106 research outputs found

    Language Function Found in The Quran English Translation of Surah Al Qaria.

    No full text
    Komunikasi pada dasarnya adalah sebuah kasus bahwa seorang pembicara melakukan sesuatu terhadap pendengar. Saat komunikasi terjadi, fungsi bahasa bisa diciptakan juga. Di ranah agama, komunikasi terjadi antara Tuhan kepada manusia sebagai makhluk yang diciptakan. Di ranah Islam, Islam didasarkan pada teks suci yang disebut Al Quran. Al Quran diyakini sebagai ucapan langsung dari Allah, sebagai Tuhan, yang dikirim kepada utusan, Nabi Muhammad SAW, melalui malaikatnya, Jibril. Saat Islam menyebar ke seluruh dunia dan kemudian Al Quran diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Salah satunya adalah kedalam bahasa Inggris. Penulis melakukan penelitian tentang fungsi bahasa yang ditemukan dalam Al Quran terjemahan bahasa Inggris dari surat Al Qariah. Penelitian ini berfokus pada dua masalah: Apa fungsi bahasa yang ditemukan dalam Al Quran terjemahan bahasa Inggris dari surat Al Qaria ayat 1-11 dan Apa fungsi bahasa yang paling dominan yang ditemukan dalam Al Quran terjemahan bahasa Inggris dari surat Al Qariah ayat 1-11. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam analisis dokumen untuk mendeskripsikan fungsi bahasa yang ditemukan dalam Al Quran terjemahan bahasa Inggris dari surat Al Qaria. Sumber data adalah Al Quran terjemahan bahasa Inggris oleh Abdul Haleem yang diterbitkan oleh Oxford University Press dan sebagai datanya adalah Al Quran terjemahan bahasa Inggris dari surat Al Qariah yang berisi fungsi bahasa. Sebagai hasil analisis, penulis menemukan tiga fungsi dari tujuh fungsi bahasa menurut Cook (1989), fungsi fatik, fungsi referensial, dan fungsi metalinguistik. Fungsi referensial adalah fungsi yang paling dominan ditemukan dalam Al Quran terjemahan bahasa Inggris dari surat Al Qaria. Dapat dikatakan bahwa fungsi referensial digunakan untuk memberi informasi kepada pembaca atau pendengar tentang topik besar dari surat Al Qaria yaitu tentang kiamat untuk mendapatkan pesan dari keseluruhan Al Quran terjemahan bahasa Inggris dari surat Al Qaria. Bagi peneliti berikutnya yang ingin melakukan penelitian serupa tentang fungsi bahasa, penulis menyarankan untuk melakukan penelitian pada surah lain yang menjelaskan tentang kiamat di dalam Al Quran, seperti Al Haqqah, Al Qiyamah, An Naziat, Al Ghasiyyah, dan At Takwir. Untuk menemukan jenis fungsi bahasa yang lebih banyak daripada yang penulis temukan dalam Al Quran terjemahan bahasa Inggris dari surat Al Qariah untuk mendukung fungsi bahasa menurut Cook (1989)

    Keistimewaan Al-Qur'an dan Relevansinya dalam Konteks Saat Ini

    Get PDF
    Satu-satunya kitab yang memiliki kekhususan (al-Khas}a>is}) yang tidak ditemukan pada  kitab-kitab lainnya adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an juga kitab yang multidimensi dan selalu relevan dengan kondisi zaman, Al-Qur’an s}a>lih li kulli zama>n wa al-maka>n. Demikian juga keistimewaan-keistimewaan yang ada padanya. Penulis dalam penelitian ini menerapkan metode studi literatur dengan menggunakan teknik maud{u>’i> (tematik) sebagai pendekatan utama. Tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui ayat-ayat keistimewaan Al-Qur’an serta relevansinya dalam konteks saat ini. Diantaranya adalah, Al-Qur’an terpelihara keasliannya, Al-Qur’an mudah dipelajari, Al-Qur’an diwariskan Tuhan kepada hamba pilihan-Nya, bahasa Arab sebagi bahasa Al-Qur’an, Al-Qur’an dijelaskan secara terperinci, Al-Qur’an sebagai obat penawar dan rahmat, nilai kebaikan saat mendengarkan bacaan Al-Qur’an, Al-Qur’an tak tertandingi, Al-Qur’an terbebas dari segala bentuk kontradiksi, serta Al-Qur'an sebagai kitab suci yang menyempurnakan kitab-kitab sama>wi>  terdahulu

