10 research outputs found
Kecemasan Pasangan Usia Subur (PUS) Pada Penggunaan Alat Kontrasepsi Di Bidan Praktek Swasta (BPS) "Ana Pantiani" Desa Kedawung Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan
ABSTRAK Kinanthi, Ajeng. 2013. Kecemasan Pada Penggunaan Alat Kontrasepsi Pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Bidan Praktek Swasta (BPS) “Ana Pantiani” Desa Kedawung Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prastuti, M.Psi, (II) Indah Yasminum Suhanti, M.Psi. Kata Kunci: kecemasan, penggunaan alat kontrasepsi, pasangan usia subur Kontrasepsi merupakan suatu metode yang bertujuan untuk mencegah pembuahan sehingga tidak terjadi kehamilan. Negara berkembang seperti Indonesia yang memiliki jumlah penduduk besar mendukung program kontrasepsi untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, menekan angka kematian ibu dan anak, dan untuk meningkatkan kesejahteraaan keluarga. Dalam hal ini pemerintah Indonesia menyelenggarakan program Keluarga Berencana (KB) melalui pengaturan kelahiran. Hal ini diharapkan dapat membantu ibu-ibu PUS (Pasangan Usia Subur) untuk meningkatkan penggunaan alat kontrasepsi. Namun disisi lain ibu-ibu PUS mengalami suatu kekhawatiran terhadap efek samping dari setiap jenis alat kontrasepsi KB yang akan dipilih dan digunakan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yaitu tentang kecemasan terhadap penggunaan alat kontrasepsi pada Pasangan Usia Suburdi Desa Kedawung. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif studi kasus. Dengan penelitian studi kasus, maka penelaahannya dilakukan secara intensif, mendalam, mendetail, dan komprehensif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrument manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai pengumpulan data, tahap reduksi data dan kategorisasi. Subjek penelitian dalam studi kasus ini yaitu: Ibu-ibu akseptor KB, Pasangan Usia Subur, dan bersedia menjadi subjek dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Gambaran kecemasan Pasangan Usia Subur (PUS) penggunaan alat kontrasepsi di Bidan Praktek Swasta (BPS) "ANA PANTIANI" Desa Kedawung dapat dilihat pada subjek penelitian berikut: Kecemasan pada keempat subjek A, B, C, dan D memiliki jenis kecemasan tipe ringan. Dimana keempat subjek dapat mengatakan pengalaman masalalu setelah menggunakan alat kontrasepsi, pemahaman subjek tentang alat kontrasepsi adalah alat untuk mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sperma. Terdapat beberapa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kecemasan Pasangan Usia Subur (PUS) dalam penggunaan alat kontrasepsi, yaitu: Kecemasan pada keempat subjek sangat bervariasi. Faktor dari dalam subjek berupa masa haid yang tidak teratur, badan gemuk, ada flat hitam diwajah, pusing-pusing, mual-mual saat menggunakan alat kontrasepsi. Gejala-gejala cemas/tidak nyaman yang muncul ketika menggunakan alat kontrasepsi KB membuatnya takut mengalami perubahan fisik dan kesehatan. Saran yang dikemukakan adalah agar pengetahuan dan wawasan kepada pasangan usia subur sehingga dapat mengurangi kecemasan dalam penggunaan alat kontrasepsi, sebab alat kontrasepsi tersebut telah terbukti dapat berfungsi dengan baik dengan cara mendatangi tenaga medis dan menanyakan jenis alat kontrasepsi mana yang sesuai dengan kondisi tubuhnya. Psikolog agar bersedia berpartisipasi mencarikan solusi mengenai masalah kecemasan pasangan usia subur dalam menggunakan alat kontrasepsi
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN TENKAN NO SETSUZOKUSHI PADA MAHASISWA TINGKAT III PENDIDIKAN BAHASA JEPANG UNNES
Kinanthi, RiasSekar. 2016Error Analysis Using Tenkan NoSetsuzokushi. Level III students of Japanese Language EducationUNNES. Final Project. Foreign Languages and Literature Department, Faculty of Language and Art, State University of Semarang. Supervisor: Ai SumirahSetiawati, S. Pd, M. Pd.
