1,721,049 research outputs found
Strategi dakwah Ahmad Zainuddin Al-Banjary pada akun media sosial Instagram @RifqanTV
Kehadiran media khususnya media komunikasi internet banyak dimanfaatkan oleh para aktivis dalam kegiatan dakwahnya. Dakwah tidak hanya dilakukan secara langsung melalui mimbar, saat ini dakwah juga dilakukan di media sosial. Salah satu aktivis dakwah yang menggunakan media sosial sebagai media dakwah yaitu Ahmad Zainuddin Al Banjary melalui instagram dengan akun bernama @Rifqantv. Akun Instagram @rifqantv ini menyampaikan banyak. Pesan dakwah yang memotivasi, memberi nasihat persoalan yang mebdasar seperti keyakinan, aqidah, akhlak juga syariat.
Tujuan penelitian ini untuk strategi dakwah Ahmad Zainuddin Al Banjary pada akun media sosial instagram @rifqantv dengan pendekatan sentimentil, rasional dan juga indrawi. Teori yang digunakan yaitu teori strategi dakwah Al Bayanuni yang lebih menekankan pada unsur pendekatan dakwah sentimentil, pendekatan dakwah rasional dan juga pendekatan dakwah indrawi. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif yang digunakan untuk menganalisis strategi dakwah yang dilakukan Ahmad Zainuddin Al-Banjary pada akun media sosial instagram @rifqantv.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa akun Instagram @rifqantv menghasilkan materi dakwah yang menekankan pada aspek emosional, kekeluargaan, kasih sayang, serta penggunaan kisah kisah yang membangkitkan perasaan pengikutnya sebgai bentuk strategi sentimentil. Pendekatan yang didasarkan logika dan argumentasi yang kuat, seperti penjelasan ayat-ayat Al- Quran, Hadis, atau argumen-argumen ilmiah yang relavan dengan konteks yang dibahas sebagai bentuk strategi rasional. Selain itu, akun ini juga memilih untuk mengangkat topik kontroversial sebagai bagian dari strategi yang logis dan terencana serta menunjukkan keteladanan melalui konten-konten yang diposting dengan pengemasan konten dalam bentuk video, audio, dan poster sebagai bentuk strategi indrawi
Jinās dalam Kitab Fathul Mu'in Karya Ahmad Zainuddin Alfannani Bab (Shalat, Zakat, Puasa, Haji dan Umrah, Jual Beli, dan Ijarah) Kajian Ilmu Badi'.
Penelitian ini berangkat dari Kenyataan bahwa kitab-kitab terdahulu banyak terdapat keindahan bahasa, baik dari segi lafadz maupun makna. Kitab Kitab Fathul Mu'in merupakan salah satu kitab yang dikarang oleh Ahmad Zainuddin Alfannani, kitab ini membahas tentang fiqih dalam kitab ini cukup lengkap karena mencangkup bab thaharah hingga jinayat atau pidana,. Kitab Fathul Mu'in merupakan salah satu kitab yang banyak terdapat keindahan bahasa didalamnya, yaitu jinās,. Jinās adalah keserupaan dua lafadz dalam pengucapan, akan tetapi makna keduanya berbeda. Dalam penelitian ini bermaksud melakukan analisis jinas yang terdapat dalam Kitab Fathul Mu'in, dan berdasarkan latar belakang tersebut, maka masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1) Jinās apa saja yang terdapat dalam Kitab Fathul Mu'in Karya Ahmad Zainuddin Alfannani Bab (Sholat, Zakat, Puasa, Haji dan umrah, jual beli, dan ijarah ) Karya Ahmad Zainuddin Alfannani, 2) Bentuk Jinās apa saja yang terdapat dalam Kitab Fathul Mu'in Karya Ahmad Zainuddin Alfannani Bab (Sholat, Zakat, Puasa, Haji dan umrah, jual beli, dan ijarah ) Karya Ahmad Zainuddin Alfannani.