1,728,251 research outputs found

    Ainun kielen kielikoulutuksen ja kielitaidon arvioinnin haasteet

    No full text
    Ainut ovat pääasiassa Japanin pohjoisosissa asuva alkuperäiskansa, joiden puhuma ainun kieli ajautui uhanalaiseen asemaan, kun japanilaiset valloittivat 1800-luvun puolivälin jälkeen ainujen asuinalueet ja alkoivat sulauttaa heitä osaksi japanilaista yhteiskuntaa. Nyt ainun kieltä yritetään elvyttää. Ainun kielikoulutuksessa kielitaidon arviointi on kuitenkin haastavaa, sillä kurssien opetussisältöjä ei ole yhdenmukaistettu, opettajilta saattaa puuttua niin pedagogista osaamista kuin kielitaitoakin eivätkä opiskelijat välttämättä ole kursseilla vain oppimassa kieltä. Tässä artikkelissa pureudutaan ainun kielikoulutuksen ongelmakohtiin ja siihen, millaisia haasteita ne asettavat arvioinnille, sekä ehdotetaan, että arviointi voi olla tarpeetonta ja jopa haitallista uhanalaisen kielen elvytyksessä.nonPeerReviewe

    PEMIKIRAN EMHA AINUN NADJIB TERHADAP ISU-ISU POLITIK KEBANGSAAN AKTUAL DI INDONESIA (STUDI ANALISIS TERHADAP AKSI 212, FENOMENA PENOLAKAN PEMIMPIN NON-MUSLIM DAN WACANA KRIMINALISASI ULAMA)

    Full text link
    Salah satu pemikir kritis di Indonesia adalah Emha Ainun Nadjib atau yang biasa disapa sebagai Cak Nun. Emha Ainun Nadjib dikenal sebagai seorang pemikir yang kritis akan sebuah fakta sosial yang ada, khususnya terhadap isu-isu politik kebangsaan yang aktual di Indonesia. Belakangan ini seringkali terjadi fenomena-fenomena dan gejolak-gejolak politik yang membuat dunia perpolitikan Indonesia panas. Seperti adanya fenomena penolakan pemimpin non-Muslim, fenomena aksi bela Islam dan juga wacana Kriminalisasi terhadap ulama dan lain sebagainya. Menariknya disini, dari beberapa bentuk pemikiran politik Emha Ainun Nadjib tetap menjadikannya sebagai seorang pemikir yang moderat dan tidak tertarik dalam lingkaran kekuasaan yang ada. Hal ini bisa dibuktikan bahwa selama ini Emha Ainun Nadjib tidak pernah meduduki jabatan tertentu pada suatu instansi negara. Selain ini, bentuk pemikirannya juga disukai oleh banyak kalangan, terbukti dari pengikutnya yang banyak. Oleh karena itu perlu diketahui bentuk pemikiran politik Emha Ainun Nadjib terhadap isu-isu politik kebangsaan di Indonesia seperti apa, dan juga nilai-nilai apa yang melatar belakangi dibalik bentuk pemikirannya. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Lapangan (Field research), yaitu mengumpulkan data dengan cara melakukan pengamatan terhadap kegiatan maiyah mocopat syafa‟at dan kajian-kajian lain yang dimilikinya. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis. Deskriptif berarti menggambarkan bentuk pemikiran politik Emha Ainun Nadjib terhadap isu-isu politik kebangsaan aktual di Indonesai baik berkaitan dengan masalah aksi bela agama, fenomena pemimpin non muslim maupun wacana kriminalisasi ulama. Analisis berarti melakukan analisis terhadap pemikiran politik Emha Ainun Nadjib terhadap isu-isu politik kebangsaan tersebut dengan menggunakan teori Analisis Wacana Kritis, sehingga dapat diketahui teks dan konteks dari pemikiran politik tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan beberapa bentuk pemikiran politik Emha Ainun Nadjib terhadap isu-isu politik kebangsaan aktual di Indonesia, ia cenderung independen, moderat dan tidak ikut terseret kedalam praktek politik kekuasaan. Karena dalam pemikiran politik Emha Ainun Nadjib menjunjung tinggi universalisme dan toleran. Hal tersebut dikarenakan Indonesia sebagai negara yang jama‟ dan plural. Selain itu dalam setiap pemikiran politik Emha Ainun Nadjib juga mengandung nilai-nilai seperti humanis, religius, keadilan, persamaan dan kesatuan, yang mana hal tersebut sangat penting bagi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia

    Analisis Penokohan Tokoh Ainun dalam Novel Habibi dan Ainun Karya Baharudin Jusuf Habibi

