91,926 research outputs found
AKAR-AKAR POLINOMIAL SEPARABEL SEBAGAI PEMBENTUK PERLUASAN NORMAL
Misalnya F adalah lapangan perluasan dari lapangan K dan f(x) adalah polinomial tidak tereduksi dalam K maka f(x) dapat difaktorkan sebagai hasil kali dari faktor linear dalam lapangan pemisahnya . Jika akar-akar dari polinomial tersebut tidak ada yang ganda maka polinomial tersebut merupakan polinomial separabel. Selanjutnya untuk Lapangan pemisah yang memuat kesemua akar-akar yang berlainan dari polinomial tak tereduksi f(x) maka lapangan pemisah tersebut merupakan perluasan normal.
Kata kunci : lapangan pemisah, polinomial separabel, perluasan norma
Akar-akar polinomial separabel sebagai pembentuk perluasan normal
Misalnya F adalah lapangan perluasan dari lapangan K dan fix) adalah polinomial tidak tereduksi dalam K maka fix) dapat difaktorkan sebagai basil kali dari faktor linear dalam lapangan pemisahnya Jika akar-akar dari polinomial tersebut tidak ada yang ganda maka polinomial tersebut merupakan polinomial separabel. Selanjutnya untuk Lapangan pemisah yang memuat kesemua akar-akar yang berlainan dari polinomial tak tereduksi f(x) maka lapangan pemisah tersebut merupakan perluasan normal. Let F be an extension field of K and let f(x) is an irreducible polynomial in K[x], then f(x) can factorized as multiplicity of linear factor in splitting field. If zeros of polynomial are distinct, then that polynomial is separable polynomial. Next for splitting field that consist of all distinct zeros of an irreducible polynomial f(x) then splitting field is normal extension
Pengaruh Konsentrasi Rootone F terhadap Induksi Akar dan Tunas Stek Pucuk Kopi Arabika (Coffea arabica)
PENGARUH KONSENTRASI ROOTONE F TERHADAP INDUKSI AKAR DAN TUNAS STEK PUCUK
KOPI ARABIKA (Coffea arabica)
Abstrak
Kopi merupakan komoditas perkebunan yang penting untuk ditingkatkan produksinya, salah satunya yakni dengan cara melakukan perbanyakan secara vegetatif dengan stek pucuk yang dirangsang dengan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Penelitian ini tentang pengaruh konsentrasi Rootone F terhadap induksi akar dan tunas stek pucuk kopi arabika (Coffea arabica), telah dilaksanakan di Perkebunan Kopi Rakyat Solok Radjo di Nagari Aie Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok pada bulan April - Juli 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan stek pucuk kopiarabika (C. arabica) dalam induksi tunas dan akar, dan mengetahui konsentrasi ZPT Rootone F yang terbaik terhadap pertumbuhan stek pucuk kopi arabika. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan konsentrasi Rootone F yaitu: 0 ppm, 200 ppm, 400 ppm, 600 ppm, 800 ppm, dan 1000 ppm. Variabel yang diamati yaitu persentase stek hidup, awal muncul tunas, panjang tunas terpanjang, jumlah tunas, panjang akar terpanjang, jumlah akar, dan berat basah akar. Data yang diperoleh dianalisis ragam pada taraf 5% dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya respon pertumbuhan stek pucuk kopi arabika (C. arabica) pada variabel persentase stek hidup, awal muncul tunas, panjang tunas terpanjang, panjang akar terpanjang, dan berat basah akar, kecuali untuk variabel jumlah tunas dan jumlah akar. Serta konsentrasi ZPT Rootone F terhadap induksi akar dan tunas stek pucuk kopi arabika yang terbaik dalam mendukung pertumbuhan stek pucuk kopi arabika adalah 400 ppm.
Kata kunci: kopi, stek pucuk, konsentrasi, zat pengatur tumbuh, Rootone
Pertumbuhan Akar Stek Kakao (Theobroma cacao L) Setelah Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Rootone F.
