1,721,917 research outputs found

    Relativitas waktu dalam kisah tidurnya Ashab al Kahfi: tafsir sainstifiq surat al Kahfi ayat 9-26

    Full text link
    Fokus masalah yang akan diteliti adalah tentang teori relativitas waktu terhadap kisah Ashab al-Kahfi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti sosok pemuda Ashab al-Kahfi yang ditidurkan oleh Allah selama 309 tahun di dalam gua. Dengan waktu yang cukup lama, tapi tubuh mereka tidak rusak oleh alam. Bahkan fisik mereka masih tetap seperti sebelum mereka ditidurkan oleh Allah. Secara akal, hal ini adalah sesuatu yang musykil bisa terjadi kepada seorang manusia. Karena dilihat dari realitanya, manusia tidak mungkin bisa bertahan hidup selama 3 abad lamanya, apalagi berada di dalam sebuah gua, serta tidak ada asupan makanan. Namun di dalam Alquran dijelaskan bahwa para pemuda Ashab al-Kahfi dibangunkan oleh Allah dari tidur panjangnya selama 309 tahun tanpa perubahan fisik apapun, bahkan dari mereka ada yang mengira bahwa mereka hanya tidur selama satu hari saja. Hal ini bisa diteliti dengan menggunakan sains. Adapun sains yang bisa menjelaskan kisah Ashab al-Kahfi adalah relativitas waktu. Inilah yang akan diteliti dalam skripsi ini. Bagaimana teori relativitas waktu bisa menjelaskan adanya kisah Ashab al-Kahfi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, melalui kajian literatur-literatur yang terkait dengan topik teori relativitas waktu terhadap kisah Ashab al-Kahfi (library research). Data yang dihimpun melalui kajian literature tersebut kemudian dianalisis berdasarkan prosedur dalam metode tahlili dengan merujuk pada karya-karya tafsir Alquran yang terkait dengan topik. Dari penellitian ini ditemukan jawaban bahwa teori relativitas waktu dapat membuktikan adanya kisah Ashab al-Kahfi. Pemuda Ashab al-Kahfi tidak rusak tubuhnya ketika di dalam gua karena dipengaruhi oleh dua vaiabel. Dua variabel itu adalah kecepatan cahaya dan grafitasi. Seseorang yang bergerak mendekati kecepatan cahaya akan mengalami diletasi waktu, maksudnya akan mengalami kelengkungan ruang-waktu, waktu tidak berjalan secara normal atau lebih lambat. Adapun besar dari kecepatan cahaya adalah 3X108m/s. Ketika seseorang dengan kecepatan cahaya, waktu ratusan tahun yang seharusnya ditempuh oleh manusia biasa, karena kecepatan cahaya bisa hanya ditempuh dalam satu hari saja. Seperti halnya peristiwa Isra’ Mi’raj yang dilakukan oleh Nabi Muhammad

    FADILAH MEMBACA SURAH AL-KAHFI DALAM PANDANGAN HADIS

    No full text
    Skripsi ini berjudul “Fadillah Membaca Surah Al-Kahfi Dalam Pandangan Hadis”. Seperti diketahui, Surah Al-Kahfi merupakan salah satu surah dalam al-Qur’an yang penamaannya diambil dari kisah yang diabadikan oleh Allah di dalam al-Qur’an, yakni kisah Ashhabul Kahfi. Berdasarkan informasi dari hadis Nabi, diketahui bahwa surat al-Kahfi memiliki banyak keutamaan, seperti terhindar dari fitnah dajjal, diampuni dosa-dosa orang yang membacanya, dijaga dari gangguan setan, diberikan cahaya kebaikan, dan mendapat ridha Allah SWT. Boleh jadi, karena alasan keutamaan ini, surat al-Kahfi menjadi salah satu surat yang dianjurkan untuk dibaca oleh umat Islam. Fenomena ini juga terjadi pada Pesantren AshShiddiqiyah, dimana Pesantren ini mentradisikan pembacaan surat al-Kahfi setiap malam Jumat. Sebuah tradisi yang menarik mengingat kebiasaan yang lazim dilaksanakan oleh umat Islam, khususnya di kalangan pesantren, adalah membaca surat yasin. Karena itu menarik untuk diteliti lebih lanjut bagaimana pelaksanaan pembacaan surah Al-Kahfi dan apa fadilah membaca surah Al-Kahfi dalam pandangan hadis. Penelitia ini menggunakan metode kualitatif yang datanya bersumber dari (Field research), tehnik pengumpulan data dengan menggunakan data primer dan data skunder. Untuk mendapatkan informasi yang akurat, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara analisis data berupa analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fadillah membaca surah Al-Kahfi dalam pandagan hadis. Dalam membaca surah Al-Kahfi banyak sekali fadilah-fadilah yang ada dalam Al-Qur’an, bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW serta banyak sekali manfaat yang terkandung di dalam membaca surah Al-Kahfi tersebut. Pandangan hadis terhadap membaca surah Al-Kahfi merupakan anjuran Rasulullah SAW. Karena hadis tersebut sangat lah kuat dan tidak bertentangan dalam syariat islam merupakan perbuatan baik untuk dibaca. Kata Kunci: Fadilah Membaca Surah Al-Kahfi, Asbabul Nuzul Surah Al-Kahfi, pandangan Hadis Tentang Surah Al-kahfi