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, metode deskriptif analisis dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta kemudian disusul dengan analisis. Metode deskriptif analisis tidak semata-mata menguraikan melainkan juga memberikan pemahaman dan penjelasan secukupnya tentang jinās dalam Kitab Fathul Mu'in dengan menggunakan pendekatan ilmu balāghah. Setelah melakukan penelitian, maka peneliti menarik hasil dari analisis, bahwa jenis dan bentuk Jinās yang terdapat dalam kitab Fathul Mu'in Bab (Sholat, Zakat, Haji Haji dan umrah, jual beli, ijarah) karya Ahmad Zainuddin Bin Abdul Aziz Alfannani adalah : jenis Jinās, berjumlah 87 jenis Jinās, yang Meliputi 7 jenis Jinās, yaitu Jinās tām mumāsil, Jinās tām mustaufi, Jinās ghair tām naqis mudhōri', Jinās tām , Jinās ghair tām naqis lāhi), Jinās ghair tām qolab kul, dan Jinās ghair tām qolab ba'di kulk, dan Bentuk Jinās, berjumlah 145 bentuk, yaitu terdiri dari susunan fi'il (kata kerja) dan isim (kata benda). Fi'il tersebut adalah fi'il Mādi dan Fi'il Mudōri. Isim yang terdapat dalam kitab tersebut adalah isim masdar, isim fa'il isim maf'ul dan isim jamid
STUDI KOMPARASI RUJUK TANPA IZIN ISTRI PERSPEKTIF SYEKH AHMAD ZAINUDDIN AL-MALIBARI DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM (KHI)
Talak menurut bahasa berarti melepas tali dan membebaskan. Talak dibenarkan oleh agama, akan tetapi ia merupakan Tashri’ yang bersifat pengecualian dikarenakan adanya situasi yang darurat setelah gagal melakukan berbagai upaya penyelamatan. Setelah terjadinya talak, agama islam memperbolehkan rujuk kembali tanpa harus adanya saksi sepanjang dalam masa iddah, hal ini menunjukkan bahwa sebisa mungkin talak harus dihindari. Rujuk adalah kembalinya suatu ikatan pernikahan setelah terjadinya perceraian kepada pernikahan yang sebelumnya terjadi perceraian. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab permasalah: Bagaimana konsep rujuk tanpa izin istri perspektif Syekh Ahmad Zainuddin Al-Malibari dan KHI dan bagaimana persamaan dan perbedaan konsep rujuk tersebut, serta bertujuan untuk mengetahui bagaimana alasan adanya persamaan dan berbedaan konsep rujuk Perspektif Syekh Ahmad Zainuddin Al-Malibari dan KHI. Jenis penelitian ini adalan penelitian kepustakaan (Library Research). Sumber data dari penelitian ini meliputi data primer yang berasal dari Kitab Fathul Mu’in dan bersumber dari data sekunder yang berasal dari buku-buku, jurnal, skripsi, dan dari internet atau web. Adapun data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan teori rujuk. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: pertama, rujuk yang dipaparkan peneliti perspektif Syekh Ahmad Zainuddin Al-Malibari adalah ketika mantan suami hendak merujuk mantan istrinya maka tidak perlu adanya persetujuan dari pihak mantan istri, dengan catatan istri yang hendak dirujuk masih dalam masa iddah. Sedangkan konsep rujuk yang terpapar dalam KHI adalah ketika mantan suami hendak merujuk mantan istrinya maka harus ada persetujuan dari mantan istrinya, hal ini di karenakan talak tidak dapat dilakukan secara sepihak karena dalam pelaksanaanya harus ada izin dari Pengadilan. Pengadilan mengabulkan hak talak jika ada persetujuan dari istri. Dengan demikian yang memiliki kepentingan untuk rujuk adalah suami dan istri, sehingga persetujuan dari istri juga diperlukan. Kedua, adapun perbedaan konsep rujuk ialah dalam KHI ketika mantan suami hendak rujuk maka harus dengan izin istri sedangkan menurut Syekh Ahmad Zainuddin Al-Malibari tidak memerlukan izin dari mantan istri. Ketiga, alasan adanya perbedaan dan persamaan adalah konsep rujuk perspektif Syekh Ahmad Zainuddin Al-Malibari ini terjadipada zaman dahulu, sedangkan konsep dalam KHI ini terjadi setelah adanya pembaharuan hukum sehingga sangat menjunjung hak dan martabat seorang perempuan. Kata Kunci: Konsep Rujuk, Persamaan dan Perbedaan Konsep Rujuk, Alasan Persamaan dan Perbedaan
Jinās dalam Kitab Fathul Mu'in Karya Ahmad Zainuddin Alfannani Bab (Shalat, Zakat, Puasa, Haji dan Umrah, Jual Beli, dan Ijarah) (Kajian Ilmu Badī)