SUBARYO. J201900419. Pertumbuhan Akar Stek Kakao
(Theobroma cacao L) Setelah Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Rootone F. (Dibawah bimbingan Koen Praseno dan Erma Prihastanti).
Penelitian ini dilakukan di PTP XVIII Kebun : Getas / Asinan / Banaran Ambarawa pada bulan Nopember 1995 sampai dengan bulan Januari 1996. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuh Rootone F terhadap pertumbuhan akar stek kakao, selain itu juga bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Rootone F yang paling baik pada pertumbuhan akar stek kakao.
Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu A = kontrol tanpa pemberian Rootone F, B = pemberian Rootone F 0,3 gr/100cc alkohol 50 %, C =pemberian Rootone F 0,4 gr/100cc alkohol 50 %, D = pemberian Rootone F 0,5 gr/100oc alkohol 50 %, E = pemberian Rootone F 0,6 gr/100cc alkohol50 % dan 5 kali ulangan yang kemudian dilanjutkan uji BNT taraf uji 5 %
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencelupan stek kakao dalam larutan Rootone F meningkatkan pertumbuhan akarnya sedangkan konsentrasi Rootone F yang paling baik untuk meningkatkan .pertumbuhan akar stek kakao pada perlakuan D yaitu 0,5 gr / 100 cc alkohol 50 %
Pengaruh Pemotongan Akar Tunggang dan Pemberian Rootone-F Terhadap Pertumbuhan Bibit Mengkudu (Morinda citrifolia) di Polybag
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Melati I Kecamatan Perbaungan
Kabupaten Deli Serdang sejak bulan Januari sampai Maret 2004. Adapun tujuan dari
penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemotongan akar tungang dan
pemberian Rootone-F terhadap pertumbuhan bibit mengkudu.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial
yang terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu :
1. Faktor pemotongan akar tunggang dengan notasi (T), 2. Faktor pemberian zat pengatur tumbuh Rootone-F dengan notasi (R)
Short Circuit Effects on HV Feeders of Optimally Located Electric Vehicle Fast Charging Stations
Today, there is a need to expand the network of fast charging stations to encourage the use of Electric Vehicles (EV). Fast charging stations are considered mobile loads, unlike conventional electric loads. This situation brings problems in electrical distribution systems. In addition, there will be problems caused by short circuits that occur for any reason in the networks to which EVs are connected. Considering the concerns about what these problems may be and how they may be reflected in the network, it is inevitable to examine the optimal positioning of the EV on the distribution network and its possible short-circuit effects. In this study, in the Istanbul/Vanikoy pilot region, HV/LV distribution feeders and substations in the region were selected using the distribution company infrastructure. An algorithm was created using multiple location data to determine the optimal locations of one-phase and three-phase Electric Vehicle Fast Charging Stations (EVFCS) on the distribution network. Simulation of short circuit types of the system was carried out using real-time technical data such as location data of distribution transformers, power data, load density, number and length of feeders, system protection, and control element data, based on optimal locations. The effects of short circuit types on the electricity distribution network, depending on the load density of residences, other structures, and optimally located urban EVFCS, connected to the distribution transformer feeders, were analyzed
Jeotermal enerji̇ kaynaklı hidrojen enerji̇ depolama ve şarj istasyonu sistemi̇
Since the beginning of the 21st century, with the increase in energy
demand, the governments of the countries have had to face the
increase in the consumption of limited energy resources and
environmental pollution. Conventional energy sources are
dependent on fossil fuels, which are rapidly declining and have
many impacts such as global warming, pollution and high costs.
Renewable energy sources (RES) constitute an alternative to energy
sources in the future. However, one of the most important
disadvantages of RES is that energy is not available continuously
and at all times. For the continuous transfer of energy, the sources
must be used in conjunction with energy storage systems. Hydrogen
energy storage systems (HESS) and their integration into the grid
with RES have the greatest potential for energy generation and
storage. It controls the grid demand to increase energy sustainability.
