1,720,981 research outputs found
USULAN PERBAIKAN SISTEM KERJA UNTUK MENGURANGI KELUHAN MUSKULOSKLETAL PADA PERCETAKAN BUKU TULIS MENGGUNAKAN METODE NERPA
AFDAL AIDIL AKBAR (2021) : USULAN PERBAIKAN SISTEM KERJA UNTUK MENGURANGI KELUHAN MUSKULOSKLETAL PADA PERCETAKAN BUKU TULIS MENGGUNAKAN METODE NERPA (Studi Kasus : PT.Arjuna Riau Grafindo)
PT. Arjuna Riau Grafindo merupakan perusahaan yang bergerak pada percetakan buku tulis yang terletak di jalan dahlia ujung sukajadi. PT. Arjuna Riau Grafindo ini menghasilkan dua produk yaitu buku dan nota, adapun masalah yang diteliti adalah keluhan operator yang mengalami sakit nyeri pada bahu, tangan, pergelangan tangan dan paha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengklasifikasi kasusus keluhan muskuloskletal pada percetakan buku tulis, memberikan solusi berupa Metode dan memberikan pengetahuan dan kesadaran dengan mengunakan metode Nerpa, Dari hasil pengelolaan data di dapat hasil aktivitas mengangkat buku tulis, aktivitas membawa dan meletakkan buku tulis, aktivitas memotong buku tulis dengan posisi berdiri. Oleh sebab itu diberikan tindakan perbaikan pencegahan muskuloskletal, memberikan peralatan meja storage, memberikan gerobak, dan memberikan kursi kepada karyawan, yang akan mengurangi angka terkenaknya muskuloskletal pada pekerja.
Kata kunci: Perbaikan Sistem, Keluhan Muskuloskletal, Metode NERPA
Proses Editing Program Acara Kabar Riau di Dumai Vision
ABSTRAK
Nama : Muhammad Aidil Akbar
Jurusan : Ilmu Komunikasi
Judul : Proses Editing Program Acara Kabar Riau di Dumai Vision
Program Kabar Riau merupakan program informasi yang berisi berita berat dan berita ringan di Provinsi Riau, khususnya Kota Dumai. Proses editingnya terbilang bagus dikarenakan sepanjang mengudara program Kabar Riau tetap bertahan di Dumai Vision dan tidak ada program Dumai Vision yang terkena sanksi oleh Komisi Penyiaran Indonesia. Program ini diproduksi metode editing nonlinier. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses editing program acara Kabar Riau di Dumai Vision hingga layak untuk disiarkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitaif yaitu penelitian yang bertujuan melakukan penafsiran terhadap fenomena sosial yang menempatkan peneliti sebagai insturen kunci. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan proses editing di program acara Kabar Riau di Dumai Vision ini menggunakan teknik editing Nonlinier. Dalam teorinya Anton Mabruri menyebutkan terdapat 6 tahap dalam proses editing yaitu Logging, Capture, Offline Editing, Online Editing, Mixing, dan Distribute. Dalam program ini proses awal dimulai dengan tahap capture. Metode yang digunakan dalam editing ini Nonlinier editing, dimana melakukan Capture, Logging, Offline Editing, Mixing, Online Editing, dan Distribute.