This research departs from the fact that the previous books contained many beauties, both in terms of lafadz and meaning. The Fathul Mu'in Book is one of the books written by Ahmad Zainuddin Alfannani, this book discusses the jurisprudence in this book is quite complete covering the chapter thaharah for jinayat or law. The book Fathul Mu'in is one of the books which is more the beauty of language in it, namely jin. Jinn language is the likeness of two lafadz in pronunciation, but the meaning is different. In this study discuss the analysis contained in the Book of Fathul Mu'in, and based on this background, the research is formulated as follows: 1) What is included in the Book of Fathul Mu'in by Ahmad Zainuddin Alfannani Chapter (Prayer, Zakat, Fasting) , Hajj and Umrah, buying and selling, and ijarah) The work of Ahmad Zainuddin Alfannani, 2) Any form of Jinapa which is included in the Book of Fathul Mu'in by Ahmad Zainuddin Alfannani Chapter (Prayer, Zakat, Fasting, Hajj and Umrah, buying and selling, and ijarah) The work of Ahmad Zainuddin Alfannani. This study uses descriptive analysis method, descriptive analysis method is done by describing the facts then followed by analysis. The descriptive method of analysis is not only eye-breaking, but also provides sufficient understanding and explanation of jinās in the Fathul Mu'in book by understanding Balāghah. After conducting the research, the researcher draws the results of the analysis, that the types and forms of Jinās contained in the Fathul Mu'in Chapter (Prayer, Zakat, Hajj and Umrah, buying and selling, ijarah) by Ahmad Zainuddin Bin Abdul Aziz Alfannani are: types Jinās, numbering 87 kinds of Jinās, which includes 7 types of Jinās, namely Jinās tām mumāsil, Jinās tām mustaufi, Jinās ghair tām naqis mudhōri ', Jinās tām, Jinās ghair tām naqis lāhi), Jinās ghair tām qolab kul, and Jinās ghair tām qolab ba'di kulk, and Form Jinās, totaling 145 forms, which consist of fi'il (verb) and isim (noun) arrangement. The fiil is fi'il Mādi and Fi'il Mudōri. The isim in the book is masdar isim, isim fa'il isim maf'ul and isim jamid
JinÄs dalam Kitab Fathul Mu’in Karya Ahmad Zainuddin Alfannani Bab (Shalat, Zakat, Puasa, Haji dan Umrah, jual beli, dan Ijarah) Kajian Ilmu Badi’.
Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa kitab-kitab terdahulu banyak terdapat keindahan bahasa, baik dari segi lafadz maupun makna. Kitab Kitab Fathul Mu’in merupakan salah satu kitab yang dikarang oleh Ahmad Zainuddin Alfannani, kitab ini membahas tentang fiqih dalam kitab ini cukup lengkap karena mencangkup bab thaharah hingga jinayat atau pidana,. Kitab Fathul Mu’in merupakan salah satu kitab yang banyak terdapat keindahan bahasa didalamnya, yaitu jinÄs,. JinÄs adalah keserupaan dua lafadz dalam pengucapan, akan tetapi makna keduanya berbeda. Dalam penelitian ini bermaksud melakukan analisis jinas yang terdapat dalam Kitab Fathul Mu’in, dan berdasarkan latar belakang tersebut, maka masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1) JinÄs apa saja yang terdapat dalam Kitab Fathul Mu’in Karya Ahmad Zainuddin Alfannani Bab (Sholat, Zakat, Puasa, Haji dan umrah, jual beli, dan ijarah ) Karya Ahmad Zainuddin Alfannani, 2) Bentuk JinÄs apa saja yang terdapat dalam Kitab Fathul Mu’in Karya Ahmad Zainuddin Alfannani Bab (Sholat, Zakat, Puasa, Haji dan umrah, jual beli, dan ijarah ) Karya Ahmad Zainuddin Alfannani.