perihal kisah nyata, karena sebagai kisah terbaik yang di isyaratkan untuk terus disampaikan secara berulang- ulang sampai pada generasi mendatang untuk dipikirkan dan di anggap sebagai pelajaran dan serta diteladani. Adapun salah satu kisah paling menarik dalam Alquran ialah kisah Nabi Zakaria a.s. Kisah Nabi Zakaria a.s. yang dengan gigih dan sabarnya menanti seorang anak yang akan mewarisi dan meneruskan perjuangannya membela agama Islam dengan cara berdakwah, sedangkan dirinya telah tua dan istrinya pun mandul. Berkat dari kesabaran dan kegigihannya, hingga akhinya Allah Swt kabulkan permohonannya.
Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan penafsiran Buya Hamka mengenai ayat-ayat tentang kisah Nabi Zakari a.s serta untuk mengetahui bagamaina karakteristik kisah Nabi Zakaria a.s yang terdapat dalam Tafsir Al- Azhar.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif analitis dengan pendekatan metode maudhu’i (tematik), dengan cara studi pustaka (library research). Dengan sumber primer Tafsir Al-Azhar dan sumber sekunder berupa buku dan artikel ilmiah. Penilitian ini dilakukan terhadap penafsiran Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar mengenai ayat-ayat Kisah Nabi Zakaria a.s yang terdapat dalam surat Imran: 37- 41, surat Maryam: 2-11, dan surat. al-Anbiya: 89-90.
Hasil dari penelitian, penafsiran Hamka dalam Tafsir Al-Azhar mengenai ayat- ayat tentang kisah Nabi Zakaria a.s, Buya Hamka berusaha memaparkan maksud dan tujuan dari ayat-ayat tersebut dengan teliti, Hamka juga tidak selalu menggunakan pendapatnya saja, akan tetapi dalam penafsirannya Hamka selalu menyertakan contoh dan menguatkan dari Hadist dan pendapat-pendapat ulama lainnya. Terkadang disebutkan pula kualitas hadis yang dicantumkan untuk memperkuat tafsirannya tentang suatu pembahasannya. Hamka menafsirkan ayat- ayat Alquran tentang kisah Nabi Zakaria a.s ini secara berurutan sesuai dengan urutan ayat yang disebutkan dalam Alquran, dan dalam menafsirkan ayat-ayat tentang kisah Nabi Zakaria a.s ini, Hamka menggunakan metode tafsir muqaran. Terdapat karakteristik yang patut untuk dijadikan teladan dari kisah Nabi Zakaria a.s, diantaranya: sabar, tawakkal, tidak mudah putus asa, taat beribadah, bersyukur, ikhlas, penyayang, tawadhu, dan amanah
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK PADA KISAH NABI MUSA A.S. DAN NABI KHIDIR A.S.: (Analisis Surah Al-Kahfi Ayat 60-82)
The purpose of this study was to determine the values of moral education in the story of Prophet Musa AS and Nabi Khidir AS in the study of the interpretation of Surah al-Kahf verses 60-82, and to find out the implementation of moral education values implied in the story of Prophet Musa AS and the Prophet Muhammad. Khidr AS as well as the interaction between teacher and student in this surah. The focus of this research is: 1) what are the values of moral education contained in the story of Prophet Musa a.s. an Nabi Khidr a.s. (analysis of surah al-Kahf verses 60-82). 2) How to implement the values of moral education contained in the story of Prophet Musa a.s. and Prophet Khidr a.s. (analysis of surah al-Kahf verses 60-82). This study uses a qualitative approach and descriptive analysis method that uses a type of library research. The results of this study convey that the story of Prophet Musa AS and Nabi Khidir A.S which is described in surah al-Kahf verses 60-82 which contains various kinds of moral education values and their implementation in everyday life. The values of moral education depicted in the story are patience, trustworthiness, tawadhu, discipline, and earnestness
Analisis Unsur Instrinsik pada Kisah Nabi Ibrahim A.S. dalam Al-Qur’an
Syarifah Nazla Al-Mahdali (160704002) 2021, Analisis Unsur Instrinsik Pada
Kisah Nabi Ibrahim a.s. dalam Al-Quran (Tinjauan Sastra). Penelitian ini membahas
tentang unsur isntrinsik dalam Al-Quran. Permasalahan penelitian ini adalah berapa jumlah
ayat yang ditemukan pada kisah Nabi Ibrahim a.s. dalam Al-Qur’an, dan apa saja unsur
instrinsik pada kisah Nabi Ibrahim a.s. dalam Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui jumlah dan unsur instrinsik apa saja yang terdapat dalam Al-Quran. Penelitian
ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) .Teori yang digunakan dalam
penelitian ini adalah teori Nurgiyantoro .Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa unsur instrinsik pada kisah Nabi Ibrahim a.s.