    Full text link
    Literature generally involves all aspects of human life and life, events in works of fiction as well as events in everyday life, always carried by a certain character or perpetrators. The formulation of the problem in this analysis is how the characterization of Ainun figure is expository and dramatic in novel Habibie and Ainun Karya Bacharuddin Jusuf Habibie ?. The results of data analysis and discussion, In revealing the figure Ainun figure, the author uses the technique of depiction of figures proposed by Nurgiyantoro, the technique of depiction of characters in a literary work can be distinguished in two techniques, namely expository techniques and dramatic techniques, through the technique of Ainun figure expression in novel Habibie and Ainun by Bacharuddin Jusuf Habibie can be concluded that he is a figure of a very patient, while through dramatic techniques that include skillful techniques, behavioral techniques, techniques of mind and feeling, stream of consciousness techniques, reaction techniques, techniques of reactions of other figures, background and techniques of physical representation, figure Ainun is obedient and obedient to her husband, kind, responsible, has a very patient personality, he is a figure of a figure who likes peace, peace. But he had tested his loyalty to the husband that when he had to live mediocre when he was in Germany, he learned to use the maximum time so that everything can be resolved properly set the menu cheap but healthy, take care of children, husband and work. All he lived with full sincerity. Ainun always provide peace in his family with his personality. After a long time he thought to go back to work as a doctor so he could help his family\u27s economy, but it takes recognition of UI diplomas in Germany and requires an indeterminate time process. After Ainun got back to work, Ainun was confronted with her personal problems when the children were sick and needed her to choose between work and children, based on faith, Ainun sacrificed her job as a doctor to Always be with her son and husband

    Konsep Negara dan Relevansi terhadap NKRI Perspektif Emha Ainun Nadjib

    Full text link
    State and power are two things that cannot be separated from one another. Substantially, both have the main purpose of creating prosperity for the people. In fact, the Indonesia's democratic system seems to be imperfect. Therefore, it needs to have reorientation and revitalization of the concept in its implementation. The thought of Muhammad Ainun Najib (Cak Nun), in this context, is an alternative offer, such as; first, there is a distinction between state institutions and government institutions, between the head of state and the head of government, for the sake of creating political stability and the administration of the good governance; second, the criteria of a leader need to have scientific quality that is not only knowing issues of the personal and group interests, but also understanding in detail about the life of the regions; third, Indonesia should have five national pillars such as people, Indonesian National Army (TNI), intellectuals, customs and culture, as well as spiritual powers. Those five pillars are supposed to support the upright and the solid state of the Republic of Indonesia.Negara dan kekuasaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, yang secara substansial mempunyai tujuan utama menciptakan kesejahteraan bagi rakyatnya. Sistem demokrasi Indonesia terbukti masih belum sempurna, perlu ada reorientasi, dan revitalisasi konsep dalam pelaksanaanya. Pemikiran Muhammad Ainun Najib (Cak Nun) dalam konteks ini menjadi alternatif yang dapat ditawarkan misalnya; pertama, adanya pembedaan antara lembaga negara dan lembaga pemerintah, antara kepala Negara dan kepala pemerintahan, demi terciptanya kestabilan politik dan penyelenggaraan pemerintahan yang baik dalam suatu negara; kedua, kriteria seorang pemimpin perlu memiliki kualitas keilmuan yang tidak hanya sekedar mengetahui persoalan yang bersifat kepentingan pribadi dan golongan, tapi wajib memahami secara rinci tentang kehidupan di wilayahnya; ketiga, Indonesia seharusnya memiliki lima pilar kebangsaan seperti rakyat, TNI, Intelektual, adat dan budaya, dan kekuatan spiritual yang menopang tegak dan kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tata tentren kerta raharja

    PEMENTASAN DRAMA LAUTAN JILBAB KARYA EMHA AINUN NADJIB DALAM FENOMENA PELARANGAN MENGGUNAKAN JILBAB BAGI PELAJAR MUSLIMAH DI SEKOLAH-SEKOLAH NEGERI DI INDONESIA (1986 - 1989 M)