Kata Kunci: Proses Editing, Kabar Riau, Dumai Vision
SISTEM MONITORING DAN KONTROL PENYIRAMAN AIR SECARA OTOMATIS UNTUK MENJAGA SUHU DAN KELEMBAPAN KANDANG JANGKRIK BERBASIS INTERNET OF THING DENGAN MENGGUNAKAN PLC OUTSEAL MEGA V1
ABSTRAK
SISTEM MONITORING DAN KONTROL PENYIRAMAN AIR SECARA OTOMATIS UNTUK MENJAGA SUHU DAN KELEMBAPAN KANDANG JANGKRIK BERBASIS
INTERNET OF THING DENGAN
MENGGUNAKAN PLC
OUTSEAL MEGA V1
AIDIL AKBAR
11755100407
Tanggal Sidang : 13 Juli 2023
Program Studi Teknik Elektro
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Jl. Soebrantas No. 155 Pekanbaru
ABSTRAK
Di Indonesia, jangkrik sering tumbuh subur di daerah dengan suhu antara 20° C dan 32° C dan tingkat kelembaban antara 65% dan 80%. Terkhusus bagi pertenak jangkrik yang berada di kota Pekanbaru , Riau yang terkenal dengan kota yang cukup panas menurut data Badan Pusat Statistik provinsi Riau pada tahun 2020 suhu minimum 22,20o C dan suhu maksimum 34,70o C, dan pada tahun 2021 suhu minimum di angka 23o C dan suhu maksimum 33,20o C Sehingga membuat peternak cukup ekstra dalam menjaga suhu dan kelembapan pada jangkrik. Jangkrik bisa kehilangan nafsu makan dan bahkan mati jika ada perubahan besar dalam suhu dan kelembaban. Sensor DHT XY MD-02 digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data tentang suhu dan kelembaban. Outseal Mega V1 digunakan untuk mengirimkan data sensor. Melalui penggunaan WiFi, data pembacaan ditransfer dari Outseal Mega V1 ke server Haiwell Cloud, di mana ia disimpan sebagai database. Selain itu, data akan ditampilkan di HMI dalam bentuk tabel di dasbord informasi. Alat ini akan secara otomatis melakukan penyiraman air ketika suhu berada diatas set point 33o C dan kelembapan berada dibawah set point 65 % serta jadwal pemberian air minum pagi dan siang.
Kata Kunci : Jangkrik, Outseal, HMI, Suhu, Kelembapan, Set Point, Haiwell, Sensor DHT XY-MD0
PENERAPAN SISTEM PERTAMBAKAN SEMI-INTENSIF UDANG VANNAMEI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI UDANG DI DESA UJUNG BLANG MESJID KECAMATAN KUALA KABUPATEN BIREUEN
Aidil Akbar. 2016. Penerapan Sistem Pertambakan Semi-Intensif Udang Vannamei Dalam Meningkatkan Pendapatan Petani Tambak di Desa Ujung Blang Mesjid, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen. Skripsi, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:(1)Drs. Amrusi M. Si., (2) Drs. Zakaria, M.EdKata Kunci: Tambak Semi-Intensif, Udang Vannamei, PendapatanPenelitian ini berjudul Penerapan Sistem Pertambakan Semi-Intensif Udang Vannamei Dalam Meningkatkan Pendapatan Petani Udang di Desa Ujung Blang Mesjid Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen ini yang menjadi rumusan masalah yaitu, Berapakah biaya yang dikeluarkan untuk mengelola pertambakan semi-intensif udang vanamei, Berapakah jumlah penerimaan yang diperoleh petambak udang vanamei sistem semi-intensif, Berapakah pendapatan/laba yang diperoleh petambak sistem semi-intensif. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani tambak semi-intensif udang vannamei sebanyak 7 petani tambak.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Pendekatan yang dilakukan yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik analisis data menggunakan rumus persentase dan rumus rata-rata pendapatan. Hasil penelitian ini adalah Jumlah biaya keseluruhan yang dikeluarkan oleh petani tambak udang vannamei (biaya variabel + biaya tetap) adalah sebesar sebesar Rp. 1.598.506.600,- dari 7 petambak udang selama 6 bulan atau setiap sekali panen. Biaya tersebut didapat dari nilai total biaya dengan luas tambak 2.000 meter yaitu Rp. 91.047.000, luas tambak 2.700 meter sebesar Rp. 132.126.502, luas tambak 3.000 meter sebesar Rp. 133.786.100, luas tambak 4.600 meter Rp. 217.079.998, luas tambak 7.000 meter sebesar Rp. 300.414.498, luas tambak 8.000 meter sebesar Rp. 341.933.502 dan luas tambak 9.000 meter sebesar Rp. 382.119.500. Jumlah penerimaan petani tambak keseluruhan di Desa Ujung Blang Mesjid Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen sebesar Rp. 3.286.100.000.Besar Jumlah penerimaan yaitu sebesar Rp. 3.286.100.000,- sedangkan jumlah biaya produksi tersebut sebesar Rp. 1.598.506.600,- maka dapat dikatakan bahwa laba atau profit petani tambak udang di Desa Ujung Blang Mesjid Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen yaitu sebesar Rp. 1.687.593.400.