dalam Al-Qur’an berjumlah 139 ayat pada 19 surah. Dimulai dari surah Al-Baqarah, Ali
Imran, Al-An’am, At-Taubah, Hud, Ibrahim, Al-Hijr, An-Nahl, Maryam, Al-Anbiya’, Al-
Hajj, Asy-Syu’ara, Al-Ankabut, Ash-Shaffat, Az-Zukhruf, Adz-Dzariyat, An-Najm, Al-
Hadid, dan Al-Mumtahanah. Uraian yang diperoleh dimulai dari tema berjumlah 139 ayat
terdapat pada سور ة Al-Baqarah ayat 124, 125, 126, 127, 128, 129, 130, 131, 132, 135, 258,
سور ة , 260 Ali Imran ayat 67, سور ة , 68 Al-An’am ayat 74, 75, 76, 77, 78, 79, 80, 81, 161,
سور ة At-Taubah ayat سور ة , 114 Hud ayat 69, 70, سور ة , 71 Ibrahim ayat 35, 36, سور ة , 37 Al-
Hijr ayat 51, 52, 53, 54, 55, سور ة , 56 An-Nahl ayat 120, 121, 122, سور ة , 123 Maryam ayat
41, 42, 43, 44, 45, 46, 47, 48, سور ة , 49 Al-Anbiya’ ayat 51, 52, 53, 54, 55, 56, 57, 58, 59, 60,
61, 62, 63, 64, 65, 66, 67, 68, 69, 70, 71, سور ة , 72 Al-Hajj ayat سور ة , 26 Asy-Syu’ara ayat
70, 71, 72, 73, 74, 75, 76, 77, 78, 79, 80, 81, 82, سور ة , 86 Al-Ankabut ayat 16, 24, 25, 27,
سور ة Ash-Shaffat ayat 83, 84, 85, 86, 87, 88, 89, 90, 91, 92, 93, 94, 95, 96, 97, 98, 99, 100,
101, 102, 103, 104, 105, 106, 107, 108, 109, 110, 111, سور ة , 112 Az-Zukhruf ayat 26, 27,
28, سور ة , 29 Adz-Dzariyat ayat 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 33, سور ة , 34 An-Najm ayat
سور ة , 37 Al-Hadid ayat سور ة , 26 Al-Mumtahanah ayat 4, 6. Plot terdiri dari peristiwa
berjumlah 38 ayat terdapat pada سور ة Al-Baqarah ayat 124, 125, 126, 127, 128, 258, 260,
سور ة Al-An’am ayat 75, 76, 77, سور ة , 161 Hud ayat 69, 70, سور ة , 71 Ibrahim ayat 35, 36,37,
سور ة Al-Hijr ayat 51, 52, سور ة , 53 Maryam ayat 41, 42, 43, 44, سور ة , 45 Al-Anbiya’ ayat 72,
سور ة Al-Hajj ayat سور ة , 26 Ash-Shaffat ayat 100, 101, 102, 103, سور ة , 112 Adz-Dzariyat
ayat 24, 25, 26, 27, 28, 29. Konflik berjumlah 32 ayat terdapat pada سور ة Al-An’am ayat 74,
80, سور ة , 81 Maryam ayat سور ة , 46 Al-Anbiya’ ayat 52, 53, 54, 55, 56, 57, 58, 59, 60, 61,
62, 63, 64, 65, 66, 67, سور ة , 68 . Ash-Shaffat ayat 85, 86, 87, 88, 89, 90, 91, 92, 93, 94, 95.
Klimaks berjumlah 53 ayat terdapat pada سور ة Al-Baqarah ayat 129, 130, 131, سور ة , 132
Ali Imran ayat 67, سور ة , 68 Al-An’am ayat 78, سور ة , 79 At-Taubah ayat سور ة , 114 Al-Hijr
ayat 54, 55, سور ة , 56 Maryam ayat 47, 48, سور ة , 49 Al-Anbiya’ ayat 69, 70, سور ة , 71 Asy-
Syu’ara ayat 70, 71, 72, 73, 74, 75, 76, 77, 78, 79, 80, 81, سور ة , 82 Al-Ankabut ayat 16, 24,
سور ة , 25 Ash-Shaffat ayat 96, 97, 98, 99, 104, 105, 106, 107, 108, 109, 110, سور ة , 111 Az-
Zukhruf ayat 26, سور ة , 27 Adz-Dzariyat ayat 30, 31, 32, 33, 34. Penokohan berjumlah 7
ayat terdapat pada سور ة Al-Baqarah ayat سور ة , 258 Ali Imran ayat سور ة , 67 Al-An’am ayat
سور ة , 163 At-Taubah ayat سور ة , 114 Maryam ayat سور ة , 45 Ash-Shaffat ayat سور ة , 101 An-
Najm ayat 37. Latar terdiri dari latar tempat berjumlah 8 ayat terdapat pada سور ة Ali Imran
ayat سور ة , 96 Ibrahim ayat سور ة , 35 Al-Anbiya’ ayat سور ة , 71 Al-Hajj ayat سور ة , 26 Al-
Ankabut ayat 26. Latar waktu berjumlah 1 ayat terdapat pada سور ة Al-An’am ayat 76. Latar
sosial berjumlah 3 ayat terdapat pada سور ة Hud ayat سو ر ة , 69 Al-Anbiya’ 52, 53.154 HalamanSkripsi Sarjan
- …