    ANALISIS KONJUNGSI PADA TERJEMAHAN SURAT AL KAHFI

    No full text
    Tujuan penelitian ini merupakan pemaparan analisis jenis konjungsi berdasarkan makna pada terjemahan surat Al Kahfi. Metode dalam penelitian ini ialah deskritif dan merupakan penelitian kualitatif. Objek penelitian pada skripsi ini ialah konjunsi pada terjemahan surat Al Kahfi dengan mentranskipkan terjemahan surat Al Kahfi ayat 1-50. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan : adanya jenis konjungsi berdasarkan makna yang ditemukan dalam terjemahan surat Al Kahfi sebanyak 10 jenis konjungsi berdasarkan makna, yakni : 1) Kata penghubung menjumlahkan (dan, serta), 2) Kata penghubung memilih (atau), 3) Kata penghubung mempertahankan (tetapi), 4) Kata penghubung mengurutkan (kemudian, lalu), 5) Kata penghubung menyamakan (adalah, bahwa), 6) Kata penghubung sebab akibat (karena), 7) Kata penghubung tujuan (agar), 8) Kata penghubung waktu (ketika, selama), 9) Kata penghubung akibat (hingga, sampai), dan 10) Kata penghubung sasaran (untuk)

    Analisis Jinās dalam surah Al-Isra dan Al-Kahfi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan jenis-jenis Jinās yang terkandung dalam Al-Qur’an surah al-Isra dan al-Kahfi, serta menjelaskan jenis Jinās yang terdapat pada surah al-Isra’ dan al-Kahfi. Jenis penelitian ini merupakan penelitiam kepustakaan dan menggunakan metode penelitian deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, yaitu dengan membaca ayat-ayat al-Qur’an yang terdapat pada surah al-Isra’ dan al-Kahfi, mencatat dan mengumpulkan data yang berkaitan dengan tema, menganalisis, mengelompokan, menjelaskan dan menyimpulkan data menggunakan teori Ilmu Badi’. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Jinās yang terdapat dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra dan Al-Kahfi ada 33 jenis Jinās. Yaitu 7 jenis Jinās Ghairu Tām dalam surah Al-Isra,yaitu Jinas Lahiq, Jinas Mushaf, Jinas Isytiqaq, Jinas Qolbu Ba’dun, Jinas Muharraf, dan Jinas Mudhari’. dua jenis Jinās Tām dalam surah al-Kahfi yaitu Jinas Mumatssil dan 6 jenis Jinās Ghairu Tām dalam surah al-Kahfi yaitu Jinas Isytiqaq, Jinas Syibhu Isytiqaq, Jinas Naqish, Jinas Qolbun Ba’dun, Jinas Lahiq, dan Jinas Muharraf. Sedangkan Jinās Tām Mustaufī, Murakkab (Marfuwwu, Mutasyābih, Mafrūq, dan Mulaffaq), serta Jinās Ghairu Tām Qolbu Kullun, Muzayyal, tidak ditemukan dalam al-Qur’an Surah al-Isra dan al-Kahfi ada 33 jenis Jinās. Yaitu 7 jenis Jinās Ghairu Tām dalam surah Al-Isra,yaitu Jinas Lahiq, Jinas Mushaf, Jinas Isytiqaq, Jinas Qolbu Ba’dun, Jinas Muharraf, dan Jinas Mudhari’. dua jenis Jinās Tām dalam surah al-Kahfi yaitu Jinas Mumatssil dan 6 jenis Jinās Ghairu Tām dalam surah al-Kahfi yaitu Jinas Isytiqaq, Jinas Syibhu Isytiqaq, Jinas Naqish, Jinas Qolbun Ba’dun, Jinas Lahiq, dan Jinas Muharraf. Sedangkan Jinās Tām Mustaufī, Murakkab (Marfuwwu, Mutasyābih, Mafrūq, dan Mulaffaq), serta Jinās Ghairu Tām Qolbu Kullun, Muzayyal, tidak ditemukan dalam al-Qur’an Surah al-Isra dan al-Kahfi