KEKUATAN PEMBUKTIAN DALAM PERSIDANGAN PERKARA PIDANA SECARA ELEKTRONIK (Studi Kasus Putusan Nomor : 100/PID.B/ 2020/PN.Bkt)
KEKUATAN PEMBUKTIAN DALAM PERSIDANGAN
PERKARA PIDANA SECARA ELEKTRONIK
(Studi Kasus Putusan Nomor : 100/PID.B/ 2020/PN.Bkt)
Aidil Akbar, NIM. 19. 2011.2030, Program Studi Magister Ilmu Hukum Pascasarjana, Fakultas Hukum Universitas Andalas, 2021, 134 halaman
ABSTRAK
Proses pembuktian dalam Putusan Nomor : 100/PID.B/ 2020/PN.Bkt dilakukan secara elektronik. Dasar hukum yang dipakai adalah PERMA Nomor 4 Tahun 2020. Dilaksanakannya persidangan secara elektronik tersebut maka akan menjadi permasalahan hukum karena alat bukti yang diajukan dalam persidangan tersebut tidak dapat dilihat atau didengar secara langsung oleh hakim. Padahal agenda memeriksa alat bukti dalam pembuktian sidang pidana merupakan bagian terpenting untuk menentukan seseorang bersalah atau tidak telah melakukan tindak pidana. Rumusan Masalah 1) Bagaimanakah kekuatan pembuktian dalam persidangan perkara pidana secara elektronik dalam Putusan Nomor : 100/PID.B/ 2020/PN.Bkt? 2) Apakah kendala yang ditemukan dalam pembuktian pada persidangan perkara pidana secara elektronik dalam Putusan Nomor : 100/PID.B/ 2020/PN.Bkt? 3) Bagaimana keyakinan hakim terhadap alat bukti dalam pembuktian persidangan perkara pidana secara elektronik berdasarkan Putusan Nomor : 100/PID.B/ 2020/PN.Bkt? Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Menggunakan data primer dan data sekunder dan analisis data dilakukan secara kualitatif. Kesimpulan 1) Kekuatan pembuktian dalam persidangan perkara pidana secara elektronik dalam Putusan Nomor : 100/PID.B/ 2020/PN.Bkt sudah kuat. Kekuatan pembuktian Putusan Nomor : 100/PID.B/ 2020/PN.Bkt dinilai dari alat bukti yang dihadirkan dalam persidangan yaitu keterangan saksi, keterangan terdakwa dan bukti petunjuk yang ditemukan dalam fakta persidangan. Keterangan saksi dan keterangan terdakwa telah disaksikan dan diperdengarkan dalam persidangan sebagai upaya untuk mencari hubungan bahwa telah terjadi tindak pidana. 2) Kendala yang ditemukan yaitu kendala bahwa saksi korban adalah Warga Negara Asing (WNA), kendala Peraturan perundang-undangan dan kendala teknis. Kendala WNA terkait dengan kendala bahasa dan telah habis izin tinggal hingga tidak berada di Indonesia. Kendala peraturan perundang-undangan berawal dari KUHAP tidak mengatur mengenai persidangan dengan elektronik. Kendala teknis meliputi kesiapan dari sarana dan pra-sarana yang ada untuk melaksanakan sidang secara elektonik seperti kondisi pengeras suara yang sering terganggu atau video yang tidak bersih sebab terganggunya jaringan internet. 3) Keyakinan hakim terhadap alat bukti dalam pembuktian persidangan perkara pidana secara elektronik dibentuk dengan upaya untuk memeriksa serta menguji alat bukti yaitu alat bukti keterangan saksi dan keterangan terdakwa yang tercatat dengan keterangan langsung dari saksi dan terdakwa. Penulis tidak menemukan data yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keyakinan hakim dalam persidangan secara langsung ataupun persidangan secara eletronik.
