1,722,379 research outputs found
SIMPLIFITAS TAFSIR JAMI’ AL-BAYAN MIN KHULASHAT SUWAR ALQURAN KARYA KH. MUHAMMAD BIN SULAIMAN
Tradisi intelektual nusantara memiliki rantai sanad transimisi kuat dan bersambung, salah satunya dalam bidang tafsir al-Quran. Meskipun jumlahnya masih dapat dikatakan belum banyak, jika dikomparsikan dengan warisan intelektual di timur tengah dengan segala usia peradabannya yang lebih senior. Namun apresiasi terhadap tafsir ulama nusantara telah menjadi kajian tersendiri bagi para akademisi. Salah satu karya tersebut adalah Jami’ al-Bayan min Khulashat Suwar Alquran kitab tafsir yang ditulis oleh KH. Muhammad bin Sulaiman dari Solo. Penelitian ini berusaha untuk mengungkap keberadaan kitab tafsir Jami’ al-Bayan min Khulashat Suwar Alquran dengan menggunakan metodologi kualitatif dan analisis-deskriptif. Hasil penelitianinimenunjukkanbahwa secara umum, tafsir ini tidak jauh berbeda dengan kitab tafsir ulama yang menjadi referensinya yakni Tafsir Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Ta’wil, Lubab al-Ta’wil fi Ma’ani al-Tanzil, Madarik al-Tanzil Wahaqa’iq at-Ta’wĩl, Tanwir al-Miqbas min Tafsir Ibnu Abbas, al-Jalalain, Hasyiah Tafsir al-Jalalain, Hasyiah Tafsir al-Jalalaini, Hasyiah Tafsir al-Baidhawi dan tafsir Ibnu Katsir. Sumber penafsiran mayoritas berdasarkan rasio dengan metode ijmali, dan memiliki corak akhlaki wa nafsani (etik-psikologis) dengan kecenderungan pandangan ahlussunah wal jama’ah an-Nahdhiyyah (Nahdhatul Ulama). Distingsi tafsir ini dengan lainnya adalahbahwa tafsir Jami‘ al-Bayan min Khulashati Suwar Alquran al-Adzimmengeksplorasi intisari makna secara ringkas dengan poin-poindari ayat-ayat yang dikelompokkan dengan bahasa Arab popular atau dengan gaya bahasa simplistik
Metode Al - Bayan Cara Cepat Belajar Membaca Al - Qur'an
Cara belajar cepat, tepat, dan praktis. Al-bayan menggunakan tingkat usia dan jumlah pertemuan sebagai tolok ukur, pada pertemuan terakhir murid akan mampu membaca Al-Quir'an dengan benar dan lancar, menguasai bacaan panjang-pendek, bacaan dengan (gunnah) dan hukum-hukum panjang (mad).x, 228 hlm ; ilus 24 x 19 c
Al-Bayan Golden Jubilee
Correspondance pertaining to the Golden Jubilee of the newspaper Al-Bayan, followed by printed program of the even, which was on May 15, 1960
Metodologi Tafsir Jami’ al-Bayan Imam Thabari
Jami' al-Bayan 'an Ta'wil Ayi al-Qur'an, also known as Tafsir ibnu Jarir, is a renowned interpretation book in the world of Islamic intellectuals. It is considered a valuable literature in the field of bil ma'tsur interpretations. Even in the field of bi ra'yi interpretation, it tends to prioritize the analytical aspect of the atsar. This interpretation provides numerous scientific explanations in detail, while also incorporating various opinions and exploring the most diligent viewpoints. This paper aims to delve deeper into the methodology or manhaj employed by Imam Ibnu Jarir al-Thabari in his book Jami' al-Bayan 'an Ta'wil Ayi al-Qur'an, using a descriptive method. The study results indicate that the book of interpretations, Jami' al-Bayan, follows the bil ma'tsur interpretation method. Nevertheless, it cannot be denied that it includes interpretations of several verses based on reasoning.Abstrak:Kitab Jami’ al-Bayan ‘an ta’wil Ayi al-Qur’an atau