Keywords: error analysis, the Tenkan no setsuzokushi, causes error
Speak error often occurs when learners learn a foreign language. This is because the learners need to adjust the mindset of the mother tongue into a foreign language being studied (in this case the Japanese). Language errors were found in the Japanese language such as the use of the Tenkan no setsuzokushi (conjunctions modifiers topic). The author conductedresearch on Japanese language education2012students‟class to find out what is the causes of the error and misuse of the Tenkan no setsuzokushi.
The students of Japanese language education 2012 students of UNNES as the population inside the research is 62 students, with a sample of 30 students using random sampling method. The Data is collected by using written tests and questionnaires open. The data analysis techniques with (1) data collection, (2) calculate the percentage of each item on, (3) interpretation, (4) data analysis.
The results of the research showed that the main factor that caused the error in learning is the understanding of the leraning as the secons language. The error rate of using the Tenkan no setsuzokushi was 52.2% in medium category. Thehighest error rate is the use of the material sate with persentase18,7%.
Based on the research, it can be concluded that the influence the understanding of the leraningleads to misapplication of the Tenkan no setsuzokushi. The advice that given from this study are expected in the Japanese language learners can understand the meaning and use of vocabulary, conjunctions, and the pattern of the appropriate sentence
EVALUASI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR 7 MENGGUNAKAN MODEL DISCREPANCY DI SDN CIKETING UDIK 4 BEKASI
ABSTRAK
Penelitian ini adalah penelitian evaluasi yang memiliki tujuan untuk mengevaluasi program Kampus Mengajar 7 di SDN Ciketing Udik 04 Bekasi. Program Kampus Mengajar merupakan program yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengatasi permasalahan rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa di satuan pendidikan dasar dan menengah. Program Kampus Mengajar berkolaborasi dengan Perguruan Tinggi agar mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar di luar kelas dan berkolaborasi dengan satuan pendidikan untuk membuat variasi metode belajar literasi dan numerasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode evaluasi dan model discrepancy yang dikembangkan oleh Provus. Pada penelitian ini menggunakan empat tahapan (1) Desain, (2) Instalasi, (3) Proses, dan (4) Produk. Pada evaluasi ini melihat kesenjangan antara standar atau acuan program dengan performance atau realisasi program pada setiap tahapannya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah (1) evaluasi desain tidak memiliki kesenjangan karena semua aspek tersedia dengan baik; (2) evaluasi instalasi ditemukan 1 (satu) kesenjangan dan, 1 (satu) yang tidak dapat dipastikan kesenjangannya; (3) evaluasi proses memiliki hasil yaitu 5 (lima) kesenjangan pada kegiatan awal program, 2 (dua) kesenjangan pada pelaksanaan masa penugasan, pelaksanaan pelaporan dan penilaian tidak terdapat kesenjangan, dan 2 (dua) kesenjangan pada akhir penugasan; (4) evaluasi produk memiliki kesenjangan pada 3 (tiga) aspek keterlaksanaan, 2 (dua) kesenjangan pada implementasi RAK, 7 (tujuh) kesenjangan pada keberlanjutan RAK.
ABSTRACT
This research is an evaluation study aimed at assessing the Kampus Mengajar 7 program at SDN Ciketing Udik 04, Bekasi. The Kampus Mengajar program was launched by the Ministry of Education and Culture (Kemendikbud) to address the issues of low literacy and numeracy skills among students in primary and secondary education institutions. The program collaborates with higher education institutions to provide students with learning experiences outside the classroom and work together with educational units to develop diverse methods for teaching literacy and numeracy.