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, metode deskriptif analisis dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta kemudian disusul dengan analisis. Metode deskriptif analisis tidak semata-mata menguraikan melainkan juga memberikan pemahaman dan penjelasan secukupnya tentang jinÄs dalam Kitab Fathul Mu’in dengan menggunakan pendekatan ilmu balÄghah. Setelah melakukan penelitian, maka peneliti menarik hasil dari analisis, bahwa jenis dan bentuk JinÄs yang terdapat dalam kitab Fathul Mu’in Bab (Sholat, Zakat, Haji Haji dan umrah, jual beli, ijarah) karya Ahmad Zainuddin Bin Abdul Aziz Alfannani adalah : jenis JinÄs, berjumlah 87 jenis JinÄs, yang Meliputi 7 jenis JinÄs, yaitu JinÄs tÄm mumÄsil, JinÄs tÄm mustaufi, JinÄs ghair tÄm naqis mudhÅri’, JinÄs tÄm , JinÄs ghair tÄm naqis lÄhi), JinÄs ghair tÄm qolab kul, dan JinÄs ghair tÄm qolab ba’di kulk, dan Bentuk JinÄs, berjumlah 145 bentuk, yaitu terdiri dari susunan fi’il (kata kerja) dan isim (kata benda). Fi’il tersebut adalah fi’il MÄdi dan Fi’il MudÅri. Isim yang terdapat dalam kitab tersebut adalah isim masdar, isim fa’il isim maf’ul dan isim jamid. Â
JINĀS DALAM KITAB FATHUL MU’IN KARYA AHMAD ZAINUDDIN ALFANNANI BAB (SHALAT, ZAKAT, PUASA, HAJI DAN UMRAH, JUAL BELI, DAN IJARAH) (KAJIAN ILMU BADĪ)
This research departs from the fact that the previous books contained many beauties, both in terms of lafadz and meaning. The Fathul Mu\u27in Book is one of the books written by Ahmad Zainuddin Alfannani, this book discusses the jurisprudence in this book is quite complete covering the chapter thaharah for jinayat or law. The book Fathul Mu\u27in is one of the books which is more the beauty of language in it, namely jin. Jinn language is the likeness of two lafadz in pronunciation, but the meaning is different. In this study discuss the analysis contained in the Book of Fathul Mu\u27in, and based on this background, the research is formulated as follows: 1) What is included in the Book of Fathul Mu\u27in by Ahmad Zainuddin Alfannani Chapter (Prayer, Zakat, Fasting) , Hajj and Umrah, buying and selling, and ijarah) The work of Ahmad Zainuddin Alfannani, 2) Any form of Jinapa which is included in the Book of Fathul Mu\u27in by Ahmad Zainuddin Alfannani Chapter (Prayer, Zakat, Fasting, Hajj and Umrah, buying and selling, and ijarah) The work of Ahmad Zainuddin Alfannani. This study uses descriptive analysis method, descriptive analysis method is done by describing the facts then followed by analysis. The descriptive method of analysis is not only eye-breaking, but also provides sufficient understanding and explanation of jinÄs in the Fathul Mu\u27in book by understanding BalÄghah.           After conducting the research, the researcher draws the results of the analysis, that the types and forms of JinÄs contained in the Fathul Mu\u27in Chapter (Prayer, Zakat, Hajj and Umrah, buying and selling, ijarah) by Ahmad Zainuddin Bin Abdul Aziz Alfannani are: types JinÄs, numbering 87 kinds of JinÄs, which includes 7 types of JinÄs, namely JinÄs tÄm mumÄsil, JinÄs tÄm mustaufi, JinÄs ghair tÄm naqis mudhÅri \u27, JinÄs tÄm, JinÄs ghair tÄm naqis lÄhi), JinÄs ghair tÄm qolab kul, and JinÄs ghair tÄm qolab ba\u27di kulk, and Form JinÄs, totaling 145 forms, which consist of fi\u27il (verb) and isim (noun) arrangement. The fiil is fi\u27il MÄdi and Fi\u27il MudÅri. The isim in the book is masdar isim, isim fa\u27il isim maf\u27ul and isim jamid
Jinās dalam kitab Fathul Mu’in Karya Ahmad Zainuddin Alfannani Bab : Shalat, Zakat, Puasa, Haji dan Umrah, jual beli, dan Ijarah(Kajian Ilmu Badī)
ARAB :
هذ البحث عن كتاب "فتح المعين" ألفه أحمد زين الدين الفناني الباب (الصلاة والزكاة والصوم و الحاج والعمرة والبيع والشراء والإجارة)، هذا الكتاب كتابٌ يُبحث فيه عن الفقه، ويشمل فيه بابا كاملا من الفصل الطهارة حتى جنايات. وفي هذا الكتاب فيه كثير نطقي ووسيع البحث في مجال البحث اللغوي الأدب منها البلاغة، ولذلك للكاتبة لهذا دور همّا البحث البلاغة بسؤلين: ما أنواع الجناس في كتاب فتح المعين لأحمد زين الدين الفناني الباب (الصلاة والزكاة والصوم و الحاج والعمرة والبيع والشراء والإجارة وما أشكال الجناس الموجودة في كتاب فتح المعين لأحمد زين الدين الفناني الباب (الصلاة والزكاة والصوم والحاج والعمرة والبيع والشراء والإجارة).
