1,725,695 research outputs found
Peranan Majelis Ta’lim Ainul Yaqin Dalam Meningkatkan Pemahaman Agama Anggota di Kelurahan Koto Lalang Kota Padang
Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui bentuk-bentuk kegiatan Majelis Ta’lim Ainul Yaqin dalam meningkatkan pemahaman agama anggota di Kelurahan Koto Lalang Kota Padang; Untuk mengetahui peran Majelis Ta’lim Ainul Yaqin dalam meningkatkan pemahaman agama anggota di Kelurahan Koto Lalang Kota Padang; Untuk mengetahui kendala yang dihadapi Majelis Ta’lim Ainul Yaqin dalam meningkatkan pemahaman agama anggota di Kelurahan Koto Lalang Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dan teknik pemilihan informannya memakai purposive sampling. Untuk pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini tentang bentuk-bentuk kegiatan Majelis Ta’lim Ainul Yaqin yaitu Pengajian Rutin, Tahsin, Tahfiz, Bimbingan Penyelenggaraan Jenazah, Peringatan Hari Besar Islam, dan Yasinan. Peranan Majelis Ta’lim Ainul Yaqin sudah terlaksana sebagaimana anggota Majelis Ta’lim bisa menerapkan dan mengaplikasikan ilmu yang di dapat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Namun, kendala yang dihadapi Majelis Ta’lim Ainul Yaqin adalah kondisi kesehatan, kesibukan, transportasi, dan terkendala dana untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Majelis Ta’lim Ainul Yaqin
Pengaruh Kualitas Pelayanan, Varian Produk, Harga Terhadap Keputusan Pembelian pada Kewirausahaan Santri Pesantren Kampus Ainul Yaqin
Pesantren memiliki unit usaha yang dikelola mandiri, salah satunya Kewirausahaan Pesantren Kampus Ainul Yaqin yang bertembat di Pesantren Kampus Ainul Yaqin. Penelitian ini berdasar pada fenomena transaksi yang terjadi di Kewirausahaan Pesantren Kampus Ainul Yaqin. Pada faktanya, dalam menjalankan operasionalnya Kewirausahaan Pesantren Kampus Ainul Yaqin memang masih mengabaikan variabel atau aspek penting dalam berekonomi.
Karena hal itu, variabel dalam penelitian ini berupa Kualitas Pelayanan, Varian Produk dan Harga dengan dipertimbangkan pengaruhnya terhadap Keputusan Pembelian para santri di Kewirausahaan Pesantren Kampus Ainul Yaqin. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 85 orang dengan menggunakan rumus malhotra, berupa santri Pesantren Kampus Ainul Yaqin.
Dalam pelaksanaannya penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan alat batu, yakni SPSS. Pada akhirnya, secara simultan, seluruh variabel Independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Secara parsial, baik Kualitas Pelayanan, Varian Produk, Harga berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian.