    Qawa'id al-Ahkam fi Masalih al-Anam

    No full text
    Kitab yang menjelaskan prinsip dasar ilmu QAWA'ID FIQHIYYAH. Kitab ini dikarang seorang ulama' hebat bergelar Shulthan Ulama', yaitu Izzuddin Bin Abdis Salam. Seorang ulama' bermadzhab Syafi'i yang mampu menciptakan kaidah fiqh serta mampu memposisikannya sesuai dengan teks-teks syar'i yang tertuang dalam khazanah fiqh. Di antara kaidah yang sangat terkenal, hasil dari cetusan dan kreasi Ibnu Abdi al-Salam adalah "JALBU AL-MASHALIH WA DAR'U AL-MAFASID", menarik maslahat dan menolak mafsadah. Kaidah ini sangat urgen perannya dalam menyikapi serta menjawab segala problematika ummat baik klasik maupun kontemporer. Karena memang tujuan dasar dari Syari'at islam adalah menciptakan kemaslahatan ditengah- tengah masyarakat, serta menghilangkan segala bentuk mafsadah

    Business Plan : Delivery Squad / Muhammad Izzuddin Ibrahim … [et al.]

    Get PDF
    Delivery Squad is a company that helps to provide delivery service from another company. Our business is locating in Puchong, Selangor as a partnership. Delivery Squad has five workers include General Manager. General Manager is responsible for managing workers to do the task and responsibilities. It can make the workers do their jobs with the best capabilities that they have. They will get a great result if they do their jobs equally. Delivery Squad will provide five different types of delivery services name as food delivery, beverages delivery clothes delivery, parcels delivery, and documents delivery. The company offered daily and 24-hour delivery services from another company to consistently providing high customer satisfaction. Delivery Squad offered the fastest delivery services at a reasonable price from other companies. It makes our business is different from other delivery business. The demand from the customers of delivery service makes our company want to learn more about delivery service. Customers can decide what kind of payments they want to use for example cash on delivery and credit cards. It is either at the time of delivery or by monthly credit card billing. We will send statements to our customers for the charges to their credit cards for payment at the end of each month for the customers that use our delivery services. Our business can facilitate the affairs of people without transportation. It will reduce foot traffic and save time. In this business plan, we will summarize the administrative, operating, marketing, and financial objectives. It will contain detailed plans and budgets showing how the objectives of Delivery Squad are to be analysed. We believed that we could achieve our business goal with our business financial position statement

    Fatwa-Fatwa Falakiyah Majelis Ulama Indonesia: Peran Majelis Ulama Indonesia dalam Perkembangan Diskursus Falakiyah Kontemporer di Indonesia