وأما المنهج المستعمل في هذا البحث فهو منهج وصفي تحليلي، كان هذا المنهج مفعولا بوصف الوقائع وتحليلها. ما كان هذا المنهج منهجا للتحليل وحده. ولكنه أيضًا يعطي فهما وشرحًا كافيا. هذا المنهج مستعمَلٌ لوصف الجناس وتحليله فى كتاب الجناس في كتاب" فتح المعين " لأحمد زين الدين الفناني الباب (الصلاة والزكاة والصوم والحج والعمرة والبيع والشراء والإجارة).
والنتائج من هذه البحث أن أنواع الجناس في كتابُ " فتح المعين " لأحمد زين الدين الفناني الباب (الصلاة والزكاة والصوم والحاج والعمرة والبيع والشراء والإجارة)، بعدد سبع وثمانين ( 87)، التي تشمل سبعة (7) أجناس، يعني : جناسُ التامّ المماثل ، جناسُ التامّ المستوفي، جناسُ غير التامّ الناقص المضارع، جناسُ التامّ، جناسُ غير التامّ الناقص اللاحق، جناسُ غير التامّ القلب كلّ جناسُ غير التامّ القلب البعض الكلّ، وأكثرها أنواع الجناس يعني جناسُ التامّ المماثل ( 23ألفاظ) في باب الصلاة. وأشكال جناس الموجودة فى كتاب " فتح المعين " لأحمد زين الدين الفناني الباب (الصلاة ، الزكاة ، الصوم ، الحج والعمرة ، البيع والشراء والإجارة) "بعدد مائة وخمس وأربعين (145)، بناء من الفعل والإسم. والفعل يعنى فعل الماض وفعل المضارع. والإسم الجناس الواردة فى كتابه هي إسم المصدر ، إسم فاعل إسم مفعول و إسم جامد، وأكثرها أسكال الجناس يعني إسم مصدر (28 لفظ) في باب الصلاة.
الكلمات الرئسية: كتاب فتح المعين، أحمد زين الدين الفناني ، اللغة، علم بلاغة ،علم البديع، جناس.
ENGLISH :
This research departs from the fact that the previous books contained many beauties, both in terms of lafadz and meaning. The Fathul Mu'in Book is one of the books written by Ahmad Zainuddin Alfannani, this book discusses the jurisprudence in this book is quite complete covering the chapter thaharah for jinayat or law. The book Fathul Mu'in is one of the books which is more the beauty of language in it, namely jin. Jinn language is the likeness of two lafadz in pronunciation, but the meaning is different. In this study discuss the analysis contained in the Book of Fathul Mu'in, and based on this background, the research is formulated as follows: 1) What is included in the Book of Fathul Mu'in by Ahmad Zainuddin Alfannani Chapter (Prayer, Zakat, Fasting) , Hajj and Umrah, buying and selling, and ijarah) The work of Ahmad Zainuddin Alfannani, 2) Any form of Jinapa which is included in the Book of Fathul Mu'in by Ahmad Zainuddin Alfannani Chapter (Prayer, Zakat, Fasting, Hajj and Umrah, buying and selling, and ijarah) The work of Ahmad Zainuddin Alfannani. This study uses descriptive analysis method, descriptive analysis method is done by describing the facts then followed by analysis. The descriptive method of analysis is not only eye-breaking, but also provides sufficient understanding and explanation of jinās in the Fathul Mu'in book by understanding Balāghah.
After conducting the research, the researcher draws the results of the analysis, that the types and forms of Jinās contained in the Fathul Mu'in Chapter (Prayer, Zakat, Hajj and Umrah, buying and selling, ijarah) by Ahmad Zainuddin Bin Abdul Aziz Alfannani are: types Jinās, numbering 87 kinds of Jinās, which includes 7 types of Jinās, namely Jinās tām mumāsil, Jinās tām mustaufi, Jinās ghair tām naqis mudhōri ', Jinās tām, Jinās ghair tām naqis lāhi), Jinās ghair tām qolab kul, and Jinās ghair tām qolab ba'di kulk, and Form Jinās, totaling 145 forms, which consist of fi'il (verb) and isim (noun) arrangement. The fiil is fi'il Mādi and Fi'il Mudōri. The isim in the book is masdar isim, isim fa'il isim maf'ul and isim jamid
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