    Full text link
    Yang menjadi fokus pembahasannya adalah tentang(1) respon masyarakat terhadap SK No.052/C/Kep/D.82, (2) Pementasan drama Lautan Jilbab karya Emha Ainun Nadjib dan (3) tentang kesan masyarakat terhadap pementasan tersebut. Untuk menjawab permasalahan di atas penulis menggunakan metode historis, yaitu suatu langkah atau cara merekontruksi masa lampau secara sistematis dan objektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis (sejarah) dan bersifat kualitatif. Sedangkan teori yang digunakan adalah teori Challenges an Respon dari Arnold J Toynbee. Dimana teori ini mengemukakan tentang bagaimana budaya itu dapat lahir dari proses kreatifitas seseorang atau kelompok dalam menghadapi tantangan alam atau sosial.Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, (1) respon dan bentuk penolakan terhadap SK No.052/C/Kep/D.82 datang dari berbagai masyarakat diantaranya datang dari pelajar, orang tua pelajar dan Emha Ainun Nadjib. Emha merespon fenomena tersebut dengan menulis kumpulan syair yang berjudul Lautan Jilbab. (2) Syair Lautan Jilbab kemudian dipentaskan oleh Emha Ainun Nadjib dalam bentuk drama diberbagai kota, diantaranya Yogyakarta, Ujung Pandang, Malang, Surabaya, dan Madiun. (3) Setelah pementasan berlangsung. Masyarakat yang melihat atau terlibat langsung dalam pementasan menjadi lebih berani dan memahami pentingnya menggunakan jilbab

    Pandangan Emha Ainun Najib Tentang Aspek-Aspek Pendidikan Ahklak

    Full text link
    This study aims to find out: (1) Emha Ainun Nadjib's views on aspects of moral education as contained in the book Allah is not fussy like us, Kiai Hologram, and Slilit Sang Kiai? (2) Relevance of Emha Ainun Nadjib's view on education in modern life. This research is library research or library research. The author uses a pragmatic approach, namely literary research related to the reader's perception of literary texts. And the data collection method used by the author is the documentation method. The primary sources of this research are three books by Emah Ainun Nadjib, among others: Allah is not fussy like us, Kiai Hologram, and Slilit Sang Kiai. The findings of this study are (1) Moral Education Values contained in this book include; Aspects of spirituality include; Istikamah in learning and purification of the soul, not materialistic. Aspects of etiquette, among others; be a forgiving, caring, unselfish human being, refine morals, have a personality like a prophet, respect fellow human beings, and. Psychological aspects, namely; learn anytime anywhere, learn to build a relationship with god, and learn to be yourself. (2) The moral values in the book Kiai Hologram, God Is Not Talkative Like Us and Slilit Sang Kiai by Emha Ainun Nadjib in modern life, namely this book is very relevant to moral education in Indonesia because in these three works by Emha Ainun Nadjib there are values education, especially the values of moral education. Keywords: Emha Ainun Nadjib, Kiai Hologram, Allah Tidak Cerewet Seperti Kita dan Slilit Sang Kia

    REPRESENTASI NASIONALISME DALAM FILM HABIBIE DAN AINUN (Analisis Semiotika John Fiske dalam film Habibie dan Ainun)

    Full text link
    Ainun and Habibie is a film that has the second highest audience after Laskar Pelangi in Indonesia. Film Habibie and Ainun tell the story of Habibie life’s that has a tremendous love for his wife, family and country. Nationalism owned Habibie made him have to choose between his family and his country. Therefore, researchers are interested in analyzing the representation of nationalism owned Habibie and Ainun Habibie film so this research entitled "Representation of Nationalism In Film Habibie and Ainun". The focus of this research is how the representation of nationalism in the film and Ainun Habibie.This study used a qualitative method with semiotic analysis. Signs that represent nationalism in the film Ainun Habibie and the object of this study will be analyzed using the theory of semiotics John Fiske The Codes of Television. Data collection techniques in this research is the analysis of signs and literature.The results of this study is the ideology of nationalism which is owned by Habibie in the film Ainun Habibie and represented by means of speech, movement, expression and dialogue. So although the film Habibie and Ainun wrapped with drama romance between Habibie and Ainun, in this film there is the ideology of nationalism from a Habibie.Film Habibie dan Ainun merupakan film yang memiliki penonton kedua terbanyak setelah Laskar Pelangi di Indonesia. Film Habibie dan Ainun menceritakan kisah kehidupan seorang Habibie yang memiliki cinta yang sangat besar untuk istri, keluarga dan negaranya. Nasionalisme yang dimiliki Habibie membuat beliau harus memilih antara keluarga dan negaranya. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk menganalisis representasi nasionalisme yang dimiliki Habibie dalam film Habibie dan Ainun sehingga penelitian ini berjudul “Representasi Nasionalisme Dalam Film Habibie dan Ainun”. Fokus penelitian ini adalah bagaimana representasi nasionalisme dalam film Habibie dan Ainun.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika. Tanda yang merepresentasikan nasionalisme dalam film Habibie dan Ainun yang menjadi objek dalam penelitian ini akan dianalisis menggunakan semiotika John Fiske dengan teori The Codes of Television. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah analisis tanda dan studi pustaka.Hasil dari penelitian ini adalah ideologi nasionalisme yang dimiliki oleh Habibie dalam film Habibie dan Ainun di representasikan melalui cara berbicara, gerakan, ekspresi dan dialog. Jadi walaupun film Habibie dan Ainun dibungkus dengan drama percintaan antara Habibie dan Ainun dalam film ini terdapat ideologi nasionalisme dari seorang Habibie