    Get PDF
    This article aims to provide an in-depth examination of the role of the Indonesian Council of Ulama (Majelis Ulama Indonesia, MUI) in shaping, influencing, and directing the discourse of contemporary Islamic astronomy (‘Ilm al-Falak) in Indonesia through its fatwa-based decisions on falak-related issues. The main issue addressed in this study concerns how MUI, as a religious authority in Indonesia, serves to bridge the gap between scientific developments, divergent perspectives and methodologies among Muslims, and the community’s demand for uniformity in religious practices—particularly regarding the determination of the beginning of lunar months, prayer times, and the direction of the qibla. Practically, this issue is significant for understanding the relationship between religious authority, scientific advancement, and societal needs. The research employs a normative legal method, adopting uṣūl al-fiqh, astronomical, and socio-political approaches. The data sources consist of seven MUI fatwas on falak-related matters, encompassing themes such as the determination of lunar months, qibla direction, and prayer times. The data were analyzed using content analysis. The findings of this study highlight three significant roles of MUI in the discourse of contemporary Islamic astronomy in Indonesia: (1) formulating and establishing guidelines on falak-related issues; (2) acting as the primary mediator in resolving methodological and interpretative differences among Indonesian Muslims regarding falak matters; and (3) integrating religious understanding with scientific perspectives in the field of ‘Ilm al-Falak. Consequently, MUI’s role is crucial in maintaining coherence and legal certainty in Islamic law concerning falak in Indonesia, although there remains room for more intensive collaboration with academic scholars and modern astronomers to achieve broader consensus

    Ramadan al-Mubarak: towards a better ummah / Muhammad Yusuf Abdul Zaid, Muhammad ‘Izzuddin Zamery and Zakiah Mohd Noordin

    Get PDF
    The month of Ramadan is a special month for the Muslim community, where they fast throughout the month, perform additional night prayers and recite the Quran more frequently to strengthen their relationship with Allah S.W.T. The Faculty of Pharmacy Student Secretariat (SMF) 2022/2023 and Society of Pharmacy Students (SOPHYS) 2022/2023 organised various activities to assist students preparing mentally, spiritually, and practically for the blessed month

    An evaluation of Student Practical Online Application System (SPOA) developed using User Centered Design (UCD) / Muhammad Izzuddin Khairul Annuar Lim

    Get PDF
    Practical training is the medium for the students to apply the knowledge they gain in the classroom to be apply in the real job situation. This is to help the student to be more prepared in working environment after finish their studies. Faculty Computer and Mathematical Sciences (FSKM) still does not have any web-based system to handle or manage their practical student efficiently. They still using the manual paper-based form and student need to write their practical report in a paper based. So, the author will develop and design the student practical online application system (SPOA) by using user-cantered design (UCD) as the guideline and evaluate the usability of the system according to the user perspective. The UCD process is an iterative process which is after the SPOA system prototype been completed, the prototype will be evaluated and if there is any usability problem discover, the problem will be fixed and evaluated again until the system is ease to use. The UCD process has four phases that being used in this project which are understand user need, establish requirement, prototyping alternative designs and evaluate designs. The outcome of this project is the usability testing result and the comparison from using manual system and by using web-based automated system. Last but not least, there is only a few usability problem been discover by the usability testing participants and the participants agree that using web-based Student Practical Online Application System (SPOA) more facilitate the practical training process in the future. For future enhancement, this system can be enhanced by expending the scope and target area of the research. Instead of focusing on student from one faculty, this system can be introduce to others faculty in UiTM

    Menakar doktrin Radikalisme dalam Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah karya Muhammad bin Abdul Wahab: Sebuah analisis kritis : Measuring the Doctrine of Radicalism in the Book of Al-Ushul Ats-Tsalatsah by Muhammad Bin Abdul Wahab: A Critical Analysis