    Strategic management lessons from surah al-Kahfi

    No full text
    Surah al-Kahfi contains essential contents related to the past, current and future direction of life as commented by many commentaries (tafsir). Since the contents are strategic, then motivates this study to examine strategic management lessons from Surah al-Kahfi. Strategic Management is a capstone subject in Business Management studies comprised various functional knowledge which include management, marketing, operations management, quality management, behavioural sciences, and social sciences. The lessons from Surah al-Kahfi could provide Tawhidic paradigm input into the studies. The study uses content analysis on the central themes in Surah al-Kahfi as highlighted by commentaries (tafsir) of the Qur’an. The study finds that integrating Quranic lessons into contemporary studies harmonizes the revelation (naqli) with the reasoning (aqli). Believers are firmly hold the Quran as source of guidance. Any physical and scientific evidence reinforces the contents in Quran. Nevertheless, believing in the revelation is partly the faith of Islam. The study suggests the lessons derived from Surah al Kahfi to be operationalize into the contemporary intellectual and practical contexts

    Manshubatul Asmai fi surah al-kahfi

    No full text
    Surat al-kahfi mempunyai bermacam-macam bentuk kalimat dalam keadaan nasab (Fadhah), dan kalimat tersebut pun mempunyai artian berbeda, tergantung dari keadaan fathahnya dalam ilmu nahwu, penulis pun mendapatkan kalimat dalam surat al-kahfi sebanyak 550 yang ada di keadaan nasab

    Analisis Wazan ”Istaf’ala” dan Maknanya pada Surat Al-Kahfi

    No full text
    الملخص سورة الكهف هي السورة الثامنة عشرة من السور المكوّنة من  ١١٠ آيات، وهي تنتمي إلى مجموعة السور المكّيّة في القرآن الكريم. وتسمية سورة الكهف نفسها مأخوذة من قصة أصحاب الكهف الواردة في سورة الكهف. يهدف هذا البحث إلى بيان (١) التغيرات التي طرأت على وزان استفعل الواردة في سورة الكهف (٢) العملية الصرفية لوزن استفعل الواردة في سورة الكهف (٣) بيان أسباب تغيرات وزان استفعل (٤) بيان المعاني التي تتبع وزان استفعل في سورة الكهف. هذا النوع من البحوث هو بحث وصفي نوعي. مصدر البيانات هو سورة الكهف. والبيانات المأخوذة هي الجمل التي تلي وزان إستعجال في سورة الكهف. وقد أظهرت نتيجة البحث أن: (١) في سورة الكهف أربع عشرة جملة وزان استفعل في سورة الكهف إلا أن هناك جملة واحدة تكاد تكون مشابهة لوزن استفعال ولكن الجملة لا تنتمي إلى وزان استفعل وإنما تنتمي إلى جملة اسم الجلالة في الآية ٣١ (إحدى وثلاثين)، إذن هناك ثلاث عشرة جملة فقط تلي وزان استفعل في سورة الكهف. (٢) يمكن أن تخضع الجمل التي تأتي بعد واو العطف في سورة الكهف لعمليتين صرفيتين في تكوينها، وهما عملية الإلصاق (إضافة حروف الإضافة) والنموذج الداخلي (تغيير الحركات، أو تغيير الحركات، أو تغيير الحركات).   الكلمات المفتاحية: العملية الصرفية، وزان إستفعل في سورة الكهف.   ABSTRAK Surat Al-kahfi adalah merupakan urutan surat ke 18 yang terdiri dari 110 ayat dan termasuk golongan surat makiyyah yang ada didalam kitab suci Al-Qur’an. Nama surat Al-kahfi sendiri diambil dari kisah Ashabul kahfi (penghuni Gua) yang terdapat didalam surat Al-kahfi. Dimana didalam surat Al-kahfi terdapat unsur-unsur wazan إستفعل Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) perubahan wazan إستفعل yang terdapat didalam surat Al-kahfi (2) proses morfologi pada wazan إستفعل dalam surat Al-kahfi (3) menjelaskan alasan-alasan perubahan wazan إستفعل tersebut (4) menjelaskan makna-makna yang terdapat mengikuti wazan إستفعل pada dalam surat Al-kahfi. Pada jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber datanya adalah surat Al-kahfi. Data yang diambil adalah kalimat yang mengikuti wazan إستفعل yang terdapat dalam surat Al-kahfi. Hasil dari penelitian dapat menunjukkan yaitu: (1) dapat ditemukan  empat belas wazan  إستفعل didalam surat Al-kahfi tetapi ada satu kalimat yang hampir mirip dengan wazan  إستفعل tetapi kalimat tersebut bukan termasuk wazan إستفعل tapi termasuk isim jamid pada ayat 31 (tiga puluh satu), jadi kalimat yang mengikuti pada wazan إستفعل hanya ada tiga belas yang mengikuti wazan إستفعل dialam surat Al-kahfi. (2) kalimat yang berwazan إستفعل didalam surat Al-kahfi dapat mengalami dua proses morfologi dalam pembentukannya yaitu: proses afiksasi (penambahan afiks) dan model internal (perubahan harokat). Kata kunci: proses morfologis, wazan إستفعل Al-Qur’an surat Al-kahfi