    Representasi Naisonalisme Dalam Film Habibie dan Ainun

    Full text link
    ABSTRAK Film Habibie dan Ainun merupakan film yang memiliki penonton kedua terbanyak setelah Laskar Pelangi di Indonesia. Film Habibie dan Ainun menceritakan kisah kehidupan seorang Habibie yang memiliki cinta yang sangat besar untuk istri, keluarga dan negaranya. Nasionalisme yang dimiliki Habibie membuat beliau harus memilih antara keluarga dan negaranya. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk menganalisis representasi nasionalisme yang dimiliki Habibie dalam film Habibie dan Ainun sehingga penelitian ini berjudul “Representasi Nasionalisme Dalam Film Habibie dan Ainun”. Fokus penelitian ini adalah bagaimana representasi nasionalisme dalam film Habibie dan Ainun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika. Tanda yang merepresentasikan nasionalisme dalam film Habibie dan Ainun yang menjadi objek dalam penelitian ini akan dianalisis menggunakan semiotika John Fiske dengan teori The Codes of Television. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah analisis tanda dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah ideologi nasionalisme yang dimiliki oleh Habibie dalam film Habibie dan Ainun di representasikan melalui cara berbicara, gerakan, ekspresi dan dialog. Jadi walaupun film Habibie dan Ainun dibungkus dengan drama percintaan antara Habibie dan Ainun dalam film ini terdapat ideologi nasionalisme dari seorang Habibie. Ideologi yang dimiliki seorang Habibie sebagai pengabdian dan semangat juang untuk membangun bangsanya demi tercapainya misi dari bangsa itu. Kata Kunci : Nasionalisme, Semiotika, John Fiske, Film Habibie dan Ainun

    ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. L DI PMB AINUN MUFIDAH SIDOARJO

    Full text link
    Upaya menjaga kesehatan ibu dan bayi menjadi hal penting untuk dilakukan penilaian sebab salah satu indikator tingkat kesehatan suatu negara diukur dengan jumlah AKI dan AKB nya. Dalam laporan tugas akhir yang berjudul Asuhan Kebidanan Konprehensif Pada Ny. L di PMB Ainun Mufidah Sidoarjo, menjelaskan tentang asuhan kebidanan secara Continuity Of Care pada ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus, dan KB dengan pendekatan manajemen kebidanan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus secara Continuity Of Care di PMB Anun Mufidah, SST di Sidoarjo. Waktu pelaksanaan tanggal 26 Maret 2022 sampai dengan 01 Juni 2022. Subyeknya adalah Ny. L yang diberi pendampingan mulai kehamilan trimester III, persalinan, nifas, neonatus hingga keluarga berencana. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Berdasarkan laporan tugas akhir pada Ny. L didapatkan hasil kunjungan sebanyak 10 kali, semua hasil pemeriksaan dalam batas normal dan berjalan fisiologis. Simpulan dari asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. L berlangsung fisiologis. Karena itu diharapkan klien dapat menerapkan anjuran yang diberikan selama dilakukan asuhan kebidanan

    FEMINISME DAKWAH DALAM FILM HABIBIE & AINUN 3

    No full text
    Pada awalnya, feminisme di tengahi sebagai gerakan pemberontak perempuan demi menyangkal fitrah atau kodrat sebagai perempuan serta penggerak untuk memperoleh hak-hak perempuan. Ketidakadilan gender akhirnya dituntut oleh ideologi feminis. Dalam berdakwah laki-laki mendominasi terhadap penyebaran Islam daripada perempuan. Meskipun pelaksanaan dakwah lebih dominan lakilaki, tetapi banyak juga da’iyah di Indonesia salah satunya yaitu Ainun. Perbedaan gender tidak membuat Ainun putus asa dalam meraih impiannya sebagai seorang dokter. Sehingga hal ini menjadi unik untuk di teliti. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan feminisme. Hasil dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pesan dakwah Ainun dalam film Habibie & Ainun 3, serta problematika Ainun sebagai da’iyah di Indonesia. Ainun dapat dijadikan inspirasi dan panutan bagi masyarakat Indonesia dalam pendidikan, kepeduliannya, serta keinginan untuk mewujudkan impiannya. KATA KUNCI: Feminisme, Dakwah, Film, Da’iyah, Persamaan Ha
    corecore