yang dikenal dengan Tafsir ibnu Jarir adalah kitab tafsir yang masyhur dalam dunia Intelektual Islam. Ia dinilai sebagai literatur kitab tafsir bil ma’tsur, bahkan dalam bidang tafsir bil ra’yi ia cenderung mengedepankan sisi analisis dari pada atsar, sebab dalam tafsir ini terdapat banyak penjelasan ilmiah yang diungkapkan oleh beliau secara detail, serta memadukan berbagai pendapat dan menggali pendapat yang paling rajih. Tulisan ini bertujuan mengulas lebih dalam mengenai metodologi yang digunakan imam Ibnu Jarir al-Thabari dalam kitabnya Jami’ al-Bayan ‘an ta’wil ayi al-Qur’an dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab tafsir Jami’ al-Bayan merupakan kitab tafsir dengan metode tafsir bil ma’tsur meskipun tidak dapat dinafikan bahwa di dalamnya terdapat penafsiran terhadap beberapa ayat yang menjadikan akal sebagai dasar dalam penafsiranny
Telaah atas Karya Tafsir di Indonesia: Studi atas Tafsir al-Bayan Karya Tm. Hasbi al-Siddiqi
This article discusses the characteristic of TM Hasbi as-Siddiqi’s Tafsir al-Bayan, its methodology and influence to the society. Indonesian Muslims’ reception toward this tafsir is also discussed. This article suggests that the the methodology of thre Quranic interpretation utilized in tafisr al-Bayan is analytical method or tahlili. This tafsir also puts emphasis on Islamic jurisprudence (fiqh), partly because the author of the Tafsir is reknowned as a professor in Islamic Law
Telaah Atas Karya Tafsir Di Indonesia: Studi Atas Tafsir Al-Bayan Karya Tm. Hasbi Al-Siddiqi
This article discusses the characteristic of TM Hasbi as-Siddiqi's Tafsir al-Bayan, its methodology and influence to the society. Indonesian Muslims' reception toward this tafsir is also discussed. This article suggests that the the methodology of thre Quranic interpretation utilized in tafisr al-Bayan is analytical method or tahlili. This tafsir also puts emphasis on Islamic jurisprudence (fiqh), partly because the author of the Tafsir is reknowned as a professor in Islamic Law
ANALISIS PENGGUNAAN ILMU AL-BAYAN DALAM DIALOG AL-QURAN
Ilmu al-Bayan merupakan suatu usul dan kaedah bagi menyampaikan suatu makna menerusi pelbagai bentuk susunan bahasa supaya makna yang dikehendaki menjadi lebih jelas. Sastera Arab klasik sebelum penurunan al-Qur’an banyak mengekspresikan maksud dalam bentuk tashbih, majaz dan isti’arah yang merupakan gaya bahasa dalam ilmu al-Bayan. Kajian ini mengemukakan analisis penggunaan Ilmu al-Bayan dalam ayat-ayat dialog al-Qur’an. Dapatan menunjukkan ayatayat dialog didominasi oleh penggunaan empat gaya bahasa ilmu tersebut iaitu Kiasan (al-Kinayah), al-Majaz, al-Isti‘arah dan al-Tanasub al-Bayani.
Al-Bayan is the branch of Quranic science that becomes a root and methodology for conveying a meaning through various forms of language structure so that the desired meaning becomes clearer. Mainly, classical Arabic literature before the revelation of the Qur'an express meaning in the form tashbih, Majaz and isti'arah which is in the style of al-Bayan. This study presents an analysis of the use of al-Bayan in the verses of the Qur'anic dialog. The findings indicate passages of dialogue is dominated by the use of four of the stylistic knowledge of metaphor (al-Kinayah), al-Majaz, al-isti'arah and al-Tanasub alBayani
- …