This paper is based in Aydın, a province rich in geothermal energy
resources and focuses on hydrogen energy production and storage
with geothermal. Thus, an important alternative for sustainability
and a clean environment has been put on the agenda and useful and
efficient results have been achieved for energy storage systems.
Keywords: Fast charging station, geothermal energy, hydrogen
storage, RES.21.yüzyılın başında itibaren enerji talebinin ve tüketiminin artışı ile
bilim insanları, dünyamızın enerji kaynaklarının çok sınırlı olduğu
ve enerji tüketiminin sınırlı kaynakları tükettiği ve dünyayı kirlettiği
sorunuyla yüzleşmek zorunda kaldılar. Geleneksel enerji kaynakları
fosil yakıtlara dayalı olup, hızlı çalışmaları yenilenememelerinin
yanı sıra küresel ısınma, kirlilik ve yüksek maliyet gibi birçok etkiye
sahiptir. Yenilenebilir enerji kaynakları (YEK) gelecek vaat eden
alternatiflerdir. Ancak YEK ’in en büyük sınırlamalarından biri,
sürekli olmayan enerji sağlamaları ve çoğuna her zaman
ulaşılamamasıdır. Sürekli güç sağlamak için bu enerji kaynaklarının
enerji depolama sistemleriyle entegre edilmesi gerekmektedir.
Hidrojen enerjisi depolama sistemleri (HydESS) ve bunların
YEK’ler ile şebekeye entegrasyonu, enerji üretimi ve depolaması
için en büyük potansiyele sahiptir. Enerji sürdürülebilirliğini
artırmak için şebeke talebini kontrol eder. Bu makale jeotermal
enerji kaynağı olarak zengin bir il olan Kütahya’da yapılmış olup
jeotermal ile hidrojen enerjisi üretimine ve depolanmasına
odaklanmaktadır. Böylece sürdürülebilirlik ve temiz çevre için
önemli bir alternatif gündeme alınmış olup enerji depolama
sistemleri için faydalı ve verimli sonuçlara ulaşılmıştır.
Anahtar Kelimeler: Hidrojen depolama, jeotermal enerji, şarj
istasyonu, YEK
PENGARUH JENIS ZAT PERANGSANG TUMBUH AKAR DENGAN BERBAGAI DOSIS TERHADAP PERTUMBUHAN AKAR PADA STEK BATANG JARAK PAGAR (Jatropha curcas)
Tanaman jarak pagar (Jatropha curcas) adalah salah satu tanaman penghasil minyak nabati, yang terkandung dalam bijinya. Pemakaian energi global saat ini mencapai 400 EJ per tahun yang meningkat terus seiring peningkatan populasi penduduk serta pertumbuhan ekonomi global. Usaha untuk mengoptimalkan pertumbuhan akar pada stek batang jarak pagar adalah dengan penambahan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Auksin jenis Root-up dan Rhizattun-f adalah salah satu ZPT yang dapat mempengaruhi pertumbuhan akar pada stek batang jarak pagar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh jenis zat perangsang tumbuh akar dengan berbagai dosis terhadap pertumbuhan akar pada stek batang jarak pagar. Penelitian ini dilaksanakan di bulan Agustus 2011 di Green House Laboratorium FKIP UMS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial terdiri atas 2 faktor yaitu faktor 1 hormon (Root-up dan Rhizattun-f) dan faktor 2 dosis (0 ppm, 250 ppm, 350 ppm dan 450 ppm) dengan 3 kali ulangan, sehingga kedua faktor perlakuan diperoleh 24 macam perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis dengan Anava Dua Jalur dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s (DMRT). Paramater yang diamati adalah jumlah akar, panjang akar, dan panjang tunas Jatropha curcas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi hormon Rhizattun-f 350 ppm memacu pertumbuhan jumlah akar dan panjang tunas sedangkan konsentrasi Root-up 350 ppm memacu pertumbuhan panjang akar Jatropha curcas. Hormon Root-up dan Rhizattun-f tidak menunjukkan interaksi dalam mempengaruhi jumlah akar, panjang akar, dan panjang tunas Jatropha curcas