    Jom@Al-Kahfi: Al-Quran cahaya kehidupan

    Full text link
    Bahagian Hal Ehwal Islam, Pejabat Pemerkasaan Adiwangsa telah menganjurkan program Jom@Al-Kahfi Siri 2/2025 yang disiarkan secara langsung melalui YouTube Masjid UiTM Shah Alam pada jam 9.00 pagi bersama Ustaz Mohd Abdul Aziz Idris. Semoga kita mendapat rahmat kebaikan dalam membaca surah Al-Kahfi serta dijauhkan dari fitnah Dajjal

    Analisis Na’at pada Surah Al-Kahfi

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang نعت المفرد /na’tu al-mufradi/ di dalam surah Al-Kahfi. Permasalahan yang diteliti adalah apa saja bentuk dan kedudukan نعت المفرد /na’tu al-mufradi/ dalam surah Al-Kahfi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan kedudukan نعت المفرد /na’tu al-mufradi/ yang ada di dalam surah Al-Kahfi. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dan menggunakan metode penelitian analisisdeskriptif. Penelitian ini menggunakan teori Al-Ghulayaini dan Ni’mah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada 57 data yang ditemukan, dari data tersebut terdapat 27 نعت المفرد /na’tu al-mufradi/ dari اسم المشتق /ismul musytaq/dan نعت المفرد 31 /na’tu almufradi/ dari اسم الجامد /ismul jāmῑd/ yang mana ada yang berkedudukan sebagai مبتداء /mubtada`/ dan خبر /khabar/.Skripsi Sarjan

    Analisis Kohesi Gramatikal dalam Surah Al-Kahfi

    No full text
    Analisis Kohesi Gramatikal Dalam Surah Al-Kahfi. Penelitian mengkaji tentang kohesi gramatikal yang terdapat dalam surah Al- Kahfi serta kohesi gramatikal yang paling dominan pada surah Al-Kahfi. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (Library Research) dengan metode analisis deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Kohesi yang dikemukakan oleh Halliday dan Hassan (1976) dan teori kohesi oleh al- Ghulayaini (2009). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kohesi gramatikal berjumlah 550 (lima ratus lima puluh) meliputi pronomina persona sebanyak 261 (dua ratus enam puluh satu) kata, pronomina demonstratif sebanyak 14 (empat belas) kata, pronomina komparatif sebanyak 14 (empat belas) kata. Sedangkan substitusi sebanyak 4 (empat) kata, dan konjungsi sebanyak 257 (dua ratus lima puluh tujuh) kata.120 HalamanSkripsi Sarjan
    corecore