This research uses a qualitative approach with an evaluation method and the discrepancy model developed by Provus. The study involves four stages: (1) Design, (2) Installation, (3) Process, and (4) Product. The evaluation examines the gap between the program standards or benchmarks and the program's performance or implementation at each stage. Data collection was carried out through interviews, documentation, and observations.
The findings of this study are as follows (1) The evaluation of the design showed no gaps as all aspects were well provided; (2) The installation evaluation identified one gap and one uncertainty regarding the gap; (3) The process evaluation revealed five gaps during the initial program activities, two gaps during the assignment period, no gaps during the implementation of reporting and assessment, and two gaps at the end of the assignment period; (4) The product evaluation identified gaps in three aspects of implementation, two gaps in the implementation of the RAK (Work and Activity Plan), and seven gaps in the sustainability of the RAK
Assessing the correlation of aviation nitrogen oxides and ozone with respect to specific weather patterns
Aviation is a large contributor to anthropogenic climate change through its emissions, particularly through nitrogen oxides (NOx), which reacts to Ozone in the atmosphere. Due to the emission of NOx, the ozone budget of the atmosphere is disturbed which results in an increase in the Earth’s surface temperature. To mitigate this effect, the variability of NOx and ozone due to aviation must be properly understood, which can be assessed through measurements in the atmosphere. NOx from aviation has been successfully measured in fresh plumes of aircraft, however, research has pointed out that the variability of ozone in the atmosphere is rather high, making it doubtful whether the perturbation due to aviation is detectable except under specific meteorological conditions such as high-pressure systems. This thesis assesses whether there is a correlation between high-pressure systems and the concentration of NOx from aviation and its produced ozone in those systems. With the result of this assessment recommendations are formulated which aid in designing future measurement campaigns of ozone from aviation.Aerospace Engineerin
Analisis Keberadaan Escherichiacoli Pada Air Minum Isi Ulang Di Wilayah Kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta
Refill drinking water is one of home business product whose existence is increasing. Refill drinking water into a society alternative to meet the needs of drinking water. However, not all of refill drinking water provides good quality. This reseach aimed know the presence of Escherichia coli in refill drinking water in the working area of Puskesmas Gambirsari Surakarta.The reseach method used is descriptive. Reseach was conducted on 11 refill drinking water depoes with observation and laboratory testing to know the presence of Escherichia coli. The results showed that all (100%) samples of refill drinking water in the working area of Puskesmas Gambirsari contained no Escherichia coli bacteria. Thus, all refill drinking water depoes have fulfilled the requirements of Permenkes RI No. 492/MENKES/Per/IV/2010 about drinking water quality
Improving the work position of worker based on manual material handling in rice mill industry
MEMAHAMI ALIRAN INFORMASI DALAM ORGANISASI
Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk memahami aliran informasi dalam organisasi dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kajian literatur, kajian teori, sumber, literatur ilmiah dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aliran informasi dalam organisasi sangat penting bagi keberlangsungan organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Aliran informasi yang efektif dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi organisasi serta menciptakan hubungan kerja yang baik antar anggota organisasi. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang aliran informasi dalam organisasi. 