Aplikasi Rootone-F dan Bio P60 Terhadap Pertumbuhan Bibit Cabutan Kopi Arabika Dengan Perbedaan Jarak Potong Akar
Bibit kopi cabutan merupakan teknik distribusi bibit kopi secara massal yang dilakukan tanpa media dan dikemas untuk dikirim ke berbagai daerah di Indonesia. Kekeliruan yang sering terjadi adalah saat penanaman bibit tersebut ke dalam polybag yang menyebabkan akar menjadi bengkok, sehingga tanaman kopi yang dibudidayakan pertumbuhannya terhambat. Mencegah kemungkinan tersebut maka perlu dilakukan pemotongan akar yang optimum dan aplikasi hormon eksogen untuk mendukung pertumbuhan akar yang sudah dipotong. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh hormon eksogen terhadap pertumbuhan bibit kopi arabika, (2) mengetahui pengaruh jarak pemotongan akar terhadap pertumbuhan bibit kopi arabika, dan (3) mengetahui pengaruh interaksi antara hormon eksogen dan jarak pemotongan akar terhadap pertumbuhan bibit kopi arabika. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Kaliwining Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Jember. Penelitian berlangsung sejak Desember 2018 hingga Maret 2019. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah pemotongan akar yang diukur dari leher akar terdiri atas 3 jarak potong, yaitu tanpa pemotongan, pemotongan 3 cm, dan 6 cm dari leher akar. Faktor kedua adalah hormon eksogen terdiri atas 3 macam, yaitu tanpa pemberian hormon, Rootone F dan Bio P60. Variabel yang diamati terdiri atas variabel nondestruktif dan variabel destruktif. Variabel nondestruktif meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. Variabel destruktif diperoleh saat 50 hst dan 100 hst yang meliputi panjang akar, volume akar, jumlah akar primer, bobot segar tanaman, bobot segar akar, bobot kering tanaman, dan bobot kering akar. Data yang diperoleh dianalis dengan uji F dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan: (1) aplikasi Bio P60 dan Rootone-F mampu meningkatkan selisih tinggi tanaman 25,71-28,05%, jumlah daun 15,56-18,98%, dan diameter batang 20,37-24,69%, serta meningkatkan pertumbuhan panjang akar 7,62-8,5%, volume akar 13,09-44,36%, bobot segar tanaman 29,93-45,35%, bobot segar akar 36,26-61,69%, bobot kering tanaman 26,81-39,37%, dan bobot kering akar 28,57-51,26%, (2) jarak pemotongan akar 3 cm dari leher akar meningkatkan jumlah akar primer 100 hst dan mencegah akar bengkok, (3) tidak terjadi interaksi antara hormon eksogen dan jarak pemotongan akar
Peran Konsentrasi Rootone-F dan Jumlah Mata Tunas terhadap Pertumbuhan Akar Stek Batang Tanaman Tin (Ficus carica L.)
Konsentrasi Rootone-F dan jumlah mata tunas merupakan salah satu perlakuan untuk merangsang pertumbuhan akar dalam stek tanaman tin. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Rootone-F dan jumlah mata tunas terhadap pertumbuhan akar stek batang tanaman tin (Ficus carica L.). Penelitian dilaksanakan di Green House Balai Penyuluh Pertanian Kebomas, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah konsentrasi Rootone-F (R) yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 mg-1 (R0), 150 mg-1 (R1), 300 mg-1 (R2), dan 450 mg-1 (R3) dan jumlah mata tunas (M) sebagai faktor kedua yang terdiri dari 3 taraf yaitu 2 mata tunas (M1), 4 mata tunas (M2) dan 6 mata tunas (M3), sehingga didapatkan 12 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi Rootone-F dan jumlah mata tunas memberikan pengaruh nyata terhadap parameter panjang akar, jumlah akar, berat basah akar serta berat kering akar. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan 150 mg-1 dan 6 mata tunas
- …