Kata kunci: Kualitas Pelayanan, Varian Produk, Harga, Keputusan Pembelia
Ainul Yaqin's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Ainul Yaqin's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Ainul Yaqin's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Retorika tabligh KH. Ainul Yaqin Abdullah Syafi'ie dalam pengajian Majelis Aqidah
Islam merupakan agama yang di wahyukan untuk Nabi
Muhammad SAW melalui Allah SWT. Pemajuan dan penyebaran
ajaran islam tentunya tidak lepas dari kegiatan tabligh yang diadakan. Seorang da’i menyampaikan pesan ajaran islam kepada jamaah lalu memperhatikan cara penyampaian. Bahwa penyampaian islam yang bisa memperngaruhi irtu banyak da’i yang memanfaatkan retorika dalam menyampaikan pesan. Retorika adalah seni berbicara di depan umum yang ditujukan untuk mempengaruhi jamaah agar pesan yang disampaikan oleh da’i dapat diterpkan dan di pahami.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui retorika apa yang dipakai oleh KH. Ainul Yaqin Abdullah Syafi’ie saat melakukan dakwahnya di Majlis Aqidah. Yang melingkupi (1) Bagaimana Gaya Bahasa KH. Ainul Yaqin Abdullah Syafi’ie? (2) Bagaimana Gestur KH. Ainul Yaqin Abdullah Syafi’ie? dan (3) Bagaimana Intonasi KH. Ainul Yaqin Abdullah Syafi’ie? Untuk memahami masalah penelitian secara mendalam dan meneyluruh, tentunya dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif untuk melakukan penelitian yang memberikan deskripsi atau gambaran dari data yang diperoleh. Jenis data yang diakumulasi adalah jenis data kualitatif dan data yang diakumulasi dengan menggunakan teknik analisis, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa retorika tablgih KH. Ainul
Yaqin Abdullah Syafi’ie dalam aspek gaya bahasa, yang
menggunakan gaya bahasa penegasan, gaya bahasa sindirian, gaya bahasa majas repitisi, kemudian menggunakan gaya bahasa majas antiklimaks. Sedangkan gestur KH. Ainul Yaqin Abdullah Syafi’ie yang selalu menggunakan ekspresi mata untuk melihat dengan seksama seluruh jama’ah, menggerakan kedua tangannya dan tersenyum saat menyampaikan tablighnya Yaqin Abdullah Syafi’e dalam penyampaian tablighnya yaitu menggunakan intonasi rendah.Berdasarkan konklusi yang diambil dari permasalahan diatas, maka masukan untuk penelitian selanjutnya untuk mengkaji lebih lanjut dalam aspek persepsi da’i, isi pesan, dan media KH. Ainul Yaqin Abdullah Syafi’ie
Masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri Abad XVI-XXI M: studi tentang sejarah arsitektur
Skripsi yang berjudul "Masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri Abad XVI-XXI M (Studi Tentang Sejarah Arsitektur)," ini merupakan basil penelitian kepustakaan clan lapangan yang bertujuan menjawab pertanyaan tentang sejarah berdirinya masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri dilihat dari bentuk arsitekturnya. Data penelitian dihimpun dari dokumen yang berupa salinan tulisan pada dinding masjid. Serta literatur pendukung yang relevan terhadap permasalahan tersebut. Selanjutnya dianalisis menggunakan metode sejarah, yaitu metode yang dipergunakan untuk menelusuri kejadian-kejadian pada masa yang telah lampau dan metode deduksi, kemudian digunakan penelitian bidang Arkeologi atau Ilmu Purbakala dengan membedakan data menjadi data kebahasaan (tertulis maupun lisan) dan data non bahasa seperti situs (tempat) bahan purbakala atau bangunan tersebut. Hasil penelitian menyimpulkan Pendiri masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri tahap awal dilakukan oleh Sunan Giri pada tahun 1403 Saka (1481 M) yang disebutkan pada condrosengkolo yang berbunyi "Lawang Gapuro Gunaning Ratu". Bangunan ini berdiri di atas sebuah bukit Kedaton Sidomukti, yang kemudian mendorong Nyi Ageng Kabunan (seorang janda cucu Sunan Giri) memindahkan masjid Sunan Giri dari Giri Kedaton ke Bukit Giri tempat makam Sunan Giri sekarang yaitu pada tahun 1544 M. Hal ini diperkuat dengan hiasan bertulis huruf Arab di atas pintu utama masjid yang artinya: masjid ini dibangun oleh seorang janda (perempuan) cucu Sunan Giri ketiga pada tahun 984 H atau 1544 M. Akan tetapi yang melaksanakan adalah Sunan Prapen yang menjadi penguasa di Giri. Setelah itu dilajutkan oleh H. Yaqub Rekso Astomo untuk mempelopori perluasan bangunan masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri. Perluasan yang dilakukan bukanlah merombak masjid yang lama, sehingga masjid Giri yang lama tidak mengalami perubahan-perubahan yang berarti, bahkan mendapatkan perbaikan pada bagian-bagian yang telah rusak. Sampai sekarang masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri, masyarakat