ANALISIS RISIKO PENGADAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE FUZZY FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FUZZY FMEA) (Studi Kasus: PR. Adi Bungsu Malang)
Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui email [email protected], [email protected], [email protected] Terima kasi
KOMPETENSI PRAGMATIK DALAM SERAT WULANGREH KARYA SRI SUSUHUNAN PAKUBUWANA IV
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kompetensi pragmatik pada tembang dalam Serat Wulangreh karya Sri Susuhunan Pakubuwana IV. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data penelitian berupa kata, frasa, atau kalimat di setiap gatra pada tembang dalam Serat Wulangreh. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan wawancara dengan informan. Sumber data berasal dari Serat Wulangreh dengan mengambil tembang pada Pupuh Kinanthi, Sinom dan Girisa. Informan yang terlibat dalam penelitian ini adalah budayawan Jawa dan dalang wayang purwa (anggota Pepadi). Data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik simak catat (content analysis) dan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pragmatik dalam Pupuh Kinanthi, Sinom dan Girisa dalam Serat Wulangreh pada tataran tindak tutur mencakup tindak tutur lokusi dan ilokusi. Klasifikasi tindak tutur terdiri dari: (1) tindak tutur deklaratif, (2) tindak tutur representatif, (3) tindak tutur komisif, (4) tindak tutur direktif, dan (5) tindak tutur ekspresif. Klasifikasi tindak tutur didominasi oleh tindak tutur deklaratif dan direktif. Hal ini dimungkinkan karena penutur (penulis) merupakan seorang pujangga dan sekaligus sebagai Raja Kasunanan Surakarta yang bertahta pada tahun 1788 – 1820. Abstract This research aims to describe and analyze pragmatic competence in the song in Serat Wulangreh by Sri Susuhunan Pakubuwana IV. The research uses descriptive qualitative methods. The research data is in the form of words, phrases, or sentences in each style of the song in Serat Wulangreh. Data was collected through documentation techniques and interviews with informants. The data source comes from Serat Wulangreh by taking songs from Pupuh Kinanthi, Sinom, and Girisa. The informants involved in this research were Javanese cultural figures and wayang purwa puppeteers (members of Pepadi). The data that has been collected is then analyzed using note-taking techniques (content analysis) and purposive sampling. The research results show that pragmatic competence in Pupuh Kinanthi, Sinom, and Girisa in Serat Wulangreh at the speech act level includes elocutionary and illocutionary speech acts. The classification of speech acts consists of (1) declarative speech acts, (2) representative speech acts, (3) commissive speech acts, (4) directive speech acts, and (5) expressive speech acts. The classification of speech acts is dominated by declarative and directive speech acts. This is possible because the speaker (author) is a poet and also the King of Kasunanan Surakarta who reigned from 1788 – 1820.
SERAT PIWULANG PATRAPANING NGAGESANG (SUNTINGAN TEKS DAN ANALISIS STRATA NORMA ROMAN INGARDEN)
Amalia, Fiki. 2018. “Serat Piwulang Patraping Ngagesang (Suntingan Teks dan Analisis Strata Norma Roman Ingarden)”. Skripsi (S1) Fakultas Ilmu Budaya Undip Semarang. Dosen Pembimbing (1) Dr. Muh Abdullah, M. A. (2) Drs. Moh Muzakka, M. Hum.
Piwulang Patraping Ngagesang Manuscript (PPN ) is a manuscript that contains the teachings of married life. PPN is a collection of the Surakarta Library Library with call code 248 Ha. PPN is a text written by K.G.P.A.A. Mangkunegaran IV was written on 18 Mulud Dal 1807 H (March 19, 1878 AD).
The purpose of the research is to present the translation of text and transliteration, revealing the structure and content contained in the text using two kinds of theories, the philological and structural norms of Roman Ingarden's strata. The philological analysis of PPN manuscripts is carried out through stages which include: description of Piwulang Patraping Ngagesang Fiber, describing the contents of text, transliteration and text translation. The structural theory of Roman Ingarden is used to find out the structure and content contained in PPN . This research uses descriptive qualitative method by describing data in the form of PPN text, which contains three songs, namely dhandhang gula, kinanthi, and mijil.
Research found that; First, the sound layer in the three songs of the PPN text is obtained through the use of purwakanthi, kakafoni, efoni, and rhythm. Second, the meaning layers in the three songs analyzed are generated through utilization. Third, the unit of meaning / layer of the object proposed by the PPN text is analyzed with the background, character, and world of the author. Fourth, the world layer in the PPN text is the content or mandate contained in the PPN text.
Keywords: philology, text, structure, norm strata, piwulan