Kata Kunci : Pembuktian, Keyakinan hakim, Persidangan elektronik
POWER OF EVIDENCE IN CRIMINAL TRIAL ELECTRONICALLY
(Case Study Decision Number: 100/PID.B/2020/PN.Bkt)
Aidil Akbar, NIM. 19. 2011.2030, Postgraduate Legal Studies Masters Program, Faculty of Law, Andalas University, 2021, 134 pages
ABSTRACT
The verification process in Decision Number: 100/PID.B/2020/PN.Bkt is carried out electronically. The legal basis used is PERMA Number 4 of 2020. The implementation of the electronic trial will become a legal problem because the evidence presented in the trial cannot be seen or heard directly by the judge. Whereas the agenda of examining evidence in a criminal trial is the most important part to determine whether a person is guilty or not having committed a crime. Problem Formulation 1) What is the strength of evidence in an electronic criminal trial in Decision Number: 100/PID.B/2020/PN.Bkt? 2) What are the obstacles found in the evidence in the electronic criminal trial in Decision Number: 100/PID.B/2020/PN.Bkt? 3) How is the judge's belief in the evidence in the electronic evidence of a criminal trial based on Decision Number: 100/PID.B/2020/PN.Bkt? This research is a descriptive study using an normative juridical approach. Using primary data and secondary data and data analysis was carried out qualitatively. Conclusion 1) The power of evidence in electronic criminal trials in Decision Number: 100/PID.B/2020/PN.Bkt is already strong. The strength of evidence for Decision Number: 100/PID.B/2020/PN.Bkt is assessed from the evidence presented at the trial, namely witness statements, defendants' statements and evidence of clues found in the facts of the trial. The testimony of the witness and the testimony of the defendant have been witnessed and heard in the trial as an effort to find a connection that a crime has occurred.
2) Obstacles found are obstacles that the victim's witness is a Foreign Citizen (WNA), obstacles to legislation and technical obstacles. The problem for foreigners is related to the language barrier and the residence permit has expired so that they are not in Indonesia. Obstacles to the laws and regulations stem from the fact that the Criminal Procedure Code does not regulate electronic trials. Technical obstacles include the readiness of the existing facilities and infrastructure to conduct the trial electronically, such as the condition of loudspeakers that are often disturbed or videos that are not clean due to disruption of the internet network. 3) The judge's confidence in the evidence in the electronic evidence of a criminal trial is formed with an effort to examine and test the evidence, namely evidence of witness testimony and recorded testimony of the defendant with direct statements from witnesses and defendants. The author did not find data indicating that there were differences in the judges' beliefs in in- person trials or in electronic trials.
Keywords: Evidence, Judge's Confidence, Electronic Tria
Analisis Fungsi Anggaran Sebagai Alat Perencanaan Dan Pengawasan Pajak Hiburan Pada Badan Pengelola Pajak Dan Retribusi Daerah Kota Medan
penelitian yang dilakukan di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah
Kota Medan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai fungsi
anggaran sebagai alat perenanaan dan pengawasan di Badan Pengelola Pajak dan
Retribusi Daerah Kota Medan apakah sudah dijalankan, sudah efektif, dan efisien
serta untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menyebabkan belum terjadinya
realisasi Pajak Hiburan sesuai dengan target yang di tetapkan.
Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan deskriptif,
berupa hasil wawancara dan target dan realisai Pajak Hiburan dari tahun 2012
sampai tahun 2016, teknik analisis data yang digunakan dengan melakukan survey
ketempat penelitian untuk memperoleh data serta menganalisis data untuk menarik
kesimpulan dan membandingkan masakah dengan teori-teori untuk mendukung
masalah.
Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pada tahun 2012 sampai 2016
penerimaan Pajak Hiburan realisasinya tidak tercapai target ini berarti perencanaan
dan pengawasan yang dilakukan belum efektif. Untuk meningkatkan perencanaan
dan pengawasan Pajak Hiburan agar dapat efektif dalam pencapaian target Pajak
Hiburan maka disarankan di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota
Medan dapat mengambil tindakan konkrit terhadap penyimpangan yang terjadi,
harus lebih selektif dalam menggali potensi Pajak Hiburan serta melakukan
sosialisasi intensif kepada wajib pajak tentang peraturan Daerah Kota Medan No. 7
Tahun 2011 tentang Pajak Hibura
Implementasi pencatuman label halal depot air minum isi ulang dalam rangka perlindungan konsumen muslim di kota Payakumbuh berdasarkan Undang undang nomor 33 tahun 2014 tentang jaminan produk Halal
viii.; 63 hal.; ill.; 19 c
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