Giri dan sekitamya membentuk Panitia Perluasan Masjid Jamik Sunan Giri dikelola oleh Yayasan masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri. Pembangunan masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri pada masa Pasca Kemerdekaan dan Reformasi berbentuk perluasan dan pemindahan pendapa masjid dari halaman muka masjid ke sebelah utara halaman pendapa, menganti atap sirap dengan genteng, renovasi dan pemugaran pada kantor Takmir, Sekretariatan TPQ, pembuatan kolam untuk mencuci kaki dan MCK. Ada beberapa alasan pembangunan tahap fase ini, antara lain: penyesuaian zaman (segi bentuk fisik), perluasan guna memenuhi daya tampung jama'ah, melengkapi sarana dan prasarana bangunan masjid, komponen-komponen masjid yang sudah lama banyak yang rusak, sehingga di rasa perlu adanya perbaikan dan dibutuhkan ruang khusus dalam penfungsian masjid yang komplek. Masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri memiliki arsitektur bergaya Oriental atau gaya lndo - Imperialis - India - Persia dan Eropa. Pertama, atap masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri yang tersusun tiga atau terkenal dengan sebutan atap tumpang tiga berlatar belakang dari kebudayaan Hindu - Jawa berupa bangunan candi. Kedua, rancangan komplek masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri yang memiliki Vimana yang diterapkan oleh negara India. Ketiga, Masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri juga mengadopsi arsitektur kebudayaan Cina jika dilihat pada masa awal masjid terbuat dari kayu. Keempat, bentuk - bentuk lengkung tapak kuda di bagian serambi masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri bercorak setengah lingkaran. Corak lengkung yang digunakan pada serambi ini adalah beraliran corak lengkung tunggal. Corak lengkung tunggal terdapat juga pada bangunan masjid yang beraliran Arab, Turki, Persia dan India. Klima, kebudayaan Arsitektur Eropa (Belanda dan Inggris) terdapat dalam masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri bisa dilihat dari bentuk arsitektur yang terletak pada sepasang lampu pada kanan dan kiri, terpasang pada pintu masuk gapura Paduraksa di bagian selatan
UPAYA MEWUJUDKAN KARAKTER JUJUR SISWA MELALUI KANTIN KEJUJURAN DI SMK AINUL ULUM PULUNG KABUPATEN PONOROGO
Pendidikan merupakan kebutuhan dasar manusia. Pendidikan tidak hanya menjadikan seseorang cerdas secara intelektual, namun juga memiliki akhlak atau perilaku yang baik, salah satunya memiliki perilaku yang baik dalam hal jujur. Kejujuran perlu ditanamkan pada siswa SMK Ainul Ulum Pulung Kabupaten Ponorogo. Dengan adanya karakter jujur ini diharapkan siswa dapat menerapkan dilingkungan sekolah, maupun keluargan dan dimasyarakat. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pelaksanaan kantin kejujuran sebagai upaya mewujudkan karakter jujur pada siswa di SMK Ainul Ulum Pulung Kabupaten Ponorogo,(2) Untuk mengetahui kendala pelaksanaan kantin kejujuran sebagai upaya mewujudkan kejujuran pada siswa di SMK Ainul Ulum Pulung Kabupaten Ponorogo.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif purposive sampling yang dilakukan di SMK Ainul Ulum Pulung Kabupaten Ponorogo. Sumber data yang didapat yaitu dari Kepala Sekolah, Guru, peserta didik. Teknikp engumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan kantin kejujuran di SMK Ainul Ulum Pulung Kabupaten Ponorogo melibatkan siswa dalam pengelolaanya. Dalam menerapkan karakter kejujuran, siswa siswa dilibatkan dalam proses jual beli. Pelayanannya dilakukan siswa sendiri sekaligus dalam proses pembayaran dilakukan secara mandiri. Pada proses pengawasan dilakukan oleh kepala sekolah sebagai penanggung jawab dan guru yang ditunjuk oleh kepala sekolah. Hal ini dapat dilihat dari keuangan dikantin kejujuran sampai saat ini tidak mengalami kerugian yang diperoleh. (2) Kendala dalam pelaksanaan kantin kejujuran di SMK Ainul Ulum Pulung Kabupaten Ponorogo, sampai saat ini tidak ada kendala karena sesuai dengan motto dari sekolah ini harus jujur, disiplin dan tanggung jawab. Hal ini sudah terbukti di pelaksanaan kantin kejujuran di SMK Ainul Ulum Pulung Kabupaten Ponorogo
Kata Kunci:,Karakter Jujur, Kantin Kejujura
ORAL HISTORY PERKEMBANGAN MASJID JAMI’ AINUL YAQIN SEBAGAI MASJID PERTAMA DI UJUNGPANGKAH
Masjid Jami’ Ainul Yaqin yang terletak di Jalan Kauman Utara desa Pangkah Wetan Ujungpangkah Gresik ini dahulunya dibangun oleh anak dari Sunan Bonang yaitu Jayeng Katon atau Syekh Jiwo Suto. Masjid ini dibangun dengan bahan- bahan yang di dapat dari Sunan Bonang dan juga Sunan Giri.