    No full text
    Today's modern world continues to be faced with the issue of religious radicalism. Communal perception shows that among the pioneers of the modern radicalism movement was Muhammad bin Abdul Wahab. This study aims to identify the existence of the doctrine of radicalism from Muhammad's thought in the book Al-Ushul Ats-Tsalatsah. This research is a qualitative research with the type of library research. The analysis technique in this study uses content analysis and descriptive analysis from various library sources obtained from various references, examined in depth and comprehensively. The primary source in this study is the book Al-Ushul Ats-Tsalatsah by Muhammad bin Abdul Wahab. The secondary references are related manuscripts relevant to this topic. The results of this study show that the content of the book is divided into three points, namely 1) the chapter on fundamental matters that a Muslim needs to know; 2) chapter believing in Allah Almighty; and 3) the urgency chapter on understanding the three essentials of religion. The results of comparative analysis with various previous research, theories, and literature show that the thoughts contained in this book do not show indications of radicalism. The critical analysis of this book is that the pattern of writing or presentation in the book is less systematic.Dunia modern saat ini terus dihadapkan dengan isu radikalisme agama. Persepsi komunal menunjukkan bahwa di antara pioneer gerakan radikalisme modern adalah Muhammad bin Abdul Wahab. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan doktrin radikalisme dari pemikiran Muhammad dalam kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis library research. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis konten dan analisis deskriptif dari berbagai sumber pustaka yang didapat dari berbagai referensi ditelaah secara mendalam dan komprehensif. Sumber primer dalam penelitian ini adalah kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah karya Muhammad bin Abdul Wahab. Adapun refrensi sekunder berupa manuskrip-manuskrip terkait yang relevan dengan topik ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan isi dari kitab tersebut terbagi menjadi tiga pokok, yaitu 1) bab perkara fundamental yang perlu diketahui seorang muslim; 2) bab meyakini Allah Swt; dan 3) bab urgensi memahami tiga perkara pokok agama. Hasil analisis komparatif dengan berbagai hasil penelitian, teori, maupun literatur terdahulu menunjukkan bahwasanya pemikiran yang tertuang dalam kitab ini tidak menunjukkan indikasi paham radikalisme. Analisis kritis daripada kitab ini adalah pola penulisan ataupun penyajian dalam kitab tersebut kurang sistematis

    Studi komparatif penafsiran Al-Qurthubi dan Asy-Syaukani terhadap ayat-ayat keistimewaan Al-Qur’an

    Get PDF
    Al-Qur’an merupakan kitab yang memiliki kekhususan-kekhususan (Al-Khas}a>is}) yang tidak terdapat pada kitab lain, yang demikian secara otomatis menempatkan Al-Qur’an sebagai kitab nomor satu. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian studi pustaka yang menggunakan teknik analisis-komparatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penafsiran Al-Qurthubi dan Asy-Syaukani terhadap ayat-ayat keistimewaan Al-Qur’an, mengetahui persamaan dan perbedaan penafsiran serta relevansi penafsirannya dalam konteks saat ini, diantara penafsirannya adalah: Allah menjaga Al-Qur’an dari pengurangan dan penambahan, untuk kepentingan kita agar tidak hilang, juga untuk melindungi Al-Qur’an dari sesuatu yang tidak layak. Al-Qur’an mudah dipelajari dan dihafal, serta Allah memberikan pertolongan kepada orang-orang yang menghafal Al-Qur’an dengan kemudahan, juga anjuran untuk mengkaji Al-Qur’an. Al-Qur’an diwariskan Allah kepada hamba yang dipilih-Nya yakni umat Muhammad, dalam bentuk majaz dan hakikat, atau Allah menangguhkan dari umat terdahulu. Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab, yakni bahasa orang Arab, agar dapat dipahami. Al-Qur’an diturunkan secara terperinci, dengan janji dan ancaman, serta pahala dan hukuman, yakni disusun rapi secara global dan dijelaskan secara rinci,. Al-Qur’an sebagai obat yakni, obat penyakit batin dan lahir seperti ruqyah, nusyrah, dan jimat. Mendengarkan bacaan Al-Qur’an mendatangkan rahmat Allah, bermakna amalkanlah sesuatu yang terkandung didalamnya dan janganlah melanggarnya. Al-Qur’an kitab yang tak tertandingi, sekalipun jin dan manusia bekerjasama untuk membuat serupa Al-Qur’an, tentu tidak akan mampu. Al-Qur’an merupakan kitab yang isi kandungannya selalu relevan dan tidak ada kontradiksi di dalamnya. Allah menurunkan Al-Qur’an sedikit demi sedikit secara terpisah-pisah, karena itu mengandung maslahat. Al-Qur’an penyempurna dan pembenar kitab-kitab sebelumnya, atau sesuai dengan kitab-kitab sebelumnya
    corecore