Bahan-bahan tersebut berupa Tiang penyangga bangunan yang sampai sekarang masih ada di Masjid Jami’ Ainul Yaqin hanya saja dilakukan perbaikan agar tampak seperti baru. Berdasarkan prasasti yang tertulis di Mimbar masjid Jami’
Ainul Yaqin pertama kali digunakan pada tahun 1506 Masehi.
Sebagai Masjid Tertua di Ujungpangkah Masjid jami’ memiliki banyak benda-benda peninggalan yang sampai sekarang masih ada yaitu Empat tiang yang merupakan kiriman dari sunan Bonang dan Sunan Giri, Mimbar yang merupakan peninggalan jayeng Katon, dan juga (mbeji) yang dulunya bisa berubah- ubah warnanya. Semua peninggalan tersebut diusahakan oleh pihak pengurus masjid untuk tetap dijaga sampai sekarang.
Dalam perkembangannya masjid jami’ ainul yaqin banyak melakukan perubahan terutama dalam hal bangunannya. Bentuk bangunannya sudah tidak lagi sama dengan yang dulu. Hal ini dikarenakan bangunan yang lama sudah cukup rapuh dan hamper roboh sehingga pengurus masjid melakukan renovasi.
Mereka juga melakukan pelebaran agar masjid ini mampu menampung banyak jamaah. Banyaknya perubahan pada masjid inilah yang membuat penulis melakukan kajian terhadap hal tersebut melalui oral History dengan Beberapa pengurus Masjid Jami’ Ainul Yaqin dan juga Masyarakat yang tinggal di sekitar Masjid. Tidak hanya itu saja penulis juga mencari arsip-arsip yang dimiliki oleh Masjid Jami’ Ainul Yaqin terkait dengan Perkembangan Masjid Jami’ Ainul Yaqin dari dulu Hingga sekarang, hal ini dilakukan sebagai media penunjang informasi. Oral History ini di buat untuk memberikan informasi kepada masyarakat terutama masyarakat Ujungpangkah terkait dengan Perkembangan Masjid Jami’
Ainul Yaqin mulai dari awal masjid tersebut berdiri sampai sekarang, serta menggali peninggalan-peninggalan yang masih ada di Masjid tersebut. dan apa saja yang masih dipertahankan oleh pihak pengurus Masjid dari Masjid tertua dan termegah yang ada di Ujungpangkah tersebut.
Dari hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa Masjid Jami’ Ainul Yaqin adalah Masjid pertama dan Tertua yang ada di Ujungpangkah. Masjid ini sudah banyak mengalami perubahan pada setiap kali pergantian pengurus. Namun pengurus masjid mengusahakan untuk tetap mempertahankan keaslian dari
bangunan. Setelah masa kemerdekaan sampai sekarang total sudah 13 kali pergantian kepengurusan namun sebelum kemerdekaan tidak ada yang mengetahuinya karena tidak ada data pendukungnya
- …
